Berita Terkini

Komunitas “KARANG AE“ Selenggarakan Ultah ke 4 Sekaligus Halal Bi Halal Di Pendapa Musium Trinil

Ngawi, Investigasi : Dalam nuansa berlebaran di Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini komunitas Karang AE Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi telah menggelar pertemuan (9/7) yang diberi judul “ Temu Kangen Dan Aniversery ke 4 “. Acara tersebut mengambil tempat di Musium Trinil yang terkenal sebagai musium tempat menyimpan fosil-fosil manusia purba maupun binatang purba dan terletak di wilayah Kecamatan Kedunggalar  sekitar 13 km dari kota Ngawi ke arah barat.
Kegiatan tersebut tidaklah baru kali ini, melainkan sudah merupakan agenda tahunan dari Komunitas Karang AE yang diketuai oleh Trisno Indrajit, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar Anak Rantau asal Ngawi. Perhelatan kali ini dihadiri oleh Unsur Pimpinan Kecamatan dan juga nampak hadir Kompol Suwarno dari Polres Ngawi. Selain para anggota Komunitas Karang AE yang berjumlah sekitar 300 orang, ikut menyaksikan pula warga masyarakat setempat sehingga terkesan sangat meriah.
Acara resmi setelah dibuka diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Trisno Indrajit yang selanjutnya diserahkan kepada Kapolsek Kedunggalar AKP Didik Supriyanto, S.H, disambut tepuk tangan para hadirin. Demikian juga halnya saat Ketua Komunitas Karang AE melaksanakan tiup lilin, aploush sangat meriah diberikan oleh semua yang hadir.

Usai acara resmi kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan hiburan elektone KARISMA dari Walikukun dibawah pimpinan Roni. Seperti biasanya, selain penyanyi asli dari Karisma banyak juga hadirin yang menyumbangkan suaranya dalam acara ramah tamah tersebut. Babinsa Triyono berbaur dengan suasana gembira bersama warga masyarakat sampai selesainya acara pada sekitar pukul tiga sore. (hr-pdy)
Ngawi, Investigasi : Dalam nuansa berlebaran di Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini komunitas Karang AE Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi telah menggelar pertemuan (9/7) yang diberi judul “ Temu Kangen Dan Aniversery ke 4 “. Acara tersebut mengambil tempat di Musium Trinil yang terkenal sebagai musium tempat menyimpan fosil-fosil manusia purba maupun binatang purba dan terletak di wilayah Kecamatan Kedunggalar  sekitar 13 km dari kota Ngawi ke arah barat.
Kegiatan tersebut tidaklah baru kali ini, melainkan sudah merupakan agenda tahunan dari Komunitas Karang AE yang diketuai oleh Trisno Indrajit, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar Anak Rantau asal Ngawi. Perhelatan kali ini dihadiri oleh Unsur Pimpinan Kecamatan dan juga nampak hadir Kompol Suwarno dari Polres Ngawi. Selain para anggota Komunitas Karang AE yang berjumlah sekitar 300 orang, ikut menyaksikan pula warga masyarakat setempat sehingga terkesan sangat meriah.
Acara resmi setelah dibuka diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Trisno Indrajit yang selanjutnya diserahkan kepada Kapolsek Kedunggalar AKP Didik Supriyanto, S.H, disambut tepuk tangan para hadirin. Demikian juga halnya saat Ketua Komunitas Karang AE melaksanakan tiup lilin, aploush sangat meriah diberikan oleh semua yang hadir.

Usai acara resmi kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan hiburan elektone KARISMA dari Walikukun dibawah pimpinan Roni. Seperti biasanya, selain penyanyi asli dari Karisma banyak juga hadirin yang menyumbangkan suaranya dalam acara ramah tamah tersebut. Babinsa Triyono berbaur dengan suasana gembira bersama warga masyarakat sampai selesainya acara pada sekitar pukul tiga sore. (hr-pdy)
Baca

Bupati Ngawi Halal Bi Halal Dengan Warga Perantau Dan Juga Dengan Para PNS

Ngawi, Investigasi : Sampai saat ini budaya halal bi halal pada nuansa berlebaran atau Hari Raya Idul Fitri masih nampak jelas nampak di permukaan masyarakat Indonesia kalangan umat muslim. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi kepada sanak keluarga, handai taulan berbagai komunitas dan tidak ketinggalan kepada jajaran atasannya di instansi mereka, ataupun untuk menggelar reuni dengan teman-teman saat sekolah baik teman SMP, SMA maupun saat kuliah.
Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono tidak menyia-nyiakan momentum tersebut. Dia menggelar halal bihalal, bersilaturahmi sekaligus bawa rasa dengan para warga perantau asal Ngawi (7/7) dengan mengambil tempat di halaman Pendapa Kabupaten Ngawi. Dapat ditambahkan bahwa perhelatan Hari Raya di Kabupaten Ngawi selalu berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang jatuh pada tanggal 7 Juli.
Hadir dalam pertemuan tersebut para perantau asal Ngawi yang sukses di perantauan seperti Surabaya, Jakarta, Batam dan sebagainya. Ada yang sukses sebagai pengusaha, sebagai seniman atau seniwati, pedagang, bahkan tidak sedikit yang berkarir di TNI- Polri dan menyandang pangkat jendral.
Suatu misal sebut saja Ikif, wanita asal desa Jambe,Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang namanya sempat membawa nama Ngawi melalui Academy Dangdut Indosiar. Sang juragan beras Nelis adalah pemasok beras terbesar untuk wilayah Jakarta, dia adalah pengusaha asal desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, dan masih banyak lagi perantau asal Ngawi yang sukses.
Dalam paparannya Budi Sulistyono menyampaikan apresiasinya kepada para perantau asal Ngawi atas kepeduliannya terhadap kota asalnya. Dia mengatakan bahwa acara seperti itu akan digelar rutin setiap tahun pada dua hari setelah lebaran.

Masih dalam suasana lebaran pada hari pertama masuk kerja kembali (11/7) setelah libur panjang, Bupati, Wakil Bupati, Uspimda Kabupaten Ngawi mengadakan halal bi halal bersama dengan para PNS lingkung Kabupaten Ngawi. Mereka saling berjabatan tangan ucapan saling memaafkan atas segala kesalakan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tak pelak lagi jika yang mengantri untuk berjabatan tangan berjumlah sekitar 500 orang, maka barisan membentuk ular-ularan yang unik. Usai bersalam-salaman acara dilanjutkan dengan menikmati sajian dengan menu khas lebaran, antara lain lontong dan ketupat. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Sampai saat ini budaya halal bi halal pada nuansa berlebaran atau Hari Raya Idul Fitri masih nampak jelas nampak di permukaan masyarakat Indonesia kalangan umat muslim. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi kepada sanak keluarga, handai taulan berbagai komunitas dan tidak ketinggalan kepada jajaran atasannya di instansi mereka, ataupun untuk menggelar reuni dengan teman-teman saat sekolah baik teman SMP, SMA maupun saat kuliah.
Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono tidak menyia-nyiakan momentum tersebut. Dia menggelar halal bihalal, bersilaturahmi sekaligus bawa rasa dengan para warga perantau asal Ngawi (7/7) dengan mengambil tempat di halaman Pendapa Kabupaten Ngawi. Dapat ditambahkan bahwa perhelatan Hari Raya di Kabupaten Ngawi selalu berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang jatuh pada tanggal 7 Juli.
Hadir dalam pertemuan tersebut para perantau asal Ngawi yang sukses di perantauan seperti Surabaya, Jakarta, Batam dan sebagainya. Ada yang sukses sebagai pengusaha, sebagai seniman atau seniwati, pedagang, bahkan tidak sedikit yang berkarir di TNI- Polri dan menyandang pangkat jendral.
Suatu misal sebut saja Ikif, wanita asal desa Jambe,Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang namanya sempat membawa nama Ngawi melalui Academy Dangdut Indosiar. Sang juragan beras Nelis adalah pemasok beras terbesar untuk wilayah Jakarta, dia adalah pengusaha asal desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, dan masih banyak lagi perantau asal Ngawi yang sukses.
Dalam paparannya Budi Sulistyono menyampaikan apresiasinya kepada para perantau asal Ngawi atas kepeduliannya terhadap kota asalnya. Dia mengatakan bahwa acara seperti itu akan digelar rutin setiap tahun pada dua hari setelah lebaran.

Masih dalam suasana lebaran pada hari pertama masuk kerja kembali (11/7) setelah libur panjang, Bupati, Wakil Bupati, Uspimda Kabupaten Ngawi mengadakan halal bi halal bersama dengan para PNS lingkung Kabupaten Ngawi. Mereka saling berjabatan tangan ucapan saling memaafkan atas segala kesalakan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tak pelak lagi jika yang mengantri untuk berjabatan tangan berjumlah sekitar 500 orang, maka barisan membentuk ular-ularan yang unik. Usai bersalam-salaman acara dilanjutkan dengan menikmati sajian dengan menu khas lebaran, antara lain lontong dan ketupat. (pdy)
Baca

Guntur Sasono Laksanakan Buka Bersama Sekaligus Tasyakuran Milad ke 70 di Tanah Kelahirannya

Magetan, Investigasi: Buka bersama yang digelar oleh Guntur Sasono, Anggota DPR RI dari Dapil VII berjalan dengan sederhana di Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Sabtu (2/7/16).
Acara buka bersama gelar bersamaan dengan tasyakuran hari ulang tahun dari Guntur Sasono yang ke 70 ini dihadiri oleh jajaran Muspika Sukomoro, Kabupaten Magetan.
Dalam sambutannya, Guntur Sasono mengatakan bahwa kehadiran Muspika di Kecamatan Sukomoro sangat membanggakan dirinya. "Saya adalah orang asli sini (Tinap-red). Namun sering berada diluar kota terus, saya menjadi asing," ujar Guntur.
Selanjunya Guntur membuka kembali memori kenanganya saat lahir dan dibesarkan di Desa Tinap. "Masih banyak teman SD maupun SMP yang saat ini datang," lanjutnya.
Acara buka bersama ini dibarengi dengan tasyakuran Hari Ulang Tahunnya yang ke 70. Guntur berharap bahwa Desa Tinap bagian tengah ini bisa ramai. Lantas Guntur menceritakan kalau sejak kecil, Desa Tinap dibagi menjadi 3 bagian yaitu Tinap Barat (Pos), Tengah dan Timur (Pasar). "Tapi kalau ada lomba, Tinap Tengah selalu kalah terus," ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh Guntur untuk membangun Desa Tinap khususnya bagian tengah seperti mendirikan Yayasan, sekolah SMK, Koperasi dan Bengkel Dokter Mobil. "Untuk sekolah, mboh piye carane dijakarta kita akan nyinggek anggaran sehingga terus mengucur," tegas Guntur.
Diharapkan, momentum Puasa Ramadhan, Guntur Sasono mengajak masyarakat untuk terus berbenah agar menjadi lebih baik. "Diusia yang semakin tua ini, Alhamdulillah saya masih dipercaya oleh negara untuk duduk di DPR RI," lanjut Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI.

Guntur Sasono membuka peluang bagi warga Desa Tinap untuk terbuka bila dibidang pertanian maupun perikanan apabila ingin mendapat bantuan. "Akan saya bantu semaksimal mungkin," pungkas Guntur Sasono. (p-76).
Magetan, Investigasi: Buka bersama yang digelar oleh Guntur Sasono, Anggota DPR RI dari Dapil VII berjalan dengan sederhana di Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Sabtu (2/7/16).
Acara buka bersama gelar bersamaan dengan tasyakuran hari ulang tahun dari Guntur Sasono yang ke 70 ini dihadiri oleh jajaran Muspika Sukomoro, Kabupaten Magetan.
Dalam sambutannya, Guntur Sasono mengatakan bahwa kehadiran Muspika di Kecamatan Sukomoro sangat membanggakan dirinya. "Saya adalah orang asli sini (Tinap-red). Namun sering berada diluar kota terus, saya menjadi asing," ujar Guntur.
Selanjunya Guntur membuka kembali memori kenanganya saat lahir dan dibesarkan di Desa Tinap. "Masih banyak teman SD maupun SMP yang saat ini datang," lanjutnya.
Acara buka bersama ini dibarengi dengan tasyakuran Hari Ulang Tahunnya yang ke 70. Guntur berharap bahwa Desa Tinap bagian tengah ini bisa ramai. Lantas Guntur menceritakan kalau sejak kecil, Desa Tinap dibagi menjadi 3 bagian yaitu Tinap Barat (Pos), Tengah dan Timur (Pasar). "Tapi kalau ada lomba, Tinap Tengah selalu kalah terus," ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh Guntur untuk membangun Desa Tinap khususnya bagian tengah seperti mendirikan Yayasan, sekolah SMK, Koperasi dan Bengkel Dokter Mobil. "Untuk sekolah, mboh piye carane dijakarta kita akan nyinggek anggaran sehingga terus mengucur," tegas Guntur.
Diharapkan, momentum Puasa Ramadhan, Guntur Sasono mengajak masyarakat untuk terus berbenah agar menjadi lebih baik. "Diusia yang semakin tua ini, Alhamdulillah saya masih dipercaya oleh negara untuk duduk di DPR RI," lanjut Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI.

Guntur Sasono membuka peluang bagi warga Desa Tinap untuk terbuka bila dibidang pertanian maupun perikanan apabila ingin mendapat bantuan. "Akan saya bantu semaksimal mungkin," pungkas Guntur Sasono. (p-76).
Baca

BUPATI MADIUN SAMPAIKAN JAWABAN ATAS PANDANGAN UMUM FRAKSI-FRAKSI DPRD TENTANG PERTANGGUNG JAWABAN PELAKSANAAN APBD TA 2015

Madiun, Investigasi : Dalam rapat paripurna DPRD Kab.Madiun, Jumat 1 Juli 2016 yang dipimpin ketua DPRD  Drs. Djoko Setiono bertempat di ruang rapat DPRD setempat Bupati Madiun H. Muhtarom,S.Sos berkenan menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD membahas Raperda Tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kab. Madiun TA 2015.
Menanggapi pertanyaan saran dan himbauan atas pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD, Bupati Madiun menjelaskan sebagai berikut :

 I.     Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) mengenai :
1.       Tanggapan dan saran laporan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi  Jawa Timur Tahun 2015 dengan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian. Terima kasih, akan kami pertahankan.
2.       Penjelasan kenaikan Pendapatan Asli Daerah
Saran dan Pertimbangan Yth. Anggota Dewan dari FKB, kami tindaklanjuti akan di tingkatkan pelayanan pada masyarakat.
3.       Belanja
Realisasi belanja sebesar Rp. 1.423.096.021.535,72  atau terserap 84,98 persen dari platfond, hal ini sesuai  dengan kebutuhan. Adapun yang mempengaruhi penyerapan belanja Tahun 2015 adalah:
·   Penyerapan Belanja Gaji Pegawai, sesuai dengan kebutuhan gaji sebesar 89,68 persen, terdiri dari penyerapan belanja Gaji Tunjangan TPP Guru dan Jaminan Kesehatan.
·   Belanja Modal terserap sebesar 77,97 % di sebabkan ada beberapa kegiatan yang tertunda seperti DID Dinas Pendidikan, Cukai, Belanja Hibah/Bansos berupa barang yang diserahkan kepada Masyarakat karena adanya regulasi baru  dan Pusat Pemerintahan yang belum selesai Tahun 2015
·   Sisa Kas pada BLUD sekitar 7 Milyar Rupiah sesuai dengan kebutuhan RSD Caruban, dan sisa JKN (Puskesmas sebesar 5 M Rupiah
 Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Yth. Anggota Dewan dari Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera, F PDI Perjuangan dan Frakasi Gerindra.
 4.       SILPA Bisa Ditekan, Terima kasih atas saran, himbauan Yth. Anggota Dewan dan akan kami tindak lanjuti.
 5.       Penyusutan Aset
Posisi Aset Kab. Madiun per 31 Desember 2015 ada penurunan nilai dibanding posisi asset Kab Madiun per 31 Desember 2014, hal ini akibat dari akumulasi penyusutan terhadap asset yang merupakan amanah dari permendagri No 64 Tahun 2013 tentang penerapan Standar Akutansi Pemerintah Berbasis Aktual pada Pemda dan Peraturan Bupati  Madiun No 54 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perbup No 18 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akutansi Pemkab.Madiun
6.       Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Yth. Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra
 II.   Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera mengenai :
1.       Evaluasi terhadap perda yang berhubungan dengan pendapatan terkait situasi dan kondisi saat ini.
Saran dan Pertimbangan Yth. Anggota Dewan Dari Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera terkait temuan dan rekomendasi BPK, Inspektorat akan memantau SKPD dalam menyelesaikan tindak lanjut sesuai dengan jangka waktu penyelesaian yang telah ditetapkan.
Selain itu fungsi dari inspektorat telah dioptimalkan dengan oeningkatan kapabilitas APIP dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber daya Manusia yang ada di INspektoratdengan menggandeng BPKP Provinsi Jawa Timur dan mengikuti Diklat yang diselenggarakan oleh Badan Diklat BPK yang ada di Jogjakarta .
Hal ini sekaligus menanggapi saran Yth. Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan.
III.            Menanggapi Pertanyaan Parai PDI Perjuangan terkait :
1.       Penyelesaian Piutang
Upaya yang akan ditempuh terkaiu piutang pajak dan retribusi adaerah sesuai dengan aturan yang berlaku yakni
a.       Klarifikasi/verifikasi piutang, guna mengelompokkan piutang berdasarkan klasifikasi piutang lancar, kurang lancar dan tidak dapat ditagih.
b.      Membrikan surat teguran I, II, dan III sesuai kategori lancar dan kurang lancar.
c.       Menerbitkan surat tagihan Pajak Daerah.
Sedangkan untuk piutang lainnya yang sebagian besar merupakan piutang bagi hasil pajak dan bukan pajak, baik dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi segera dikoordinasikan.
2.       Kegiatan Penginkatan Pembangunan Sarada dan Prasarana Pariwisata Yang Belum Terselesaikan adalah merupakan kegiatan peningkatan Sarana dan Prasarana Pariwisata Umbul yang berasal dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur sebesar Rp.13.039.228.250,00. Pada Tahun 2015 direalisasikan sebesar Rp.6.258.594.500,00 berupa pembebasan lahan, biaya administrasi dan DED. Sehingga didapat sisi sebesar Rp.6.780.633.750,00 yang akan direalisasikan pada Tahun 2016.
3.       Tindak Lanjut Rekomndasi DPRD terkait LKPJ Tahun 2015 , Bupati Madiun menyampaikan terimakasih atas saran dan himbauan Anggota DPRD Fraksi PDI P dan ditindaklanjuti.
4.       Penyerapan Anggaran di SKPD TA 2016 dimaksimalkan,   Bupati Madiun menyampaikan terimakasih atas saran dan himbauan Anggota DPRD Fraksi PDI P dan ditindaklanjuti.
5.       Perubahan Perda tentang PD Umbul terkait Kewajiban dan Pembagian Laba, dapat dijelaskan bahwa hasil Audit BPK pada Perusahaan Daerah Objek Wisata Umbul TA 2015, maka pengelolaan keuangan tahun berjalan akan mengacu pada pasal 48 Perda No. 4 Tahun 2012 dan akan dicermati lebih lanjut untuk pelaksanaannya.
6.       Pendataan Aset dan Status Kepemilikan Tanah, Bupati Madiun menelaskan bahwa untuk pendataan Aset dan Status kepemilikannya masih dalam proses penyelesaian oleh SKPD terkait.
 IV.   Fraksi Partai Demokrat mengenai :
1.       Pendapatan Daerah pada Kelurahan Wungu
Pada tahun 2015 Panitia Lelang hanya melaksanakan lelang terhadap tanah ex bengkok Pamong Lama yang baru diberhentikan setelah usia 60 tahun, dan yang bisa langsung digarap petani pada bulan April 2016 seluas 28,7 kotak dengan harga Rp.1.000.000,00/kotak. Sehingga relaisasi pendapatan Kelurahan Wungu tahun 2015 hanya sebesar Rp.28.700.000,00 sesuai hasil lelang.
2.       Pengeloaan Aset Tetap, dapat dijlaskan bahaw asset Pemkab. Madiun yang berada di wilayah Kota Madiun, langkah yang dilakukan pada TA 2016 akan dilakukan pemeliharaan dan akan dipromosikan/dutawarkan untuk disewakan lewat media online/internet.
 V. Fraksi Partai Gerindra mengenai :
1. Pendapatan – LRA
a. Realisasi pendapatan daerah Tahun 2015 dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Komponen Pendapatan daerah meliputi : PAD, Dana Perimbangan, dan Lain lain  
     Pendapatan Yanga Sah.
2. PAD realisasi tercapai sebesar 106,74 %.
3. Dana Perimbangan, tercapai sebesar 98,30 %
4. Lain-lain Pendapatan yang sah tercapai sebesar 101,56 %.
Sedangkan untuk Dana Perimbangan dari terget sebesar Rp.1.035.513.231,00 realisasinya hanya tercapai 98,30 % atau Rp.1.017.860.927.782,00.
 b. Sedangkan untuk target PAD tahun 2014, sebesar Rp. 110.103.221.345,00 dan tercapai sebesar Rp.121.390.771.373,60 atau sebesar 110,25%. Sedangakan untuk tahun 2015 dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 140.184.103.160,00 dan tercapai sebesar Rp. 149.628.355.467,79  kalau dilihat dari realisasi PAD tahun 2015 di bandingkan tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 28.237.584.094,29 atau sebesar 23,26%. (p-76)


Madiun, Investigasi : Dalam rapat paripurna DPRD Kab.Madiun, Jumat 1 Juli 2016 yang dipimpin ketua DPRD  Drs. Djoko Setiono bertempat di ruang rapat DPRD setempat Bupati Madiun H. Muhtarom,S.Sos berkenan menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD membahas Raperda Tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kab. Madiun TA 2015.
Menanggapi pertanyaan saran dan himbauan atas pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD, Bupati Madiun menjelaskan sebagai berikut :

 I.     Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) mengenai :
1.       Tanggapan dan saran laporan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi  Jawa Timur Tahun 2015 dengan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian. Terima kasih, akan kami pertahankan.
2.       Penjelasan kenaikan Pendapatan Asli Daerah
Saran dan Pertimbangan Yth. Anggota Dewan dari FKB, kami tindaklanjuti akan di tingkatkan pelayanan pada masyarakat.
3.       Belanja
Realisasi belanja sebesar Rp. 1.423.096.021.535,72  atau terserap 84,98 persen dari platfond, hal ini sesuai  dengan kebutuhan. Adapun yang mempengaruhi penyerapan belanja Tahun 2015 adalah:
·   Penyerapan Belanja Gaji Pegawai, sesuai dengan kebutuhan gaji sebesar 89,68 persen, terdiri dari penyerapan belanja Gaji Tunjangan TPP Guru dan Jaminan Kesehatan.
·   Belanja Modal terserap sebesar 77,97 % di sebabkan ada beberapa kegiatan yang tertunda seperti DID Dinas Pendidikan, Cukai, Belanja Hibah/Bansos berupa barang yang diserahkan kepada Masyarakat karena adanya regulasi baru  dan Pusat Pemerintahan yang belum selesai Tahun 2015
·   Sisa Kas pada BLUD sekitar 7 Milyar Rupiah sesuai dengan kebutuhan RSD Caruban, dan sisa JKN (Puskesmas sebesar 5 M Rupiah
 Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Yth. Anggota Dewan dari Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera, F PDI Perjuangan dan Frakasi Gerindra.
 4.       SILPA Bisa Ditekan, Terima kasih atas saran, himbauan Yth. Anggota Dewan dan akan kami tindak lanjuti.
 5.       Penyusutan Aset
Posisi Aset Kab. Madiun per 31 Desember 2015 ada penurunan nilai dibanding posisi asset Kab Madiun per 31 Desember 2014, hal ini akibat dari akumulasi penyusutan terhadap asset yang merupakan amanah dari permendagri No 64 Tahun 2013 tentang penerapan Standar Akutansi Pemerintah Berbasis Aktual pada Pemda dan Peraturan Bupati  Madiun No 54 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perbup No 18 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akutansi Pemkab.Madiun
6.       Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Yth. Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra
 II.   Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera mengenai :
1.       Evaluasi terhadap perda yang berhubungan dengan pendapatan terkait situasi dan kondisi saat ini.
Saran dan Pertimbangan Yth. Anggota Dewan Dari Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera terkait temuan dan rekomendasi BPK, Inspektorat akan memantau SKPD dalam menyelesaikan tindak lanjut sesuai dengan jangka waktu penyelesaian yang telah ditetapkan.
Selain itu fungsi dari inspektorat telah dioptimalkan dengan oeningkatan kapabilitas APIP dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber daya Manusia yang ada di INspektoratdengan menggandeng BPKP Provinsi Jawa Timur dan mengikuti Diklat yang diselenggarakan oleh Badan Diklat BPK yang ada di Jogjakarta .
Hal ini sekaligus menanggapi saran Yth. Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan.
III.            Menanggapi Pertanyaan Parai PDI Perjuangan terkait :
1.       Penyelesaian Piutang
Upaya yang akan ditempuh terkaiu piutang pajak dan retribusi adaerah sesuai dengan aturan yang berlaku yakni
a.       Klarifikasi/verifikasi piutang, guna mengelompokkan piutang berdasarkan klasifikasi piutang lancar, kurang lancar dan tidak dapat ditagih.
b.      Membrikan surat teguran I, II, dan III sesuai kategori lancar dan kurang lancar.
c.       Menerbitkan surat tagihan Pajak Daerah.
Sedangkan untuk piutang lainnya yang sebagian besar merupakan piutang bagi hasil pajak dan bukan pajak, baik dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi segera dikoordinasikan.
2.       Kegiatan Penginkatan Pembangunan Sarada dan Prasarana Pariwisata Yang Belum Terselesaikan adalah merupakan kegiatan peningkatan Sarana dan Prasarana Pariwisata Umbul yang berasal dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur sebesar Rp.13.039.228.250,00. Pada Tahun 2015 direalisasikan sebesar Rp.6.258.594.500,00 berupa pembebasan lahan, biaya administrasi dan DED. Sehingga didapat sisi sebesar Rp.6.780.633.750,00 yang akan direalisasikan pada Tahun 2016.
3.       Tindak Lanjut Rekomndasi DPRD terkait LKPJ Tahun 2015 , Bupati Madiun menyampaikan terimakasih atas saran dan himbauan Anggota DPRD Fraksi PDI P dan ditindaklanjuti.
4.       Penyerapan Anggaran di SKPD TA 2016 dimaksimalkan,   Bupati Madiun menyampaikan terimakasih atas saran dan himbauan Anggota DPRD Fraksi PDI P dan ditindaklanjuti.
5.       Perubahan Perda tentang PD Umbul terkait Kewajiban dan Pembagian Laba, dapat dijelaskan bahwa hasil Audit BPK pada Perusahaan Daerah Objek Wisata Umbul TA 2015, maka pengelolaan keuangan tahun berjalan akan mengacu pada pasal 48 Perda No. 4 Tahun 2012 dan akan dicermati lebih lanjut untuk pelaksanaannya.
6.       Pendataan Aset dan Status Kepemilikan Tanah, Bupati Madiun menelaskan bahwa untuk pendataan Aset dan Status kepemilikannya masih dalam proses penyelesaian oleh SKPD terkait.
 IV.   Fraksi Partai Demokrat mengenai :
1.       Pendapatan Daerah pada Kelurahan Wungu
Pada tahun 2015 Panitia Lelang hanya melaksanakan lelang terhadap tanah ex bengkok Pamong Lama yang baru diberhentikan setelah usia 60 tahun, dan yang bisa langsung digarap petani pada bulan April 2016 seluas 28,7 kotak dengan harga Rp.1.000.000,00/kotak. Sehingga relaisasi pendapatan Kelurahan Wungu tahun 2015 hanya sebesar Rp.28.700.000,00 sesuai hasil lelang.
2.       Pengeloaan Aset Tetap, dapat dijlaskan bahaw asset Pemkab. Madiun yang berada di wilayah Kota Madiun, langkah yang dilakukan pada TA 2016 akan dilakukan pemeliharaan dan akan dipromosikan/dutawarkan untuk disewakan lewat media online/internet.
 V. Fraksi Partai Gerindra mengenai :
1. Pendapatan – LRA
a. Realisasi pendapatan daerah Tahun 2015 dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Komponen Pendapatan daerah meliputi : PAD, Dana Perimbangan, dan Lain lain  
     Pendapatan Yanga Sah.
2. PAD realisasi tercapai sebesar 106,74 %.
3. Dana Perimbangan, tercapai sebesar 98,30 %
4. Lain-lain Pendapatan yang sah tercapai sebesar 101,56 %.
Sedangkan untuk Dana Perimbangan dari terget sebesar Rp.1.035.513.231,00 realisasinya hanya tercapai 98,30 % atau Rp.1.017.860.927.782,00.
 b. Sedangkan untuk target PAD tahun 2014, sebesar Rp. 110.103.221.345,00 dan tercapai sebesar Rp.121.390.771.373,60 atau sebesar 110,25%. Sedangakan untuk tahun 2015 dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 140.184.103.160,00 dan tercapai sebesar Rp. 149.628.355.467,79  kalau dilihat dari realisasi PAD tahun 2015 di bandingkan tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 28.237.584.094,29 atau sebesar 23,26%. (p-76)


Baca

Tempat Wisata “Seloondo” Sebagai Bumi Perkemahan Dan Titik Awal Pendakian Menuju Puncak Gunung Lawu

Ngawi, Investigasi: Greget untuk meningkatkan bidang pariwisata di Kabupaten Ngawi tidak hanya digagas dan diperjuangkan oleh Pemerintah setempat melalui instansi terkait, namun juga menginspirasi kepada seluruh warga masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan adanya komunitas yang menamakan komunitasnya Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” belum lama ini (30/6) telah mengundang Pemerintah Daerah untuk berdiskusi dalam pengembangan salah satu potensi wisata yang berada di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Diskusi diselenggarakan di ruang terbuka dan secara lesehan, terkesan penuh keakraban antara Pejabat dan Rakyat.
Hadir dalam forum diskusi antara lain Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang akrab dengan panggilan Mbah Kung, Wabup Ony Anwar yang akrab dipanggil Mas Ony, Kepala BPM Pemdes Shodik, Dari Disparyapura diwakili oleh Bidang Pariwisata Mahmud, Kabag Humas Prasetyo, juga Camat Jogorogo serta Kepala Desa Ngrayudan.
Perwakilan Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa potensi yang ada di Desa Ngrayudan direncanakan akan ditambahkan beberapa spot tertentu, antara lain tower untuk melihat kota Ngawi dari bukit, out bond, hammock, panggung untuk pentas seni, taman yang difasilitasi rumah pohon, pembukaan gua macan dan air terjun. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Taman Wisata tersebut akan didesain menjadi Bumi Perkemahan dan juga menjadi Titik Awal pendakian menuju puncak Gunung Lawu. Sehubungan dengan rencana yang telah dipaparkan, Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” berharap agar Pemerintah Kabupaten Ngawi berkenan untuk membantu dalam merealisasikan, guna menghidupkan wisata di Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono memberikan apresiasi atas gagasan dan ide-ide yang telah disampaikan oleh Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” yang ingin memoles Taman Wisata Selondo menjadi obyek wisata alam yang menampilkan kearifan lokal serta terjaga nuansa alaminya. Peduli akan lingkungan terutama sampah dan memadukan konsep alami modern. Bupati memberikan dukungannya mengenai apa yang telah dipaparkan oleh Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” dengan harapan obyek wisata di Kabupaten Ngawi semakin dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu dia mengharapkan adanya kerjasama antara Pemerintah dan Masyarakat demi terwujudnya gagasan tersebut. (SR-pdy)
Ngawi, Investigasi: Greget untuk meningkatkan bidang pariwisata di Kabupaten Ngawi tidak hanya digagas dan diperjuangkan oleh Pemerintah setempat melalui instansi terkait, namun juga menginspirasi kepada seluruh warga masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan adanya komunitas yang menamakan komunitasnya Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” belum lama ini (30/6) telah mengundang Pemerintah Daerah untuk berdiskusi dalam pengembangan salah satu potensi wisata yang berada di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Diskusi diselenggarakan di ruang terbuka dan secara lesehan, terkesan penuh keakraban antara Pejabat dan Rakyat.
Hadir dalam forum diskusi antara lain Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang akrab dengan panggilan Mbah Kung, Wabup Ony Anwar yang akrab dipanggil Mas Ony, Kepala BPM Pemdes Shodik, Dari Disparyapura diwakili oleh Bidang Pariwisata Mahmud, Kabag Humas Prasetyo, juga Camat Jogorogo serta Kepala Desa Ngrayudan.
Perwakilan Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa potensi yang ada di Desa Ngrayudan direncanakan akan ditambahkan beberapa spot tertentu, antara lain tower untuk melihat kota Ngawi dari bukit, out bond, hammock, panggung untuk pentas seni, taman yang difasilitasi rumah pohon, pembukaan gua macan dan air terjun. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Taman Wisata tersebut akan didesain menjadi Bumi Perkemahan dan juga menjadi Titik Awal pendakian menuju puncak Gunung Lawu. Sehubungan dengan rencana yang telah dipaparkan, Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” berharap agar Pemerintah Kabupaten Ngawi berkenan untuk membantu dalam merealisasikan, guna menghidupkan wisata di Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono memberikan apresiasi atas gagasan dan ide-ide yang telah disampaikan oleh Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” yang ingin memoles Taman Wisata Selondo menjadi obyek wisata alam yang menampilkan kearifan lokal serta terjaga nuansa alaminya. Peduli akan lingkungan terutama sampah dan memadukan konsep alami modern. Bupati memberikan dukungannya mengenai apa yang telah dipaparkan oleh Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” dengan harapan obyek wisata di Kabupaten Ngawi semakin dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu dia mengharapkan adanya kerjasama antara Pemerintah dan Masyarakat demi terwujudnya gagasan tersebut. (SR-pdy)
Baca

Pemkab Madiun Berikan Bantuan Pada Ribuan Tukang Ojek, Abang Becak, Kusir Dokar dan Kuli Panggul Melalui Badan Amil Zakat (BAZ)

Madiun, Investigasi : Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Madiun pada masyarakatanya yang kurang beruntung, Kamis, (30/6/16) bertempat di Pendopo Kecamatan Mejayan, Bupati Madiun menyerahkan bantuan kepada 2.445 orang terdiri Tukang Ojek, Abang Becak, Kusir Dokar dan Kuli Panggul se Kab. Madiun dengan disaksikan oleh Wabup. Ketua DPRD, Kepala SKPD, dan Camat se kab. Madiun.
Pada kesempatan ini Bupati H. Muhtarom, mengingatkan agar dalam merayakan Idul Fitri 1437 H ini dengan sederhana saja, bukan hidangan yang banyak atau pakaian yang mahal/bagus. “Yang terpenting bagi kita adalah meningkatkan silaturahmi kepada orang tua, ulama, guru dan sanak saudara untuk saling memaafkan,” ungkapnya.
Dilanjutkan, momentum hari raya ini sebaiknya dimanfaatkan untuk saling memaafkan sesama karena selama bergaul tentunya ada kesalahan yang sengaja ataupun tidak disengaja. “Momentum Idul Firti biasanya orang mudah memberikan maaf, tanpa menanyakan apa kesalahan kita. Dengan demikian gugur sudah kewajiban kita untuk meminta maaf kepada sesama,” ujarnya.
Terkait dengan penyerahan bantuan pada hari ini Bupati Madiun H. Muhtarom, menjelaskan, bahwa bantuan yang diserahkan kepada Tukang Ojek, Abang Becak, Kusir Dokar dan Kuli Panggul setiap menjelang datangya Hari Raya Idul Fitri seperti ini merupakan agenda rutin tahunan Pemkab. Madiun. Ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Daerah melalui Badan Amil Zakat (BAZ) Kab. Madiun. Diharapkan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri nanti. Meski jumlahnya tidak seberapa tetapi bantuan ini diserahkan dengan ikhlas, untuk itu diharapkan yang menerima juga ikhlas.    

Saat Hari Raya Idul Fitri tentunya arus lalu lintas sangat rame dan padat. Hal ini disebabkan karena meningkatnya jumlah kendaraan yang beredar dijalanan tanpa dibarengi dengan penambahan ruas jalan yang sudah ada. Untuk itu Bupati H. Muhtarom, S.Sos menghimbau agar kita selalu berhati-hati dijalan. Saat berkendara sepeda motor hendaknya mengenakan helm standar dan dikuncikan “Klik”, agar aman. Perlu diketahui, bahwa saat ini ruas jalan yang rusak terus diperbaiki, manun demikian jangan lantas kebut-kebutan karena bisa menggangu pemakai jalan yang lain. Demikian halnya dengan keamanan rumah tinggal kita, sebelum kita meninggalkan rumah hendaknya dipastikan bahwa kompor sudah mati, demikian juga dengan lapu listrik, untuk menghindari kebekaran hendaknya lampu yang tidak digunakan dimatikan saja. (p-76)
Madiun, Investigasi : Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Madiun pada masyarakatanya yang kurang beruntung, Kamis, (30/6/16) bertempat di Pendopo Kecamatan Mejayan, Bupati Madiun menyerahkan bantuan kepada 2.445 orang terdiri Tukang Ojek, Abang Becak, Kusir Dokar dan Kuli Panggul se Kab. Madiun dengan disaksikan oleh Wabup. Ketua DPRD, Kepala SKPD, dan Camat se kab. Madiun.
Pada kesempatan ini Bupati H. Muhtarom, mengingatkan agar dalam merayakan Idul Fitri 1437 H ini dengan sederhana saja, bukan hidangan yang banyak atau pakaian yang mahal/bagus. “Yang terpenting bagi kita adalah meningkatkan silaturahmi kepada orang tua, ulama, guru dan sanak saudara untuk saling memaafkan,” ungkapnya.
Dilanjutkan, momentum hari raya ini sebaiknya dimanfaatkan untuk saling memaafkan sesama karena selama bergaul tentunya ada kesalahan yang sengaja ataupun tidak disengaja. “Momentum Idul Firti biasanya orang mudah memberikan maaf, tanpa menanyakan apa kesalahan kita. Dengan demikian gugur sudah kewajiban kita untuk meminta maaf kepada sesama,” ujarnya.
Terkait dengan penyerahan bantuan pada hari ini Bupati Madiun H. Muhtarom, menjelaskan, bahwa bantuan yang diserahkan kepada Tukang Ojek, Abang Becak, Kusir Dokar dan Kuli Panggul setiap menjelang datangya Hari Raya Idul Fitri seperti ini merupakan agenda rutin tahunan Pemkab. Madiun. Ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Daerah melalui Badan Amil Zakat (BAZ) Kab. Madiun. Diharapkan bantuan ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri nanti. Meski jumlahnya tidak seberapa tetapi bantuan ini diserahkan dengan ikhlas, untuk itu diharapkan yang menerima juga ikhlas.    

Saat Hari Raya Idul Fitri tentunya arus lalu lintas sangat rame dan padat. Hal ini disebabkan karena meningkatnya jumlah kendaraan yang beredar dijalanan tanpa dibarengi dengan penambahan ruas jalan yang sudah ada. Untuk itu Bupati H. Muhtarom, S.Sos menghimbau agar kita selalu berhati-hati dijalan. Saat berkendara sepeda motor hendaknya mengenakan helm standar dan dikuncikan “Klik”, agar aman. Perlu diketahui, bahwa saat ini ruas jalan yang rusak terus diperbaiki, manun demikian jangan lantas kebut-kebutan karena bisa menggangu pemakai jalan yang lain. Demikian halnya dengan keamanan rumah tinggal kita, sebelum kita meninggalkan rumah hendaknya dipastikan bahwa kompor sudah mati, demikian juga dengan lapu listrik, untuk menghindari kebekaran hendaknya lampu yang tidak digunakan dimatikan saja. (p-76)
Baca

Jelang Hari Raya, Pemkot Madiun dan Forkopimda Sidak Sejumlah Fasum Untuk Pastikan Semua Siap

Madiun Kota, Investigasi : Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H atau H-7, Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto dan Sekretaris Kota Madiun, H. Maidi beserta jajaran Forkopimda dan beberapa Satker terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) disejumlah titik untuk memastikan kesiapan terkait dengan fasilitas umum. Rabu (29/6/16).
Berangkat dari Balaikota Madiun, rombongan bergerak menuju Pasar Besar Madiun (PBM). Di Pasar Besar Madiun, Wakil Walikota Madiun, bertanya pada beberapa pedagang untuk memastikan stok bahan makanan dalam posisi aman.
Setelah berkeliling, rombongan melanjutkan pada titik kedua yaitu Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Soedhono. Di RSUP, Rombongan mendapatkan penjelasan dari Direktur RSUP bahwa sarana dan prasarana di RSUP Soedhono siap. “Semua kita pastikan sudah siap,” ungkap Kohar Hari Santoso, Direktur RSUP Soedhono.
Selanjutnya, Wakil Walikota Madiun dan rombongan melakukan pengecekan fasilitas umum di Stasiun Besar Madiun, Depo Pertamina, RSUD Sogaten dan yang terakhir di terminal Purboyo.
Di Terminal Purboyo, H. Sugeng Rismiyanto mengatakan bahwa sidak ini dimaksudkan untuk mengetahui kesiapan diberbagai titik menjelang lebaran. “Tadi di PBM, semua kebutuhan bahan pokok stabil,” ungkap Wakil Walikota Madiun.
Dilanjutkan, terkait dengan sarana dan prasarana kesehatan di RSUP Soedhono dan RSUD Sogaten Kota Madiun juga telah siap. Bahkan tenaga medis di dua rumah sakit tersebut  ditambah. “Ada penambahan tenaga medis, sehingga masyarakat bisa terlayani apabila membutuhkan,” lanjutnya.

Terkait dengan moda transportasi, H. Sugeng Rismiyanto menegaskan bahwa di Stasiun Besar Madiun dan Terminal Madiun semua sudah siap, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Pungkasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H atau H-7, Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto dan Sekretaris Kota Madiun, H. Maidi beserta jajaran Forkopimda dan beberapa Satker terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) disejumlah titik untuk memastikan kesiapan terkait dengan fasilitas umum. Rabu (29/6/16).
Berangkat dari Balaikota Madiun, rombongan bergerak menuju Pasar Besar Madiun (PBM). Di Pasar Besar Madiun, Wakil Walikota Madiun, bertanya pada beberapa pedagang untuk memastikan stok bahan makanan dalam posisi aman.
Setelah berkeliling, rombongan melanjutkan pada titik kedua yaitu Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Soedhono. Di RSUP, Rombongan mendapatkan penjelasan dari Direktur RSUP bahwa sarana dan prasarana di RSUP Soedhono siap. “Semua kita pastikan sudah siap,” ungkap Kohar Hari Santoso, Direktur RSUP Soedhono.
Selanjutnya, Wakil Walikota Madiun dan rombongan melakukan pengecekan fasilitas umum di Stasiun Besar Madiun, Depo Pertamina, RSUD Sogaten dan yang terakhir di terminal Purboyo.
Di Terminal Purboyo, H. Sugeng Rismiyanto mengatakan bahwa sidak ini dimaksudkan untuk mengetahui kesiapan diberbagai titik menjelang lebaran. “Tadi di PBM, semua kebutuhan bahan pokok stabil,” ungkap Wakil Walikota Madiun.
Dilanjutkan, terkait dengan sarana dan prasarana kesehatan di RSUP Soedhono dan RSUD Sogaten Kota Madiun juga telah siap. Bahkan tenaga medis di dua rumah sakit tersebut  ditambah. “Ada penambahan tenaga medis, sehingga masyarakat bisa terlayani apabila membutuhkan,” lanjutnya.

Terkait dengan moda transportasi, H. Sugeng Rismiyanto menegaskan bahwa di Stasiun Besar Madiun dan Terminal Madiun semua sudah siap, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Pungkasnya. (p-76)
Baca

Sarjono, Ketua FJM : SKPD Wajib Tolak Wartawan Abal-abal Bila Datang Hanya Minta Sangu

Sarjono, Ketua FJM
Madiun Kota, Investigasi : Bagai jamur dimusim penghujan, itulah ungkapan yang tepat melihat fenomena kemunculan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Wartawan abal-abal yang sering bergentayangan masuk ke Satker dilingkup Pemerintah Kota Madiun dan Kabupaten Madiun.
Kemunculan oknum yang mengaku LSM dan Wartawan Tanpa Surat Kabar ini tentu saja meresahkan instansi terkait. "Iya mas, mereka biasa datang secara rombongan 2 sampai 4 orang untuk meminta uang bensin," ungkap salah satu Staff di SKPD Pemerintah Kota Madiun.
Menyikapi hal ini, Sarjono, Ketua Forum Jurnalis Madiun (FJM) meminta SKPD dilingkup Pemerintah Kota maupun Kabupaten untuk selalu waspada dan tidak asal percaya jika ada oknum yang mengaku Wartawan maupun LSM.
"Dimohon kepada Kepala Dinas maupun pejabat di institusi pemerintahan agar waspada dan tidak mudah percaya saat didatangi orang yang mengaku sebagai Wartawan yang ujung-ujngnya hanya minta duit atau THR menjelang lebaran," ungkap Sarjono pada SKN Investigasi, Senin (27/6/16).
Sarjono menegaskan, apabila oknum yang mengaku Wartawan maupun LSM tersebut tetap memaksa, maka pejabat yang bersangkutan bisa menolak dengan tegas. "Tolak saja apabila kedatangannya tidak ada kaitan dengan tugas-tugas kejurnalistikan," tegasnya.
Lebih jauh Sarjono melanjutkan, Wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Madiun merasa risih dan prihatin dengan kemunculan oknum-oknum tersebut karena apabila ada liputan diwilayah Kota dan Kabupaten mereka tidak pernah muncul namun menjelang hari raya Idul Fitri malah keluar seperti jamur dimusim penghujan. "Terus terang kita merasa risih dan prihatin dengan munculnya Wartawan abal-abal, apalagi keberadaannya tidak pernah dikenal oleh komunitas Wartawan yang bertugas di wilayah Madiun," pungkas Sarjono.
Agung, Sekretaris FJM
Hal senada juga disampaikan oleh Agung Marsudi, Sekretaris FJM. Pergerakan oknum Wartawan yang tidak jelas bentuk medianya ini sudah sangat meresahkan. Agung menuturkan disalah satu SKPD di Kabupaten Madiun  beberapa hari yang lalu sampai kewalahan melayani kedatangan Wartawan yang datang secara rombongan.
“Kemarin sewaktu saya di salah satu SKPD, Saya melihat dibuku tamu ada delapan nama yang antri bertemu dengan Kepala Dinas, disitu hanya disebutkan Pers Madiun, tidak jelas medianya apa,” ungkap Agung Marsudi.

Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan di Dinas terkait karena mereka rata-rata tidak kenal dengan oknum Wartawan tersebut. “Saran saya, bila tidak jelas medianya apa tolak saja, karena ini bisa merusak citra Wartawan yang benar-benar melakukan liputan di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun,” tegasnya. (p-76)
Sarjono, Ketua FJM
Madiun Kota, Investigasi : Bagai jamur dimusim penghujan, itulah ungkapan yang tepat melihat fenomena kemunculan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Wartawan abal-abal yang sering bergentayangan masuk ke Satker dilingkup Pemerintah Kota Madiun dan Kabupaten Madiun.
Kemunculan oknum yang mengaku LSM dan Wartawan Tanpa Surat Kabar ini tentu saja meresahkan instansi terkait. "Iya mas, mereka biasa datang secara rombongan 2 sampai 4 orang untuk meminta uang bensin," ungkap salah satu Staff di SKPD Pemerintah Kota Madiun.
Menyikapi hal ini, Sarjono, Ketua Forum Jurnalis Madiun (FJM) meminta SKPD dilingkup Pemerintah Kota maupun Kabupaten untuk selalu waspada dan tidak asal percaya jika ada oknum yang mengaku Wartawan maupun LSM.
"Dimohon kepada Kepala Dinas maupun pejabat di institusi pemerintahan agar waspada dan tidak mudah percaya saat didatangi orang yang mengaku sebagai Wartawan yang ujung-ujngnya hanya minta duit atau THR menjelang lebaran," ungkap Sarjono pada SKN Investigasi, Senin (27/6/16).
Sarjono menegaskan, apabila oknum yang mengaku Wartawan maupun LSM tersebut tetap memaksa, maka pejabat yang bersangkutan bisa menolak dengan tegas. "Tolak saja apabila kedatangannya tidak ada kaitan dengan tugas-tugas kejurnalistikan," tegasnya.
Lebih jauh Sarjono melanjutkan, Wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Madiun merasa risih dan prihatin dengan kemunculan oknum-oknum tersebut karena apabila ada liputan diwilayah Kota dan Kabupaten mereka tidak pernah muncul namun menjelang hari raya Idul Fitri malah keluar seperti jamur dimusim penghujan. "Terus terang kita merasa risih dan prihatin dengan munculnya Wartawan abal-abal, apalagi keberadaannya tidak pernah dikenal oleh komunitas Wartawan yang bertugas di wilayah Madiun," pungkas Sarjono.
Agung, Sekretaris FJM
Hal senada juga disampaikan oleh Agung Marsudi, Sekretaris FJM. Pergerakan oknum Wartawan yang tidak jelas bentuk medianya ini sudah sangat meresahkan. Agung menuturkan disalah satu SKPD di Kabupaten Madiun  beberapa hari yang lalu sampai kewalahan melayani kedatangan Wartawan yang datang secara rombongan.
“Kemarin sewaktu saya di salah satu SKPD, Saya melihat dibuku tamu ada delapan nama yang antri bertemu dengan Kepala Dinas, disitu hanya disebutkan Pers Madiun, tidak jelas medianya apa,” ungkap Agung Marsudi.

Tentu saja hal ini menjadi pertanyaan di Dinas terkait karena mereka rata-rata tidak kenal dengan oknum Wartawan tersebut. “Saran saya, bila tidak jelas medianya apa tolak saja, karena ini bisa merusak citra Wartawan yang benar-benar melakukan liputan di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun,” tegasnya. (p-76)
Baca

Gerakan 1000 Nasi Kotak Wujud Kepedulian Insan Pers Madiun Pada Sesama

Madiun, Investigasi : Momentum Bulan Suci Ramdhan 1437 H ini dimanfaatkan dengan baik oleh Forum Wartawan Madiun (FWM) dan Forum Jurnalis Madiun (FJM) yang bergabung bersama dalam Jurnalis Independen Madiun (JIM) untuk melaksanakan Gerakan 1000 Nasi Kotak.
Gerakan 1000 Nasi Kotak ini digagas sebagai bentuk kepedulian sosial para Wartawan yang biasa meliput diarea Kota dan Kabupaten Madiun untuk masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Pembukaan pembagian hampir 1000 Nasi Kotak dilaksanakan di Simpang Lima, selatan Carefour. Hampir 50 Wartawan yang tergabung dalam FWM dan FJM turun kelapangan untuk membagikan nasi kotak tersebut pada tukang becak dan masyarakat kurang mampu untuk berbuka puasa. Minggu (26/6/16).
Selanjutnya, kelompok dipecah menjadi 3 bagian yaitu untuk wilayah Kota Madiun membagikan nasi kotak di Panti Asuhan Misfalah 51 di Jalan Ki Ageng Selo, Yayasan Al Fattah, Jalan Dadali Kota Madiun serta di Pasar Besar Madiun dan Pasar Sleko Kota Madiun.
Kelompok kedua bergerak di wilayah selatan yaitu membagikan nasi kotak
tersebut di Pasar Pagotan dan Pasar Dolopo Kabupaten Madiun. Kelompok ketiga meluncur keutara untuk membagikan nasi kotak tersebut
di Panti Asuhan Siti Hajar, Desa Buduran Kecamatan Wonoasri, Pondok Pesatren dan Panti Asuhan Nailul Munaa, Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan serta di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Caruban.
Dalam waktu kurang dari 1 jam, hampir seribuan nasi kotak ludes dibagikan kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa. Tentu saja ini menjadikan catatan tersendiri bagi para Wartawan dalam merasakan indahya saling berbagi di Bulan Suci Ramadhan. Satu untaian kata tulus meluncur dari Mbah Rah, penjual jamu gendongan yang menerima nasi kotak pemberian dari Wartawan. Dirinya tidak menyangka kalau akan mendapatkan makanan untuk berbuka puasa tersebut. "Matur nuwun, semoga panjenengan semua mendapatkan balasan serta rejeki yang berlimpah dari Gusti Allah," kata Mbah Rah.
Menurut Juremi, Wartawan Koran Memo, kegiatan positif seperti ini patut dijadikan agenda tahunan. "Ini untuk mengasah kepedulian sosial bagi teman-teman Wartawan. Kami bukan saja hanya mencari berita, namun kami juga bisa berbagi," ujarnya disela-sela pembagian nasi kotak.
Suksesnya Gerakan 1000 Nasi Kotak untuk panti asuhan dan masyarakat kurang beruntung ini bukan hanya terletak pada pamor para Wartawan yang bertugas di Kota dan Kabupaten Madiun, namun keberhasilan ini berkat kepekaan sosial yang tinggi dan rasa saling berbagi dari para donatur yang mau menyisihkan sedikit rejekinya untuk yang kurang beruntung. "Pelaksanaan pembagian nasi kotak ini sukses kita laksanakan, Setelah
ini kita akan berkumpul lagi untuk melakukan evaluasi terkait dengan acara yang sudah kita lakukan," ungkap Gogot Elianto dari SKN Investigasi yang juga Ketua Bidang Pemerintahan FJM.
Gogot mengucapkan terima kasih pada berbagai pihak yang telah membantu secara moril maupun materiil demi suksesnya Gerakan 1000 Nasi Kotak untuk sesame ini. Diharapkan, kedepan Wartawan bukan hanya pintar dalam mencari berita, namun juga menjadi pelopor dalam gerakan saling berbagi. (p-76)
Madiun, Investigasi : Momentum Bulan Suci Ramdhan 1437 H ini dimanfaatkan dengan baik oleh Forum Wartawan Madiun (FWM) dan Forum Jurnalis Madiun (FJM) yang bergabung bersama dalam Jurnalis Independen Madiun (JIM) untuk melaksanakan Gerakan 1000 Nasi Kotak.
Gerakan 1000 Nasi Kotak ini digagas sebagai bentuk kepedulian sosial para Wartawan yang biasa meliput diarea Kota dan Kabupaten Madiun untuk masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Pembukaan pembagian hampir 1000 Nasi Kotak dilaksanakan di Simpang Lima, selatan Carefour. Hampir 50 Wartawan yang tergabung dalam FWM dan FJM turun kelapangan untuk membagikan nasi kotak tersebut pada tukang becak dan masyarakat kurang mampu untuk berbuka puasa. Minggu (26/6/16).
Selanjutnya, kelompok dipecah menjadi 3 bagian yaitu untuk wilayah Kota Madiun membagikan nasi kotak di Panti Asuhan Misfalah 51 di Jalan Ki Ageng Selo, Yayasan Al Fattah, Jalan Dadali Kota Madiun serta di Pasar Besar Madiun dan Pasar Sleko Kota Madiun.
Kelompok kedua bergerak di wilayah selatan yaitu membagikan nasi kotak
tersebut di Pasar Pagotan dan Pasar Dolopo Kabupaten Madiun. Kelompok ketiga meluncur keutara untuk membagikan nasi kotak tersebut
di Panti Asuhan Siti Hajar, Desa Buduran Kecamatan Wonoasri, Pondok Pesatren dan Panti Asuhan Nailul Munaa, Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan serta di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Caruban.
Dalam waktu kurang dari 1 jam, hampir seribuan nasi kotak ludes dibagikan kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa. Tentu saja ini menjadikan catatan tersendiri bagi para Wartawan dalam merasakan indahya saling berbagi di Bulan Suci Ramadhan. Satu untaian kata tulus meluncur dari Mbah Rah, penjual jamu gendongan yang menerima nasi kotak pemberian dari Wartawan. Dirinya tidak menyangka kalau akan mendapatkan makanan untuk berbuka puasa tersebut. "Matur nuwun, semoga panjenengan semua mendapatkan balasan serta rejeki yang berlimpah dari Gusti Allah," kata Mbah Rah.
Menurut Juremi, Wartawan Koran Memo, kegiatan positif seperti ini patut dijadikan agenda tahunan. "Ini untuk mengasah kepedulian sosial bagi teman-teman Wartawan. Kami bukan saja hanya mencari berita, namun kami juga bisa berbagi," ujarnya disela-sela pembagian nasi kotak.
Suksesnya Gerakan 1000 Nasi Kotak untuk panti asuhan dan masyarakat kurang beruntung ini bukan hanya terletak pada pamor para Wartawan yang bertugas di Kota dan Kabupaten Madiun, namun keberhasilan ini berkat kepekaan sosial yang tinggi dan rasa saling berbagi dari para donatur yang mau menyisihkan sedikit rejekinya untuk yang kurang beruntung. "Pelaksanaan pembagian nasi kotak ini sukses kita laksanakan, Setelah
ini kita akan berkumpul lagi untuk melakukan evaluasi terkait dengan acara yang sudah kita lakukan," ungkap Gogot Elianto dari SKN Investigasi yang juga Ketua Bidang Pemerintahan FJM.
Gogot mengucapkan terima kasih pada berbagai pihak yang telah membantu secara moril maupun materiil demi suksesnya Gerakan 1000 Nasi Kotak untuk sesame ini. Diharapkan, kedepan Wartawan bukan hanya pintar dalam mencari berita, namun juga menjadi pelopor dalam gerakan saling berbagi. (p-76)
Baca

Dalam Operasi Camer, Polres Madiun Kota Amankan Ratusan Miras dan Puluhan Sepeda Motor

Madiun Kota, Investigasi : Setelah menggelar Operasi Camer selama hampir dua minggu, Polres Madiun Kota merilis hasilnya dihadapan puluhan Wartawan yang biasa ngepos di Mapolres Madiun Kota.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro menerangkan bahwa selama hampir dua minggu pelaksanaan operasi, Polres Madiun Kota berhasil mengungkap 6 kasus premanisme dengan 10 tersangka dan barang bukti berupa minuman lokal jenis arjo, gitar, HP dan uang tunai,
“Operasi ini kita gelar dalam rangka cipta kondisi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1437 H,” ujar AKBP, Susatyo Purnomo Condro pada Investigasi News, Sabtu (25/6/16)
Dilanjutkan oleh Kapolres Madiun Kota Selain itu, dalam operasi Camer ini juga menertibkan balapan liar yang sering terjadi di kota Madiun. Karena saat ini balapan liar juga merupakan premanisme karena bibit munculnya geng motor berasal dari balapan liar.
“Kemarin kita juga mengamankan puluhan sepeda motor yang digunakan untuk balap liar. Ini juga sebagai bentuk premanisme karena menganggu ketertiban umum,” lanjut Kapolres Madiun Kota.
Namun dalam Operasi Camer ini, Polres Madiun Kota tidak mendapatkan satu pun pembuat, penjual mercon. “Untuk kasus mercon, kita tidak menemukan satupun pembuat maupun penjualnya. Rata-rata mereka menjual kembang api,” ungkapnya.
Selain kasus premanisme, Polresta Madiun juga mengungkap 3 kasus judi dengan 3 tersangka dan barang bukti beberan dadu, tempurung, HP, serta uang tunai.

Sekilas untuk diketahui, dalam rilis yang dikeluarkan oleh Polres Madiun Kota hasil dari Operasi Camer adalah 310 liter miras serta mengamankan 49 motor yang tidak dilengkapi dengan surat maupun kelengkapan lainnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Setelah menggelar Operasi Camer selama hampir dua minggu, Polres Madiun Kota merilis hasilnya dihadapan puluhan Wartawan yang biasa ngepos di Mapolres Madiun Kota.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro menerangkan bahwa selama hampir dua minggu pelaksanaan operasi, Polres Madiun Kota berhasil mengungkap 6 kasus premanisme dengan 10 tersangka dan barang bukti berupa minuman lokal jenis arjo, gitar, HP dan uang tunai,
“Operasi ini kita gelar dalam rangka cipta kondisi selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1437 H,” ujar AKBP, Susatyo Purnomo Condro pada Investigasi News, Sabtu (25/6/16)
Dilanjutkan oleh Kapolres Madiun Kota Selain itu, dalam operasi Camer ini juga menertibkan balapan liar yang sering terjadi di kota Madiun. Karena saat ini balapan liar juga merupakan premanisme karena bibit munculnya geng motor berasal dari balapan liar.
“Kemarin kita juga mengamankan puluhan sepeda motor yang digunakan untuk balap liar. Ini juga sebagai bentuk premanisme karena menganggu ketertiban umum,” lanjut Kapolres Madiun Kota.
Namun dalam Operasi Camer ini, Polres Madiun Kota tidak mendapatkan satu pun pembuat, penjual mercon. “Untuk kasus mercon, kita tidak menemukan satupun pembuat maupun penjualnya. Rata-rata mereka menjual kembang api,” ungkapnya.
Selain kasus premanisme, Polresta Madiun juga mengungkap 3 kasus judi dengan 3 tersangka dan barang bukti beberan dadu, tempurung, HP, serta uang tunai.

Sekilas untuk diketahui, dalam rilis yang dikeluarkan oleh Polres Madiun Kota hasil dari Operasi Camer adalah 310 liter miras serta mengamankan 49 motor yang tidak dilengkapi dengan surat maupun kelengkapan lainnya. (p-76)
Baca

Tasyakuran Hari Jadi Kota Madiun Ke 98, Kota Madiun Semakin Sejahtera

Madiun Kota, Investigasi : Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Madiun ke 98 Tahun 2016 dilaksanakan di halaman Balaikota Madiun, Minggu (19/6/16). Hadir dalam acara tersebut Walikota Madiun, H. Bambang Irianto, Wakil Walikota, Sekda, Jajaran Forpimda Kota Madiun, Jajaran SKPD dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa diusia yang menginjak 98 tahun ini, Kota Madiun semakin bersinar. Berbagai prestasi sudah diraih sebagai bukti bahwa Kota Madiun terus berbenah menuju yang lebih baik.
Lebih lanjut dikatakan, seiring bertambahnya usia dari Kota Madiun, perekonomian masyarakat khususnya Kota Madiun bertambah baik, akan lebih baik."Perekonomian saat ini lebih baik dari pada tahun sebelumnya," tegasnya.
Ditegaskan, Walikota Madiun berharap masyarakat Kota Madiun kedepannya lebih sejahtera lagi sehingga tercapai tatanan pemerintah yang bermartabat. “Saya berharap masyarakat lebih sejahtera, makmur dan sehat wal afiat. Saya juga minta maaf, apabila kepemimpinan saya selama tujuh tahun ini, ada kekurangan,” kata H Bambang Irianto.
Selanjutnya, H. Bambang Irianto akan terbang ke Jakarta guna menerima Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup. Walikota  mengatakan, capaian ini berkat kerjasama dan doa dari seluruh lapisan masyarakat Kota Madiun.  "Hari Rabu depan saya akan berangkat ke Jakarta, saya mohon doa dan dukungannya," ucap Walikota.
Setelah pembaberian tausiah dan pembacaan doa oleh Kepala Kementerian Agama Kota Madiun, Amir Solehudin,, acara tasyakuran dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng Hari Jadi Kota Madiun. Oleh Walikota Madiun, potongan tumpeng tersebut diberikan kepada tokoh masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua DPRD Kota Madiun, Istono.
Sejarah singkat tentang Kota Madiun bermula dari Jaman Hindia Belanda. Madiun adalah suatu Gemeente yang berpemerintahan sendiri (Swapraja) karena komunitas Belanda yang bekerja di berbagai perkebunan dan industri tidak ingin diatur atau diperintah oleh seorang Bupati yang notabene merupakan pribumi (orang Jawa).
Sebagai suatu kota Swapraja, Madiun didirikan pada tanggal 20 Juni 1918 dan dipimpin pertama kali oleh Asisten Residen Madiun. Baru ditahun 1927, Madiun dipimpin oleh seorang Walikota. 

Sampai saat ini, H. Bambang Irianto merupakan Walikota ke 27 yang memimpin Kota Madiun dan terbukti Kota Madiun berkembang pesat di berbagai sektor sehingga masyarakatnya makmur dan sejahtera. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Madiun ke 98 Tahun 2016 dilaksanakan di halaman Balaikota Madiun, Minggu (19/6/16). Hadir dalam acara tersebut Walikota Madiun, H. Bambang Irianto, Wakil Walikota, Sekda, Jajaran Forpimda Kota Madiun, Jajaran SKPD dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa diusia yang menginjak 98 tahun ini, Kota Madiun semakin bersinar. Berbagai prestasi sudah diraih sebagai bukti bahwa Kota Madiun terus berbenah menuju yang lebih baik.
Lebih lanjut dikatakan, seiring bertambahnya usia dari Kota Madiun, perekonomian masyarakat khususnya Kota Madiun bertambah baik, akan lebih baik."Perekonomian saat ini lebih baik dari pada tahun sebelumnya," tegasnya.
Ditegaskan, Walikota Madiun berharap masyarakat Kota Madiun kedepannya lebih sejahtera lagi sehingga tercapai tatanan pemerintah yang bermartabat. “Saya berharap masyarakat lebih sejahtera, makmur dan sehat wal afiat. Saya juga minta maaf, apabila kepemimpinan saya selama tujuh tahun ini, ada kekurangan,” kata H Bambang Irianto.
Selanjutnya, H. Bambang Irianto akan terbang ke Jakarta guna menerima Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup. Walikota  mengatakan, capaian ini berkat kerjasama dan doa dari seluruh lapisan masyarakat Kota Madiun.  "Hari Rabu depan saya akan berangkat ke Jakarta, saya mohon doa dan dukungannya," ucap Walikota.
Setelah pembaberian tausiah dan pembacaan doa oleh Kepala Kementerian Agama Kota Madiun, Amir Solehudin,, acara tasyakuran dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng Hari Jadi Kota Madiun. Oleh Walikota Madiun, potongan tumpeng tersebut diberikan kepada tokoh masyarakat yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua DPRD Kota Madiun, Istono.
Sejarah singkat tentang Kota Madiun bermula dari Jaman Hindia Belanda. Madiun adalah suatu Gemeente yang berpemerintahan sendiri (Swapraja) karena komunitas Belanda yang bekerja di berbagai perkebunan dan industri tidak ingin diatur atau diperintah oleh seorang Bupati yang notabene merupakan pribumi (orang Jawa).
Sebagai suatu kota Swapraja, Madiun didirikan pada tanggal 20 Juni 1918 dan dipimpin pertama kali oleh Asisten Residen Madiun. Baru ditahun 1927, Madiun dipimpin oleh seorang Walikota. 

Sampai saat ini, H. Bambang Irianto merupakan Walikota ke 27 yang memimpin Kota Madiun dan terbukti Kota Madiun berkembang pesat di berbagai sektor sehingga masyarakatnya makmur dan sejahtera. (p-76)
Baca

Air Terjun Suksukan, Pesona Keindahan Alam Desa Tileng

Madiun, Investigasi : Banyak yang belum tahu kalau di Desa Tileng, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun terdapat destinasi wisata lokal alami yaitu air terjun Suksukan. Air terjun dengan 2 tingkat yang total setinggi 30 meter ini yang berada diwilayah Dusun Gajahan, RT 7 RW 3, Desa Tileng ini sudah lama ditemukan, namun belum tergarap secara maksimal.
Dengan didampingi Kepala Desa Tileng dan beberapa perangkat, Wartawan SKN Investigasi New berkesempatan menjelajah dan menyusuri aliran sungai hingga sampai di titik terendah air terjun Suksukan tersebut.
Menurut Miratnu, Kepala Desa Tileng, air terjun Suksukan ini memang sudah lama ditemukan, namun belum diangkat karena lokasi air terjun tersebut jarang dilewati penduduk. “Kita usahakan agar akses jalan menuju air terjun ini dibangun dan ditata sehingga bisa menarik minat wisatawan,” ungkap Miratnu.
Sepanjang langkah menyusuri aliran sungai yang berair jernih dan bebatuan ini, mata Wartawan Investigasi dimanjakan hijaunya dedaunan dan gemerecik air sehingga membuat perasaan menjadi tentram serta lupa akan kepenatan rutinitas sehari-hari.

Diterangkan, air terjun Suksukan ini tercipta dari pertemuan dua aliran sungai yaitu aliran sungai Bata Putih yang berasal dari sumber mata air Desa Tileng dengan aliran sungai Jeram yang berasal dari Desa Ngebel (Ponorogo). “Pertemuan 2 aliran sungai besar ini bertemu dalam satu titik (tempuran) di air terjun Suksukan,” kata Miratnu sembari membersihkan kayu yang berada dibawah air terjun.
Pesona wisata inilah yang nantinya akan ditawarkan Pemerintah Desa Tileng agar masyarakat luas tahu bahwa di Desa Tileng mempunyai destinasi wisata alami yang bisa dijadikan referensi untuk wisata keluarga.
Selanjutnya Miratnu menjelaskan, Desa Tileng terdiri dari 3 dusun yaitu Dusun Krajan, Pokolimo dan Gondoroso yang rata-rata penduduknya menanam cengkih dan durian. Namun, kebiasaan penduduk setempat apabila panen mereka menjual sendiri-sendiri ataupun ada yang diambil pengepul dengan harga yang relatif murah. “Apabila nantinya akses ke air terjun Suksukan ini sudah dibuka, maka disekitar lokasi air terjun apabila panen durian akan kita tawarkan kepengunjung yang datang,” ujarnya.
Dibalik keindahan dan keasrian air terjun Suksukan ini terdapat legenda yang merupakan bentuk kearifan lokal desa setempat. Diceritakan secara turun temurun bahwa secara ghaib daerah air terjun Suksukan tersebut akan dijadikan telaga, namun sebelum telaga terbentuk, tiba-tiba terdengan suara lesung ditabuh oleh Mbok Rondo Dayakan (Segulung) sehingga pembuatan telaga dalam satu malam batal.
Yang pasti, keindahan air terjun Suksukan dipastikan bisa menambah referensi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Madiun. “Silahkan datang dan buktikan keindahan air terjun Suksukan,” pungkas Miratnu. (p-76)


Madiun, Investigasi : Banyak yang belum tahu kalau di Desa Tileng, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun terdapat destinasi wisata lokal alami yaitu air terjun Suksukan. Air terjun dengan 2 tingkat yang total setinggi 30 meter ini yang berada diwilayah Dusun Gajahan, RT 7 RW 3, Desa Tileng ini sudah lama ditemukan, namun belum tergarap secara maksimal.
Dengan didampingi Kepala Desa Tileng dan beberapa perangkat, Wartawan SKN Investigasi New berkesempatan menjelajah dan menyusuri aliran sungai hingga sampai di titik terendah air terjun Suksukan tersebut.
Menurut Miratnu, Kepala Desa Tileng, air terjun Suksukan ini memang sudah lama ditemukan, namun belum diangkat karena lokasi air terjun tersebut jarang dilewati penduduk. “Kita usahakan agar akses jalan menuju air terjun ini dibangun dan ditata sehingga bisa menarik minat wisatawan,” ungkap Miratnu.
Sepanjang langkah menyusuri aliran sungai yang berair jernih dan bebatuan ini, mata Wartawan Investigasi dimanjakan hijaunya dedaunan dan gemerecik air sehingga membuat perasaan menjadi tentram serta lupa akan kepenatan rutinitas sehari-hari.

Diterangkan, air terjun Suksukan ini tercipta dari pertemuan dua aliran sungai yaitu aliran sungai Bata Putih yang berasal dari sumber mata air Desa Tileng dengan aliran sungai Jeram yang berasal dari Desa Ngebel (Ponorogo). “Pertemuan 2 aliran sungai besar ini bertemu dalam satu titik (tempuran) di air terjun Suksukan,” kata Miratnu sembari membersihkan kayu yang berada dibawah air terjun.
Pesona wisata inilah yang nantinya akan ditawarkan Pemerintah Desa Tileng agar masyarakat luas tahu bahwa di Desa Tileng mempunyai destinasi wisata alami yang bisa dijadikan referensi untuk wisata keluarga.
Selanjutnya Miratnu menjelaskan, Desa Tileng terdiri dari 3 dusun yaitu Dusun Krajan, Pokolimo dan Gondoroso yang rata-rata penduduknya menanam cengkih dan durian. Namun, kebiasaan penduduk setempat apabila panen mereka menjual sendiri-sendiri ataupun ada yang diambil pengepul dengan harga yang relatif murah. “Apabila nantinya akses ke air terjun Suksukan ini sudah dibuka, maka disekitar lokasi air terjun apabila panen durian akan kita tawarkan kepengunjung yang datang,” ujarnya.
Dibalik keindahan dan keasrian air terjun Suksukan ini terdapat legenda yang merupakan bentuk kearifan lokal desa setempat. Diceritakan secara turun temurun bahwa secara ghaib daerah air terjun Suksukan tersebut akan dijadikan telaga, namun sebelum telaga terbentuk, tiba-tiba terdengan suara lesung ditabuh oleh Mbok Rondo Dayakan (Segulung) sehingga pembuatan telaga dalam satu malam batal.
Yang pasti, keindahan air terjun Suksukan dipastikan bisa menambah referensi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Madiun. “Silahkan datang dan buktikan keindahan air terjun Suksukan,” pungkas Miratnu. (p-76)


Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100