Kota Madiun Terus Berbenah, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat

Madiun Kota, Investigasi : Agar program pembangunan di Kota Madiun bisa diketahui oleh masyarakatnya, Pemerintah Kota Madiun mengadakan acara Sosialisasi Perencanaan Pembangunan Kota Madiun yang dikemas dalam kegiatan Forum Kehumasan yang dilaksanakan di Asrama Haji Kota Madiun, Senin (29/2/16).
Tampak hadir dalam acara tersebut, Walikota Madiun, wakil Walikota madiun, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekda Kota Madiun, Jajaran SKPD, para Camat, para Lurah, Tokoh Masyarakat, LSM dan insane Pers.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun mengatakan bahwa acar ini dimaksudkan untuk menyongsong pelaksanaan Musrenbang Kota Madiun. “Disini semua usulan kita tamping sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadap pembangunan di Kota Madiun,” kata walikota Madiun.
Ditegaskan,setelah mendapatkan amanah dari masyarakat, dirinya bukan lagi menjadi wakil dari partai namun semuanya sudah menjadi milik masyarakat Kota Madiun. “Kita semua bukan lagi menjadi wakil partai, tapi sekarang ini semuanya adalah wakil rakyat dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Kota Madiun,” tegasnya.
Dibidang Pembangunan, Pemerintah Kota Madiun terus melakukan berbagai terobosan diberbagai sector sehingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat mengungguli pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bahkan Nasional. “Pertumbuhan ekonomi secara pesat ini juga tidak lepas dari keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk itu, pihaknya bertekad akan terus mengembangkan UMKM agar mampu bersaing di era MEA,” ungkap Bambang Irianto,
Walikota Madiun menegaskan saat ini Pemerintah Kota Madiun akan focus pada bidang pembangunan, pendidikan dan kesehatan. "Untuk pendidikan, kesehatan itu pasti. Yang penting, SD/SMP harus bisa komputer,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Madiun, Totok Sugiarto mengatakan, capaian pembangunan di Kota Madiun dari tahun ke tahun rata-rata mengalami peningkatan. Tercatat, tahun 2011, pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun mencapai 6,79 persen, tahun 2012 sebesar 6,83 persen, tahun 2013 mencapai 7,68 persen dan tahun 2014 sebesar 6,62 persen. Sementara di Jawa Timur, tahun 2014 hanya 5,86 persen, sedangkan nasional 5,02 persen.
Sedangkan dibandingkan tahun 2013, Indeks Kesehatan hanya 78,15 persen , sedangkan tahun 2014 meningkat menjadi 78,43 persen, Indeks Pendidikan sebelumnya 88,84 persen, tahun 2014 mengalami peningkatan menjadi 89,15 persen. Juga Indeks daya beli atau purchasing power parity (PPP) tahun 2013, 67,52 persen, meningkat menjadi 68,33 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami penurunan dari 78,17 persen di tahun 2013, menjadi 77,64 persen di tahun 2014.

"Selain itu, nilai investasi di Kota Madiun sejak tiga tahun terakhir juga meningkat drastis. Tahun 2013 hanya Rp 61,91 miliar, tahun 2014 meningkat menjadi Rp Rp 496,14 miliar dan tahun 2015 kembali meningkat menjadi lebih Rp 1,5 triliun,"katanya. 
Madiun Kota, Investigasi : Agar program pembangunan di Kota Madiun bisa diketahui oleh masyarakatnya, Pemerintah Kota Madiun mengadakan acara Sosialisasi Perencanaan Pembangunan Kota Madiun yang dikemas dalam kegiatan Forum Kehumasan yang dilaksanakan di Asrama Haji Kota Madiun, Senin (29/2/16).
Tampak hadir dalam acara tersebut, Walikota Madiun, wakil Walikota madiun, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekda Kota Madiun, Jajaran SKPD, para Camat, para Lurah, Tokoh Masyarakat, LSM dan insane Pers.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun mengatakan bahwa acar ini dimaksudkan untuk menyongsong pelaksanaan Musrenbang Kota Madiun. “Disini semua usulan kita tamping sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadap pembangunan di Kota Madiun,” kata walikota Madiun.
Ditegaskan,setelah mendapatkan amanah dari masyarakat, dirinya bukan lagi menjadi wakil dari partai namun semuanya sudah menjadi milik masyarakat Kota Madiun. “Kita semua bukan lagi menjadi wakil partai, tapi sekarang ini semuanya adalah wakil rakyat dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Kota Madiun,” tegasnya.
Dibidang Pembangunan, Pemerintah Kota Madiun terus melakukan berbagai terobosan diberbagai sector sehingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat mengungguli pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bahkan Nasional. “Pertumbuhan ekonomi secara pesat ini juga tidak lepas dari keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk itu, pihaknya bertekad akan terus mengembangkan UMKM agar mampu bersaing di era MEA,” ungkap Bambang Irianto,
Walikota Madiun menegaskan saat ini Pemerintah Kota Madiun akan focus pada bidang pembangunan, pendidikan dan kesehatan. "Untuk pendidikan, kesehatan itu pasti. Yang penting, SD/SMP harus bisa komputer,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Madiun, Totok Sugiarto mengatakan, capaian pembangunan di Kota Madiun dari tahun ke tahun rata-rata mengalami peningkatan. Tercatat, tahun 2011, pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun mencapai 6,79 persen, tahun 2012 sebesar 6,83 persen, tahun 2013 mencapai 7,68 persen dan tahun 2014 sebesar 6,62 persen. Sementara di Jawa Timur, tahun 2014 hanya 5,86 persen, sedangkan nasional 5,02 persen.
Sedangkan dibandingkan tahun 2013, Indeks Kesehatan hanya 78,15 persen , sedangkan tahun 2014 meningkat menjadi 78,43 persen, Indeks Pendidikan sebelumnya 88,84 persen, tahun 2014 mengalami peningkatan menjadi 89,15 persen. Juga Indeks daya beli atau purchasing power parity (PPP) tahun 2013, 67,52 persen, meningkat menjadi 68,33 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami penurunan dari 78,17 persen di tahun 2013, menjadi 77,64 persen di tahun 2014.

"Selain itu, nilai investasi di Kota Madiun sejak tiga tahun terakhir juga meningkat drastis. Tahun 2013 hanya Rp 61,91 miliar, tahun 2014 meningkat menjadi Rp Rp 496,14 miliar dan tahun 2015 kembali meningkat menjadi lebih Rp 1,5 triliun,"katanya. 
Baca

Bupati Ngawi Gelar Panen Raya Padi Serentak, Dandim Ngawi Sebar Babinsa Bantu Petani Perbaiki Irigasi



Ngawi, Investigasi ; Bertempat di Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi belum lama ini ( 29/2 ) telah diselenggarakan Acara Panen Raya Padi Serentak se Indonesia oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Hadir dalam acara tersebut Bupati Ngawi Ir. H. Budu Sulistyono, Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian Dr. Ir. H. Sumarjo Gatot Iranto, M.S, D.A.A, Ketua Komisi IV DPR RI Ibnu Mutajab, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Rahmat Pribadi,Uspinda Kabupaten Ngawi dan Kepala SKPD Kabupaten Ngawi.
          Pada hari itu Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyelenggarakan Panen Raya Padi Serentak se Indonesia yang dilaksanakan di 7 provinsi, yaitu : Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Dari ketujuh provinsi tersebut mencapai seluas 2.927 hektar lahan panen. Untuk Jawa Timur diwakili oleh Kabupaten Ngawi dan selanjutnya Kabupate Ngawi mengambil tempat di Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman, yang merupakan Kecamatan baru dari pengembangan Kecamatan Padas.
          Dalam sambutannya Bupati Ngawi yang akrab dengan sapaan Mbah Kung menyampaikan Syukur Alhamdulillah karena merasa bahwa panen padi kali ini dengan jumlah hasil yang besar. Namun dia menyesalkan karena panen saat ini masuk musim hujan, sehingga harga gabah jatuh, yaitu dalam kisaran harga 2.800 rupiah sampai dengan 3.000 rupiah, dimana harga tersebut jauh dibawah Harga Pokok Pembelian ( HPP ) dari Pemerintah yaitu sekitar 3.700 rupiah. Sehubungan dengan itu Bupati mengharapkan agar BULOG sebagai badan penyangga harga gabah untuk menaikkan harga jual gabah petani. Selain itu Budi Sulistyono juga mengingatkan bahwa di misim kemarau terjadi kelangkaan air, maka di saat musim hujan harus bisa menyimpan air di dalam embung,dam, waduk dan sebagainya.
          Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Gatot Irianto dalam pidatonya menjelaskan, bahwa yang dipanen saat ini adalah dari musim tanam pertama di tahun 2016, jadi seluruh stake holder pertanian harus menyusun rencana pada awal musim panen ini, karena musim panen ini adalah panen raya nasional. Lebih lanjut dia memaparkan bahwa Jawa Timur menghasilkan 4 juta ton gabah kering, dimana BULOG harus membuat perencanaan bagaimana jika harga gabah jatuh di bawah HPP dan BULOG harus bisa menyerap gabah petani.
          Pada hari yang sama ( 29/2 ) beberapa Babinsa di Jajaran Kodim 0805 Ngawi melakukan karya bakti gotong royong membantu petani membangun atau membenahi infra struktur pertanian. Antara lain dilakukan oleh Babinsa Koramil 0805/13 Kedunggalar membantu petani membersihkan saluran irigasi di Desa Wonorejo yang berhubungan dengan irigasi di Desa Wonokerto dan memasang paving di Desa Jati Gembol Kecamatan Kedunggalar.
          Babinsa Koramil 0805/17 Karanganyar bersama masyarakat melanjutkan gotong royong pembuatan parit jalan desa sepanjang 300 meter di Dusun Payak Desa Mengger Kecamatan Karanganyar. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Babinsa Koramil 0805/09 Kendal bersama warga masyarakat gotong royong memperbaiki jalan sepanjang 150 meter.  Babinsa Koramil 0805/04 Padas justru sehari sebelumnya ( 28/2 ) bersama warga masyarakat gotong royong jalan desa sepanjang 250 meter di Kecamatan Padas. (pdy)


Ngawi, Investigasi ; Bertempat di Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi belum lama ini ( 29/2 ) telah diselenggarakan Acara Panen Raya Padi Serentak se Indonesia oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Hadir dalam acara tersebut Bupati Ngawi Ir. H. Budu Sulistyono, Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian Dr. Ir. H. Sumarjo Gatot Iranto, M.S, D.A.A, Ketua Komisi IV DPR RI Ibnu Mutajab, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Rahmat Pribadi,Uspinda Kabupaten Ngawi dan Kepala SKPD Kabupaten Ngawi.
          Pada hari itu Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyelenggarakan Panen Raya Padi Serentak se Indonesia yang dilaksanakan di 7 provinsi, yaitu : Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Dari ketujuh provinsi tersebut mencapai seluas 2.927 hektar lahan panen. Untuk Jawa Timur diwakili oleh Kabupaten Ngawi dan selanjutnya Kabupate Ngawi mengambil tempat di Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman, yang merupakan Kecamatan baru dari pengembangan Kecamatan Padas.
          Dalam sambutannya Bupati Ngawi yang akrab dengan sapaan Mbah Kung menyampaikan Syukur Alhamdulillah karena merasa bahwa panen padi kali ini dengan jumlah hasil yang besar. Namun dia menyesalkan karena panen saat ini masuk musim hujan, sehingga harga gabah jatuh, yaitu dalam kisaran harga 2.800 rupiah sampai dengan 3.000 rupiah, dimana harga tersebut jauh dibawah Harga Pokok Pembelian ( HPP ) dari Pemerintah yaitu sekitar 3.700 rupiah. Sehubungan dengan itu Bupati mengharapkan agar BULOG sebagai badan penyangga harga gabah untuk menaikkan harga jual gabah petani. Selain itu Budi Sulistyono juga mengingatkan bahwa di misim kemarau terjadi kelangkaan air, maka di saat musim hujan harus bisa menyimpan air di dalam embung,dam, waduk dan sebagainya.
          Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Gatot Irianto dalam pidatonya menjelaskan, bahwa yang dipanen saat ini adalah dari musim tanam pertama di tahun 2016, jadi seluruh stake holder pertanian harus menyusun rencana pada awal musim panen ini, karena musim panen ini adalah panen raya nasional. Lebih lanjut dia memaparkan bahwa Jawa Timur menghasilkan 4 juta ton gabah kering, dimana BULOG harus membuat perencanaan bagaimana jika harga gabah jatuh di bawah HPP dan BULOG harus bisa menyerap gabah petani.
          Pada hari yang sama ( 29/2 ) beberapa Babinsa di Jajaran Kodim 0805 Ngawi melakukan karya bakti gotong royong membantu petani membangun atau membenahi infra struktur pertanian. Antara lain dilakukan oleh Babinsa Koramil 0805/13 Kedunggalar membantu petani membersihkan saluran irigasi di Desa Wonorejo yang berhubungan dengan irigasi di Desa Wonokerto dan memasang paving di Desa Jati Gembol Kecamatan Kedunggalar.
          Babinsa Koramil 0805/17 Karanganyar bersama masyarakat melanjutkan gotong royong pembuatan parit jalan desa sepanjang 300 meter di Dusun Payak Desa Mengger Kecamatan Karanganyar. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Babinsa Koramil 0805/09 Kendal bersama warga masyarakat gotong royong memperbaiki jalan sepanjang 150 meter.  Babinsa Koramil 0805/04 Padas justru sehari sebelumnya ( 28/2 ) bersama warga masyarakat gotong royong jalan desa sepanjang 250 meter di Kecamatan Padas. (pdy)
Baca

Mitos Gunung Lawu

Magetan, Investigasi : Nama asli gunung Lawu adalah Wukir Mahendra. Menurut legenda, gunung Lawu merupakan kerajaan pertama di pulau Jawa yang dipimpin oleh raja yang dikirim dari Khayangan karena terpana melihat keindahan alam diseputar Gn. Lawu. Sejak jaman Prabu Brawijaya V, raja Majapahit pada abad ke 15 hingga kerajaan Mataram II banyak upacara spiritual diselenggarakan di Gunung Lawu. Hingga saat ini Gunung Lawu masih mempunyai ikatan yang erat dengan Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta terutama pada bulan Suro, para kerabat Keraton sering berjiarah ke tempat-tempat keramat di puncak Gn.Lawu.
Terdapat padang rumput pegunungan banjaran Festuca nubigena yang mengelilingi sebuah danau gunung di kawah tua menjelang Pos terakhir menuju puncak pada ketinggian 3.200 m dpl yang biasanya kering di musim kemarau. Konon pendaki yang mandi berendam di tempat ini, segala keinginannya dapat terkabul. Namun sebaiknya jangan coba-coba untuk mandi di puncak gunung karena airnya sangat dingin.
Rumput yang tumbuh di dasar telaga ini berwarna kuning sehingga airnya kelihatan kuning. Telaga ini diapit oleh puncak Hargo dumilah dengan puncak lainnya. Luas dasar telaga Kuning ini sekitar 4 Ha.
Terdapat sebuah mata air yang disebut Sendang Drajad, sumber air ini berupa sumur dengan garis tengah 2 meter dan memiliki kedalaman 2 meter. Meskipun berada di puncak gunung sumur ini airnya tidak pernah habis atau kering walaupun diambil terus menerus. Air sendang ini dipercaya dapat memberikan mujijat bagi orang yang meminumnya. Juga terdapat bangunan yang berupa bilik-bilik untuk mandi, karena para pejiarah disarankan untuk menyiram badannya dengan air sendang ini dalam hitungan ganjil.
Juga ada sebuah gua yang disebut Sumur Jolotundo menjelang puncak, gua ini gelap dan sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam 5 meter. Gua ini dikeramatkan oleh masyarakat dan sering dipakai untuk bertapa. Sumur ini berupa lubang bergaris tengah sekitar 3 meter. Untuk turun ke dalam sumur harus menggunakan tali dan lampu senter karena gelap. Di dalam sumur terdapat pintu goa dengan garis tengah 90 cm. Konon di dalam sumur Jolotundho ini sering digunakan untuk bertapa, dan digunakan guru-guru untuk memberi wejangan/pelajaran kepada muridnya.
Terdapat sebuah bangunan di sekitar puncak Argodumilah yang disebut Hargo Dalem utuk berjiarah, disinilah tempatnya Eyang Sunan Lawu. Tempat bertahta raja terakhir Majapahit memerintah kerajaan Makhluk halus. Hargo Dalem adalah makam kuno tempak mukswa Sang Prabu Brawijaya. Pejiarah wajib melakukan pisowanan (upacara ritual) sebanyak tujuh kali untuk dapat melihat penampakan Eyang Sunan Lawu. Namun tidak jarang sebelum melakukan tujuh kali pendakian, pejiarah sudah dapat berjumpa dengan Eyang Sunan Lawu.
Di sekitar Hargo Dalem ini banyak terdapat bangunan dari seng yang dapat digunakan untuk bermalam dan berlindung dari hujan dan angin. Terdapat warung makanan dan minuman yang sangat membantu bagi pendaki dan pejiarah yang kelelahan, lapar, dan kedinginan. Inilah keunikan Gunung Lawu dengan ketinggian 3.265 mdpl, terdapat warung di dekat puncaknya.
Pasar Diyeng atau Pasar Setan, berupa prasasti batu yang berblok-blok, pasar ini hanya dapat dilihat secara gaib. Pasar Diyeng akan memberikan berkah bagi para pejiarah yang percaya. Bila berada ditempat ini kemudian secara tiba-tiba kita mendengar suara "mau beli apa dik?" maka segeralah membuang uang terserah dalam jumlah berapapun, lalu petiklah daun atau rumput seolah-olah kita berbelanja, maka sekonyong-konyong kita akan memperoleh kembalian uang dalam jumlah yang sangat banyak. Pasar Diyeng/Pasar Setan ini terletak di dekat Hargo Dalem.
Pawom Sewu terletak di dekat pos 5 Jalur Cemoro Sewu. Tempat ini berbentuk tatanan/susunan batu yang menyerupai candi. Dulunya digunakan bertapa para abdi Raja Parabu Brawijaya V.
Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa.
Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat moksa Prabu Bhrawijaya Raja Majapahit yg terakhir. Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
Raja Majapahit terakir Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping V memiliki salah seorang istri yang berasal dari negeri Tiongkok bernama Putri Cempo dan memiliki putera Raden Patah, Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan Islam di Glagah Wangi (Demak).
Prabu Brawijaya bersemedi dan memperoleh wisik yang pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru (Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.
Prabu Brawijaya dengan hanya disertai abdinya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton naik ke Gunung Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia mukti dan mati mereka  tetap bersama Raja.
Sampailah Prabu Brawijaya bersama 3 orang abdi di puncak Hargodalem. Saat itu Prabu Brawijaya sebelum muksa bertitah kepada ke tiga abdinya. Dan mengangkat Dipa Menggala menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri, jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan mengangkat Wangsa Menggala menjadi patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.
Prabu Brawijaya muksa di Hargo Dalem , sedangkan Sabdo palon muksa di puncak  Harga Dumiling. Karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya Sunan Lawu dan Kyai Jalak kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan /Cakrasurya, dan Pringgodani.
Magetan, Investigasi : Nama asli gunung Lawu adalah Wukir Mahendra. Menurut legenda, gunung Lawu merupakan kerajaan pertama di pulau Jawa yang dipimpin oleh raja yang dikirim dari Khayangan karena terpana melihat keindahan alam diseputar Gn. Lawu. Sejak jaman Prabu Brawijaya V, raja Majapahit pada abad ke 15 hingga kerajaan Mataram II banyak upacara spiritual diselenggarakan di Gunung Lawu. Hingga saat ini Gunung Lawu masih mempunyai ikatan yang erat dengan Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta terutama pada bulan Suro, para kerabat Keraton sering berjiarah ke tempat-tempat keramat di puncak Gn.Lawu.
Terdapat padang rumput pegunungan banjaran Festuca nubigena yang mengelilingi sebuah danau gunung di kawah tua menjelang Pos terakhir menuju puncak pada ketinggian 3.200 m dpl yang biasanya kering di musim kemarau. Konon pendaki yang mandi berendam di tempat ini, segala keinginannya dapat terkabul. Namun sebaiknya jangan coba-coba untuk mandi di puncak gunung karena airnya sangat dingin.
Rumput yang tumbuh di dasar telaga ini berwarna kuning sehingga airnya kelihatan kuning. Telaga ini diapit oleh puncak Hargo dumilah dengan puncak lainnya. Luas dasar telaga Kuning ini sekitar 4 Ha.
Terdapat sebuah mata air yang disebut Sendang Drajad, sumber air ini berupa sumur dengan garis tengah 2 meter dan memiliki kedalaman 2 meter. Meskipun berada di puncak gunung sumur ini airnya tidak pernah habis atau kering walaupun diambil terus menerus. Air sendang ini dipercaya dapat memberikan mujijat bagi orang yang meminumnya. Juga terdapat bangunan yang berupa bilik-bilik untuk mandi, karena para pejiarah disarankan untuk menyiram badannya dengan air sendang ini dalam hitungan ganjil.
Juga ada sebuah gua yang disebut Sumur Jolotundo menjelang puncak, gua ini gelap dan sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam 5 meter. Gua ini dikeramatkan oleh masyarakat dan sering dipakai untuk bertapa. Sumur ini berupa lubang bergaris tengah sekitar 3 meter. Untuk turun ke dalam sumur harus menggunakan tali dan lampu senter karena gelap. Di dalam sumur terdapat pintu goa dengan garis tengah 90 cm. Konon di dalam sumur Jolotundho ini sering digunakan untuk bertapa, dan digunakan guru-guru untuk memberi wejangan/pelajaran kepada muridnya.
Terdapat sebuah bangunan di sekitar puncak Argodumilah yang disebut Hargo Dalem utuk berjiarah, disinilah tempatnya Eyang Sunan Lawu. Tempat bertahta raja terakhir Majapahit memerintah kerajaan Makhluk halus. Hargo Dalem adalah makam kuno tempak mukswa Sang Prabu Brawijaya. Pejiarah wajib melakukan pisowanan (upacara ritual) sebanyak tujuh kali untuk dapat melihat penampakan Eyang Sunan Lawu. Namun tidak jarang sebelum melakukan tujuh kali pendakian, pejiarah sudah dapat berjumpa dengan Eyang Sunan Lawu.
Di sekitar Hargo Dalem ini banyak terdapat bangunan dari seng yang dapat digunakan untuk bermalam dan berlindung dari hujan dan angin. Terdapat warung makanan dan minuman yang sangat membantu bagi pendaki dan pejiarah yang kelelahan, lapar, dan kedinginan. Inilah keunikan Gunung Lawu dengan ketinggian 3.265 mdpl, terdapat warung di dekat puncaknya.
Pasar Diyeng atau Pasar Setan, berupa prasasti batu yang berblok-blok, pasar ini hanya dapat dilihat secara gaib. Pasar Diyeng akan memberikan berkah bagi para pejiarah yang percaya. Bila berada ditempat ini kemudian secara tiba-tiba kita mendengar suara "mau beli apa dik?" maka segeralah membuang uang terserah dalam jumlah berapapun, lalu petiklah daun atau rumput seolah-olah kita berbelanja, maka sekonyong-konyong kita akan memperoleh kembalian uang dalam jumlah yang sangat banyak. Pasar Diyeng/Pasar Setan ini terletak di dekat Hargo Dalem.
Pawom Sewu terletak di dekat pos 5 Jalur Cemoro Sewu. Tempat ini berbentuk tatanan/susunan batu yang menyerupai candi. Dulunya digunakan bertapa para abdi Raja Parabu Brawijaya V.
Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa.
Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat moksa Prabu Bhrawijaya Raja Majapahit yg terakhir. Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
Raja Majapahit terakir Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping V memiliki salah seorang istri yang berasal dari negeri Tiongkok bernama Putri Cempo dan memiliki putera Raden Patah, Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan Islam di Glagah Wangi (Demak).
Prabu Brawijaya bersemedi dan memperoleh wisik yang pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru (Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.
Prabu Brawijaya dengan hanya disertai abdinya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton naik ke Gunung Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia mukti dan mati mereka  tetap bersama Raja.
Sampailah Prabu Brawijaya bersama 3 orang abdi di puncak Hargodalem. Saat itu Prabu Brawijaya sebelum muksa bertitah kepada ke tiga abdinya. Dan mengangkat Dipa Menggala menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri, jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan mengangkat Wangsa Menggala menjadi patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.
Prabu Brawijaya muksa di Hargo Dalem , sedangkan Sabdo palon muksa di puncak  Harga Dumiling. Karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya Sunan Lawu dan Kyai Jalak kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan /Cakrasurya, dan Pringgodani.
Baca

Gunung lawu

Magetan, Investigasi : Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Puncak tertinggi gunung Lawu (Puncak Argo Dumilah) berada pada ketingggian 3.265 m dpl.
Kompleks Gunung Lawu ini memiliki luas 400 KM2 dengan Kawah Candradimuka yang masih sering mengeluarkan uap air panas dan bau belerang. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning and Kawah Telaga Lembung Selayur.
Banyak sekali tempat-tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat sehingga tidak hanya anak muda, tetapi banyak orang tua yang mendaki gunung Lawu untuk berjiarah. Masyarakat Jawa percaya bahwa puncak gunung Lawu dahulunya adalah merupakan kerajaan yang pertama kali di pulau Jawa. Gunung Lawu ini sangat berarti bagi Masyarakat Jawa terutama mereka yang masih percaya dengan Dunia Gaib. Terdapat banyak tempat wisata disekitar gunung Lawu seperti Telaga Sarangan, Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmanu, Candi Sukuh, Sangiran, Kraton Solo.
Gunung Lawu dapat didaki lewat Cemoro Kandang (Jawa Tengah) atau Cemoro Sewu (Jawa Timur), jarak kedua tempat ini tidaklah begitu jauh. Dari Tawangmangu kita bisa naik mobil Omprengan menuju Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang.
Apabila terlalu sore kita harus mencarter mobil dan bila tidak ada mobil kita harus berjalan kaki sekitar 9,5 Km menuju Cemoro Kandang atau 10 Km menuju Cemoro Sewu. Mobil terakhir omprengan biasanya sekitar pukul 17.00, namun bila sedang ramai kadangkala jam 19.00 masih ada mobil omprengan.
Di Cemoro Sewu terdapat pemancar TVRI yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Cemoro Sewu berada pada ketinggian 1.600 mdpl, sore hari udara di tempat ini sudah terasa dingin sekali. Para pendaki biasanya beristirahat di pos Cemoro Sewu untuk menunggu malam hari tiba, karena pendakian terbaik pada malam hari ( 21.00 - 23.00 ) dan kita sampai dipuncak menjelang pagi untuk menyaksikan sunrise. Terdapat sebuah mushola dan MCK yang memiliki enam buah kamar mandi dan WC.
Kawasan Cemoro Sewu kini semakin dipercantik dan diperlebar sehingga menyerupai suasana puncak pass di Bogor - Cianjur. Kalau di sepanjang tepi jalan di Puncak Pass Bogor - Cianjur dipenuhi dengan pedagang jagung bakar maka di "Puncak Pass" Cemoro Sewu ini dipenuhi dengan para pedagang sate kelinci dan sate "jamu" yang berjajar disepanjang tepian jalan. Kawasan Cemoro Sewu sekarang sangat populer di kalangan muda-mudi di yogya, Solo, Sragen, Karanganyar dan sekitarnya, yang biasanya ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Tempat ini menjadi lokasi nongkrong sambil berpacaran atau sekalian berwisata ke Telaga Sarangan dan Air Terjun Grojogan Sewu. Jalan diperlebar dengan memotong tebing-tebing dan dibelah menjadi dua jalur. Di tengah jalan dibuat trotoar pembatas jalan yang dilengkapi dengan lampu-lampu cantik mirip jalan malioboro di Yogya.
Jalur Cemoro Sewu memiliki jalan setapak berbatu yang sudah tertata rapi. Awal perjalanan jalur ditumbuhi oleh pohon-pohon Cemara, karena lebatnya hutan Cemara yang tumbuh maka daerah ini dinamai Cemoro Sewu (Seribu Cemara). Pemandangan kontras segera muncul setelah melewati hutan Cemara. Di kiri kanan jalur terdapat kebun sayur hingga mencapai Pos 1. Sementara di sela-sela Kebun Sayuran pohon- pohon sisa kebakaran nampak kering, menunggu untuk roboh.
Sebelum sampai Pos 1 terdapat Sumber Air Wesanan dipuncak gunung kita menemukan tempat-tempat mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat. Jalur mendatar dan sedikit menanjak hingga Pos Pertama. Pos pertama kami bertemu dengan pendaki lain yang sedang beristirahat, di sini juga terdapat sebuah bangunan untuk beristirahat juga ada sebuah warung makanan, yang buka pada hari Kamis-Minggu dan pada musim-musim ramai pendakian dan ramai orang berjiarah.
Menuju Pos 2 jalur melewati batu-batuan dengan kemiringan yang cukup tajam. Kita akan melewati tempat keramat yakni Watu Jago, sebuah batu besar yang bentuknya menyerupai ayam jago.
Pos 2 berupa dataran yang agak luas, banyak ditumbuhi pohon-pohon besar dan banyak batu besar, sehingga pendaki dapat membuat tenda ditempat ini dengan nyaman karena terlindung dari hempasan angin. Bila ramai di Pos 2 ini juga sering terdapat pedagang makanan. Di Pos ini terdapat bangunan beratap yang sering digunakan para pedagang untuk berjualan makanan.
Dari Pos 2 menuju Pos 3 Jalur batu-batuan semakin curam dan menanjak. Di jalur ini terdapat asap belerang sehingga pendaki disarankan untuk tidak berlama-lama beristirahat di Pos 3. Menuju Pos 4 jalur menanjak, merangkak pada batu-batuan.
Pos 4 hanya berupa tempat datar yang sempit yang berada di cerukan tebing batu, hanya cukup untuk mendirikan satu buah tenda, tempat ini sedikit terlindung dari hempasan angin.
Setelah melewati Pos 4 kami sudah berada dilereng yang curam, angin sangat kencang dan dingin sekali. Jalanan sangat sempit dan curam, Ade badannya hampir beku, kami berusaha mencari celah bukit untuk berlindung dari angin. Kami menemukan sedikit celah dan cukup luas untuk berempat beristirahat. Kami kumpulkan sisa-sisa api unggun pendaki lainnya. Lama sekali kami berusaha membuat api unggun , namun tiada kunjung nyala, sementara kami semakin kaku kedinginan. Akhirnya kami membakar kaos kaki dan celana dalam satu persatu untuk menghangatkan badan.
Pos 5 atau Pos Sumur Jolotundo berada di dekat Sumur Jolotundo yang sangat keramat. Pos ini berupa tempat datar terbuka yang luas dapat untuk mendirikan beberapa tenda. Namun di tempat ini kurang terlindung dari hempasan angin.
Dari Pos 5 kita sedikit turun, kemudian sedikit mendaki dan mengelilingi salah satu puncak, untuk menuju ke Sendang Drajad.
Dari Sendang Drajad dapat dilanjutkan ke Puncak Argo Dumilah, atau jalan lagi melingkari salah satu puncak menuju Hargo Dalem. Dari Hargo Dalem pendaki dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalur Cemoro Kandang atau Jalur Candi Seto.

Puncak gunung Lawu pagi itu udaranya sangat bersih kami dapat melihat pantulan matahari di Samudera Indonesia, deburan dan riak ombak Laut Selatan sepertinya sangat dekat. Sangat jelas terlihat kota Wonogiri juga kota-kota di Jawa Timur. Tampak waduk Gajah mungkur di Wonogiri juga dapat terlihat dengan jelas sekali telaga Sarangan yang dikelilingi tempat penginapan.
Magetan, Investigasi : Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Puncak tertinggi gunung Lawu (Puncak Argo Dumilah) berada pada ketingggian 3.265 m dpl.
Kompleks Gunung Lawu ini memiliki luas 400 KM2 dengan Kawah Candradimuka yang masih sering mengeluarkan uap air panas dan bau belerang. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning and Kawah Telaga Lembung Selayur.
Banyak sekali tempat-tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat sehingga tidak hanya anak muda, tetapi banyak orang tua yang mendaki gunung Lawu untuk berjiarah. Masyarakat Jawa percaya bahwa puncak gunung Lawu dahulunya adalah merupakan kerajaan yang pertama kali di pulau Jawa. Gunung Lawu ini sangat berarti bagi Masyarakat Jawa terutama mereka yang masih percaya dengan Dunia Gaib. Terdapat banyak tempat wisata disekitar gunung Lawu seperti Telaga Sarangan, Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmanu, Candi Sukuh, Sangiran, Kraton Solo.
Gunung Lawu dapat didaki lewat Cemoro Kandang (Jawa Tengah) atau Cemoro Sewu (Jawa Timur), jarak kedua tempat ini tidaklah begitu jauh. Dari Tawangmangu kita bisa naik mobil Omprengan menuju Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang.
Apabila terlalu sore kita harus mencarter mobil dan bila tidak ada mobil kita harus berjalan kaki sekitar 9,5 Km menuju Cemoro Kandang atau 10 Km menuju Cemoro Sewu. Mobil terakhir omprengan biasanya sekitar pukul 17.00, namun bila sedang ramai kadangkala jam 19.00 masih ada mobil omprengan.
Di Cemoro Sewu terdapat pemancar TVRI yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Cemoro Sewu berada pada ketinggian 1.600 mdpl, sore hari udara di tempat ini sudah terasa dingin sekali. Para pendaki biasanya beristirahat di pos Cemoro Sewu untuk menunggu malam hari tiba, karena pendakian terbaik pada malam hari ( 21.00 - 23.00 ) dan kita sampai dipuncak menjelang pagi untuk menyaksikan sunrise. Terdapat sebuah mushola dan MCK yang memiliki enam buah kamar mandi dan WC.
Kawasan Cemoro Sewu kini semakin dipercantik dan diperlebar sehingga menyerupai suasana puncak pass di Bogor - Cianjur. Kalau di sepanjang tepi jalan di Puncak Pass Bogor - Cianjur dipenuhi dengan pedagang jagung bakar maka di "Puncak Pass" Cemoro Sewu ini dipenuhi dengan para pedagang sate kelinci dan sate "jamu" yang berjajar disepanjang tepian jalan. Kawasan Cemoro Sewu sekarang sangat populer di kalangan muda-mudi di yogya, Solo, Sragen, Karanganyar dan sekitarnya, yang biasanya ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Tempat ini menjadi lokasi nongkrong sambil berpacaran atau sekalian berwisata ke Telaga Sarangan dan Air Terjun Grojogan Sewu. Jalan diperlebar dengan memotong tebing-tebing dan dibelah menjadi dua jalur. Di tengah jalan dibuat trotoar pembatas jalan yang dilengkapi dengan lampu-lampu cantik mirip jalan malioboro di Yogya.
Jalur Cemoro Sewu memiliki jalan setapak berbatu yang sudah tertata rapi. Awal perjalanan jalur ditumbuhi oleh pohon-pohon Cemara, karena lebatnya hutan Cemara yang tumbuh maka daerah ini dinamai Cemoro Sewu (Seribu Cemara). Pemandangan kontras segera muncul setelah melewati hutan Cemara. Di kiri kanan jalur terdapat kebun sayur hingga mencapai Pos 1. Sementara di sela-sela Kebun Sayuran pohon- pohon sisa kebakaran nampak kering, menunggu untuk roboh.
Sebelum sampai Pos 1 terdapat Sumber Air Wesanan dipuncak gunung kita menemukan tempat-tempat mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat. Jalur mendatar dan sedikit menanjak hingga Pos Pertama. Pos pertama kami bertemu dengan pendaki lain yang sedang beristirahat, di sini juga terdapat sebuah bangunan untuk beristirahat juga ada sebuah warung makanan, yang buka pada hari Kamis-Minggu dan pada musim-musim ramai pendakian dan ramai orang berjiarah.
Menuju Pos 2 jalur melewati batu-batuan dengan kemiringan yang cukup tajam. Kita akan melewati tempat keramat yakni Watu Jago, sebuah batu besar yang bentuknya menyerupai ayam jago.
Pos 2 berupa dataran yang agak luas, banyak ditumbuhi pohon-pohon besar dan banyak batu besar, sehingga pendaki dapat membuat tenda ditempat ini dengan nyaman karena terlindung dari hempasan angin. Bila ramai di Pos 2 ini juga sering terdapat pedagang makanan. Di Pos ini terdapat bangunan beratap yang sering digunakan para pedagang untuk berjualan makanan.
Dari Pos 2 menuju Pos 3 Jalur batu-batuan semakin curam dan menanjak. Di jalur ini terdapat asap belerang sehingga pendaki disarankan untuk tidak berlama-lama beristirahat di Pos 3. Menuju Pos 4 jalur menanjak, merangkak pada batu-batuan.
Pos 4 hanya berupa tempat datar yang sempit yang berada di cerukan tebing batu, hanya cukup untuk mendirikan satu buah tenda, tempat ini sedikit terlindung dari hempasan angin.
Setelah melewati Pos 4 kami sudah berada dilereng yang curam, angin sangat kencang dan dingin sekali. Jalanan sangat sempit dan curam, Ade badannya hampir beku, kami berusaha mencari celah bukit untuk berlindung dari angin. Kami menemukan sedikit celah dan cukup luas untuk berempat beristirahat. Kami kumpulkan sisa-sisa api unggun pendaki lainnya. Lama sekali kami berusaha membuat api unggun , namun tiada kunjung nyala, sementara kami semakin kaku kedinginan. Akhirnya kami membakar kaos kaki dan celana dalam satu persatu untuk menghangatkan badan.
Pos 5 atau Pos Sumur Jolotundo berada di dekat Sumur Jolotundo yang sangat keramat. Pos ini berupa tempat datar terbuka yang luas dapat untuk mendirikan beberapa tenda. Namun di tempat ini kurang terlindung dari hempasan angin.
Dari Pos 5 kita sedikit turun, kemudian sedikit mendaki dan mengelilingi salah satu puncak, untuk menuju ke Sendang Drajad.
Dari Sendang Drajad dapat dilanjutkan ke Puncak Argo Dumilah, atau jalan lagi melingkari salah satu puncak menuju Hargo Dalem. Dari Hargo Dalem pendaki dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalur Cemoro Kandang atau Jalur Candi Seto.

Puncak gunung Lawu pagi itu udaranya sangat bersih kami dapat melihat pantulan matahari di Samudera Indonesia, deburan dan riak ombak Laut Selatan sepertinya sangat dekat. Sangat jelas terlihat kota Wonogiri juga kota-kota di Jawa Timur. Tampak waduk Gajah mungkur di Wonogiri juga dapat terlihat dengan jelas sekali telaga Sarangan yang dikelilingi tempat penginapan.
Baca

Bupati Madiun Serahkan 581 SK Kenaikan Pangkat Di Puspem Mejayan

Madiun, Investigasi : Kenaikan Pangkat bagi PNS merupakan sebuah penghargaan yang diberikan Negara atas prestasi kerja, atau penghargaan. Untuk itu hendaknya Kenikan Pangkat yang diperoleh dapat dipandang sebagai Kenaikan Tanggungjawab atas jenjang pangkat baru yang disertai dengan peningkatan prestasi kerja dan perilaku kerja yang lebih baik. Ini juga sebagai bentuk kepercayaan kepada PNS yang teleh menunjukkan prestasi, dedikasi dan etos kerja yang tinggi. Untuk itu syukuri dan realisasikan dalam tidakan nyata, kerja keras, disiplin, jujur dan mampu mengemban amanah sebaik-baiknya.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, senin, 29 Februari 2016 dihalaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kab. Madiun di Mejayan. Hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati Madiun, Sekda , Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala SKPD, dan Camat. Pada kesempatan ini Bupati H. Muhtarom, S.Sos berkenan menyerahkan sedikitnya 581 Surat Keputusan Kenaikan Pangkat kepada PNS Pemkab. Madiun secara simbolis periode 1 April 2016  yang memenuhi persyaratan.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa saat ini kita berada pada sebuah paradigma baru dalam aturan kepegawaian seiring terbitnya UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk itu kita harus membaca, mempelajari dan memahami isi dan materi Undang Undang tersebut, karena didalamnya sangat luas mengatur tata kelola manajemen ASN yang bertujuan untuk menghasilkan Pegawai yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas intervensi politik, dan bersih dari praktik KKN. Harus kita sadari, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan sebuah bentuk profesi yang didalamnya terdapat adanya azas, nilai dasar, kode etik dan kode perilaku serta pengembangan kompetensi.
Ke 581 PNS tersebut masing-masing dari Golongan IV/A s.d IV/B sebanyak 120 orang dan dari Golongan I/B s.d III/D sebanyak 461 orang. Selain itu juga masih ada 205 PNS yang Surat Keputusan Kenaikan Pangkatnya masih dalam proses verifikasi di BKN Jakarta, BKN Kantor Regional II dan BKD Provisi Jawa Timur.
Bupati Madiun juga mengajak kepada seluruh PNS Kab. Madiun untuk bertekat membangun sistem kepegawaian yang selalu mengacu pada azas, nilai dasar, kode etik dank ode perilaku yang secara tidak langsung akan dijadikan parameter penilaian kenierja masing-masing personal sebagai dasar pengembangan karier berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah, serta dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas. (p-76)
Madiun, Investigasi : Kenaikan Pangkat bagi PNS merupakan sebuah penghargaan yang diberikan Negara atas prestasi kerja, atau penghargaan. Untuk itu hendaknya Kenikan Pangkat yang diperoleh dapat dipandang sebagai Kenaikan Tanggungjawab atas jenjang pangkat baru yang disertai dengan peningkatan prestasi kerja dan perilaku kerja yang lebih baik. Ini juga sebagai bentuk kepercayaan kepada PNS yang teleh menunjukkan prestasi, dedikasi dan etos kerja yang tinggi. Untuk itu syukuri dan realisasikan dalam tidakan nyata, kerja keras, disiplin, jujur dan mampu mengemban amanah sebaik-baiknya.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, senin, 29 Februari 2016 dihalaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kab. Madiun di Mejayan. Hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati Madiun, Sekda , Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala SKPD, dan Camat. Pada kesempatan ini Bupati H. Muhtarom, S.Sos berkenan menyerahkan sedikitnya 581 Surat Keputusan Kenaikan Pangkat kepada PNS Pemkab. Madiun secara simbolis periode 1 April 2016  yang memenuhi persyaratan.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa saat ini kita berada pada sebuah paradigma baru dalam aturan kepegawaian seiring terbitnya UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk itu kita harus membaca, mempelajari dan memahami isi dan materi Undang Undang tersebut, karena didalamnya sangat luas mengatur tata kelola manajemen ASN yang bertujuan untuk menghasilkan Pegawai yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas intervensi politik, dan bersih dari praktik KKN. Harus kita sadari, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan sebuah bentuk profesi yang didalamnya terdapat adanya azas, nilai dasar, kode etik dan kode perilaku serta pengembangan kompetensi.
Ke 581 PNS tersebut masing-masing dari Golongan IV/A s.d IV/B sebanyak 120 orang dan dari Golongan I/B s.d III/D sebanyak 461 orang. Selain itu juga masih ada 205 PNS yang Surat Keputusan Kenaikan Pangkatnya masih dalam proses verifikasi di BKN Jakarta, BKN Kantor Regional II dan BKD Provisi Jawa Timur.
Bupati Madiun juga mengajak kepada seluruh PNS Kab. Madiun untuk bertekat membangun sistem kepegawaian yang selalu mengacu pada azas, nilai dasar, kode etik dank ode perilaku yang secara tidak langsung akan dijadikan parameter penilaian kenierja masing-masing personal sebagai dasar pengembangan karier berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah, serta dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas. (p-76)
Baca

Wana Wisata Grape

Madiun, Investigasi : Tempat wisata alam yang ada di Kabupaten Madiun salah satunya adalah Wana Wisata Grape. Tempat wisata alam ini berada di kaki Gunung Wilis yaitu 15 kilometer sebelah Timur Kota Madiun.
Sekilas tentang Wana Wisata Grape ini merupakan tempat wisata hutan di Kabupaten Madiun yang berada ditepian hutan jati yang merupakan wilayah KPH Madiun dengan luas area sekitar 1,5 hektar.
Wana Wisata Grape merupakan tempat rekreasi dengan suasana yang asri dan sejuk karena disampingnya mengalir aliran sungai yang jernih sehingga menggoda pengunjung untuk mandi atau sekedar bermain air.
Setelah puas menikmati pemandangan alam yang indah, para pengunjung bisa menikmati makanan khas dari Wwana Wisata Grape yaitu ikan Wader goreng yang mengugah selera.
Warung-warung ini berdiri disepanjang jalan dan ditepian sungai, sehingga para pengunjung bisa menikmati makanan sembari memandang kearah sungai. Dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang mempesona, tempat ini sangat cocok untuk memulihkan atau refresing dari hiruk pikuknya pekerjaan.

Disamping itu, Wana Wisata Grape bisa digunakan untuk tempat berolah raga, bersepeda, hiking maupun berkemah dan panjat tebing. Selain itu, di Wana Wisata Grape juga disediakan fasilitas aula pertemuan dan taman bermain anak-anak.
Madiun, Investigasi : Tempat wisata alam yang ada di Kabupaten Madiun salah satunya adalah Wana Wisata Grape. Tempat wisata alam ini berada di kaki Gunung Wilis yaitu 15 kilometer sebelah Timur Kota Madiun.
Sekilas tentang Wana Wisata Grape ini merupakan tempat wisata hutan di Kabupaten Madiun yang berada ditepian hutan jati yang merupakan wilayah KPH Madiun dengan luas area sekitar 1,5 hektar.
Wana Wisata Grape merupakan tempat rekreasi dengan suasana yang asri dan sejuk karena disampingnya mengalir aliran sungai yang jernih sehingga menggoda pengunjung untuk mandi atau sekedar bermain air.
Setelah puas menikmati pemandangan alam yang indah, para pengunjung bisa menikmati makanan khas dari Wwana Wisata Grape yaitu ikan Wader goreng yang mengugah selera.
Warung-warung ini berdiri disepanjang jalan dan ditepian sungai, sehingga para pengunjung bisa menikmati makanan sembari memandang kearah sungai. Dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang mempesona, tempat ini sangat cocok untuk memulihkan atau refresing dari hiruk pikuknya pekerjaan.

Disamping itu, Wana Wisata Grape bisa digunakan untuk tempat berolah raga, bersepeda, hiking maupun berkemah dan panjat tebing. Selain itu, di Wana Wisata Grape juga disediakan fasilitas aula pertemuan dan taman bermain anak-anak.
Baca

Museum Trinil

Ngawi, Investigasi : Museum Trinil, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Indonesia. Museum Trinil atau Kepurbakalaan Trinil terletak di Dukuh Pilang, desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Berjarak 14 km dari Kota Ngawi ke arah Barat Daya, pada km 10 jalan Raya Ngawi, Solo. Ada pertigaan belok ke arah Utara. Sepanjang 3 km perjalanan baru sampai pada museum Trinil. Letaknya sendiri di pinggiran kali Bengawan Solo, dan layaknya situs-situs kepurbakalaan yang ada di tanah air memang cenderung di pinggiran sungai. Seperti halnya situs Sangiran atau situs Sambung Macan Sragen juga di Bantaran Sungai Bengawan Solo.
 Di sebelah Barat Daya di halaman museum terdapat bangunan berupa monumen yang didirikan oleh Eugene Dubois yang pertama kali menemukan situs ini. Di monumen itu dituliskan angka tahun pertama kali penemuan fosil manusia purba yang diberi nama Pithethropus Erectus di samping manusia purba di dalam museum sendiri juga banyak ditemukan berbagai macam fosil binatang purba, yang paling terkenal adalah ditemukan gading gajah purba yang sangat besar jika dibandingkan dengan ukuran gading gajah biasa. Manusia purba ini diperkirakan berada pada zaman pleistosin tengah atau satu juta tahun yang lalu.
Perlu diketahui, Trinil adalah situs Paleoantropologi di Indonesia yang sedikit lebih kecil dari situs Sangiran. Tempat ini terletak di Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur kira-kira 13 km sebelum pusat kota Ngawi dari arah kota Solo Trinil merupakan kawasan di lembah Bengawan Solo yang menjadi hunian kehidupan purba, tepatnya zaman Pleistosen Tengah, sekitar satu juta tahun lalu.
Pada tahun 1891, Eugene Dubois, yang adalah seorang ahli anatomi menemukan bekas manusia purba pertama di luar Eropa (saat itu) yaitu spesimen Manusia Jawa Pada 1893 Dubois menemukan fosil manusia purba  Pithecantrophus erectus serta berbagai fosil hewan dan tumbuhan purba.
Saat ini di Trinil berdiri sebuah museum yang menempati area seluas tiga hektare, dengan koleksi di antaranya fosil tengkorak Pithecantrophus erectus, fosil tulang rahang bawah macan purba (Felis tigris), fosil gading dan gigi geraham atas gajah purba, dan fosil tanduk banteng purba. Situs ini dibangun atas prakarsa dari Prof. Teungku Jacob, ahli Antropologiragawi dari Universitas Gajah Mada
Situs Museum Trinil dalam penelitian merupakan salah satu tempat hunian kehidupan purba pada zaman Pleistosen Tengah, kurang lebih 1,5 juta tahun yang lalu yang terdapat di kota Ngawi. Situs Trinil ini amat penting sebab di situs ini selain ditemukan data manusia purba juga menyimpan bukti konkrit tentang lingkungannya, baik flora maupun faunanya.
Museum Trinil terletak di Jalan Raya Solo – Surabaya, Pedukuhan Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, kurang lebih 13 kilometer arah barat pusat kota Ngawi, dan untuk mencapai lokasi ini dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraan. Sayang sekali di jalan arteri yang bisa menjadi petunjuk utama, tidak ada satupun patokan yang bisa mengarahkan kita ke Museum tersebut. Kalau bertanya sama seseorang hanya dijawab, “ Pokoknya belok ke gang yang ada gapura hitamnya,”.
Pintu gerbang museum yang sangat sederhana terlihat setelah masuk ke dalam 1 km dari jalan raya utama, kemudian kami melapor ke pos penjaga untuk membayar tiket masuk. Memang luar biasa murah kalau boleh dikatakan, bayangkan untuk melihat peradaban jutaan tahun yang lalu hanya dikenakan biaya masuk seribu rupiah per orang. Ketika masuk ke lokasi parkir, kesan pertama yang timbul adalah bahwa museum ini kurang optimal perawatannya, terutama dalam hal fasilitas dan kebersihan.
Masuk ke dalam museum akan mendapati ruangan yang dipenuhi dengan tulang-tulang manusia purba. Diantaranya adalah : fosil tengkorak manusia purba (Phitecantropus Erectus Cranium Karang Tengah Ngawi), fosil tengkorak manusia purba (Pithecantropus Erectus Cranium Trinil Area), fosil tulng rahang bawah macan (Felis Tigris Mandi Bula Trinil Area), fosil gigi geraham atas gajah (Stegodon Trigonocephalus Upper Molar Trinil Area), fosil tulang paha manusia purba (Phitecantropus Erectus Femur Trinil Area), fosil tanduk kerbau (Bubalus Palaeokerabau Horn Trinil Area), fosil tanduk banteng (Bibos Palaeosondaicus Horn Trinil Area) dan fosil gading gajah purba (Stegodon Trigonocephalus Ivory Trinil Area).
Disamping itu masih ada beberapa fosil tengkorak : Australopithecus Afrinacus Cranium Taung Bostwana Afrika Selatan, Homo Neanderthalensis Cranium Neander Dusseldorf Jerman dan Homo Sapiens Cranium. Selain fosil-fosil tengkorak yang tersebut hal yang menarik lainnya adalah, adanya sebuah tugu tempat penemuan manusia purba. Dulu tak banyak orang tahu akan makna tugu itu, bahkan kemungkinan besar bisa rusak kalau tidak dpelihara oleh seorang sukarelawan.
Wirodihardjo atau Wiro balung alias Sapari dari Kelurahan Kawu adalah seorang sukarelawan yang menyadari bahwa tugu itu mempunyai makna yang besar dan sangat berguna bagi penelitian selanjutnya. Wajar ia berpendapat begitu, karena ia telah menyaksikan ekspedisi atau penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan setelah penggalian yang dilakukan E.Dubois dan Salenka. Orang asing atau mahasiswa datang silih berganti untuk melakukan ekspedisi yang tentunya dengan biaya yang mahal. Oleh karena itu, sebagai putra daerah tersebut, ia merasa ikut bertanggungjawab atas kelestarian tempat itu.
Kehadiran Wirodiharjo di Trinil sangat berarti, karena beliau menjadi tempat untuk bertanya para pengunjung tentang fosil di Trinil. Walaupun tempat tersebut terkenal sebagai daerah fosil, namun kenyataan waktu itu tidak satupun fosil yang ada di Trinil. Untuk itulah ia mengumpulkan setiap fosil yang ditemukan di sungai Bengawan Solo. Selain itu Pak Wiro juga mendapat laporan dari penduduk sekitar bahwa mereka menemukan fosil. Dari hari ke hari fosil yang dikumpulkan dari tiga desa ; sebelah barat Desa Kawu, sebelah utara Desa Gemarang dan sebelah timur Desa Ngancar bertambah banyak, atas tinjauan Kepala Seksi Kebudayaan Depdikbud Ngawi waktu itu (Pak Mukiyo) ia mendapat bantuan tiga buah almari untuk menyimpan fosil-fosil tersebut. Sejak saat itulah Pak Wirodiharjo terkenal dengan sebutan Wiro Balung yang berarti Pak Wiro yang suka mengumpulkan balung-balung (tulang).
Dan selanjutnya pada tahun 1980/1981 Pemerintah daerah setempat mendirikan museum untuk menampung fosil-fosil tersebut yang diresmikan oleh Bapak Gubernur Jatim “Soelarso” pada tanggal 20 Nopember 1991. Namun sayang Wiro Balung sudah tiada sejak 1 April 1990 dan keahlian beliau diteruskan oleh anaknya Mas Sujono ( 37 ) yang sekarang menjad juru kunci Museum Trinil. Selain dari diorama yang ada, Mas Sujono juga banyak memberikan keterangan tambahan.
Diantara tambahan keterangan Mas Sujono yang sangat penting adalah, ”Bahwasannya Trinil merupakan daerah padang savanna pada masa lampau. Kenapa ? karena adanya manusia, banteng, gajah dan hewan-hewan yang lain yang tumbuh di satu area. Hal ini cukup menunjukkan kalau dulu daerah ini adalah savanna. Namun kemudian setelah adanya letusan Gunung Lawu yang berturut-turut hancurlah peradaban yang ada di Trinil dan sekitarnya,” kata Mas Sujono dengan mimik serius. Dengan melihat Museum Trinil suatu kearifan dapat kita tarik dari berbagai temuan para ilmuwan tentang manusia purba. Adalah suatu kenyataan bahwa dibalik keanekaragaman wujud kehidupan kita dewasa ini, sesungguhnya ada kesamaan asal-usul kita seluruhnya sebagai manusia.
Ngawi, Investigasi : Museum Trinil, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Indonesia. Museum Trinil atau Kepurbakalaan Trinil terletak di Dukuh Pilang, desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Berjarak 14 km dari Kota Ngawi ke arah Barat Daya, pada km 10 jalan Raya Ngawi, Solo. Ada pertigaan belok ke arah Utara. Sepanjang 3 km perjalanan baru sampai pada museum Trinil. Letaknya sendiri di pinggiran kali Bengawan Solo, dan layaknya situs-situs kepurbakalaan yang ada di tanah air memang cenderung di pinggiran sungai. Seperti halnya situs Sangiran atau situs Sambung Macan Sragen juga di Bantaran Sungai Bengawan Solo.
 Di sebelah Barat Daya di halaman museum terdapat bangunan berupa monumen yang didirikan oleh Eugene Dubois yang pertama kali menemukan situs ini. Di monumen itu dituliskan angka tahun pertama kali penemuan fosil manusia purba yang diberi nama Pithethropus Erectus di samping manusia purba di dalam museum sendiri juga banyak ditemukan berbagai macam fosil binatang purba, yang paling terkenal adalah ditemukan gading gajah purba yang sangat besar jika dibandingkan dengan ukuran gading gajah biasa. Manusia purba ini diperkirakan berada pada zaman pleistosin tengah atau satu juta tahun yang lalu.
Perlu diketahui, Trinil adalah situs Paleoantropologi di Indonesia yang sedikit lebih kecil dari situs Sangiran. Tempat ini terletak di Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur kira-kira 13 km sebelum pusat kota Ngawi dari arah kota Solo Trinil merupakan kawasan di lembah Bengawan Solo yang menjadi hunian kehidupan purba, tepatnya zaman Pleistosen Tengah, sekitar satu juta tahun lalu.
Pada tahun 1891, Eugene Dubois, yang adalah seorang ahli anatomi menemukan bekas manusia purba pertama di luar Eropa (saat itu) yaitu spesimen Manusia Jawa Pada 1893 Dubois menemukan fosil manusia purba  Pithecantrophus erectus serta berbagai fosil hewan dan tumbuhan purba.
Saat ini di Trinil berdiri sebuah museum yang menempati area seluas tiga hektare, dengan koleksi di antaranya fosil tengkorak Pithecantrophus erectus, fosil tulang rahang bawah macan purba (Felis tigris), fosil gading dan gigi geraham atas gajah purba, dan fosil tanduk banteng purba. Situs ini dibangun atas prakarsa dari Prof. Teungku Jacob, ahli Antropologiragawi dari Universitas Gajah Mada
Situs Museum Trinil dalam penelitian merupakan salah satu tempat hunian kehidupan purba pada zaman Pleistosen Tengah, kurang lebih 1,5 juta tahun yang lalu yang terdapat di kota Ngawi. Situs Trinil ini amat penting sebab di situs ini selain ditemukan data manusia purba juga menyimpan bukti konkrit tentang lingkungannya, baik flora maupun faunanya.
Museum Trinil terletak di Jalan Raya Solo – Surabaya, Pedukuhan Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, kurang lebih 13 kilometer arah barat pusat kota Ngawi, dan untuk mencapai lokasi ini dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraan. Sayang sekali di jalan arteri yang bisa menjadi petunjuk utama, tidak ada satupun patokan yang bisa mengarahkan kita ke Museum tersebut. Kalau bertanya sama seseorang hanya dijawab, “ Pokoknya belok ke gang yang ada gapura hitamnya,”.
Pintu gerbang museum yang sangat sederhana terlihat setelah masuk ke dalam 1 km dari jalan raya utama, kemudian kami melapor ke pos penjaga untuk membayar tiket masuk. Memang luar biasa murah kalau boleh dikatakan, bayangkan untuk melihat peradaban jutaan tahun yang lalu hanya dikenakan biaya masuk seribu rupiah per orang. Ketika masuk ke lokasi parkir, kesan pertama yang timbul adalah bahwa museum ini kurang optimal perawatannya, terutama dalam hal fasilitas dan kebersihan.
Masuk ke dalam museum akan mendapati ruangan yang dipenuhi dengan tulang-tulang manusia purba. Diantaranya adalah : fosil tengkorak manusia purba (Phitecantropus Erectus Cranium Karang Tengah Ngawi), fosil tengkorak manusia purba (Pithecantropus Erectus Cranium Trinil Area), fosil tulng rahang bawah macan (Felis Tigris Mandi Bula Trinil Area), fosil gigi geraham atas gajah (Stegodon Trigonocephalus Upper Molar Trinil Area), fosil tulang paha manusia purba (Phitecantropus Erectus Femur Trinil Area), fosil tanduk kerbau (Bubalus Palaeokerabau Horn Trinil Area), fosil tanduk banteng (Bibos Palaeosondaicus Horn Trinil Area) dan fosil gading gajah purba (Stegodon Trigonocephalus Ivory Trinil Area).
Disamping itu masih ada beberapa fosil tengkorak : Australopithecus Afrinacus Cranium Taung Bostwana Afrika Selatan, Homo Neanderthalensis Cranium Neander Dusseldorf Jerman dan Homo Sapiens Cranium. Selain fosil-fosil tengkorak yang tersebut hal yang menarik lainnya adalah, adanya sebuah tugu tempat penemuan manusia purba. Dulu tak banyak orang tahu akan makna tugu itu, bahkan kemungkinan besar bisa rusak kalau tidak dpelihara oleh seorang sukarelawan.
Wirodihardjo atau Wiro balung alias Sapari dari Kelurahan Kawu adalah seorang sukarelawan yang menyadari bahwa tugu itu mempunyai makna yang besar dan sangat berguna bagi penelitian selanjutnya. Wajar ia berpendapat begitu, karena ia telah menyaksikan ekspedisi atau penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan setelah penggalian yang dilakukan E.Dubois dan Salenka. Orang asing atau mahasiswa datang silih berganti untuk melakukan ekspedisi yang tentunya dengan biaya yang mahal. Oleh karena itu, sebagai putra daerah tersebut, ia merasa ikut bertanggungjawab atas kelestarian tempat itu.
Kehadiran Wirodiharjo di Trinil sangat berarti, karena beliau menjadi tempat untuk bertanya para pengunjung tentang fosil di Trinil. Walaupun tempat tersebut terkenal sebagai daerah fosil, namun kenyataan waktu itu tidak satupun fosil yang ada di Trinil. Untuk itulah ia mengumpulkan setiap fosil yang ditemukan di sungai Bengawan Solo. Selain itu Pak Wiro juga mendapat laporan dari penduduk sekitar bahwa mereka menemukan fosil. Dari hari ke hari fosil yang dikumpulkan dari tiga desa ; sebelah barat Desa Kawu, sebelah utara Desa Gemarang dan sebelah timur Desa Ngancar bertambah banyak, atas tinjauan Kepala Seksi Kebudayaan Depdikbud Ngawi waktu itu (Pak Mukiyo) ia mendapat bantuan tiga buah almari untuk menyimpan fosil-fosil tersebut. Sejak saat itulah Pak Wirodiharjo terkenal dengan sebutan Wiro Balung yang berarti Pak Wiro yang suka mengumpulkan balung-balung (tulang).
Dan selanjutnya pada tahun 1980/1981 Pemerintah daerah setempat mendirikan museum untuk menampung fosil-fosil tersebut yang diresmikan oleh Bapak Gubernur Jatim “Soelarso” pada tanggal 20 Nopember 1991. Namun sayang Wiro Balung sudah tiada sejak 1 April 1990 dan keahlian beliau diteruskan oleh anaknya Mas Sujono ( 37 ) yang sekarang menjad juru kunci Museum Trinil. Selain dari diorama yang ada, Mas Sujono juga banyak memberikan keterangan tambahan.
Diantara tambahan keterangan Mas Sujono yang sangat penting adalah, ”Bahwasannya Trinil merupakan daerah padang savanna pada masa lampau. Kenapa ? karena adanya manusia, banteng, gajah dan hewan-hewan yang lain yang tumbuh di satu area. Hal ini cukup menunjukkan kalau dulu daerah ini adalah savanna. Namun kemudian setelah adanya letusan Gunung Lawu yang berturut-turut hancurlah peradaban yang ada di Trinil dan sekitarnya,” kata Mas Sujono dengan mimik serius. Dengan melihat Museum Trinil suatu kearifan dapat kita tarik dari berbagai temuan para ilmuwan tentang manusia purba. Adalah suatu kenyataan bahwa dibalik keanekaragaman wujud kehidupan kita dewasa ini, sesungguhnya ada kesamaan asal-usul kita seluruhnya sebagai manusia.
Baca

Pencak Silat Kabupaten Madiun Jadi Ikon Pariwisata

Madiun, Investigasi : Kab. Madiun mempunyai potensi pencak silat yang luar biasa. Potensi pencak silat ini harus dapat kita kembangkan menjadi salah satu ikon pariwisata yang laku jual. Disini harus kreatif mengolah agar seni beladiri bisa berkembang menjadi sebuah seni tradisi yang mampu membawa nama baik Kab. Madiun.
Selain untuk ikon pariwisata, Pencak Silat juga bias untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di intern maupun ekstern perguruan pencak silat yang ada di Kab. Madiun, oleh sebab itu, Minggu, 28 Februari 2016 bertempat di Taman Wisata Umbul Square Dolopo Kabupaten Madiun, digelar pentas pencak seni tradisional.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Madiun Drs. H. Iswanto, M.Si dengan disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD, anggota Forpimda, Sekda, Ketua dan pengurus IPSI Kab. Madiun, Pimpinan Perguruan Pencak Silat, Ketua dan anggota Satgas  Sentot Prawiro Dirjo, serta keluarga besar perguruan pencak silat se Kab. Madiun.
 Dijelaskan oleh Wakil Bupati Madiun, H. Iswanto sebagaimana diketahui bersama, bahwa Kab. Madiun merupakan pusat dari berbagai perguruan pencak silat di tanah air, untuk sudah sepantasnya apabila dari madiun dikenal sebagai kampong pesilat, sehingga Kab. Madiun ini juga berfungsi sebagai pusat penetasan atau kawah condrodimuko bagi para atlit pencak silat atau pendekar tingkat nasional bahkan internasional.
Lebih lanjut dikatakan, Wabup. Madiun juga mengajak seluruh insan yang berkecimpung di dunia pencak silat sepakat untuk memperkokoh sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa baik di intern maupun antar anggota pencak silat, ikut berkompetisi untuk meraih prestasi di bidang pencak silat melalui bina laga atau gelar pencak silat melalui bina laga atau gelar pencak silat, Terus meningkatkan kualitas SDM para anggota perguruan pencak sialat, baik melalui hard skil (kemampuan fisik), dalam pencak silat, kemampuan fisik adalah mampu untuk memainkan jurus-jurus dengan baik, serta peningkatan SDM melalui softskills (kemampuan intelektual, penguasaan emosi diri, motivasi yang tinggi untuk raih prestasi, semangat untuk cipta rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta dapat bekerjsama dengan timnya secara baik) serta menyadari bahwa dalam upaya peningkatan dan pengembangan kualitas SDM para anggota perguruan pencak silat dimaksut dalam upaya turut serta secara bersama-sama.
Wabup. Madiun juga berharap agar semua pengurus dan anggota perguruan pencak silat di Kab. Madiun dapat mempertajam kepekaan empati untuk olah fikir, olah rasa dan fisik, sehingga dapat mendukung “Terwujudnya Kabupaten Madiun Lebih sejahtera Tahun 2018”. Wujudkan persatuan dan kesatuan di intern dan antar perguruan pencak silat, Cetak bibit atlit berbakat yang dapat berprestasi di kancah Nasional dan Internasional, optimalkan keberadaan IPSI. Dan kepada  dinas terkait diharapkan mampu mengelola asset yang telah ada dengan berkoordinasi dengan pengurus perguruan silat yang ada.

Menandai dimulainya Gelar Pencak Silat Seni Tradisi di Taman Wisata Umbul Squaer diadakan pertunjukan Seni Barongsai dan Petas Atlit Pencak Silat dari Perguruan Silat Kera Sakti. (p-76)
Madiun, Investigasi : Kab. Madiun mempunyai potensi pencak silat yang luar biasa. Potensi pencak silat ini harus dapat kita kembangkan menjadi salah satu ikon pariwisata yang laku jual. Disini harus kreatif mengolah agar seni beladiri bisa berkembang menjadi sebuah seni tradisi yang mampu membawa nama baik Kab. Madiun.
Selain untuk ikon pariwisata, Pencak Silat juga bias untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di intern maupun ekstern perguruan pencak silat yang ada di Kab. Madiun, oleh sebab itu, Minggu, 28 Februari 2016 bertempat di Taman Wisata Umbul Square Dolopo Kabupaten Madiun, digelar pentas pencak seni tradisional.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Madiun Drs. H. Iswanto, M.Si dengan disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD, anggota Forpimda, Sekda, Ketua dan pengurus IPSI Kab. Madiun, Pimpinan Perguruan Pencak Silat, Ketua dan anggota Satgas  Sentot Prawiro Dirjo, serta keluarga besar perguruan pencak silat se Kab. Madiun.
 Dijelaskan oleh Wakil Bupati Madiun, H. Iswanto sebagaimana diketahui bersama, bahwa Kab. Madiun merupakan pusat dari berbagai perguruan pencak silat di tanah air, untuk sudah sepantasnya apabila dari madiun dikenal sebagai kampong pesilat, sehingga Kab. Madiun ini juga berfungsi sebagai pusat penetasan atau kawah condrodimuko bagi para atlit pencak silat atau pendekar tingkat nasional bahkan internasional.
Lebih lanjut dikatakan, Wabup. Madiun juga mengajak seluruh insan yang berkecimpung di dunia pencak silat sepakat untuk memperkokoh sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa baik di intern maupun antar anggota pencak silat, ikut berkompetisi untuk meraih prestasi di bidang pencak silat melalui bina laga atau gelar pencak silat melalui bina laga atau gelar pencak silat, Terus meningkatkan kualitas SDM para anggota perguruan pencak sialat, baik melalui hard skil (kemampuan fisik), dalam pencak silat, kemampuan fisik adalah mampu untuk memainkan jurus-jurus dengan baik, serta peningkatan SDM melalui softskills (kemampuan intelektual, penguasaan emosi diri, motivasi yang tinggi untuk raih prestasi, semangat untuk cipta rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta dapat bekerjsama dengan timnya secara baik) serta menyadari bahwa dalam upaya peningkatan dan pengembangan kualitas SDM para anggota perguruan pencak silat dimaksut dalam upaya turut serta secara bersama-sama.
Wabup. Madiun juga berharap agar semua pengurus dan anggota perguruan pencak silat di Kab. Madiun dapat mempertajam kepekaan empati untuk olah fikir, olah rasa dan fisik, sehingga dapat mendukung “Terwujudnya Kabupaten Madiun Lebih sejahtera Tahun 2018”. Wujudkan persatuan dan kesatuan di intern dan antar perguruan pencak silat, Cetak bibit atlit berbakat yang dapat berprestasi di kancah Nasional dan Internasional, optimalkan keberadaan IPSI. Dan kepada  dinas terkait diharapkan mampu mengelola asset yang telah ada dengan berkoordinasi dengan pengurus perguruan silat yang ada.

Menandai dimulainya Gelar Pencak Silat Seni Tradisi di Taman Wisata Umbul Squaer diadakan pertunjukan Seni Barongsai dan Petas Atlit Pencak Silat dari Perguruan Silat Kera Sakti. (p-76)
Baca

Mesum Ditempat Kos, Tiga Pasang Muda Mudi Di Garuk Petugas

Madiun Kota, Investigasi ; Kelewat batas, itulah ungkapan yang pas untuk tiga pasang muda mudi ini. Tengah hari bolong mereka asyik bermesaraan di dalam kamar kos yang tertutup. Melihat hal ini, Satpol PP Kota Madiun langsung mengamankan tiga pasangan bukan suami istri saat melakukan razia rumah kos jalan Cempaka, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat (26/2/2016).
Ketiga pasang muda mudi mesum ini adalah Husin Bayu Kurniawan (20) warga jalan Genen, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun bersama Yeni Eva Anasari (23) warga Desa/Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Risang Rachman Putra Pamungkas (20) warga jalan Podang, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun bersama Alvino Gustian Aditama (17) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Nancy Nathania Rahardja (21) warga jalan Imam Bonjol, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun bersama Enggar Dwi Susetyo (21) warga jalan Terate, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
"Kami tadi juga mengecek apakah rumah kos tersebut memiliki izin apa belum, termasuk rumah kos itu untuk satu jenis kelamin, perempuan saja, laki-laki saja atau campur. Ternyata disana ada pasangan campuran, sehingga ini menjadi atensi kami sebagai aparat penegak Perda melakukan penertiban,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa razia dilakukan bertujuan untuk menetralisir lokasi rumah kos yang disinyalir meresahkan masyarakat karena sering terjadi kegaduhan saat malam hari. Menindaklanjuti hal itu, petugas Satpol PP langsung melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat), termasuk pengecekan izin rumah kos.
Ditegaskan, saat ini masih melalukan pendataan terhadap rumah kos tersebut, jika diketahui tidak berijin, pemilik kos akan diberikan sanksi mulai teguran sampai saksi terberat pencabutan izin operasi rumah kos.
Diketahui, tiga pasangan muda-mudi yang diamankan petugas tersebut merupakan wajah atau pemain lama, diantaranya berstatus mahasiswa maupun bekerja sebagai pemandu lagu salah satu kafe di Kota Madiun.
Menindaklanjuti hal itu, ketiga pasangan muda-mudi akan menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Kota Madiun, karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Madiun No. 8 Tahun 2010 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi ; Kelewat batas, itulah ungkapan yang pas untuk tiga pasang muda mudi ini. Tengah hari bolong mereka asyik bermesaraan di dalam kamar kos yang tertutup. Melihat hal ini, Satpol PP Kota Madiun langsung mengamankan tiga pasangan bukan suami istri saat melakukan razia rumah kos jalan Cempaka, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat (26/2/2016).
Ketiga pasang muda mudi mesum ini adalah Husin Bayu Kurniawan (20) warga jalan Genen, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun bersama Yeni Eva Anasari (23) warga Desa/Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. Risang Rachman Putra Pamungkas (20) warga jalan Podang, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun bersama Alvino Gustian Aditama (17) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Nancy Nathania Rahardja (21) warga jalan Imam Bonjol, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun bersama Enggar Dwi Susetyo (21) warga jalan Terate, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
"Kami tadi juga mengecek apakah rumah kos tersebut memiliki izin apa belum, termasuk rumah kos itu untuk satu jenis kelamin, perempuan saja, laki-laki saja atau campur. Ternyata disana ada pasangan campuran, sehingga ini menjadi atensi kami sebagai aparat penegak Perda melakukan penertiban,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa razia dilakukan bertujuan untuk menetralisir lokasi rumah kos yang disinyalir meresahkan masyarakat karena sering terjadi kegaduhan saat malam hari. Menindaklanjuti hal itu, petugas Satpol PP langsung melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat), termasuk pengecekan izin rumah kos.
Ditegaskan, saat ini masih melalukan pendataan terhadap rumah kos tersebut, jika diketahui tidak berijin, pemilik kos akan diberikan sanksi mulai teguran sampai saksi terberat pencabutan izin operasi rumah kos.
Diketahui, tiga pasangan muda-mudi yang diamankan petugas tersebut merupakan wajah atau pemain lama, diantaranya berstatus mahasiswa maupun bekerja sebagai pemandu lagu salah satu kafe di Kota Madiun.
Menindaklanjuti hal itu, ketiga pasangan muda-mudi akan menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Kota Madiun, karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Madiun No. 8 Tahun 2010 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. (p-76)
Baca

Siswa Dan Wali Murid Lurug Dindik Kabupaten Madiun Tanyakan Pungutan Liar

Madiun, Investigasi : Kasus dugaan terkait dengan tarikan iuaran illegal yang terjadi di SMKN 1 Kare akhirnya mencuat keluar seiring dengan melurugnya 12 siswa SMKN 1 Kare ke Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Kamis (25/2/16).
Ke 12 siswa ini ingin mengklarifikasi terkait dengan pelbagai tarikan iuaran yang terjadi di SMKN 1 Kare. “Kedatangan kami ini ingin mengklarifikasi adanya sejumlah pungli yang dilakukan oleh pihak SMKN 1 Kare,” ungkap Sofyan Adi Pratama.
Dilanjutkan, pihaknya mempertanyakan terkait dengan pungutan wajib sebesar Rp. 600 ribu untuk uji kompetensi keahlian (UKK). “Semua siswa yang ikut UKK ditarik biaya, padahal kan sudah didanai oleh bantuan Operasional Sekolah (BOS),’ lanjut Sofyan.
Sebelum mencuatnya kasus pungutan liar ini, pihak orang tua murid sudah berupaya dating ke SMKN 1 Kare namun tidak pernah bisa bertemu dengan Kepala Sekolahnya. Sehingga akhirnya orangtua dan siswa mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk mempertanyakan masalah pungli tersebut. “Kami ingin lihat tindakan dari Dinas Pendidikan seperti apa terhadap SMKN 1 Kare,” kata Dasianto.
Lebih lanjut Dasianto menjelaskan bahwa selain pungutan wajib itu, siswa juga di bebani biaya lainnya seperti biaya Prakerin, dan biaya UAS (Ujian Akhir Semester) sebesar Rp. 50 ribu setiap siswa. Selain itu sejumlah siswa juga mempertanyakan penyaluran dana BKSM (Bantuan Keuangan Siswa Miskin) di SMKN 1 Kare yang selama ini di anggap  tidak jelas keberadaan dan penggunaannya. “Terkait dengan pungutan Rp. 600 ribu kemarin itu tidak ada surat edarannya, hanya secara lisan saja kalau wajib bayar,” keluhnya.
Banyak Wali murid yang berharap pada Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini. “Kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan disini, kami akan mengadu pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” tegas Dasianto.
Sementara itu Kabid Pendidikan SMP, SMA dan SMK, Tri Wiyono membenarkan adanya dana yang di alokasikan untuk kegiatan UKK yang dibiayai dari dana BOS. “ Untuk kegiatan produktif memang membutuhkan biaya yang tinggi, cuma semua harus sudah terencana dari awal, kalau di perencanaan tidak ada, kemudian kosnya membutuhkan, itu boleh menarik biaya, dengan catatan harus ada persetujuan dari orangtua tidak serta merta sekolah harus menarik tanpa ada kesepakatan dari pihak orang tua,” Jelasnya.
Dan jika terbukti telah terjadi pungli di SMK N 1 Kare, Tri Wiyono berjanji akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan dari orang tua dan siswa. Pihaknya akan segera mengkoordinasikannya dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk menindak tegas perbuatan pungli tersebut. Hari ini juga surat sudah kita konsep dan segera kita kirimkan ke SMK N 1 Kare, dan tim kami dari Dinas Pendidikan akan segera klarifikasi dan verivikasi apa yang menjadi tuntutan orang tua siswa," Jelas Tri Wiyono usai  menerima sejumlah wali murid dan siswa SMK N 1 Kare itu. (p-76)


Madiun, Investigasi : Kasus dugaan terkait dengan tarikan iuaran illegal yang terjadi di SMKN 1 Kare akhirnya mencuat keluar seiring dengan melurugnya 12 siswa SMKN 1 Kare ke Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Kamis (25/2/16).
Ke 12 siswa ini ingin mengklarifikasi terkait dengan pelbagai tarikan iuaran yang terjadi di SMKN 1 Kare. “Kedatangan kami ini ingin mengklarifikasi adanya sejumlah pungli yang dilakukan oleh pihak SMKN 1 Kare,” ungkap Sofyan Adi Pratama.
Dilanjutkan, pihaknya mempertanyakan terkait dengan pungutan wajib sebesar Rp. 600 ribu untuk uji kompetensi keahlian (UKK). “Semua siswa yang ikut UKK ditarik biaya, padahal kan sudah didanai oleh bantuan Operasional Sekolah (BOS),’ lanjut Sofyan.
Sebelum mencuatnya kasus pungutan liar ini, pihak orang tua murid sudah berupaya dating ke SMKN 1 Kare namun tidak pernah bisa bertemu dengan Kepala Sekolahnya. Sehingga akhirnya orangtua dan siswa mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk mempertanyakan masalah pungli tersebut. “Kami ingin lihat tindakan dari Dinas Pendidikan seperti apa terhadap SMKN 1 Kare,” kata Dasianto.
Lebih lanjut Dasianto menjelaskan bahwa selain pungutan wajib itu, siswa juga di bebani biaya lainnya seperti biaya Prakerin, dan biaya UAS (Ujian Akhir Semester) sebesar Rp. 50 ribu setiap siswa. Selain itu sejumlah siswa juga mempertanyakan penyaluran dana BKSM (Bantuan Keuangan Siswa Miskin) di SMKN 1 Kare yang selama ini di anggap  tidak jelas keberadaan dan penggunaannya. “Terkait dengan pungutan Rp. 600 ribu kemarin itu tidak ada surat edarannya, hanya secara lisan saja kalau wajib bayar,” keluhnya.
Banyak Wali murid yang berharap pada Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini. “Kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan disini, kami akan mengadu pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” tegas Dasianto.
Sementara itu Kabid Pendidikan SMP, SMA dan SMK, Tri Wiyono membenarkan adanya dana yang di alokasikan untuk kegiatan UKK yang dibiayai dari dana BOS. “ Untuk kegiatan produktif memang membutuhkan biaya yang tinggi, cuma semua harus sudah terencana dari awal, kalau di perencanaan tidak ada, kemudian kosnya membutuhkan, itu boleh menarik biaya, dengan catatan harus ada persetujuan dari orangtua tidak serta merta sekolah harus menarik tanpa ada kesepakatan dari pihak orang tua,” Jelasnya.
Dan jika terbukti telah terjadi pungli di SMK N 1 Kare, Tri Wiyono berjanji akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan dari orang tua dan siswa. Pihaknya akan segera mengkoordinasikannya dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun untuk menindak tegas perbuatan pungli tersebut. Hari ini juga surat sudah kita konsep dan segera kita kirimkan ke SMK N 1 Kare, dan tim kami dari Dinas Pendidikan akan segera klarifikasi dan verivikasi apa yang menjadi tuntutan orang tua siswa," Jelas Tri Wiyono usai  menerima sejumlah wali murid dan siswa SMK N 1 Kare itu. (p-76)


Baca

Air Terjun Kedung Malem (Seweru)

Madiun, Investigasi : Air Terjun Seweru atau Serondo atau Kedung Malam, itulah nama lain dari Air Terjun Slampir Madiun. Selaras dengan banyaknya sebutan yang disematkan padanya, air terjun ini juga menyimpan sejuta pesona nan eksotis. Lokasinya terletak di wilayah perkebunan kopi, Dusun Seweru, Desa Kare, Kec. Kare, Kab. Madiun, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 25 km dari pusat kota Madiun, berada di lereng Gunung Wilis dengan ketinggian 400 m diatas permukaan air laut.
Untuk mencapai lokasinya, perlu sedikit kerja keras. Kondisi jalanan di Desa Kare banyak yang belum beraspal dan penuh dengan tanjakan curam. Mobil pribadi ataupun angkutan umum lainnya jarang terlihat melintasi daerah ini. Hanya sepeda atau sepeda motor yang bisa dengan leluasa melalui jalanan berbatu-batunya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun, anda akan disuguhi panorama indah yang tak boleh dilewatkan dari pohon-pohonan hijau yang ada di kiri dan kanan jalan.
Air Terjun Slampir Madiun ini masih belum dikelola secara komersial oleh pihak Pemkab Madiun. Sesampainya di desa tempat air terjun berada, anda hanya perlu menitipkan kendaraan yang anda gunakan kepada penduduk setempat dan mulai berjalan kaki menuruni daerah perbukitan sejauh 1 km. Belum ada penarikan karcis masuk atau retribusi pembangunan di pintu masuk menuju jalan setapak ke air terjunnya.
Jalan setapak dari pintu masuk atau tempat parkir kendaraan menuju ke air terjun agak rawan. Kondisinya sempit, agak licin, sedikit curam, dan banyak yang tidak berpengaman sehingga bersentuhan langsung dengan tebing perbukitan. Bagi para pecinta alam yang suka adventure, tempat ini merupakan ajang yang bagus untuk berlatih hiking dan penjelajahan.
Setelah menuruni daerah perbukitan dengan jalan setapaknya yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, ada sebuah sungai yang juga harus anda susuri. Air sungainya tidak terlalu dalam dan tidak keras arusnya. Namun, anda harus berhati-hati dengan banyaknya bebatuan yang terhampar disekeling sungai. Batu-batu besar dan kokoh diantara aliran sungai yang masih alami ini, akan membuat perjalanan anda bertambah menantang
Air Terjun Slampir terdapat dibalik sebuah tebing yang gagah dengan dua buah aliran air terjun yang letaknya saling berhadapan satu sama lain. Airnya sangat jernih dan juga dingin. Pepohonan rindang yang ada di kiri-kanan bibir sungai dan tebing-tebingnya, membuat suasana di lokasi air terjun ini cukup sejuk dan teduh. Tengah hari di siang bolongpun, akan terasa seperti pagi hari disana.
Mengingat lokasinya yang masih sulit dicapai dan keadaannya yang masih sangat perawan, kemungkinan besar belum ada angkutan umum (mobil) yang bisa melayani rute perjalanan sampai ke air terjun. Dari pusat kota Madiun, sebaiknya anda mengendarai sepeda motor, ambil jalan ke arah Dungus – Wungu – kemudian menuju Kare – Seweru (Slampir).
Jangan malu bertanya kepada masyarakat sekitar jika anda ragu-ragu atau kurang yakin dengan jalan yang sedang anda lewati karena tidak ada petunjuk arah yang cukup jelas disekitar jalan untuk memandu perjalanan anda sampai ke tujuan yang benar. Kalaupun ada, hanya satu dua petunjuk arah dan kurang jelas terbaca karena banyak yang tidak terawat baik. Penduduk di sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Slampir Madiun ini cukup ramah dan sangat tahu jalan tercepat menuju ke air terjun.
Jika anda menempuh perjalanan dari kota Ponorogo, tak perlu melewati pusat kota Madiun. Begitu melewati perempatan lalu lintas Tek’an (pintu masuk menuju pusat kota Madiun), anda bisa mengambil jalur langsung ke Manisrejo – kemudian Dungus – Wungu – Kare – Seweru (Slampir).
Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk kegiatan outbound. Saat melakukan perjalanan ke Air Terjun Slampir Madiun ini, saya hanya menggunakan sandal dan karenanya terpaksa harus menempuh perjalanan dengan bertelanjang kaki karena takut terpeleset ketika melewati jalan setapak yang sempit dan menyusuri sungai berbatu-batu yang cukup menguras tenaga.
Di sekitar tempat ini juga belum ada penginapan maupun rumah makan yang layak disinggahi oleh para wisatawan yang datang berkunjung. Sebaiknya, siapkan perbekalan sendiri (terutama air minum) dari rumah sebelum mulai berpetualang ke Air Terjun Slampir Madiun. Warung makan yang ada disekitar air terjun tidak buka setiap hari, kecuali warung kecil di pintu utama sebelum masuk ke jalan setapak menuju lokasi air terjun yang juga menyediakan tempat parkiran bagi kendaraan pengunjung.
Madiun, Investigasi : Air Terjun Seweru atau Serondo atau Kedung Malam, itulah nama lain dari Air Terjun Slampir Madiun. Selaras dengan banyaknya sebutan yang disematkan padanya, air terjun ini juga menyimpan sejuta pesona nan eksotis. Lokasinya terletak di wilayah perkebunan kopi, Dusun Seweru, Desa Kare, Kec. Kare, Kab. Madiun, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 25 km dari pusat kota Madiun, berada di lereng Gunung Wilis dengan ketinggian 400 m diatas permukaan air laut.
Untuk mencapai lokasinya, perlu sedikit kerja keras. Kondisi jalanan di Desa Kare banyak yang belum beraspal dan penuh dengan tanjakan curam. Mobil pribadi ataupun angkutan umum lainnya jarang terlihat melintasi daerah ini. Hanya sepeda atau sepeda motor yang bisa dengan leluasa melalui jalanan berbatu-batunya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun, anda akan disuguhi panorama indah yang tak boleh dilewatkan dari pohon-pohonan hijau yang ada di kiri dan kanan jalan.
Air Terjun Slampir Madiun ini masih belum dikelola secara komersial oleh pihak Pemkab Madiun. Sesampainya di desa tempat air terjun berada, anda hanya perlu menitipkan kendaraan yang anda gunakan kepada penduduk setempat dan mulai berjalan kaki menuruni daerah perbukitan sejauh 1 km. Belum ada penarikan karcis masuk atau retribusi pembangunan di pintu masuk menuju jalan setapak ke air terjunnya.
Jalan setapak dari pintu masuk atau tempat parkir kendaraan menuju ke air terjun agak rawan. Kondisinya sempit, agak licin, sedikit curam, dan banyak yang tidak berpengaman sehingga bersentuhan langsung dengan tebing perbukitan. Bagi para pecinta alam yang suka adventure, tempat ini merupakan ajang yang bagus untuk berlatih hiking dan penjelajahan.
Setelah menuruni daerah perbukitan dengan jalan setapaknya yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, ada sebuah sungai yang juga harus anda susuri. Air sungainya tidak terlalu dalam dan tidak keras arusnya. Namun, anda harus berhati-hati dengan banyaknya bebatuan yang terhampar disekeling sungai. Batu-batu besar dan kokoh diantara aliran sungai yang masih alami ini, akan membuat perjalanan anda bertambah menantang
Air Terjun Slampir terdapat dibalik sebuah tebing yang gagah dengan dua buah aliran air terjun yang letaknya saling berhadapan satu sama lain. Airnya sangat jernih dan juga dingin. Pepohonan rindang yang ada di kiri-kanan bibir sungai dan tebing-tebingnya, membuat suasana di lokasi air terjun ini cukup sejuk dan teduh. Tengah hari di siang bolongpun, akan terasa seperti pagi hari disana.
Mengingat lokasinya yang masih sulit dicapai dan keadaannya yang masih sangat perawan, kemungkinan besar belum ada angkutan umum (mobil) yang bisa melayani rute perjalanan sampai ke air terjun. Dari pusat kota Madiun, sebaiknya anda mengendarai sepeda motor, ambil jalan ke arah Dungus – Wungu – kemudian menuju Kare – Seweru (Slampir).
Jangan malu bertanya kepada masyarakat sekitar jika anda ragu-ragu atau kurang yakin dengan jalan yang sedang anda lewati karena tidak ada petunjuk arah yang cukup jelas disekitar jalan untuk memandu perjalanan anda sampai ke tujuan yang benar. Kalaupun ada, hanya satu dua petunjuk arah dan kurang jelas terbaca karena banyak yang tidak terawat baik. Penduduk di sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Slampir Madiun ini cukup ramah dan sangat tahu jalan tercepat menuju ke air terjun.
Jika anda menempuh perjalanan dari kota Ponorogo, tak perlu melewati pusat kota Madiun. Begitu melewati perempatan lalu lintas Tek’an (pintu masuk menuju pusat kota Madiun), anda bisa mengambil jalur langsung ke Manisrejo – kemudian Dungus – Wungu – Kare – Seweru (Slampir).
Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk kegiatan outbound. Saat melakukan perjalanan ke Air Terjun Slampir Madiun ini, saya hanya menggunakan sandal dan karenanya terpaksa harus menempuh perjalanan dengan bertelanjang kaki karena takut terpeleset ketika melewati jalan setapak yang sempit dan menyusuri sungai berbatu-batu yang cukup menguras tenaga.
Di sekitar tempat ini juga belum ada penginapan maupun rumah makan yang layak disinggahi oleh para wisatawan yang datang berkunjung. Sebaiknya, siapkan perbekalan sendiri (terutama air minum) dari rumah sebelum mulai berpetualang ke Air Terjun Slampir Madiun. Warung makan yang ada disekitar air terjun tidak buka setiap hari, kecuali warung kecil di pintu utama sebelum masuk ke jalan setapak menuju lokasi air terjun yang juga menyediakan tempat parkiran bagi kendaraan pengunjung.
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100