Berita Terkini

Khitanan Massal Kota Madiun Diikuti 81 Anak

Madiun Kota, Investigasi : Berbagai kegiatan untuk mengisi Hari Jadi Kota Madiun yang ke 98 Tahun 2016 terus dirangkai dan dilaksanakan. Salah satunya adalah sunatan massal yang digelar di halaman RSUD Sogaten Kota Madiun.
Tampak hadir dalam acara ini Walikota Madiun, H. Bambang Irianto, Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekretaris Kota Madiun H, Maidi, jajaran Forpimda dan Satker Pemerintah Kota Madiun.
Dalam laporannya, Kepala Bagian Perekonomian Kota Madiun, Wahyudi mengatakan bahwa pada kegiatan sunatan massal ini diikuti oleh 81 anak. Acara ini bisa terselenggara atas kerjasama pihak Pemerintah Kota Madiun dengan RSUD Sogaten. "Tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 120 anak," ungkapnya.
Selanjutnya dikatakan bahwa anak yang mengikuti sunatan massal ini akan mendapatkan bingkisan berupa sarung, songkok dan uang tunai sebesar 150 ribu per anak. "Semoga semua bisa bermanfaat bagi anak anak yang mengikuti sunatan massal ini," tegasnya.
Dalam sambutannya Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa sunatan massal ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Madiun dalam mengisi rangkaian hari jadinya yang ke 98. "Sunatan massal ini diikuti oleh 81 Anak se Kota Madiun," ujar Walikota Madiun, Selasa (9/8/16).
Dipandang kegiatan ini mempunyai dampak positif bagi masyarakat karena bisa membantu masyarakat yang kurang mampu. Selanjutnya, Walikota Madiun mengatakan dirinya sekarang sudah sehat dan kembali lagi untuk memimpin Kota Madiun. "Kemarin saya memang sakit, tapi Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat," tegasnya.

Diharapkan dengan niat yang baik maka bisa menghasilkan hasil yang baik. "Semoga anak yang dikhitan ini bisa menjadi generasi yang baik sesuai tuntunan agama," pungkas H. Bambang Irianto. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Berbagai kegiatan untuk mengisi Hari Jadi Kota Madiun yang ke 98 Tahun 2016 terus dirangkai dan dilaksanakan. Salah satunya adalah sunatan massal yang digelar di halaman RSUD Sogaten Kota Madiun.
Tampak hadir dalam acara ini Walikota Madiun, H. Bambang Irianto, Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekretaris Kota Madiun H, Maidi, jajaran Forpimda dan Satker Pemerintah Kota Madiun.
Dalam laporannya, Kepala Bagian Perekonomian Kota Madiun, Wahyudi mengatakan bahwa pada kegiatan sunatan massal ini diikuti oleh 81 anak. Acara ini bisa terselenggara atas kerjasama pihak Pemerintah Kota Madiun dengan RSUD Sogaten. "Tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 120 anak," ungkapnya.
Selanjutnya dikatakan bahwa anak yang mengikuti sunatan massal ini akan mendapatkan bingkisan berupa sarung, songkok dan uang tunai sebesar 150 ribu per anak. "Semoga semua bisa bermanfaat bagi anak anak yang mengikuti sunatan massal ini," tegasnya.
Dalam sambutannya Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa sunatan massal ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Madiun dalam mengisi rangkaian hari jadinya yang ke 98. "Sunatan massal ini diikuti oleh 81 Anak se Kota Madiun," ujar Walikota Madiun, Selasa (9/8/16).
Dipandang kegiatan ini mempunyai dampak positif bagi masyarakat karena bisa membantu masyarakat yang kurang mampu. Selanjutnya, Walikota Madiun mengatakan dirinya sekarang sudah sehat dan kembali lagi untuk memimpin Kota Madiun. "Kemarin saya memang sakit, tapi Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat," tegasnya.

Diharapkan dengan niat yang baik maka bisa menghasilkan hasil yang baik. "Semoga anak yang dikhitan ini bisa menjadi generasi yang baik sesuai tuntunan agama," pungkas H. Bambang Irianto. (p-76)
Baca

Kapolres Magetan Pimpin Gelar Operasional Bulanan

Magetan, Investigasi : Kapolres Magetan AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K., pimpin gelar operasional (GO) bulanan di ruang exsekutif Polres Magetan, Kamis ( 7/8).
Hadir dalan Gelar Operasional tersebut Wakapolres Magetan Kompol Asih Dwi Pujiati, S.I.K., M.S.i, Para Kabag, Kasat, Kasubbag dan Kasi serta  Kapolsek Jajaran Polres Magetan.
Dalam GO yang dipimpin oleh Kapolres Magetan AKBP Heru Agung NUgroho, S.I.K. tersebut, dibahas mengenai situasi yang berkembang saat ini, yang diawali dengan Paparan dari Kasat Intel Polres Magetan yang di wakili KBO Intel Iptu Endro.
Kegiatan dilanjutkan  dengan paparan dari masing-masing Kabag, Kasat, Kapolsek dan Kasi Polres Magetan  dan jajaran. Kabag Ops Polres Magetan memulai paparan yang pertama, dipaparkan kabag Ops tentang pelaksanaan tugas Polres Magetan secara umum dan juga  tentang pengungkapan kasus yang telah diungkap Polres Magetan serta rencana pelaksanaan tugas kedepan.

Kapolres Magetan AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K. menjelaskankan, ”Gelar Operasioanal  tersebut bertujuan sebagai evaluasi terhadap kinerja tiap-tiap Satker di jajaran Polres Magetan dan  agar dapat lebih baik dan maksimal dalam pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian ke depannya,” tegasnya. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Kapolres Magetan AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K., pimpin gelar operasional (GO) bulanan di ruang exsekutif Polres Magetan, Kamis ( 7/8).
Hadir dalan Gelar Operasional tersebut Wakapolres Magetan Kompol Asih Dwi Pujiati, S.I.K., M.S.i, Para Kabag, Kasat, Kasubbag dan Kasi serta  Kapolsek Jajaran Polres Magetan.
Dalam GO yang dipimpin oleh Kapolres Magetan AKBP Heru Agung NUgroho, S.I.K. tersebut, dibahas mengenai situasi yang berkembang saat ini, yang diawali dengan Paparan dari Kasat Intel Polres Magetan yang di wakili KBO Intel Iptu Endro.
Kegiatan dilanjutkan  dengan paparan dari masing-masing Kabag, Kasat, Kapolsek dan Kasi Polres Magetan  dan jajaran. Kabag Ops Polres Magetan memulai paparan yang pertama, dipaparkan kabag Ops tentang pelaksanaan tugas Polres Magetan secara umum dan juga  tentang pengungkapan kasus yang telah diungkap Polres Magetan serta rencana pelaksanaan tugas kedepan.

Kapolres Magetan AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K. menjelaskankan, ”Gelar Operasioanal  tersebut bertujuan sebagai evaluasi terhadap kinerja tiap-tiap Satker di jajaran Polres Magetan dan  agar dapat lebih baik dan maksimal dalam pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian ke depannya,” tegasnya. (sj/md)
Baca

Tabrakan Dengan Mobil Kijang, Dum Truck Terguling Di Jalan Raya Mayjen Sukowati Magetan

Magetan, Investigasi : Satu unit dum truk terguling setelah menghantam satu unit mobil kijang di jalan raya mayjen sukowati Magetan tepatnya sebelah utara terminal Magetan siang ,Sabtu 6 / 08/ 2016
Menurut keterangan warga yang berada di lokasi kecelakan tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 WIB,bermula ketika mobil kijang plat nomor S 1364 J yang semula dari arah utara hendak berbalik arah arah, namun dari  arah selatan melaju kencang sebuah dum truk plat nomor  T 9104 AA, meskipun berusaha mengerem kendaraanya dan  membung arah benturan tak dapat dihindarkan sehingga membuat dum truk terbalik setelah bersenggolan keras dengan mobil kijang tersebut.

Untungnya dari kecelakaan tersebut tak ada korban jiwa dan kedua korban yakni Muh. Eko Waryanto ( 34 ) warga Jl ki Mangun Sarkoro, Jepun, Tulungagung pengendara kijang dan Sunyata ( 49 ) warga sorong papua pengendara truk tersebut keduanya dinyatakan rawat jalan   karena tidak ada luka serius setelah di periksa di UGD RSUD Sayidiman Magetan. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Satu unit dum truk terguling setelah menghantam satu unit mobil kijang di jalan raya mayjen sukowati Magetan tepatnya sebelah utara terminal Magetan siang ,Sabtu 6 / 08/ 2016
Menurut keterangan warga yang berada di lokasi kecelakan tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 WIB,bermula ketika mobil kijang plat nomor S 1364 J yang semula dari arah utara hendak berbalik arah arah, namun dari  arah selatan melaju kencang sebuah dum truk plat nomor  T 9104 AA, meskipun berusaha mengerem kendaraanya dan  membung arah benturan tak dapat dihindarkan sehingga membuat dum truk terbalik setelah bersenggolan keras dengan mobil kijang tersebut.

Untungnya dari kecelakaan tersebut tak ada korban jiwa dan kedua korban yakni Muh. Eko Waryanto ( 34 ) warga Jl ki Mangun Sarkoro, Jepun, Tulungagung pengendara kijang dan Sunyata ( 49 ) warga sorong papua pengendara truk tersebut keduanya dinyatakan rawat jalan   karena tidak ada luka serius setelah di periksa di UGD RSUD Sayidiman Magetan. (sj/md)
Baca

Untuk Jalin Silaturahmi, BKP Kabupaten Madiun Adakan Halal Bihalal

Madiun, Investigasi : Hari Raya Idul Fitri memang sudah berlalu, namun suasana masih sangat terasa, hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Madiun untuk menjalin silaturahmi serta mengadakan acara halal bihalal. Senin (1/8/16).
Acara halal bihalal yang ini dilaksanakan dikantor BKP dan diikuti oleh seluruh karyawan serta PPL. Saat ditemui usai acara, Edy Bintarjo mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan untuk mempererat jalinan silaturahmi antar karyawan dan PPL.
"Tidak ada yang spesial, kita hanya memanfaatkan momentum hari raya untuk berkumpul menjalin silaturahmu serta saling bermaaf-maafan," ungkapnya.
Selain acara halal bihalal, pada kesempatan tersebut, BKP juga memberikan tali asih pada PPL yang sudah purna tugas. "Ya tadi ada acara pemberian tali asih kepada 6 orang PPL yang sudah purna tugas,” lanjut Edy Bin.
Lebih lanjut dikatakan, 6 orang PPL yang menerima tali asih tersebut adalah Sunarji, Endang Pudji Wahyuni, Heru Santoso, Subandi, Hadi Santoso dan Bambang Sumarso. Tali asih tersebut diserahkan langsung oleh Edy Bintarjo selaku Kepala BKP dan istri.
Edy Bintarjo berharap pemberian tali asih ini jangan dipandang nilainya, namun itu sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras PPL demi kemajuan masyarakat Kabupaten Madiun.

Diharapkan acara seperti ini bisa diagendakan dan dilaksanakan secara kontinyu. "Sangat bagus, untuk memupuk jalinan silaturahmi dan kebersamaan sehingga hubingan kerja bisa terjalin," pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Hari Raya Idul Fitri memang sudah berlalu, namun suasana masih sangat terasa, hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Madiun untuk menjalin silaturahmi serta mengadakan acara halal bihalal. Senin (1/8/16).
Acara halal bihalal yang ini dilaksanakan dikantor BKP dan diikuti oleh seluruh karyawan serta PPL. Saat ditemui usai acara, Edy Bintarjo mengatakan bahwa acara ini dilaksanakan untuk mempererat jalinan silaturahmi antar karyawan dan PPL.
"Tidak ada yang spesial, kita hanya memanfaatkan momentum hari raya untuk berkumpul menjalin silaturahmu serta saling bermaaf-maafan," ungkapnya.
Selain acara halal bihalal, pada kesempatan tersebut, BKP juga memberikan tali asih pada PPL yang sudah purna tugas. "Ya tadi ada acara pemberian tali asih kepada 6 orang PPL yang sudah purna tugas,” lanjut Edy Bin.
Lebih lanjut dikatakan, 6 orang PPL yang menerima tali asih tersebut adalah Sunarji, Endang Pudji Wahyuni, Heru Santoso, Subandi, Hadi Santoso dan Bambang Sumarso. Tali asih tersebut diserahkan langsung oleh Edy Bintarjo selaku Kepala BKP dan istri.
Edy Bintarjo berharap pemberian tali asih ini jangan dipandang nilainya, namun itu sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras PPL demi kemajuan masyarakat Kabupaten Madiun.

Diharapkan acara seperti ini bisa diagendakan dan dilaksanakan secara kontinyu. "Sangat bagus, untuk memupuk jalinan silaturahmi dan kebersamaan sehingga hubingan kerja bisa terjalin," pungkasnya. (p-76)
Baca

Razia Rumah Kos, Satpol PP Amankan Pasangan Selingkuh dan Purel

Madiun Kota, Investigasi : Untuk menjaga kondusifitas Kota Madiun, pihak Satpol PP Kota Madiun giat melakukan razia rumah kos di wilayah Kota Madiun. Dari hasil razia, petugas berhasil mengamankan tiga pasangan bukan suami istri dan enam wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu (purel) lantaran tak bisa menunjukkan identitas diri.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pihak Satpol PP Kota Madiun membawa beberapa pasangan selingkuh dan purel yang terjaring tersebut ke kantor untuk dilakukan pendataan.
Kasi Penegakan dan Penindakan Satpol PP Kota Madiun, Agus Wuryanto mengatakan, razia kali ini difokuskan pada rumah kos yang berada di wilayah Kecamatan Manguharjo dan Kecamatan Taman. Penertiban dan pemberantasan penyakit masyarakat ini terus digalakan petugas, mengingat semakin banyak rumah kos yang dihuni oleh pasangan diluar nikah.
"Mereka kita bawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan," katanya, Sabtu (30/7/2016).

Selanjutnya, petugas juga bakal melayangkan surat peringatan kepada pemilik kos. Hal ini sesuai dengan Pasal 7 pada Perda Kota Madiun nomor 6 tahun 2007 tentang larangan rumah kos yang dihuni oleh lawan jenis. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Untuk menjaga kondusifitas Kota Madiun, pihak Satpol PP Kota Madiun giat melakukan razia rumah kos di wilayah Kota Madiun. Dari hasil razia, petugas berhasil mengamankan tiga pasangan bukan suami istri dan enam wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu (purel) lantaran tak bisa menunjukkan identitas diri.
Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pihak Satpol PP Kota Madiun membawa beberapa pasangan selingkuh dan purel yang terjaring tersebut ke kantor untuk dilakukan pendataan.
Kasi Penegakan dan Penindakan Satpol PP Kota Madiun, Agus Wuryanto mengatakan, razia kali ini difokuskan pada rumah kos yang berada di wilayah Kecamatan Manguharjo dan Kecamatan Taman. Penertiban dan pemberantasan penyakit masyarakat ini terus digalakan petugas, mengingat semakin banyak rumah kos yang dihuni oleh pasangan diluar nikah.
"Mereka kita bawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan," katanya, Sabtu (30/7/2016).

Selanjutnya, petugas juga bakal melayangkan surat peringatan kepada pemilik kos. Hal ini sesuai dengan Pasal 7 pada Perda Kota Madiun nomor 6 tahun 2007 tentang larangan rumah kos yang dihuni oleh lawan jenis. (p-76)
Baca

Pemkab Madiun Gelar Pameran Lukisan dan Festival Foto Pariwisata

Madiun, Investigasi : Pameran lukisan dan festival Foto Pariwisata yang digelar di Gedung Serba Guna Korpri Tahun 2016 yang diadakan oleh Bidang Pariwisata, Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun diikuti oleh komunitas Foto Madiun Raya dan Komunitas Lukis Madiun Raya.
Dalam laporannya, Sawung Rehtomo, Kepala Dinkoperindagpar mengatakan bahwa kegiatan pameran lukisan ini dilaksanakan Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke 448 Kabupaten Madiun Tahun 2016. “Kegiatan yang akan digelar selama dua hari ini ini memamerkan sedikitnya 153 lukisan dan 58 lembar foto Pariwisata Kab. Madiun bertujuan untuk memberikan wadah insan lukis dan fotografer dalam mengekspresikan karya lukis dan foto,” kata Sawung Rehtomo, Kamis, (28/7/16).
 Selain itu, kegiatan ini diharapkan bisa menumbuh kembangkan bakat pelukis dan fotografer serta untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Kab. Madiun. “Diharapkan dengan adanya pameran lukisan dan foto seperti ini bisa menarik minat masyarakat berkunjung ditempat-tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Madiun,” lanjutnya.
Sementara itu,  Bupati Madiun, H. Muhtarom, saat membuka kegiatan pameran dimaksud antara lain mengatakan bahwa pameran lukisan dan fotografi merupakan agenda rutin Pemkab. Madiun setiap tahun bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kab. Madiun. Ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab. Madiun pada pekerja seni di Kab. Madiun. “Untuk dapat menghasilkan lukisan dan foto yang baik dan mampu menghasilkan sesuatu (ekonomi) hendaknya pekerja seni lebih tekun lagi sebagaimana dicontohkan oleh pelukis Kab. Madiun Agus Yusuf,” kata Bupati Madiun.
Lantas Bupati Madiun mengatakan meskipun Agus Yusuf dengan tubuh yang mengalami keterbatasan tetapi ternyata hasil karyanya mampu menembus pasar dan mendunia. “Siapa yang tidak dengan Agus Yusuf?? Karya beliau sudah diakui oleh nasional maupun dunia,” tegas Bupati.
Karena dilokasi ini hanya sekedar pameran maka peserta diharapkan meninggalkan kartu identitas agar kalau ada yang ingin mengadakan transaksi bisa berkomunikasi langsung secara individu. Terkait dengan foto pariwisata daerah Kab. Madiun ini diharapkan juga mampu mempromosikan potensi pariwisata daerah dan mampu menarik wisatawan lokal maupun luar negeri. Pariwisata desa harus terus dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan asli desa, sedangkan Pemkab. Madiun akan membantu infrastrukturnya.
 Menandai dibukanya pameran lukisan dan fotografi, Bupati dan Wakil Bupati Madiun berkenan menggoreskan tinta lukisan yang sudah disediakan oleh panitia. Selain itu Bupati dan Wakil Bupati Madiun juga berkenan mengikuti lomba fotografi, dan dilanjutkan dengan peninjauan pameran lukisan dan fotografi. (p-76)


Madiun, Investigasi : Pameran lukisan dan festival Foto Pariwisata yang digelar di Gedung Serba Guna Korpri Tahun 2016 yang diadakan oleh Bidang Pariwisata, Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun diikuti oleh komunitas Foto Madiun Raya dan Komunitas Lukis Madiun Raya.
Dalam laporannya, Sawung Rehtomo, Kepala Dinkoperindagpar mengatakan bahwa kegiatan pameran lukisan ini dilaksanakan Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke 448 Kabupaten Madiun Tahun 2016. “Kegiatan yang akan digelar selama dua hari ini ini memamerkan sedikitnya 153 lukisan dan 58 lembar foto Pariwisata Kab. Madiun bertujuan untuk memberikan wadah insan lukis dan fotografer dalam mengekspresikan karya lukis dan foto,” kata Sawung Rehtomo, Kamis, (28/7/16).
 Selain itu, kegiatan ini diharapkan bisa menumbuh kembangkan bakat pelukis dan fotografer serta untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Kab. Madiun. “Diharapkan dengan adanya pameran lukisan dan foto seperti ini bisa menarik minat masyarakat berkunjung ditempat-tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Madiun,” lanjutnya.
Sementara itu,  Bupati Madiun, H. Muhtarom, saat membuka kegiatan pameran dimaksud antara lain mengatakan bahwa pameran lukisan dan fotografi merupakan agenda rutin Pemkab. Madiun setiap tahun bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kab. Madiun. Ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab. Madiun pada pekerja seni di Kab. Madiun. “Untuk dapat menghasilkan lukisan dan foto yang baik dan mampu menghasilkan sesuatu (ekonomi) hendaknya pekerja seni lebih tekun lagi sebagaimana dicontohkan oleh pelukis Kab. Madiun Agus Yusuf,” kata Bupati Madiun.
Lantas Bupati Madiun mengatakan meskipun Agus Yusuf dengan tubuh yang mengalami keterbatasan tetapi ternyata hasil karyanya mampu menembus pasar dan mendunia. “Siapa yang tidak dengan Agus Yusuf?? Karya beliau sudah diakui oleh nasional maupun dunia,” tegas Bupati.
Karena dilokasi ini hanya sekedar pameran maka peserta diharapkan meninggalkan kartu identitas agar kalau ada yang ingin mengadakan transaksi bisa berkomunikasi langsung secara individu. Terkait dengan foto pariwisata daerah Kab. Madiun ini diharapkan juga mampu mempromosikan potensi pariwisata daerah dan mampu menarik wisatawan lokal maupun luar negeri. Pariwisata desa harus terus dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan asli desa, sedangkan Pemkab. Madiun akan membantu infrastrukturnya.
 Menandai dibukanya pameran lukisan dan fotografi, Bupati dan Wakil Bupati Madiun berkenan menggoreskan tinta lukisan yang sudah disediakan oleh panitia. Selain itu Bupati dan Wakil Bupati Madiun juga berkenan mengikuti lomba fotografi, dan dilanjutkan dengan peninjauan pameran lukisan dan fotografi. (p-76)


Baca

Polres Magetan Pengamanan Pelaksanaan Eksekusi Tanah Dan Bangunan

Magetan, Investigasi : Eksekusi PengosonganTanah berserta Bangunan di jalan sawo Magetan oleh Pengadilan Negeri Magetan bejalan lancar tanpa ada perlawanan, Kamis (28/7). Jalannya Eksekusi mendapatkan pengamanan dipimpin Oleh Kabag Ops Polres Magetan Kompol Djuwadi, melibatkan Personil Dalmas Polres Magetan dan Polsek Kota Magetan, di bantu TNI dari Koramil Magetan
Pelaksanaaan eksekusi di dahului dengan pembacaan Amar Putusan Ketua Pengadilan Negeri Magetan. Kapolres Magetan AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K melalui Kabag Ops Polres Magetan Kompol Djuwadi, di sela sela pelaksaanaan Eksekusi mengatakan,” bahwa dalam pengamanan melibatkan Polri sebanayak 60 personil di tambah dari Kodim 0804 Magetan,  pelaksanaan ini Polri dan TNI tidak ikut Eksekusi namun berperan mengamankan bila terjadi hal hal yang mungkin muncul mengacu dan mengancam saat pelaksanaan eksekusi tersebut, karena pelaksanaan eksekusi ini sudah berkekuatan hukum,”katanya.

Dalam Pelaksanaan eksekusi berjalan lancar di karenakan Rumah sudah dalam kondisi kosong, Barang yang dieksekusi sebidang tanah beserta bangunan diatasnya dengan alamat jalan Sawo Magetan Kel. Selosari Kec. Magetan kab. Magetan. Sedangkan barang barang yang ada di dalam rumah untuk sementara di amankan di teras rumah sebelahnya.
(Sj/md)
Magetan, Investigasi : Eksekusi PengosonganTanah berserta Bangunan di jalan sawo Magetan oleh Pengadilan Negeri Magetan bejalan lancar tanpa ada perlawanan, Kamis (28/7). Jalannya Eksekusi mendapatkan pengamanan dipimpin Oleh Kabag Ops Polres Magetan Kompol Djuwadi, melibatkan Personil Dalmas Polres Magetan dan Polsek Kota Magetan, di bantu TNI dari Koramil Magetan
Pelaksanaaan eksekusi di dahului dengan pembacaan Amar Putusan Ketua Pengadilan Negeri Magetan. Kapolres Magetan AKBP Heru Agung Nugroho, S.I.K melalui Kabag Ops Polres Magetan Kompol Djuwadi, di sela sela pelaksaanaan Eksekusi mengatakan,” bahwa dalam pengamanan melibatkan Polri sebanayak 60 personil di tambah dari Kodim 0804 Magetan,  pelaksanaan ini Polri dan TNI tidak ikut Eksekusi namun berperan mengamankan bila terjadi hal hal yang mungkin muncul mengacu dan mengancam saat pelaksanaan eksekusi tersebut, karena pelaksanaan eksekusi ini sudah berkekuatan hukum,”katanya.

Dalam Pelaksanaan eksekusi berjalan lancar di karenakan Rumah sudah dalam kondisi kosong, Barang yang dieksekusi sebidang tanah beserta bangunan diatasnya dengan alamat jalan Sawo Magetan Kel. Selosari Kec. Magetan kab. Magetan. Sedangkan barang barang yang ada di dalam rumah untuk sementara di amankan di teras rumah sebelahnya.
(Sj/md)
Baca

Simulasi Kawanan Teroris Serbu BRI Madiun, Karyawan dan Nasabah Panik Beneran

Madiun Kota, Investigasi : Kejadian menegangkan tergambar di Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Madiun saat digeruduk kawanan teroris, Rabu (27/7/16). Para teroris ini menyerbu galeri ATM Bank yang berlokasi di Jalan Pahlawan Kota Madiun sembari mengacungkan senjata api dan melepaskan tembakan diudara.
Masyarakat yang sedianya mengambil uang tunai di Bank BRI tersbut dipaksa untuk keluar. Bahkan security yang bertugas mengamankan bakn tersebut berusaha keras menghalau kawanan teroris yangberusaha masuk ke dalam bank namun kawanan teroris berhasil lolos dan menyandera seluruh karyawan dan Kepala Cabang BRI.
Situasipun menjadi gaduh, karyawan dan nasabah bank berusaha meloloskan diri berhamburan keluar, suara rentetan tembakan tidak berhenti dilepaskan kawanan teroris tersebut sehingga suasana mencekam.
Selang beberapa menit kemudian, Batalyon Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha Madiun, langsung membebaskan tawanan yang telah disandera kawanan teroris. Hal tersebut merupakan simulasi penanggulangan teroris, guna mengamankan asset negara, yang sebelumnya telah dikuasai kawanan teror.
Inilah gambaran simulasi kejadian penanggulangan teroris yang dilaksanakan oleh Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun.  Komandan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun, Letkol Infantri Teadi Aulia Mulauji mengatakan, simulasi bertujuan, menguji kemampuan para raider untuk membebaskan tawanan dari teroris. Apalagi Batalyon Yonif 501/BY Madiun tahun lalu, melaksanakan validasi yang sebelumnya lintas udara khusus penerjunan, ditambah kemampuannya dengan kemampuan raider. Bahkan, para raider ini dibekali kualifikasi khusus, yang tergabung dalam tim Gultor atau pasukan penanggulangan teroris.
"Untuk kualifikasi khusus ya raider itu, jadi Batalyon kami, sudah 90 persen yang mempunyai kemampuan raider. Untuk bisa mengatasi hal-hal ini ada tim khusus yang namanya Gultor," ungkapnya, Rabu (27/7/16).
Sementara itu, salah satu nasabah bank yang juga staf Bakorwil I Madiun, Yunarti mengaku shock dengan simulasi yang dilakukan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun. Apalagi, saat kawanan teroris membabi buta seluruh isi bank, dirinya dan nasabah lain menyelamatkan diri dengan bersembunyi di toilet bank. Rasa shock, takut, kawatir dan gemetar tidak henti-hentinya dirasakan Yunarti. Hal ini karena saat dirinya hendak melakukan transaksi pengiriman uang, kawanan teroris langsung menembakkan senjata api ke udara.
"Ya takut lah, kan pas saya di kasir langsung ada tembakan. Begitu ada yang bilang rampok, saya langsung lari menyelematkan diri ke toilet. Mau telpon nggak bisa, tangan nggak bisa digerakkan," katanya.

Pasca simulasi selesai dilaksanakan, suasana di BRI Cabang Madiun mendadak gaduh. Seluruh nasabah dan karyawan bank berhamburan keluar untuk menyaksikan, kesuksesan pelaksanaan simulasi pasukan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun. Bahkan, banyak diantara nasabah dan karyawan bank, berfoto selfie dengan kendaraan dan pasukan Para Raider. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Kejadian menegangkan tergambar di Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Madiun saat digeruduk kawanan teroris, Rabu (27/7/16). Para teroris ini menyerbu galeri ATM Bank yang berlokasi di Jalan Pahlawan Kota Madiun sembari mengacungkan senjata api dan melepaskan tembakan diudara.
Masyarakat yang sedianya mengambil uang tunai di Bank BRI tersbut dipaksa untuk keluar. Bahkan security yang bertugas mengamankan bakn tersebut berusaha keras menghalau kawanan teroris yangberusaha masuk ke dalam bank namun kawanan teroris berhasil lolos dan menyandera seluruh karyawan dan Kepala Cabang BRI.
Situasipun menjadi gaduh, karyawan dan nasabah bank berusaha meloloskan diri berhamburan keluar, suara rentetan tembakan tidak berhenti dilepaskan kawanan teroris tersebut sehingga suasana mencekam.
Selang beberapa menit kemudian, Batalyon Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha Madiun, langsung membebaskan tawanan yang telah disandera kawanan teroris. Hal tersebut merupakan simulasi penanggulangan teroris, guna mengamankan asset negara, yang sebelumnya telah dikuasai kawanan teror.
Inilah gambaran simulasi kejadian penanggulangan teroris yang dilaksanakan oleh Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun.  Komandan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun, Letkol Infantri Teadi Aulia Mulauji mengatakan, simulasi bertujuan, menguji kemampuan para raider untuk membebaskan tawanan dari teroris. Apalagi Batalyon Yonif 501/BY Madiun tahun lalu, melaksanakan validasi yang sebelumnya lintas udara khusus penerjunan, ditambah kemampuannya dengan kemampuan raider. Bahkan, para raider ini dibekali kualifikasi khusus, yang tergabung dalam tim Gultor atau pasukan penanggulangan teroris.
"Untuk kualifikasi khusus ya raider itu, jadi Batalyon kami, sudah 90 persen yang mempunyai kemampuan raider. Untuk bisa mengatasi hal-hal ini ada tim khusus yang namanya Gultor," ungkapnya, Rabu (27/7/16).
Sementara itu, salah satu nasabah bank yang juga staf Bakorwil I Madiun, Yunarti mengaku shock dengan simulasi yang dilakukan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun. Apalagi, saat kawanan teroris membabi buta seluruh isi bank, dirinya dan nasabah lain menyelamatkan diri dengan bersembunyi di toilet bank. Rasa shock, takut, kawatir dan gemetar tidak henti-hentinya dirasakan Yunarti. Hal ini karena saat dirinya hendak melakukan transaksi pengiriman uang, kawanan teroris langsung menembakkan senjata api ke udara.
"Ya takut lah, kan pas saya di kasir langsung ada tembakan. Begitu ada yang bilang rampok, saya langsung lari menyelematkan diri ke toilet. Mau telpon nggak bisa, tangan nggak bisa digerakkan," katanya.

Pasca simulasi selesai dilaksanakan, suasana di BRI Cabang Madiun mendadak gaduh. Seluruh nasabah dan karyawan bank berhamburan keluar untuk menyaksikan, kesuksesan pelaksanaan simulasi pasukan Batalyon Yonif Para Raider 501/BY Madiun. Bahkan, banyak diantara nasabah dan karyawan bank, berfoto selfie dengan kendaraan dan pasukan Para Raider. (p-76)
Baca

Tindaklanjuti Perintah Kapolri, Wakapolres Madiun Kota Razia Handphone Anggotannya

Madiun Kota, Investigasi : Fenomena permainan game Pokemon Go yang tengah booming di masyarakat mendapat perhatian serius dari Polres Madiun Kota. Beberapa waktu lalu Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Madiun Kota Kompol Sutiyono, merazia game Pokemon GO di handphone android anggotanya. Razia dilakukan di halaman Polres Madiun Kota, bersama Kabag Operasional, Kompol Mujo Prajoko.
Diberitakan di sejumlah media, sesuai surat telegram Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian, lokasi permainan Pokemon GO dikhawatirkan berada di lingkungan fasilitas yang terlarang, sehingga markas komando Polri akan terekam. Apabila informasi tersebut jatuh ke orang yang tidak bertanggungjawab, maka dapat disalahgunakan.
Dalam Surat tersebut berisi larangan bermain game berbasis augmented reality Pokemon Go bagi seluruh jajaran Polri. Kompol Sutiyono menuturkan, game Pokemon Go dianggap memiliki sejumlah dampak negatif, selain dapat menyebabkan kurang fokusnya dalam melaksanakan pekerjaan, pemain juga diminta terus menatap layar ponsel. Apalagi, permainan Pokemon GO dianggap berbahaya karena pengaktifan geo-lokasi menggunakan google maps berbasis online. Wakapolres, Kompol Sutoyono menyatakan, hasil razia yang dilakukannya nihil temuan. Razia dilakukan menindaklanjuti instruksi Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian yang tertera dalam surat telegram rahasia Kapolri tertanggal 19 Juli 2016.
Menindaklanjuti hal itu, Kompol Sutiyono juga menghimbau para orang tua mengawasi anak-anaknya, karena jika anak keasyikan bermain game, terkadang mengabaikan keselamatan dirinya sendiri.
“Mereka kan kalau sudah keasyikan main game itu pengennya main terus, sehingga tidak fokus pada pekerjaan. Saat apel ini kita ingat terus apalagi ini kan banyak anggota yang masih muda-muda. Mereka ini kan polisi, ya harusnya melayani masyarakat. Kemudian kalau anak kecil yang main, harusnya ada yang mendampingi, jangan asal main,” ungkap Wakapolres kepada Radio Republik Indonesia.
Selain itu, permainan ini dianggap dapat memicu keributan sesama teman atau pemain akibat berebut bonus atau karakter Pokemon. Dimungkinkan, ada pemain yang tersinggung kemudian menyerang lewat dunia maya, dan pada akhirnya memperkarakan ke ranah hukum dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Fenomena permainan game Pokemon Go yang tengah booming di masyarakat mendapat perhatian serius dari Polres Madiun Kota. Beberapa waktu lalu Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Madiun Kota Kompol Sutiyono, merazia game Pokemon GO di handphone android anggotanya. Razia dilakukan di halaman Polres Madiun Kota, bersama Kabag Operasional, Kompol Mujo Prajoko.
Diberitakan di sejumlah media, sesuai surat telegram Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian, lokasi permainan Pokemon GO dikhawatirkan berada di lingkungan fasilitas yang terlarang, sehingga markas komando Polri akan terekam. Apabila informasi tersebut jatuh ke orang yang tidak bertanggungjawab, maka dapat disalahgunakan.
Dalam Surat tersebut berisi larangan bermain game berbasis augmented reality Pokemon Go bagi seluruh jajaran Polri. Kompol Sutiyono menuturkan, game Pokemon Go dianggap memiliki sejumlah dampak negatif, selain dapat menyebabkan kurang fokusnya dalam melaksanakan pekerjaan, pemain juga diminta terus menatap layar ponsel. Apalagi, permainan Pokemon GO dianggap berbahaya karena pengaktifan geo-lokasi menggunakan google maps berbasis online. Wakapolres, Kompol Sutoyono menyatakan, hasil razia yang dilakukannya nihil temuan. Razia dilakukan menindaklanjuti instruksi Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian yang tertera dalam surat telegram rahasia Kapolri tertanggal 19 Juli 2016.
Menindaklanjuti hal itu, Kompol Sutiyono juga menghimbau para orang tua mengawasi anak-anaknya, karena jika anak keasyikan bermain game, terkadang mengabaikan keselamatan dirinya sendiri.
“Mereka kan kalau sudah keasyikan main game itu pengennya main terus, sehingga tidak fokus pada pekerjaan. Saat apel ini kita ingat terus apalagi ini kan banyak anggota yang masih muda-muda. Mereka ini kan polisi, ya harusnya melayani masyarakat. Kemudian kalau anak kecil yang main, harusnya ada yang mendampingi, jangan asal main,” ungkap Wakapolres kepada Radio Republik Indonesia.
Selain itu, permainan ini dianggap dapat memicu keributan sesama teman atau pemain akibat berebut bonus atau karakter Pokemon. Dimungkinkan, ada pemain yang tersinggung kemudian menyerang lewat dunia maya, dan pada akhirnya memperkarakan ke ranah hukum dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. (p-76)
Baca

Sepasma, Ajang Promosi Agar Masyarakat Tahu Kualitas Produk Kabupaten Madiun

Madiun, Investigasi : Masih menjadi rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 448 Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata (Dinkoperindagpar) menggelar Sepasar di Madiun (Sepasma) yang bertempat di Alun-alun Pusat Pemerintahan di Mejayan, Sabtu (23/7/16).
Acara Sepasma tersebut dibuka oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, Wakil Bupati Madiun, H.Iswanto, serta Ketua DPRD Kabupaten Madiun. Tampak dalam acara pembukaan Anggota Forpimda Kab.Madiun, Sekda kab.Madiun,Asisten, Staf Ahli dan seluruh pimpinan Satker, Camat, Kades/Lurah, Tokoh Masyarakat, Budayawan, Siswa-siswi, Masyarakat, Undangan dan Wartawan.
Dalam sambutan Bupati Madiun yang dibacakan oleh Wakil Bupati menyampaikan bahwa perigatan hari jadi Kab.Madiun Tahun 2016 ini mengambil tema “ Dengan Peringatan Hari Jadi Kab.Madiun ke 448 Tahun 2016 kita mantabkan semangat gotong royong dan guyub rukun guna terwujudnya masyarakat Madiun yang lebih sejahtera” 
Dalam sambutannya Bupati Madiun mengucapkan banyak syukur karena Kab.Madiun sudah mempunyai kegiatan yang  rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai icon Hari Jadi Kab Madiun yaitu, Sepasma, Gebyar Gapoktan, Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Nasional Ki Prastyo Pamungkas Bayu Aji dengan Lakon Rama Nitis.
“Diminta tiap SKPD terkait untuk kegiatan prosesi Kirap Boyong dapatnya menjadi agenda rutin tiap tahun dalam bentuk kegiatan pawai budaya/pawai pembangunan atau nama lainnya,” kata Bupati Madiun.
Sementara, Agus Soejudi, Kabid Perdagangan menjelaskan bahwa Sepasar di Madiun atau yang di sebut Sepasma akan dilaksanakan setiap hari mulai tanggal 23 – 27 Juli 2016 di Alun-alun Caruban.
Selain itu, dalam Sepasma nantinya akan dipamerkan berbagai produk unggulan khas Kabupaten Madiun. “Sepasma akan menjadi ajang promosi bagi pengusaha yang ada di Kabupaten Madiun agar masyarakat tahu bahwa produk dari Kabupaten Madiun mampu bersaing secara mutu maupun kemasan,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa rangakaian kegiatan sepasma terdiri dari Gelar Seni Sepasma, Pameran Produk unggulan, pelayanan publik. Yang dilaksanakan selama 5 lima hari di mejayan yang sekarang menjadi pusat sentral pemerintahan kab.Madiun, dan pusat perhatian masyarakat, sehingga untuk kedepannya mejayan dapat menjadi pusat ekonomi masyarakat Madiun. (p-76)
Madiun, Investigasi : Masih menjadi rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 448 Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata (Dinkoperindagpar) menggelar Sepasar di Madiun (Sepasma) yang bertempat di Alun-alun Pusat Pemerintahan di Mejayan, Sabtu (23/7/16).
Acara Sepasma tersebut dibuka oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, Wakil Bupati Madiun, H.Iswanto, serta Ketua DPRD Kabupaten Madiun. Tampak dalam acara pembukaan Anggota Forpimda Kab.Madiun, Sekda kab.Madiun,Asisten, Staf Ahli dan seluruh pimpinan Satker, Camat, Kades/Lurah, Tokoh Masyarakat, Budayawan, Siswa-siswi, Masyarakat, Undangan dan Wartawan.
Dalam sambutan Bupati Madiun yang dibacakan oleh Wakil Bupati menyampaikan bahwa perigatan hari jadi Kab.Madiun Tahun 2016 ini mengambil tema “ Dengan Peringatan Hari Jadi Kab.Madiun ke 448 Tahun 2016 kita mantabkan semangat gotong royong dan guyub rukun guna terwujudnya masyarakat Madiun yang lebih sejahtera” 
Dalam sambutannya Bupati Madiun mengucapkan banyak syukur karena Kab.Madiun sudah mempunyai kegiatan yang  rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai icon Hari Jadi Kab Madiun yaitu, Sepasma, Gebyar Gapoktan, Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Nasional Ki Prastyo Pamungkas Bayu Aji dengan Lakon Rama Nitis.
“Diminta tiap SKPD terkait untuk kegiatan prosesi Kirap Boyong dapatnya menjadi agenda rutin tiap tahun dalam bentuk kegiatan pawai budaya/pawai pembangunan atau nama lainnya,” kata Bupati Madiun.
Sementara, Agus Soejudi, Kabid Perdagangan menjelaskan bahwa Sepasar di Madiun atau yang di sebut Sepasma akan dilaksanakan setiap hari mulai tanggal 23 – 27 Juli 2016 di Alun-alun Caruban.
Selain itu, dalam Sepasma nantinya akan dipamerkan berbagai produk unggulan khas Kabupaten Madiun. “Sepasma akan menjadi ajang promosi bagi pengusaha yang ada di Kabupaten Madiun agar masyarakat tahu bahwa produk dari Kabupaten Madiun mampu bersaing secara mutu maupun kemasan,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa rangakaian kegiatan sepasma terdiri dari Gelar Seni Sepasma, Pameran Produk unggulan, pelayanan publik. Yang dilaksanakan selama 5 lima hari di mejayan yang sekarang menjadi pusat sentral pemerintahan kab.Madiun, dan pusat perhatian masyarakat, sehingga untuk kedepannya mejayan dapat menjadi pusat ekonomi masyarakat Madiun. (p-76)
Baca

Tahun Depan, Pemkot Madiun Targetkan raih Piala Adipura Paripurna

Madiun Kota, Investigasi : Satu lagi prestasi yang dicatat oleh Kota Madiun yaitu dengan diterimanya penghargaan Piala Adipura Kirana Tahun 2016 dibidang Lingkungan Hidup yaitu untuk kategori Kota  sedang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Presiden Yusu Kalla yang didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya di Istanan Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Jumat (22/7)
Begitu sampai di Kota Madiun, Piala Adipura Kirana langsung diarak keliling Kota Madiun. Start dimulai dari Balaikota Madiun dan finish di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo serta dilanjutkan dengan acara syukuran.
Menurut Wakil walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, penilaian Adipura sekarang ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ini Adipura ada beberapa klasifikasinya yaitu Adipura Buana, Adipura Kirana dan Adipura Paripurna
“Penilaian mengacu pada indikator yang lebih komplek. Disini Kota Madiun juga masuk pada nominasi Adipura Paripurna,” ungkapnya, Senin (25/7/16).
Wakil Walikota Madiun juga menambahkan untuk tahun depan, Kota Madiun untuk tahun depan targetnya harus mendapatkan Piala Adipura Paripurna. Untuk melangkah kesana, Pemerintah Kota Madiun akan menyiapkan anggaran sebesar 4,3 persen dari APBD untuk lingkungan hidup. “Ini merupakan komitmen dari Pemerintah Kota Madiun,” tegasnya.
Sementara, Sekretaris Kota Madiun, H. Maidi menambahkan bahwa keberhasilan Kota Madiun memboyong penghargaan Piala Adipura tidak lepas dari inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Madiun yang mampu menggabungkan pengelolaan dan ekonomi serta wisata berbasis lingkungan hidup di wilayah Kota Madiun.
“Di kelurahan Winongo ada Bank Sampah Matahari yang mampu mendaur ulang sampah rumah tangga sehingga bisa mempunyai nilai ekonomi,” terang H. Maidi.
Proses daur ulang ini rupanya menarik perhatian dari Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Kemenpan RB sehingga upaya daur ulang tersebut mendapatkan apresiasi dan masuk top 99 inovasi pelayanan publik terbaik.
Upaya lain adalah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, sampah disulap menjadi gas methan sebagai ganti bahan bakar sehingga bisa mencukupi kebutuhan sekitar 200 rumah tangga disekitarnya. “Disinilah letak fungsi ekonominya yaitu menyulap sampah menjadi sesuatu yang menghasilkan uang,” lanjut Sekda Kota Madiun.

Ditegaskan, keberhasilan dalam memperoleh penghargaan Piala Adipura Kirana ini merupakan keberhasilan dari masyarakat Kota Madiun. “Setelah ini, masyarakat diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungan dilingkungan masing-masing sehingga target untuk meraih piala Adipura Paripurna untuk tahun depan bisa terwujud,” pungkas H. Maidi. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Satu lagi prestasi yang dicatat oleh Kota Madiun yaitu dengan diterimanya penghargaan Piala Adipura Kirana Tahun 2016 dibidang Lingkungan Hidup yaitu untuk kategori Kota  sedang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Presiden Yusu Kalla yang didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya di Istanan Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Jumat (22/7)
Begitu sampai di Kota Madiun, Piala Adipura Kirana langsung diarak keliling Kota Madiun. Start dimulai dari Balaikota Madiun dan finish di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo serta dilanjutkan dengan acara syukuran.
Menurut Wakil walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, penilaian Adipura sekarang ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang ini Adipura ada beberapa klasifikasinya yaitu Adipura Buana, Adipura Kirana dan Adipura Paripurna
“Penilaian mengacu pada indikator yang lebih komplek. Disini Kota Madiun juga masuk pada nominasi Adipura Paripurna,” ungkapnya, Senin (25/7/16).
Wakil Walikota Madiun juga menambahkan untuk tahun depan, Kota Madiun untuk tahun depan targetnya harus mendapatkan Piala Adipura Paripurna. Untuk melangkah kesana, Pemerintah Kota Madiun akan menyiapkan anggaran sebesar 4,3 persen dari APBD untuk lingkungan hidup. “Ini merupakan komitmen dari Pemerintah Kota Madiun,” tegasnya.
Sementara, Sekretaris Kota Madiun, H. Maidi menambahkan bahwa keberhasilan Kota Madiun memboyong penghargaan Piala Adipura tidak lepas dari inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Madiun yang mampu menggabungkan pengelolaan dan ekonomi serta wisata berbasis lingkungan hidup di wilayah Kota Madiun.
“Di kelurahan Winongo ada Bank Sampah Matahari yang mampu mendaur ulang sampah rumah tangga sehingga bisa mempunyai nilai ekonomi,” terang H. Maidi.
Proses daur ulang ini rupanya menarik perhatian dari Pemerintah Pusat dalam hal ini adalah Kemenpan RB sehingga upaya daur ulang tersebut mendapatkan apresiasi dan masuk top 99 inovasi pelayanan publik terbaik.
Upaya lain adalah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, sampah disulap menjadi gas methan sebagai ganti bahan bakar sehingga bisa mencukupi kebutuhan sekitar 200 rumah tangga disekitarnya. “Disinilah letak fungsi ekonominya yaitu menyulap sampah menjadi sesuatu yang menghasilkan uang,” lanjut Sekda Kota Madiun.

Ditegaskan, keberhasilan dalam memperoleh penghargaan Piala Adipura Kirana ini merupakan keberhasilan dari masyarakat Kota Madiun. “Setelah ini, masyarakat diharapkan mampu menjaga kebersihan lingkungan dilingkungan masing-masing sehingga target untuk meraih piala Adipura Paripurna untuk tahun depan bisa terwujud,” pungkas H. Maidi. (p-76)
Baca

Ngawi Bersholawat Bersama Gus Ali Gondrong Dalam Rangkaian Peringati Hari Jadi Ke 658

Ngawi, Investigasi : Ngawi bersholawat yang menghadirkan K.H. Ali Shodiqin atau yang lebih termashur dengan panggilan akrabnya Gus Ali Gondrong dengan mengambil tempat di alun-alun Merdeka belum lama ini (20/7) adalah merupakan rangkaian Peringatan Hari Jadi Ke 658 Kabupaten Ngawi. Puluhan ribu Jamaah dari berbagai daerah hadir dalam acara tersebut . Mereka datang ada yang berkendara sepeda motor, mobil pribadi, bus mini, bus pariwisata, mobil pick up, bahkan sampai menggunakan truck dengan kondisi muatan yang berjubel.
Dalam kesempatan itu, sebelum Sholawatan dimulai, Bupati Ngawi Budi Sulistyono memaparkan bahwa Sholawatan tersebut mengiringi perjalanan Kabupaten Ngawi yang ke 658 untuk menjadi lebih baik lagi dan dengan mengumandangkan Sholawatan bersama diharapkan Ngawi semakin sukses kedepannya.
K.H. Ali Shodiqin alias Gus Ali Gondrong mengajak seluruh Jamaah untuk meningkatkan amal kebajikan dan bersama-sama menjadikan Ngawi sebagai contoh bagi daerah lainnya. Dia juga mengajak para warga masyarakat untuk membantu dan mendukung Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mewujudkan Ngawi menjadi Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.

Di sisi lain, acara Ngawi Bersholawat cukup mengeluarkan keringat bagi Petugas Keamanan dan Pengatur lalu-lintas. Lain halnya dengan mereke yang memanfaatkan kehadiran Jamaah yang membludag untuk mengais rejeki dengan cara mebuka area penitipan kendaraan, membuka kiosk minuman dadakan dan makanan ringan, bahkan tidak sedikit Pedagang Asongan yang berlalu-lalang membelah padatnya kerumunan Jamaah untuk menawarkan barang dagangannya. Namun nasib malang menimpa diri Mbah Ahmad (75) warga Desa Karangmojo Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan yang ikutan mengais rejeki sebagai pedagang asongan. Terbawa oleh usianya yang sudah lanjut dan didorong oleh kecapekan, si kakek tua tersebut mengalami jatuh pingsan. Untunglah banyak orang yang peduli melihat keberadaan kakek pedagang asongan yang malang tersebut dan bergegas memberikan pertolongan. Bahkan Apran Panca  seorang Petugas dari Kepolisian juga turun tangan untuk memberikan pertolongan, termasuk mengambil kebijaksanaan  si korban diangkut ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan lebih intensif. (hr-pdy)
Ngawi, Investigasi : Ngawi bersholawat yang menghadirkan K.H. Ali Shodiqin atau yang lebih termashur dengan panggilan akrabnya Gus Ali Gondrong dengan mengambil tempat di alun-alun Merdeka belum lama ini (20/7) adalah merupakan rangkaian Peringatan Hari Jadi Ke 658 Kabupaten Ngawi. Puluhan ribu Jamaah dari berbagai daerah hadir dalam acara tersebut . Mereka datang ada yang berkendara sepeda motor, mobil pribadi, bus mini, bus pariwisata, mobil pick up, bahkan sampai menggunakan truck dengan kondisi muatan yang berjubel.
Dalam kesempatan itu, sebelum Sholawatan dimulai, Bupati Ngawi Budi Sulistyono memaparkan bahwa Sholawatan tersebut mengiringi perjalanan Kabupaten Ngawi yang ke 658 untuk menjadi lebih baik lagi dan dengan mengumandangkan Sholawatan bersama diharapkan Ngawi semakin sukses kedepannya.
K.H. Ali Shodiqin alias Gus Ali Gondrong mengajak seluruh Jamaah untuk meningkatkan amal kebajikan dan bersama-sama menjadikan Ngawi sebagai contoh bagi daerah lainnya. Dia juga mengajak para warga masyarakat untuk membantu dan mendukung Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mewujudkan Ngawi menjadi Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur.

Di sisi lain, acara Ngawi Bersholawat cukup mengeluarkan keringat bagi Petugas Keamanan dan Pengatur lalu-lintas. Lain halnya dengan mereke yang memanfaatkan kehadiran Jamaah yang membludag untuk mengais rejeki dengan cara mebuka area penitipan kendaraan, membuka kiosk minuman dadakan dan makanan ringan, bahkan tidak sedikit Pedagang Asongan yang berlalu-lalang membelah padatnya kerumunan Jamaah untuk menawarkan barang dagangannya. Namun nasib malang menimpa diri Mbah Ahmad (75) warga Desa Karangmojo Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan yang ikutan mengais rejeki sebagai pedagang asongan. Terbawa oleh usianya yang sudah lanjut dan didorong oleh kecapekan, si kakek tua tersebut mengalami jatuh pingsan. Untunglah banyak orang yang peduli melihat keberadaan kakek pedagang asongan yang malang tersebut dan bergegas memberikan pertolongan. Bahkan Apran Panca  seorang Petugas dari Kepolisian juga turun tangan untuk memberikan pertolongan, termasuk mengambil kebijaksanaan  si korban diangkut ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan lebih intensif. (hr-pdy)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100