Pergantian Dandim 0805 Ngawi Di Akhir Tahun 2015

Ngawi, Investigasi : Selamat tinggal tahun 2015 dan selamat datang tahun baru 2016. Fenomina tersebut terjadi di seluruh jagad raya sehubungan dengan berakhirnya tahun 2015 dan sekaligus datangnya tahun baru 2016 yang diharapkan terjadi pembaruan positif di segala bidang. Untuk masyarakat Kabupaten Ngawi, pergantian tahun ini juga merupakan momentum penting yaitu bersamaan dengan adanya pergantian Komandan Kodim 0805 Ngawi yang diserah-terimakan tepat di akhir tahun  ( 30/12/2015 ) yang berlangsung di Aula Makorem 081 / Dhirot Saha Jaya Jalan Pahlawan NO 50 Kota Madiun.
Serah Terima Jabatan ( Sertijab ) dilaksanakan dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Infantri Hardani Lukitanta Adi, dihadiri juga oleh Kepala Staf Korem 081/DSJ Letnan Kolonel Infantri Akhyari, S.I.P., para Komandan Kodim jajaran Korem 081/DSJ, para Kasi Korem 081/DSJ, para Kabalak jajaran Korem 081/DSJ, serta Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Korem 081 dan para Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang Kodim se-Korem 081 Madiun.
Perlu diketahui bahwa upacara sertijab tersebut selain Komandan Kodim 0805 Ngawi dari Letkol Inf Sugiyono, S.Sos. diserahkan kepada Letkol Inf M. Triyandono, juga dilangsungkan sertijab Kasiops Korem 081/DSJ dari Mayor Inf Totok Priyo Kismanto kepada Mayor Inf Made Sandy Agusto, serta Kasiter Korem 081/DSJ dari Letkol Inf Saptono Adi Birowo K,S,E. kepada Mayor Inf Ato Sudiatna.
Dapat ditambahkan, bahwa Letkol Inf Sugiyono,S.Sos selanjutnya akan menjabat sebagai Waasops  Kasdam V/Brawijaya, sedangkan Letkol Inf Saptono Adi Birowo K, S.E. menjabat sebagai Kabag Mincat Babinminvetcaddam V/Brawijaya dan Mayor Inf Totok Priyo Kismanto menjabat Dansecata A Rindam V/Brawijaya.
Dalam sambutannya Danrem 081 Kolonel Inf Hardani Lukitanta Adi memaparkan bahwa serah terima jabatan dan penyerahan tugas di lingkungan TNI AD merupakan suatu hal yang harus dilakukan, sebagai upaya penyegaran dalam tubuh organisasi yang dilandaskan pada kepentingan Pembinaan Personel dan Pembinaan Satuan. Oleh karena itu, serah terima jabatan hendaknya disikapi sebagai sesuatu yang wajar untuk meningkatkan kwalitas kinerja satuan guna menjamin terciptanya keberhasilan pelaksanaan tugas pokok sebagai satuan teritorial. Di penghujung sambutannya, Danrem juga menyampaikan, selaku Komandan Korem 081/DSJ dan pribadi, dia sampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Letkol Inf Sugiyono,S.Sos, Letkol Inf Saptono Adi Birowo K, S.E, Mayor Inf Totok Priyo Kismanto beserta isteri yang selama ini telah mampu menyelesaikan tugas dan tanggungjawab jabatannya dengan penuh dedikasi dan loyalitas yang tinggi.
Sehubungan dengan  alih tugas Pak Giyono ( sebutan akrab Letkol Sugiyono ) meninggalkan Ngawi terkesan bukan hanya anggota TNI AD di jajaran Kodim 0805 Ngawi yang merasa ditinggalkan, tetapi segenap warga masyarakat Ngawi merasa ditinggalkan seorang pemimpin yang sangat apresiatif kepada kepentingan rakyat. Rekam jejaknya dapat dilihat bahwa dibawah kepemimpinannya pengabdian TNI di Ngawi banyak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti kegiatan bhakti sosial pengadaan air bersih saat musim kekeringan melanda, membantu perbaikan rumah yang dilanda andim bencana alam dan sebagainya. Dengan gantinya Pak Giyono dengan yang baru yaitu Letkol Inf Mordechai Triyandono sebagai Dandim 0805 Ngawi seolah segenap warga masyarakat Ngawi menyampaikan ucapan selamat datang dan berkeyakinan akan lebih apresiatif kepada kepentingan rakyat melebihi dari semuanya yang sudah-sudah, begitulah antara lain yang diperoleh investigasi dalam melakukan monitoring di lapangan.(pdy)
Ngawi, Investigasi : Selamat tinggal tahun 2015 dan selamat datang tahun baru 2016. Fenomina tersebut terjadi di seluruh jagad raya sehubungan dengan berakhirnya tahun 2015 dan sekaligus datangnya tahun baru 2016 yang diharapkan terjadi pembaruan positif di segala bidang. Untuk masyarakat Kabupaten Ngawi, pergantian tahun ini juga merupakan momentum penting yaitu bersamaan dengan adanya pergantian Komandan Kodim 0805 Ngawi yang diserah-terimakan tepat di akhir tahun  ( 30/12/2015 ) yang berlangsung di Aula Makorem 081 / Dhirot Saha Jaya Jalan Pahlawan NO 50 Kota Madiun.
Serah Terima Jabatan ( Sertijab ) dilaksanakan dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Komandan Korem 081/DSJ Kolonel Infantri Hardani Lukitanta Adi, dihadiri juga oleh Kepala Staf Korem 081/DSJ Letnan Kolonel Infantri Akhyari, S.I.P., para Komandan Kodim jajaran Korem 081/DSJ, para Kasi Korem 081/DSJ, para Kabalak jajaran Korem 081/DSJ, serta Ketua Persit Kartika Candra Kirana Koorcab Korem 081 dan para Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang Kodim se-Korem 081 Madiun.
Perlu diketahui bahwa upacara sertijab tersebut selain Komandan Kodim 0805 Ngawi dari Letkol Inf Sugiyono, S.Sos. diserahkan kepada Letkol Inf M. Triyandono, juga dilangsungkan sertijab Kasiops Korem 081/DSJ dari Mayor Inf Totok Priyo Kismanto kepada Mayor Inf Made Sandy Agusto, serta Kasiter Korem 081/DSJ dari Letkol Inf Saptono Adi Birowo K,S,E. kepada Mayor Inf Ato Sudiatna.
Dapat ditambahkan, bahwa Letkol Inf Sugiyono,S.Sos selanjutnya akan menjabat sebagai Waasops  Kasdam V/Brawijaya, sedangkan Letkol Inf Saptono Adi Birowo K, S.E. menjabat sebagai Kabag Mincat Babinminvetcaddam V/Brawijaya dan Mayor Inf Totok Priyo Kismanto menjabat Dansecata A Rindam V/Brawijaya.
Dalam sambutannya Danrem 081 Kolonel Inf Hardani Lukitanta Adi memaparkan bahwa serah terima jabatan dan penyerahan tugas di lingkungan TNI AD merupakan suatu hal yang harus dilakukan, sebagai upaya penyegaran dalam tubuh organisasi yang dilandaskan pada kepentingan Pembinaan Personel dan Pembinaan Satuan. Oleh karena itu, serah terima jabatan hendaknya disikapi sebagai sesuatu yang wajar untuk meningkatkan kwalitas kinerja satuan guna menjamin terciptanya keberhasilan pelaksanaan tugas pokok sebagai satuan teritorial. Di penghujung sambutannya, Danrem juga menyampaikan, selaku Komandan Korem 081/DSJ dan pribadi, dia sampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Letkol Inf Sugiyono,S.Sos, Letkol Inf Saptono Adi Birowo K, S.E, Mayor Inf Totok Priyo Kismanto beserta isteri yang selama ini telah mampu menyelesaikan tugas dan tanggungjawab jabatannya dengan penuh dedikasi dan loyalitas yang tinggi.
Sehubungan dengan  alih tugas Pak Giyono ( sebutan akrab Letkol Sugiyono ) meninggalkan Ngawi terkesan bukan hanya anggota TNI AD di jajaran Kodim 0805 Ngawi yang merasa ditinggalkan, tetapi segenap warga masyarakat Ngawi merasa ditinggalkan seorang pemimpin yang sangat apresiatif kepada kepentingan rakyat. Rekam jejaknya dapat dilihat bahwa dibawah kepemimpinannya pengabdian TNI di Ngawi banyak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti kegiatan bhakti sosial pengadaan air bersih saat musim kekeringan melanda, membantu perbaikan rumah yang dilanda andim bencana alam dan sebagainya. Dengan gantinya Pak Giyono dengan yang baru yaitu Letkol Inf Mordechai Triyandono sebagai Dandim 0805 Ngawi seolah segenap warga masyarakat Ngawi menyampaikan ucapan selamat datang dan berkeyakinan akan lebih apresiatif kepada kepentingan rakyat melebihi dari semuanya yang sudah-sudah, begitulah antara lain yang diperoleh investigasi dalam melakukan monitoring di lapangan.(pdy)
Baca

Ucapan Hari Natal 2015 dan Tahun Baru 2016
Pemerintah Kabupaten Madiun


Ucapan Hari Natal 2015 dan Tahun Baru 2016
Pemerintah Kabupaten Madiun

Baca

Semua Permasalahan Dicarikan Solusi Untuk Kejar Target PAD

Madiun, Investigasi : Belum tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari beberapa komponen Pajak daerah dan restribusi dari rencana penerimaan PAD sampai Bulan Desember 2015 ini disikapi dengan serius oleh Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun.
Data yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun menyebutkan ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sampai Bulan Desember ini belum memenuhi target yaitu untuk Pajak Reklame yang baru terealisasi 74,99%, selain itu, untuk Pajak Air Bawah Tanah juga baru terealisasi 96,52% dan PBB-P2 yang baru terealisasi sebesar 89,92%.
“Nanti akan kita usahakan agar bisa mencapai target 100%. Kita optimis karena semua pihak sanggup bekerja keras untuk memenuhi target tersebut,” kata Indra Setyawan, Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun saat ditemui diruangannya, Kamis (17/12/15).
Lebih lanjut dijabarkan, permasalahan di Dinas Kesehatan ataupun RSUD Caruban dan Dolopo sampai saat ini untuk realisasi restribusi daerah secara kumulatif yang masih dibawah 77%. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa sampai saat ini masih terkendala pada klaim JKN dari BPJS. “Dari evaluasi kita tahu bahwa permintaan pembayaran dari Dinas Kesehatan, RSUD Caruban maupun Dolopo kepada BPJS untuk tagihan bulan September dan Oktober sudah diajukan, namun belum cair,” kata Indra.
Namun hal ini bukan menjadi kendala, kata Indra, setelah dilakukan rekonsiliasi dengan SKPD terkait yang menangani diharapkjan bulan Desember ini bisa mencapai target 100%.
Sedangkan dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan, saat ini tinggal BUMD BPR yang belum memenuhi target. “dari laporan kita dapat, target dari BUMD BPR sebesar Rp. 2.108.039.988 saat ini baru terealisasi sebesar Rp. 1.800.000.000 atau 85,39%,” lanjut Kadin Pendapatan.
Selain itu, Pendapatan Asli Daerah yang sah secara kumulatif masih mencapai  90%. Kendala yang didapat adalah karena ada beberapa komponen yang masih belum terealisir seperti penjualan kendaraan dinas roda empat yang sudah tidak layak pakai oleh Aset Daerah, Penjualan hasil pertanian oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, hasil dari Dinas Peternakan dan Perikanan dan Penjualan Drum bekas oleh Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya.
“Saat ini pihak Dinas terkait tengah mengatur waktu agar penjualan tersebut segera terealisir sehingga target bisa terpenuhi di akhir Desember ini,” tegas Indra Setyawan.
Maka dari itu, lanjut Indra, untuk lebih mengintensifkan komunikasi dengan jajaran SKPD tersebut diperlukan rekonsiliasi agar percepatan capaian PAD bisa terlaksana. “Sudah ada kesanggupan dari pihak Kepala SKPD Penghasil untuk menangani PAD berdasarkan realisasi capaian sumber-sumber penerimaan,” ujarnya.
Di Bulan Desember ini, SKPD yang belum mencapai target diharapkan bisa menyelesaikan tanggungannya dan menyetorkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. “Agar kita bisa terus memantau perkembangan capaian tersebut, maka SKPD Penghasil kita minta laporannya setiap Minggu pada hari Jumat,” pungkas Indra Setyawan. (p-76)


Madiun, Investigasi : Belum tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari beberapa komponen Pajak daerah dan restribusi dari rencana penerimaan PAD sampai Bulan Desember 2015 ini disikapi dengan serius oleh Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun.
Data yang diperoleh dari Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun menyebutkan ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sampai Bulan Desember ini belum memenuhi target yaitu untuk Pajak Reklame yang baru terealisasi 74,99%, selain itu, untuk Pajak Air Bawah Tanah juga baru terealisasi 96,52% dan PBB-P2 yang baru terealisasi sebesar 89,92%.
“Nanti akan kita usahakan agar bisa mencapai target 100%. Kita optimis karena semua pihak sanggup bekerja keras untuk memenuhi target tersebut,” kata Indra Setyawan, Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun saat ditemui diruangannya, Kamis (17/12/15).
Lebih lanjut dijabarkan, permasalahan di Dinas Kesehatan ataupun RSUD Caruban dan Dolopo sampai saat ini untuk realisasi restribusi daerah secara kumulatif yang masih dibawah 77%. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa sampai saat ini masih terkendala pada klaim JKN dari BPJS. “Dari evaluasi kita tahu bahwa permintaan pembayaran dari Dinas Kesehatan, RSUD Caruban maupun Dolopo kepada BPJS untuk tagihan bulan September dan Oktober sudah diajukan, namun belum cair,” kata Indra.
Namun hal ini bukan menjadi kendala, kata Indra, setelah dilakukan rekonsiliasi dengan SKPD terkait yang menangani diharapkjan bulan Desember ini bisa mencapai target 100%.
Sedangkan dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan, saat ini tinggal BUMD BPR yang belum memenuhi target. “dari laporan kita dapat, target dari BUMD BPR sebesar Rp. 2.108.039.988 saat ini baru terealisasi sebesar Rp. 1.800.000.000 atau 85,39%,” lanjut Kadin Pendapatan.
Selain itu, Pendapatan Asli Daerah yang sah secara kumulatif masih mencapai  90%. Kendala yang didapat adalah karena ada beberapa komponen yang masih belum terealisir seperti penjualan kendaraan dinas roda empat yang sudah tidak layak pakai oleh Aset Daerah, Penjualan hasil pertanian oleh Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, hasil dari Dinas Peternakan dan Perikanan dan Penjualan Drum bekas oleh Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya.
“Saat ini pihak Dinas terkait tengah mengatur waktu agar penjualan tersebut segera terealisir sehingga target bisa terpenuhi di akhir Desember ini,” tegas Indra Setyawan.
Maka dari itu, lanjut Indra, untuk lebih mengintensifkan komunikasi dengan jajaran SKPD tersebut diperlukan rekonsiliasi agar percepatan capaian PAD bisa terlaksana. “Sudah ada kesanggupan dari pihak Kepala SKPD Penghasil untuk menangani PAD berdasarkan realisasi capaian sumber-sumber penerimaan,” ujarnya.
Di Bulan Desember ini, SKPD yang belum mencapai target diharapkan bisa menyelesaikan tanggungannya dan menyetorkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. “Agar kita bisa terus memantau perkembangan capaian tersebut, maka SKPD Penghasil kita minta laporannya setiap Minggu pada hari Jumat,” pungkas Indra Setyawan. (p-76)


Baca

Sosialisasi Pembinaan Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Madiun

Madiun, Investigasi : Menyongsong Asean Economic Community atau yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean pada awal tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Madiun bergerak cepat dengan mengumpulkan para Stake Holder yang tergabung dalam wadah Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Hal ini karena FPK dianggap merupakan salah satu wadah atau wahana strategis dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di Kabupaten Madiun. Rabu (30/12/15)
Acara forum Pembauran Kebangsaan yang diadakan tersebut mengambil  tema “Melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Kita Tingkatkan Semangat Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa di kabupaten Madiun”
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua FPK beserta jajaran, Narasumber dari Kejaksaan Negeri kabupaten Madiun, MUI, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Madiun, Ketau dan Jajaran FKUB Kabupaten Madiun, Pimpinan SKPD Kabupaten Madiun, Para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Madiun.

Dalam laporannya, Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun, Agus Budi Wahyono menjelaskan bahwa acara ini merupakan program kerja dari Bakesbang dan Poldagri Kabupaten Madiun tahun 2015. Sedangkan tujuannya adalah untuk memberikan penguatan institusi FPK sekalugus memberikan pembekalan pada seluruh Stake Holder sebagai upaya mendukung terwujudnya persatuan dan kesatuan di Kabupaten Madiun.
“Kita juga ingin meningkatkan peran serta dari FPK untuk menjunjung tinggi rasa solidaritas dan budaya saling menghormati serta mewujudkan rasa aman, harmonis dan kondusif di Kabupaten Madiun,” ungkap Agus BW.
Selain itu, acara ini juga untuk menyikapi bergulirnya Asean Economic Community atau Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2016, juga untuk membendung pengaruh ekstrim kanan dan ekstrim kiri serta faham ISIS dan Radikalisme. “Dengan dilantiknya pengurus FPK Kabupaten Madiun ini diharapkan segera membentuk jajaran pengurus ditingkat kecamatan dan desa,” ungkapnya.
Dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean, kata Agus BW, rasa nasionalisme yang melekat dihati masyarakat juga semakin luntur tergerus arus globalisasi. “Maka dari itu, acara ini kita adakan sehingga diharapkan mampu membangkitkan kesadaran para pelayan masyarakat serta tokoh pemuda sebagai generasi penerus bangsa dalam meningkatkan rasa nasionalisme,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Madiun, H. Muhtarom menjelaskan bahwa dengan dilantiknya kepengurusan FPK diharapkan mampu mengambil peran dan prakarsa untuk mempererat rasa solidaritas diantara sesama dalam upaya mendukung proses pembangunan pusat pemerintahan di Mejayan Caruban.
“Kita harus bisa mengaktualisasikan nilai-nilai luhur sehingga bisa hidup berdampingan sehingga bisa mewujudkan Kabupaten Madiun lebih sejahtera tahun 2018,” tegas Bupati Madiun.

Bupati Madiun berharap agar para pengurus FPK yang baru saja dilantik bisa memberikan kontribusi yang nyata agar Kabupaten Madiun yang sudah kondusif ini lebih harmonis didalam kemajemukann dan multikulturan budaya, etnis, ras dan agama. (p-76)
Madiun, Investigasi : Menyongsong Asean Economic Community atau yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean pada awal tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Madiun bergerak cepat dengan mengumpulkan para Stake Holder yang tergabung dalam wadah Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). Hal ini karena FPK dianggap merupakan salah satu wadah atau wahana strategis dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di Kabupaten Madiun. Rabu (30/12/15)
Acara forum Pembauran Kebangsaan yang diadakan tersebut mengambil  tema “Melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Kita Tingkatkan Semangat Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa di kabupaten Madiun”
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua FPK beserta jajaran, Narasumber dari Kejaksaan Negeri kabupaten Madiun, MUI, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Madiun, Ketau dan Jajaran FKUB Kabupaten Madiun, Pimpinan SKPD Kabupaten Madiun, Para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Madiun.

Dalam laporannya, Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun, Agus Budi Wahyono menjelaskan bahwa acara ini merupakan program kerja dari Bakesbang dan Poldagri Kabupaten Madiun tahun 2015. Sedangkan tujuannya adalah untuk memberikan penguatan institusi FPK sekalugus memberikan pembekalan pada seluruh Stake Holder sebagai upaya mendukung terwujudnya persatuan dan kesatuan di Kabupaten Madiun.
“Kita juga ingin meningkatkan peran serta dari FPK untuk menjunjung tinggi rasa solidaritas dan budaya saling menghormati serta mewujudkan rasa aman, harmonis dan kondusif di Kabupaten Madiun,” ungkap Agus BW.
Selain itu, acara ini juga untuk menyikapi bergulirnya Asean Economic Community atau Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2016, juga untuk membendung pengaruh ekstrim kanan dan ekstrim kiri serta faham ISIS dan Radikalisme. “Dengan dilantiknya pengurus FPK Kabupaten Madiun ini diharapkan segera membentuk jajaran pengurus ditingkat kecamatan dan desa,” ungkapnya.
Dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean, kata Agus BW, rasa nasionalisme yang melekat dihati masyarakat juga semakin luntur tergerus arus globalisasi. “Maka dari itu, acara ini kita adakan sehingga diharapkan mampu membangkitkan kesadaran para pelayan masyarakat serta tokoh pemuda sebagai generasi penerus bangsa dalam meningkatkan rasa nasionalisme,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Madiun, H. Muhtarom menjelaskan bahwa dengan dilantiknya kepengurusan FPK diharapkan mampu mengambil peran dan prakarsa untuk mempererat rasa solidaritas diantara sesama dalam upaya mendukung proses pembangunan pusat pemerintahan di Mejayan Caruban.
“Kita harus bisa mengaktualisasikan nilai-nilai luhur sehingga bisa hidup berdampingan sehingga bisa mewujudkan Kabupaten Madiun lebih sejahtera tahun 2018,” tegas Bupati Madiun.

Bupati Madiun berharap agar para pengurus FPK yang baru saja dilantik bisa memberikan kontribusi yang nyata agar Kabupaten Madiun yang sudah kondusif ini lebih harmonis didalam kemajemukann dan multikulturan budaya, etnis, ras dan agama. (p-76)
Baca

Skala Prioritas 6, Kabupaten Madiun Sangat Tahan Pangan

Madiun, Investigasi : Pantaslah bila Kabupaten Madiun disebut sebagai lumbung padi diwilayah Jawa Timur bagian barat, sebab ketersediaan pangan di Kabupaten Madiun sudah sedemikian teruji hingga level nasional.
Data yang diperoleh dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Madiun menyebutkan bahwa selalu ada peningkatan ketersediaan kalori per kapita per hari untuk konsumsi masyarakat Kabupaten Madiun
Ditahun 2011, ketersediaan kalori per kapita per hari  sebanyak 259,7 % dari kebutuhan. Namun ditahun 2012 terjadi penurunan sebanyak 5.381 kalori per kapita per hari. “Ditahun 2013 terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu 6.525 kalori per kapita per hari atau 296,6%,” kata Eddy Bintardjo, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Madiun pada Koran Investigasi New, Selasa (29/12/15).
Lebih lanjut dikatakan, kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Madiun adalah 2.200 kalori per kapita per tahun. “Ketersediaanya harus 2.200 kalori per kapita per hari, sedangkan kita punya stok lebih,” kata Eddy Bin.
Data tersebut sangatlah bisa dipercaya, karena di Badan Ketahan Pangan Kabupaten Madiun mempunyai tim yang khusus untuk mengolahnya.”Data ketersediaan pangan strategis ini tidak dipunyai oleh kabupaten lain,” ungkapnya dengan bangga.
Diasumsikan, apabila seluruh wilayah Kabupaten Madiun mengalami gagal panen, masyarakat tidak perlu khawatir, sebab stok bahan pangan masih bisa mencukupi untuk 3 tahun mendatang. “Faktanya, produksi pangan kan dijual, jadi nilai riilnya tidak seperti ini, namun tidak jauh dari rasio yang kita punya,” tegasnya.
Posisi seperti ini dikarenakan disebabkan pemenuhan 7 indikator ketahanan pangan yang cukup di Kabupaten Madiun diantaranya adalah Ketersediaan Pangan, Akses Pangan dan Pemanfaatan Pangan.
Data ketahanan pangan nasional memberikan tanda warna untuk menunjukkan kondisi pangan di daerah yang ada yaitu dengan warna hijau tua untuk daerah yang sangat tahan pangan, sampai warna merah muda yang dinilai sagat rawan tahan pangan. “Aspek ketahanan pangan di Kabupaten Madiun menurut data nasional pada level 6 (Skala Prioritas) dengan warna hijau tua, yaitu dikatakan sangat-sangat tahan pangan karena ketersediaan pangan lebih banyak daripada kebutuhannya,”ujar Eddy Bin lebih lanjut.

“Jadi  tidak sia-sia kalau Kabupaten Madiun dikatakan sebagai lumpung pangan di wilayah Jawa Timur bagian Barat,” pungkas Eddy Bintardjo. (p-76)
Madiun, Investigasi : Pantaslah bila Kabupaten Madiun disebut sebagai lumbung padi diwilayah Jawa Timur bagian barat, sebab ketersediaan pangan di Kabupaten Madiun sudah sedemikian teruji hingga level nasional.
Data yang diperoleh dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Madiun menyebutkan bahwa selalu ada peningkatan ketersediaan kalori per kapita per hari untuk konsumsi masyarakat Kabupaten Madiun
Ditahun 2011, ketersediaan kalori per kapita per hari  sebanyak 259,7 % dari kebutuhan. Namun ditahun 2012 terjadi penurunan sebanyak 5.381 kalori per kapita per hari. “Ditahun 2013 terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu 6.525 kalori per kapita per hari atau 296,6%,” kata Eddy Bintardjo, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Madiun pada Koran Investigasi New, Selasa (29/12/15).
Lebih lanjut dikatakan, kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Madiun adalah 2.200 kalori per kapita per tahun. “Ketersediaanya harus 2.200 kalori per kapita per hari, sedangkan kita punya stok lebih,” kata Eddy Bin.
Data tersebut sangatlah bisa dipercaya, karena di Badan Ketahan Pangan Kabupaten Madiun mempunyai tim yang khusus untuk mengolahnya.”Data ketersediaan pangan strategis ini tidak dipunyai oleh kabupaten lain,” ungkapnya dengan bangga.
Diasumsikan, apabila seluruh wilayah Kabupaten Madiun mengalami gagal panen, masyarakat tidak perlu khawatir, sebab stok bahan pangan masih bisa mencukupi untuk 3 tahun mendatang. “Faktanya, produksi pangan kan dijual, jadi nilai riilnya tidak seperti ini, namun tidak jauh dari rasio yang kita punya,” tegasnya.
Posisi seperti ini dikarenakan disebabkan pemenuhan 7 indikator ketahanan pangan yang cukup di Kabupaten Madiun diantaranya adalah Ketersediaan Pangan, Akses Pangan dan Pemanfaatan Pangan.
Data ketahanan pangan nasional memberikan tanda warna untuk menunjukkan kondisi pangan di daerah yang ada yaitu dengan warna hijau tua untuk daerah yang sangat tahan pangan, sampai warna merah muda yang dinilai sagat rawan tahan pangan. “Aspek ketahanan pangan di Kabupaten Madiun menurut data nasional pada level 6 (Skala Prioritas) dengan warna hijau tua, yaitu dikatakan sangat-sangat tahan pangan karena ketersediaan pangan lebih banyak daripada kebutuhannya,”ujar Eddy Bin lebih lanjut.

“Jadi  tidak sia-sia kalau Kabupaten Madiun dikatakan sebagai lumpung pangan di wilayah Jawa Timur bagian Barat,” pungkas Eddy Bintardjo. (p-76)
Baca

Caruban Punya Tempat Wisata Kuliner Dimalam Hari

Madiun, Investigasi : Warga bersantai di Taman Kota Mejayan minggu (27/12) Taman yang dulunya merupakan pasar tradisional dan kumuh tersebut diubah oleh pemerintah kab madiun menjadi tempat wisata bagi warga Madiun.Tempat wisata malam yang ada di Caruban tepatnya sebagai pusat pemerintah baru Kab Madiun tentunya membuat semua kalangan semakin cinta akan kab madiun.Taman kota yang berada di jantung kota kab madiun ini nampaknya menjadi icount tersendiri buat pemerintah dan masyarakat.
taman yang di desain oleh Arsitektur lokal ini menjadi nilai plus untuk wahana relaxasi masyarakat yang letih dalam melakukan perjalanan .Taman yang rapi dan bersih itu nampaknya bisa menjadi wisata baru bagi masyarakat madiun pada umumnya,keasrian dan desain modern taman tersebut bisa menghipnotis para pengguna jalan untuk mengunjungi dan mampir di taman tersebut terlebih pada malam hari.lampu lampion yang menghiasi taman dan juga tumbuh-tumbuhan menjadi nilai tersendiri tatkala kita berada di area taman tersebut.
Seperti yang di jelaskan oleh kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan PU Binamarga Kab madiun Gunawi, Taman dengan luas kurang lebih 1,4 H ini dilengkapi dengan lahan parkir yang lumayan luas,taman yang sengaja kita tempatkan di jantung kota caruban ini memang pemerintah suguhkan untuk wahana santai untuk semua masyarakat.selain kita membangun taman kita juga melengkapi dengan berbagai fasilitas seperti  wahana bermain buat anak-anak,batu terapi buat orang dewasa dan saung-saung buat bersantai para pengunjung.ungkapnya

Lebih lanjut,Gunawi juga berpesan agar masyarakat menjaga taman tersebut dan memperhatikan kebersihanya.karena icount baru yang di miliki kab madiun ini merupakan milik bersama dan kita juga wajib menjaganya bersama. (pgh)
Madiun, Investigasi : Warga bersantai di Taman Kota Mejayan minggu (27/12) Taman yang dulunya merupakan pasar tradisional dan kumuh tersebut diubah oleh pemerintah kab madiun menjadi tempat wisata bagi warga Madiun.Tempat wisata malam yang ada di Caruban tepatnya sebagai pusat pemerintah baru Kab Madiun tentunya membuat semua kalangan semakin cinta akan kab madiun.Taman kota yang berada di jantung kota kab madiun ini nampaknya menjadi icount tersendiri buat pemerintah dan masyarakat.
taman yang di desain oleh Arsitektur lokal ini menjadi nilai plus untuk wahana relaxasi masyarakat yang letih dalam melakukan perjalanan .Taman yang rapi dan bersih itu nampaknya bisa menjadi wisata baru bagi masyarakat madiun pada umumnya,keasrian dan desain modern taman tersebut bisa menghipnotis para pengguna jalan untuk mengunjungi dan mampir di taman tersebut terlebih pada malam hari.lampu lampion yang menghiasi taman dan juga tumbuh-tumbuhan menjadi nilai tersendiri tatkala kita berada di area taman tersebut.
Seperti yang di jelaskan oleh kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan PU Binamarga Kab madiun Gunawi, Taman dengan luas kurang lebih 1,4 H ini dilengkapi dengan lahan parkir yang lumayan luas,taman yang sengaja kita tempatkan di jantung kota caruban ini memang pemerintah suguhkan untuk wahana santai untuk semua masyarakat.selain kita membangun taman kita juga melengkapi dengan berbagai fasilitas seperti  wahana bermain buat anak-anak,batu terapi buat orang dewasa dan saung-saung buat bersantai para pengunjung.ungkapnya

Lebih lanjut,Gunawi juga berpesan agar masyarakat menjaga taman tersebut dan memperhatikan kebersihanya.karena icount baru yang di miliki kab madiun ini merupakan milik bersama dan kita juga wajib menjaganya bersama. (pgh)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100