Berita Terkini

Jelang Ramadhan, Sebulan Penuh Pemkot Madiun akan Lakukan Operasi Pasar

Madiun Kota, Investigasi : Acara Forum Kehumasan yang dilaksanakan oleh Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun di Gedung Diklat, Gulun, Kota Madiun dengan mengundang Wartawan, LSM dan unsur KIM se Kota Madiun dengan topik pembicaraan Pelaksanaan Operasi Pasar Menjelang Ramadhan” berjalan dengan lancar.
Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto, Wawalikota, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekda Kota Madiun dan seluruh Satker Pemkot Madiun. Selasa (24/5/16)
Sesuai dengan materi yang akan dibahas, pihak Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun menggandeng  Disperindagkopar dan Dinas Pasar untuk memberikan pemaparan terkait dengan pelaksanaan operasi pasar menjelang Ramadhan.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa Menjelang Ramadhan tahun ini, Pemerintah Kota Madiun melalui Disperindagkopar dan Dinas Pasar akan melaksanakan Operasi Pasar.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi dan mengontrol harga bahan pangan atau sembako agar tidak mengalami kenaikan yang signifikan sehingga berdampak pada masyarakat Kota Madiun. “Operasi Pasar ini akan dilaksanakan sebulan penuh, secara teknis nanti akan dijelaskan oleh Dinas terkait,” ungkap Walikota Madiun.
Diharapkan, dengan adanya operasi pasar ini kebutuhan masyarakat Kota Madiun khususnya dapat terpenuhi dan masyarakat bisa tersenyum menghadapi bulan Ramadhan karena harga bahan kebutuhan sangat terjangkau. “Masa jabatan saya tinggal beberapa tahun lagi, saya ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Madiun,” tegas H. Bambang Irianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pariwisata (Disperindagkoppar) Kota Madiun, Sudandi mengatakan, selama operasi pasar, Disperindagkoppar akan menyediakan empat komoditi, yakni beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu. Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi penimbunan, masyarakat disarankan hanya diperbolehkan membeli dua komuditi setiap hari. “Teknisnya setiap hari kita menyediakan beras 650 kg, gula pasir 750 kg, minyak goreng 750 kg juga dan kemudian tepung terigu 200 kg. Untuk beras, gula dan minyak goreng masing-masing disubsidi Rp 1.250 per kg, kalau tepung terigu Rp 1.000. Subsidi ini arahnya untuk pengganti ongkos angkut,” terang Sudandi.
Lebih lanjut Kepala Disperindakkoppar, mengatakan, selama Operasi Pasar digelar, harga beras dipatok Rp 8.500 setiap kilogram dari harga normal Rp 10.000 per kilogram. Gula Kristal Putih kwalitas I (GKP I) dibandrol dengan harga Rp 12.750 dari harga sebelumnya Rp 14.000 setiap kilogram, sedangkan GKP II seharga Rp 13.750 dari harga normal Rp 15.000 setiap kilogram. Minyak goreng seharga Rp 11.500 per liter, dari harga normal Rp 12.750, serta tepung terigu seharga Rp 7.250 per kilogram, dari harga normal Rp 8.250 setiap kilogram. “Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Madiun, untuk program ini Disperindakoppar menyediakan, 19,5 ton beras, 22,5 ton gula pasir, 22.500 kg minyak goreng dan 6 ton tepung terigu, selama dilaksanakan Operasi Pasar tahun 1437 H,” pungkas Sudandi.
Selanjutnya, Gaguk S, Kepala Dinas Pasar berharap agar Operasi pasar bisa dilakukan diluar lingkungan Pasar Besar dan Pasar Sleko. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan operasi pasar tersebut bisa tepat sasaran yaitu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan bisa mengontrol harga.
Selain itu, jarak jangkau dan lokasi juga menjadi kendala jika operasi pasar dilaksanakan di Pasar Besar. Gaguk beralasan, biarpun harga sembako murah namun ongkos untuk datang ketempat pelaksanaan operasi pasar besar berarti sama saja. “Lebih baik operasi pasar dilakukan disetiap kecamatan seperti tahun lalu, sehingga masyarakat tidak terlalu jauh datang,” tegas Gaguk. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Acara Forum Kehumasan yang dilaksanakan oleh Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun di Gedung Diklat, Gulun, Kota Madiun dengan mengundang Wartawan, LSM dan unsur KIM se Kota Madiun dengan topik pembicaraan Pelaksanaan Operasi Pasar Menjelang Ramadhan” berjalan dengan lancar.
Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto, Wawalikota, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekda Kota Madiun dan seluruh Satker Pemkot Madiun. Selasa (24/5/16)
Sesuai dengan materi yang akan dibahas, pihak Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun menggandeng  Disperindagkopar dan Dinas Pasar untuk memberikan pemaparan terkait dengan pelaksanaan operasi pasar menjelang Ramadhan.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa Menjelang Ramadhan tahun ini, Pemerintah Kota Madiun melalui Disperindagkopar dan Dinas Pasar akan melaksanakan Operasi Pasar.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi dan mengontrol harga bahan pangan atau sembako agar tidak mengalami kenaikan yang signifikan sehingga berdampak pada masyarakat Kota Madiun. “Operasi Pasar ini akan dilaksanakan sebulan penuh, secara teknis nanti akan dijelaskan oleh Dinas terkait,” ungkap Walikota Madiun.
Diharapkan, dengan adanya operasi pasar ini kebutuhan masyarakat Kota Madiun khususnya dapat terpenuhi dan masyarakat bisa tersenyum menghadapi bulan Ramadhan karena harga bahan kebutuhan sangat terjangkau. “Masa jabatan saya tinggal beberapa tahun lagi, saya ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Madiun,” tegas H. Bambang Irianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pariwisata (Disperindagkoppar) Kota Madiun, Sudandi mengatakan, selama operasi pasar, Disperindagkoppar akan menyediakan empat komoditi, yakni beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu. Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi penimbunan, masyarakat disarankan hanya diperbolehkan membeli dua komuditi setiap hari. “Teknisnya setiap hari kita menyediakan beras 650 kg, gula pasir 750 kg, minyak goreng 750 kg juga dan kemudian tepung terigu 200 kg. Untuk beras, gula dan minyak goreng masing-masing disubsidi Rp 1.250 per kg, kalau tepung terigu Rp 1.000. Subsidi ini arahnya untuk pengganti ongkos angkut,” terang Sudandi.
Lebih lanjut Kepala Disperindakkoppar, mengatakan, selama Operasi Pasar digelar, harga beras dipatok Rp 8.500 setiap kilogram dari harga normal Rp 10.000 per kilogram. Gula Kristal Putih kwalitas I (GKP I) dibandrol dengan harga Rp 12.750 dari harga sebelumnya Rp 14.000 setiap kilogram, sedangkan GKP II seharga Rp 13.750 dari harga normal Rp 15.000 setiap kilogram. Minyak goreng seharga Rp 11.500 per liter, dari harga normal Rp 12.750, serta tepung terigu seharga Rp 7.250 per kilogram, dari harga normal Rp 8.250 setiap kilogram. “Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Madiun, untuk program ini Disperindakoppar menyediakan, 19,5 ton beras, 22,5 ton gula pasir, 22.500 kg minyak goreng dan 6 ton tepung terigu, selama dilaksanakan Operasi Pasar tahun 1437 H,” pungkas Sudandi.
Selanjutnya, Gaguk S, Kepala Dinas Pasar berharap agar Operasi pasar bisa dilakukan diluar lingkungan Pasar Besar dan Pasar Sleko. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan operasi pasar tersebut bisa tepat sasaran yaitu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan bisa mengontrol harga.
Selain itu, jarak jangkau dan lokasi juga menjadi kendala jika operasi pasar dilaksanakan di Pasar Besar. Gaguk beralasan, biarpun harga sembako murah namun ongkos untuk datang ketempat pelaksanaan operasi pasar besar berarti sama saja. “Lebih baik operasi pasar dilakukan disetiap kecamatan seperti tahun lalu, sehingga masyarakat tidak terlalu jauh datang,” tegas Gaguk. (p-76)
Baca

Warga Tolak Pembangunan Pagar Makam Wareng, Pembangunan Pagar TPU Dikawal Gabungan TNI-Polri

Madiun Kota, Investigasi : Penolakan Warga Jalan Pagu Indah, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman terhadap pelaksanaan pembangunan pagar Pemakaman terus bergulir. Demo namun demo yang dilakukan oleh warga Jalan Pagu Indah dibeberapa tempat termasuk DPRD Kota Madiun beberapa waktu lalu tidak menyurutkan niat Pemerintah Kota Madiun untuk tetap membangun pagar pemakaman Wareng Baru.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pelaksanaan pembangunan pagar Taman Pemakaman Umum (TPU) Wareng Baru, jalan Pagu Indah, Kecamatan Taman, Kota Madiun, mendapat pengamanan ketat dari personil gabungan TNI dan Polri
Pengamanan ini dilakukan karena dilokasi pembangunan TPU Wareng Baru masih ada penolakan dari warga yang tidak menghendaki pembangunan pagar makam tersebut dilaksanakan. Warga ngotot agar pembangunan pagar makam itu dihentikan karena dapat mengurangi harga jual tanah.
"Selain itu, TPU yang dibangun sekarang tidak sesuai dengan hasil Musrenbangkel yang dilaksanakan pada tahun 2013 - 2014 yang dimediasi oleh Kepala Kelurahan Manisrejo,"Kata Jarianto, Senin (23/5/2016).
Dikatakan lebih lanjut, dari hasil musyawarah yang saat itu difasilitasi oleh Kepala Kecamatan Taman dan Kepala Kelurahan Manisrejo dengan warga disepakati pembangunan TPU berada dilokasi pinggir sungai Klampok. "Sedangkan yang terjadi sekarang realisasinya di Wareng yang jaraknya kurang dari 100 m dari rumah warga. Tapi kerena ini sudah menjadi kebijaksanaan pak Wali Kota, sebagai warga kita hanya menurut saja," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Madiun, Mariyono, mengatakan, pembangunan makam baru di Wareng merupakan program prioritas hasil musyawarah tingkat kelurahan yang diusulkan ke Kelurahan dan dilaporkan ke Pemkot Madiun.
"Jadi pembangunan makam ini sudah sesuai prosedur dan harus segera dilaksanakan. Karena seharusnya pembangunan ini sudah selesai bulan ini,"Terang Ir. Suwarno. (p-76)
.
Madiun Kota, Investigasi : Penolakan Warga Jalan Pagu Indah, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman terhadap pelaksanaan pembangunan pagar Pemakaman terus bergulir. Demo namun demo yang dilakukan oleh warga Jalan Pagu Indah dibeberapa tempat termasuk DPRD Kota Madiun beberapa waktu lalu tidak menyurutkan niat Pemerintah Kota Madiun untuk tetap membangun pagar pemakaman Wareng Baru.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pelaksanaan pembangunan pagar Taman Pemakaman Umum (TPU) Wareng Baru, jalan Pagu Indah, Kecamatan Taman, Kota Madiun, mendapat pengamanan ketat dari personil gabungan TNI dan Polri
Pengamanan ini dilakukan karena dilokasi pembangunan TPU Wareng Baru masih ada penolakan dari warga yang tidak menghendaki pembangunan pagar makam tersebut dilaksanakan. Warga ngotot agar pembangunan pagar makam itu dihentikan karena dapat mengurangi harga jual tanah.
"Selain itu, TPU yang dibangun sekarang tidak sesuai dengan hasil Musrenbangkel yang dilaksanakan pada tahun 2013 - 2014 yang dimediasi oleh Kepala Kelurahan Manisrejo,"Kata Jarianto, Senin (23/5/2016).
Dikatakan lebih lanjut, dari hasil musyawarah yang saat itu difasilitasi oleh Kepala Kecamatan Taman dan Kepala Kelurahan Manisrejo dengan warga disepakati pembangunan TPU berada dilokasi pinggir sungai Klampok. "Sedangkan yang terjadi sekarang realisasinya di Wareng yang jaraknya kurang dari 100 m dari rumah warga. Tapi kerena ini sudah menjadi kebijaksanaan pak Wali Kota, sebagai warga kita hanya menurut saja," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Madiun, Mariyono, mengatakan, pembangunan makam baru di Wareng merupakan program prioritas hasil musyawarah tingkat kelurahan yang diusulkan ke Kelurahan dan dilaporkan ke Pemkot Madiun.
"Jadi pembangunan makam ini sudah sesuai prosedur dan harus segera dilaksanakan. Karena seharusnya pembangunan ini sudah selesai bulan ini,"Terang Ir. Suwarno. (p-76)
.
Baca

AKBP Susatyo Purnomo Condro Pimpin Apel Perdana Di Mapolres Madiun Kota

Madiun Kota, Investigasi : Setelah pelaksanaan sertijab di Hotel Aston, Selasa (17/5/16) lalu, Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro langsung memimpin pelaksanaan apel pagi di Halaman Mapolres Madiun Kota. Kamis (19/5/16).
Seluruh anggota Polres Madiun Kota dan pejabat utama Polres Madiun Kota hadir dalam pelaksanaan apel pagi ini.  Benar saja sesuatu yang tidak biasa terjadi, laporan yang biasanya dilakukan dengan menghadap pengambil apel dengan pasukan posisi siap kali ini dilakukan ditempat dengan pasukan posisi istirahat ditempat.
Setelah laporan selesai Kapolresta menyampaikan bahwa dulu ketika masih menjadi anak buah di kesatuan sering merasakan pergantian pucuk pimpinan yang menurutnya selalu membuat stres, dari situ beliau mempunyai cita-cita bahwa ketika kelak menjadi pucuk pimpinan dirinya ingin agar anggota tidak menjadi stres.
Lebih lanjut, Kapolresta mengucapkan terima kasih atas sambutanya yang luar biasa mulai dari upacara sertijab dst selanjutnya kapolres juga menyampaikan misinya untuk dipedomani setiap anggota.
Kapolres Madiun Kota dalam kesempatan ini menyampaikan misi dengan singkatan TRUST (tulus, responsif, unggul, santun, terpadu). Kapolresta menjabarkan beberapa poin-poin yang ada seperti Tulus. “Orang yang tulus pasti akan serius. seorang anggota polisi dalam melaksanakan tugasnya harus memiliki perasaan tulus karena dengan tulus kita akan iklas dan pasti juga akan serius dalam melaksanakan tugas kepolisian,” ungkap Kapolresta.
Dilanjutkan, Sikap tulus jika di isyaratkan dengan bahasa tubuh yaitu dengan meletakkan tangan kepada dada, terang kapolres. selanjutnya yaitu Responsif, responsif itu berarti cepat, melayani keluhan masyarakat secara cepat merupakan salah satu bentuk responsif kita dalam melaksanakan tugas, dapat diisyaratkan dengan mengangkat kedua tangan menggenggam didepan dada.
Unggul berarti profesional dalam fungsi yang diembanya kuncinya yaitu dengan belajar karena profesi polisi lebih banyak pada ketrampilan, diisyaratkan dengan dua jempol diarahkan kedepan. Santun, santun itu lebih pada perilakunya, kalau tulus itu sikapnya maka santun adalah caranya, sikap santun dapat dilihat dari perilaku. beliau memberikan contoh seorang petugas penjagaan yang menerima laporan harus mendengarkan dengan baik dan menanggkapi dengan bahasa yang sopan adalah sikap santun petugas kepada masyarakat, diisyaratkan dengan kedua tangan menengadah keatas.
Selanjutnya yang terahir adalah Terpadu, terpadu berarti sinergis, tidak ada yang paling hebat semua sama kita hebat kalau bersatu, diisyratkan dengan menyatukan telapak tangan di depan dada. lima misi yang disertai dengan isyarat diatas beliau menyebutnya sebagai salam kotama.
Selain itu Kapolres menambahkan bahwa pentingnya menjalin keakraban dengan instasi terkait, seperti dengan TNI, Pemerintahan dan dengan paguyuban pencak silat yang ada di madiun. sedangkan untuk anggota beliau mengharapkan agar anggota menjaga sikap tampang. beliau tidak suka melihat rambut yang kurang rapi, dalam hal melaksanakan tugas, anggota harus melaksanakannya dengan sempurna.
Sisi lain ditunjukan sikap penuh perhatian dan penuh kekeluargaan ditunjukan Bapak kapolres madiun kota contoh kapolres memberikan tebakan atau apresiasi kepada anggota, bagi anggota yang berulang tahun pada hari ini diberikan hadiah, beberapa anggota yang bernasib baik hari ini nampak senang karena mendapatkan uang saku tambahan dari bapak kapolres yang baru ini. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Setelah pelaksanaan sertijab di Hotel Aston, Selasa (17/5/16) lalu, Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro langsung memimpin pelaksanaan apel pagi di Halaman Mapolres Madiun Kota. Kamis (19/5/16).
Seluruh anggota Polres Madiun Kota dan pejabat utama Polres Madiun Kota hadir dalam pelaksanaan apel pagi ini.  Benar saja sesuatu yang tidak biasa terjadi, laporan yang biasanya dilakukan dengan menghadap pengambil apel dengan pasukan posisi siap kali ini dilakukan ditempat dengan pasukan posisi istirahat ditempat.
Setelah laporan selesai Kapolresta menyampaikan bahwa dulu ketika masih menjadi anak buah di kesatuan sering merasakan pergantian pucuk pimpinan yang menurutnya selalu membuat stres, dari situ beliau mempunyai cita-cita bahwa ketika kelak menjadi pucuk pimpinan dirinya ingin agar anggota tidak menjadi stres.
Lebih lanjut, Kapolresta mengucapkan terima kasih atas sambutanya yang luar biasa mulai dari upacara sertijab dst selanjutnya kapolres juga menyampaikan misinya untuk dipedomani setiap anggota.
Kapolres Madiun Kota dalam kesempatan ini menyampaikan misi dengan singkatan TRUST (tulus, responsif, unggul, santun, terpadu). Kapolresta menjabarkan beberapa poin-poin yang ada seperti Tulus. “Orang yang tulus pasti akan serius. seorang anggota polisi dalam melaksanakan tugasnya harus memiliki perasaan tulus karena dengan tulus kita akan iklas dan pasti juga akan serius dalam melaksanakan tugas kepolisian,” ungkap Kapolresta.
Dilanjutkan, Sikap tulus jika di isyaratkan dengan bahasa tubuh yaitu dengan meletakkan tangan kepada dada, terang kapolres. selanjutnya yaitu Responsif, responsif itu berarti cepat, melayani keluhan masyarakat secara cepat merupakan salah satu bentuk responsif kita dalam melaksanakan tugas, dapat diisyaratkan dengan mengangkat kedua tangan menggenggam didepan dada.
Unggul berarti profesional dalam fungsi yang diembanya kuncinya yaitu dengan belajar karena profesi polisi lebih banyak pada ketrampilan, diisyaratkan dengan dua jempol diarahkan kedepan. Santun, santun itu lebih pada perilakunya, kalau tulus itu sikapnya maka santun adalah caranya, sikap santun dapat dilihat dari perilaku. beliau memberikan contoh seorang petugas penjagaan yang menerima laporan harus mendengarkan dengan baik dan menanggkapi dengan bahasa yang sopan adalah sikap santun petugas kepada masyarakat, diisyaratkan dengan kedua tangan menengadah keatas.
Selanjutnya yang terahir adalah Terpadu, terpadu berarti sinergis, tidak ada yang paling hebat semua sama kita hebat kalau bersatu, diisyratkan dengan menyatukan telapak tangan di depan dada. lima misi yang disertai dengan isyarat diatas beliau menyebutnya sebagai salam kotama.
Selain itu Kapolres menambahkan bahwa pentingnya menjalin keakraban dengan instasi terkait, seperti dengan TNI, Pemerintahan dan dengan paguyuban pencak silat yang ada di madiun. sedangkan untuk anggota beliau mengharapkan agar anggota menjaga sikap tampang. beliau tidak suka melihat rambut yang kurang rapi, dalam hal melaksanakan tugas, anggota harus melaksanakannya dengan sempurna.
Sisi lain ditunjukan sikap penuh perhatian dan penuh kekeluargaan ditunjukan Bapak kapolres madiun kota contoh kapolres memberikan tebakan atau apresiasi kepada anggota, bagi anggota yang berulang tahun pada hari ini diberikan hadiah, beberapa anggota yang bernasib baik hari ini nampak senang karena mendapatkan uang saku tambahan dari bapak kapolres yang baru ini. (p-76)
Baca

Kapolresta Madiun Ingin Kota Madiun Kondusif

Madiun Kota, Investigasi : Tongkat kepemimpinan Kapolres Madiun Kota resmi diganti, dari Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Yulianto ke AKBP Susatyo Purnomo Condro. Pisah sambut berlangsung di Halaman Mapolres Madiun Kota dihadiri seluruh pejabat dan personel kepolisian, Selasa (17/5/2016).
Tradisi pedang pora dalam penyambutan Kapolres Madiun Kota yang baru AKBP Susatyo Purnomo Condro serta laporan kesatuan (lapsat) dalam rangka serah terima jabatan Kapolres Madiun Kota dari AKBP Agus Yulianto berjalan dengan lancer.
Kapolres Madiun Kota yang Lama, AKBP Agus Yulianto usai menggelar upacara pisah sambut berpesan, kepada Kapolres Baru, menjaga kondusitifitas wilayah sehingga tidak terjadi insiden yang menonjol. Satu hal yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Kapolres baru, yakni terkait pengamanan suran dan suran agung.
"Pengamanan suran dan suran agung ini menjadi PR kapolres baru pak Susatyo. PR yang selama ini di Reskrim sudah ditangani semua. Sementara kasus korupsi juga masih berjalan di reskrim,"Ungkapnya kepada Radio Republik Indonesia, Selasa (17/5/2016).
Kesempatan yang sama, Kapolres Madiun Kota yang baru, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, selama menjadi pucuk pimpinan tertinggi di jajaran Polres Madiun Kota, pihaknya akan melakukan adaptasi dengan harapan dapat diterima di masyarakat. Mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya ini menyatakan akan meneruskan langkah-langkah dan PR dari Kapolresta lama.
"Tentunya saya akan meneruskan apa yang menjadi langkah dari Kapolres lama, kita semua berharap dukungan dari masyarakat kota Madiun situasi akan senantiasa kondusif, dan kita akan berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Madiun," tuturnya.
Dijelaskan, Berdasarkan surat telegram Kapolda Jatim, Irjen Pol. Anton Setiadji No : ST/912/IV/2016/Ro SDM, tertanggal 29 April 2016 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan dilingkungan Polri, Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Yulianton SIK, S.Sos M.Si dipindahtugaskan menjadi Kapolres Malang, yang posisinya digantikan AKBP Susatyo Purnomo Condro, SH, SIK yang sebelumnya menjabat Kabag Ops. Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Tongkat kepemimpinan Kapolres Madiun Kota resmi diganti, dari Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Yulianto ke AKBP Susatyo Purnomo Condro. Pisah sambut berlangsung di Halaman Mapolres Madiun Kota dihadiri seluruh pejabat dan personel kepolisian, Selasa (17/5/2016).
Tradisi pedang pora dalam penyambutan Kapolres Madiun Kota yang baru AKBP Susatyo Purnomo Condro serta laporan kesatuan (lapsat) dalam rangka serah terima jabatan Kapolres Madiun Kota dari AKBP Agus Yulianto berjalan dengan lancer.
Kapolres Madiun Kota yang Lama, AKBP Agus Yulianto usai menggelar upacara pisah sambut berpesan, kepada Kapolres Baru, menjaga kondusitifitas wilayah sehingga tidak terjadi insiden yang menonjol. Satu hal yang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Kapolres baru, yakni terkait pengamanan suran dan suran agung.
"Pengamanan suran dan suran agung ini menjadi PR kapolres baru pak Susatyo. PR yang selama ini di Reskrim sudah ditangani semua. Sementara kasus korupsi juga masih berjalan di reskrim,"Ungkapnya kepada Radio Republik Indonesia, Selasa (17/5/2016).
Kesempatan yang sama, Kapolres Madiun Kota yang baru, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, selama menjadi pucuk pimpinan tertinggi di jajaran Polres Madiun Kota, pihaknya akan melakukan adaptasi dengan harapan dapat diterima di masyarakat. Mantan Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya ini menyatakan akan meneruskan langkah-langkah dan PR dari Kapolresta lama.
"Tentunya saya akan meneruskan apa yang menjadi langkah dari Kapolres lama, kita semua berharap dukungan dari masyarakat kota Madiun situasi akan senantiasa kondusif, dan kita akan berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Madiun," tuturnya.
Dijelaskan, Berdasarkan surat telegram Kapolda Jatim, Irjen Pol. Anton Setiadji No : ST/912/IV/2016/Ro SDM, tertanggal 29 April 2016 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan dilingkungan Polri, Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Yulianton SIK, S.Sos M.Si dipindahtugaskan menjadi Kapolres Malang, yang posisinya digantikan AKBP Susatyo Purnomo Condro, SH, SIK yang sebelumnya menjabat Kabag Ops. Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya. (p-76)
Baca

Bupati Ngawi Laksanakan Pencanangan Renovasi RTLH Dan Wakil Bupati Sambut Tim Penilai Nakes Provinsi Jawa Timur

Ngawi, Investigasi : Dengan mengambil tempat di Desa Dawu Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi belum lama ini (11/5) telah dilaksanakan Pencanangan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Kodam V/Brawijaya oleh Bupati Ngawi. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf Mordechai Triyandono, Muspika Kecamatan Paron dan warga masyarakat Desa Dawu.
Dalam sambutannya Bupati Ngawi menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI atau Babinsa dan Kepala Desa yang telah mendata keberadaan Rumah Tidak Layak Huni yang mana pandataannya dinilai sangat valid. Lebih lanjut Bupati memaparkan bahwa RTLH di Desa Dawu ada sekitar 55 unit dan setelah diadakan seleksi yang labih teliti ternyata di Desa Dawu hanya ada 3 unit rumah yang belum tertangani. Budi Sulistyono juga menambahkan bahwa dengan keberadaan RTLH yang ditangani TNI pihaknya yakin akan dapat terlaksana dengan baik karena diketahui bahwa pendataan dan perencanaannya sangat baik. Akhirnya Bupati menyampaikan harapannya semoga dapat berjalan lancar dan dapat terselesaikan secepatnya.
Komandan Kodim 0805/Ngawi Letkol Mordechai Triyandono dalam paparannya mengatakan bahwa Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi yang berjumlah 1000 unit rumah. Hal tersebut merupakan hasil kerjasama antara Kodam V/Brawijaya dengan Pemerintah Daerah yang direalisasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dandim juga menjelaskan bahwa Bantuan untuk RTLH tersebut Babinsa menerima material saja dari Hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Kodam V/Brawijaya dan sudah ada rekanan yang ditunjuk untuk menyediakan material tersebut, sedangkan pelaksanaan kerjanya melalui Karya Bakti TNI bersama masyarakat.
Di sisi lain Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar menyambut rombongan Tim Penilai Tenaga Kesehatan (Nakes) di Pendapa Wedya Graha (17/5/16) didampingi oleh Sekda Siswanto, Asisten Pemerintahan Budiono, Plt Ka Dinkes Agus Sri Gunawan beserta Pejabat terkait.
Selanjutnya Tim Penilai diantar menuju Puskesmas Bringin yang telah memiliki Program “ Gemati Gibur “ (Gerakan Masyarakat Anti Gisi Buruk) untuk melakukan verifikasi lapangan.
Dalam kesempatan itu Wabup Ony Anwar menjelaskan bahwa Puskesmas di Kabupaten Ngawi terus berbenah untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada warga masyarakat Kabupaten Ngawi. Ony Anwar menjelaskan bahwa Kabupaten Ngawi juga telah melaksanakan program gerakan terpadu tuntas penanganan gizi buruk “ Restu Ibu “ sejak tahun 2013. Program tersebut telah berhasil menekan angka kasus gizi buruk balita dari 420 kasus menjadi 37 kasus. Dia menambahkan bahwa Kecamatan Bringin telah mengembangkan dari program Restu Ibu menjadi program Gemati Gibur.
Ketua Tim Penilai dari Provinsi Jawa Timur drg. Mahanani M.Kes menjelaskan bahwa kedatangannya beserta rombongan adalah untuk melakukan verifikasi lapangan,benar tidaknya apa yang disampaikan para nominator ketika mempresentasikan kegiatannya pada waktu lalu. (pdy).
Ngawi, Investigasi : Dengan mengambil tempat di Desa Dawu Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi belum lama ini (11/5) telah dilaksanakan Pencanangan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Kodam V/Brawijaya oleh Bupati Ngawi. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf Mordechai Triyandono, Muspika Kecamatan Paron dan warga masyarakat Desa Dawu.
Dalam sambutannya Bupati Ngawi menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI atau Babinsa dan Kepala Desa yang telah mendata keberadaan Rumah Tidak Layak Huni yang mana pandataannya dinilai sangat valid. Lebih lanjut Bupati memaparkan bahwa RTLH di Desa Dawu ada sekitar 55 unit dan setelah diadakan seleksi yang labih teliti ternyata di Desa Dawu hanya ada 3 unit rumah yang belum tertangani. Budi Sulistyono juga menambahkan bahwa dengan keberadaan RTLH yang ditangani TNI pihaknya yakin akan dapat terlaksana dengan baik karena diketahui bahwa pendataan dan perencanaannya sangat baik. Akhirnya Bupati menyampaikan harapannya semoga dapat berjalan lancar dan dapat terselesaikan secepatnya.
Komandan Kodim 0805/Ngawi Letkol Mordechai Triyandono dalam paparannya mengatakan bahwa Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi yang berjumlah 1000 unit rumah. Hal tersebut merupakan hasil kerjasama antara Kodam V/Brawijaya dengan Pemerintah Daerah yang direalisasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dandim juga menjelaskan bahwa Bantuan untuk RTLH tersebut Babinsa menerima material saja dari Hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Kodam V/Brawijaya dan sudah ada rekanan yang ditunjuk untuk menyediakan material tersebut, sedangkan pelaksanaan kerjanya melalui Karya Bakti TNI bersama masyarakat.
Di sisi lain Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar menyambut rombongan Tim Penilai Tenaga Kesehatan (Nakes) di Pendapa Wedya Graha (17/5/16) didampingi oleh Sekda Siswanto, Asisten Pemerintahan Budiono, Plt Ka Dinkes Agus Sri Gunawan beserta Pejabat terkait.
Selanjutnya Tim Penilai diantar menuju Puskesmas Bringin yang telah memiliki Program “ Gemati Gibur “ (Gerakan Masyarakat Anti Gisi Buruk) untuk melakukan verifikasi lapangan.
Dalam kesempatan itu Wabup Ony Anwar menjelaskan bahwa Puskesmas di Kabupaten Ngawi terus berbenah untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada warga masyarakat Kabupaten Ngawi. Ony Anwar menjelaskan bahwa Kabupaten Ngawi juga telah melaksanakan program gerakan terpadu tuntas penanganan gizi buruk “ Restu Ibu “ sejak tahun 2013. Program tersebut telah berhasil menekan angka kasus gizi buruk balita dari 420 kasus menjadi 37 kasus. Dia menambahkan bahwa Kecamatan Bringin telah mengembangkan dari program Restu Ibu menjadi program Gemati Gibur.
Ketua Tim Penilai dari Provinsi Jawa Timur drg. Mahanani M.Kes menjelaskan bahwa kedatangannya beserta rombongan adalah untuk melakukan verifikasi lapangan,benar tidaknya apa yang disampaikan para nominator ketika mempresentasikan kegiatannya pada waktu lalu. (pdy).
Baca

Bupati Madiun Tinjau Pelaksanaan Ujian Nasional



Madiun, Investigasi : Senin, 16 Mei 2016 seluruh siswa kelas 6 mengikuti Ujian Sekolah (US) SD/MI/SDLB, Pada kesempatan ini Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos bersama rombongan mengadakan peninjauan langsung ke lapangan terkiat dengan pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016 diwilayah Kec.Dagangan (SD Sukosari 02), Sedangkan rombongan kedua yang dipimpin oleh Sekda Kab.Madiun meninjau di wilayah Kec. Jiwan ( MIN Klagen serut). Sedangkan rombongan ke tiga yang dipimpin oleh Kadin Pendidikan Kab. Madiun meninjau pelaksanaan Ujian Nasional diwilayah Kec.Madiun (SD Bagi 01).  
Berdasarkan data dari dinas pendidikan bahwa “Jumlah Peserta Ujian Sekolah (US) SD : 7813, MI : 1583 Total : 9396”, “jumlah  Penyelenggara SD : 432, MI: 65, Total 497”, “Jumlah ruang Sd : 581, Mi: 130 Total 711”, Jumlah Pengawas : 1422, Peserta SDLB : 24 Sekolah penyelenggara : 7, ruang : 7, pengawas : 14
Perlu diketahui Hasil Ujian Sekolah/ Madarasah digunakan untuk penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, pertimbangan seleksi masuk satuan pendidikan berikutnya, pemetaan mutu satuan pendidikan,dan  pembinaan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan .
Berdasarkan pantauan langsung dilapangan semuanya dapat berjalan lancar, tertib dan aman dan berikut Jadwal US SD/MI/SDLB Utama : Senin, 16 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mata Pelajaran bahasa Indonesia (jumlah soal 50 butir), Selasa, 17 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mata Pelajaran Matematika ( jumlah soal 40 butir )Rabu, 18 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam/IPA ( jumlah soal sebanyak 40 butir )
Sedangkan Jadwal US SD/MI/SDLB Susulan : Senin, 23 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mapel bahasa Indonesia (jumlah soal 50 butir). Selasa, 24 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mapel Matematika ( jumlah soal 40 butir ). Rabu, 25 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mapel Ilmu Pengetahuan Alam/IPA ( jumlah soal sebanyak 40 butir)
Bupati Madiun berharap semoga Ujian Nasional/Ujian Sekolah tahun 2015/2016 ini berjalan dengan baik dan semua siswa dapat lulus semuanya dengan baik, di tandaskan pula oleh beliau H.Muhtarom, S.Sos “biarpun ujian nasional ini bukan satu satunya penentu atas kelulusan siswa  tapi diharapkan agar para siswa benar-benar mengerjakan soal-soal dengan teliti agar dapat memperoleh nilai lebih tinggi di banding tahun lalu”. (p-76)


Madiun, Investigasi : Senin, 16 Mei 2016 seluruh siswa kelas 6 mengikuti Ujian Sekolah (US) SD/MI/SDLB, Pada kesempatan ini Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos bersama rombongan mengadakan peninjauan langsung ke lapangan terkiat dengan pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016 diwilayah Kec.Dagangan (SD Sukosari 02), Sedangkan rombongan kedua yang dipimpin oleh Sekda Kab.Madiun meninjau di wilayah Kec. Jiwan ( MIN Klagen serut). Sedangkan rombongan ke tiga yang dipimpin oleh Kadin Pendidikan Kab. Madiun meninjau pelaksanaan Ujian Nasional diwilayah Kec.Madiun (SD Bagi 01).  
Berdasarkan data dari dinas pendidikan bahwa “Jumlah Peserta Ujian Sekolah (US) SD : 7813, MI : 1583 Total : 9396”, “jumlah  Penyelenggara SD : 432, MI: 65, Total 497”, “Jumlah ruang Sd : 581, Mi: 130 Total 711”, Jumlah Pengawas : 1422, Peserta SDLB : 24 Sekolah penyelenggara : 7, ruang : 7, pengawas : 14
Perlu diketahui Hasil Ujian Sekolah/ Madarasah digunakan untuk penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, pertimbangan seleksi masuk satuan pendidikan berikutnya, pemetaan mutu satuan pendidikan,dan  pembinaan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan .
Berdasarkan pantauan langsung dilapangan semuanya dapat berjalan lancar, tertib dan aman dan berikut Jadwal US SD/MI/SDLB Utama : Senin, 16 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mata Pelajaran bahasa Indonesia (jumlah soal 50 butir), Selasa, 17 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mata Pelajaran Matematika ( jumlah soal 40 butir )Rabu, 18 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam/IPA ( jumlah soal sebanyak 40 butir )
Sedangkan Jadwal US SD/MI/SDLB Susulan : Senin, 23 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mapel bahasa Indonesia (jumlah soal 50 butir). Selasa, 24 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mapel Matematika ( jumlah soal 40 butir ). Rabu, 25 Mei 2016 pukul 08.00-10.00 Mapel Ilmu Pengetahuan Alam/IPA ( jumlah soal sebanyak 40 butir)
Bupati Madiun berharap semoga Ujian Nasional/Ujian Sekolah tahun 2015/2016 ini berjalan dengan baik dan semua siswa dapat lulus semuanya dengan baik, di tandaskan pula oleh beliau H.Muhtarom, S.Sos “biarpun ujian nasional ini bukan satu satunya penentu atas kelulusan siswa  tapi diharapkan agar para siswa benar-benar mengerjakan soal-soal dengan teliti agar dapat memperoleh nilai lebih tinggi di banding tahun lalu”. (p-76)
Baca

Malam Kenal Pamit Kapolres Magetan Berlangsung Meriah

Magetan, Investigasi : Kepolisian Resort Magetan menggelar acara kenal pamit di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan dalam rangka perpisahan Kapolres yang lama dari AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. dan penyambutan Kapolres yang Baru AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K., Senin (16/5).
Dalam acara itu juga, dihadiri oleh Bupati Magetan Ir. Drs. Sumantri MM dan unsur Forkompimda Magetan , SKPD Magetan, Toga, Tomas, Toda, Pejabat Polres Magetan, Anggpta Polres Magetan dan tamu undangan lainnya.   
Kenal Pamit Kapolres Magetan dari AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H.  kepada AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K.  berlangsung secara kekeluargaan dan meriah.
Dalam sambutannya Pejabat Lama AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H yang sekarang menjabat Wakapolres Metro Jakarta Selatan  bersama Istri, mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Polres Magetan atas dedikasinya dalam menjalankan tugas selama ini dan berharap tetap memperkuat kebersamaan dan sinergitas untuk membangun , baik Polri, pemerintah daerah, TNI, dan elemen masyarakat lainnya,” ucapnya.
Ia juga menambahkan,“Sebagai pribadi dan manusia biasa tentunya ada hal-hal yang kurang berkenan, untuk itu kami sekeluarga mohon maaf yang sebesar besarnya,” tambahnya.
Sementara , Kapolres yang baru dilantik AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K. didampingi Istri, mengaku sangat bangga bisa bertugas disini, “Saya bersyukur bisa bertugas di sini dan disambut sangat ramah oleh warga masyarakat magetan ,Ini menjadi anugerah terindah buat saya dan keluarga,” ungkapnya.
Ia berkomitmen akan melindungi masyarakat dan membangun Magetan  bersama-sama pemerintah menjadi lebih maju, selama dipercayakan menjabat Kapolres. “Mari kita bersama-sama bekerja diri bagi kemajuan dengan penuh kesungguhan hati, dan membangun bersama-sama pemerintah menjadi lebih maju, agar menjadi lebih aman, nyaman, dan tentram.
Dalam kesempatan acara kenal pamit ini Bupati Magetan dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. dan keluarga. Mengingat selama beliau menjabat Kapolres Magetan turut memberikan warna bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Magetan dalam keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga terwujud suatu tatanan kehidupan yang tertib, tenteram, aman dan damai.
“Kepada Bapak AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H, kami ucapkan selamat jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru semoga semakin sukses, kepada bapak AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K. kami ucapkan selamat datang di kabupaten Magetan,”ucapnya .
Dalam malam pisah sambut ini berlangsung meriah  dengan artis Didi kempot dan Denada dari Ibu Kota Jakarta. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Kepolisian Resort Magetan menggelar acara kenal pamit di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan dalam rangka perpisahan Kapolres yang lama dari AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. dan penyambutan Kapolres yang Baru AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K., Senin (16/5).
Dalam acara itu juga, dihadiri oleh Bupati Magetan Ir. Drs. Sumantri MM dan unsur Forkompimda Magetan , SKPD Magetan, Toga, Tomas, Toda, Pejabat Polres Magetan, Anggpta Polres Magetan dan tamu undangan lainnya.   
Kenal Pamit Kapolres Magetan dari AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H.  kepada AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K.  berlangsung secara kekeluargaan dan meriah.
Dalam sambutannya Pejabat Lama AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H yang sekarang menjabat Wakapolres Metro Jakarta Selatan  bersama Istri, mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Polres Magetan atas dedikasinya dalam menjalankan tugas selama ini dan berharap tetap memperkuat kebersamaan dan sinergitas untuk membangun , baik Polri, pemerintah daerah, TNI, dan elemen masyarakat lainnya,” ucapnya.
Ia juga menambahkan,“Sebagai pribadi dan manusia biasa tentunya ada hal-hal yang kurang berkenan, untuk itu kami sekeluarga mohon maaf yang sebesar besarnya,” tambahnya.
Sementara , Kapolres yang baru dilantik AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K. didampingi Istri, mengaku sangat bangga bisa bertugas disini, “Saya bersyukur bisa bertugas di sini dan disambut sangat ramah oleh warga masyarakat magetan ,Ini menjadi anugerah terindah buat saya dan keluarga,” ungkapnya.
Ia berkomitmen akan melindungi masyarakat dan membangun Magetan  bersama-sama pemerintah menjadi lebih maju, selama dipercayakan menjabat Kapolres. “Mari kita bersama-sama bekerja diri bagi kemajuan dengan penuh kesungguhan hati, dan membangun bersama-sama pemerintah menjadi lebih maju, agar menjadi lebih aman, nyaman, dan tentram.
Dalam kesempatan acara kenal pamit ini Bupati Magetan dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. dan keluarga. Mengingat selama beliau menjabat Kapolres Magetan turut memberikan warna bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Magetan dalam keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga terwujud suatu tatanan kehidupan yang tertib, tenteram, aman dan damai.
“Kepada Bapak AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H, kami ucapkan selamat jalan dan selamat bertugas di tempat yang baru semoga semakin sukses, kepada bapak AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K. kami ucapkan selamat datang di kabupaten Magetan,”ucapnya .
Dalam malam pisah sambut ini berlangsung meriah  dengan artis Didi kempot dan Denada dari Ibu Kota Jakarta. (sj/md)
Baca

Ketua KPK Balik Kampung, Bumi Kelahiran Perlu Sentuhan

Magetan, Investigasi : Sabtu, 14 Mei 2016, Agus Rahardjo Ketua KPK hari ini menghadiri reuni akbar SMAN 1 Magetan, dalam kesempatan ini Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Ikatan Jurnalis Magetan (IJM) serta ormas Orang Indonesia (OI) memanfaatkan moment yang langka ini untuk menyambut kedatangan putra daerah yang berhasil menjadi orang nomer satu di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam kesempatan ini PPWI, IJM, dan Ormas OI membentangkan 4 spanduk bertuliskan selamat datang kepada ketua kpk, serta beberapa pesan moral seperti diantaranya tanah kelahiran butuh sentuhan, jangan lupakan Magetan, Warga Magetan dukung KPK & Magetan harus bersih dari korupsi serta Magetan pelopor anti korupsi bukan Antri korupsi.
Dalam wawancara dengan wartawan Agus raharjo mengatakan “KPK membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melaporkan apabila ada kejanggalan atau temuan dugaan korupsi melalui humas dan Dumas KPK, apabila tindak pidana perlu ditangani KPK atau korupsi diatas 1 milyar maka KPK akan segera menindaknya. Saat ditanya tentang dugaan korupsi diMagetan ketua KPK mengaku belum mengetahui dan mempersilahkan melaporkan apabila mengetahui dan menemukan dugaan korupsi, dan KPK akan segera menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut “pungkasnya.
Ketua Ikatan Jurnalis Magetan dan Pembina Persatuan Pewarta Warga Indonesia  Zahni SHI mengatakan” Selama ini kita tahu semua banyak kasus korupsi  di Magetan yang hanya berhenti di Magetan, dan harus ada laporan atau pengaduan kepusat. Kami sebagai media hanya memberitakan dan nanti akan ada komponen masyarakat lain yang harus melaporkan, kita memamanfaatkan moment kedatangan ketua KPK ditanah kelahirannya dengan menyampaikan pesan moral “pungkasnya. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Sabtu, 14 Mei 2016, Agus Rahardjo Ketua KPK hari ini menghadiri reuni akbar SMAN 1 Magetan, dalam kesempatan ini Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dan Ikatan Jurnalis Magetan (IJM) serta ormas Orang Indonesia (OI) memanfaatkan moment yang langka ini untuk menyambut kedatangan putra daerah yang berhasil menjadi orang nomer satu di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam kesempatan ini PPWI, IJM, dan Ormas OI membentangkan 4 spanduk bertuliskan selamat datang kepada ketua kpk, serta beberapa pesan moral seperti diantaranya tanah kelahiran butuh sentuhan, jangan lupakan Magetan, Warga Magetan dukung KPK & Magetan harus bersih dari korupsi serta Magetan pelopor anti korupsi bukan Antri korupsi.
Dalam wawancara dengan wartawan Agus raharjo mengatakan “KPK membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melaporkan apabila ada kejanggalan atau temuan dugaan korupsi melalui humas dan Dumas KPK, apabila tindak pidana perlu ditangani KPK atau korupsi diatas 1 milyar maka KPK akan segera menindaknya. Saat ditanya tentang dugaan korupsi diMagetan ketua KPK mengaku belum mengetahui dan mempersilahkan melaporkan apabila mengetahui dan menemukan dugaan korupsi, dan KPK akan segera menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut “pungkasnya.
Ketua Ikatan Jurnalis Magetan dan Pembina Persatuan Pewarta Warga Indonesia  Zahni SHI mengatakan” Selama ini kita tahu semua banyak kasus korupsi  di Magetan yang hanya berhenti di Magetan, dan harus ada laporan atau pengaduan kepusat. Kami sebagai media hanya memberitakan dan nanti akan ada komponen masyarakat lain yang harus melaporkan, kita memamanfaatkan moment kedatangan ketua KPK ditanah kelahirannya dengan menyampaikan pesan moral “pungkasnya. (sj/md)
Baca

Menyamar Sebagai Perempuan, Rampas Taxi

Madiun, Investigasi : Kasus hokum langka terjadi diwilayah Kabupaten Madiun. Dony Irawan Hendra (26) warga Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo nekat merampas mobil Taxi Rajawali Nopol AE 372 UB di depan pasar Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat (13/5/16) sekitar pukul 22.00 Wib dengan menyamar layaknya seorang perempuan dengan mengenakan jilbab.
“Untuk mengelabui sopir taxi tersebut dalam aksinya tersangka memakai baju wanita, pakai kaos, rok dan berjilbab, dan memakai masker untuk mengkamufasekan suaranya agar menyerupai perempuan, jadi sopir taxinya tidak menaruh rasa curiga,” jelas Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Gatot Setyo Nugroho, Senin (16/5/2016).
Lebih lanjut dikatakan, waktu itu pelaku turun dari kereta api di Stasiun KA Madiun. Selanjutnya menumpang taxi Rajawali Nopol AE 372 UB yang dikemudikan Jaman (26) warga Desa Putat, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun untuk diantar kewilayah Saradan.
Setelah sampai di kawasan pasar Saradan tepatnya di Jl Raya Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun  pelaku mulai beraksi mengambil alih penguasaan kendali mobil dari sopir. Pelaku berusaha menjerat korban dengan melilitkan sabuk pengaman mobil kepada sopir, tetapi sopir berusaha melepaskan diri sambil membunyikan klakson dan berteriak minta tolong kepada warga.
“Perampasan mobil taxi itu dilakukan  ketika masih ramai masyarakat, tiba-tiba ada mobil taxi yang klaksonnya bunyi kenceng, posisinya taxi berhenti tapi klaksonnya bunyi terus. Akhirnya didatangai oleh warga masyarakat yang ada di sekitar itu, ternyata sopir taxi tersebut diperdaya oleh penumpangnya dengan cara di erat pakai sabuk pengaman,” jelasnya.
Mengetahui ada perampasan Taxi,  masyarakat melakukan pertolongan, pelaku yang menjerat bisa diamankan dan serahkan ke Polsek Saradan. Sementara pengakuan tersangka melakukan kejahatannya itu karena butuh uang untuk berobat karena alat kelaminnya sakit.
“Pelaku bukan residivis tapi pernah melakukan kejahatan berupa penganiayaan di wilayah hukum Polres Ponorogo. Dan  karena tersangka sudah melakukan proses perampasan taxi dan kekerasan sudah dilakukan dikenakan pasal 53 KUHP jo pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun,” pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Kasus hokum langka terjadi diwilayah Kabupaten Madiun. Dony Irawan Hendra (26) warga Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo nekat merampas mobil Taxi Rajawali Nopol AE 372 UB di depan pasar Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat (13/5/16) sekitar pukul 22.00 Wib dengan menyamar layaknya seorang perempuan dengan mengenakan jilbab.
“Untuk mengelabui sopir taxi tersebut dalam aksinya tersangka memakai baju wanita, pakai kaos, rok dan berjilbab, dan memakai masker untuk mengkamufasekan suaranya agar menyerupai perempuan, jadi sopir taxinya tidak menaruh rasa curiga,” jelas Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Gatot Setyo Nugroho, Senin (16/5/2016).
Lebih lanjut dikatakan, waktu itu pelaku turun dari kereta api di Stasiun KA Madiun. Selanjutnya menumpang taxi Rajawali Nopol AE 372 UB yang dikemudikan Jaman (26) warga Desa Putat, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun untuk diantar kewilayah Saradan.
Setelah sampai di kawasan pasar Saradan tepatnya di Jl Raya Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun  pelaku mulai beraksi mengambil alih penguasaan kendali mobil dari sopir. Pelaku berusaha menjerat korban dengan melilitkan sabuk pengaman mobil kepada sopir, tetapi sopir berusaha melepaskan diri sambil membunyikan klakson dan berteriak minta tolong kepada warga.
“Perampasan mobil taxi itu dilakukan  ketika masih ramai masyarakat, tiba-tiba ada mobil taxi yang klaksonnya bunyi kenceng, posisinya taxi berhenti tapi klaksonnya bunyi terus. Akhirnya didatangai oleh warga masyarakat yang ada di sekitar itu, ternyata sopir taxi tersebut diperdaya oleh penumpangnya dengan cara di erat pakai sabuk pengaman,” jelasnya.
Mengetahui ada perampasan Taxi,  masyarakat melakukan pertolongan, pelaku yang menjerat bisa diamankan dan serahkan ke Polsek Saradan. Sementara pengakuan tersangka melakukan kejahatannya itu karena butuh uang untuk berobat karena alat kelaminnya sakit.
“Pelaku bukan residivis tapi pernah melakukan kejahatan berupa penganiayaan di wilayah hukum Polres Ponorogo. Dan  karena tersangka sudah melakukan proses perampasan taxi dan kekerasan sudah dilakukan dikenakan pasal 53 KUHP jo pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Diskoperindagpar Kukuhkan ASIDEWI Kabupaten Madiun

Madiun, Investigasi : Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) dan didampingi Diskoperindagpar Kabupaten Madiun sepakat kukuhkan ASIDEWI wilayah Kabupaten Madiun dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Garda Wilis Desa Segulung. Tampak hadir dalam acara ini Ketua umum ASIDEWI Indonesia Andi Yuwono S.Sos., M.Si, Kabid Pariwisata Isbani, Bappeda, Kapolres, Dandim, Danramil, Ketua Komisi A DPRD Kab. Madiun, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPK SM) Pasopati, dan seluruh komponen muspika kecamatan, Kepala Desa Segulung serta jajaran perangkat pemerintah Desa Kare, Segulung, Kresek, Sumber Bening dan Desa Ngurawan.
Dengan di iringi tampilan kesenian Dongkrek khas asli madiun pengukuhan ASIDEWI Kabupaten Madiun berjalan sukses dan menjadi langkah awal untuk menggali potensi desa wisata yang ada diwilayah Kabupaten Madiun. Pengukuhan ini dilaksanakan pada hari Kamis (12/05) bertempat  di Hotel Catur Kabupaten Madiun.
Ketua umum ASIDEWI Indonesia Andi Yuwono S.Sos., M.Si dalam materinya menyampaikan “Community Based Tourism” atau pengelolaan pariwisata pedesaan harus berbasis masyarakat desa. Hal ini dalam arti luas, dalam pengelolaan desa wisata harus masyarakat sendiri yang menjadi subyek pengembangan dan bukan menjadi obyek pengembangan sehingga masyarakat itu selain sebagai pelaku sekaligus menjadi penikmat pariwisata tersebut.
“ Pariwisata desa itu tidak harus membutuhkan modal yang besar, tetapi dengan modal potensi desa itu sendiri seperti desa yang memiliki ciri khas tertentu yang tidak dimiliki oleh desa lain serta desa yang memiliki keunikan dan keaslian alamnya dan hal inilah yang harus kita jaga dan pertahankan kemudian kita sajikan kepada wisatawan” terangnya.
Pihaknya juga menambahkan, persepsi tentang desa wisata ini tidak harus mengubah lahan yang ada menjadi lahan kawasan modern namun yang paling utama bagaimana warga masyarakat desa tersebut mau untuk di ajak menjaga keaslian alamnya serta memanfaatkan kegiatan kesehariannya yang unik, menjadi suatu sajian pariwisata yang menarik untuk dikunjungi.
“Desa wisata itu mempunyai motto yang disingkat ALUI yang memiliki arti Asli, Original, Lokal, Kultur Budaya, Unik dengan ikon yang ada dan Indah tanpa merubah bentuk ” Imbuhnya  Andi.
Di hubungi terpisah Kustoyo selaku Kepala Desa Segulung, setelah ASIDEWI ini dikukuhkan pihaknya berharap kepada pemerintah daerah melalui diskoperindagpar untuk dapat mengapresiasikan tentang desa wisata ini sehingga kedepan apabila desa wisata banyak dikunjungi oleh wisatawan, hal itu nantinya akan dapat menambah Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) kabupaten madiun serta desa yang bertempatan desa wisata pendapatan anggaran desa juga bertambah dan warga masyarakatnya pendapatan ekonominya juga meningkat. Pungkasnya. (Sur/P-76)
Madiun, Investigasi : Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) dan didampingi Diskoperindagpar Kabupaten Madiun sepakat kukuhkan ASIDEWI wilayah Kabupaten Madiun dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Garda Wilis Desa Segulung. Tampak hadir dalam acara ini Ketua umum ASIDEWI Indonesia Andi Yuwono S.Sos., M.Si, Kabid Pariwisata Isbani, Bappeda, Kapolres, Dandim, Danramil, Ketua Komisi A DPRD Kab. Madiun, Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPK SM) Pasopati, dan seluruh komponen muspika kecamatan, Kepala Desa Segulung serta jajaran perangkat pemerintah Desa Kare, Segulung, Kresek, Sumber Bening dan Desa Ngurawan.
Dengan di iringi tampilan kesenian Dongkrek khas asli madiun pengukuhan ASIDEWI Kabupaten Madiun berjalan sukses dan menjadi langkah awal untuk menggali potensi desa wisata yang ada diwilayah Kabupaten Madiun. Pengukuhan ini dilaksanakan pada hari Kamis (12/05) bertempat  di Hotel Catur Kabupaten Madiun.
Ketua umum ASIDEWI Indonesia Andi Yuwono S.Sos., M.Si dalam materinya menyampaikan “Community Based Tourism” atau pengelolaan pariwisata pedesaan harus berbasis masyarakat desa. Hal ini dalam arti luas, dalam pengelolaan desa wisata harus masyarakat sendiri yang menjadi subyek pengembangan dan bukan menjadi obyek pengembangan sehingga masyarakat itu selain sebagai pelaku sekaligus menjadi penikmat pariwisata tersebut.
“ Pariwisata desa itu tidak harus membutuhkan modal yang besar, tetapi dengan modal potensi desa itu sendiri seperti desa yang memiliki ciri khas tertentu yang tidak dimiliki oleh desa lain serta desa yang memiliki keunikan dan keaslian alamnya dan hal inilah yang harus kita jaga dan pertahankan kemudian kita sajikan kepada wisatawan” terangnya.
Pihaknya juga menambahkan, persepsi tentang desa wisata ini tidak harus mengubah lahan yang ada menjadi lahan kawasan modern namun yang paling utama bagaimana warga masyarakat desa tersebut mau untuk di ajak menjaga keaslian alamnya serta memanfaatkan kegiatan kesehariannya yang unik, menjadi suatu sajian pariwisata yang menarik untuk dikunjungi.
“Desa wisata itu mempunyai motto yang disingkat ALUI yang memiliki arti Asli, Original, Lokal, Kultur Budaya, Unik dengan ikon yang ada dan Indah tanpa merubah bentuk ” Imbuhnya  Andi.
Di hubungi terpisah Kustoyo selaku Kepala Desa Segulung, setelah ASIDEWI ini dikukuhkan pihaknya berharap kepada pemerintah daerah melalui diskoperindagpar untuk dapat mengapresiasikan tentang desa wisata ini sehingga kedepan apabila desa wisata banyak dikunjungi oleh wisatawan, hal itu nantinya akan dapat menambah Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) kabupaten madiun serta desa yang bertempatan desa wisata pendapatan anggaran desa juga bertambah dan warga masyarakatnya pendapatan ekonominya juga meningkat. Pungkasnya. (Sur/P-76)
Baca

Memalukan..!! Siang Bolong Pacaran di Bantaran

Madiun Kota, Investigasi : Bantaran Kali Kota Madiun memang menjadi tempat favorit bagi keluarga dan anak muda yang ingin bersantai. Namun tempat yang dibangun indah oleh Pemerintah Kota dengan anggaran yang besar ini kerap di salah gunakan untuk tempat memadu kasih.
Seperti yang tampak pada foto kiriman dari R-wan Cod yang diunggah dijejaring sosial Facebook ini, Kamis (12/5/16) yang menampakan sepasang kekasih tengah asyik berpelukan disiang bolong. Mereka tidak peduli dilihat orang banyak. "Mereka masih anak-anak, apalagi yang perempuan itu berjilbab," kata R-wan Cod di Facebook yang dishare ke Forum jual beli Kota Madiun.
Lebih lanjut cuitnya, itu semua hak masing-masing, namun janganlah ditempat umum seperti itu. "Mbok ya cari hotel atau tempat lain yang sepi atau malam hari kan bisa," ungkapnya dengan nada kesal.
Saat Koran Investigasi meluncur ke Bantaran, ternyata pasangan ini yang tengah dimabuk asmara ini sudah tidak ada ditempat. Salah seorang ibu yang tengah menggendong anaknya mengatakan, tadi memang ada anak muda yang berpacaran tapi karena dilihat banyak orang mereka pergi. "Sudah pergi mas, mboh nang ndi?," ujar ibu yang enggan disebut namanya.
Banyak masyarakat berharap aparat Satpol PP mau patroli keliling di Bantaran Kali Madiun agar hal seperti ini tidak terulang lagi. "Seharusnya Satpol PP rajin patroli diwilayah yang sering dijadikan tempat pacaran, karena kita yang sudah tua ini malu mas melihat tingkah mereka," pungkasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Bantaran Kali Kota Madiun memang menjadi tempat favorit bagi keluarga dan anak muda yang ingin bersantai. Namun tempat yang dibangun indah oleh Pemerintah Kota dengan anggaran yang besar ini kerap di salah gunakan untuk tempat memadu kasih.
Seperti yang tampak pada foto kiriman dari R-wan Cod yang diunggah dijejaring sosial Facebook ini, Kamis (12/5/16) yang menampakan sepasang kekasih tengah asyik berpelukan disiang bolong. Mereka tidak peduli dilihat orang banyak. "Mereka masih anak-anak, apalagi yang perempuan itu berjilbab," kata R-wan Cod di Facebook yang dishare ke Forum jual beli Kota Madiun.
Lebih lanjut cuitnya, itu semua hak masing-masing, namun janganlah ditempat umum seperti itu. "Mbok ya cari hotel atau tempat lain yang sepi atau malam hari kan bisa," ungkapnya dengan nada kesal.
Saat Koran Investigasi meluncur ke Bantaran, ternyata pasangan ini yang tengah dimabuk asmara ini sudah tidak ada ditempat. Salah seorang ibu yang tengah menggendong anaknya mengatakan, tadi memang ada anak muda yang berpacaran tapi karena dilihat banyak orang mereka pergi. "Sudah pergi mas, mboh nang ndi?," ujar ibu yang enggan disebut namanya.
Banyak masyarakat berharap aparat Satpol PP mau patroli keliling di Bantaran Kali Madiun agar hal seperti ini tidak terulang lagi. "Seharusnya Satpol PP rajin patroli diwilayah yang sering dijadikan tempat pacaran, karena kita yang sudah tua ini malu mas melihat tingkah mereka," pungkasnya. (p-76)
Baca

BST Desa Blimbing, Bupati Himbau Masyarakat Agar Waspada Demam Berdarah

Madiun, Investigasi : Kegiatan BST yang diselenggarakan Pemkab. Madiun ini bertujuan untuk menjalin silaturami antara pemerintah dengan masyarakat Kab. Madiun. Untuk itu pada kesempatan BST dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa menyampaikan kritik, saran, masukan serta usulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan.
Seperti kegiatan BST yang dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Mei 2016 di Ds. Blimbing  Kec. Dolopo. Kab. Madiun. Kegiatan yang dipimpin Bupati Madiun H. Muhtarom, tersebut diikuti oleh Wakil Bupati, anggota Forpimda, Ketua dan sejumlah Anggota DPRD, Sekda, Pimpinan Instansi Vertikal ,seluruh Kepala SKPD, PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kab. Madiun.
Seperti biasananya, kegiatan yang diawali dengan Olahraga bola Volly bersama masyarakat desa setempat yang dilanjutkan dengan sarasehan, mengunjungi warga kurang mampu/sedang sakit, kerja bhakti pengaspalan jalan, pelayanan administrasi (KTP, KK, Akte Kalahiran, SIM, Perpanjangan STNK serta SKCK), Pendaftaran TKI dan Transmigrasi, pelayanan pemeriksaan kesehatan masyarakat, Pasar Murah, Donor Darah, pelayanan KB, pemeriksaan kesehatan dan kawin suntik ternak dan lain-lain.
Pada kesempatan sarasehan bersama masyarakat ini Bupati Madiun menginformasikan kepada masyarakat, bahwa saat ini sedang berada pada musim penghujan. Sehingga memungkinkan cuaca seperti saat ini nyamuk Demam Berdarah cepat berkembang biak. “Saya himbau pada masyarakat untuk selalu waspada terhadap gejala yang timbul apabila ada sanak saudara kita yang terkena Demam Berdarah,” jelasnya.
Biasanya orang yang terkena Demam Berdarah akan mengalami suhu badan yang tinggi dan seketika turun dan naik lagi (tidak stabil), selain itu juga muncul bintik-bintik merah pada kulit tubuhnya. “Kalau ada saudara kita mengalami gejala seperti itu hendaknya segera dibawa dibawa ke Puskesmas, Rumah Sakit, dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan untuk mendapatkan kepastian apakah sanak saudara kita terserang Demam Berdarah atau karena sakit yang lain,” lanjut Bupati Madiun.
Dilanjutkan, Sebagaimana diketahui bersama, bahwa orang yang terserang Demam Berdarah dan tidak segera mendapatkan pertolongan dapat berakibat fatal yang bisa berujung pada kematian.  “Untuk mencegah kemungkinan lingkungan disekitar kita menjadi daerah endemik nyamuk Demam Berdarah, hendaknya masyarakat melaksanakan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur) bak mandi, barang barang yang memungkinkan menjadi genangan air. Karena nyamuk Demam Berdarah ini senang bertelor di tempat yang bersih,” tegas Bupati.
Selanjutnya Bupati Madiun H. Muhtarom, juga menginformasikan, bahwa dimusim penghujan seperti saat ini, msyarakat juga diminta untuk selalu waspada dengan ancaman bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di daerah gunung Wilis. Seperti diketahui bersama, bahwa gunung Wilis saat ini usianya sudah cukup tua, sehingga daya rekatannya sudah jaunh berkurang. Apalagi saat ini sudah banyak pohon yang ditebang.
 Untuk itu kepada masyarakat Kab. Madiun yang tinggal di lereng Wilis hendaknya selalu waspada, apabila hujan lebat yang disertai dengan angin kencang, hendaknya segera mungkin untuk meninggalkan rumah dan harta bendanya untuk mencari tempat berlindung yang aman untuk menyelamatkan jiwa kita semua.
Bagi masyarakat yg keluarganya menjadi TKI di harapkan penghasilannya yang di jadikan dan diinvestasikan untuk usaha produktif bukan usaha yang tidak produktif, dan harap keluarganya selalu di jaga, kalau penghasilan dari luarnegri harap diinvestasikan agar dapat berguna untuk jangka panjang.
Karena Ds.Blimbing, Kec.Dolopo, Kab.Madiun  adalah daerah perkebunan,Bupati Madiun Juga mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai adanya virus penyakit  yang menyerang tumbuhan diperkebunan, tolong bagi warga masyarakat yang mengetahui tanda-tanda adanya virus di perkebunan, harap segera memberi tahu PPL Pertanian perkebunan, agar di beri pengarahan cara mengatasinya agar dampak virus yang merugikan itu tidak tersebar kemana-mana.
Pada malam sarasehan Bupati Madiun memberikan bantuan yaitu : Bantuan alat sekolah untuk 10 orang siswa SD /MI, dan untuk 5 orang siswa SMP/MTS, bantuan tempat ibadah untuk Masjid Baitul Muttaqin,bantuan 50 paket sembako untuk masyarakat kurang beruntung, bantuan paket sosial  untuk 5 UPTKS masing-masing  5 juta rupiah, bantuan Badan Amil Zakat (BAZ)  untuk 10 paket alat sekolah, dan uang saku untuk 10 orang Siswa SD /Mi dan SMP/MTs, Bantuan 2 unit kursi roda untuk orang kurangmampu dan cacat fisik
Disamping bantuan itu Bupati Madiun juga menyetujui beberapa usulan permintaan masyarakat pada saat sarasehan seperti bantuan aspal, meteralisasi listrik, permintaan pelatihan-pelatihan ketrampilan,bantuan  permintaan bibit klengkeng , manggis, lada,bantuan  hansprayer, APE dalam untuk PAUD Ds.blimbing, Al-Quran dan Iqro’. (p-76)
Madiun, Investigasi : Kegiatan BST yang diselenggarakan Pemkab. Madiun ini bertujuan untuk menjalin silaturami antara pemerintah dengan masyarakat Kab. Madiun. Untuk itu pada kesempatan BST dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa menyampaikan kritik, saran, masukan serta usulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan.
Seperti kegiatan BST yang dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Mei 2016 di Ds. Blimbing  Kec. Dolopo. Kab. Madiun. Kegiatan yang dipimpin Bupati Madiun H. Muhtarom, tersebut diikuti oleh Wakil Bupati, anggota Forpimda, Ketua dan sejumlah Anggota DPRD, Sekda, Pimpinan Instansi Vertikal ,seluruh Kepala SKPD, PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kab. Madiun.
Seperti biasananya, kegiatan yang diawali dengan Olahraga bola Volly bersama masyarakat desa setempat yang dilanjutkan dengan sarasehan, mengunjungi warga kurang mampu/sedang sakit, kerja bhakti pengaspalan jalan, pelayanan administrasi (KTP, KK, Akte Kalahiran, SIM, Perpanjangan STNK serta SKCK), Pendaftaran TKI dan Transmigrasi, pelayanan pemeriksaan kesehatan masyarakat, Pasar Murah, Donor Darah, pelayanan KB, pemeriksaan kesehatan dan kawin suntik ternak dan lain-lain.
Pada kesempatan sarasehan bersama masyarakat ini Bupati Madiun menginformasikan kepada masyarakat, bahwa saat ini sedang berada pada musim penghujan. Sehingga memungkinkan cuaca seperti saat ini nyamuk Demam Berdarah cepat berkembang biak. “Saya himbau pada masyarakat untuk selalu waspada terhadap gejala yang timbul apabila ada sanak saudara kita yang terkena Demam Berdarah,” jelasnya.
Biasanya orang yang terkena Demam Berdarah akan mengalami suhu badan yang tinggi dan seketika turun dan naik lagi (tidak stabil), selain itu juga muncul bintik-bintik merah pada kulit tubuhnya. “Kalau ada saudara kita mengalami gejala seperti itu hendaknya segera dibawa dibawa ke Puskesmas, Rumah Sakit, dokter terdekat untuk mendapatkan pertolongan dan untuk mendapatkan kepastian apakah sanak saudara kita terserang Demam Berdarah atau karena sakit yang lain,” lanjut Bupati Madiun.
Dilanjutkan, Sebagaimana diketahui bersama, bahwa orang yang terserang Demam Berdarah dan tidak segera mendapatkan pertolongan dapat berakibat fatal yang bisa berujung pada kematian.  “Untuk mencegah kemungkinan lingkungan disekitar kita menjadi daerah endemik nyamuk Demam Berdarah, hendaknya masyarakat melaksanakan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur) bak mandi, barang barang yang memungkinkan menjadi genangan air. Karena nyamuk Demam Berdarah ini senang bertelor di tempat yang bersih,” tegas Bupati.
Selanjutnya Bupati Madiun H. Muhtarom, juga menginformasikan, bahwa dimusim penghujan seperti saat ini, msyarakat juga diminta untuk selalu waspada dengan ancaman bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di daerah gunung Wilis. Seperti diketahui bersama, bahwa gunung Wilis saat ini usianya sudah cukup tua, sehingga daya rekatannya sudah jaunh berkurang. Apalagi saat ini sudah banyak pohon yang ditebang.
 Untuk itu kepada masyarakat Kab. Madiun yang tinggal di lereng Wilis hendaknya selalu waspada, apabila hujan lebat yang disertai dengan angin kencang, hendaknya segera mungkin untuk meninggalkan rumah dan harta bendanya untuk mencari tempat berlindung yang aman untuk menyelamatkan jiwa kita semua.
Bagi masyarakat yg keluarganya menjadi TKI di harapkan penghasilannya yang di jadikan dan diinvestasikan untuk usaha produktif bukan usaha yang tidak produktif, dan harap keluarganya selalu di jaga, kalau penghasilan dari luarnegri harap diinvestasikan agar dapat berguna untuk jangka panjang.
Karena Ds.Blimbing, Kec.Dolopo, Kab.Madiun  adalah daerah perkebunan,Bupati Madiun Juga mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai adanya virus penyakit  yang menyerang tumbuhan diperkebunan, tolong bagi warga masyarakat yang mengetahui tanda-tanda adanya virus di perkebunan, harap segera memberi tahu PPL Pertanian perkebunan, agar di beri pengarahan cara mengatasinya agar dampak virus yang merugikan itu tidak tersebar kemana-mana.
Pada malam sarasehan Bupati Madiun memberikan bantuan yaitu : Bantuan alat sekolah untuk 10 orang siswa SD /MI, dan untuk 5 orang siswa SMP/MTS, bantuan tempat ibadah untuk Masjid Baitul Muttaqin,bantuan 50 paket sembako untuk masyarakat kurang beruntung, bantuan paket sosial  untuk 5 UPTKS masing-masing  5 juta rupiah, bantuan Badan Amil Zakat (BAZ)  untuk 10 paket alat sekolah, dan uang saku untuk 10 orang Siswa SD /Mi dan SMP/MTs, Bantuan 2 unit kursi roda untuk orang kurangmampu dan cacat fisik
Disamping bantuan itu Bupati Madiun juga menyetujui beberapa usulan permintaan masyarakat pada saat sarasehan seperti bantuan aspal, meteralisasi listrik, permintaan pelatihan-pelatihan ketrampilan,bantuan  permintaan bibit klengkeng , manggis, lada,bantuan  hansprayer, APE dalam untuk PAUD Ds.blimbing, Al-Quran dan Iqro’. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100