Minta Sumbangan Ke Pengusaha, Anggota AWPI Digerudug Komunitas Wartawan Madiun

Madiun Kota, Investigasi : Kemunculan Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) cabang Madiun terus menuai kontroversi dikalangan Komunitas Wartawan Madiun. Dengan mengatasnamakan Wartawan Profesional, mereka bergerak mengedarkan proposal permintaan bantuan sukarela kepada para pengusaha dan instansi pemerintahan mulai dari jajaran terendah yaitu Desa/Kelurahan sampai ke tingkat Dinas. Tentu saja hal ini memicu kekesalan Komunitas Wartawan yang ada di Madiun.
Kegerahan Komunitas Wartawan terhadap aktivitas anggota AWPI terkait dengan aksi penggalian dana terus berlanjut. Apalagi setelah salah seorang Wartawan dari Harian terkemuka di Madiun mendapatkan telepon bahwa ada 2 oknum anggota AWPI datang dan membawa proposal dengan tujuan meminta bantuan sukarela kepada pengusaha pabrik roti Bluder yang beralamatkan di Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun.
Karuan saja Komunitas Wartawan yang biasa ngepos di Kota Madiun langsung bergerak menggerudug dua oknum anggota AWPI yang masih ada dilokasi pabrik pembuatan roti tersebut.
Salah satu Anggota AWPI tersebut mengatakan bahwa dirinya baru satu kali ikut pertemuan dan mendapat breafing bahwa AWPI tersebut sudah legal. “Penggalian dana ini kata SekretarisAWPI sudah ijin ke instansi terkait, jadi pikiran saya sudah legal,” ujarnya.
Selain itu, anggota AWPI yang satunya berusaha untuk mengontak pengurus AWPI Madiun melalui Ponsel namun tidak tersambung. Melihat hal ini, para Awak Media yang ngepos di Kota Madiun hanya tersenyum saat mereka kebingungan. “Kami diberitahu kalau semuanya bisa masuk menjadi anggota karena asas manfaat dikemudian hari,” lanjutnya.
Eka Rahmad menunjukkan foto proposal pada Wartawan
Sementara itu, Eka Rahmad Susanto, Manager Operasional Pabrik Roti Bluder yang dimintai sumbangan sukarela dari AWPI menjelaskan bahwa pagi hari perusahaan roti Bluder didatangi oleh dua oknum anggota AWPI dengan membawa proposal.
Karena merasa heran didatangi dua wartawan dengan maksud meminta sumbangan, Eka Rahmad Susanto lantas berkoordinasi dengan salah teman yang kebetulan juga berprofesi sebagai Wartawan di Madiun. "Ini saya lakukan karena saya ragu dengan AWPI, masa Wartawan meminta sumbangan untuk deklarasi?,” ungkap Eka Rahmad Susanto. Jumat, (18/3/16) pada Wartawan.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga merasa aneh, sebab proposal yang diajukan tersebut ditarik kembali dan perusahaannya hanya diberi selembar kertas. “Saya hanya diberi selebaran yang isinya meminta bantuan uang untuk pelaksanaan pelantikan pengurus cabang AWPI Madiun. Dan saya juga tidak diperbolehkan membaca isi proposal dengan alasan cuma satu dan untuk mencari sumbangan ke tempat lain,” lanjutnya.
Merasa aneh, lantas Eka Rahmad Susanto menghubungi salah seorang rekannya yang kebetulan juga Wartawan untuk menanyakan tentang AWPI. “Anggota AWPI saya suruh untuk kembali lagi jam 14.00 WIB dan saya langsung mengontak rekan Wartawan,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan dibeberapa media online maupun media cetak beberapa waktu lalu, sejak muncul dipermukaan, Asosiasi Wartawan Profesional (AWPI) cabang Madiun terus menuai kontrovesi dan melecehkan profesi Wartawan.
Pasalnya, dengan berbekal proposal, mereka mendatangi instansi Pemerintaha di level bawah hingga atas dan perusahaan untuk minta sumbangan dengan dalih untuk digunakan biaya deklarasi dan pelantikan pengurus AWPI cabang Madiun yang akan dilaksanakan pada bulan April 2016 mendatang.

Tentu saja hal ini menuai reaksi keras dari Komunitas Wartawan yang ada di Madiun. “Kita tidak mempermasalahkan organisasinya, namun pergerakan mereka yang membawa proposal untuk meminta sumbangan itu yang membuat kita risih, apalagi organisasi mereka mengatasnamakan Wartawan Profesional namun kenyataannya anggota didalamnya ada masyarakat umum dan LSM, itu sudah tidak benar,” pungkas salah seorang Wartawan dengan nada geram. (p-76)

Related product you might see:

Share this product :

+ komentar + 1 komentar

8 September 2016 pukul 23.00

Daihatsu Madiun : 0821 4030 4000
daihatsumadiun.net

Daihatsu SIGRA 1000cc dan 1200cc. 3baris-7penumpang dewasa, AC Double,Airbag,Immobilizer,Velg Racing

Mesin teknologi baru, 1200cc Dual vvt-i 4 silinder
Velg racing 14inch
AC double
Power Window
Power Steering
Wiper belakang
Sensor parkir
2 DIN Audio + speaker(4)
Immobilizer
Central lock + Alarm
Eco Indicator
Talang air
Spoiler belakang
Dual Airbag
Grill Chrome
Spion elektrik + lampu sein
Foglamp
Stabiliser belakang
Headrest bangku baris kedua
Sensor parkir depan

Posting Komentar

 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100