Berita Terkini

Bupati Madiun dan Petani Lakukan Panen Raya Padi Jenis C4 dan Ciherang Di Desa Sidodadi

Madiun, Investigasi : Memang tidak salah bila dikatakan Kabupaten Madiun merupakan lumbung padi diwilayah Jawa Timur bagian barat. Hal ini dibuktikan dengan adanya panen padi Jenis C 4 dan Ciherang dengan luas areal mencapai 195 Ha di Desa Sidodadi, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Dari totalan luasan tersebut yang 7 Ha diantaranya ditanami dengan pola tanam sebar. Rabu (9/11/16).
Berdasarkan data yang diperoleh dilapangan, hasil panen padi yang ditanam secara konvensional oleh petani Desa Sidodadi per ubin mampu mengasilkan  10,24 ton/Ha. Tetapi yang ditanam dengan pola sebar bisa mencapai 11, 22 ton/Ha.
Saat ditemui dilokasi panen raya, M. Najib, Kadin Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Madiun mengatakan bahwa saat ini tengah panen raya padi jenis C4 dan Ciherang. Disini membuktikan bahwa pola tanam konvensional yang selama ini dilakukan oleh para petani masih kalah dengan pola sebar. “Kalau secara konvensional per ubinnya hanya sekitar 10,24 ton/Ha namun dengan pola sebar bisa mencapai 11,22 ton/Ha,” ungkap M. Najib, Rabu (9/11/16) di lokasi panen.
Dilanjutkan, pada tahun 2016 ini Kabupaten Madiun mengalami surplus 239 ton setara beras sehingga mampu menyumbang kebutuhan beras secara nasional. “Kalau pola tanam seperti ini dipertahankan, maka setiap panen pasti kita akan surplus,” tegasnya.
 Sementara, H. Muhtarom, Bupati Madiun mengatakan saat ini sudah saatnya petani harus maju dan beriniovasi secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan mereka. Untuk itu petani harus mempunyai wawasan beroriantasi bisnis, dimana disamping berusaha meningkatkan hasil pertanian juga meningkat pendapatannya dari upaya memahami pasar sehingga produk pertaniannya dapat menghasilkan yang lebih besar.
“Petani harus mampu membuat terobosan dan hanya terpaku pada menanam padi saja, tetapi juga bisa menjadi petani holtikultura. Selain itu, petani juga harus memahami tehnologi informasi agar bisa mengetahui kebutuhan pasar dan yang bisa disiapkan,” ujarnya.
Dijelaskan lebih lanjut, sekarang ini perkembangan tehnologi semakin pesat. Apalagi dibidang tehnologi terapan yang terus dimodifikasi sedemikian rupa hingga menghasilkan produksi yang tinggi. “Dengan perkembangan teknologi terapan yang telah dilakukan oleh petani yang baru-baru ini dengan cara tanam tebar, ditinjau dari biaya produksi, waktu dan hasil memang lebih menguntungkan,” ungkap Bupati Madiun dengan tegas.
Inilah yang menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk selalu mendampingi dan selalu memberikan wawasan bagi para petani yang masih menggunakan cara-cara konvensional. “Bagi petani yang belum siap menerapkan sistem tanam tebar jangan memaksakan diri, kuasai dulu pengetahuan dan tehnologinya baru melaksanakan,” saran Bupati Madiun.
Diharapkan para petani mampu mengelola teknologi dengan memanfaatkan semaksimal mungkin namun juga memperhatikan adanya tenaga kerja yang masih membutuhkan lahan pekerjaan, misal bila dilingkungan masih banyak tenaga pertanian maka penggunaan mesin pertanian hendaknya dapat diperhitungkan demi kebutuhan tenaga kerja yang memerlukan lapangan kerja di bidang pertanian tersebut. “Dilingkungan sudah sulit untuk mendapatkan tenaga kerja maka baru tehnology mesin pertanian di manfaatkan,” pungkasnya.
Diketahui, panen raya di Desa Sidodadi dihadiri oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, Wakil Bupati Madiun, Ketua DPRD, Perwakilan Forpimda Kab. Madiun dan para tamu undangan. (p-76)
Madiun, Investigasi : Memang tidak salah bila dikatakan Kabupaten Madiun merupakan lumbung padi diwilayah Jawa Timur bagian barat. Hal ini dibuktikan dengan adanya panen padi Jenis C 4 dan Ciherang dengan luas areal mencapai 195 Ha di Desa Sidodadi, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Dari totalan luasan tersebut yang 7 Ha diantaranya ditanami dengan pola tanam sebar. Rabu (9/11/16).
Berdasarkan data yang diperoleh dilapangan, hasil panen padi yang ditanam secara konvensional oleh petani Desa Sidodadi per ubin mampu mengasilkan  10,24 ton/Ha. Tetapi yang ditanam dengan pola sebar bisa mencapai 11, 22 ton/Ha.
Saat ditemui dilokasi panen raya, M. Najib, Kadin Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Madiun mengatakan bahwa saat ini tengah panen raya padi jenis C4 dan Ciherang. Disini membuktikan bahwa pola tanam konvensional yang selama ini dilakukan oleh para petani masih kalah dengan pola sebar. “Kalau secara konvensional per ubinnya hanya sekitar 10,24 ton/Ha namun dengan pola sebar bisa mencapai 11,22 ton/Ha,” ungkap M. Najib, Rabu (9/11/16) di lokasi panen.
Dilanjutkan, pada tahun 2016 ini Kabupaten Madiun mengalami surplus 239 ton setara beras sehingga mampu menyumbang kebutuhan beras secara nasional. “Kalau pola tanam seperti ini dipertahankan, maka setiap panen pasti kita akan surplus,” tegasnya.
 Sementara, H. Muhtarom, Bupati Madiun mengatakan saat ini sudah saatnya petani harus maju dan beriniovasi secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan mereka. Untuk itu petani harus mempunyai wawasan beroriantasi bisnis, dimana disamping berusaha meningkatkan hasil pertanian juga meningkat pendapatannya dari upaya memahami pasar sehingga produk pertaniannya dapat menghasilkan yang lebih besar.
“Petani harus mampu membuat terobosan dan hanya terpaku pada menanam padi saja, tetapi juga bisa menjadi petani holtikultura. Selain itu, petani juga harus memahami tehnologi informasi agar bisa mengetahui kebutuhan pasar dan yang bisa disiapkan,” ujarnya.
Dijelaskan lebih lanjut, sekarang ini perkembangan tehnologi semakin pesat. Apalagi dibidang tehnologi terapan yang terus dimodifikasi sedemikian rupa hingga menghasilkan produksi yang tinggi. “Dengan perkembangan teknologi terapan yang telah dilakukan oleh petani yang baru-baru ini dengan cara tanam tebar, ditinjau dari biaya produksi, waktu dan hasil memang lebih menguntungkan,” ungkap Bupati Madiun dengan tegas.
Inilah yang menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk selalu mendampingi dan selalu memberikan wawasan bagi para petani yang masih menggunakan cara-cara konvensional. “Bagi petani yang belum siap menerapkan sistem tanam tebar jangan memaksakan diri, kuasai dulu pengetahuan dan tehnologinya baru melaksanakan,” saran Bupati Madiun.
Diharapkan para petani mampu mengelola teknologi dengan memanfaatkan semaksimal mungkin namun juga memperhatikan adanya tenaga kerja yang masih membutuhkan lahan pekerjaan, misal bila dilingkungan masih banyak tenaga pertanian maka penggunaan mesin pertanian hendaknya dapat diperhitungkan demi kebutuhan tenaga kerja yang memerlukan lapangan kerja di bidang pertanian tersebut. “Dilingkungan sudah sulit untuk mendapatkan tenaga kerja maka baru tehnology mesin pertanian di manfaatkan,” pungkasnya.
Diketahui, panen raya di Desa Sidodadi dihadiri oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, Wakil Bupati Madiun, Ketua DPRD, Perwakilan Forpimda Kab. Madiun dan para tamu undangan. (p-76)
Baca

Peringati Hari Kesehatan Nasional, TP PKK Kab Madiun Adakan Lomba Balita Sejahtera Indonesia

Madiun, Investigasi : Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 52 dan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Madiun, dalam pelaksanaan Lomba ini Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun. Sedangkan yang bertindak sebagai juri, yakni Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Ahli Gizi Indonesia menggelar acara Lomba Balita Sejahtera Indonesia di gedung Korpri, Pemkab Madiun, Jalan Alon-Alon Utara Kota Madiun, Selasa (8/11/16).
Dalam sambutannya, ketua Tim Pengggerak PKK Kabupaten Madiun, Hj. Sri Purwanti Muhtarom, mengatakan bahwa kesehatan merupakan hak azazi setiap manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang menjadi tanggung jawab setiap orang, keluarga dan masyarakat serta didukung oleh pemerintah.
Disini, Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.
Hal ini selaras dengan tugas dan kebijakan Tim Penggerak PKK. Yaitu melaksanakan intensifikasi peran PKK dan kerjasama lintas sektoral terkait dalam menciptakan keluarga sejahtera, meningkatkan peran serta dan kepedulian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. "Juga membentuk keluarga sadar gizi secara profesional oleh Tim Penggerak PKK bersama dinas terkait dan masyarakat sendiri," kata Hj. Sri Purwanti Muhtarom.
Sesuai peringatan Hari Jadi Kesehatan Nasional ke-52 yang jatuh tanggal 12 November dengan tema "Masyarakat Hidup Sehat Indonesia Kuat" dan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-KES 2016, pastisipasi dan kemandirian masyarakat perlu ditumbuhkembangkan. Terutama pada orang tua.
"Anak adalah karunia Tuhan yang sangat berharga dan merupakan generasi penerus bangsa. Peningkatan derajat kesehatan anak, apalagi dengan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, akan memberikan sumbangan yang nyata dalam meningkatkan daya saing bangsa yang saat ini dalam era globalisasi," ungkap Isteri Bupati Muhtarom dengan tegas.
Mengacu pada semua itu, TP PKK Kabupaten Madiun selalu berusaha untuk memberikan suatu pemikiran bahwa sasaran dari peran PKK adalah peningkatan fungsi Posyandu dengan para kadernya. "Karena itu, saya menyambut baik dengan dilaksankan lomba Balita Sejahtera Indonesia untuk meningkatkan status gizi balita yang pada dasarnya melaksanakan upaya dalam melaksanakan upaya dalam melaksanakan peningkatan gizi masyarakat Kabupaten Madiun," pungkasnya.
Diketahui, Lomba Balita Sejahtera Indonesia ini diikuti 52 Balita  yang mewakili masing-masing Puskesmas dan mengambil tema "Lomba Balita Sejahtera Indonesia" ini dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-52 dan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Madiun.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Soelistyo Widiantono, menyarankan, agar balita tumbuh dengan baik, harus diberi gizi yang dimulai sejak janin hingga anak berusia dua tahun.
 "Juga lakukan timbang anak setiap bulan di posyandu, berikan vitamin A pada bulan Februari dan Agustus dan ajak anak bermain dan kembangkan kreatifitasnya," kata dr. Soelistyo. (p-76).
Madiun, Investigasi : Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 52 dan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Madiun, dalam pelaksanaan Lomba ini Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun. Sedangkan yang bertindak sebagai juri, yakni Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Ahli Gizi Indonesia menggelar acara Lomba Balita Sejahtera Indonesia di gedung Korpri, Pemkab Madiun, Jalan Alon-Alon Utara Kota Madiun, Selasa (8/11/16).
Dalam sambutannya, ketua Tim Pengggerak PKK Kabupaten Madiun, Hj. Sri Purwanti Muhtarom, mengatakan bahwa kesehatan merupakan hak azazi setiap manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang menjadi tanggung jawab setiap orang, keluarga dan masyarakat serta didukung oleh pemerintah.
Disini, Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengamanatkan pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.
Hal ini selaras dengan tugas dan kebijakan Tim Penggerak PKK. Yaitu melaksanakan intensifikasi peran PKK dan kerjasama lintas sektoral terkait dalam menciptakan keluarga sejahtera, meningkatkan peran serta dan kepedulian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. "Juga membentuk keluarga sadar gizi secara profesional oleh Tim Penggerak PKK bersama dinas terkait dan masyarakat sendiri," kata Hj. Sri Purwanti Muhtarom.
Sesuai peringatan Hari Jadi Kesehatan Nasional ke-52 yang jatuh tanggal 12 November dengan tema "Masyarakat Hidup Sehat Indonesia Kuat" dan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-KES 2016, pastisipasi dan kemandirian masyarakat perlu ditumbuhkembangkan. Terutama pada orang tua.
"Anak adalah karunia Tuhan yang sangat berharga dan merupakan generasi penerus bangsa. Peningkatan derajat kesehatan anak, apalagi dengan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, akan memberikan sumbangan yang nyata dalam meningkatkan daya saing bangsa yang saat ini dalam era globalisasi," ungkap Isteri Bupati Muhtarom dengan tegas.
Mengacu pada semua itu, TP PKK Kabupaten Madiun selalu berusaha untuk memberikan suatu pemikiran bahwa sasaran dari peran PKK adalah peningkatan fungsi Posyandu dengan para kadernya. "Karena itu, saya menyambut baik dengan dilaksankan lomba Balita Sejahtera Indonesia untuk meningkatkan status gizi balita yang pada dasarnya melaksanakan upaya dalam melaksanakan upaya dalam melaksanakan peningkatan gizi masyarakat Kabupaten Madiun," pungkasnya.
Diketahui, Lomba Balita Sejahtera Indonesia ini diikuti 52 Balita  yang mewakili masing-masing Puskesmas dan mengambil tema "Lomba Balita Sejahtera Indonesia" ini dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-52 dan Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Madiun.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Soelistyo Widiantono, menyarankan, agar balita tumbuh dengan baik, harus diberi gizi yang dimulai sejak janin hingga anak berusia dua tahun.
 "Juga lakukan timbang anak setiap bulan di posyandu, berikan vitamin A pada bulan Februari dan Agustus dan ajak anak bermain dan kembangkan kreatifitasnya," kata dr. Soelistyo. (p-76).
Baca

Bupati Madiun Sampaikan Nota Keuangan RAPBD TA 2017 di DPRD Kabupaten Madiun

Madiun, Investigasi : Setelah mencapai kesepakatan dalam pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Platfon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2017 antara Pemkab Madiun dengan DPRD Kabupaten Madiun, kini Bupati Madiun, H. Muhtarom menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2017 di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Senin, (7/11/16).
Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD tahun anggaran 2017 ini dihadiri oleh Bupati Madiun, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Forpimda, jajaran SKPD dan Para Anggota DPRD yang dinyatakan memenuhi kuorum.
Dalam penjelasannya dihadapan para Anggota DPRD Kabupaten Madiun, Bupati Madiun, H.Muhtarom menjelaskan bahwa dalam RAPBD tahun anggaran 2017 ada beberapa subtansi yang tidak sesuai dengan KUA dan PPAS yang sudah disepakati bersama. "Hal ini disebabkan masih mengacu pada dana perimbangan 2016 dan karena pada saat penyusunan KUA dan PPAS alokasi dana transfer dari Pemerintah Pusat ke daerah belum ditetapkan," ungkap Muhtarom.
Lebih lanjut Bupati Madiun menjelaskan bahwa secara umum RAPBD Kabupaten Madiun tahun anggaran 2017, posisi penerimaan Pendapatan Daerah sebesar Rp. 1.770.133 triliun. Lantas Bupati Madiun menjelaskan rinciannya dihadapan para peserta sidang yaitu dari PAD sebesar Rp. 179,46 miliar, dari Dana Perimbangan Rp. 1.317.602 triliun, dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp. 273,483 miliar.
Bupati Madiun menegaskan bahwa RAPBD tahun anggaran 2017 ini perlu disingkronkan dengan kebijakan dan program prioritas dari Pemerintah Ousat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "RAPBD tahun anggaran 2017 ini sudah disesuaikan dengan peraturan yang ada," tegasnya.
Setelah Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Kabupaten Madiun tahun anggaran 2017, Bupati Madiun menyerahkan sepenuhnya kepada DPRD Kabupaten Madiun untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut sesuai dengan mekanisme yang berlaku. "Semoga semuanya berjalan dan dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan," pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Setelah mencapai kesepakatan dalam pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Platfon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2017 antara Pemkab Madiun dengan DPRD Kabupaten Madiun, kini Bupati Madiun, H. Muhtarom menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2017 di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Madiun, Senin, (7/11/16).
Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD tahun anggaran 2017 ini dihadiri oleh Bupati Madiun, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Forpimda, jajaran SKPD dan Para Anggota DPRD yang dinyatakan memenuhi kuorum.
Dalam penjelasannya dihadapan para Anggota DPRD Kabupaten Madiun, Bupati Madiun, H.Muhtarom menjelaskan bahwa dalam RAPBD tahun anggaran 2017 ada beberapa subtansi yang tidak sesuai dengan KUA dan PPAS yang sudah disepakati bersama. "Hal ini disebabkan masih mengacu pada dana perimbangan 2016 dan karena pada saat penyusunan KUA dan PPAS alokasi dana transfer dari Pemerintah Pusat ke daerah belum ditetapkan," ungkap Muhtarom.
Lebih lanjut Bupati Madiun menjelaskan bahwa secara umum RAPBD Kabupaten Madiun tahun anggaran 2017, posisi penerimaan Pendapatan Daerah sebesar Rp. 1.770.133 triliun. Lantas Bupati Madiun menjelaskan rinciannya dihadapan para peserta sidang yaitu dari PAD sebesar Rp. 179,46 miliar, dari Dana Perimbangan Rp. 1.317.602 triliun, dan lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp. 273,483 miliar.
Bupati Madiun menegaskan bahwa RAPBD tahun anggaran 2017 ini perlu disingkronkan dengan kebijakan dan program prioritas dari Pemerintah Ousat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "RAPBD tahun anggaran 2017 ini sudah disesuaikan dengan peraturan yang ada," tegasnya.
Setelah Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Kabupaten Madiun tahun anggaran 2017, Bupati Madiun menyerahkan sepenuhnya kepada DPRD Kabupaten Madiun untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut sesuai dengan mekanisme yang berlaku. "Semoga semuanya berjalan dan dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan," pungkasnya. (p-76)
Baca

Peringati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Pemkab Madiun Gelar Senam Bersama dan Bazar UMKM

Madiun, Investigasi : Dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 71, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan acara senam bersama yang diikuti oleh ratusan PNS yang ada dilingkup Pusat Pemerintahan Mejayan.
Setelah senam bersama usai, lantas para Pegawai Negeri Sipil dilingkup Pemerintahan Kabupaten Madiun menggelar apel pagi yang dipimpin oleh Agrim Churnia Assisten Perekonomian dan Pembangunan
Saat memberikan pengarahan, Agrim Churnia mengatakan bahwa peringatan hari jadi propinsi yang ke 71 ini Pemerintah Kabupaten Madiun menyelenggarakan senam bersama. Hal ini dimaksudkan untuk memberi wadah pada para pegawai agar bisa saling berinteraksi antar sesama pegawai. "Setiap hari kita dituntut pekerjaan yang mengharuskan kita fokus sehingga komunikasi dan interaksi antar sesama pegawai jarang dilakukan, nah melalui momentum yang sangat bagus ini bisa diharapkan bisa digunakan sebaiknya untuk saling berinteraksi," ungkap Agrim Churnia.
Bukan hanya itu saja, momentum peringatan Hari Jadi Propinsi Jawa Timur yang ke 71 ini juga digunakan untuk saling mengasah kemampuan berolah raga antar pimpinan SKPD yang berada dilingkup Pemerintahan Kabupaten Madiun. "Nanti juga akan dilaksanakan pertandingan voly antar pimpinan SKPD dan selingan pengundian doorprise bagi pemegang kupon undian," lanjutnya.
Oleh karena itu, Agrim Churnia meminta para pegawai untuk tidak langsung pulang tetapi mengikuti rangkaian acara ini hingga selesai, siapa tahu keberuntungan berpihak pada salah satu pegawai. "Banyak sekali hadiah yang telah disediakan oleh panitia, siapa tahu salah satunya bisa dimenangkan dan dibawa pulang," tegasnya.
Terkait masalah olah raga yang digelar, Pemerintah Kabupaten Madiun Tidak hanya menyediakan sarana olahraga untuk bermain voly saja, tapi juga pingpong dan lainnya sehingga bisa full untuk kegiatan olahraga.
Usai melaksanakan apel pagi, para peserta dihibur dengam panggung yang menyajikan musik elekton. Tampak sebagian besar peserta juga mengunjungi stand bazar UMKM yang menyediakan berbagai macam makanan olahan produksi dari anggota UMKM diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun. (p-76)
Madiun, Investigasi : Dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 71, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan acara senam bersama yang diikuti oleh ratusan PNS yang ada dilingkup Pusat Pemerintahan Mejayan.
Setelah senam bersama usai, lantas para Pegawai Negeri Sipil dilingkup Pemerintahan Kabupaten Madiun menggelar apel pagi yang dipimpin oleh Agrim Churnia Assisten Perekonomian dan Pembangunan
Saat memberikan pengarahan, Agrim Churnia mengatakan bahwa peringatan hari jadi propinsi yang ke 71 ini Pemerintah Kabupaten Madiun menyelenggarakan senam bersama. Hal ini dimaksudkan untuk memberi wadah pada para pegawai agar bisa saling berinteraksi antar sesama pegawai. "Setiap hari kita dituntut pekerjaan yang mengharuskan kita fokus sehingga komunikasi dan interaksi antar sesama pegawai jarang dilakukan, nah melalui momentum yang sangat bagus ini bisa diharapkan bisa digunakan sebaiknya untuk saling berinteraksi," ungkap Agrim Churnia.
Bukan hanya itu saja, momentum peringatan Hari Jadi Propinsi Jawa Timur yang ke 71 ini juga digunakan untuk saling mengasah kemampuan berolah raga antar pimpinan SKPD yang berada dilingkup Pemerintahan Kabupaten Madiun. "Nanti juga akan dilaksanakan pertandingan voly antar pimpinan SKPD dan selingan pengundian doorprise bagi pemegang kupon undian," lanjutnya.
Oleh karena itu, Agrim Churnia meminta para pegawai untuk tidak langsung pulang tetapi mengikuti rangkaian acara ini hingga selesai, siapa tahu keberuntungan berpihak pada salah satu pegawai. "Banyak sekali hadiah yang telah disediakan oleh panitia, siapa tahu salah satunya bisa dimenangkan dan dibawa pulang," tegasnya.
Terkait masalah olah raga yang digelar, Pemerintah Kabupaten Madiun Tidak hanya menyediakan sarana olahraga untuk bermain voly saja, tapi juga pingpong dan lainnya sehingga bisa full untuk kegiatan olahraga.
Usai melaksanakan apel pagi, para peserta dihibur dengam panggung yang menyajikan musik elekton. Tampak sebagian besar peserta juga mengunjungi stand bazar UMKM yang menyediakan berbagai macam makanan olahan produksi dari anggota UMKM diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun. (p-76)
Baca

Heboh, Warga Plaosan Temukan Tengkorak Manusia Dihutan Mojosemi

Investigasi, Magetan : Sesosok mayat yang sudah berbentuk tengkorak gegerkan warga Plaosan, mayat yang diduga berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas diperkirakan berusia 70, tahun pertama kali ditemukan warga di hutan bumi perkemahan Mojosemi, Kelurahan Sarangan,Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Rabu 02 November 2016.
Menurut keterangan saksi Warsi warga Singolangu,Kelurahan Sarangan, pertama kali melihat mayat tersebut dalam posisi bersandar di pohon. Awalnya sekira pukul 8 pagi Warsi yang bermaksud hendak memperbaiki pipa air yang rusak karena longsor, mencium bau busuk disekitar lokasi. Karena penasaran dirinyapun mencari sumber bau tersebut. Kaget bukan kepalang ternyata sumber bau tersebut, dari seonggok jasad manusia yang sudah menjadi tengkorak, dan dipenuhi belatung. “Awalnya saya mau benerin pipa, karena rusak waktu longsor beberapa waktu lalu. Waktu saya nyari-nyari lokasi pipa yang rusak, saya mencium bau busuk yang menyengat, saya kira bau busuk bangkai hewan. Ternyata setelah saya cari, dan saya melihat mayat ini,” ungkap Warsi kepada Wartawan Investigasi.
Agus Susanto Saksi lain yang berada di lokasi penemuan menuturkan, setelah kami temukan mayat tersebut kami langsung lapor kepada pihak kepolisian Polsek Ploaosan. Kaget juga sih, soalnya mayat tersebut sudah rusak parah dan tubuhnya sebagian sudah menjadi tengkorak, dan baunya menyengat banget,” tutur Agus.
Pihak kepolisian yang hadir dilokasi penemuan mayat tersebut, langsung mengidentifikasi dan membawa mayat ini ke Rumah sakit umum Magetan. Hasil identifikasi sementara belum diketahui penyebab kematian korban, barang bukti yang ditemukan hanya kaos yang dikenakan korban bertuliskan EBY dan lambang partai demokrat dan celana kain warna gelap. Kepada awak media yang hadir pihak kepolisian Polsek Plaosan mengatakan, Bagi masyarakat Magetan khususnya, yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya dengan ciri-ciri tesebut, agar dapat segera menghubungi Polsek Plaosan. (mad)
Investigasi, Magetan : Sesosok mayat yang sudah berbentuk tengkorak gegerkan warga Plaosan, mayat yang diduga berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas diperkirakan berusia 70, tahun pertama kali ditemukan warga di hutan bumi perkemahan Mojosemi, Kelurahan Sarangan,Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Rabu 02 November 2016.
Menurut keterangan saksi Warsi warga Singolangu,Kelurahan Sarangan, pertama kali melihat mayat tersebut dalam posisi bersandar di pohon. Awalnya sekira pukul 8 pagi Warsi yang bermaksud hendak memperbaiki pipa air yang rusak karena longsor, mencium bau busuk disekitar lokasi. Karena penasaran dirinyapun mencari sumber bau tersebut. Kaget bukan kepalang ternyata sumber bau tersebut, dari seonggok jasad manusia yang sudah menjadi tengkorak, dan dipenuhi belatung. “Awalnya saya mau benerin pipa, karena rusak waktu longsor beberapa waktu lalu. Waktu saya nyari-nyari lokasi pipa yang rusak, saya mencium bau busuk yang menyengat, saya kira bau busuk bangkai hewan. Ternyata setelah saya cari, dan saya melihat mayat ini,” ungkap Warsi kepada Wartawan Investigasi.
Agus Susanto Saksi lain yang berada di lokasi penemuan menuturkan, setelah kami temukan mayat tersebut kami langsung lapor kepada pihak kepolisian Polsek Ploaosan. Kaget juga sih, soalnya mayat tersebut sudah rusak parah dan tubuhnya sebagian sudah menjadi tengkorak, dan baunya menyengat banget,” tutur Agus.
Pihak kepolisian yang hadir dilokasi penemuan mayat tersebut, langsung mengidentifikasi dan membawa mayat ini ke Rumah sakit umum Magetan. Hasil identifikasi sementara belum diketahui penyebab kematian korban, barang bukti yang ditemukan hanya kaos yang dikenakan korban bertuliskan EBY dan lambang partai demokrat dan celana kain warna gelap. Kepada awak media yang hadir pihak kepolisian Polsek Plaosan mengatakan, Bagi masyarakat Magetan khususnya, yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya dengan ciri-ciri tesebut, agar dapat segera menghubungi Polsek Plaosan. (mad)
Baca

Pemkab Madiun Buka Lowongan Untuk Jabatan Direktur PDAM

Madiun, Investigasi : Menjelang habis masa jabatan Direktur PDAM “Tirta Dharma Purabaya” Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten Madiun membuka lowongan bagi siapapun yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. Pendaftaran dimulai tanggal 7 sampai dengan tanggal 17 November 2016 ini dan seleksi berakhir pada bulan Desember 2016.
ada tiga posisi Direktur yang akan diperebutkan dalam seleksi ini. Pertama Direktur Utama, Direktur Bidang Teknik dan Direktur Administrasi. Adapun persyaratan yang ditetapkan adalah minimal lulusan Strata 1 (S-1), usia maximal 50 tahun per tanggal 31 Desember 2016, memiliki keahlian di bidang BUMD minimal 10 tahun dan lulus pelatihan manager dari dalam maupun luar dibidang air minum.
Khusus untuk orang dalam (PDAM Tirta Dharma Purabaya), usia maximal 55 tahun per tanggal 31 Desember 2016. Kalau pendaftar bebas dari seluruh Indonesia. TNI/POLRI/PNS juga boleh. Tapi kalau TNI/POLRI dan PNS, kalau terpilih harus mengundurkan diri dari statusnya yang lama.
Saat memberikan keterangan pada Wartawan diruangannya, Tontro Pahlawanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun membuka lowongan untuk jabatan ketiga Direktur ini Karena masa jabatan Direktur yang lama (Subyantoro) habis nanti per tanggal 15 Januari 2017.
“Kami adakan seleksi untuk mengisi posisi direktur, karena direktur yang sekarang (Subyantoro) akan mengakhiri masa jabatannya pada 15 Januari 2017 mendatang,” kata Tontro Pahlawanto.
Sedangkan untuk susunan panitia seleksi calon Direktur PDAM, Tontro menjelaskan bahwa dirinya duduk sebagai Ketua Tim Panitia Seleksi dengan mengandeng pihak ketiga. “Disini kita hanya sebagai tim persiapan seleksi saja,” kata Ketua Tim Seleksi, Tontro Pahlawanto, didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Madiun, Herry Supramono, kepada wartawan, Selasa (1/10/16).
Terkait dengan lowongan tiga Direktur PDAM, Sekda Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa dengan semakin luasnya cakupan pelayanan di PDAM Tirta Dharma Purabaya ini, maka diperlukan para manager handal dibidangnya. “Disini kita sudah memenuhi syarat terkait pelayanan yaitu minimal 30 ribu pelanggan,” tegasnya.
Jika pelamar sudah memenuhi syarat administrasi, paparnya, kemudian dilanjutkan dengan tahapan berikutnya berupa test. Yakni test tulis, kesehatan, psikotest dan terakhir test wawancara yang dilakukan langsung oleh Bupati Madiun. “Jadi kami melakukan perekrutan ini, sesuai aturan Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum,” pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Menjelang habis masa jabatan Direktur PDAM “Tirta Dharma Purabaya” Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten Madiun membuka lowongan bagi siapapun yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. Pendaftaran dimulai tanggal 7 sampai dengan tanggal 17 November 2016 ini dan seleksi berakhir pada bulan Desember 2016.
ada tiga posisi Direktur yang akan diperebutkan dalam seleksi ini. Pertama Direktur Utama, Direktur Bidang Teknik dan Direktur Administrasi. Adapun persyaratan yang ditetapkan adalah minimal lulusan Strata 1 (S-1), usia maximal 50 tahun per tanggal 31 Desember 2016, memiliki keahlian di bidang BUMD minimal 10 tahun dan lulus pelatihan manager dari dalam maupun luar dibidang air minum.
Khusus untuk orang dalam (PDAM Tirta Dharma Purabaya), usia maximal 55 tahun per tanggal 31 Desember 2016. Kalau pendaftar bebas dari seluruh Indonesia. TNI/POLRI/PNS juga boleh. Tapi kalau TNI/POLRI dan PNS, kalau terpilih harus mengundurkan diri dari statusnya yang lama.
Saat memberikan keterangan pada Wartawan diruangannya, Tontro Pahlawanto, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun membuka lowongan untuk jabatan ketiga Direktur ini Karena masa jabatan Direktur yang lama (Subyantoro) habis nanti per tanggal 15 Januari 2017.
“Kami adakan seleksi untuk mengisi posisi direktur, karena direktur yang sekarang (Subyantoro) akan mengakhiri masa jabatannya pada 15 Januari 2017 mendatang,” kata Tontro Pahlawanto.
Sedangkan untuk susunan panitia seleksi calon Direktur PDAM, Tontro menjelaskan bahwa dirinya duduk sebagai Ketua Tim Panitia Seleksi dengan mengandeng pihak ketiga. “Disini kita hanya sebagai tim persiapan seleksi saja,” kata Ketua Tim Seleksi, Tontro Pahlawanto, didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Madiun, Herry Supramono, kepada wartawan, Selasa (1/10/16).
Terkait dengan lowongan tiga Direktur PDAM, Sekda Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa dengan semakin luasnya cakupan pelayanan di PDAM Tirta Dharma Purabaya ini, maka diperlukan para manager handal dibidangnya. “Disini kita sudah memenuhi syarat terkait pelayanan yaitu minimal 30 ribu pelanggan,” tegasnya.
Jika pelamar sudah memenuhi syarat administrasi, paparnya, kemudian dilanjutkan dengan tahapan berikutnya berupa test. Yakni test tulis, kesehatan, psikotest dan terakhir test wawancara yang dilakukan langsung oleh Bupati Madiun. “Jadi kami melakukan perekrutan ini, sesuai aturan Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Ngawi Peringati Hari Kesehatan Nasional Dengan Jalan Sehat Dan Senam Bersama Serta Germas Hidup Sehat

Ngawi, Investigasi : Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) ke 52 tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menggelar berbagai acara (30/10) antara lain adalah senam bersama bertempat di alun-alun Merdeka dan jalan sehat menyusuri jalan protokol serta Gerakan Masyarakat ( GERMAS ) Hidup Sehat yang digelar di dua Kecamatan masing-masing di Kecamatan Paron bertempat di Desa Sirigan dan di Kecamatan Padas bertempat di Desa Bendo.
Giat Jalan Sehat dipimpin oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan diikuti oleh Wakil Bupati Ony Anwar, Sekretaris Daerah Siswanto, para Asisten, para Pimpinan SKPD, para Karyawan-karyawati serta para Pelajar. Dengan mengambil start dan fenish di alun-alun Merdeka, jalan sehat menyusuri jalan Teuku Umar, jalan Jaksa Agung Suprapto, jalan Dr. Sutomo, jalan Ronggo Warsito, jalan Trnojoyo dan jalan Tamrin.
Dalam sambutannya Budi Sulistyono mengatakan bahwa kegiatan Jalan Sehat tersebut disamping sebagai wahana silaturahmi antara para Karyawan dan Pimpinan, juga sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Oleh karena itu Bupati mengajak para pegawai dan masyarakat agar mau meluangkan waktu untuk berolahraga. Lebih lanjut dia menyampaikan pesan kepada peserta Jalan Sehat untuk menghindari hal-hal yang merusak kesehatan, misalnya jangan merokok, makan yang teratur, istirahat yang teratur dan sebagainya. Bupati menegaskan bahwa jika kita sehat kia akan produktif dan jika kita produktif maka kita akan sejahtera.
Dalam acara Jalan Sehat tersebut Panitia juga menyediakan hadiah utama berupa 6 unit sepeda gunung , pesawat televisi dan kulkas serta puluhan doorprize yang dibagikan kepada peserta dalam suasana yang sangat meriah.
Masih dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 52, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi juga menyelenggarakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Desa Sirigan Kecamatan Paron dan Desa Bendo Kecamatan Padas yang mendapatkan sambutan sangat antusias oleh warga masyarakat setempat. Disamping Bupati dan Wakil Bupati ikut hadir dalam acara tersebut Kepala Bank Jatim dan Kepala SKPD terkait.
Dalam sambutannya Bupati Budi Sulistyono mengatakan bahwa tujuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat salah satunya adalah merawat kesehatan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Bupati menyampaikan harapannya kepada masyarakat terutama kepada anak-anak untuk hidup sehat, menjaga kebersihan secara rutin dengan selalu mencuci tangan.
Dalam acara tersebut kepada masyarakat dibagikan bantuan secara simbolis antara lain sembako, alat sekolah dan alat cuci tangan pakai sabun ( CTPS ) kepada masyarakat. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) ke 52 tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menggelar berbagai acara (30/10) antara lain adalah senam bersama bertempat di alun-alun Merdeka dan jalan sehat menyusuri jalan protokol serta Gerakan Masyarakat ( GERMAS ) Hidup Sehat yang digelar di dua Kecamatan masing-masing di Kecamatan Paron bertempat di Desa Sirigan dan di Kecamatan Padas bertempat di Desa Bendo.
Giat Jalan Sehat dipimpin oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan diikuti oleh Wakil Bupati Ony Anwar, Sekretaris Daerah Siswanto, para Asisten, para Pimpinan SKPD, para Karyawan-karyawati serta para Pelajar. Dengan mengambil start dan fenish di alun-alun Merdeka, jalan sehat menyusuri jalan Teuku Umar, jalan Jaksa Agung Suprapto, jalan Dr. Sutomo, jalan Ronggo Warsito, jalan Trnojoyo dan jalan Tamrin.
Dalam sambutannya Budi Sulistyono mengatakan bahwa kegiatan Jalan Sehat tersebut disamping sebagai wahana silaturahmi antara para Karyawan dan Pimpinan, juga sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Oleh karena itu Bupati mengajak para pegawai dan masyarakat agar mau meluangkan waktu untuk berolahraga. Lebih lanjut dia menyampaikan pesan kepada peserta Jalan Sehat untuk menghindari hal-hal yang merusak kesehatan, misalnya jangan merokok, makan yang teratur, istirahat yang teratur dan sebagainya. Bupati menegaskan bahwa jika kita sehat kia akan produktif dan jika kita produktif maka kita akan sejahtera.
Dalam acara Jalan Sehat tersebut Panitia juga menyediakan hadiah utama berupa 6 unit sepeda gunung , pesawat televisi dan kulkas serta puluhan doorprize yang dibagikan kepada peserta dalam suasana yang sangat meriah.
Masih dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 52, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi juga menyelenggarakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Desa Sirigan Kecamatan Paron dan Desa Bendo Kecamatan Padas yang mendapatkan sambutan sangat antusias oleh warga masyarakat setempat. Disamping Bupati dan Wakil Bupati ikut hadir dalam acara tersebut Kepala Bank Jatim dan Kepala SKPD terkait.
Dalam sambutannya Bupati Budi Sulistyono mengatakan bahwa tujuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat salah satunya adalah merawat kesehatan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Bupati menyampaikan harapannya kepada masyarakat terutama kepada anak-anak untuk hidup sehat, menjaga kebersihan secara rutin dengan selalu mencuci tangan.
Dalam acara tersebut kepada masyarakat dibagikan bantuan secara simbolis antara lain sembako, alat sekolah dan alat cuci tangan pakai sabun ( CTPS ) kepada masyarakat. (pdy)
Baca

Lumbung Pangan Desa Sebayi Tidak Ada Duanya di Wilayah Lain

Madiun, Investigasi : Desa Sebayi adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun dengan jumlah penduduk sekitar 3.676 jiwa. Mayoritas penduduk Desa Sebayi adalah petani dan masyarakat yang hidup ditepian hutan.
Desa Sebayi mempunyai satu potensi andalan yang tidak dimiliki oleh desa-desa lain di wilayah Kabupaten Madiun. Andalan tersebut adalah Lumbung Pangan. Lumbung pangan ini berisikan gabah untuk persiapan bagi masyarakat Desa Sebayi sewaktu musim paceklik.
Saat dikonfirmasi, Suratmin, S.Pd, Kepala Desa Sebayi menuturkan bahwa lumbung pangan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pada saat krisis moneter menghantam Indonesia pada tahun 1999 silam. Disaat itu, Desa Sebayi menerima bantuan lumbung pangan beserta isinya. “Dulu kita dapat bantuan lumbung beserta isinya sekitar 16 ton gabah untuk dikelola,” ungkap Suratmin, Sabtu (29/10/16) pada SKN Investigasi News.
Walau tertatih-tatih mengelola lumbung pangan tersebut, Suratmin beserta para guru bertekat untuk mengelola lumbung tersebut demi kepentingan masyarakat Desa Sebayi. Sekarang, saat dirinya menjabat orang nomor satu di Desa Sebayi, lumbung pangan tersebut berkembang menjadi 2 buah. “Yang dekat dengan kantor desa berisikan sekitar 50 ton gabah dan yang satunya baru terisi 5 ton,” kata Suratmin dengan bangga.
Dijelaskan lebih lanjut, pengelolaan lumbung pangan tersebut diserahkan ke BUMDes dengan sistem yang sangat bagus dan saling menguntungkan. Suratmin mengatakan bahwa biasanya nanti dibulan November isi lumbung pangan dikeluarkan untuk dipinjamkan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Sistemnya setiap masyarakat yang pinjam per kwintalnya akan mengembalikan ditambah 15 kilogram sewaktu panen,” lanjut Suratmin.
Ditegaskan oleh Suratmin, satu lumbung pangan ini akan habis dipinjam oleh masyarakat Desa Sebayi sewaktu musim tanam tiba. Saat itu adalah waktu yang tepat karena harga gabah merangkak naik. “Kalau sekarang dijual, harga gabah sangat bagus tapi kalau pas panen harga gabah cenderung turun,” lanjutnya.
Selain mempunyai andalan lumbung pangan, Desa Sebayi saat ini tengah aktif melaksanakan pembangunan fisik seperti rabat jalan dan pengaspalan. Dikatakan oleh Suratmin, dengan menggunakan Dana Desa, pihak pemerintah Desa Sebayi telah melaksanakan pembangunan rabat jalan yang dilaksanakan di RT 4 dan RT 5 dengan panjang sekitar 387 meter dan luasnya sekitar 4,5 meter. Semuanya menelan anggara sekitar Rp. 306 juta. Selain itu jalan di RT 13, 14, 15 dan RT 16 dilaksanakan proyek pengaspalan sepanjang 800 meter dan menelan anggaran sekitar Rp. 98 juta dan semuanya sudah selesai seratus persen.

Diharapkan, dengan lancarnya pembangunan diberbagai bidang ini, Desa Sebayi kedepannya akan semakin maju dan sejahtera. “Pembangunan ini sangat diharapkan oleh masyarakat, kedepannya pembangunan terus bertambah dan Desa Sebayi bisa lebih maju,” pungkas Suratmin dengan tersenyum. (p-76)
Madiun, Investigasi : Desa Sebayi adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun dengan jumlah penduduk sekitar 3.676 jiwa. Mayoritas penduduk Desa Sebayi adalah petani dan masyarakat yang hidup ditepian hutan.
Desa Sebayi mempunyai satu potensi andalan yang tidak dimiliki oleh desa-desa lain di wilayah Kabupaten Madiun. Andalan tersebut adalah Lumbung Pangan. Lumbung pangan ini berisikan gabah untuk persiapan bagi masyarakat Desa Sebayi sewaktu musim paceklik.
Saat dikonfirmasi, Suratmin, S.Pd, Kepala Desa Sebayi menuturkan bahwa lumbung pangan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pada saat krisis moneter menghantam Indonesia pada tahun 1999 silam. Disaat itu, Desa Sebayi menerima bantuan lumbung pangan beserta isinya. “Dulu kita dapat bantuan lumbung beserta isinya sekitar 16 ton gabah untuk dikelola,” ungkap Suratmin, Sabtu (29/10/16) pada SKN Investigasi News.
Walau tertatih-tatih mengelola lumbung pangan tersebut, Suratmin beserta para guru bertekat untuk mengelola lumbung tersebut demi kepentingan masyarakat Desa Sebayi. Sekarang, saat dirinya menjabat orang nomor satu di Desa Sebayi, lumbung pangan tersebut berkembang menjadi 2 buah. “Yang dekat dengan kantor desa berisikan sekitar 50 ton gabah dan yang satunya baru terisi 5 ton,” kata Suratmin dengan bangga.
Dijelaskan lebih lanjut, pengelolaan lumbung pangan tersebut diserahkan ke BUMDes dengan sistem yang sangat bagus dan saling menguntungkan. Suratmin mengatakan bahwa biasanya nanti dibulan November isi lumbung pangan dikeluarkan untuk dipinjamkan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Sistemnya setiap masyarakat yang pinjam per kwintalnya akan mengembalikan ditambah 15 kilogram sewaktu panen,” lanjut Suratmin.
Ditegaskan oleh Suratmin, satu lumbung pangan ini akan habis dipinjam oleh masyarakat Desa Sebayi sewaktu musim tanam tiba. Saat itu adalah waktu yang tepat karena harga gabah merangkak naik. “Kalau sekarang dijual, harga gabah sangat bagus tapi kalau pas panen harga gabah cenderung turun,” lanjutnya.
Selain mempunyai andalan lumbung pangan, Desa Sebayi saat ini tengah aktif melaksanakan pembangunan fisik seperti rabat jalan dan pengaspalan. Dikatakan oleh Suratmin, dengan menggunakan Dana Desa, pihak pemerintah Desa Sebayi telah melaksanakan pembangunan rabat jalan yang dilaksanakan di RT 4 dan RT 5 dengan panjang sekitar 387 meter dan luasnya sekitar 4,5 meter. Semuanya menelan anggara sekitar Rp. 306 juta. Selain itu jalan di RT 13, 14, 15 dan RT 16 dilaksanakan proyek pengaspalan sepanjang 800 meter dan menelan anggaran sekitar Rp. 98 juta dan semuanya sudah selesai seratus persen.

Diharapkan, dengan lancarnya pembangunan diberbagai bidang ini, Desa Sebayi kedepannya akan semakin maju dan sejahtera. “Pembangunan ini sangat diharapkan oleh masyarakat, kedepannya pembangunan terus bertambah dan Desa Sebayi bisa lebih maju,” pungkas Suratmin dengan tersenyum. (p-76)
Baca

Bidang Industri dan IKM Laksanakan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat

Madiun, Investigasi : Untuk meningkatkan dan mengembangkan produksi usaha bordir di Kabupaten Madiun, Bidang Perindustrian, Dinas Koperindagpar Kabupaten Madiun melaksanakan Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat dalam bentuk Pelatihan Keterampilan Bordir.Acara ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut yaitu mulai tangga 27-29 Oktober 2016 dan diikuti oleh 50 peserta dari pengerajin bordir wilayah Kecamatan Wungu, Wonoasri, Dagangan dan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun.
Dalam pemaparannya, Kabid Industri dan IKM, Heri Nurtjahjo mengatakan bahwa pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat ini dilaksanakan untuk menyikapi beberapa permasalahan riil yang terjadi dilapangan dan yang dikeluhkan oleh IKM.
Dijelaskan, memasuki era globalisasi (MEA) persaingan didunia bisnis juga semakin ketat, baik secara produksi, harga maupun pangsa pasar barang yang dijual.
“Disini pelaku IKM harus bisa mengembangkan teknik bordir dan mampu berinovasi sehingga produk yang dihasilkan bisa mempunyai nilai jual pada masyarakat,” ungkap Heri Nurtjahjo.
Heri Nurtjahjo tidak menampik adanya keterbatasan sumber daya manusia sehingga berimbas pada produktivitas serta pola yang dihasilkan. “Makanya, kita adakan pelatihan dengan mengundang narasumber yang bagus sehingga bisa memberikan masukan dan wawasan baik terkait dengan design, teknik pemasaran serta inovasi sehingga pelaku usaha border yang ada di Kabupaten Madiun bisa belajar dari sini,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pelatihan ini, Bidang Industri dan IKM juga membuat metode ceramah, tanya jawab dan praktek tata acara pembuatan batik cap dengan mengambil narasumber dari BLK Provinsi Jawa Timur, Dekopinda Kabupaten Madiun serta Rumah Terampil Mandira, Sidoarjo.
Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Koperindagpar Kabupaten Madiun, sawung Rehtomo mengatakan bahwa kegiatan pembinaan dan pelatihan ini sangat penting dilakukan, mengingat persaingan dunia usaha juga semakin ketat.
Dijelaskan, dalam kegiatan ini nanti para peserta akan diberikan pembekalan serta melakukan praktek langsung bagaimana membuat barang yang kelihatan murah namun bila dipakai terlihat mahal. “Disini para peserta akan dimotivasi serta diberikan ilmu yang bermanfaat untuk bekal mengembangkan usahanya kedepan,” kata Sawung Rehtomo.
Terkait dengan kendala permodalan yang sering membelenggu pelaku usaha, Kadin Koperindagpar ini mengatakan bila sekarang ini Pemerintah Daerah tidak bisa lagi memberikan bantuan pada pelaku usaha Karena terkendala oleh aturan-aturan yang ada. “Jangan terlalu berharap pada bantuan pemerintah. Selama pelatihan ini, para peserta akan diberikan solusi agar menjadi wirausaha yang handal,” lanjutnya.
Sawung Rehtomo berpesan agar para pelaku usaha bordir di Kabupaten Madiun bias menciptakan pasar lokal sendiri. Selain itu para pelaku usaha bordir juga diminta untuk tidak egois dan mau bekerjasama dengan pelaku usaha yang sudah mapan sehingga tercipta sinergi yang baik.
Diharapkan, setelah selasai mengikuti kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja ini, para peserta mampu meningkatkan serta mengembangkan usahanya baik secara kuantitas serta kualitas.

“Saya berharap, acara ini dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagi ilmu dan para peserta tidak malu bertanya. Selain itu, bagi narasumber juga mau membuka diri bagi yang mau berkonsultasi sehingga peserta bisa mendapatkan ilmu bordir ini secara maksimal,” pungkas Sawung Rehtomo. (p-76)
Madiun, Investigasi : Untuk meningkatkan dan mengembangkan produksi usaha bordir di Kabupaten Madiun, Bidang Perindustrian, Dinas Koperindagpar Kabupaten Madiun melaksanakan Kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Keterampilan Kerja Bagi Tenaga Kerja dan Masyarakat dalam bentuk Pelatihan Keterampilan Bordir.Acara ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut yaitu mulai tangga 27-29 Oktober 2016 dan diikuti oleh 50 peserta dari pengerajin bordir wilayah Kecamatan Wungu, Wonoasri, Dagangan dan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun.
Dalam pemaparannya, Kabid Industri dan IKM, Heri Nurtjahjo mengatakan bahwa pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat ini dilaksanakan untuk menyikapi beberapa permasalahan riil yang terjadi dilapangan dan yang dikeluhkan oleh IKM.
Dijelaskan, memasuki era globalisasi (MEA) persaingan didunia bisnis juga semakin ketat, baik secara produksi, harga maupun pangsa pasar barang yang dijual.
“Disini pelaku IKM harus bisa mengembangkan teknik bordir dan mampu berinovasi sehingga produk yang dihasilkan bisa mempunyai nilai jual pada masyarakat,” ungkap Heri Nurtjahjo.
Heri Nurtjahjo tidak menampik adanya keterbatasan sumber daya manusia sehingga berimbas pada produktivitas serta pola yang dihasilkan. “Makanya, kita adakan pelatihan dengan mengundang narasumber yang bagus sehingga bisa memberikan masukan dan wawasan baik terkait dengan design, teknik pemasaran serta inovasi sehingga pelaku usaha border yang ada di Kabupaten Madiun bisa belajar dari sini,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pelatihan ini, Bidang Industri dan IKM juga membuat metode ceramah, tanya jawab dan praktek tata acara pembuatan batik cap dengan mengambil narasumber dari BLK Provinsi Jawa Timur, Dekopinda Kabupaten Madiun serta Rumah Terampil Mandira, Sidoarjo.
Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Koperindagpar Kabupaten Madiun, sawung Rehtomo mengatakan bahwa kegiatan pembinaan dan pelatihan ini sangat penting dilakukan, mengingat persaingan dunia usaha juga semakin ketat.
Dijelaskan, dalam kegiatan ini nanti para peserta akan diberikan pembekalan serta melakukan praktek langsung bagaimana membuat barang yang kelihatan murah namun bila dipakai terlihat mahal. “Disini para peserta akan dimotivasi serta diberikan ilmu yang bermanfaat untuk bekal mengembangkan usahanya kedepan,” kata Sawung Rehtomo.
Terkait dengan kendala permodalan yang sering membelenggu pelaku usaha, Kadin Koperindagpar ini mengatakan bila sekarang ini Pemerintah Daerah tidak bisa lagi memberikan bantuan pada pelaku usaha Karena terkendala oleh aturan-aturan yang ada. “Jangan terlalu berharap pada bantuan pemerintah. Selama pelatihan ini, para peserta akan diberikan solusi agar menjadi wirausaha yang handal,” lanjutnya.
Sawung Rehtomo berpesan agar para pelaku usaha bordir di Kabupaten Madiun bias menciptakan pasar lokal sendiri. Selain itu para pelaku usaha bordir juga diminta untuk tidak egois dan mau bekerjasama dengan pelaku usaha yang sudah mapan sehingga tercipta sinergi yang baik.
Diharapkan, setelah selasai mengikuti kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja ini, para peserta mampu meningkatkan serta mengembangkan usahanya baik secara kuantitas serta kualitas.

“Saya berharap, acara ini dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagi ilmu dan para peserta tidak malu bertanya. Selain itu, bagi narasumber juga mau membuka diri bagi yang mau berkonsultasi sehingga peserta bisa mendapatkan ilmu bordir ini secara maksimal,” pungkas Sawung Rehtomo. (p-76)
Baca

Ir.H. Budi Sulistyono Selaku Dewan Pembina Kukuhkan Pengurus Persatuan Wartawan Ngawi Periode Tahun 2016-2018

Ngawi, Investigasi : Bertempat di Pendapa Wedya Graha Kabupaten Ngawi Ir.H. Budi Sulistyono selaku Dewan Pembina Persatuan Wartawan Ngawi ( PWN ) yang saat ini menjadi orang nomer satu di Kabupaten Ngawi pada Jumat 28 Oktober 2016 telah mengukuhkan Pengurus PWN periode tahun 2016-2018 yang Ketua Umumnya dijabat oleh Pratiknyo Dwijoyuwono seorang wartawan dari Surat Kabar Nasional INVESTIGASI NEWS. Hadir dalam acara tersebut disamping Bupati juga Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Unsur Pimpinan Daerah, Direktur Bank Jatim, Segenap Kepala Dinas dan SKPD, Para Camat se Kabupaten Ngawi, Perwakilan Koordinator Kepala Desa dan LSM serta Wartawan diluar anggota PWN.
Perlu diketahui bahwa Organisasi Profesi PWN yang lahir pada tanggal 10 Februari 2012 telah mengalami pergantian kepengurusan sebanyak empat kali. Pertama Ketua Umum dijabat oleh Bayu Wijayanto, S.Sos dari Majalah Spektroem, kedua Kasmiyanto dari Majalah Panyebar Semangat, ketiga Gembong Pranowo, S.H. dari Majalah Netral dan yang keempat Pratiknyo Dwijoyuwono dari Surat Kabar Nasional Investigasi News.
Dalam perjalanannya PWN tak beda jauh dengan keberadaan organisasi pada umumnya, mengalami perubahan dalam hal jumlah keanggotaannya. Pada saat berita ini ditulis PWN beranggotakan 16 media cetak dan elektronik dengan jumlah anggota 40 orang wartawan.
Dapat ditambahkan bahwa dalam tubuh PWN saat ini memiliki tujuh orang wartawan yang sudah melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan ( UKW ). “Pada saatnya nanti Insya Allah semua anggota PWN melaksanakan UKW”, demikian ungkap Pratiknyo Dwijoyuwono kepada para anggotanya yang sampai saat ini belum berkesempatan melaksanakan UKW. “Kan kesempatan masih sangat-sangat terbentang panjang dan lebar”, demikian tambahnya.
Bupati Ngawi dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya dan berharap agar para Wartawan terutama yang bergabung dalam PWN meningkatkan karya nyatanya. Dikatakan bahwa Wartawan harus bisa membranding untuk mewujudkan Kabupaten Ngawi yang menandatangani MOU dengan Perhutani masalah penanganan obyek wisata MONUMEN SOERJO juga telah menandatangani MOU dengan pihak TNI dalam menangani Benteng Van Den Bosch peninggalan Jaman VOC yang terkenal dengan sebutan BETENG PENDEM. Dia mengatakan bahwa bangunan jaman Belanda yang kini sudah berantakan akan dipugar sedemikian rupa tanpa merubah nilai keasliannya, menjadi cagar budaya dan menjadi obyek wisata sejarah yang mempunyai nilai saing. “Bangunannya harus spektakuler, tidak ecek-ecek (sembarangan, bahasa dialek Ngawi-Red.). Untuk membuat Beteng Pendem spektakuler saya kira membutuhkan biaya paling tidak tiga ratus miliar”, demikian ungkap Bupati yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Usai pembacaan doa yang dibawakan oleh Katimin A. Rohim, sebagai acara pamungkas adalah pemberian ucapan selamat dari para hadirin kepada Pengurus PWN yang baru saja dikukuhkan dengan berjabat tangan. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Bertempat di Pendapa Wedya Graha Kabupaten Ngawi Ir.H. Budi Sulistyono selaku Dewan Pembina Persatuan Wartawan Ngawi ( PWN ) yang saat ini menjadi orang nomer satu di Kabupaten Ngawi pada Jumat 28 Oktober 2016 telah mengukuhkan Pengurus PWN periode tahun 2016-2018 yang Ketua Umumnya dijabat oleh Pratiknyo Dwijoyuwono seorang wartawan dari Surat Kabar Nasional INVESTIGASI NEWS. Hadir dalam acara tersebut disamping Bupati juga Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Unsur Pimpinan Daerah, Direktur Bank Jatim, Segenap Kepala Dinas dan SKPD, Para Camat se Kabupaten Ngawi, Perwakilan Koordinator Kepala Desa dan LSM serta Wartawan diluar anggota PWN.
Perlu diketahui bahwa Organisasi Profesi PWN yang lahir pada tanggal 10 Februari 2012 telah mengalami pergantian kepengurusan sebanyak empat kali. Pertama Ketua Umum dijabat oleh Bayu Wijayanto, S.Sos dari Majalah Spektroem, kedua Kasmiyanto dari Majalah Panyebar Semangat, ketiga Gembong Pranowo, S.H. dari Majalah Netral dan yang keempat Pratiknyo Dwijoyuwono dari Surat Kabar Nasional Investigasi News.
Dalam perjalanannya PWN tak beda jauh dengan keberadaan organisasi pada umumnya, mengalami perubahan dalam hal jumlah keanggotaannya. Pada saat berita ini ditulis PWN beranggotakan 16 media cetak dan elektronik dengan jumlah anggota 40 orang wartawan.
Dapat ditambahkan bahwa dalam tubuh PWN saat ini memiliki tujuh orang wartawan yang sudah melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan ( UKW ). “Pada saatnya nanti Insya Allah semua anggota PWN melaksanakan UKW”, demikian ungkap Pratiknyo Dwijoyuwono kepada para anggotanya yang sampai saat ini belum berkesempatan melaksanakan UKW. “Kan kesempatan masih sangat-sangat terbentang panjang dan lebar”, demikian tambahnya.
Bupati Ngawi dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya dan berharap agar para Wartawan terutama yang bergabung dalam PWN meningkatkan karya nyatanya. Dikatakan bahwa Wartawan harus bisa membranding untuk mewujudkan Kabupaten Ngawi yang menandatangani MOU dengan Perhutani masalah penanganan obyek wisata MONUMEN SOERJO juga telah menandatangani MOU dengan pihak TNI dalam menangani Benteng Van Den Bosch peninggalan Jaman VOC yang terkenal dengan sebutan BETENG PENDEM. Dia mengatakan bahwa bangunan jaman Belanda yang kini sudah berantakan akan dipugar sedemikian rupa tanpa merubah nilai keasliannya, menjadi cagar budaya dan menjadi obyek wisata sejarah yang mempunyai nilai saing. “Bangunannya harus spektakuler, tidak ecek-ecek (sembarangan, bahasa dialek Ngawi-Red.). Untuk membuat Beteng Pendem spektakuler saya kira membutuhkan biaya paling tidak tiga ratus miliar”, demikian ungkap Bupati yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Usai pembacaan doa yang dibawakan oleh Katimin A. Rohim, sebagai acara pamungkas adalah pemberian ucapan selamat dari para hadirin kepada Pengurus PWN yang baru saja dikukuhkan dengan berjabat tangan. (pdy)
Baca

Pemerintah Desa Tapelan Gencar Laksanakan Pembangunan Desa DiBerbagai Bidang

Madiun, Investigasi : Semenjak dilantik menjadi Kepala Desa Tapelan, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun tanggal 6 Desember 2013, Sumino langsung melaksanakan program-program yang sudah disusunnya. Apalagi program yang dilaksanakan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat maupun mendapat kucuran dari Dana Desa.
Saat ditemui di Kantor Desa Tapelan, Kades Sumino mengatakan Gebrakan pertama yaitu pada saat Desa Tapelan mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah Bakti Sosial Terpadu (BST) pasca dirinya dilantik oleh Bupati Madiun. Pada bulan Januari hingga Februari 2014, untuk menunjang ibadah masyarakat di Desa Tapelan, Kades Sumino membangun Induk Masjid.
Induk masjid tersebut dibangun dengan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp. 300 juta. Rinciannya adalah swadaya masyarakat sekitar Rp. 20 juta, pinjaman Rp. 30 juta. “Pinjaman tersebut sudah diselesaikan. Mulai awal sampai sekarang masjid tersebut sudah 80 persen,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, dalam kepemimpinan Sumino, ditahun 2014 membuat gubug pertanian, cagar budaya (cungkup), jembatan penghubung antar sawah. “Dulu sewaktu panen, masyarakat harus lewat Desa Bulakrejo, namun sekarang dengan adanya jembatan tersebut masyarakat tidal lagi,” lanjutnya.
Terkait dengan pembangunan fisik, Pemerintah Desa Tapelan membangun rabat jalan sepanjang 500 meter yang dimulai dari ujung desa Tapelan. Selain itu, untuk memberi tinggalan pada anak cucu generasi penerus, Kades Sumino mempelopori penanaman jati yang lokasinya ada di jalan sawah, pinggir lapangan dan tepi makam Desa Tapelan. “Saya dibantu dengan tenaga kerja, sedangkan bibitnya dari Pertanian. Untuk pohon jati yang ada dilapangan dan makam semuanya atas biaya pribadi,” tegasnya.
Selain itu, dalam kepemimpinannya, Desa Tapelan juga membangun Plang arah masuk Desa Tapelan dan Gapura masuk desa yang lokasinya ada di dua tempat dan semua biaya tersebut diambilkan dari Dana Desa. Ditahun 2015, Kades Sumino berinisiati membangun Pendopo Kantor Desa Tapelan dan membangun saluran air kesungai yang dimulai dari wilayah Kasun I dan II. “Semuanya mengarah kesungai. Ini dilakukan karena setiap musim penghujan daera tersebut pasti digenangi air, namun sekarang tidak lagi,” kata Kades yang juga mantan karyawan PG Redjoagung ini dengan tersenyum.
Ditahun 2016 ini, Pemerintah Desa Tapelan yang dipimpinnya melaksanakan rabat jalan diwilayah RT 1, RT 2 dan RT 8. Bukan hanya itu saja, pembangunan drainase untuk RT 10 dan 11 juga dikebut dan sesuai target. “Semuanya diarahkan kesungai sebab air hujan dan buangan dari perumahan selama ini tidak dapat terbuang,” ujarnya.

Dan yang terbaru adalah pembangunan Polindes yang berada disebelah selatan Kantor Desa Tapelan serta Gapura Gang masuk di RT masing-masing di tiga tempat dan pemadatan (penggrosokan) jalan sawah. “Untuk Gapura sebenarnya ada empat, namun yang satu belum dibangun. Sedangkan penggrosokan jalan ini untuk membantu memudahkan masyarakat saat panen,” pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Semenjak dilantik menjadi Kepala Desa Tapelan, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun tanggal 6 Desember 2013, Sumino langsung melaksanakan program-program yang sudah disusunnya. Apalagi program yang dilaksanakan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat maupun mendapat kucuran dari Dana Desa.
Saat ditemui di Kantor Desa Tapelan, Kades Sumino mengatakan Gebrakan pertama yaitu pada saat Desa Tapelan mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah Bakti Sosial Terpadu (BST) pasca dirinya dilantik oleh Bupati Madiun. Pada bulan Januari hingga Februari 2014, untuk menunjang ibadah masyarakat di Desa Tapelan, Kades Sumino membangun Induk Masjid.
Induk masjid tersebut dibangun dengan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp. 300 juta. Rinciannya adalah swadaya masyarakat sekitar Rp. 20 juta, pinjaman Rp. 30 juta. “Pinjaman tersebut sudah diselesaikan. Mulai awal sampai sekarang masjid tersebut sudah 80 persen,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, dalam kepemimpinan Sumino, ditahun 2014 membuat gubug pertanian, cagar budaya (cungkup), jembatan penghubung antar sawah. “Dulu sewaktu panen, masyarakat harus lewat Desa Bulakrejo, namun sekarang dengan adanya jembatan tersebut masyarakat tidal lagi,” lanjutnya.
Terkait dengan pembangunan fisik, Pemerintah Desa Tapelan membangun rabat jalan sepanjang 500 meter yang dimulai dari ujung desa Tapelan. Selain itu, untuk memberi tinggalan pada anak cucu generasi penerus, Kades Sumino mempelopori penanaman jati yang lokasinya ada di jalan sawah, pinggir lapangan dan tepi makam Desa Tapelan. “Saya dibantu dengan tenaga kerja, sedangkan bibitnya dari Pertanian. Untuk pohon jati yang ada dilapangan dan makam semuanya atas biaya pribadi,” tegasnya.
Selain itu, dalam kepemimpinannya, Desa Tapelan juga membangun Plang arah masuk Desa Tapelan dan Gapura masuk desa yang lokasinya ada di dua tempat dan semua biaya tersebut diambilkan dari Dana Desa. Ditahun 2015, Kades Sumino berinisiati membangun Pendopo Kantor Desa Tapelan dan membangun saluran air kesungai yang dimulai dari wilayah Kasun I dan II. “Semuanya mengarah kesungai. Ini dilakukan karena setiap musim penghujan daera tersebut pasti digenangi air, namun sekarang tidak lagi,” kata Kades yang juga mantan karyawan PG Redjoagung ini dengan tersenyum.
Ditahun 2016 ini, Pemerintah Desa Tapelan yang dipimpinnya melaksanakan rabat jalan diwilayah RT 1, RT 2 dan RT 8. Bukan hanya itu saja, pembangunan drainase untuk RT 10 dan 11 juga dikebut dan sesuai target. “Semuanya diarahkan kesungai sebab air hujan dan buangan dari perumahan selama ini tidak dapat terbuang,” ujarnya.

Dan yang terbaru adalah pembangunan Polindes yang berada disebelah selatan Kantor Desa Tapelan serta Gapura Gang masuk di RT masing-masing di tiga tempat dan pemadatan (penggrosokan) jalan sawah. “Untuk Gapura sebenarnya ada empat, namun yang satu belum dibangun. Sedangkan penggrosokan jalan ini untuk membantu memudahkan masyarakat saat panen,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Bupati Madiun Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda dan Anugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya

Madiun, Investigasi : Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2016 dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dengan mengadakan upacara bendera di halaman Pendopo Muda Graha. Dalam upacara bendera ini, Bupati Madiun, H. Muhtarom bertindak sebagai Inspektur Upacara. Jumat, (28/10/16).
 Tampak hadir dalam upacara bendera tersebut Wakil Bupati Madiun, Forkopimda atau yang mewakili, Sekda, Kepala SKPD, Karyawan/ti Pemkab. Madiun, Pelajar dan Pramuka Kab. Madiun.
Saat membacakan sambutan tertulis dari Menteri Pemuda dan Olahraga  RI, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (Data BPS, 2014).
Secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.
“Jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia,” kata H. Muhtarom.
Dijelaskan, hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia. Kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia.
 Bupati Madiun mengatakan Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia.
Walau demikian, bonus demografi bisa menjadi peluang sangat strategis bagi sebuah negara untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan.
“Bonus demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negaranegara besar lainnya. Di depan mata kita ada MEA dan Perdagangan bebas Asia dan dunia. Saatnya pemuda Indonesia membangunvisi yang besar menatap dunia,” lanjutnya.
Secara rinci, Rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia. Rasio usia produktif di atas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. “Itu adalah rasio usia produktif terbaik Indonesia yang mulai kita nikmati nanti Tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035,” tegas H. Muhtarom.

Sementara, setelah upacara selesai Bupati Madiun H. Muhtarom, menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya dari Presiden RI kepada 307 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Madiun yang telah mengabdi selama 10 Tahun sebanyak 93 orang, 20 Tahun sebanyak 123 orang dan 30 Tahun sebanyak 91 orang.  Tanda Penghargaan tersebut diserahkan kepada PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan pada Pancasila, UUD’1945, Negara dan Pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin secara terus menerus. (adv/p-76)
Madiun, Investigasi : Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88 yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2016 dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dengan mengadakan upacara bendera di halaman Pendopo Muda Graha. Dalam upacara bendera ini, Bupati Madiun, H. Muhtarom bertindak sebagai Inspektur Upacara. Jumat, (28/10/16).
 Tampak hadir dalam upacara bendera tersebut Wakil Bupati Madiun, Forkopimda atau yang mewakili, Sekda, Kepala SKPD, Karyawan/ti Pemkab. Madiun, Pelajar dan Pramuka Kab. Madiun.
Saat membacakan sambutan tertulis dari Menteri Pemuda dan Olahraga  RI, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan Data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No 40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara 16-30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (Data BPS, 2014).
Secara kuantitas angka 24,5% ini cukuplah besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.
“Jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, maka sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia,” kata H. Muhtarom.
Dijelaskan, hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia. Kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia.
 Bupati Madiun mengatakan Bung Karno tidak perlu menunggu bonus demografi untuk bisa memberikan kehormatan yang layak bagi bangsa dan negaranya. Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia.
Walau demikian, bonus demografi bisa menjadi peluang sangat strategis bagi sebuah negara untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan.
“Bonus demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negaranegara besar lainnya. Di depan mata kita ada MEA dan Perdagangan bebas Asia dan dunia. Saatnya pemuda Indonesia membangunvisi yang besar menatap dunia,” lanjutnya.
Secara rinci, Rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia. Rasio usia produktif di atas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju. “Itu adalah rasio usia produktif terbaik Indonesia yang mulai kita nikmati nanti Tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2035,” tegas H. Muhtarom.

Sementara, setelah upacara selesai Bupati Madiun H. Muhtarom, menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya dari Presiden RI kepada 307 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Madiun yang telah mengabdi selama 10 Tahun sebanyak 93 orang, 20 Tahun sebanyak 123 orang dan 30 Tahun sebanyak 91 orang.  Tanda Penghargaan tersebut diserahkan kepada PNS yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan pada Pancasila, UUD’1945, Negara dan Pemerintah serta dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan dan disiplin secara terus menerus. (adv/p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100