Berita Terkini

TP PKK Kab. Ponorogo Adakan Lomba Kebaya Batik Khas Ponorogo

Ponorogo, Investigasi : Dengan menggunakan kebaya batik, gerakan lentur dan perlahan tapi pasti serta terlihat anggun diperagakan oleh peserta lomba kebaya di Kabupaten Ponorogo. Peserta kontes kebaya dengan menggunakan khasnya ponorogo kali ini terbilang unik dan menarik. Hal ini di selenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ponorogo dalam rangka memperingati Hari Kartini bertempat di Gedung Sasana Praja Ponorogo, hari Rabu (27/04/16).
Peserta lomba yang pada umumnya di ikuti oleh perempuan memiliki badan ideal dan lansing, akan tetapi bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo tidak demikian, mereka mengadakan Lomba Kebaya Batik yang hanya di ikuti oleh para perempuan yang memiliki badan gemuk dengan kriteria minimal berat badan peserta lomba 80 Kg. Terlihat puluhan peserta mengikuti acara lomba tersebut, di ikuti dari perwakilan PKK kecamatan se Ponorogo dan perwakilan dari SKPD di kabupaten Ponorogo.
Bupati Ponorogo, H. Ipong Muchlisoni dalam sambutannya mengatakan pihaknya akan terus mendorong, mendukung dan memfasilitasi kepada hak – hak untuk perempuan agar mereka dapat terus berkarya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini misalkan di desa pada umumnya para perempuan aktif dalam posyandu dan inilah yang akan kita fasilitasi agar mereka tetap melakukan tugas – tugasnya dengan maksimal.
Setelah usai lomba kebaya batik, H. Ipong Muchlisoni kepada awak media menjelaskan, Kain batik asli khas ponorogo saat ini jarang ditemui di pasaran karena memang jumlah produksi kain batik di ponorogo sangat minim, dan pembatik asli ponorogo hanya ada sekitar belasan pembatik dan empat produsen batik. Sehingga mengingat hal itu pemkab akan melakukan pendataan seluruh pembatik dan akan mengembangkan dengan memberi pelatihan membatik dan mengirimkan mereka ke sejumlah daerah yang memiliki produsen batik yang cukup maju.
H. Ipong Muchlisoni juga menambahkan kabupaten ponorogo pernah menjadi sentra industri kain batik pada era tahun 1950an di wilayah Jawa Timur. Di jaman itu pembatik ponorogo memiliki 10 motif kain batik, namun di karenakan berbagai faktor industri batik di ponorogo semakin lama semakin tersisihkan oleh industri batik yang terkemuka.
 “Ada 10 motif yang di miliki ponorogo, salah satunya adalah parang kusumo. Maka untuk saat ini para pembatik ponorogo di perlukan inovasi baru untuk membuat batik yang lebih kreatif agar mampu bersaing di pasaran. Pemerintah akan mendorong para pembatik ponorogo untuk mengembangkan lagi kain batik seperti dengan motif merak atau reog yang menjadi ikon kabupaten ponorogo. Terangnya.
 “Kedepan nantinya kain khas batik ponorogo akan kita pakai untuk seragam resmi untuk pegawai pemerintahan yang ada di Ponorogo dan siswa sekolah yang ada di kota reyog ponorogo” Pungkasnya.
Hal senada dikatakan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo Sri Wahyuni mengatakan, dalam mendukung program pengembangan batik khas Ponorogo, PKK akan membuat berbagai pelatihan untuk mendukung kreativitas pengrajin batik. Dia mengakui saat ini belum ada seragam berbahan kain batik Ponorogo yang digunakan sebagai seragam di TP PKK Ponorogo.

“Kalau memang sudah diproduksi massal dan bisa dipasarkan, tentu kami akan melakukan kegiatan promosi supaya batik khas ponorogo lebih dikenal masyarakat luas,” kata Sri Wahyuni. (Sur/Ahm)
Ponorogo, Investigasi : Dengan menggunakan kebaya batik, gerakan lentur dan perlahan tapi pasti serta terlihat anggun diperagakan oleh peserta lomba kebaya di Kabupaten Ponorogo. Peserta kontes kebaya dengan menggunakan khasnya ponorogo kali ini terbilang unik dan menarik. Hal ini di selenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ponorogo dalam rangka memperingati Hari Kartini bertempat di Gedung Sasana Praja Ponorogo, hari Rabu (27/04/16).
Peserta lomba yang pada umumnya di ikuti oleh perempuan memiliki badan ideal dan lansing, akan tetapi bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo tidak demikian, mereka mengadakan Lomba Kebaya Batik yang hanya di ikuti oleh para perempuan yang memiliki badan gemuk dengan kriteria minimal berat badan peserta lomba 80 Kg. Terlihat puluhan peserta mengikuti acara lomba tersebut, di ikuti dari perwakilan PKK kecamatan se Ponorogo dan perwakilan dari SKPD di kabupaten Ponorogo.
Bupati Ponorogo, H. Ipong Muchlisoni dalam sambutannya mengatakan pihaknya akan terus mendorong, mendukung dan memfasilitasi kepada hak – hak untuk perempuan agar mereka dapat terus berkarya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini misalkan di desa pada umumnya para perempuan aktif dalam posyandu dan inilah yang akan kita fasilitasi agar mereka tetap melakukan tugas – tugasnya dengan maksimal.
Setelah usai lomba kebaya batik, H. Ipong Muchlisoni kepada awak media menjelaskan, Kain batik asli khas ponorogo saat ini jarang ditemui di pasaran karena memang jumlah produksi kain batik di ponorogo sangat minim, dan pembatik asli ponorogo hanya ada sekitar belasan pembatik dan empat produsen batik. Sehingga mengingat hal itu pemkab akan melakukan pendataan seluruh pembatik dan akan mengembangkan dengan memberi pelatihan membatik dan mengirimkan mereka ke sejumlah daerah yang memiliki produsen batik yang cukup maju.
H. Ipong Muchlisoni juga menambahkan kabupaten ponorogo pernah menjadi sentra industri kain batik pada era tahun 1950an di wilayah Jawa Timur. Di jaman itu pembatik ponorogo memiliki 10 motif kain batik, namun di karenakan berbagai faktor industri batik di ponorogo semakin lama semakin tersisihkan oleh industri batik yang terkemuka.
 “Ada 10 motif yang di miliki ponorogo, salah satunya adalah parang kusumo. Maka untuk saat ini para pembatik ponorogo di perlukan inovasi baru untuk membuat batik yang lebih kreatif agar mampu bersaing di pasaran. Pemerintah akan mendorong para pembatik ponorogo untuk mengembangkan lagi kain batik seperti dengan motif merak atau reog yang menjadi ikon kabupaten ponorogo. Terangnya.
 “Kedepan nantinya kain khas batik ponorogo akan kita pakai untuk seragam resmi untuk pegawai pemerintahan yang ada di Ponorogo dan siswa sekolah yang ada di kota reyog ponorogo” Pungkasnya.
Hal senada dikatakan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo Sri Wahyuni mengatakan, dalam mendukung program pengembangan batik khas Ponorogo, PKK akan membuat berbagai pelatihan untuk mendukung kreativitas pengrajin batik. Dia mengakui saat ini belum ada seragam berbahan kain batik Ponorogo yang digunakan sebagai seragam di TP PKK Ponorogo.

“Kalau memang sudah diproduksi massal dan bisa dipasarkan, tentu kami akan melakukan kegiatan promosi supaya batik khas ponorogo lebih dikenal masyarakat luas,” kata Sri Wahyuni. (Sur/Ahm)
Baca

Wakil Bupati Madiun Sidak Empat Proyek Bernilai Miliaran Rupiah

Madiun, Investigasi : Empat proyek senilai Rp.1.602.210.000,- diwilayah Kecamatan Kebonsari dan Dolopo, Rabu, (27/4/16) disidak oleh wakil Bupati Madiun, H. Iswanto. Dalam sidak tersebut, H. Iswanto didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kab. Madiun dan sejumlah Kepala SKPD.
Keempat proyek tersebut adalah Rehabilitasi Penahan Tebing Klepek Ds. Ketawang Dolopo senilai 957.000.000,- yang dikerjakan oleh CV. Adhi Jaya. Rehabilitasi DI Blutak Ds. Bader Kec. Dolopo senilai 347.000.000,- yang dikerjakan oleh    CV. Jawa Kontruksi. Rehabilitasi Saluran  Duwet di Ds. Bangunsari Kec. Dolopo senilai Rp.199.000.000,- yang dikerjakan oleh CV. Sumber Daya Abadi, dan Rehabilitasi Saluran Pembuangan Ds. Balerejo Kec. Kebonsari senilai Rp.99.210.000.- yang dikerjakan oleh CV. Bina Putra.
Dari empat proyek dimaksud dua diantaranya telah selesai dikerjkan 100 % yaitu  Rehabilitasi Saluran Pembuangan Ds. Balerejo Kec. Kebonsari dan Rehabilitasi Saluran  Duwet di Ds. Bangunsari    Kec. Dolopo. Sedangkan paket pekerjaan lainnya masih dalam proses penyelesaian dan memang masa kontraknya masih panjang yaitu : Rehabilitasi Penahan Tebing Klepek Ds. Ketawang Dolopo yang telah mencapai 65 % dan Rehabilitasi DI Blutak Ds. Bader Kec. Dolopo telah mencapai 50 %.
 “Hasil paket pekerjaan yang ditinjau semuanya secara fisik bagus dan memuaskan. Bahkan ada 2 paket pekerjaan yang sudah selesai 100 % meskipun masa kontraknya belum habis.” Kata H. Iswanto.
Terkait dengan dua paket pekerjaan lainnya yang baru  jadi sekitar 60 persen dan 50 persen, H. Iswanto tidak mempermasalahkan. “Karena memang masa kontraknya masih akan berakhir pada Agustus 2016 nanti,” jelasnya.
Meskipun jangka waktu pelaksanaan pekerjaan masih cukup panjang, tetapi tidak ada salahnya kalau paket pekerjaan itu dikerjakan lebih cepat lagi sehingga pada saat memasuki bulan puasa nanti paket pekerjaan ini sudah selesai.
“Meski lebih dipercepat tetapi jangan sampai mengurangi kualitas bangunan, semua harus tetap sesuai kontrak yang ada,” tegas Wakil Bupati ini menghimbau pada rekanan.

Apalagi saat ini sudah ada tanda-tanda musim penghujan mulai berkurang. Ini harus bisa menjadi salah satu faktor penunjang percepatan penyelesaian pekerjaan proyek pengairan. (p-76)
Madiun, Investigasi : Empat proyek senilai Rp.1.602.210.000,- diwilayah Kecamatan Kebonsari dan Dolopo, Rabu, (27/4/16) disidak oleh wakil Bupati Madiun, H. Iswanto. Dalam sidak tersebut, H. Iswanto didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kab. Madiun dan sejumlah Kepala SKPD.
Keempat proyek tersebut adalah Rehabilitasi Penahan Tebing Klepek Ds. Ketawang Dolopo senilai 957.000.000,- yang dikerjakan oleh CV. Adhi Jaya. Rehabilitasi DI Blutak Ds. Bader Kec. Dolopo senilai 347.000.000,- yang dikerjakan oleh    CV. Jawa Kontruksi. Rehabilitasi Saluran  Duwet di Ds. Bangunsari Kec. Dolopo senilai Rp.199.000.000,- yang dikerjakan oleh CV. Sumber Daya Abadi, dan Rehabilitasi Saluran Pembuangan Ds. Balerejo Kec. Kebonsari senilai Rp.99.210.000.- yang dikerjakan oleh CV. Bina Putra.
Dari empat proyek dimaksud dua diantaranya telah selesai dikerjkan 100 % yaitu  Rehabilitasi Saluran Pembuangan Ds. Balerejo Kec. Kebonsari dan Rehabilitasi Saluran  Duwet di Ds. Bangunsari    Kec. Dolopo. Sedangkan paket pekerjaan lainnya masih dalam proses penyelesaian dan memang masa kontraknya masih panjang yaitu : Rehabilitasi Penahan Tebing Klepek Ds. Ketawang Dolopo yang telah mencapai 65 % dan Rehabilitasi DI Blutak Ds. Bader Kec. Dolopo telah mencapai 50 %.
 “Hasil paket pekerjaan yang ditinjau semuanya secara fisik bagus dan memuaskan. Bahkan ada 2 paket pekerjaan yang sudah selesai 100 % meskipun masa kontraknya belum habis.” Kata H. Iswanto.
Terkait dengan dua paket pekerjaan lainnya yang baru  jadi sekitar 60 persen dan 50 persen, H. Iswanto tidak mempermasalahkan. “Karena memang masa kontraknya masih akan berakhir pada Agustus 2016 nanti,” jelasnya.
Meskipun jangka waktu pelaksanaan pekerjaan masih cukup panjang, tetapi tidak ada salahnya kalau paket pekerjaan itu dikerjakan lebih cepat lagi sehingga pada saat memasuki bulan puasa nanti paket pekerjaan ini sudah selesai.
“Meski lebih dipercepat tetapi jangan sampai mengurangi kualitas bangunan, semua harus tetap sesuai kontrak yang ada,” tegas Wakil Bupati ini menghimbau pada rekanan.

Apalagi saat ini sudah ada tanda-tanda musim penghujan mulai berkurang. Ini harus bisa menjadi salah satu faktor penunjang percepatan penyelesaian pekerjaan proyek pengairan. (p-76)
Baca

PPWI Cabang Magetan Laksanakan Baksos Bagi Sembako


Magetan, Investigasi : BangsaIndonesia merupakan kesatuan masyarakat yang terbentuk dalam sebuah tujuan yangsama, salah satunya yaitu menjadi bangsa yang masyarakatnya mendapatkankemakmuran dan kesejahteraan yang berkeadilan. “Keadilan Sosial Bagi SeluruhRakyat Indonesia” merupakan bunyi sila ke – 5 dalam PANCASILA yang menjadipandangan hidup berbangsa.
Substansi sila tersebut mengamanatkan agarpemerintah mampu memberikan kesejahteraandan kemakmuran secara ekonomi bagi seluruh rakyat indonesia secara adil.Selain pemerintah, peran organisasimasyarakat (Ormas) juga sangat pentinguntuk membantu pemerintah dalammewujudkan masyarakat yang sejahtera dalamsegala bidang.
Hal tersebut ditegaskan dalam UU No. 17 Tahun 2013 tentangOrganisasi Kemasyarakatan khususnya pasal 6 menyebutkan bahwa salah satufungsi Ormas adalah pemberdayaan masyarakat danpemenuhan pelayanan sosial.
Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Cabang Magetan dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat, menggelar “Siraman rohani & Bakti Sosial pembagian sembako” kepada warga masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan. Senin (25/4/16). Acara yang di gelar PPWI di balai Desa Pelem ini juga bekerjasama dengan pemerintah desa (PEMDES) Pelem.
Dalam acara ini dihadiri, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Magetan, Ketua DPRD Magetan, Bakesbangpol Magetan, Seluruh Jajaran Muspika Kecamatan Karangrejo Dan perangkat Desa Pelem serta masyarakat yang menerima Sembako juga tokoh masyarakat desa setempat.
Acara ini bertujuan, melalui kegiatan religi siraman rohanidalam bentuk kegiatan agama,di harapkan masyarakat Desa Pelem lebih relegius senantiasa memiliki akhlak mulia dan BERKETUHANAN YANG MAHA ESA dan melalui Bakti Sosial bagi sembako dapat membantu meringankan warga Pelem yang kurang mampu agar terbantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan juga melalui kegiatan bakti sosial ini dapat membantu Pemerinta Desa (PEMDES) dalam rangka menyejahterakan dan membangun karakter berakhlak mulia untuk segenap masyarakat Desa Pelem.
Ketua PPWI Cabang Magetan melalui sekretarisnya Stevanus Ekakristiawan SH mengatakan” kegiatan merupakan program kerja dari PPWI dan akan di laksanakan secara berkesinambungan untuk membatu meringankan warga masyarakat Magetan agar terbantu dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, serta untuk membentuk karakter insan yang religius dan berakhlak mulia, serta membantu PEMDES Pelem dalam melancarkan programnya untuk menyejahterakan masyarakat Desa Pelem khususnya” ungkapnya.
“Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh perangkat Desa Pelem, atas semua bantuanya sehingga acara pada hari ini bisa terlaksana dengan baik dan seluruh pihak yang juga turut membantu menyukseskan acara PPWI ini,” lanjut Stevanus.
“Saya berharap dengan adanya kegiatan siraman rohani dan bakti sosial bagi sembako ini bisa bermanfaat bagi warga desa Pelem” Imbuhnya.

Dalam hal ini juga PPWI Cabang Magetan senantiasa terbukadalam segala bentuk saran, kritik dan arahan yang bersifat membangun untukeksistensi PPWI Cabang Magetan dalam pemberdayaan masyarakat. (sj/md)

Magetan, Investigasi : BangsaIndonesia merupakan kesatuan masyarakat yang terbentuk dalam sebuah tujuan yangsama, salah satunya yaitu menjadi bangsa yang masyarakatnya mendapatkankemakmuran dan kesejahteraan yang berkeadilan. “Keadilan Sosial Bagi SeluruhRakyat Indonesia” merupakan bunyi sila ke – 5 dalam PANCASILA yang menjadipandangan hidup berbangsa.
Substansi sila tersebut mengamanatkan agarpemerintah mampu memberikan kesejahteraandan kemakmuran secara ekonomi bagi seluruh rakyat indonesia secara adil.Selain pemerintah, peran organisasimasyarakat (Ormas) juga sangat pentinguntuk membantu pemerintah dalammewujudkan masyarakat yang sejahtera dalamsegala bidang.
Hal tersebut ditegaskan dalam UU No. 17 Tahun 2013 tentangOrganisasi Kemasyarakatan khususnya pasal 6 menyebutkan bahwa salah satufungsi Ormas adalah pemberdayaan masyarakat danpemenuhan pelayanan sosial.
Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Cabang Magetan dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat, menggelar “Siraman rohani & Bakti Sosial pembagian sembako” kepada warga masyarakat Desa Pelem, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan. Senin (25/4/16). Acara yang di gelar PPWI di balai Desa Pelem ini juga bekerjasama dengan pemerintah desa (PEMDES) Pelem.
Dalam acara ini dihadiri, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Magetan, Ketua DPRD Magetan, Bakesbangpol Magetan, Seluruh Jajaran Muspika Kecamatan Karangrejo Dan perangkat Desa Pelem serta masyarakat yang menerima Sembako juga tokoh masyarakat desa setempat.
Acara ini bertujuan, melalui kegiatan religi siraman rohanidalam bentuk kegiatan agama,di harapkan masyarakat Desa Pelem lebih relegius senantiasa memiliki akhlak mulia dan BERKETUHANAN YANG MAHA ESA dan melalui Bakti Sosial bagi sembako dapat membantu meringankan warga Pelem yang kurang mampu agar terbantu dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan juga melalui kegiatan bakti sosial ini dapat membantu Pemerinta Desa (PEMDES) dalam rangka menyejahterakan dan membangun karakter berakhlak mulia untuk segenap masyarakat Desa Pelem.
Ketua PPWI Cabang Magetan melalui sekretarisnya Stevanus Ekakristiawan SH mengatakan” kegiatan merupakan program kerja dari PPWI dan akan di laksanakan secara berkesinambungan untuk membatu meringankan warga masyarakat Magetan agar terbantu dalam memenuhi kebutuhan ekonominya, serta untuk membentuk karakter insan yang religius dan berakhlak mulia, serta membantu PEMDES Pelem dalam melancarkan programnya untuk menyejahterakan masyarakat Desa Pelem khususnya” ungkapnya.
“Terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh perangkat Desa Pelem, atas semua bantuanya sehingga acara pada hari ini bisa terlaksana dengan baik dan seluruh pihak yang juga turut membantu menyukseskan acara PPWI ini,” lanjut Stevanus.
“Saya berharap dengan adanya kegiatan siraman rohani dan bakti sosial bagi sembako ini bisa bermanfaat bagi warga desa Pelem” Imbuhnya.

Dalam hal ini juga PPWI Cabang Magetan senantiasa terbukadalam segala bentuk saran, kritik dan arahan yang bersifat membangun untukeksistensi PPWI Cabang Magetan dalam pemberdayaan masyarakat. (sj/md)
Baca

Ribuan Masyarakat Magetan Hadiri Deklarasi Magetan Bersinar dan Magetan Bebas Narkoba

Magetan, Investigasi : Narkoba merupakan musuh bersama seluruh masyarakat di bum,I pertiwi ini, berulang kali, pihak Kepolisian berhasil membokar sindikat jaringan narkoba yang bisa merusak generasi bangsa.
Di Kabupaten Magetan, Polres Magetan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magetan mengadakan acara deklarasi Magetan Bersinar dan Magetan Bebas Narkoba. Deklarasi yang dihadiri ribuan masyarakat seantero Magetan ini bertempat di halaman Gor Ki Mageti. Setelah deklarasi, acara dilanjutkan dengan Kirap jalan santai yang diikuti oleh semua peserta deklarasi, Jumat ( 22/4/16).
Tampak dalam acara deklarasi tersebut, Bupati Magetan, H. Sumantri, Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., bersama unsur Forkopimda lainnya, Wakil Bupati Magetan, Ketua DPRD beserta, Anggota DPRD Kabupaten Magetan, Pejabat SKPD Kabupaten Magetan, Pejabat Polres Magetan, Personil TNI, Personil Polri, Satpol PP, Dishubkominfo, Bhayangkari, Persit Kartika Candra Kirana, PIA ag, Dharma Wanita, Komunitas Mobil/Motor, Ormas Kepemudaan, Ormas Bela Diri, Camat Sekabupaten Magetan, Lurah/ Kades sekabupaten Magetan, Saka Bhayangkara, Pelajar SLTA dan SLTP Sederajat, Satpam  serta peserta lainnya kurang lebih 10.000 peserta.
Bupati Magetan dalam sambutannya menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh yang hadir  karena pada hari ini kita masyarakat magetan mengadakan momentum yang sangat penting yaitu deklarasi anti narkoba.
“Dengan diadakannya deklarasi ini mari kita bersama sama bahu membahu kita berantas narkoba, karena saat ini dinegara kita sedang darurat narkoba, Pemerntah Daerah Magetan, Aparat TNI/POlri, Ormas dan Elemen masyarakat mendukung kegiatan deklarasi anti narkoba ini ,” terangnya.
Setelah Deklarasi anti narkoba yang dibacakan oleh perwakilan dan ditirukan oleh seluruh peserta dilanjutkan penandatangan Spanduk Deklarasi oleh Bupati Magetan dan diikuti Pejabat Forkopimda lainnya serta Toga, Toda dan Tomas. Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., juga menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang hadir dalam kesempatan ini. “Kita semua memiliki satu tujuan besar, menggelorakan gerakan masyarakat Magetan anti narkotika, semoga apa yang dilaksanakan ini mendapatkan ridha dari Tuhan YME”, ucapnya.
Kapolres mengungkapkan, perkembangan jaringan narkotika di wilayah hukum Polres Magetan semakin mengkhawatirkan. Pihaknya mendapati penyalahgunaan dan peredaran barang haram tersebut semakin berkembang, menyasar di segala lapisan masyarakat. Bahkan selama pelaksanaan Operasi Bersinar ini , Polres Magetan telah mengungkap Tujuh kasus penyalahgunaan narkotika. Hal itu membuktikan bahwa keberadaan jaringan narkotika masih ada di Kabupaten Magetan.
Menurut Kapolres, narkotika saat ini sudah menjadi permasalahan nasional. Dia menjelaskan, sebagaimana instruksi Kapolri, maka aparat kepolisian dituntut menggiatkan langkah-langkah preemtif dan preventif, serta penegakan hukum dalam menangani masalah kejahatan narkotika.
Melalui kebersamaan masyarakat Magetan yang mendeklarasikan pernyataan antinarkotika, Johanson optimistis, tindak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat diperangi. Dia mengajak seluruh elemen untuk komit menggelorakan gerakan anti narkotika di lingkungannya masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Kirap yang diikuti oleh seluruh peserta Deklarasi Anti Narkoba dengan route Start Gor Ki Mageti, jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Yos Sudarso, Jembatan Gandong2, Jalan Basuki Rahmat, jalan jaksa agung, jalan Suprapto, jalan samudra, jembatan gandong 3, fins Gor Kimageti.
Setelah di laksanakan Kirap di lanjutkan dengan test urine bagi Pejabat Forkimpda, SKPD Kabupaten Magetan, Forkopimka yang terdiri dari Kapolsek, Ndanramil dan Camat dan hasilnya negative.

Para peserta dengan semangat mengikuti kegiatan Deklarasi anti narkoba ini karena dalam kegiatan ini juga diiringi hiburan dan pembagian dorprize serta hadiah bagi pemenang Kirap dengan hadiah yang terdiri dari 1 unit sepeda motor Honda revo, 8 unit sepeda gunung, TV LCD 32 in, Lemari es. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Narkoba merupakan musuh bersama seluruh masyarakat di bum,I pertiwi ini, berulang kali, pihak Kepolisian berhasil membokar sindikat jaringan narkoba yang bisa merusak generasi bangsa.
Di Kabupaten Magetan, Polres Magetan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magetan mengadakan acara deklarasi Magetan Bersinar dan Magetan Bebas Narkoba. Deklarasi yang dihadiri ribuan masyarakat seantero Magetan ini bertempat di halaman Gor Ki Mageti. Setelah deklarasi, acara dilanjutkan dengan Kirap jalan santai yang diikuti oleh semua peserta deklarasi, Jumat ( 22/4/16).
Tampak dalam acara deklarasi tersebut, Bupati Magetan, H. Sumantri, Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., bersama unsur Forkopimda lainnya, Wakil Bupati Magetan, Ketua DPRD beserta, Anggota DPRD Kabupaten Magetan, Pejabat SKPD Kabupaten Magetan, Pejabat Polres Magetan, Personil TNI, Personil Polri, Satpol PP, Dishubkominfo, Bhayangkari, Persit Kartika Candra Kirana, PIA ag, Dharma Wanita, Komunitas Mobil/Motor, Ormas Kepemudaan, Ormas Bela Diri, Camat Sekabupaten Magetan, Lurah/ Kades sekabupaten Magetan, Saka Bhayangkara, Pelajar SLTA dan SLTP Sederajat, Satpam  serta peserta lainnya kurang lebih 10.000 peserta.
Bupati Magetan dalam sambutannya menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh yang hadir  karena pada hari ini kita masyarakat magetan mengadakan momentum yang sangat penting yaitu deklarasi anti narkoba.
“Dengan diadakannya deklarasi ini mari kita bersama sama bahu membahu kita berantas narkoba, karena saat ini dinegara kita sedang darurat narkoba, Pemerntah Daerah Magetan, Aparat TNI/POlri, Ormas dan Elemen masyarakat mendukung kegiatan deklarasi anti narkoba ini ,” terangnya.
Setelah Deklarasi anti narkoba yang dibacakan oleh perwakilan dan ditirukan oleh seluruh peserta dilanjutkan penandatangan Spanduk Deklarasi oleh Bupati Magetan dan diikuti Pejabat Forkopimda lainnya serta Toga, Toda dan Tomas. Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., juga menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang hadir dalam kesempatan ini. “Kita semua memiliki satu tujuan besar, menggelorakan gerakan masyarakat Magetan anti narkotika, semoga apa yang dilaksanakan ini mendapatkan ridha dari Tuhan YME”, ucapnya.
Kapolres mengungkapkan, perkembangan jaringan narkotika di wilayah hukum Polres Magetan semakin mengkhawatirkan. Pihaknya mendapati penyalahgunaan dan peredaran barang haram tersebut semakin berkembang, menyasar di segala lapisan masyarakat. Bahkan selama pelaksanaan Operasi Bersinar ini , Polres Magetan telah mengungkap Tujuh kasus penyalahgunaan narkotika. Hal itu membuktikan bahwa keberadaan jaringan narkotika masih ada di Kabupaten Magetan.
Menurut Kapolres, narkotika saat ini sudah menjadi permasalahan nasional. Dia menjelaskan, sebagaimana instruksi Kapolri, maka aparat kepolisian dituntut menggiatkan langkah-langkah preemtif dan preventif, serta penegakan hukum dalam menangani masalah kejahatan narkotika.
Melalui kebersamaan masyarakat Magetan yang mendeklarasikan pernyataan antinarkotika, Johanson optimistis, tindak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat diperangi. Dia mengajak seluruh elemen untuk komit menggelorakan gerakan anti narkotika di lingkungannya masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Kirap yang diikuti oleh seluruh peserta Deklarasi Anti Narkoba dengan route Start Gor Ki Mageti, jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Yos Sudarso, Jembatan Gandong2, Jalan Basuki Rahmat, jalan jaksa agung, jalan Suprapto, jalan samudra, jembatan gandong 3, fins Gor Kimageti.
Setelah di laksanakan Kirap di lanjutkan dengan test urine bagi Pejabat Forkimpda, SKPD Kabupaten Magetan, Forkopimka yang terdiri dari Kapolsek, Ndanramil dan Camat dan hasilnya negative.

Para peserta dengan semangat mengikuti kegiatan Deklarasi anti narkoba ini karena dalam kegiatan ini juga diiringi hiburan dan pembagian dorprize serta hadiah bagi pemenang Kirap dengan hadiah yang terdiri dari 1 unit sepeda motor Honda revo, 8 unit sepeda gunung, TV LCD 32 in, Lemari es. (sj/md)
Baca

Study Banding Ke Pemkot Bandung, Pemkot Madiun Ingin Belajar Menata Keindahan Kota

Madiun Kota, Investigasi : Study banding yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Madiun dalam hal ini Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Madiun bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Insan Pers di Pemerintah Kota Bandung, Jumat (22/4/16) berjalan dengan sukses.
Dalam pemaparannya, Herry Ilyus,  Plt. Assisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Madiun menjelaskan bahwa study banding ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Madiun untuk meningkatkan kinerja dari jajaran SKPD di Pemerintah Kota Madiun. "Karena peran Pers yang begitu besar dalam pembangunan, penataan serta keindahan Kota Madiun," ungkapnya.
Dilanjutkan, Pemerintah Kota Madiun ingi belajar dalam menata keindahan kota dari Pemerintah Kota Bandung karena selama ini Bandung identik dengan Paris Van Java nya Indonesia.
Selain itu dalam study banding ini Pemerintah Kota Madiun ingin terciptanya hubungan yang harmonis antara Kota Madiun dengan Kota Bandung dalam berbagai hal.
Dalam study banding ini, ada 3 hal yang patut untuk dipelajari yaitu prinsip segitiga sama kaki. Dipucuk segitiga disebut Desentralisasi yaitu memberikan wewenang dilevel bawah dengan mempercepat setiap urusan di tingkat kecamatan. Disini Walikota hanya meminta bukti saja bahwa urusan tersebut sudah diselesaikan. Dikaki bawah ada Inovasi yaitu setiap SKPD diwajibkan punya 1 inovasi minimal 1 tahun diluar kegiatan resmi. Disini setiap SKPD diwajibkan mempunyai mimpi besar. Yang terakhir dikaki yang satunya ada. Kolaborasi yang dijabarkan dengan setiap kegiatan harus dikolaborasikan dengan masyarakat (forum). Dengan dibentuknya forum tersebut, makan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah bisa berjalan berkat peran aktif dari masyarakat.
Diakui, selain mempunyai banyak taman yang digunakan untuk media sosialisasi antar masyarakat dan wisatawan, Kota Bandung mempunyai satu keunggulan yang patut dicontoh oleh Kota Madiun yaitu dibangunnya Bandung Command Center (BCC) yang digunakan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk memantau kinerja SKPDnya. "Di BCC ini semua bisa diperoleh data terkait dengan kinerja semua SKPD dan itu update tiap saat," ujar Dadang Gantina, Staff Ahli Bidang Ekonomi yang didampingi oleh Asep C Cahyadi, Kadis Kominfo Kota Bandung.
Namun, walau Kota Bandung maju dalam hal tehnologi, tapi masih banyak kekurangan yang tampak. Seperti perhatian Pemerintah Kota Bandung untuk pendidikan. Di Kota Bandung baru diterapkan wajib belajar 9 tahun, namun di Kota Madiun sudah diterapkan wajib belajar 12 tahun. "D- Kota Bandung baru gratis sekolah sampai tingkat SMP saja," kata Dadang.
Disatu sisi, Dalam pantauan Koran Investigasi, penataan kota dari bidang  lalulintas serta penataan kabel lisrtrik maupun telekomunikasi  masih tampak semrawut. Tentu ini berbeda dengan yang ada di Kota Madiun yang tampak asri dan tertata rapi.
Terkait dengan kondisi taman yang diunggulkan, Kota Madiun juga mempunyai beberapa taman untuk tempat rekreasi warganya. Dan ini tidak kalah cantik dari taman yang ada di Kota Bandung. 

Sementara itu, Walikota Madiun, Bambang Irianto berharap, study banding ini bisa memberi manfaat bagi kemajuan Kota Madiun. "Disini peran aktif dari Pers dan KIM akan nampak, apapun yang didapat dari study banding nantinya, diharapkan memberi manfaat bagi pembangunan Kota Madiun," pungkas Walikota Madiun. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Study banding yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Madiun dalam hal ini Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Madiun bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Insan Pers di Pemerintah Kota Bandung, Jumat (22/4/16) berjalan dengan sukses.
Dalam pemaparannya, Herry Ilyus,  Plt. Assisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Madiun menjelaskan bahwa study banding ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Madiun untuk meningkatkan kinerja dari jajaran SKPD di Pemerintah Kota Madiun. "Karena peran Pers yang begitu besar dalam pembangunan, penataan serta keindahan Kota Madiun," ungkapnya.
Dilanjutkan, Pemerintah Kota Madiun ingi belajar dalam menata keindahan kota dari Pemerintah Kota Bandung karena selama ini Bandung identik dengan Paris Van Java nya Indonesia.
Selain itu dalam study banding ini Pemerintah Kota Madiun ingin terciptanya hubungan yang harmonis antara Kota Madiun dengan Kota Bandung dalam berbagai hal.
Dalam study banding ini, ada 3 hal yang patut untuk dipelajari yaitu prinsip segitiga sama kaki. Dipucuk segitiga disebut Desentralisasi yaitu memberikan wewenang dilevel bawah dengan mempercepat setiap urusan di tingkat kecamatan. Disini Walikota hanya meminta bukti saja bahwa urusan tersebut sudah diselesaikan. Dikaki bawah ada Inovasi yaitu setiap SKPD diwajibkan punya 1 inovasi minimal 1 tahun diluar kegiatan resmi. Disini setiap SKPD diwajibkan mempunyai mimpi besar. Yang terakhir dikaki yang satunya ada. Kolaborasi yang dijabarkan dengan setiap kegiatan harus dikolaborasikan dengan masyarakat (forum). Dengan dibentuknya forum tersebut, makan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah bisa berjalan berkat peran aktif dari masyarakat.
Diakui, selain mempunyai banyak taman yang digunakan untuk media sosialisasi antar masyarakat dan wisatawan, Kota Bandung mempunyai satu keunggulan yang patut dicontoh oleh Kota Madiun yaitu dibangunnya Bandung Command Center (BCC) yang digunakan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk memantau kinerja SKPDnya. "Di BCC ini semua bisa diperoleh data terkait dengan kinerja semua SKPD dan itu update tiap saat," ujar Dadang Gantina, Staff Ahli Bidang Ekonomi yang didampingi oleh Asep C Cahyadi, Kadis Kominfo Kota Bandung.
Namun, walau Kota Bandung maju dalam hal tehnologi, tapi masih banyak kekurangan yang tampak. Seperti perhatian Pemerintah Kota Bandung untuk pendidikan. Di Kota Bandung baru diterapkan wajib belajar 9 tahun, namun di Kota Madiun sudah diterapkan wajib belajar 12 tahun. "D- Kota Bandung baru gratis sekolah sampai tingkat SMP saja," kata Dadang.
Disatu sisi, Dalam pantauan Koran Investigasi, penataan kota dari bidang  lalulintas serta penataan kabel lisrtrik maupun telekomunikasi  masih tampak semrawut. Tentu ini berbeda dengan yang ada di Kota Madiun yang tampak asri dan tertata rapi.
Terkait dengan kondisi taman yang diunggulkan, Kota Madiun juga mempunyai beberapa taman untuk tempat rekreasi warganya. Dan ini tidak kalah cantik dari taman yang ada di Kota Bandung. 

Sementara itu, Walikota Madiun, Bambang Irianto berharap, study banding ini bisa memberi manfaat bagi kemajuan Kota Madiun. "Disini peran aktif dari Pers dan KIM akan nampak, apapun yang didapat dari study banding nantinya, diharapkan memberi manfaat bagi pembangunan Kota Madiun," pungkas Walikota Madiun. (p-76)
Baca

Wakili Kabupaten Madiun, Kelompok Ternak Sapi Agritama Mandiri Maju Ke Tingkat Nasional

Madiun, Investigasi : Hebat, inilah ungkapan yang pas untuk Kelompok Ternak Agritama Mandiri Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Kelompok Ternak Agritama Mandiri ini maju ke lomba Kelompok Ternak Tingkat Nasional Tahun 2016 merupakan salah satu dari sekian ratus kelompok ternak yang ada di Kabupaten Madiun yang berkembangnya cukup baik. Dan istimewanya lagi Kelompok Ternak Agritama Mandiri ini diketuai oleh seorang Wanita.
Penilaian yang dilaksanakan di lapangan desa setempat, dihadiri oleh Bupati Madiun, Tim Juri dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Peternakan RI, Kadin Peternakan Prov. Jawa Timur, Kepala SKPD Kab. Madiun, Camat dan Muspika Kebonsari..
Saat member sambutan, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan, Pemerintah dan masyarakat di Kab. Madiun telah sepakat, bahwa Visi pembangunan daerah Kab. Madiun adalah “Madiun Lebih Sejahtera 2018” yang maknanya adalah bahwa seluruh proses pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab. Madiun diwajibkan menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama diatas segalanya. “Semua pembangunan yang dilaksanakan harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Tidak terkecuali pembangunan dibidang peternakan, semua sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kab. Madiun,” ungkap Muhtarom, Kamis, (21/4/16).
Terkait dengan hasil penilaian lomba, Muhtarom, menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Juri yang melaksanakan penilaian, namun demikian Bupati tetap berharap agar kelompok ternak Agritama Mandiri dapat menjadi juara.
Hal ini penting untuk menunjukkan prestasi kelompok ternak di Kab. Madiun sekaligus untuk memotivasi kelompok ternak yang lain agar lebih intensif lagi dalam mengembangkan sapi potong.
Diwaktu yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Madiun, drh. Lilin syarifah mengatakan, jumlah populasi ternak sapi potong yang dikelola oleh kelompok ternak Agritama Mandiri mencapai 163 ekor. Sedangkan jumlah sapi potong secara keseluruhan yang ada di Ds. Rejosari mencapai 324 ekor. “Ini menunjukkan bahwa kelompok ternak Agritama Mandiri ini benar-benar mengelola ternaknya dengan baik,” kata Lilin.
Dilanjutkan, Kecamatan Kebonsari merupakan salah satu kawasan pertanian yang sangat maju sehingga biasa disebut dengan kawasan Agropolitan yang sudah tergabung dalam Kawasan Gedangsari (Geger, Dolopo, Dagangan dan Kebonsari). “Inilah yang menjadikan Kebonsari sebagai salah satu wilayah pengembangan sapi potong di Kabupaten Madiun,” tegasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Hebat, inilah ungkapan yang pas untuk Kelompok Ternak Agritama Mandiri Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Kelompok Ternak Agritama Mandiri ini maju ke lomba Kelompok Ternak Tingkat Nasional Tahun 2016 merupakan salah satu dari sekian ratus kelompok ternak yang ada di Kabupaten Madiun yang berkembangnya cukup baik. Dan istimewanya lagi Kelompok Ternak Agritama Mandiri ini diketuai oleh seorang Wanita.
Penilaian yang dilaksanakan di lapangan desa setempat, dihadiri oleh Bupati Madiun, Tim Juri dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Peternakan RI, Kadin Peternakan Prov. Jawa Timur, Kepala SKPD Kab. Madiun, Camat dan Muspika Kebonsari..
Saat member sambutan, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan, Pemerintah dan masyarakat di Kab. Madiun telah sepakat, bahwa Visi pembangunan daerah Kab. Madiun adalah “Madiun Lebih Sejahtera 2018” yang maknanya adalah bahwa seluruh proses pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab. Madiun diwajibkan menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama diatas segalanya. “Semua pembangunan yang dilaksanakan harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Tidak terkecuali pembangunan dibidang peternakan, semua sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kab. Madiun,” ungkap Muhtarom, Kamis, (21/4/16).
Terkait dengan hasil penilaian lomba, Muhtarom, menyerahkan sepenuhnya kepada Tim Juri yang melaksanakan penilaian, namun demikian Bupati tetap berharap agar kelompok ternak Agritama Mandiri dapat menjadi juara.
Hal ini penting untuk menunjukkan prestasi kelompok ternak di Kab. Madiun sekaligus untuk memotivasi kelompok ternak yang lain agar lebih intensif lagi dalam mengembangkan sapi potong.
Diwaktu yang sama, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Madiun, drh. Lilin syarifah mengatakan, jumlah populasi ternak sapi potong yang dikelola oleh kelompok ternak Agritama Mandiri mencapai 163 ekor. Sedangkan jumlah sapi potong secara keseluruhan yang ada di Ds. Rejosari mencapai 324 ekor. “Ini menunjukkan bahwa kelompok ternak Agritama Mandiri ini benar-benar mengelola ternaknya dengan baik,” kata Lilin.
Dilanjutkan, Kecamatan Kebonsari merupakan salah satu kawasan pertanian yang sangat maju sehingga biasa disebut dengan kawasan Agropolitan yang sudah tergabung dalam Kawasan Gedangsari (Geger, Dolopo, Dagangan dan Kebonsari). “Inilah yang menjadikan Kebonsari sebagai salah satu wilayah pengembangan sapi potong di Kabupaten Madiun,” tegasnya. (p-76)
Baca

H. Muhtarom : Banyak Program Pemerintah Kabupaten Madiun Yang Butuh Partisipasi Kaum Perempuan

Madiun, Investigasi : Tanggal 21 April merupakan hari kelahiran Raden Ajeng Kartini. Untuk diketahui, bahwa RA. Kartini adalah sosok pahlawan perjuangan khususnya bagi kemerdekaan kaum perempuan.
Perjuangannyai saat itu sungguh luar biasa, dimana pada saat itu kaum perempuan termarjinalisasikan sehingga tidak mendapatkan akses mendapatkan mengembangkan potensi dirinya. Berkat perjuangannya, kini kaum perempuan telah sejajar dengan kaum pria dalam bidang kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, disetiap 21 April diperingati sebagai hari Kartini. dengan harapan Bangsa Indonesia, khususnya kaum perempuan dapat mentauladani perjuangan beliau untuk mendorong perkembangan pembangunan Bangsa dan Negara.
Sama seperti tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan Upacara memperingati Hari Kartini tahun 2016 di halaman Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun. Bertidak selaku Inspektur Upacara, Bupati Madiun, H. Muhtarom  Sedangkan bertindak selaku Komandan Upacara adalah Ratih dari Bappeda Kab. Madiun.
Pada kesempatan tersebut seluruh peserta upacara dari unsur karyawan/ti  menggenakan pakaian daerah/adat. Adapun tema peringatan kali ini adalah “Dengan semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan Melalui Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi untuk mewujudkan Masyarakat Kab. Madiun Lebih Sejahtera.
 Hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli, Asisten, Pimpinan SKPD, Camat dan Direktur BUMD Pemerintah Kab. Madiun, Pimpinan Instansi Vertikal,  Ketua dan anggota Tim Penggerak PKK Kab. Madiun,  Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kab. Madiun, Organisasi Wanita se Kab. Madiun, Ketua TP PKK Kecamatan,dan undangan.
Dalam penjelasannya,  Bupati Madiun H. Muhtarom, mengatakan banyak program pembangunan yang  menjadi fokus dan membutuhkan partisipasi  kaum perempuan sebagai motor penggeraknya. “Pembangunan dimaksud antara lain bagaimana upayak meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menurunkan angka kematian ibu melahirkan (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), pemenuhan pendidikan dasar, mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam memastikan kelestarian lingkungan hidup, dan lain sebagainya,” kata Muhtarom,  Kamis, (21/4/16).
Dilanjutkan, terkait dengan upaya pemberdayaan perempuan ini, kebijakan yang di tempuh pemerintah Kabupaten Madiun mendapat apresiasi dari pemerintah pusat berupa penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya kategori pratama Tahun 2014 yang baru lalu. Diberharap tahun ini dapat meningkat menjadi katagori madya.
Ditegaskan, untuk mewujudkan Kabupaten Madiun menjadi daerah yang responsip gender dan perlindungan terhadap anak, masih banyak yang harus dikerjakan. “Saat ini masih banyak terjadi kekerasan-kekerasan terhadap perempuan dan anak. Baik fisik maupun psikis. Oleh karena itu maka kita semua masih harus bekerja keras menyelenggarakan dan mensukseskan program-program pembangunan,” pungkas Bupati. (p-76)
Madiun, Investigasi : Tanggal 21 April merupakan hari kelahiran Raden Ajeng Kartini. Untuk diketahui, bahwa RA. Kartini adalah sosok pahlawan perjuangan khususnya bagi kemerdekaan kaum perempuan.
Perjuangannyai saat itu sungguh luar biasa, dimana pada saat itu kaum perempuan termarjinalisasikan sehingga tidak mendapatkan akses mendapatkan mengembangkan potensi dirinya. Berkat perjuangannya, kini kaum perempuan telah sejajar dengan kaum pria dalam bidang kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, disetiap 21 April diperingati sebagai hari Kartini. dengan harapan Bangsa Indonesia, khususnya kaum perempuan dapat mentauladani perjuangan beliau untuk mendorong perkembangan pembangunan Bangsa dan Negara.
Sama seperti tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan Upacara memperingati Hari Kartini tahun 2016 di halaman Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun. Bertidak selaku Inspektur Upacara, Bupati Madiun, H. Muhtarom  Sedangkan bertindak selaku Komandan Upacara adalah Ratih dari Bappeda Kab. Madiun.
Pada kesempatan tersebut seluruh peserta upacara dari unsur karyawan/ti  menggenakan pakaian daerah/adat. Adapun tema peringatan kali ini adalah “Dengan semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan Melalui Pendidikan, Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi untuk mewujudkan Masyarakat Kab. Madiun Lebih Sejahtera.
 Hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli, Asisten, Pimpinan SKPD, Camat dan Direktur BUMD Pemerintah Kab. Madiun, Pimpinan Instansi Vertikal,  Ketua dan anggota Tim Penggerak PKK Kab. Madiun,  Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kab. Madiun, Organisasi Wanita se Kab. Madiun, Ketua TP PKK Kecamatan,dan undangan.
Dalam penjelasannya,  Bupati Madiun H. Muhtarom, mengatakan banyak program pembangunan yang  menjadi fokus dan membutuhkan partisipasi  kaum perempuan sebagai motor penggeraknya. “Pembangunan dimaksud antara lain bagaimana upayak meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menurunkan angka kematian ibu melahirkan (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), pemenuhan pendidikan dasar, mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam memastikan kelestarian lingkungan hidup, dan lain sebagainya,” kata Muhtarom,  Kamis, (21/4/16).
Dilanjutkan, terkait dengan upaya pemberdayaan perempuan ini, kebijakan yang di tempuh pemerintah Kabupaten Madiun mendapat apresiasi dari pemerintah pusat berupa penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya kategori pratama Tahun 2014 yang baru lalu. Diberharap tahun ini dapat meningkat menjadi katagori madya.
Ditegaskan, untuk mewujudkan Kabupaten Madiun menjadi daerah yang responsip gender dan perlindungan terhadap anak, masih banyak yang harus dikerjakan. “Saat ini masih banyak terjadi kekerasan-kekerasan terhadap perempuan dan anak. Baik fisik maupun psikis. Oleh karena itu maka kita semua masih harus bekerja keras menyelenggarakan dan mensukseskan program-program pembangunan,” pungkas Bupati. (p-76)
Baca

Kapolres Magetan : Kegiatan Pramuka Merupakan Wadah Pelajar Yang Sangat Positif

Magetan, Investigasi :  Bertempat di Pendopo Surya Graha Magetan Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. menghadiri acara pelantikan pengurus Kwatir Cabang (Kwarcab) Magetan,  Rabu (20/4/16).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf (Gus  IPul), Bupati Magetan Drs. Haji Sumantri, M.M. bersama unsur Forkopimda lainnya, Pejabat SKPD Magetan, berserta tamu undangan lainnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan dengan adanya pelantikan ini berharap agar gerakan Pramuka di Magetan bisa semakin maju dan berkembang tidak hanya dalam hal kepengurusan, tetapi juga semangat pergerakannya.
“Masing-masing pengurus cabang wajib berinovasi agar gerakan kepramukaan ke depanya tidak dipandang sebelah mata,” ucapnya.
Gus Ipul dalam kesempatan tersebut melantik Bupati Magetan Drs. H Sumantri menjadi Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Endang Rusminiarti sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka di Magetan sekaligus pengurus Mabicab, Pengurus Kwarcab, Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), Dewan Kerja Cabang (DKC) dan Brigade Penolong Gerakan Pramuka Magetan Masa Bhakti 2016-2020.
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora. S.I.K., S.H., M.H setelah selesai kegiatan pelantikan tersebut menyampaikan, ”Bahwasannya kegiatan Pramuka ini merupakan wadah pelajar yang sangat positif, walaupun dalam kegiatan banyak kegiatan permainannya akan tetapi para pelajar  tidak menyadari jika di balik permainan ada penanaman pendidikan yang bertujuan untuk pembentukan karakter sehingga memiliki pemikiran cerdas, berbudi perketi yangbaik, jiwa yang tangguh, ketrampilan yang unggul, siap bersaing serta cinta tanah airnya Indonesia,” terangnya.

Setelah kegiatan pelantikan tersebut H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Bupati Magetan Drs. H. Sumantri,M.M bersama Unsur Forkopimda lainnya langsung bergerak ke Gor Ki Mageti Magetan mengikuti kegiatan Parents Gathering dalam rangka ISC ( Indonesia Scout Challenge ) bersama Antangin Junior. (sj/md)
Magetan, Investigasi :  Bertempat di Pendopo Surya Graha Magetan Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. menghadiri acara pelantikan pengurus Kwatir Cabang (Kwarcab) Magetan,  Rabu (20/4/16).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf (Gus  IPul), Bupati Magetan Drs. Haji Sumantri, M.M. bersama unsur Forkopimda lainnya, Pejabat SKPD Magetan, berserta tamu undangan lainnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan dengan adanya pelantikan ini berharap agar gerakan Pramuka di Magetan bisa semakin maju dan berkembang tidak hanya dalam hal kepengurusan, tetapi juga semangat pergerakannya.
“Masing-masing pengurus cabang wajib berinovasi agar gerakan kepramukaan ke depanya tidak dipandang sebelah mata,” ucapnya.
Gus Ipul dalam kesempatan tersebut melantik Bupati Magetan Drs. H Sumantri menjadi Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Endang Rusminiarti sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka di Magetan sekaligus pengurus Mabicab, Pengurus Kwarcab, Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), Dewan Kerja Cabang (DKC) dan Brigade Penolong Gerakan Pramuka Magetan Masa Bhakti 2016-2020.
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora. S.I.K., S.H., M.H setelah selesai kegiatan pelantikan tersebut menyampaikan, ”Bahwasannya kegiatan Pramuka ini merupakan wadah pelajar yang sangat positif, walaupun dalam kegiatan banyak kegiatan permainannya akan tetapi para pelajar  tidak menyadari jika di balik permainan ada penanaman pendidikan yang bertujuan untuk pembentukan karakter sehingga memiliki pemikiran cerdas, berbudi perketi yangbaik, jiwa yang tangguh, ketrampilan yang unggul, siap bersaing serta cinta tanah airnya Indonesia,” terangnya.

Setelah kegiatan pelantikan tersebut H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Bupati Magetan Drs. H. Sumantri,M.M bersama Unsur Forkopimda lainnya langsung bergerak ke Gor Ki Mageti Magetan mengikuti kegiatan Parents Gathering dalam rangka ISC ( Indonesia Scout Challenge ) bersama Antangin Junior. (sj/md)
Baca

Saifullah Yusuf : Anggota Pramuka Untuk Senantiasa Aktif Dimana Saja

Madiun, Investigasi : Seirama dengan upaya pelaksanaan pembangunan di Kab. Madiun, eksistensi gerakan pendidikan kepramukaan sangat penting dan strategis dalam rangka membina dan mengembangkan karakter kaum muda menjadi warga Negara Idonesia yang berjiwa Pancasila, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pendidikan kepramukaan juga menjadi wahana pembentuk kader pemimpin bangsa masa depan yang berkarakter Indonesia, berakhlak mulia, cinta tanah air, berjiwa berdikari, tahan uji dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara serta kemanusiaan. Untuk mencapai itu semuaperlu ada dukungan dari berbagai pihak termasuk orang tua terhadap pendidikan kepramukaan
Karena pentingnya pendidikan kepramukaan, maka Pemkab. Madiun sebagai Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka wajib memberikan bimbingan moril, financial serta menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan. “Untuk itu, Pemkab Madiun akan merenovasi dan mengembangkan Sanggar Krida Gerakan Pramuka Kwarcab Kab. Madiun dari dana APBD TA. 2016 sebesar 4 Milyar Rupiah,” ujar Bupati Madiun saat pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus gerakan Pramuka Kwarcab. Kabupaten Madiun terdiri Mabicab, Kwarcab, Lembaga Pemeriksa Keuangan, Brigade Penolong, dan Dewan Kerja Cabang Penegak dan Pandega masa bakti 2015-2020, Rabu (20/4/16) di Gedung Graha Eka Kapti Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun di Mejayan.
Dalam pelantikan tersebut, hadir pula Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur Saifullah Yusuf atau biasa akrab disapa Gus Iful yang berkenan melantik dan mengambil sumpah pengurus. Jajaran Pengurus Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur. Anggota Mabicab Gerakan Kab. Madiun, Kepala SKPD, Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab. Kab. Madiun.
Mengakhiri sambutannya Ketua Mabicab. Gerakan Pramuka Kwarcab. Kab. Madiun memberikan ucapan selamat kepada Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab. Kab. Madiun dan seluruh jajarannya yang  baru saja dilantik dan dikukuhkan.
 Dalam sambutannya, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Timur Saifullah Yusuf mengajak kepada seluruh anggota Pramuka untuk senantiasa aktif dimana saja baik itu disekolah tempat lingkungan belajarnya maupun dilingkungan tempat tinggalnya. “Jadikan semua tempat itu sebagai wahana untuk belajar dan bermain,” kata Saifulah.
Melalui wahana bermain dan belajar ini diharapkan anggota Pramuka dapat terbentuk karakter Pramukanya karena sebagai anggota Pramuka itu harus cerdas dalam menggunakan akal dan pikirannya. Tujuan lainnya adalah untuk membentuk budi pekerti yang baik, Generasi yang tangguh, punta  keterampil, punya daya saing dan juga menjadi generasi yang Cinta Indonesia.
 Gus Iful juga mengajak kepada seluruh yang hadir terutama para orang tua anggota Pramuka untuk mengawal adik-adik Pramuka kita agar kedepannya mereka bisa menjadi generasi muda yang handal hebat dan juga cinta Indonesia. Mari kita kawal adik-adik Pramuka kita untuk kita siapkan menjadi pemimpin masa depan yang hebat yang mampu bersaing dan tetap cinta Indonesia.  

 Selesai pelantikan pengurus, selanjutnya seluruh undangan yang hadir menuju alun-alun Mejayan untuk mengikuti Pertemuan Silaturahmi bersama orang tua peserta “Indonesia ScoutChallenge” 2016 (PARENTING) dengan Gus Iful.  Acara ini dimeriahkan oleh Band ST 12 dengan  Vokalis Charly yang tampil memukau dihadapan penontonnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Seirama dengan upaya pelaksanaan pembangunan di Kab. Madiun, eksistensi gerakan pendidikan kepramukaan sangat penting dan strategis dalam rangka membina dan mengembangkan karakter kaum muda menjadi warga Negara Idonesia yang berjiwa Pancasila, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pendidikan kepramukaan juga menjadi wahana pembentuk kader pemimpin bangsa masa depan yang berkarakter Indonesia, berakhlak mulia, cinta tanah air, berjiwa berdikari, tahan uji dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara serta kemanusiaan. Untuk mencapai itu semuaperlu ada dukungan dari berbagai pihak termasuk orang tua terhadap pendidikan kepramukaan
Karena pentingnya pendidikan kepramukaan, maka Pemkab. Madiun sebagai Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka wajib memberikan bimbingan moril, financial serta menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan. “Untuk itu, Pemkab Madiun akan merenovasi dan mengembangkan Sanggar Krida Gerakan Pramuka Kwarcab Kab. Madiun dari dana APBD TA. 2016 sebesar 4 Milyar Rupiah,” ujar Bupati Madiun saat pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus gerakan Pramuka Kwarcab. Kabupaten Madiun terdiri Mabicab, Kwarcab, Lembaga Pemeriksa Keuangan, Brigade Penolong, dan Dewan Kerja Cabang Penegak dan Pandega masa bakti 2015-2020, Rabu (20/4/16) di Gedung Graha Eka Kapti Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun di Mejayan.
Dalam pelantikan tersebut, hadir pula Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur Saifullah Yusuf atau biasa akrab disapa Gus Iful yang berkenan melantik dan mengambil sumpah pengurus. Jajaran Pengurus Gerakan Pramuka Kwarda Jawa Timur. Anggota Mabicab Gerakan Kab. Madiun, Kepala SKPD, Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab. Kab. Madiun.
Mengakhiri sambutannya Ketua Mabicab. Gerakan Pramuka Kwarcab. Kab. Madiun memberikan ucapan selamat kepada Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab. Kab. Madiun dan seluruh jajarannya yang  baru saja dilantik dan dikukuhkan.
 Dalam sambutannya, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Jawa Timur Saifullah Yusuf mengajak kepada seluruh anggota Pramuka untuk senantiasa aktif dimana saja baik itu disekolah tempat lingkungan belajarnya maupun dilingkungan tempat tinggalnya. “Jadikan semua tempat itu sebagai wahana untuk belajar dan bermain,” kata Saifulah.
Melalui wahana bermain dan belajar ini diharapkan anggota Pramuka dapat terbentuk karakter Pramukanya karena sebagai anggota Pramuka itu harus cerdas dalam menggunakan akal dan pikirannya. Tujuan lainnya adalah untuk membentuk budi pekerti yang baik, Generasi yang tangguh, punta  keterampil, punya daya saing dan juga menjadi generasi yang Cinta Indonesia.
 Gus Iful juga mengajak kepada seluruh yang hadir terutama para orang tua anggota Pramuka untuk mengawal adik-adik Pramuka kita agar kedepannya mereka bisa menjadi generasi muda yang handal hebat dan juga cinta Indonesia. Mari kita kawal adik-adik Pramuka kita untuk kita siapkan menjadi pemimpin masa depan yang hebat yang mampu bersaing dan tetap cinta Indonesia.  

 Selesai pelantikan pengurus, selanjutnya seluruh undangan yang hadir menuju alun-alun Mejayan untuk mengikuti Pertemuan Silaturahmi bersama orang tua peserta “Indonesia ScoutChallenge” 2016 (PARENTING) dengan Gus Iful.  Acara ini dimeriahkan oleh Band ST 12 dengan  Vokalis Charly yang tampil memukau dihadapan penontonnya. (p-76)
Baca

Bikin Resah, Warung Remang Remang Dirazia Petugas

Madiun, Investigasi ; Menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah akibat maraknya prostitusi terselubung, Polsek Mejayan, Rabu (20/416) menggelar razia mendadak di sejumlah warung yang diduga digunakan untuk ajang prostitusi diwilayah Jalan Singalodra, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan.
Dalam razia kali ini, Polsek Mejayan berhasil mengamankan 4 orang wanita paruh baya yang diduga wanita panggilan. Setelah diperiksa di Mapolsek Mejayan, ke empat wanita bertubuh subur ini langsung dilimpahkan ke pihak Satpol PP Kabupaten Madiun untuk penanganan lebih lanjut.
Saat dihubungi, Toni Purnomo Putra, Kasi Ops Ketertiban Umum dan Masyarakat Pol PP Kabupaten Madiun membenarkan bahwa pihaknya telah mendapatkan kiriman empat orang wanita dari Polsek Mejayan. Lebih lajut dijelaskan, yang melakukan razia murni dari Polsek Mejayan. "Mungkin ada laporan dari masyarakat," jelasnya.
Dikatakan oleh Toni, sebenarnya warung di jalan Singalodra ini sudah menjadi target operasinya sejak lama, namun pihak Polsek bergerak duluan. "Ya, Sudah lama menjadi TO kita, karena informasi yang kami terima, warung di selatan GOR Pangeran Timoer Mejayan sering dijadikan tempat begituan," ungkap Toni.
Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinsosnakertran Kabupaten Madiun untuk langkah selanjutnya. "Nantinya mereka akan kita kirim ke Kediri untuk mendapatkan pembinaan," lanjutnya.
Toni mengungkapkan, rata-rata yang terjaring razia adalah pemain lama yang masih nekat. Mereka beralasan karena faktor ekonomi. Data yang diperoleh dari Satpol PP Kabupaten Madiun, keempat wanita yang terjaring operasi yang dilakukan oleh Polsek Mejayan adalah Lasiyem, warga Jalan Ciliwung, Mejayan sebagai mucikari, Sutini, warga Desa Bendo, Magetan, Endang, warga Desa Senggrut, Pasuruan dan. Dewi Anjarwati, Desa Bulu, Semen, Kediri.

"Hari ini juga mereka kami proses, dan selanjutnya bersama Dinsos akan kami kirim ke Kediri. Namun apabila di Kediri penuhan maka mereka akan kami carikan tempat lain,” pungkas Toni. (p-76)
Madiun, Investigasi ; Menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah akibat maraknya prostitusi terselubung, Polsek Mejayan, Rabu (20/416) menggelar razia mendadak di sejumlah warung yang diduga digunakan untuk ajang prostitusi diwilayah Jalan Singalodra, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan.
Dalam razia kali ini, Polsek Mejayan berhasil mengamankan 4 orang wanita paruh baya yang diduga wanita panggilan. Setelah diperiksa di Mapolsek Mejayan, ke empat wanita bertubuh subur ini langsung dilimpahkan ke pihak Satpol PP Kabupaten Madiun untuk penanganan lebih lanjut.
Saat dihubungi, Toni Purnomo Putra, Kasi Ops Ketertiban Umum dan Masyarakat Pol PP Kabupaten Madiun membenarkan bahwa pihaknya telah mendapatkan kiriman empat orang wanita dari Polsek Mejayan. Lebih lajut dijelaskan, yang melakukan razia murni dari Polsek Mejayan. "Mungkin ada laporan dari masyarakat," jelasnya.
Dikatakan oleh Toni, sebenarnya warung di jalan Singalodra ini sudah menjadi target operasinya sejak lama, namun pihak Polsek bergerak duluan. "Ya, Sudah lama menjadi TO kita, karena informasi yang kami terima, warung di selatan GOR Pangeran Timoer Mejayan sering dijadikan tempat begituan," ungkap Toni.
Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinsosnakertran Kabupaten Madiun untuk langkah selanjutnya. "Nantinya mereka akan kita kirim ke Kediri untuk mendapatkan pembinaan," lanjutnya.
Toni mengungkapkan, rata-rata yang terjaring razia adalah pemain lama yang masih nekat. Mereka beralasan karena faktor ekonomi. Data yang diperoleh dari Satpol PP Kabupaten Madiun, keempat wanita yang terjaring operasi yang dilakukan oleh Polsek Mejayan adalah Lasiyem, warga Jalan Ciliwung, Mejayan sebagai mucikari, Sutini, warga Desa Bendo, Magetan, Endang, warga Desa Senggrut, Pasuruan dan. Dewi Anjarwati, Desa Bulu, Semen, Kediri.

"Hari ini juga mereka kami proses, dan selanjutnya bersama Dinsos akan kami kirim ke Kediri. Namun apabila di Kediri penuhan maka mereka akan kami carikan tempat lain,” pungkas Toni. (p-76)
Baca

Peringatan HUT Satpol PP dan Linmas, Bupati Minta Satpol PP Harus Disiplin

Madiun, Investigasi : Keberadaan Satpol PP merupakan salah satu potensi Sumber Daya Aparatur yang sangat penting dalam Pemerintah Daerah. Satpol PP juga rentan dengan gesekan kepentingan dan konflik karena kinerjanya yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan tidak akan mungkin wibawa pemerintah akan tetap terbangun apabila aparatur penegak regulasinya tidak berkompeten.
Untuk dapat memenuhi harapan masyarakat perlu adanya pola sikap dan pola tindak, yakni memiliki unsur humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas. Humanis karena obyek pelayanannya warga masyarakat sehingga perlu ada Salam, Sapa dan Senyum. Berdedikasi yakni membaktikan seluruh jiwa raganya untuk mengabdi pada tugas yang diberikan oleh negara untuk masyarakat.
Inilah sambutan tertulis dari Menteri Dalam Nageri yang dibacakan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom saat mengadakan upacara  peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Hari Ulang Tahun ke-54 Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2016, Selasa, (19/4/16) dihalaman Kantor Pusat Pemerintahan Kab. Madiun di Mejayan.
Dilanjutkan, Satpol PP harus disiplin, karena sebagai penegak peraturan perundang-undangan daerah. Tegas, “Harus tegas dalam bertindak dan tidak boleh ragu dalam mengambil keputusan dengan didasari ketentuan yang ada dengan tetap mengedepankan kehati-hatian sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pemerintahan,” tegas Bupati Muhtarom.
Terkait dengan pelaksanaan tugas dalam memberikan pertolongan dan perlindungan kepada masyarakat selama ini termasuk juga saat pengamanan Pilkada sehingga dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar, Bupati Madiun menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang tinggi. “Ini semua berkat kesiap siagaan anggota Satpol PP dan Linmas dalam melaksanakan tugasnya dengan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya,” puji Muhtarom.
Selain itu, Satpol PP nantinya akan mengedepankan sisi preemtif dan preventif melalui mekanisme persuasif, pencegahan, penyuluhan dan mengedepankan model penyelesaian di hulu daripada di hilir, sehingga wajah Satpol PP tidak lagi tampak garang dan yang lebih penting lagi untuk menghindari benturan dan kesadaran masyarakat terhadap peraturan meningkat. Untuk itu Satpol PP harus senantiasa memberikan desiminasi dan menjadi role Model akan kepatuhan terhadap suatu peraturan.
Bupati Madiun menekankan beberapa hal yaitu Banggalah dan junjung tinggi kehormatan Satpol PP dan Sat Linmas sebagai ladang pengabdian kepada bangsa dan Negara. Wujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dalam melaksanakan urusan wajib ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, kedepankan mekanisme preemtif dan preventif disetiap upaya penegakan Perda dan proses pembinaan dan penertiban kepada masyarakat melalui pola sikap dan pola tindak yang humanis.

“Tingkatkan profesionalisme dan Humnisme dalam setiap pelaksanaan tugas dengan terus mendekatkan diri kepada masyarakat. Jaga kedisiplinan diri dan ketegasan dalam bertindak agar kewibawaan tetap terjaga,” pungkas Muhtarom. (p-76) 
Madiun, Investigasi : Keberadaan Satpol PP merupakan salah satu potensi Sumber Daya Aparatur yang sangat penting dalam Pemerintah Daerah. Satpol PP juga rentan dengan gesekan kepentingan dan konflik karena kinerjanya yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan tidak akan mungkin wibawa pemerintah akan tetap terbangun apabila aparatur penegak regulasinya tidak berkompeten.
Untuk dapat memenuhi harapan masyarakat perlu adanya pola sikap dan pola tindak, yakni memiliki unsur humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas. Humanis karena obyek pelayanannya warga masyarakat sehingga perlu ada Salam, Sapa dan Senyum. Berdedikasi yakni membaktikan seluruh jiwa raganya untuk mengabdi pada tugas yang diberikan oleh negara untuk masyarakat.
Inilah sambutan tertulis dari Menteri Dalam Nageri yang dibacakan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom saat mengadakan upacara  peringatan HUT Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Hari Ulang Tahun ke-54 Satuan Perlindungan Masyarakat Tahun 2016, Selasa, (19/4/16) dihalaman Kantor Pusat Pemerintahan Kab. Madiun di Mejayan.
Dilanjutkan, Satpol PP harus disiplin, karena sebagai penegak peraturan perundang-undangan daerah. Tegas, “Harus tegas dalam bertindak dan tidak boleh ragu dalam mengambil keputusan dengan didasari ketentuan yang ada dengan tetap mengedepankan kehati-hatian sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pemerintahan,” tegas Bupati Muhtarom.
Terkait dengan pelaksanaan tugas dalam memberikan pertolongan dan perlindungan kepada masyarakat selama ini termasuk juga saat pengamanan Pilkada sehingga dapat berjalan dengan tertib, aman dan lancar, Bupati Madiun menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang tinggi. “Ini semua berkat kesiap siagaan anggota Satpol PP dan Linmas dalam melaksanakan tugasnya dengan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya,” puji Muhtarom.
Selain itu, Satpol PP nantinya akan mengedepankan sisi preemtif dan preventif melalui mekanisme persuasif, pencegahan, penyuluhan dan mengedepankan model penyelesaian di hulu daripada di hilir, sehingga wajah Satpol PP tidak lagi tampak garang dan yang lebih penting lagi untuk menghindari benturan dan kesadaran masyarakat terhadap peraturan meningkat. Untuk itu Satpol PP harus senantiasa memberikan desiminasi dan menjadi role Model akan kepatuhan terhadap suatu peraturan.
Bupati Madiun menekankan beberapa hal yaitu Banggalah dan junjung tinggi kehormatan Satpol PP dan Sat Linmas sebagai ladang pengabdian kepada bangsa dan Negara. Wujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dalam melaksanakan urusan wajib ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, kedepankan mekanisme preemtif dan preventif disetiap upaya penegakan Perda dan proses pembinaan dan penertiban kepada masyarakat melalui pola sikap dan pola tindak yang humanis.

“Tingkatkan profesionalisme dan Humnisme dalam setiap pelaksanaan tugas dengan terus mendekatkan diri kepada masyarakat. Jaga kedisiplinan diri dan ketegasan dalam bertindak agar kewibawaan tetap terjaga,” pungkas Muhtarom. (p-76) 
Baca

Ngebel Longsor, Ratusan Warga Dukuh Krajan Mengungsi

Ponorogo, Investigasi : Bencana alam akibat tanah longsor membuat panik ratusan warga Dukuh Krajan, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo. Karena takut ada longsor susulan, mereka mengungsi di balai desa setempat, Minggu (17/4/16) malam. Informasi yang diterima , Senin (18/4/16), seratusan warga itu berasal dari 35 keluarga di Dukuh Krajan, Desa Talun sudah mengungsi. Warga tersebut mengungsi karena di desa mereka sudah ada tanda-tanda akan terjadi tanah longsor.
Dari informasi tersebut, pada Minggu sore, hujan deras mengguyur wilayah itu selama sekitar lima jam. Kondisi tersebut membuat tanah di gunung Mbayon di desa itu mulai mengalami tanda-tanda longsor. Warga yang takut kemudian memutuskan untuk mengungsi ke balai desa setempat.
Mendapat laporan itu, petugas dari Kodim 0802/Ponorogo langsung mengecek kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pejabat terkait. Petugas mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Mbayon untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Para pengungsi akibat retakkan dan amblasnya tanah dusun krajan, Desa Talun, Kec. Ngebel, Kabupaten Ponorogo masih belum diperbolehkan kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. 
Sejak retakan tanah yang terjadi pada hari kamis malam (14/04/16), dan sekarang sudah berlalu sekitar 10 hari, warga yang terkena retakan masih di ungsikan di balai desa dan kediaman rumah Modin setempat. 
Pasalnya tanah tempat tinggal mereka, Oleh BMKG Kelas 1 Juanda Surabaya, ditetapkan masih berstatus rawan akan terjadi retakan yang lebih besar. Hal ini juga diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan tekstur tanah yang gembur serta mengandung banyak air. 
Kejadian retakan tanah tersebut, bukanlah kali pertama akan tetapi hal ini sudah diketahui sejak tahun 2010, dan tahun 2016 ini retakan tanahnya lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi dari BPBD Kab. Ponorogo Herry Sulistyono, SH saat dikonfirmasi oleh investigasi menerangkan, sesuai dengan surat dari BMKG Kelas I Juanda Surabaya, mengimbau khususnya pada tanggal 15 - 30 April 2016, para pengungsi tidak diperbolehkan kembali ketempat tinggalnya masing-masing, di karenakan akan terjadi perubahan cuaca musim penghujan ke musim kemarau, sehingga pada tanggal tersebut akan terjadi intensitas hujan yang sangat tinggi dan disertai angin puting beliung yang dapat merusak lingkungan.

Masih Herry menjelaskan, warga yang terkena dampat retakkan dan amblasnya tanah berjumlah 39 Kepala Keluarga atau 141 jiwa yang terdapat di 2 RT di dusun krajan, mereka di ungsikan di 2 tempat yang berjarak dari lokasi geraknya tanah sekitar 1.5 KM, yakni balai desa dan rumah Modin setempat. (mj/sur/mad)
Ponorogo, Investigasi : Bencana alam akibat tanah longsor membuat panik ratusan warga Dukuh Krajan, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo. Karena takut ada longsor susulan, mereka mengungsi di balai desa setempat, Minggu (17/4/16) malam. Informasi yang diterima , Senin (18/4/16), seratusan warga itu berasal dari 35 keluarga di Dukuh Krajan, Desa Talun sudah mengungsi. Warga tersebut mengungsi karena di desa mereka sudah ada tanda-tanda akan terjadi tanah longsor.
Dari informasi tersebut, pada Minggu sore, hujan deras mengguyur wilayah itu selama sekitar lima jam. Kondisi tersebut membuat tanah di gunung Mbayon di desa itu mulai mengalami tanda-tanda longsor. Warga yang takut kemudian memutuskan untuk mengungsi ke balai desa setempat.
Mendapat laporan itu, petugas dari Kodim 0802/Ponorogo langsung mengecek kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pejabat terkait. Petugas mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Mbayon untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
Para pengungsi akibat retakkan dan amblasnya tanah dusun krajan, Desa Talun, Kec. Ngebel, Kabupaten Ponorogo masih belum diperbolehkan kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. 
Sejak retakan tanah yang terjadi pada hari kamis malam (14/04/16), dan sekarang sudah berlalu sekitar 10 hari, warga yang terkena retakan masih di ungsikan di balai desa dan kediaman rumah Modin setempat. 
Pasalnya tanah tempat tinggal mereka, Oleh BMKG Kelas 1 Juanda Surabaya, ditetapkan masih berstatus rawan akan terjadi retakan yang lebih besar. Hal ini juga diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan tekstur tanah yang gembur serta mengandung banyak air. 
Kejadian retakan tanah tersebut, bukanlah kali pertama akan tetapi hal ini sudah diketahui sejak tahun 2010, dan tahun 2016 ini retakan tanahnya lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi dari BPBD Kab. Ponorogo Herry Sulistyono, SH saat dikonfirmasi oleh investigasi menerangkan, sesuai dengan surat dari BMKG Kelas I Juanda Surabaya, mengimbau khususnya pada tanggal 15 - 30 April 2016, para pengungsi tidak diperbolehkan kembali ketempat tinggalnya masing-masing, di karenakan akan terjadi perubahan cuaca musim penghujan ke musim kemarau, sehingga pada tanggal tersebut akan terjadi intensitas hujan yang sangat tinggi dan disertai angin puting beliung yang dapat merusak lingkungan.

Masih Herry menjelaskan, warga yang terkena dampat retakkan dan amblasnya tanah berjumlah 39 Kepala Keluarga atau 141 jiwa yang terdapat di 2 RT di dusun krajan, mereka di ungsikan di 2 tempat yang berjarak dari lokasi geraknya tanah sekitar 1.5 KM, yakni balai desa dan rumah Modin setempat. (mj/sur/mad)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100