Berita Terkini

Pers Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata

Madiun, Investigasi : Peringatan Hari Pers Nasional Kabupaten Madiun dilaksanakan di Ruang Transit 2 Pusat Pemerintahan Mejayan, dengan tema Pers Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata.Tampak hadir Bupati Madiun, Wakil Bupati Madiun, Sekda Kabupaten Madiun, jajaran SKPD dan Insan Pers se Kabupaten Madiun.
Acara dimulai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom yang diberikan kepada perwakilan Insan Pers yaitu Sudarno dari Harian Bhirawa.Dalam sambutannya, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan bahwa di Hari Pers Nasional Tahun 2016 ini, insan Pers selalu dinaungi oleh Alloh SWT."Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 70, semoga insan Pers di Kabupaten Madiun," ujar Bupati Madiun.
Lebih lanjut dikatakan bahwa dihari ulang tahun ini, semoga Pers Kabupaten Madiun tambah dewasa, sehingga bisa menjadi mata dan telinga masyarakat sehingga masyarakat Kabupaten Madiun tambah sejahtera.
Selama ini Pemerintah Kabupaten Madiun selama ini sudah terbantu dengan kerjasama yang sudah terjalin selama ini. Dari sisi lain, dari DPRD Kabuapten Madiun juga terbantu. "Banyak program dari Pemerintah Kabupaten Madiun yang tersosialisasikan berkat bantuan dari teman Pers," tegasnya. Terkait dengan semua aturan dari Dewan Pers yang mengharuskan semua Pers yang harus sudah Sertifikasi atau sudah Uji Kompentensi Wartawan (UKW),
Bupati Madiun menyerahkan sepenuhnya pada teman-teman Pers. "Dulu yang kita perhatikan adalah masalah pendiriannya, sekarang ini kita juga mempunyai pegangan yaitu Wartawan harus sudah UKW," lanjutnya. Dijabarkan lagi, sekarang ini Pemerintah Kabupaten Madiun saat ini sedang melaksanakan program multi years terkait dengan pembangunan gedung. "Apalagi diluar masih banyak proyek dari pengairan, pertanian dan yang lain, saat ini kita dorong kegiatan tersebut untuk mendorong sirkulasi uang sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi," kata Bupati Madiun.
Disandingkan dengan negara negara lain, pertumbuhan ekonomi di Indonesia tergolong masih baik. "Walau masih ada ketakutan," lanjutnya.
Namun dijabarkan lebih lanjut bahwa di Tahun 2015 lalu banyak proyek di Kabupaten Madiun yang lancar tampa ada teguran. Namun Bupati Madiun menyoroti beberapa pos seperti Bansos dan Hibah yang masih terkendala dengan pengurusan akte notaris yang baru sesuai dengan aturan dari MenkumHAM. "Ini yang repot, bila dana yang diterima sedikit, dan tidak sesuai dengan yang diterima kan kasihan," ujar H. Muhtarom.

Ditahun 2017 nanti yang berkaitan dengan anggaran, harapan saya agak terkurangi karena sudah terlaksana."Nanti kita akan konsentrasi pada sektor pariwisata," kata Bupati Madiun.Hal ini sesuai dengan tema hari Pers saat ini.Satu satunya yang tidak pernah kena gangguan yaitu sektor pariwisata, "Karena jasa perbankan kita masih tinggi, sehingga bisa mendongkrak pendapatan daerah," pungkasnya. (adv/p-76)
Madiun, Investigasi : Peringatan Hari Pers Nasional Kabupaten Madiun dilaksanakan di Ruang Transit 2 Pusat Pemerintahan Mejayan, dengan tema Pers Merdeka Mendorong Poros Maritim dan Pariwisata.Tampak hadir Bupati Madiun, Wakil Bupati Madiun, Sekda Kabupaten Madiun, jajaran SKPD dan Insan Pers se Kabupaten Madiun.
Acara dimulai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom yang diberikan kepada perwakilan Insan Pers yaitu Sudarno dari Harian Bhirawa.Dalam sambutannya, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan bahwa di Hari Pers Nasional Tahun 2016 ini, insan Pers selalu dinaungi oleh Alloh SWT."Saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 70, semoga insan Pers di Kabupaten Madiun," ujar Bupati Madiun.
Lebih lanjut dikatakan bahwa dihari ulang tahun ini, semoga Pers Kabupaten Madiun tambah dewasa, sehingga bisa menjadi mata dan telinga masyarakat sehingga masyarakat Kabupaten Madiun tambah sejahtera.
Selama ini Pemerintah Kabupaten Madiun selama ini sudah terbantu dengan kerjasama yang sudah terjalin selama ini. Dari sisi lain, dari DPRD Kabuapten Madiun juga terbantu. "Banyak program dari Pemerintah Kabupaten Madiun yang tersosialisasikan berkat bantuan dari teman Pers," tegasnya. Terkait dengan semua aturan dari Dewan Pers yang mengharuskan semua Pers yang harus sudah Sertifikasi atau sudah Uji Kompentensi Wartawan (UKW),
Bupati Madiun menyerahkan sepenuhnya pada teman-teman Pers. "Dulu yang kita perhatikan adalah masalah pendiriannya, sekarang ini kita juga mempunyai pegangan yaitu Wartawan harus sudah UKW," lanjutnya. Dijabarkan lagi, sekarang ini Pemerintah Kabupaten Madiun saat ini sedang melaksanakan program multi years terkait dengan pembangunan gedung. "Apalagi diluar masih banyak proyek dari pengairan, pertanian dan yang lain, saat ini kita dorong kegiatan tersebut untuk mendorong sirkulasi uang sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi," kata Bupati Madiun.
Disandingkan dengan negara negara lain, pertumbuhan ekonomi di Indonesia tergolong masih baik. "Walau masih ada ketakutan," lanjutnya.
Namun dijabarkan lebih lanjut bahwa di Tahun 2015 lalu banyak proyek di Kabupaten Madiun yang lancar tampa ada teguran. Namun Bupati Madiun menyoroti beberapa pos seperti Bansos dan Hibah yang masih terkendala dengan pengurusan akte notaris yang baru sesuai dengan aturan dari MenkumHAM. "Ini yang repot, bila dana yang diterima sedikit, dan tidak sesuai dengan yang diterima kan kasihan," ujar H. Muhtarom.

Ditahun 2017 nanti yang berkaitan dengan anggaran, harapan saya agak terkurangi karena sudah terlaksana."Nanti kita akan konsentrasi pada sektor pariwisata," kata Bupati Madiun.Hal ini sesuai dengan tema hari Pers saat ini.Satu satunya yang tidak pernah kena gangguan yaitu sektor pariwisata, "Karena jasa perbankan kita masih tinggi, sehingga bisa mendongkrak pendapatan daerah," pungkasnya. (adv/p-76)
Baca

Air Terjun Tirtasari

Magetan, Investigasi : Air Terjun Tirtosari memiliki ketinggian terjunan sekitar 50 meter, mengalir turun ke bawah melalui celah yang diapit oleh batu-batu terjal. Di lokasi air terjunnya sudah dibangun dua anak tangga dari beton sehingga mudah dilewati oleh para pengunjung. Air terjun ini berada di ketinggian 1200 m dpl.
Menurut kepercayaan yang beredar di masyarakat, membasuh muka dengan air dari air terjun tersebut bisa membuat seseorang awet muda dan tampak cantik.
Lokasi air terjun ini terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, kabupaten Magetan. Air Terjun Tirtosari ini berjarak kira-kira 2,5 Km sebelah barat daya dari Telaga Sarangan, dan dapat ditempuh dengan dengan mobil atau motor sejauh 1,5 km, selebihnya harus ditempuh dengan berjalan kaki atau naik kuda sekitar 1 km.  Jalan setapak menuju air terjun ini termasuk mudah dilewati karena sudah dibangun dengan baik. Hanya saja, ketinggian tanjakan dan tingkat kemiringan bukit yang dipunyainya cukup terjal sehingga menguras banyak tenaga saat melewatinya
Sedangkan untuk menuju Telaga Sarangan Magetan itu sendiri dapat ditempuh dari berbagai arah dengan mudah baik menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.  Kondisi jalan yang ada menuju kesana sudah beraspal baik.
Jika dari arah barat  (Surabaya) dapat menempuh rute perjalanan sebagai berikut: Surabaya - Mojokerto - Jombang - Kertosono - Nganjuk - Madiun/Ngawi - Magetan (kota) - Telaga Sarangan. Sedangkan jika dari dari kota Ponorogo, ada dua pilihan rute perjalanan; satu lewat Ngawi - Magetan (kota) - Telaga Sarangan dan satu lagi lewat Madiun - Magetan (kota) - Telaga Sarangan.  Untuk arah dari Jawa Tengah bisa menempuh perjalanan lewat Maospati - Magetan (kota) - Telaga Sarangan atau lewat Karanganyar - Solo (Tawangmangu) - Cemoro Sewu Gunung Lawu - Telaga Sarangan.
Para pengunjung yang akan melakukan pendakian untuk menuju ke Air Terjun Tirtosari tidak perlu khawatir karena kondisi jalannya sudah sangat baik dan beraspal mulus. Sementara itu, menurut legenda yang beredar di masyarakat ada kepercayaan di masyarakat sekitar bahwa jika membasuh muka dengan air di air terjun tersebut dapat membuat seseorang menjadi awet muda dan tampak cantik/tampan.

Untuk harga tiket masuknya ke tempat wisata air Terjun Tirtosari sendiri adalah Rp 7000/orang dan ada pemandu jika para penelusur membutuhkan pemandu. Sepanjang perjalanan menuju air terjun para penelusur akan di suguhi pemandangan yang sangat indah dan udara yang sangat sejuk sekali karena memang tempat wisata tersebut masih di lereng gunung Lawu. Rasa capek dan lelah para penelusur akan terbayarkan oleh air Terjun Tirtosari yang sangat indah sekali.
Magetan, Investigasi : Air Terjun Tirtosari memiliki ketinggian terjunan sekitar 50 meter, mengalir turun ke bawah melalui celah yang diapit oleh batu-batu terjal. Di lokasi air terjunnya sudah dibangun dua anak tangga dari beton sehingga mudah dilewati oleh para pengunjung. Air terjun ini berada di ketinggian 1200 m dpl.
Menurut kepercayaan yang beredar di masyarakat, membasuh muka dengan air dari air terjun tersebut bisa membuat seseorang awet muda dan tampak cantik.
Lokasi air terjun ini terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, kabupaten Magetan. Air Terjun Tirtosari ini berjarak kira-kira 2,5 Km sebelah barat daya dari Telaga Sarangan, dan dapat ditempuh dengan dengan mobil atau motor sejauh 1,5 km, selebihnya harus ditempuh dengan berjalan kaki atau naik kuda sekitar 1 km.  Jalan setapak menuju air terjun ini termasuk mudah dilewati karena sudah dibangun dengan baik. Hanya saja, ketinggian tanjakan dan tingkat kemiringan bukit yang dipunyainya cukup terjal sehingga menguras banyak tenaga saat melewatinya
Sedangkan untuk menuju Telaga Sarangan Magetan itu sendiri dapat ditempuh dari berbagai arah dengan mudah baik menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.  Kondisi jalan yang ada menuju kesana sudah beraspal baik.
Jika dari arah barat  (Surabaya) dapat menempuh rute perjalanan sebagai berikut: Surabaya - Mojokerto - Jombang - Kertosono - Nganjuk - Madiun/Ngawi - Magetan (kota) - Telaga Sarangan. Sedangkan jika dari dari kota Ponorogo, ada dua pilihan rute perjalanan; satu lewat Ngawi - Magetan (kota) - Telaga Sarangan dan satu lagi lewat Madiun - Magetan (kota) - Telaga Sarangan.  Untuk arah dari Jawa Tengah bisa menempuh perjalanan lewat Maospati - Magetan (kota) - Telaga Sarangan atau lewat Karanganyar - Solo (Tawangmangu) - Cemoro Sewu Gunung Lawu - Telaga Sarangan.
Para pengunjung yang akan melakukan pendakian untuk menuju ke Air Terjun Tirtosari tidak perlu khawatir karena kondisi jalannya sudah sangat baik dan beraspal mulus. Sementara itu, menurut legenda yang beredar di masyarakat ada kepercayaan di masyarakat sekitar bahwa jika membasuh muka dengan air di air terjun tersebut dapat membuat seseorang menjadi awet muda dan tampak cantik/tampan.

Untuk harga tiket masuknya ke tempat wisata air Terjun Tirtosari sendiri adalah Rp 7000/orang dan ada pemandu jika para penelusur membutuhkan pemandu. Sepanjang perjalanan menuju air terjun para penelusur akan di suguhi pemandangan yang sangat indah dan udara yang sangat sejuk sekali karena memang tempat wisata tersebut masih di lereng gunung Lawu. Rasa capek dan lelah para penelusur akan terbayarkan oleh air Terjun Tirtosari yang sangat indah sekali.
Baca

Perda Alih Status Desa Beran Jadi Kelurahan Menunggu Permendagri

Ngawi, Investigasi : Kabupaten Ngawi mempunyai 19 kecamatan dan terdiri dari 4 kelurahan dan 213 desa.Empat kelurahan dimaksud adalah Kelurahan Karangtengah, Kelurahan Ketanggi, Kelurahan Margomulyo dan Kelurahan Pelem.Keempat kelurahan tersebut berada di wilayah Kecamatan Ngawi Kota.
Pada awal 2015 lalu muncullah wacana bahwa Desa Beran yang juga berada di wilayah Kecamatan Ngawi Kota akan beralih status menjadi Kelurahan. Sehubungan dengan wacana tersebut Pihak Terkait mengadakan jajak pendapat yang dimenangkan oleh masyarakat dengan setuju menjadi kelurahan.
Karena dirasa sampai awal Pebruari 2016 belum ada tindak lanjut, puluhan Perangkat Desa Beran mendatangi DPRD Kabupaten untuk mengadukan permasalahannya yang diakui bahwa hal tersebut sempat membuat bingung dengan nasib posisinya sebagai perangkat.
Kedatangan para Perangkat Desa Beran tersebut disambut oleh Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi yang diketuai oleh H. Sugito, S.Sos. Kepada wartawan Sugito memaparkan bahwa pihaknya tidak dapat berbuat banyak terkait dengan keluhan pengaduan dari para perangkat mengenai nasibnya, karena semua peraturan terkait tata birokrasi tetap menunggu adanya produk hukum dari atas, dalam hal ini adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) sebagai dasar rujukan untuk pembuatan draf Peraturan Daerah ( Perda ).
Terkesan untuk memberikan dukungan moral kepada Para Perangkat Desa yang mengaku bingung Sugito berkata :” Saya yakin, status mereka pasti tidak akan berubah, tetap sebagai perangkat desa namun cuma beda istilah saja. Namun kita harus menunggu produk hukum di atasnya untuk bisa menginisiasi.”

Pj Kepala Desa Beran Broto Sanjoyo mengatakan, bahwa jika benar desa Beran yang berpenduduk 11 ribu jiwa alih status menjadi Kelurahan, tentunya harus diikuti dengan kebijakan yang berpihak kepada Perangkat Desa. Artinya, sekitar 15 Perangkat Desa yang ada hendaknya tetap dikaryakan, jangan sampai dinon aktifkan hanya lantaran alih status.Lebih lanjut Broto Sanjoyo mengharapkan agar pembuatan Perda nantinya jangan sampai merugikan Perangkat baik hak maupun kewajibannya.Artinya harus disertai ayat yang mengatur tentang peran para perangkat dalam tata birokrasi menjadi kelurahan.(pdy)
Ngawi, Investigasi : Kabupaten Ngawi mempunyai 19 kecamatan dan terdiri dari 4 kelurahan dan 213 desa.Empat kelurahan dimaksud adalah Kelurahan Karangtengah, Kelurahan Ketanggi, Kelurahan Margomulyo dan Kelurahan Pelem.Keempat kelurahan tersebut berada di wilayah Kecamatan Ngawi Kota.
Pada awal 2015 lalu muncullah wacana bahwa Desa Beran yang juga berada di wilayah Kecamatan Ngawi Kota akan beralih status menjadi Kelurahan. Sehubungan dengan wacana tersebut Pihak Terkait mengadakan jajak pendapat yang dimenangkan oleh masyarakat dengan setuju menjadi kelurahan.
Karena dirasa sampai awal Pebruari 2016 belum ada tindak lanjut, puluhan Perangkat Desa Beran mendatangi DPRD Kabupaten untuk mengadukan permasalahannya yang diakui bahwa hal tersebut sempat membuat bingung dengan nasib posisinya sebagai perangkat.
Kedatangan para Perangkat Desa Beran tersebut disambut oleh Komisi I DPRD Kabupaten Ngawi yang diketuai oleh H. Sugito, S.Sos. Kepada wartawan Sugito memaparkan bahwa pihaknya tidak dapat berbuat banyak terkait dengan keluhan pengaduan dari para perangkat mengenai nasibnya, karena semua peraturan terkait tata birokrasi tetap menunggu adanya produk hukum dari atas, dalam hal ini adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) sebagai dasar rujukan untuk pembuatan draf Peraturan Daerah ( Perda ).
Terkesan untuk memberikan dukungan moral kepada Para Perangkat Desa yang mengaku bingung Sugito berkata :” Saya yakin, status mereka pasti tidak akan berubah, tetap sebagai perangkat desa namun cuma beda istilah saja. Namun kita harus menunggu produk hukum di atasnya untuk bisa menginisiasi.”

Pj Kepala Desa Beran Broto Sanjoyo mengatakan, bahwa jika benar desa Beran yang berpenduduk 11 ribu jiwa alih status menjadi Kelurahan, tentunya harus diikuti dengan kebijakan yang berpihak kepada Perangkat Desa. Artinya, sekitar 15 Perangkat Desa yang ada hendaknya tetap dikaryakan, jangan sampai dinon aktifkan hanya lantaran alih status.Lebih lanjut Broto Sanjoyo mengharapkan agar pembuatan Perda nantinya jangan sampai merugikan Perangkat baik hak maupun kewajibannya.Artinya harus disertai ayat yang mengatur tentang peran para perangkat dalam tata birokrasi menjadi kelurahan.(pdy)
Baca

Masjid Kuno Kuncen, Tempat Untuk Mencari Ketenangan Batin

Madiun Kota, Investigasi : Masjid Nur Hidayatulloh atau biasa disebut Masjid Kuno Kuncen merupakan salah satu masjid tertua di Kota Madiun. Tepatnya di Kelurahan Kuncen, Kota Madiun. Masjid ini memiliki nilai sejarah tinggi, Karena selain masjid dan artefak nya juga terdapat makam makam Para Bupati Madiun yang pertama yaitu Kanjeng Pangeran Timur atau Ronggo Jumeno I.
Beberapa peninggalan Kadipaten (Kabupaten) Madiun salah satunya dapat dilihat di Kelurahan Kuncen,yang dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Bupati Mangkunegara I, Para Bupati Madiun lainnya. Mereka merupakan pahlawan-pahlawan pendiri Kota Madiun, selain makam, ada juga Masjid yang masih kokoh berdiri, yaitu Masjid Nur Hidayatullah, dilanjutkan artefak-artefak di sekitar masjid, serta sendang (tempat pemandian) keramat.
Sekitar tahun 1970, warga Kuncen sepakat merubah nama masjid yang sebelumnya Masjid Kuno Kuncen diubah menjadi Masjid Nur Hidayatullah, walaupun sudah dinamakan Masjid Nur Hidayatullah tetapi warga Madiun sampai sekarang masih menyebutnya Masjid Kuno Kuncen.
Disini, sejarah dari Masjid Kuno Kuncen agak kabur karena juru kunci dari Masjid Kuno Kuncen sendiri juga tidak tahu asal usul dari masjid tersebut. Namun dapat dipastikan bahwa Masjid Kuno Kuncen selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat terutama pada Bulan Ramadhan untuk ber itikaf di dalam Masjid.
Kesan sacral pun muncul ketika oaring masuk didalam masjid tersebut. Menurut cerita yang sudah tersebar dikalangan masyarakat, apabila seseorang mempunyai hajat dan melakukan itikaf dengan kepasrahan yang tinggi pada Alloh SWT, maka akan lekas terkabul hajatnya.

Sementara itu, dibelakang Masjid Kuno Kuncen juga terdapat makam-makam para Bupati Madiun. banyak yang mendatanginya untuk ziarah sekaligus bermunajat agar apa yang diinginkannya bisa tercapai. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Masjid Nur Hidayatulloh atau biasa disebut Masjid Kuno Kuncen merupakan salah satu masjid tertua di Kota Madiun. Tepatnya di Kelurahan Kuncen, Kota Madiun. Masjid ini memiliki nilai sejarah tinggi, Karena selain masjid dan artefak nya juga terdapat makam makam Para Bupati Madiun yang pertama yaitu Kanjeng Pangeran Timur atau Ronggo Jumeno I.
Beberapa peninggalan Kadipaten (Kabupaten) Madiun salah satunya dapat dilihat di Kelurahan Kuncen,yang dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Bupati Mangkunegara I, Para Bupati Madiun lainnya. Mereka merupakan pahlawan-pahlawan pendiri Kota Madiun, selain makam, ada juga Masjid yang masih kokoh berdiri, yaitu Masjid Nur Hidayatullah, dilanjutkan artefak-artefak di sekitar masjid, serta sendang (tempat pemandian) keramat.
Sekitar tahun 1970, warga Kuncen sepakat merubah nama masjid yang sebelumnya Masjid Kuno Kuncen diubah menjadi Masjid Nur Hidayatullah, walaupun sudah dinamakan Masjid Nur Hidayatullah tetapi warga Madiun sampai sekarang masih menyebutnya Masjid Kuno Kuncen.
Disini, sejarah dari Masjid Kuno Kuncen agak kabur karena juru kunci dari Masjid Kuno Kuncen sendiri juga tidak tahu asal usul dari masjid tersebut. Namun dapat dipastikan bahwa Masjid Kuno Kuncen selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat terutama pada Bulan Ramadhan untuk ber itikaf di dalam Masjid.
Kesan sacral pun muncul ketika oaring masuk didalam masjid tersebut. Menurut cerita yang sudah tersebar dikalangan masyarakat, apabila seseorang mempunyai hajat dan melakukan itikaf dengan kepasrahan yang tinggi pada Alloh SWT, maka akan lekas terkabul hajatnya.

Sementara itu, dibelakang Masjid Kuno Kuncen juga terdapat makam-makam para Bupati Madiun. banyak yang mendatanginya untuk ziarah sekaligus bermunajat agar apa yang diinginkannya bisa tercapai. (p-76)
Baca

Air Terjun Pundak Kiwo

Magetan, Investigasi : Air Terjun Pundak Kiwo teletak di bagian paling atas rangkaian air terjun di atas dan merupakan air terjun paling besar/tinggi dengan ketinggian sekitar 45 meter. Air terjun ini berjarak sekitar setengah jam dari Air Terjun Jarakan. Jika dipandang dari bawah, letak air terjun ini berada pada sisi kiri lereng gunung, sehingga disebut Pundak Kiwo.
Salah satunya legenda Air Terjun Pundak Kiwo adalah tentang seorang manusia yang bernama Mbah Guru Petung atau Ki Demang Singowijoyo, yang dulu "menguasai" Gunung Sidoramping." Konon, dulu Ki Demang Singo diperintahkan pamannya, Ki Ageng Bancolono, yang bermukim di Dukuh Cemorosewu, agar membuat sebuah telaga demi kemakmuran masa depan.
Untuk mengisi telaga itu, Ki Demang Singo mengalirkan air dari curahan yang berada di Gunung Pundak Kiwo, salah satu anak Gunung Sidoramping. Tak heran, sampai sekarang air terjun puncak itu dinamai Air Terjun Pundak Kiwo. 
Versi lain yang diyakini sebagian penduduk Desa Ngancar, tentang digunakannya pundak kiri untuk mengangkut kayu dari air terjun itu.  Pundak kiri adalah istilah bahasa Indonesia untuk "Pundak Kiwo". Lagi-lagi konon, kalau penduduk nekat menggotong kayu dengan pundak kanan, ia tak akan kuat sampai ke tujuan. Gotongan itu harus dipindah ke pundak kiri, agar ia aman dan selamat sampai tujuan.
Air Terjun Pundak Kiwo berjarak sekitar 17 km dari kota Magetan yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan kondisi jalan cukup baik beraspal hingga sampai ke aeral parkir.  Jika datang dari kota Magetan sesampainya di daerah Ngerong (sebelum pertigaan ke arah Sarangan) ada jalan masuk ke arah air terjun yang mana ditandai dengan papan petunjuk di sebelah kiri jalan.  Selanjutnya dari jalan masuk sekitar 600 m akan ditemui pintu gerbang masuk yang ditandai dengan adanya bekas pesawat yang dijadikan monumen sejarah.
Setelah memarkir kendaraan di dekat pintu gerbang perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 600 m melewati jalan makadam hingga tiba di air terjun pertama Air Terjun Watu Ondo.
Setelah air terjun pertama yaitu Air Terjun Watu Ondo perjalanan dilanjutkan dilanjutkan hingga mencapai air terjun Pundak Kiwo. Pemandangan di air terjun Pundak Kiwo sangat mempesona, percikan airnya yang segar akan terus menjadi kenangan.

Fasilitas yang disediakan adalah tersedia toilet dan gazebo yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Magetan, akan tetapi sayangnya kondisinya kurang terawat.  Di dekat pintu gerbang juga tersedia beberapa warung yang didirikan oleh warga setempat.
Magetan, Investigasi : Air Terjun Pundak Kiwo teletak di bagian paling atas rangkaian air terjun di atas dan merupakan air terjun paling besar/tinggi dengan ketinggian sekitar 45 meter. Air terjun ini berjarak sekitar setengah jam dari Air Terjun Jarakan. Jika dipandang dari bawah, letak air terjun ini berada pada sisi kiri lereng gunung, sehingga disebut Pundak Kiwo.
Salah satunya legenda Air Terjun Pundak Kiwo adalah tentang seorang manusia yang bernama Mbah Guru Petung atau Ki Demang Singowijoyo, yang dulu "menguasai" Gunung Sidoramping." Konon, dulu Ki Demang Singo diperintahkan pamannya, Ki Ageng Bancolono, yang bermukim di Dukuh Cemorosewu, agar membuat sebuah telaga demi kemakmuran masa depan.
Untuk mengisi telaga itu, Ki Demang Singo mengalirkan air dari curahan yang berada di Gunung Pundak Kiwo, salah satu anak Gunung Sidoramping. Tak heran, sampai sekarang air terjun puncak itu dinamai Air Terjun Pundak Kiwo. 
Versi lain yang diyakini sebagian penduduk Desa Ngancar, tentang digunakannya pundak kiri untuk mengangkut kayu dari air terjun itu.  Pundak kiri adalah istilah bahasa Indonesia untuk "Pundak Kiwo". Lagi-lagi konon, kalau penduduk nekat menggotong kayu dengan pundak kanan, ia tak akan kuat sampai ke tujuan. Gotongan itu harus dipindah ke pundak kiri, agar ia aman dan selamat sampai tujuan.
Air Terjun Pundak Kiwo berjarak sekitar 17 km dari kota Magetan yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan kondisi jalan cukup baik beraspal hingga sampai ke aeral parkir.  Jika datang dari kota Magetan sesampainya di daerah Ngerong (sebelum pertigaan ke arah Sarangan) ada jalan masuk ke arah air terjun yang mana ditandai dengan papan petunjuk di sebelah kiri jalan.  Selanjutnya dari jalan masuk sekitar 600 m akan ditemui pintu gerbang masuk yang ditandai dengan adanya bekas pesawat yang dijadikan monumen sejarah.
Setelah memarkir kendaraan di dekat pintu gerbang perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 600 m melewati jalan makadam hingga tiba di air terjun pertama Air Terjun Watu Ondo.
Setelah air terjun pertama yaitu Air Terjun Watu Ondo perjalanan dilanjutkan dilanjutkan hingga mencapai air terjun Pundak Kiwo. Pemandangan di air terjun Pundak Kiwo sangat mempesona, percikan airnya yang segar akan terus menjadi kenangan.

Fasilitas yang disediakan adalah tersedia toilet dan gazebo yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Magetan, akan tetapi sayangnya kondisinya kurang terawat.  Di dekat pintu gerbang juga tersedia beberapa warung yang didirikan oleh warga setempat.
Baca

Masjid Kuno Taman, Wisata Religi Kota Madiun

Madiun Kota Investigasi : Wisata religi yang ada di Kota Madiun salah satunya adalah Masjid Kuno Taman yang berlokasi di Kelurahan Taman, Kecamatan Taman. Masjid Kuno Taman ini diperkirakan dibangun pada Tahun 1756 oleh Kyai Ageng Donopuro.
Merunut dari sejarahnya, jaman dahulu daerah Kelurahan Taman merupakan tanah perdikan dari Kerajaan Mataram. Tanah perdikan ini diberikan kepada Kanjeng Pangeran Ronggo Prawirodirjo I yang kala itu menjabat sebagai Wedono Timur.
Selanjutnya Kanjeng Pangeran Ronggo Prawirodirjo I mengambil menantu sekaligus penasehat dari Kanjeng Pangeran Ronggo Prawirodirjo untuk mengelola tanah perdikan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, tanah perdikan yang ada di wilayah Kelurahan Taman ini diberikan kepada Kyai Donopuro yang juga putra dari Mangkudipuro melalui otonomi khusus. Disinilah, kyai Donopuro lantas mendirikan Masjid Kuno Taman.
Pada tahun 1981, Masjid Donopuro itu masuk dalam daftar peninggalan cagar budaya dan namanya pun diganti menjadi Masjid Kuno Taman Madiun. Arsitektur Masjid Kuno Taman memang mirip dengan Masjid Agung Demak. Saat ini, bentuk bangunan masjid masih seperti aslinya, beratap joglo, kubahnya ada 3, memiliki 3 pintu dan ditopang 4 buah tiang yang tidak berukir. Atapnya dari sumping (kayu), bukan dari genteng.
Sebenarnya Masjid Kuno Taman telah beberapa kali direnovasi. Sekitar tahun 1950, perbaikan dilakukan ketika atap kayunya mulai rusak. Oleh ahli warisnya kala itu, atapnya diganti dengan genteng. Sekitar tahun 1990, salah seorang ahli waris mengusulkan ke pemerintah pusat agar membantu renovasi masjid kuno tersebut. Ternyata usulan itu disetujui dan atap yang sempat diganti dengan genteng diubah lagi menjadi kayu. Bangunan masjid dikembalikan keasliannya dan penambahan hanya pada fiberglass yang dipasang di sekitar masjid.
Masjid Kuno Taman juga memiliki beberapa tradisi. Seperti perayaan 1 Muharam yang diwarnai dengan pembacaan Al Qur’an serta sajian makanan jenang sengkolo, nasi liwet, sayur bening dan lauk pauk tradisional seperti tahu dan tempe. Sayur bening yang disajikan pada malam 1 Muharam itu memiliki arti kebeningan jiwa. Sementara nasi liwet identik dengan kekentalan, sehingga kebeningan jiwa semakin kental di hati manusia. Jenang sengkolo memiliki arti adanya harapan agar dijauhkan dari musibah, sedangkan tahu tempe mewakili makanan khas yang digemari rakyat kebanyakan.
Dalam Masjid Kuno Taman Selain menyajikan aneka makanan bagi jamaah dan warga sekitar, Masjid Kuno Taman juga menggelar seni Gembrung berupa senandung shalawat yang diiringi alat musik jidor dan lesung. Seni Gembrung memang sempat musnah tapi mulai sekarang sudah bangkit lagi. Masjid Kuno Taman yang terletak di Jalan Asahan, Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun itu terasa adem dan menyejukkan. Masjid yang bangunan utamanya terbuat dari kayu jati itu dahulu dikenal sebagai Masjid Donopuro, karena disesuaikan dengan nama pendirinya, yaitu Kyai Ageng Ngabehi Donopuro atau lebih dikenal dengan nama Kyai Ageng Misbach.

Dewasa ini, Pemerintah Kota Madiun lantas menciptakan ikon untuk Kota Madiun melalui perayaan Maulid Nabi yaitu melaksanakan arak-arakan tumpeng jaler dan estri yang dimulai dari Masjid Kuno Taman hingga Alun-alun Kota Madiun. (p-76)
Madiun Kota Investigasi : Wisata religi yang ada di Kota Madiun salah satunya adalah Masjid Kuno Taman yang berlokasi di Kelurahan Taman, Kecamatan Taman. Masjid Kuno Taman ini diperkirakan dibangun pada Tahun 1756 oleh Kyai Ageng Donopuro.
Merunut dari sejarahnya, jaman dahulu daerah Kelurahan Taman merupakan tanah perdikan dari Kerajaan Mataram. Tanah perdikan ini diberikan kepada Kanjeng Pangeran Ronggo Prawirodirjo I yang kala itu menjabat sebagai Wedono Timur.
Selanjutnya Kanjeng Pangeran Ronggo Prawirodirjo I mengambil menantu sekaligus penasehat dari Kanjeng Pangeran Ronggo Prawirodirjo untuk mengelola tanah perdikan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, tanah perdikan yang ada di wilayah Kelurahan Taman ini diberikan kepada Kyai Donopuro yang juga putra dari Mangkudipuro melalui otonomi khusus. Disinilah, kyai Donopuro lantas mendirikan Masjid Kuno Taman.
Pada tahun 1981, Masjid Donopuro itu masuk dalam daftar peninggalan cagar budaya dan namanya pun diganti menjadi Masjid Kuno Taman Madiun. Arsitektur Masjid Kuno Taman memang mirip dengan Masjid Agung Demak. Saat ini, bentuk bangunan masjid masih seperti aslinya, beratap joglo, kubahnya ada 3, memiliki 3 pintu dan ditopang 4 buah tiang yang tidak berukir. Atapnya dari sumping (kayu), bukan dari genteng.
Sebenarnya Masjid Kuno Taman telah beberapa kali direnovasi. Sekitar tahun 1950, perbaikan dilakukan ketika atap kayunya mulai rusak. Oleh ahli warisnya kala itu, atapnya diganti dengan genteng. Sekitar tahun 1990, salah seorang ahli waris mengusulkan ke pemerintah pusat agar membantu renovasi masjid kuno tersebut. Ternyata usulan itu disetujui dan atap yang sempat diganti dengan genteng diubah lagi menjadi kayu. Bangunan masjid dikembalikan keasliannya dan penambahan hanya pada fiberglass yang dipasang di sekitar masjid.
Masjid Kuno Taman juga memiliki beberapa tradisi. Seperti perayaan 1 Muharam yang diwarnai dengan pembacaan Al Qur’an serta sajian makanan jenang sengkolo, nasi liwet, sayur bening dan lauk pauk tradisional seperti tahu dan tempe. Sayur bening yang disajikan pada malam 1 Muharam itu memiliki arti kebeningan jiwa. Sementara nasi liwet identik dengan kekentalan, sehingga kebeningan jiwa semakin kental di hati manusia. Jenang sengkolo memiliki arti adanya harapan agar dijauhkan dari musibah, sedangkan tahu tempe mewakili makanan khas yang digemari rakyat kebanyakan.
Dalam Masjid Kuno Taman Selain menyajikan aneka makanan bagi jamaah dan warga sekitar, Masjid Kuno Taman juga menggelar seni Gembrung berupa senandung shalawat yang diiringi alat musik jidor dan lesung. Seni Gembrung memang sempat musnah tapi mulai sekarang sudah bangkit lagi. Masjid Kuno Taman yang terletak di Jalan Asahan, Kelurahan/Kecamatan Taman, Kota Madiun itu terasa adem dan menyejukkan. Masjid yang bangunan utamanya terbuat dari kayu jati itu dahulu dikenal sebagai Masjid Donopuro, karena disesuaikan dengan nama pendirinya, yaitu Kyai Ageng Ngabehi Donopuro atau lebih dikenal dengan nama Kyai Ageng Misbach.

Dewasa ini, Pemerintah Kota Madiun lantas menciptakan ikon untuk Kota Madiun melalui perayaan Maulid Nabi yaitu melaksanakan arak-arakan tumpeng jaler dan estri yang dimulai dari Masjid Kuno Taman hingga Alun-alun Kota Madiun. (p-76)
Baca

Cacat Hukum, Pelantikan Sekda Kabupaten Madiun Dipertanyakan

Madiun, Investigasi : Satu Minggu usai penetapan dan pelantikan pimpinan tinggi Pratama dan Sekda Kabupaten Madiun, muncul surat dari Sekretaris Provinsi Jawa Timur, Nomor 821.2/008/212.4/2016 yang ditujukan kepada Bupati dan Wali Kota Se – Jawa Timur, tentang Penetapan dan Pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota harus di koordinasikan dan mendapat persetujuan tertulis dari Gurbenur.
Menurut Anggota Lembaga Pemantau PenyelenggaraNegara Republik Indonesia (LPPNRI) wilayah Jawa Timur, Pujiyani, mengatakan, munculnya surat edaran Sekda Provinsi Jawa Timur, menyikapi pelaksanaan penetapan dan pelantikan pejabat tinggi Pratama dan Sekda kabupaten Madiun yang diduga tidak sesuai prosedur dan melanggar Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014.
“Kami menilai penetapan dan pelantikan jabatan pimpinan tinggi Pratama serta pengangkatan Sekda kabupaten Madiun cacat hukum.Karena hasil penetapan tidak berkoordinasi dan melaporkan kepada Gubernur. Secara logika ditetapkan tanggal 19 dan dilantik tanggal 19, secara prosedur usai penetapan ada tahapan yang harus dilaksanakan sesuai amanat Undang Undang,” Kata Pujiyani, Anggota Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indinesia (LPPNRI) wilayah Jawa Timur.

Sementara aktifis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indinesia (LPPNRI), Dwi Bowo, menjelaskan, LPPNRI akan mengkonfirmasi terkait beredarnya Surat Sekda Prov Jawa Timur terkait dengan pelaksanaan penjaringan, penetapan dan pelantikan pejabat tinggi Pratama Kabupaten Madiun. Karena dari bukti rangkaian kegiatan dan surat edaran Seda Prov Jawa Timur ada dugaan pelanggaran Undang Undang yang berlaku. Sehingga jabatan Sekda Kabupaten Madiun dan pemimpin Tinggi lainya cacat hukum dan merugikan masyarakat Madiun
Sementara itu, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan koordinasi itu banyak jenisnya sehingga tidak perlu dipertanyakan karena Pemerintah Kabupaten Madiun sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Korrdinasi itu bisa lewat surat ataupun langsung," tegasnya.(p-76)
Madiun, Investigasi : Satu Minggu usai penetapan dan pelantikan pimpinan tinggi Pratama dan Sekda Kabupaten Madiun, muncul surat dari Sekretaris Provinsi Jawa Timur, Nomor 821.2/008/212.4/2016 yang ditujukan kepada Bupati dan Wali Kota Se – Jawa Timur, tentang Penetapan dan Pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota harus di koordinasikan dan mendapat persetujuan tertulis dari Gurbenur.
Menurut Anggota Lembaga Pemantau PenyelenggaraNegara Republik Indonesia (LPPNRI) wilayah Jawa Timur, Pujiyani, mengatakan, munculnya surat edaran Sekda Provinsi Jawa Timur, menyikapi pelaksanaan penetapan dan pelantikan pejabat tinggi Pratama dan Sekda kabupaten Madiun yang diduga tidak sesuai prosedur dan melanggar Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014.
“Kami menilai penetapan dan pelantikan jabatan pimpinan tinggi Pratama serta pengangkatan Sekda kabupaten Madiun cacat hukum.Karena hasil penetapan tidak berkoordinasi dan melaporkan kepada Gubernur. Secara logika ditetapkan tanggal 19 dan dilantik tanggal 19, secara prosedur usai penetapan ada tahapan yang harus dilaksanakan sesuai amanat Undang Undang,” Kata Pujiyani, Anggota Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indinesia (LPPNRI) wilayah Jawa Timur.

Sementara aktifis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indinesia (LPPNRI), Dwi Bowo, menjelaskan, LPPNRI akan mengkonfirmasi terkait beredarnya Surat Sekda Prov Jawa Timur terkait dengan pelaksanaan penjaringan, penetapan dan pelantikan pejabat tinggi Pratama Kabupaten Madiun. Karena dari bukti rangkaian kegiatan dan surat edaran Seda Prov Jawa Timur ada dugaan pelanggaran Undang Undang yang berlaku. Sehingga jabatan Sekda Kabupaten Madiun dan pemimpin Tinggi lainya cacat hukum dan merugikan masyarakat Madiun
Sementara itu, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan koordinasi itu banyak jenisnya sehingga tidak perlu dipertanyakan karena Pemerintah Kabupaten Madiun sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Korrdinasi itu bisa lewat surat ataupun langsung," tegasnya.(p-76)
Baca

Masih Banyak Warga Madiun Yang Belum Miliki KTP Elektronik

Walikota Madiun saat meresmikan Kantor Dispendukcapil Kota Madiun
Madiun Kota, Investigasi : Pekerjaan rumah bagi Dispendukcapil Kota Madiun masih menumpuk. Salah satunya adalah memperbaiki system data kependudukan bagi masyarakat Kota Madiun yang belum memiliki KTP Elektronik.
Data yang diperoleh menyebutkan bahwa terhitung sejak akhir tahun 2015 lalu, sebanyak 45.876 ribu warga Kota Madiun masih belum memiliki KTP elektronik (KTP-el). Selain karena masyarakat yang malas untuk mengurus dokumen kependudukan terbaru ini, juga diduga karena kurangnya sosialisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat.
"Total penduduk di Kota Madiun ada 208.248 ribu. Yang sudah memiliki KTP-el baru 162.372 ribu orang. Yang belum mengurus ini mungkin karena masyarakat kurang respon,"kata Kepala Dispendukcapil, Kota Madiun, Midi Hartono ditemui dikantornya, Jumat (5/2/2016).
Midi menjelaskan, tahun 2014 lalu pihaknya mentargetkan 165.730 warga wajib memiliki KTP-el, namun hanya terealisasi 98 persen atau 162.450 warga saja yang mau mengurus KTP-el. Sedangkan tahun 2015, dari target 168.398 warga wajib KTP-el, hanya terealisasi 96 persen atau 162.372 warga yang mengurus KTP-el. Pihaknya pun berharap, ditahun ini masyarakat lebih sadar untuk mengurus KTP-el. Pasalnya untuk pengurusan KTP-el tidak dipungut biaya sepeser pun.
"Kami harapkan ditahun ini warga bisa sadar untuk mengurus dokumen kependudukan ini. Kan untuk mengurus ini tidak dipungut biaya alias gratis. Kalau ada pungutan segera laporkan saya,"ujarnya.

Sementara dari data Dispendukcapil, penduduk yang masuk ke Kota Madiun ditahun 2015 sebanyak 3.479 orang. Sedangkan penduduk yang pindah ke luar daerah sebanyak 3.193 orang. (p-76)
Walikota Madiun saat meresmikan Kantor Dispendukcapil Kota Madiun
Madiun Kota, Investigasi : Pekerjaan rumah bagi Dispendukcapil Kota Madiun masih menumpuk. Salah satunya adalah memperbaiki system data kependudukan bagi masyarakat Kota Madiun yang belum memiliki KTP Elektronik.
Data yang diperoleh menyebutkan bahwa terhitung sejak akhir tahun 2015 lalu, sebanyak 45.876 ribu warga Kota Madiun masih belum memiliki KTP elektronik (KTP-el). Selain karena masyarakat yang malas untuk mengurus dokumen kependudukan terbaru ini, juga diduga karena kurangnya sosialisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat.
"Total penduduk di Kota Madiun ada 208.248 ribu. Yang sudah memiliki KTP-el baru 162.372 ribu orang. Yang belum mengurus ini mungkin karena masyarakat kurang respon,"kata Kepala Dispendukcapil, Kota Madiun, Midi Hartono ditemui dikantornya, Jumat (5/2/2016).
Midi menjelaskan, tahun 2014 lalu pihaknya mentargetkan 165.730 warga wajib memiliki KTP-el, namun hanya terealisasi 98 persen atau 162.450 warga saja yang mau mengurus KTP-el. Sedangkan tahun 2015, dari target 168.398 warga wajib KTP-el, hanya terealisasi 96 persen atau 162.372 warga yang mengurus KTP-el. Pihaknya pun berharap, ditahun ini masyarakat lebih sadar untuk mengurus KTP-el. Pasalnya untuk pengurusan KTP-el tidak dipungut biaya sepeser pun.
"Kami harapkan ditahun ini warga bisa sadar untuk mengurus dokumen kependudukan ini. Kan untuk mengurus ini tidak dipungut biaya alias gratis. Kalau ada pungutan segera laporkan saya,"ujarnya.

Sementara dari data Dispendukcapil, penduduk yang masuk ke Kota Madiun ditahun 2015 sebanyak 3.479 orang. Sedangkan penduduk yang pindah ke luar daerah sebanyak 3.193 orang. (p-76)
Baca

Bertingkah Seperti TNI, Pengangguran Aniaya Warga. Akan Ditangkap Polres Madiun malah Tembaki Petugas Dengan Air Soft Gun

Madiun, Investigasi : Hari Triono akhirnya menemukan batunya,  pengangguran yang merupakan warga Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun ini harus meringkuk dalam penjara karena harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena mengancam warga dan menembaki aparat dengan Air Soft Gun miliknya.
Kronologi dilapangan menyebutkan sekitar pukul 22.00 WIB, Hari Triono mendatangi rumah Mahfud Daroini, warga Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun dengan kondisi mabuk. Terjadi pertengkaran mulut yang mengakibatkan Hari Triono gelap mata.
Bak seorang TNI, hari menodongkan Air Soft Gun berjenis FN kekepala korban dan menyuruhnya jongkok. Saat korban jongkok dengan mengangkat tangannya, Hari memukulkan gagang Air Soft Gun yang dibawanya kekepala korban.
Melihat kejadian tersebut, ibu korban keluar rumah sambil berteriak minta tolong kepada warga sekitar dan diantar ke Pos Polisi terdekat. Mendengar kejadian tersebut, anggota Polisi dibantu warga segera merangsek kelokasi untuk menyelamatkan korban yang terus dipukuli oleh Hari Triono.
Melihat aparat Kepolisian dating, Hari bukannya takut malah menantang Polisi dan menembakinya. Melihat hal tersebut, anggota Kepolisian lantas meminta bantuan pada Polres Madiun. secara kebetulan Kapolres Madiun, AKBP. Tony surya Saputra sedang melakukan kunjungan di Polsek Dolopo.
Mendapat kabar kejadian tersebut, Kapolres memerintahkan anggotanya untuk memback up dan meringkus Hari Triono. Namun sesampainya di lokasi kejadian, Kapolres Madiun terkejut karena Hari Triono memakai jaket doreng yang identik dengan TNI. “Saat dilokasi, pelaku terus berteriak kamu berani sama saya, saya bunuh kamu,” ujar Kapolres Madiun menirukan perkataan Hari Triono.
Untuk berjaga-jaga dari segala kemungkinan, Kapolres Madiun menahan anak buahnya melepaskan tembakan karena pelaku memakai jaket doreng TNI. Lantas aparat Kepolisian merangsek maju sehingga Hari terpojok. Merasa kepepet, Hari Triono lantas mengobral tembakan secara membabi buta kearah aparat yang akan menangkapnya.
“Beruntung anggota kita memakai rompi pelindung, namun ada beberapa kendaraan yang rusak karena terkena tembakan Air Soft Gun milik pelaku,” lanjut AKBP. Tony S Putra.
Setelah terjadi perkelahian yang sengit, akhirnya Hri Triono berhasil dilumpuhkan oleh petugas dan digelandang ke Mapolsek Geger. “Setelah itu, saya beserta anggota Reskrim bergerak kerumah pelaku untuk melakukan penggeledahan,” kata Kapolres Madiun.
Dirumah pelaku, Kapolres dan anggota menemukan 2 pucuk senjata laras panjang  Air Soft Gun jenis SS1, 9 buah tas rangsel berbagai jenis, 2 buah holster, 2 pasang sepatu, 5 topi berbagai model, 1 buah sangkur, 1 buah rompi doreng, 2 buah buku agenda, 18 selongsong peluru, 2 kotak peluru Air Soft Gun, 1 stel seragam doreng TNI, 1 stel seragam security dan 2 buah baret. “Semuanya kami sita dan dibawa ke Mapolres Madiun sebagai barang bukti,” tegas kapolres Madiun.
Dengan ditangkapnya Hari Triono, melalui Kapolres Madiun, Masyarakat mengucapkan terima kasih pada aparat Kepolisian. “Dengan ditangkapnya pelaku, masyarakat mengucapkan terima kasih pada saya, karena pelaku memang selama ini sudah sering meresahkan masyarakat,” pungkas kapolres madiun AKBP. Tony S Putra.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan, Pasal 335 ayat 1 ke 1e KUHP dengan ancaman maksimal 1 tahun dan 406 ayat 1 KUHP tentang pengerusakan dengan ancaman penjara selama-lamanya 2 tahun 8 bulan. (p-76)
Madiun, Investigasi : Hari Triono akhirnya menemukan batunya,  pengangguran yang merupakan warga Desa Nglandung, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun ini harus meringkuk dalam penjara karena harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena mengancam warga dan menembaki aparat dengan Air Soft Gun miliknya.
Kronologi dilapangan menyebutkan sekitar pukul 22.00 WIB, Hari Triono mendatangi rumah Mahfud Daroini, warga Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun dengan kondisi mabuk. Terjadi pertengkaran mulut yang mengakibatkan Hari Triono gelap mata.
Bak seorang TNI, hari menodongkan Air Soft Gun berjenis FN kekepala korban dan menyuruhnya jongkok. Saat korban jongkok dengan mengangkat tangannya, Hari memukulkan gagang Air Soft Gun yang dibawanya kekepala korban.
Melihat kejadian tersebut, ibu korban keluar rumah sambil berteriak minta tolong kepada warga sekitar dan diantar ke Pos Polisi terdekat. Mendengar kejadian tersebut, anggota Polisi dibantu warga segera merangsek kelokasi untuk menyelamatkan korban yang terus dipukuli oleh Hari Triono.
Melihat aparat Kepolisian dating, Hari bukannya takut malah menantang Polisi dan menembakinya. Melihat hal tersebut, anggota Kepolisian lantas meminta bantuan pada Polres Madiun. secara kebetulan Kapolres Madiun, AKBP. Tony surya Saputra sedang melakukan kunjungan di Polsek Dolopo.
Mendapat kabar kejadian tersebut, Kapolres memerintahkan anggotanya untuk memback up dan meringkus Hari Triono. Namun sesampainya di lokasi kejadian, Kapolres Madiun terkejut karena Hari Triono memakai jaket doreng yang identik dengan TNI. “Saat dilokasi, pelaku terus berteriak kamu berani sama saya, saya bunuh kamu,” ujar Kapolres Madiun menirukan perkataan Hari Triono.
Untuk berjaga-jaga dari segala kemungkinan, Kapolres Madiun menahan anak buahnya melepaskan tembakan karena pelaku memakai jaket doreng TNI. Lantas aparat Kepolisian merangsek maju sehingga Hari terpojok. Merasa kepepet, Hari Triono lantas mengobral tembakan secara membabi buta kearah aparat yang akan menangkapnya.
“Beruntung anggota kita memakai rompi pelindung, namun ada beberapa kendaraan yang rusak karena terkena tembakan Air Soft Gun milik pelaku,” lanjut AKBP. Tony S Putra.
Setelah terjadi perkelahian yang sengit, akhirnya Hri Triono berhasil dilumpuhkan oleh petugas dan digelandang ke Mapolsek Geger. “Setelah itu, saya beserta anggota Reskrim bergerak kerumah pelaku untuk melakukan penggeledahan,” kata Kapolres Madiun.
Dirumah pelaku, Kapolres dan anggota menemukan 2 pucuk senjata laras panjang  Air Soft Gun jenis SS1, 9 buah tas rangsel berbagai jenis, 2 buah holster, 2 pasang sepatu, 5 topi berbagai model, 1 buah sangkur, 1 buah rompi doreng, 2 buah buku agenda, 18 selongsong peluru, 2 kotak peluru Air Soft Gun, 1 stel seragam doreng TNI, 1 stel seragam security dan 2 buah baret. “Semuanya kami sita dan dibawa ke Mapolres Madiun sebagai barang bukti,” tegas kapolres Madiun.
Dengan ditangkapnya Hari Triono, melalui Kapolres Madiun, Masyarakat mengucapkan terima kasih pada aparat Kepolisian. “Dengan ditangkapnya pelaku, masyarakat mengucapkan terima kasih pada saya, karena pelaku memang selama ini sudah sering meresahkan masyarakat,” pungkas kapolres madiun AKBP. Tony S Putra.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan, Pasal 335 ayat 1 ke 1e KUHP dengan ancaman maksimal 1 tahun dan 406 ayat 1 KUHP tentang pengerusakan dengan ancaman penjara selama-lamanya 2 tahun 8 bulan. (p-76)
Baca

Perang Melawan Narkoba, Polres Madiun Kota Tangkap Pengedar Narkoba

Madiun Kota, Investigasi : perang melawan narkoba yang selalu didengungkan oleh aparat Kepolisian terus digemakan oleh Kepolisian Resort Madiun Kota, bahkan sudah banyak pengedar maupun pemakai yang disikat habis oleh Sat Reskoba Polres Madiun Kota.
Kali ini Sat Reskoba Polres Madiun Kota berhasil menangkap dua orang pengedar Narkoba jenis Sabu dengan barang bukti sekitar dua ons. Diduga kuat, dua orang pengedar ini, yakni Kristina Andriana (30), warga Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo dan Bambang Waluyo warga Kelurahan Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun, merupakan kaki tangan bandar Narkoba yang kini menghuni Lapas Kelas I Madiun.
Pasalnya, dari keterangan Kristina Andriana dan Bambang Waluyo. Sabu itu diperoleh dari seorang yang tidak dikenal. Namun sebelumnya, mereka kontak dengan seorang pria dengan nama panggilan, Kodok, yang juga Narapidana kasus Narkoba di Lapas Kelas I Madiun.
“Kami membuntuti kedua orang ini sejak satu tahun lalu. Keduanya ini tergolong licin. Hingga pada akhirnya, kami mendapat informasi kalau Kris (Kristina) menerima kiriman Sabu atas perintah Kodok. Kemudian kami langsung gerebek rumah Kris dan menemukan BB yang tergolong banyak,” jelas Kasat Reskoba Polres Madiun, Kota AKP Sukono, kepada wartawan, Kamis 4 Pebruari 2016.
Dari rumah Kris, petugas menemukan BB sebanyak 2 paket Sabu dengan berat masing-masing 94,56 gram dan 100,32 gram, peralatan timbang elektronik, ponsel, buku tabungan dan lainnya.
Selang beberapa jam, petugas menangkap Bambang di Gang Bulu, Jalan Mayjend Sungkono Kota Madiun. Dari sini, petugas menemukan 4 paket kecil Sabu dengan total seberat 2,28 gram.
“Mereka mengaku anak buah Kodok. Tapi kami sejauh ini belum melakukan pemeriksaan terhadap Kodok. Dalam waktu dekat pemeriksaan akan kami dilakukan untuk dikonfrontir dengan dua orang kaki tangannya,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dijerat dengan pasal 112 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : perang melawan narkoba yang selalu didengungkan oleh aparat Kepolisian terus digemakan oleh Kepolisian Resort Madiun Kota, bahkan sudah banyak pengedar maupun pemakai yang disikat habis oleh Sat Reskoba Polres Madiun Kota.
Kali ini Sat Reskoba Polres Madiun Kota berhasil menangkap dua orang pengedar Narkoba jenis Sabu dengan barang bukti sekitar dua ons. Diduga kuat, dua orang pengedar ini, yakni Kristina Andriana (30), warga Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo dan Bambang Waluyo warga Kelurahan Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun, merupakan kaki tangan bandar Narkoba yang kini menghuni Lapas Kelas I Madiun.
Pasalnya, dari keterangan Kristina Andriana dan Bambang Waluyo. Sabu itu diperoleh dari seorang yang tidak dikenal. Namun sebelumnya, mereka kontak dengan seorang pria dengan nama panggilan, Kodok, yang juga Narapidana kasus Narkoba di Lapas Kelas I Madiun.
“Kami membuntuti kedua orang ini sejak satu tahun lalu. Keduanya ini tergolong licin. Hingga pada akhirnya, kami mendapat informasi kalau Kris (Kristina) menerima kiriman Sabu atas perintah Kodok. Kemudian kami langsung gerebek rumah Kris dan menemukan BB yang tergolong banyak,” jelas Kasat Reskoba Polres Madiun, Kota AKP Sukono, kepada wartawan, Kamis 4 Pebruari 2016.
Dari rumah Kris, petugas menemukan BB sebanyak 2 paket Sabu dengan berat masing-masing 94,56 gram dan 100,32 gram, peralatan timbang elektronik, ponsel, buku tabungan dan lainnya.
Selang beberapa jam, petugas menangkap Bambang di Gang Bulu, Jalan Mayjend Sungkono Kota Madiun. Dari sini, petugas menemukan 4 paket kecil Sabu dengan total seberat 2,28 gram.
“Mereka mengaku anak buah Kodok. Tapi kami sejauh ini belum melakukan pemeriksaan terhadap Kodok. Dalam waktu dekat pemeriksaan akan kami dilakukan untuk dikonfrontir dengan dua orang kaki tangannya,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dijerat dengan pasal 112 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (p-76)
Baca

Air Terjun Watu Ondo

Magetan, Investigasi : Air terjun Watu Ondo terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur dan terletak pada Koordinat GPS: 07041’51.1” LS – 111012’26.7” BT pada ketinggian 1.476 m dpl.
Untuk mengunjungi air terjun ini dapat kita tempuh dari beberapa jalan, namun yang paling mudah dari Ngerong. Apabila anda datang dari arah Magetan, ketika mencapai daerah Ngerong (sebelum pertigaan ke arah Sarangan) ada papan petunjuk sebelah kiri jalan ke arah Air Terjun Pundak Kiwo. Dari pertigaan ini kita harus maju sepanjang kurang lebih 2 KM untuk sampai ke pintu gerbang atau loket pembayaran, ada beberapa persimpangan kalau ragu2 sebaiknya bertanya kepada orang yang ditemui pasti akan ditunjukkan.
Setelah sampai di gerbang, kita dapat menitipkan kendaraan kita ke penduduk sekitar pintu gerbang, disini gak ada tempat parkir resmi. Pintu gerbang biasanya dijaga oleh ibu2 pemilik warung sebelah loket pembayaran dan kita dapat menitipkan kendaraan kita disini.
Untuk anda yang pertama kali datang kesini sebaiknya menggunakan jasa pemandu penduduk lokal, untuk menghemat waktu dan kita akan ditunjukan semua tempat menarik di daerah ini, sekalian menjadi teman omong2 kita dalam perjalanan
Walau menawarkan keindahan alam yang mempesona, namun lokasi ini masih tergolong sepi dari pengunjung. Air Terjun Watu Ondo adalah air terjun yang berada paling bawah.  Air terjun ini sangat indah karena air tersebut turun/terjun dengan ketinggian sekitar 20 meter dengan melewati sederetan batu yang tertata rapi bersap bagaikan tangga sehingga terkenal dengan sebutan Watu Ondo.
Air Terjun Watu Ondo berjarak sekitar 17 km dari kota Magetan yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan kondisi jalan cukup baik beraspal hingga sampai ke aeral parkir.  Jika datang dari kota Magetan sesampainya di daerah Ngerong (sebelum pertigaan ke arah Sarangan) ada jalan masuk ke arah air terjun yang mana ditandai dengan papan petunjuk di sebelah kiri jalan.  Selanjutnya dari jalan masuk sekitar 600 m akan ditemui pintu gerbang masuk yang ditandai dengan adanya bekas pesawat yang dijadikan monumen sejarah.
Setelah memarkir kendaraan di dekat pintu gerbang perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 600 m melewati jalan makadam hingga tiba di air terjun pertama yaotu Air Terjun Watu Ondo.


Magetan, Investigasi : Air terjun Watu Ondo terletak di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Propinsi Jawa Timur dan terletak pada Koordinat GPS: 07041’51.1” LS – 111012’26.7” BT pada ketinggian 1.476 m dpl.
Untuk mengunjungi air terjun ini dapat kita tempuh dari beberapa jalan, namun yang paling mudah dari Ngerong. Apabila anda datang dari arah Magetan, ketika mencapai daerah Ngerong (sebelum pertigaan ke arah Sarangan) ada papan petunjuk sebelah kiri jalan ke arah Air Terjun Pundak Kiwo. Dari pertigaan ini kita harus maju sepanjang kurang lebih 2 KM untuk sampai ke pintu gerbang atau loket pembayaran, ada beberapa persimpangan kalau ragu2 sebaiknya bertanya kepada orang yang ditemui pasti akan ditunjukkan.
Setelah sampai di gerbang, kita dapat menitipkan kendaraan kita ke penduduk sekitar pintu gerbang, disini gak ada tempat parkir resmi. Pintu gerbang biasanya dijaga oleh ibu2 pemilik warung sebelah loket pembayaran dan kita dapat menitipkan kendaraan kita disini.
Untuk anda yang pertama kali datang kesini sebaiknya menggunakan jasa pemandu penduduk lokal, untuk menghemat waktu dan kita akan ditunjukan semua tempat menarik di daerah ini, sekalian menjadi teman omong2 kita dalam perjalanan
Walau menawarkan keindahan alam yang mempesona, namun lokasi ini masih tergolong sepi dari pengunjung. Air Terjun Watu Ondo adalah air terjun yang berada paling bawah.  Air terjun ini sangat indah karena air tersebut turun/terjun dengan ketinggian sekitar 20 meter dengan melewati sederetan batu yang tertata rapi bersap bagaikan tangga sehingga terkenal dengan sebutan Watu Ondo.
Air Terjun Watu Ondo berjarak sekitar 17 km dari kota Magetan yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan kondisi jalan cukup baik beraspal hingga sampai ke aeral parkir.  Jika datang dari kota Magetan sesampainya di daerah Ngerong (sebelum pertigaan ke arah Sarangan) ada jalan masuk ke arah air terjun yang mana ditandai dengan papan petunjuk di sebelah kiri jalan.  Selanjutnya dari jalan masuk sekitar 600 m akan ditemui pintu gerbang masuk yang ditandai dengan adanya bekas pesawat yang dijadikan monumen sejarah.
Setelah memarkir kendaraan di dekat pintu gerbang perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 600 m melewati jalan makadam hingga tiba di air terjun pertama yaotu Air Terjun Watu Ondo.


Baca

Bantaran Kali, Tempat Nongkrong Yang Asyik Kala Liburan

Madiun Kota, Investigasi : Bantaran kali Bengawan Madiun bisa menjadi salah satu alternatif  wisata murah (gratis) di Kota Madiun. Letaknya masih didalam Kota Madiun, sekitar lima ratus meter sebelah barat Alon-alon Kota Madiun.
Disini terdapat taman dengan beberapa fasilitas terutama arena bermain untuk anak-anak. jadi cocok bagi yang ingin mengajak keluarga mengunjungi tempat ini. Selain itu bagi yang hobi memancing dapat meyalurkan hobinya dengan memancing disepanjang pinggiran bantaran kali. 
 Di Bantaran kali Kota Madiun terdapat Taman dengan saungnya yang dapat dijadikan tempat bercengkrama dengan keluarga. Sayang tempat ini justru banyak dimanfaatkan pasangan muda-mudi untuk memadu kasih, pemandangan ini biasa dilakukan walaupun ditempat terbuka dan disiang bolong.
Tentu saja hal ini menjadi pemandangan yang sangat menggangu bagi pengunjung, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak kecil. Arena bermain, tempat istirahat. Di taman Bantaran Kali Madiun juga terdapat pesawat yang menarik bagi anak-anak. Selain itu juga terdapat sarana belajar climbing dan bisa dijadikan tempat untuk memancing.

Apabila masyarakat yang membawa keluarganya bersantai, disekitar Bantaran Kali Madiun juga terdapat warung-warung yang menjajakan makanan maupun camilan. Sekarang ini Pemerintah Kota Madiun tengah menggenjot perbaikan Taman Bantaran Kali Madiun agar bisa dijadikan tempat alternative berlibur bagi keluarga. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Bantaran kali Bengawan Madiun bisa menjadi salah satu alternatif  wisata murah (gratis) di Kota Madiun. Letaknya masih didalam Kota Madiun, sekitar lima ratus meter sebelah barat Alon-alon Kota Madiun.
Disini terdapat taman dengan beberapa fasilitas terutama arena bermain untuk anak-anak. jadi cocok bagi yang ingin mengajak keluarga mengunjungi tempat ini. Selain itu bagi yang hobi memancing dapat meyalurkan hobinya dengan memancing disepanjang pinggiran bantaran kali. 
 Di Bantaran kali Kota Madiun terdapat Taman dengan saungnya yang dapat dijadikan tempat bercengkrama dengan keluarga. Sayang tempat ini justru banyak dimanfaatkan pasangan muda-mudi untuk memadu kasih, pemandangan ini biasa dilakukan walaupun ditempat terbuka dan disiang bolong.
Tentu saja hal ini menjadi pemandangan yang sangat menggangu bagi pengunjung, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak kecil. Arena bermain, tempat istirahat. Di taman Bantaran Kali Madiun juga terdapat pesawat yang menarik bagi anak-anak. Selain itu juga terdapat sarana belajar climbing dan bisa dijadikan tempat untuk memancing.

Apabila masyarakat yang membawa keluarganya bersantai, disekitar Bantaran Kali Madiun juga terdapat warung-warung yang menjajakan makanan maupun camilan. Sekarang ini Pemerintah Kota Madiun tengah menggenjot perbaikan Taman Bantaran Kali Madiun agar bisa dijadikan tempat alternative berlibur bagi keluarga. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100