Berita Terkini

Perangkat Desa Menghilang, Diduga Gabung Dengan Gafatar

Madiun, Investigasi : Kemunculan kelompok Gerakan Fajar Nusantara atau popular dengan sebutan Gafatar sangatlah menghebohkan berbagai daerah di Indonesia. Di Kabupaten Madiun sendiri ada salah satu perangkat desa bernama Sigit Suko Bisono beserta anak dan istrinya yang menghilang sejak akhir Juli 2015 lalu. Diduga perangkat tersebut telah bergabung dengan kelompok Gafatar.
Dari informasi yang dikumpulkan, Sigit Suko Bisono pergi meninggalkan rumahnya sejak akhir Juli 2015 lalu, Sampai saat ini keberadaannya tidak diketahui, apalgi sejak menghilang perangkat desa ini tidak pernah menghubungi keluarga.
Diketahui, sebelum meninggalkan rumah, Sigit memang aktif dalam kegiatan Gafatar, hampir setiap malam minggu dia bersama istri pergi untuk melakukan pertemuan organisasi disejumlah kota di Madiun, Bahkan diluar kota Madiun.
"Dia selalu pergi setiap malam minggu, pamitnya mau latihan, ya di caruban, surabaya jogya, dimana-mana, dia selalu bilang mau latihan itu saja, latihan gafatar, kalau latihan kadang2 ngajak istrinya," kata Suyatno orangtua Sigit kepada, Rabu (13/1).
Hal tersebut dibenarkan juga oleh Kades Mojorayung Tri Widodo, menurutnya selama menjadi perangkat desa Sigit selalu membawa tabloid untuk ditunjukkan ke teman temannya. Bahkan Sigit sering menggelar kegiatan sosial seperti halnya donor darah dan kerja bakti dihutan. Selain Sigit dan istrinya ada satu lagi warganya yang kini menghilang ikut Gafatar yaitu Ongky yang rumahnya tak jauh dari rumah Sigit.
"Dari desa Mojorayung cuma sigit anak istrinya, dan Ongky, kalau Sigit pergi akhir Juli 2015, kalau Ongky bulan 9,” ungkap Tri Widodo.
Dijelaskan, Sigit selaku Kaur Umum di desa, saat pergi tidak pamit pada dirinya dan orang tuanya. Namun seteleh beberapa lama kepergiannya, Sigit kirim surat lewat Pos yang intinya mengundurkan diri. “Katanya dapat amanat dari Tuhan Yang Maha Esa," jelasnya.
Meski sering melakukan kegiatan di desa, Namun tidak banyak warga di desa Mojorayung yang tertarik ikut organisasi tersebut. Terbukti ketika ada perekrutan banyak warga di desa ini yang tidak mau bergabung.
Inilah sekilas sejarah terkait dengan proses terbentuknya kelompok Gafatar. Gerakan Fajar Nusantara dimulai dari pertikaian antara Ahmad Mushadeq dan Panji Gumilang, keduanya merupakan anggota Negara Islam Indonesia. Mushadeq kemudian mendirikan Al-Qiyadah al-Islamiyah, yang berubah menjadi Komunitas Millah Abraham.
Tahun 2000 Al-Qiyadah al-Islamiyah berdiri dengan Pemimpin: Ahmad Mushadeq alias Abdul Salam. Lelaki kelahiran 21 April 1944 itu dibaiat menjadi anggota NII pada 1987. Namun kemudian terjadi ketidakcocokan dengan NII KWIX pimpinan Panji Gumilang, sehingga Mushadeq mendirikan Al-Qiyadah. Ia ingin memurnikan ajaran Nabi Musa, Isa, dan Muhammad. Ahmad Mushadeq mempunyai pengikut diperkirakan sekitar 8.000 orang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Makassar, dan Kalimantan Selatan dan daerah lainnya.
Ajaran Ibadah: salat malam dan membaca Al-Quran, Tidak mewajibkan pengikutnya melaksanakan rukun Islam, seperti salat, zakat, puasa, dan berhaji, Syahadat: Ashadu ala illaha ilallah, wa asyhadu anna Almasih almaw'ud Rasulullah. Setiap orang di luar Al-Qiyadah adalah musyrik.
7 November 2007 seluruh kegiatan yang dipimpin oleh Ahmad Mushadeq Dilarang MUI 
24 April 2008 Ahmad Mushadeq dipenjara 4 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tahun 2009 Al-Qiyadah berubah menjadi Millah Abraham.  Dengan berganti nama, Al-Qiyadah leluasa mengembangkan organisasinya, sementara tetap menggunakan ajaran Mushadeq. Namun, menurut Mushadeq, Millah hanya komunitas untuk mempertautkan umat, tidak membahas akidah.  
14 Agustus 2011 Gafatar berdiri atas prakarsa 51 orang.

21 Januari 2012 Gafatar dideklarasikan diikuti oleh 14 DPD (14 provinsi). Terakhir mereka telah mempunyai pengurus di 34 provinsi.  Ketua: Mahful M. Tumanurung Asas : Organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Pancasila. Kantor DPP: Jl. Ciputat Raya No. 264, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. (p-76/berbagai sumber)
Madiun, Investigasi : Kemunculan kelompok Gerakan Fajar Nusantara atau popular dengan sebutan Gafatar sangatlah menghebohkan berbagai daerah di Indonesia. Di Kabupaten Madiun sendiri ada salah satu perangkat desa bernama Sigit Suko Bisono beserta anak dan istrinya yang menghilang sejak akhir Juli 2015 lalu. Diduga perangkat tersebut telah bergabung dengan kelompok Gafatar.
Dari informasi yang dikumpulkan, Sigit Suko Bisono pergi meninggalkan rumahnya sejak akhir Juli 2015 lalu, Sampai saat ini keberadaannya tidak diketahui, apalgi sejak menghilang perangkat desa ini tidak pernah menghubungi keluarga.
Diketahui, sebelum meninggalkan rumah, Sigit memang aktif dalam kegiatan Gafatar, hampir setiap malam minggu dia bersama istri pergi untuk melakukan pertemuan organisasi disejumlah kota di Madiun, Bahkan diluar kota Madiun.
"Dia selalu pergi setiap malam minggu, pamitnya mau latihan, ya di caruban, surabaya jogya, dimana-mana, dia selalu bilang mau latihan itu saja, latihan gafatar, kalau latihan kadang2 ngajak istrinya," kata Suyatno orangtua Sigit kepada, Rabu (13/1).
Hal tersebut dibenarkan juga oleh Kades Mojorayung Tri Widodo, menurutnya selama menjadi perangkat desa Sigit selalu membawa tabloid untuk ditunjukkan ke teman temannya. Bahkan Sigit sering menggelar kegiatan sosial seperti halnya donor darah dan kerja bakti dihutan. Selain Sigit dan istrinya ada satu lagi warganya yang kini menghilang ikut Gafatar yaitu Ongky yang rumahnya tak jauh dari rumah Sigit.
"Dari desa Mojorayung cuma sigit anak istrinya, dan Ongky, kalau Sigit pergi akhir Juli 2015, kalau Ongky bulan 9,” ungkap Tri Widodo.
Dijelaskan, Sigit selaku Kaur Umum di desa, saat pergi tidak pamit pada dirinya dan orang tuanya. Namun seteleh beberapa lama kepergiannya, Sigit kirim surat lewat Pos yang intinya mengundurkan diri. “Katanya dapat amanat dari Tuhan Yang Maha Esa," jelasnya.
Meski sering melakukan kegiatan di desa, Namun tidak banyak warga di desa Mojorayung yang tertarik ikut organisasi tersebut. Terbukti ketika ada perekrutan banyak warga di desa ini yang tidak mau bergabung.
Inilah sekilas sejarah terkait dengan proses terbentuknya kelompok Gafatar. Gerakan Fajar Nusantara dimulai dari pertikaian antara Ahmad Mushadeq dan Panji Gumilang, keduanya merupakan anggota Negara Islam Indonesia. Mushadeq kemudian mendirikan Al-Qiyadah al-Islamiyah, yang berubah menjadi Komunitas Millah Abraham.
Tahun 2000 Al-Qiyadah al-Islamiyah berdiri dengan Pemimpin: Ahmad Mushadeq alias Abdul Salam. Lelaki kelahiran 21 April 1944 itu dibaiat menjadi anggota NII pada 1987. Namun kemudian terjadi ketidakcocokan dengan NII KWIX pimpinan Panji Gumilang, sehingga Mushadeq mendirikan Al-Qiyadah. Ia ingin memurnikan ajaran Nabi Musa, Isa, dan Muhammad. Ahmad Mushadeq mempunyai pengikut diperkirakan sekitar 8.000 orang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Makassar, dan Kalimantan Selatan dan daerah lainnya.
Ajaran Ibadah: salat malam dan membaca Al-Quran, Tidak mewajibkan pengikutnya melaksanakan rukun Islam, seperti salat, zakat, puasa, dan berhaji, Syahadat: Ashadu ala illaha ilallah, wa asyhadu anna Almasih almaw'ud Rasulullah. Setiap orang di luar Al-Qiyadah adalah musyrik.
7 November 2007 seluruh kegiatan yang dipimpin oleh Ahmad Mushadeq Dilarang MUI 
24 April 2008 Ahmad Mushadeq dipenjara 4 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tahun 2009 Al-Qiyadah berubah menjadi Millah Abraham.  Dengan berganti nama, Al-Qiyadah leluasa mengembangkan organisasinya, sementara tetap menggunakan ajaran Mushadeq. Namun, menurut Mushadeq, Millah hanya komunitas untuk mempertautkan umat, tidak membahas akidah.  
14 Agustus 2011 Gafatar berdiri atas prakarsa 51 orang.

21 Januari 2012 Gafatar dideklarasikan diikuti oleh 14 DPD (14 provinsi). Terakhir mereka telah mempunyai pengurus di 34 provinsi.  Ketua: Mahful M. Tumanurung Asas : Organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Pancasila. Kantor DPP: Jl. Ciputat Raya No. 264, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. (p-76/berbagai sumber)
Baca

Palenggahan Agung Srigathi, Tempat Untuk Mengasah Bathin

Ngawi, Investigasi : Bulan Sura yang merupakan bulan pertama pada tahun Saka boleh dikatakan sebagai bulan istimewa di kalangan masyarakat Jawa. Mengenai penetapan kapan datangnya bulan Sura atau kapan tanggal satu Sura, masyarakat Jawa menganut adanya dua paham, yaitu ASAPON dan ABOGE. Penganut paham Asapon meyakini bahwa tanggal 1 Sura pada tahun Alip bertepatan dengan hari Selasa Pon sedangkan penganut paham Aboge meyakini bahwa tanggal 1 Sura pada tahun Alip jatuh pada hari Rebo Wage.
Pada malam tanggal 1 Sura masyarakat Jawa banyak yang melakukan ritual tidak tidur (Bhs. Jawa : melekan) yang biasa disebut dengan istilah Jawa mapak tanggal. Tdak berhenti pada tanggal 1 Sura mereka melakukan ritual sebagai wujud dari pendekatan diri dengan Sang Pencipta, tapi terus berlanjut sampai sepanjang bulan.
Di kawasan Alas Ketonggo tepatnya di sekitar Palenggahan Agung Srigati pada malam tanggal 1 Sura lalu telah dipadati oleh pengunjung dari berbagai kota baik dari dalam wilayah Kabupaten Ngawi maupun dari luar wilayah Kabupaten, bahkan dari luar pulau Jawa ada juga yang menyempatkan datang.
Acara ritual yang lebih menarik di Palenggahan Agung Srigati adalah acara tahunan yang rutin diselenggarakan, yaitu acara yang disebut “ Ganti Langse “, yang dapat diterjemahkan mengganti kain. Kain yang dimaksudkan adalah kain sebagai kerudung pada bangunan relatif kecil di mana tempat sakral berada.  Bangunan kecil sebagian orang menyebut pundhen, ada juga yang menyebut sanggar, ada juga yang menyebut padhepokan, namun masing-masing mereka punya satu pengertian bahwa di situlah makhluk halus Eyang Srigati bersemayam. Secara umum tempat itu diberi nama atau sebutan Palenggahan Agung Srigati. Acara Ganti Langse diselenggarakan pada saat bulan purnama atau dalam bahasa Jawa dengan sebutan purnama sidi yaitu pada saat rembulan berbentuk bulat penuh di bulan Sura yang jatuh pada tanggal lima belas.
Kain putih yang telah berjasa melindungi persemayaman dari Eyang Srigati pada saat purnama sidi itulah diganti dengan kain baru melalui upacara ritual. Selanjutnya kain bekas tersebut sangat diminati oleh para pengunjung untuk memilikinya sebagai barang yang mengandung tuah. Untuk itu pengunjung rela mengantri guna mendapatkan sesobek kain dengan disertai memberikan dana secara suka rela dan ikhlas lahir maupun batin.
Acara ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo yang terletak di desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi tahun 2015 ini diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober lalu. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru selain mengikuti jalannya upacara juga disuguhi hiburan seperti biasanya yaitu pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Kali ini tiga dalang tampil secara bergantian yaitu Ki Mulyo, Ki Bambang dan Ki Rahmat, didukung 6 orang suarawati. Hadir dalam perhelatan ini PJS Bupati Ngawi Sudjono, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi yang akrab dipanggil Mas Antok, Kahumas Prasetyo, para Camat dan para Kepala Desa serta para tokoh masyarakat. Kades Babadan Joko S sarimbit sebagai tuan rumah nampak mengenakan pakaian adat Jawa sesuai dengan nuansa kejawen yang berlangsung.
Dalam kesempatan itu calon Bupati petahana yang akan berlaga pada 9 Desember mendatang dengan nomer urut 1 yaitu Mbah Kung Kanang Budi Sulistyono juga hadir dan sempat menyisipkan waktu di celah berlangsungnya pakeliran wayang kulit.

Ratusan mobil dan ribuan sepeda motor memadati kawasan Alas Ketonggo. Pengunjung nampak asyik dengan kesibukan masing-masing. Para penggemar wayang dengan santai menikmati pagelaran wayang, sementara ada yang melakukan ritual dengan istilah ngalap berkah di Palenggahan Agung Srigati, sebagian ada yang melaksanakan mandi kungkum di kali tempur, ada yang menjalankan ritual di petilasan Bung Karno, di Kori Gapit, Tugu Mas, Sendhang Drajad dan lainnya sesuai dengan selera masing-masing.(pdy)
Ngawi, Investigasi : Bulan Sura yang merupakan bulan pertama pada tahun Saka boleh dikatakan sebagai bulan istimewa di kalangan masyarakat Jawa. Mengenai penetapan kapan datangnya bulan Sura atau kapan tanggal satu Sura, masyarakat Jawa menganut adanya dua paham, yaitu ASAPON dan ABOGE. Penganut paham Asapon meyakini bahwa tanggal 1 Sura pada tahun Alip bertepatan dengan hari Selasa Pon sedangkan penganut paham Aboge meyakini bahwa tanggal 1 Sura pada tahun Alip jatuh pada hari Rebo Wage.
Pada malam tanggal 1 Sura masyarakat Jawa banyak yang melakukan ritual tidak tidur (Bhs. Jawa : melekan) yang biasa disebut dengan istilah Jawa mapak tanggal. Tdak berhenti pada tanggal 1 Sura mereka melakukan ritual sebagai wujud dari pendekatan diri dengan Sang Pencipta, tapi terus berlanjut sampai sepanjang bulan.
Di kawasan Alas Ketonggo tepatnya di sekitar Palenggahan Agung Srigati pada malam tanggal 1 Sura lalu telah dipadati oleh pengunjung dari berbagai kota baik dari dalam wilayah Kabupaten Ngawi maupun dari luar wilayah Kabupaten, bahkan dari luar pulau Jawa ada juga yang menyempatkan datang.
Acara ritual yang lebih menarik di Palenggahan Agung Srigati adalah acara tahunan yang rutin diselenggarakan, yaitu acara yang disebut “ Ganti Langse “, yang dapat diterjemahkan mengganti kain. Kain yang dimaksudkan adalah kain sebagai kerudung pada bangunan relatif kecil di mana tempat sakral berada.  Bangunan kecil sebagian orang menyebut pundhen, ada juga yang menyebut sanggar, ada juga yang menyebut padhepokan, namun masing-masing mereka punya satu pengertian bahwa di situlah makhluk halus Eyang Srigati bersemayam. Secara umum tempat itu diberi nama atau sebutan Palenggahan Agung Srigati. Acara Ganti Langse diselenggarakan pada saat bulan purnama atau dalam bahasa Jawa dengan sebutan purnama sidi yaitu pada saat rembulan berbentuk bulat penuh di bulan Sura yang jatuh pada tanggal lima belas.
Kain putih yang telah berjasa melindungi persemayaman dari Eyang Srigati pada saat purnama sidi itulah diganti dengan kain baru melalui upacara ritual. Selanjutnya kain bekas tersebut sangat diminati oleh para pengunjung untuk memilikinya sebagai barang yang mengandung tuah. Untuk itu pengunjung rela mengantri guna mendapatkan sesobek kain dengan disertai memberikan dana secara suka rela dan ikhlas lahir maupun batin.
Acara ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo yang terletak di desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi tahun 2015 ini diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober lalu. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru selain mengikuti jalannya upacara juga disuguhi hiburan seperti biasanya yaitu pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Kali ini tiga dalang tampil secara bergantian yaitu Ki Mulyo, Ki Bambang dan Ki Rahmat, didukung 6 orang suarawati. Hadir dalam perhelatan ini PJS Bupati Ngawi Sudjono, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi yang akrab dipanggil Mas Antok, Kahumas Prasetyo, para Camat dan para Kepala Desa serta para tokoh masyarakat. Kades Babadan Joko S sarimbit sebagai tuan rumah nampak mengenakan pakaian adat Jawa sesuai dengan nuansa kejawen yang berlangsung.
Dalam kesempatan itu calon Bupati petahana yang akan berlaga pada 9 Desember mendatang dengan nomer urut 1 yaitu Mbah Kung Kanang Budi Sulistyono juga hadir dan sempat menyisipkan waktu di celah berlangsungnya pakeliran wayang kulit.

Ratusan mobil dan ribuan sepeda motor memadati kawasan Alas Ketonggo. Pengunjung nampak asyik dengan kesibukan masing-masing. Para penggemar wayang dengan santai menikmati pagelaran wayang, sementara ada yang melakukan ritual dengan istilah ngalap berkah di Palenggahan Agung Srigati, sebagian ada yang melaksanakan mandi kungkum di kali tempur, ada yang menjalankan ritual di petilasan Bung Karno, di Kori Gapit, Tugu Mas, Sendhang Drajad dan lainnya sesuai dengan selera masing-masing.(pdy)
Baca

Buah Alpukat Memiliki Nutrisi Yang Tinggi

Investigasi Sehat : Alpukat (Persea americana) — dalam Bahasa Indonesia baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut sebagai avokad — merupakan buah yang sering kita jumpai. Buah serbaguna ini memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi manusia. Ada banyak zat yang kaya manfaat yang terdapat di buah ini. Buah berwarna hijau ini sering dimanfaatkan untuk jus atau bahan dalam es campur maupun hidangan lainnya. Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukainya. Sebagian orang takut untuk mengkonsumsinya karena dianggap memiliki kandungan lemak yang tinggi. Apakah memang benar demikian? Apa saja manfaat dan khasiat alpukat atau avokad?
Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan coklat, jagung dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah alpukat atau avokad mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.
 Tips Cara Memilih Buah Alpukat
Sewaktu Anda pergi ke pasar untuk membeli alpukat, jangan pernah menilai matangnya sebuah alpukat dari warna kulitnya. Jika buah alpukat yang Anda temui berwarna lebih tua atau kecoklatan, belum tentu buah alpukat tersebut telah matang. Cobalah sedikit menekan buah alpukat tersebut. Jika terasa lebih lunak berarti buah itu sudah matang. 
Manfaat Alpukat
Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.
Dalam bidang kecantikan, buah alpukat juga sering digunakan sebagai masker wajah. Buah ini dianggap mampu membuat kulit lebih kencang. Buah alpukat juga bermanfaat untuk perawatan rambut misalnya sewaktu melakukan creambath.
Selain itu, sebagai buah, alpukat juga tentu bisa dinikmati sebagai hidangan yang lezat. Berbagai hidangan disajikan dengan menambah alpukat sebagai bagian dari hidangan tersebut.
 Zat Kaya Manfaat dalam Alpukat
Alpukat atau avokad memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.
Selain itu alpukat mengandung lemak yang cukup tinggi. Namun jangan takut karena lemak pada alpukat mirip dengan lemak pada minyak zaitun yang sangat sehat. Lemak yang dikandung dalam alpukat adalah lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh. Lemak pada alpukat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.
Berikut ini penjelasan beberapa zat dalam alpukat atau avokad yang bermanfaat bagi tubuh kita:
Vitamin E dan vitamin A
Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.
Potasium atau Kalium
Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.
Lemak tak jenuh
Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.
Asam oleat
Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.
Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.
Zat Besi dan Tembaga
Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.
Mineral Mangaan dan Seng
Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.
Hidup Sehat dengan Alpukat

Di beberapa bagian dunia, buah ini dianggap sebagai salah satu buah eksotis dan langka. Mungkin alpukat telah memainkan peranan penting dalam diet makanan Anda. Setelah merasa berbagai hidangan yang mengandung alpukat atau avokad, Anda mungkin dapat mengatakan bahwa buah ini benar-benar banyak manfaatnya dan juga buah yang lezat. (p-76)
Investigasi Sehat : Alpukat (Persea americana) — dalam Bahasa Indonesia baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut sebagai avokad — merupakan buah yang sering kita jumpai. Buah serbaguna ini memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi manusia. Ada banyak zat yang kaya manfaat yang terdapat di buah ini. Buah berwarna hijau ini sering dimanfaatkan untuk jus atau bahan dalam es campur maupun hidangan lainnya. Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukainya. Sebagian orang takut untuk mengkonsumsinya karena dianggap memiliki kandungan lemak yang tinggi. Apakah memang benar demikian? Apa saja manfaat dan khasiat alpukat atau avokad?
Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan coklat, jagung dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah alpukat atau avokad mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.
 Tips Cara Memilih Buah Alpukat
Sewaktu Anda pergi ke pasar untuk membeli alpukat, jangan pernah menilai matangnya sebuah alpukat dari warna kulitnya. Jika buah alpukat yang Anda temui berwarna lebih tua atau kecoklatan, belum tentu buah alpukat tersebut telah matang. Cobalah sedikit menekan buah alpukat tersebut. Jika terasa lebih lunak berarti buah itu sudah matang. 
Manfaat Alpukat
Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.
Dalam bidang kecantikan, buah alpukat juga sering digunakan sebagai masker wajah. Buah ini dianggap mampu membuat kulit lebih kencang. Buah alpukat juga bermanfaat untuk perawatan rambut misalnya sewaktu melakukan creambath.
Selain itu, sebagai buah, alpukat juga tentu bisa dinikmati sebagai hidangan yang lezat. Berbagai hidangan disajikan dengan menambah alpukat sebagai bagian dari hidangan tersebut.
 Zat Kaya Manfaat dalam Alpukat
Alpukat atau avokad memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.
Selain itu alpukat mengandung lemak yang cukup tinggi. Namun jangan takut karena lemak pada alpukat mirip dengan lemak pada minyak zaitun yang sangat sehat. Lemak yang dikandung dalam alpukat adalah lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh. Lemak pada alpukat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.
Berikut ini penjelasan beberapa zat dalam alpukat atau avokad yang bermanfaat bagi tubuh kita:
Vitamin E dan vitamin A
Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.
Potasium atau Kalium
Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.
Lemak tak jenuh
Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.
Asam oleat
Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.
Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.
Zat Besi dan Tembaga
Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.
Mineral Mangaan dan Seng
Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.
Hidup Sehat dengan Alpukat

Di beberapa bagian dunia, buah ini dianggap sebagai salah satu buah eksotis dan langka. Mungkin alpukat telah memainkan peranan penting dalam diet makanan Anda. Setelah merasa berbagai hidangan yang mengandung alpukat atau avokad, Anda mungkin dapat mengatakan bahwa buah ini benar-benar banyak manfaatnya dan juga buah yang lezat. (p-76)
Baca

Asyik Cari Ikan, Warga Madiun Temukan Jenglot

Madiun Kota, Investigasi : Asyik mencari ikan, Tukimin warga Jl. Singosari Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (5/1/16) menemukan jenglot di Bengawan Madiun. Penemuan jenglot tersebut sontak membuat geger warga Patihan.
Tukimin menemukan jenglot saat mencari ikan dengan menggunakan listrik atau setrum di Sungai Bengawan Madiun. Menurut dia, tiba-tiba kawat pada alat setrumnya menyentuh benda kotak seukuran dompet wanita. Setelah benda tersebut diangkat dan dibuka, Tukimin kaget ternyata isinya adalah jenglot.
“Saya awalnya tidak menyangka benda yang nyantol di alat setrum adalah kotak berisi jenglot. Kotak kayu itu seukuran dompet ibu-ibu. Setelah saya buka kotak tersebut, ternyata isi jenglot,” kata Tukimin, saat dijumpai wartawan di rumahnya, dikutip dar, Rabu (13/1/2016)
Tukimin mengaku sebelumnya pernah juga menemukan jenglot di Sungai Bengawan, namun tidak bisa menyebut secara pasti kronologi atau tanggal penemuan tersebut. Penemuan jenglot kali pertama, lanjut dia, saat mencari pasir di tepi Sungai Bangawan Madiun.
Karena dibeli, Tukimin menjelaskan, jenglot temuan pertama sudah berada di tangan orang lain. “Ini penemuan jenglot untuk kedua kalinya. Sebelumya saya pernah menemukan jenglot saat mencari pasir di Sungai Bengawan Madiun. Jenglot tersebut kemudian dibeli orang lain,” jelas Tukimin.
Saat disinggung nasib jenglot yang baru ditemukan juga di Sungai Bengawan Madiun, dia menyebut, sementara waktu akan disimpan terlebih dahulu di rumah. Pantauan Madiunpos.com, rumah Tukimin sempat ramai dikerubungi puluhan orang yang penasaran dan ingin menyaksikan dari dekat wujud benda yang dikabarkan tergolong makhluk gaib tersebut.

“Saya penasaran. Seperti apa wujud jenglot? Selama ini saya cuma mendengar namanya, tapi tidak pernah melihat secara langsung wujud jenglot,” kata Beny yang rela hadir di rumah Tukimin. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Asyik mencari ikan, Tukimin warga Jl. Singosari Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (5/1/16) menemukan jenglot di Bengawan Madiun. Penemuan jenglot tersebut sontak membuat geger warga Patihan.
Tukimin menemukan jenglot saat mencari ikan dengan menggunakan listrik atau setrum di Sungai Bengawan Madiun. Menurut dia, tiba-tiba kawat pada alat setrumnya menyentuh benda kotak seukuran dompet wanita. Setelah benda tersebut diangkat dan dibuka, Tukimin kaget ternyata isinya adalah jenglot.
“Saya awalnya tidak menyangka benda yang nyantol di alat setrum adalah kotak berisi jenglot. Kotak kayu itu seukuran dompet ibu-ibu. Setelah saya buka kotak tersebut, ternyata isi jenglot,” kata Tukimin, saat dijumpai wartawan di rumahnya, dikutip dar, Rabu (13/1/2016)
Tukimin mengaku sebelumnya pernah juga menemukan jenglot di Sungai Bengawan, namun tidak bisa menyebut secara pasti kronologi atau tanggal penemuan tersebut. Penemuan jenglot kali pertama, lanjut dia, saat mencari pasir di tepi Sungai Bangawan Madiun.
Karena dibeli, Tukimin menjelaskan, jenglot temuan pertama sudah berada di tangan orang lain. “Ini penemuan jenglot untuk kedua kalinya. Sebelumya saya pernah menemukan jenglot saat mencari pasir di Sungai Bengawan Madiun. Jenglot tersebut kemudian dibeli orang lain,” jelas Tukimin.
Saat disinggung nasib jenglot yang baru ditemukan juga di Sungai Bengawan Madiun, dia menyebut, sementara waktu akan disimpan terlebih dahulu di rumah. Pantauan Madiunpos.com, rumah Tukimin sempat ramai dikerubungi puluhan orang yang penasaran dan ingin menyaksikan dari dekat wujud benda yang dikabarkan tergolong makhluk gaib tersebut.

“Saya penasaran. Seperti apa wujud jenglot? Selama ini saya cuma mendengar namanya, tapi tidak pernah melihat secara langsung wujud jenglot,” kata Beny yang rela hadir di rumah Tukimin. (p-76)
Baca

Tanam Ratusan Pohon, Untuk Wujudkan Serapan Air

Madiun, Investigasi : Salah satu upaya untuk menghijaukan kembali hutan yang telah gundul sehingga penyerapan air bisa maksimal adalah dengan menanaminya dengan pepohonan atau melakukan penghijauan. Hal inilah yang dilakukan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom bersama Djoko Setijono, Ketua DPRD Kabupaten Madiun. Selasa (12/1/16).
Acara yang diselenggarakan oleh pihak Kodim 0803 Madiun ini dilaksanakan di Lapangan Tembak yang bertempat di lereng Gunung Kendil, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Tampak hadir Komandan Kodim 0803 Madiun, Letkol. Inf. Rachman Fikri, Anggota Forpimda Kab. Madiun, Adm. Perhutani di Madiun, anggota TNI/POLRI dan juga anggota Perbakin Madiun.
 Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf. Rachman Fikri, mengatakan, bahwa kegiatan penghijauan yang diselenggarakan pada saat ini merupakan salah satu upaya dari Kodim 0803 Madiun untuk mewujudkan daerah serapan air disekitar lapangan tembak/ Gunung Kendil ini. Melalui kegiatan memanam pohon ini diharapkan kedepannya kawasan lapangan tembak Kodim 0803 Madiun di gunung Kendil ini mampu menyediakan sumber air yang bermanfaat bagi kita semua baik untuk konsumsi, pertanian maupun usaha pemancingan ikan. Sehingga pada akhirnya nanti kawasan gunung Kendil ini bisa menjadi wahana wisata keluarga yang indah, asri dan nyaman bagi keluarga.
 Sementara itu, Bupati Madiun H. Muhtarom, mengatakan, bahwa penhijauan yang kita lakukan saat ini akan dinikmati hasilnya oleh anak cucu kita. Untuk itu kegiatan penghijauan ini harus dilakukan terus menerus, jangan hanya sekedar mengikuti evoria saja. Setelah kita menanam hari ini, hendaknya diadakan kegiatan lanjutan yaitu merawat dan memelihara dan menjaga tanaman yang kita tanam. Biarpun sedikit kalau dirawat dengan baik, tentunya akan bermanfaat bagi kita semua utamanya menyediaan mata air untuk anak cucu kita. Seperti kita ketahui bersama, bahwa saat ini air permukaan kita selalu mengalami penurunan.
Agar impian untuk menjadikan lapangan tembak Kodim 0803 Madiun ini sekaligus sebagai wana wisata, maka tidak ada salahnya kalau wilayah nya dibagi-bagi sesuai jumlah Koramil yang ada di Madiun. Setiap Koramil diwajibkan merawat tanaman di kavlingnya masing-masing sehingga tanaman yang kita tanam pada hari ini akan tumbuh subur sesuai apa yang kita inginkan.

 Jumlah tanaman yang ditanam pada kesempatan ini sebanyak 750 botang terdiri jenis kayu Mahoni sebanyak 600 batang dan jenis Trembesi sebanyak 150 batang. (p-76)
Madiun, Investigasi : Salah satu upaya untuk menghijaukan kembali hutan yang telah gundul sehingga penyerapan air bisa maksimal adalah dengan menanaminya dengan pepohonan atau melakukan penghijauan. Hal inilah yang dilakukan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom bersama Djoko Setijono, Ketua DPRD Kabupaten Madiun. Selasa (12/1/16).
Acara yang diselenggarakan oleh pihak Kodim 0803 Madiun ini dilaksanakan di Lapangan Tembak yang bertempat di lereng Gunung Kendil, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Tampak hadir Komandan Kodim 0803 Madiun, Letkol. Inf. Rachman Fikri, Anggota Forpimda Kab. Madiun, Adm. Perhutani di Madiun, anggota TNI/POLRI dan juga anggota Perbakin Madiun.
 Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf. Rachman Fikri, mengatakan, bahwa kegiatan penghijauan yang diselenggarakan pada saat ini merupakan salah satu upaya dari Kodim 0803 Madiun untuk mewujudkan daerah serapan air disekitar lapangan tembak/ Gunung Kendil ini. Melalui kegiatan memanam pohon ini diharapkan kedepannya kawasan lapangan tembak Kodim 0803 Madiun di gunung Kendil ini mampu menyediakan sumber air yang bermanfaat bagi kita semua baik untuk konsumsi, pertanian maupun usaha pemancingan ikan. Sehingga pada akhirnya nanti kawasan gunung Kendil ini bisa menjadi wahana wisata keluarga yang indah, asri dan nyaman bagi keluarga.
 Sementara itu, Bupati Madiun H. Muhtarom, mengatakan, bahwa penhijauan yang kita lakukan saat ini akan dinikmati hasilnya oleh anak cucu kita. Untuk itu kegiatan penghijauan ini harus dilakukan terus menerus, jangan hanya sekedar mengikuti evoria saja. Setelah kita menanam hari ini, hendaknya diadakan kegiatan lanjutan yaitu merawat dan memelihara dan menjaga tanaman yang kita tanam. Biarpun sedikit kalau dirawat dengan baik, tentunya akan bermanfaat bagi kita semua utamanya menyediaan mata air untuk anak cucu kita. Seperti kita ketahui bersama, bahwa saat ini air permukaan kita selalu mengalami penurunan.
Agar impian untuk menjadikan lapangan tembak Kodim 0803 Madiun ini sekaligus sebagai wana wisata, maka tidak ada salahnya kalau wilayah nya dibagi-bagi sesuai jumlah Koramil yang ada di Madiun. Setiap Koramil diwajibkan merawat tanaman di kavlingnya masing-masing sehingga tanaman yang kita tanam pada hari ini akan tumbuh subur sesuai apa yang kita inginkan.

 Jumlah tanaman yang ditanam pada kesempatan ini sebanyak 750 botang terdiri jenis kayu Mahoni sebanyak 600 batang dan jenis Trembesi sebanyak 150 batang. (p-76)
Baca

Keraton Wirotho, Salah Satu Kerajaan Purwa Di Jawa

Ngawi, Investigasi : Sebagaimana telah kita informasikan sebelumnya bahwa Ngawi mempunyai beberapa tempat wisata yang belum ter-ekspose, belum dirawat, dan belum dijadikan sebagai icon untuk menarik para wisatawan datang ke Ngawi. Salah satu objek wisata yang sangat fenomenal ini adalah Petilasan Keraton Wirotho. Petilasan ini termasuk kerajaan purwa yang terdapat di tanah jawa, kemudian masyarakat sekitar menyebutnya dengan sebutan Wirotho Ghoib.
Petilasan ini terletak di desa Tanjungsari, kecamatan Jogorogo, tentunya di Ngawi kita tercinta, Jawa Timur. Bagi anda yang penasaran dengan petilasan ini, disarankan untuk segera mengunjunginya, karena panorama alamnya sungguh menakjubkan, anda akan melewati hutan tebu yang berjejeran.
Petilasan Keraton Wirotho ini biasanya digunakan untuk acara meditasi dan tirakatan juga. Konon katanya petilasan ini di temukan oleh salah satu kerabat dari Keraton Mangkunegara Surakarta, dan dikenal dengan sebutan Wilmiyah Kusuma Pranala.
Di Petilasan Keraton Wirotho ini ternyata terdapat Lingga Yoni yang tersimpan di dalamnya. Menakjukan bukan? disini juga terdapat penginapan loh, buat anda yang kemalaman. Jika anda memasuki wilayah ini, anda akan merasakan kemistisan dari wilayah ini.
Dahulu terdapat keluarga yang konon katanya dipercayai pernah singgah dan berdiam diri di petilasan ini. Siapa saja sih yang pernah tinggal di tempat ini? Jadi konon dahulu kala itu, keluarga Ratu Wirotho Prabu Maksopati, yaitu Dewi Roro Manis, Seto, Utopo, Wiratsongko, dan Dewi Durgandini.

Mari ajak keluarga tercinta, teman, kerabat, dan saudara untuk mengunjungi tempat bersejarah ini, sebagai wujud perhatian kita ke budaya dan sejarah lama.
Ngawi, Investigasi : Sebagaimana telah kita informasikan sebelumnya bahwa Ngawi mempunyai beberapa tempat wisata yang belum ter-ekspose, belum dirawat, dan belum dijadikan sebagai icon untuk menarik para wisatawan datang ke Ngawi. Salah satu objek wisata yang sangat fenomenal ini adalah Petilasan Keraton Wirotho. Petilasan ini termasuk kerajaan purwa yang terdapat di tanah jawa, kemudian masyarakat sekitar menyebutnya dengan sebutan Wirotho Ghoib.
Petilasan ini terletak di desa Tanjungsari, kecamatan Jogorogo, tentunya di Ngawi kita tercinta, Jawa Timur. Bagi anda yang penasaran dengan petilasan ini, disarankan untuk segera mengunjunginya, karena panorama alamnya sungguh menakjubkan, anda akan melewati hutan tebu yang berjejeran.
Petilasan Keraton Wirotho ini biasanya digunakan untuk acara meditasi dan tirakatan juga. Konon katanya petilasan ini di temukan oleh salah satu kerabat dari Keraton Mangkunegara Surakarta, dan dikenal dengan sebutan Wilmiyah Kusuma Pranala.
Di Petilasan Keraton Wirotho ini ternyata terdapat Lingga Yoni yang tersimpan di dalamnya. Menakjukan bukan? disini juga terdapat penginapan loh, buat anda yang kemalaman. Jika anda memasuki wilayah ini, anda akan merasakan kemistisan dari wilayah ini.
Dahulu terdapat keluarga yang konon katanya dipercayai pernah singgah dan berdiam diri di petilasan ini. Siapa saja sih yang pernah tinggal di tempat ini? Jadi konon dahulu kala itu, keluarga Ratu Wirotho Prabu Maksopati, yaitu Dewi Roro Manis, Seto, Utopo, Wiratsongko, dan Dewi Durgandini.

Mari ajak keluarga tercinta, teman, kerabat, dan saudara untuk mengunjungi tempat bersejarah ini, sebagai wujud perhatian kita ke budaya dan sejarah lama.
Baca

Khasiat Mentimun Untuk Menjaga kesehatan Tubuh

Investigasi Sehat : Mentimun adalah jenis tanaman yang bisa dimakan yang berasal dari berbagai jenis labu-labuan. Selain untuk makanan mentimun juga bermnfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, kanker, menurunkan dehidrasi serta menurunkan tekanan darah tinggi. 
Mentimun kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium, bila dicampur dengan jus wortel, mereka bisa meredakan encok dan nyeri artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.
Berikut Adalah Manfaat Mentimun untuk Kesehatan :
1.      Menurunkan Tekanan Darah
Didalam mentimun terkandung potasium, magnesium dan serat yang mampu menjaga tekanan darah anda dengan normal.
2.      Melawan Kanker
Mentimun mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol - sehingga dengan kandungan ini mampu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker prostat, kanker rahim, dan kanker ovarium.
3.      Meringankan Sakit Asam Urat dan Rematik
Mentimun kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium, bila dicampur dengan jus wortel, mereka bisa meredakan encok dan nyeri artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.
4.      Menyembuhkan Diabetes
Jus mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin.
5.      Mengurangi Kolesterol
Para peneliti menemukan bahwa beberapa senyawa yang disebut sterol dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol.

Itulah manfaat khasiat mentimun untuk kesehatan tubuh yang perlu kita ketahui untuk pengobatan tradisional alami yang sangat banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat untuk semua. (p-76)
Investigasi Sehat : Mentimun adalah jenis tanaman yang bisa dimakan yang berasal dari berbagai jenis labu-labuan. Selain untuk makanan mentimun juga bermnfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, kanker, menurunkan dehidrasi serta menurunkan tekanan darah tinggi. 
Mentimun kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium, bila dicampur dengan jus wortel, mereka bisa meredakan encok dan nyeri artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.
Berikut Adalah Manfaat Mentimun untuk Kesehatan :
1.      Menurunkan Tekanan Darah
Didalam mentimun terkandung potasium, magnesium dan serat yang mampu menjaga tekanan darah anda dengan normal.
2.      Melawan Kanker
Mentimun mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol - sehingga dengan kandungan ini mampu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker prostat, kanker rahim, dan kanker ovarium.
3.      Meringankan Sakit Asam Urat dan Rematik
Mentimun kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium, bila dicampur dengan jus wortel, mereka bisa meredakan encok dan nyeri artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.
4.      Menyembuhkan Diabetes
Jus mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin.
5.      Mengurangi Kolesterol
Para peneliti menemukan bahwa beberapa senyawa yang disebut sterol dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol.

Itulah manfaat khasiat mentimun untuk kesehatan tubuh yang perlu kita ketahui untuk pengobatan tradisional alami yang sangat banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat untuk semua. (p-76)
Baca

OROK MENGAMBANG DI SUNGAI GEGERKAN NGARIBOYO - MAGETAN.

Magetan, Investigasi : Penemuan mayat bayi yang mengambang di sungai Desa Mojopurno, Ngariboyo, Magetan menggemparkan penduduk disekitar lokasi penemuan mayat bayi tersebut. Lalu siapa yang tega membuang  bayi mungil tanpa dosa tersebut.
Menurut Marni, salah seorang saksi yang juga warga Dusun Mojopurno, Ngariboyo. Mengatakan bermula dari kecurigaannya pada sesuatu yang mengambang di sungai, menyerupai boneka yang terbawa arus sungai depan rumahnya  itu.
Lantas ia menunggu sampai dekat sesosok tadi. Setelah dekat kecurigaan Marmi ternyata benar bahwa benda yang mengambang tersebut adalah orok bukan boneka. “Saya lantas memanggil warga yang lain untuk menepikan orok tadi. Dan melaporkannya ke polsek Ngariboyo,” ungkap Marni pada Koran ini.
Sementara itu menurut  keterangan Kapolsek Ngariboyo, AKP. Wukir Dwi Siswanto. membenarkan telah di temukan sesosok orok yang kemungkinan sengaja di buang di sungai. Orok berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan warga sekitar jam 07.00 Wib. Di desa mojopurno ngariboyo itu dalam keadaan meninggal dan membusuk. Selanjutnya jenazah kita bawa ke RSUD dr. Saidiman untuk divisum.
"Dari hasil visum  yang didapat dr dokter orok jenis kelamin perempuan tersebut berusia 9 bulanan diperkirakan sudah meninggal sejak 2 sampai 3 harian yang lalu." Ujar Wukir

Untuk mengungkap motif pembuangan bayi tersebut, kini pihak kepolisi kini memburu siapa si ibu jabang bayi yang sudah tega  membuang anaknya tersebut. (md)
Magetan, Investigasi : Penemuan mayat bayi yang mengambang di sungai Desa Mojopurno, Ngariboyo, Magetan menggemparkan penduduk disekitar lokasi penemuan mayat bayi tersebut. Lalu siapa yang tega membuang  bayi mungil tanpa dosa tersebut.
Menurut Marni, salah seorang saksi yang juga warga Dusun Mojopurno, Ngariboyo. Mengatakan bermula dari kecurigaannya pada sesuatu yang mengambang di sungai, menyerupai boneka yang terbawa arus sungai depan rumahnya  itu.
Lantas ia menunggu sampai dekat sesosok tadi. Setelah dekat kecurigaan Marmi ternyata benar bahwa benda yang mengambang tersebut adalah orok bukan boneka. “Saya lantas memanggil warga yang lain untuk menepikan orok tadi. Dan melaporkannya ke polsek Ngariboyo,” ungkap Marni pada Koran ini.
Sementara itu menurut  keterangan Kapolsek Ngariboyo, AKP. Wukir Dwi Siswanto. membenarkan telah di temukan sesosok orok yang kemungkinan sengaja di buang di sungai. Orok berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan warga sekitar jam 07.00 Wib. Di desa mojopurno ngariboyo itu dalam keadaan meninggal dan membusuk. Selanjutnya jenazah kita bawa ke RSUD dr. Saidiman untuk divisum.
"Dari hasil visum  yang didapat dr dokter orok jenis kelamin perempuan tersebut berusia 9 bulanan diperkirakan sudah meninggal sejak 2 sampai 3 harian yang lalu." Ujar Wukir

Untuk mengungkap motif pembuangan bayi tersebut, kini pihak kepolisi kini memburu siapa si ibu jabang bayi yang sudah tega  membuang anaknya tersebut. (md)
Baca

Asal Muasal Kadipaten Gendingan

Ngawi, Investigasi : Gendingan merupakan sebuah wilatah di Kabupaten Ngawi yang mempunyai tempat khusus disaat Kabupaten Ngawi melaksanakan perayaan untuk Hari Jadinya. Hal ini disebabkan sejarah karena dulunya Gendingan merupakan Kadipaten yang berdiri sendiri dan terlepas dari Kabupaten Ngawi
Pada jaman dahulu hiduplah seorang lelaki yang bernama Ki Ageng Jogorogo. Dia adalah seorang petani yang terkenal karena kealimannya serta mempunyai sifat yang sopan santun sehingga Ki Ageng Jogorogo sangat dihormati oleh masyarakat yang bermukim di sepanjang tepian Bengawan Solo.
Diketahui bahwa Ki ageng Jogorogo merupakan putra kinasih dari Panembahan Pamekasan di Madiun atau yamg lebih dikenal sebagai Pangeran Purboyo atau cucu dari Raden Patah sang pendiri Kerajaan Demak Bintoro.
Dikisahkan, suatu hari, Ki Ageng Jogorogo sedang menggarap sawah bersama para petani yang lain ditepian Bengawan Solo, Nampak sebuah kapal besar tengah mendekat dan berhenti. Setelah diperhatikan, kapal besar tersebut adalah milik seorang raja yang tengah melihat-lihat wilayah.
Entah bagaimana asal muasalnya, sang raja yang sedang control wilayah nampaknya berkenan dengan perilaku dari Ki Ageng Jogorogo yang sopan santun. Lantas sang raja tersebut mengundang Ki Ageng Jogorogo untuk dating menemuinya di kerajaan (diduga kerajaan tersebut adalah Kerajaan Mataram di Kartosuro). Karena raja melihat bahwa Ki Ageng Jogorogo mempunyai bakat seorang pemimpin.
Karena yang mengundang adalah raja, maka Ki Ageng Jogorogo berangkat ke kerajaan. Singkat cerita, Ki Ageng Jogorogo diberikan harta yang banyak dan seorang perempuan yang merupakan garwa ampil (selir) dari sang raja. Dimasa tersebut, pemberian dari sang raja merupakan bentuk penghormatan dari raja terhadap jasa-jasa seseorang. Namun, perempuan yang diberikan sang raja sudah dalam keadaan mengandung
Perempuan yang merupakan garwa selir dari sang raja ini beberapa bulan kemudian melahirkan anak laki-laki. Sesuai dengan pesan sang raja, maka Ki Ageng Jogorogo tetap merawatnya dengan baik dan sepenuh hati. Anak laki-laki tersebut di didik seperti anaknya sendiri. Setelah dewasa, anak laki-laki tersebut diantarkan ke kerajaan. Sang raja pun memberikan wilayah setingkat dengan kadipaten yang berkedudukan di wilayah Gendingan. Pemuda tersebut lantas mendapatkan gelar KRTA Arya Kertonegoro.
Setelah dilantik menjadi Adipati, Arya Kertonegoro pun berusaha menjalankan roda pemerintahan dengan sebaik-baiknya. Namun karena wilayah kadipatennya tidak jelas maka Adipati Kertonegoro sering terlibat konflik dengan VOC yang kala itu bercokol di Magetan.
Perselisihan itu semakin meruncing sehinga keduanya saling benci dan akan saling serang. VOC yang dibantu oleh beberapa Adipati yang bersedia berkomplot hendak membunuh Adipati Kertonegoro. Mereka bersiasat ingin membunuh Adipati Kertonegoro dalam perundingan di wilayah Ngawi. (versi lain, Adipati Kertonegoro diundang dalam acara tayub).
Siasat tersebut gagal karena Adipati Kertonegoro bisa meloloskan diri dan mengadakan perlawanan. Karena marah, VOC lantas menyerbu ke Kadipaten Gendingan namun berulangkali mengalami kegagalan.
Beberapa kali bertempur, panglima perang yang juga merupakan Patih Gendingan yaitu Ronggolono tewas karena pengkhianatan. Patih legendaries tersebut tewas ketika terlibat pertempuran di tepian sungai yang sekarang dinamakan Kajangan.
Mengetahui hal tersebut, Adipati Kertonegoro akhirnya menyingkir bersama sisa-sisa pasukannya. Setelah bisa menyusun kekuatan penuh, Adipati Kertonegoro balik menyerang VOC dan akhirnya menang. Namun setelah perang usai, Adipati Kertonegoro bersedih hati karena melihat Kadipaten Gendingan sudah porak poranda. Akhirnya Adipati Kertonegoro memutuskan untuk mundur dan mengasingkan diri kedaerah Sine hingga akhir hayatnya.

Kini Gendingan menjadi sebuah kota kecil tempat transit bus-bus antar kota dan tempat agen-agen bus jurusan Surabaya Bandung Jakarta dan menjadi wilayah Kabupaten Ngawi. Untuk mengenang jasa dari Adipati Arya Kertonegoro, maka Terminal Ngawi pun di namakan Terminal Kertonegoro. (p-76)
Ngawi, Investigasi : Gendingan merupakan sebuah wilatah di Kabupaten Ngawi yang mempunyai tempat khusus disaat Kabupaten Ngawi melaksanakan perayaan untuk Hari Jadinya. Hal ini disebabkan sejarah karena dulunya Gendingan merupakan Kadipaten yang berdiri sendiri dan terlepas dari Kabupaten Ngawi
Pada jaman dahulu hiduplah seorang lelaki yang bernama Ki Ageng Jogorogo. Dia adalah seorang petani yang terkenal karena kealimannya serta mempunyai sifat yang sopan santun sehingga Ki Ageng Jogorogo sangat dihormati oleh masyarakat yang bermukim di sepanjang tepian Bengawan Solo.
Diketahui bahwa Ki ageng Jogorogo merupakan putra kinasih dari Panembahan Pamekasan di Madiun atau yamg lebih dikenal sebagai Pangeran Purboyo atau cucu dari Raden Patah sang pendiri Kerajaan Demak Bintoro.
Dikisahkan, suatu hari, Ki Ageng Jogorogo sedang menggarap sawah bersama para petani yang lain ditepian Bengawan Solo, Nampak sebuah kapal besar tengah mendekat dan berhenti. Setelah diperhatikan, kapal besar tersebut adalah milik seorang raja yang tengah melihat-lihat wilayah.
Entah bagaimana asal muasalnya, sang raja yang sedang control wilayah nampaknya berkenan dengan perilaku dari Ki Ageng Jogorogo yang sopan santun. Lantas sang raja tersebut mengundang Ki Ageng Jogorogo untuk dating menemuinya di kerajaan (diduga kerajaan tersebut adalah Kerajaan Mataram di Kartosuro). Karena raja melihat bahwa Ki Ageng Jogorogo mempunyai bakat seorang pemimpin.
Karena yang mengundang adalah raja, maka Ki Ageng Jogorogo berangkat ke kerajaan. Singkat cerita, Ki Ageng Jogorogo diberikan harta yang banyak dan seorang perempuan yang merupakan garwa ampil (selir) dari sang raja. Dimasa tersebut, pemberian dari sang raja merupakan bentuk penghormatan dari raja terhadap jasa-jasa seseorang. Namun, perempuan yang diberikan sang raja sudah dalam keadaan mengandung
Perempuan yang merupakan garwa selir dari sang raja ini beberapa bulan kemudian melahirkan anak laki-laki. Sesuai dengan pesan sang raja, maka Ki Ageng Jogorogo tetap merawatnya dengan baik dan sepenuh hati. Anak laki-laki tersebut di didik seperti anaknya sendiri. Setelah dewasa, anak laki-laki tersebut diantarkan ke kerajaan. Sang raja pun memberikan wilayah setingkat dengan kadipaten yang berkedudukan di wilayah Gendingan. Pemuda tersebut lantas mendapatkan gelar KRTA Arya Kertonegoro.
Setelah dilantik menjadi Adipati, Arya Kertonegoro pun berusaha menjalankan roda pemerintahan dengan sebaik-baiknya. Namun karena wilayah kadipatennya tidak jelas maka Adipati Kertonegoro sering terlibat konflik dengan VOC yang kala itu bercokol di Magetan.
Perselisihan itu semakin meruncing sehinga keduanya saling benci dan akan saling serang. VOC yang dibantu oleh beberapa Adipati yang bersedia berkomplot hendak membunuh Adipati Kertonegoro. Mereka bersiasat ingin membunuh Adipati Kertonegoro dalam perundingan di wilayah Ngawi. (versi lain, Adipati Kertonegoro diundang dalam acara tayub).
Siasat tersebut gagal karena Adipati Kertonegoro bisa meloloskan diri dan mengadakan perlawanan. Karena marah, VOC lantas menyerbu ke Kadipaten Gendingan namun berulangkali mengalami kegagalan.
Beberapa kali bertempur, panglima perang yang juga merupakan Patih Gendingan yaitu Ronggolono tewas karena pengkhianatan. Patih legendaries tersebut tewas ketika terlibat pertempuran di tepian sungai yang sekarang dinamakan Kajangan.
Mengetahui hal tersebut, Adipati Kertonegoro akhirnya menyingkir bersama sisa-sisa pasukannya. Setelah bisa menyusun kekuatan penuh, Adipati Kertonegoro balik menyerang VOC dan akhirnya menang. Namun setelah perang usai, Adipati Kertonegoro bersedih hati karena melihat Kadipaten Gendingan sudah porak poranda. Akhirnya Adipati Kertonegoro memutuskan untuk mundur dan mengasingkan diri kedaerah Sine hingga akhir hayatnya.

Kini Gendingan menjadi sebuah kota kecil tempat transit bus-bus antar kota dan tempat agen-agen bus jurusan Surabaya Bandung Jakarta dan menjadi wilayah Kabupaten Ngawi. Untuk mengenang jasa dari Adipati Arya Kertonegoro, maka Terminal Ngawi pun di namakan Terminal Kertonegoro. (p-76)
Baca

Sirsat Bagus Untuk Pengobatan Herbal

Investigasi Sehat : Tanaman sirsak atau annona muricata adalah jenis tanaman yang berasa dari daerah Amerika Tengah lebih spesifiknya di Karibia. Dari banyak hasil penelitian, buah dan daun sirsak memilik banyak manfaat untuk kesehatan. Buah sirsak banyak mengandung fruktosa, vitamin B1,B2, dan vitamin C. Daun sirsak banyak dimanfaatkan untuk pengobatan herbal mengingat banyak sekali kandungan di dalamnya seperti muricapentocin, gigantetronin, linoleic acid, anomurine, caclourine, gentisic acid, annomuricin, anonol, annocatalin, annonacin, acetogenins, annocatacin dan annohexocin yang sangat bermanfaat bagi pengobatan. Berikut ini adalah manfaat dan khasiat dari buah dan daun sirsak:
1. Sirsak Untuk Penyakit Kanker: 
Bahan: 10 lembar daun sirsak yang sudah tua direbus ke dalam 3 gelas air sampai mendidih sehingga tinggal 1 gelas tersisa. Saring air hasil rebusan tersebut kemudian minum 2 kali dalam 1 hari. Dengan minum secara teratur maka akan bermanfaat untuk membunuh sel-sel yang tidak normal dan membiarkan sel yang normal tumbuh dengan baik.
2. Sirsak Untuk Sakit Pinggang: Rebus 20 lembar daun sirsak yang sudah tua ke dalam 5 gelas air bersih sampai mendidih hingga tersisa kira-kira 3 gelas. Saring hasil rebusannya dan minum satu kali sehari.
3. Buah Sirsak Untuk Bayi Mencret: Peras buah sirsak yang telah masak, kemudian disaring. Dosis untuk bayi adalah 3 sendok makan setiap hari.
4. Untuk Ambeien: Peras buah sirsak yang telah masak, kemudian disaring. Dosis minum 1 gelas perasan sirsak sebanyak 2 kali sehari.
5. Mengatasi Bisul: Tempelkan 6-10 daun sirsak yang masih muda ke tempat bisul sampai bisulnya kering.
6. Mengatasi Anyang-anyangen: Rebus buah sirsak setengah masak dengan gula pasir secukupnya ke dalam 2 gelas air. Setelah mendidih kemudian saring dan didinginkan kemudian diminum
7. Sakit Pada Kandung Air Seni: Campur buah sirsak setengah masak dengan garam dapur dan gula pasir secukupnya. Dimasak seperti membuat kolak kemudian dimakan dengan dosis 1 kali sehari.
8. Buah Sirsak Untuk Penyakit Liver: Minum jus sirsak selama seminggu penuh tanpa memakan makanan yang lain.

9. Daun Sirsak untuk Eksim dan Rematik: Tumbuk beberapa helai daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian yang sakit hingga tidak terasa sakit lagi. (p-76)
Investigasi Sehat : Tanaman sirsak atau annona muricata adalah jenis tanaman yang berasa dari daerah Amerika Tengah lebih spesifiknya di Karibia. Dari banyak hasil penelitian, buah dan daun sirsak memilik banyak manfaat untuk kesehatan. Buah sirsak banyak mengandung fruktosa, vitamin B1,B2, dan vitamin C. Daun sirsak banyak dimanfaatkan untuk pengobatan herbal mengingat banyak sekali kandungan di dalamnya seperti muricapentocin, gigantetronin, linoleic acid, anomurine, caclourine, gentisic acid, annomuricin, anonol, annocatalin, annonacin, acetogenins, annocatacin dan annohexocin yang sangat bermanfaat bagi pengobatan. Berikut ini adalah manfaat dan khasiat dari buah dan daun sirsak:
1. Sirsak Untuk Penyakit Kanker: 
Bahan: 10 lembar daun sirsak yang sudah tua direbus ke dalam 3 gelas air sampai mendidih sehingga tinggal 1 gelas tersisa. Saring air hasil rebusan tersebut kemudian minum 2 kali dalam 1 hari. Dengan minum secara teratur maka akan bermanfaat untuk membunuh sel-sel yang tidak normal dan membiarkan sel yang normal tumbuh dengan baik.
2. Sirsak Untuk Sakit Pinggang: Rebus 20 lembar daun sirsak yang sudah tua ke dalam 5 gelas air bersih sampai mendidih hingga tersisa kira-kira 3 gelas. Saring hasil rebusannya dan minum satu kali sehari.
3. Buah Sirsak Untuk Bayi Mencret: Peras buah sirsak yang telah masak, kemudian disaring. Dosis untuk bayi adalah 3 sendok makan setiap hari.
4. Untuk Ambeien: Peras buah sirsak yang telah masak, kemudian disaring. Dosis minum 1 gelas perasan sirsak sebanyak 2 kali sehari.
5. Mengatasi Bisul: Tempelkan 6-10 daun sirsak yang masih muda ke tempat bisul sampai bisulnya kering.
6. Mengatasi Anyang-anyangen: Rebus buah sirsak setengah masak dengan gula pasir secukupnya ke dalam 2 gelas air. Setelah mendidih kemudian saring dan didinginkan kemudian diminum
7. Sakit Pada Kandung Air Seni: Campur buah sirsak setengah masak dengan garam dapur dan gula pasir secukupnya. Dimasak seperti membuat kolak kemudian dimakan dengan dosis 1 kali sehari.
8. Buah Sirsak Untuk Penyakit Liver: Minum jus sirsak selama seminggu penuh tanpa memakan makanan yang lain.

9. Daun Sirsak untuk Eksim dan Rematik: Tumbuk beberapa helai daun sirsak sampai halus dan tempelkan di bagian yang sakit hingga tidak terasa sakit lagi. (p-76)
Baca

Benteng Van De Bosch, Untuk Pertahanan Tentara Belanda Di Ngawi

Ngawi, Investigasi : Benteng Van den Bosch, atau yang lebih dikenal sebagai Benteng Pendem adalah benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Benteng ini memiliki ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau. Yakni dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi ke arah timur laut yang berjarak sekitar kurang lebih 1km. Letak benteng ini sangat strategis karena berada di sudut pertemuan sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Benteng ini dulu sengaja dibuat lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar terpendam.
Menurut sejarahnya Benteng ini dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1839 – 1845 dengan nama Font Van Den Bosch, dulunya benteng tersebut di bangun pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Font Van Den Bosch.
Lokasi benteng ini terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Bangunan benteng ini bertingkat yang terdiri dari pintu gerbang utama, ratusan kamar untuk para tentara, ruangan untuk seorang kolonel dan ruang komando yang depannya berupa halaman rumput, dan beberapa ruangan yang dulunya diyakini sebagai kandang kuda. Oleh karena itu, benteng ini oleh masyarakat sekitar dikenal juga dengan sebutan benteng pendem, dan juga dikelilingi parit yang lebarnya 15 meter dan dalamnya 2 meter.
Dipilihnya lokasi pembangunan benteng di situ karena mengingat Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun kala itu merupakan jalur lalu lintas sungai yang dapat dilayari oleh perahu-perahu yang cukup besar sampai jauh ke bagian hulu.
Perahu tersebut memuat berbagai macam hasil bumi yang berupa rempah-rempah dan palawija dari Surakarta-Ngawi menuju Bandar Gresik, demikian juga Madiun-Ngawi dengan tujuan yang sama. Pada abad 19, Kota Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan pusat pertahanan para pejuang di Kabupaten Madiun, Ngawi, dan sekitarnya.
Perlawanan melawan Belanda yang berkorbar di daerah, dipimpin oleh kepala daerah setempat. Di Kabupaten Madiun, dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo, dan di daerah Ngawi dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo, serta salah satu pengikut Pangeran Diponegoro bernama Wirontani pada tahun 1825, Kota Ngawi berhasil direbut dan diduduki. Untuk mempertahankan kedudukan dari fungsi strategis Kota Ngawi serta menguasai jalur-jalur perdagangan, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda membangun benteng Van Den Bosch, yang dihuni oleh tentara Belanda sebanyak 250 orang bersenjatakan bedil, 6 meriam api, dan 60 orang kavaleri yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van Den Bosch.
Pada bagian selatan benteng keadaannya hancur karena serangan bom jepang. Tujuan di bangunnya benteng tersebut yaitu untuk menghambat atau menangkal pasukan penyerang diponegoro terhadap belanda. Di dalam benteng tersebut terdapat salah satu bukti yaitu terdapat makam salah satu anak buah diponegoro di dalam kantor utama dalam Benteng Van Den Bosch, yang bernama KH. Muhammad Nursalim. KH. Muhammad Nursalim adalah tokoh pejuang yang ditangkap Belanda dan di bawa ke Benteng tersebut, karena kesaktiannya beliau tidak mempan ditembak, akhirnya tentara Belanda mengubur hidup-hidup KH. Muhammad Nursalim didalam benteng tersebut pada tanggal 17 Agustus 1592. Beliau juga di yakini sebagai penyebar agama Islam pertama kali di wilayah Ngawi.
Untuk masuk ke sini cukup murah, hanya Rp 2000 saja. Karena memang tempat ini masih dikelola oleh warga setempat. Di depan benteng terdapat beberapa mobil yang digunakan perang oleh Belanda dahulu kala tetapi keadaanya masih lumayan bagus.

Di depan benteng juga di bangun taman bermain sehingga menambah keramaian tempat ini, disini juga banyak anak-anak motor cross yang memacu adrenalinya mengelilingi Benteng Van Den Bosch. Arsitektur benteng ini sebenarnya cukup bagus, tetapi sudah rusak sana sini hancur termakan usia. Sayangnya benteng ini tidak di kelola dengan baik, hingga di bagian belakang benteng ini di jadikan rumah kelelawar. (p-76)
Ngawi, Investigasi : Benteng Van den Bosch, atau yang lebih dikenal sebagai Benteng Pendem adalah benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Benteng ini memiliki ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau. Yakni dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi ke arah timur laut yang berjarak sekitar kurang lebih 1km. Letak benteng ini sangat strategis karena berada di sudut pertemuan sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Benteng ini dulu sengaja dibuat lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar terpendam.
Menurut sejarahnya Benteng ini dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1839 – 1845 dengan nama Font Van Den Bosch, dulunya benteng tersebut di bangun pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Font Van Den Bosch.
Lokasi benteng ini terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Bangunan benteng ini bertingkat yang terdiri dari pintu gerbang utama, ratusan kamar untuk para tentara, ruangan untuk seorang kolonel dan ruang komando yang depannya berupa halaman rumput, dan beberapa ruangan yang dulunya diyakini sebagai kandang kuda. Oleh karena itu, benteng ini oleh masyarakat sekitar dikenal juga dengan sebutan benteng pendem, dan juga dikelilingi parit yang lebarnya 15 meter dan dalamnya 2 meter.
Dipilihnya lokasi pembangunan benteng di situ karena mengingat Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun kala itu merupakan jalur lalu lintas sungai yang dapat dilayari oleh perahu-perahu yang cukup besar sampai jauh ke bagian hulu.
Perahu tersebut memuat berbagai macam hasil bumi yang berupa rempah-rempah dan palawija dari Surakarta-Ngawi menuju Bandar Gresik, demikian juga Madiun-Ngawi dengan tujuan yang sama. Pada abad 19, Kota Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan pusat pertahanan para pejuang di Kabupaten Madiun, Ngawi, dan sekitarnya.
Perlawanan melawan Belanda yang berkorbar di daerah, dipimpin oleh kepala daerah setempat. Di Kabupaten Madiun, dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo, dan di daerah Ngawi dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo, serta salah satu pengikut Pangeran Diponegoro bernama Wirontani pada tahun 1825, Kota Ngawi berhasil direbut dan diduduki. Untuk mempertahankan kedudukan dari fungsi strategis Kota Ngawi serta menguasai jalur-jalur perdagangan, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda membangun benteng Van Den Bosch, yang dihuni oleh tentara Belanda sebanyak 250 orang bersenjatakan bedil, 6 meriam api, dan 60 orang kavaleri yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van Den Bosch.
Pada bagian selatan benteng keadaannya hancur karena serangan bom jepang. Tujuan di bangunnya benteng tersebut yaitu untuk menghambat atau menangkal pasukan penyerang diponegoro terhadap belanda. Di dalam benteng tersebut terdapat salah satu bukti yaitu terdapat makam salah satu anak buah diponegoro di dalam kantor utama dalam Benteng Van Den Bosch, yang bernama KH. Muhammad Nursalim. KH. Muhammad Nursalim adalah tokoh pejuang yang ditangkap Belanda dan di bawa ke Benteng tersebut, karena kesaktiannya beliau tidak mempan ditembak, akhirnya tentara Belanda mengubur hidup-hidup KH. Muhammad Nursalim didalam benteng tersebut pada tanggal 17 Agustus 1592. Beliau juga di yakini sebagai penyebar agama Islam pertama kali di wilayah Ngawi.
Untuk masuk ke sini cukup murah, hanya Rp 2000 saja. Karena memang tempat ini masih dikelola oleh warga setempat. Di depan benteng terdapat beberapa mobil yang digunakan perang oleh Belanda dahulu kala tetapi keadaanya masih lumayan bagus.

Di depan benteng juga di bangun taman bermain sehingga menambah keramaian tempat ini, disini juga banyak anak-anak motor cross yang memacu adrenalinya mengelilingi Benteng Van Den Bosch. Arsitektur benteng ini sebenarnya cukup bagus, tetapi sudah rusak sana sini hancur termakan usia. Sayangnya benteng ini tidak di kelola dengan baik, hingga di bagian belakang benteng ini di jadikan rumah kelelawar. (p-76)
Baca

Buah Pepaya Untuk Menghapus Kelebihan Lemak

Investigasi Sehat : Pepaya adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Sunpride sendiri memiliki beberapa jenis pepaya, yaitu Pepaya Hawaii (Bentuknya agak bulat atau bulat panjang, kulit berwarna kuning cerah saat matang, daging buahnya agak tebal & berwarna kuning) dan Pepaya California (Daging buah tebal dan kenyal, buah tidak terlalu besar dgn rasa yg manis).
Buah pepaya  membawa banyak menfaat kesehatan bagi manusia dengan kandungan nutrisi yang dibawanya. Christopher Columbus bahkan menjuluki buah yang satu ini sebagai “Fruit of the angels” atau buah para malaikat karena rasanya yang lezat dan khasiatnya yang luar biasa.
Selain dikenal sebagai buah para malaikat, Pepaya juga kadung populer sebagai “Power fruit for women” atau buah yang sangat hebat untuk perempuan. Kenapa? Karena manfaat buah pepaya sangat baik bagi kaum hawa. Mau tahu apa saja manfaat buah pepaya untuk perempuan? Mari simak ulasan berikut ini :
Enzim Papain pada buah pepaya yang masih muda dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pepaya yang sudah matang. Enzim tersebut bukan hanya menganalisis protein dalam tubuh, tapi juga mendorong metabolisme tubuh yang sempurna dan dengan cepat akan menghapus kelebihan lemak. Tapi ingat, buah pepaya muda sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi ibu hamil, terutama pada masa-masa awal kehamilan.
Percayalah jika buah pepaya mengandung jumlah Vitamin C 48 kali lebih banyak dibanding buah apel. Oleh sebab itu, buah pepaya dapat dengan cepat menghapus racun di dalam tubuh dan sangat bagus untuk menyegarkan kulit. Enzim pepaya juga mampu mendorong metabolisme kulit, sehingga kulit terlihat lebih cerah/bersinar.
Buah pepaya juga diyakini sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Hormon medium dan vitamin A yang terkandung dalam enzim pepaya, bisa merangsang hormon wanita untuk menghasilkan jumlah ASI yang lebih banyak bagi mereka yang sedang dalam masa menyusui.
Buat Anda yang sangat mementingkan kesehatan rambut, buah pepaya juga dapat membantu untuk mengontrol ketombe. Shampoo dari bahan pepaya saat ini sudah banyak bisa Anda temui di supermarket-supermarket terdekat.
Perempuan yang mengalami sikluas menstruasi yang tidak teratur, bisa mengkonsumsi jus pepaya untuk membuat siklus tersebut menjadi teratur. Selain itu, enzim dan nutrisi penting lainnya di dalam buah pepaya juga mampu menurunkan resiko terkena kanker Servik.

Nah, banyak bukan manfaat alami yang dibawa oleh buah pepaya? Yuk, mulai sekarang rutin untuk mengkonsumsi buah pepaya dalam menu keseharian kita untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. (p-76)
Investigasi Sehat : Pepaya adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Sunpride sendiri memiliki beberapa jenis pepaya, yaitu Pepaya Hawaii (Bentuknya agak bulat atau bulat panjang, kulit berwarna kuning cerah saat matang, daging buahnya agak tebal & berwarna kuning) dan Pepaya California (Daging buah tebal dan kenyal, buah tidak terlalu besar dgn rasa yg manis).
Buah pepaya  membawa banyak menfaat kesehatan bagi manusia dengan kandungan nutrisi yang dibawanya. Christopher Columbus bahkan menjuluki buah yang satu ini sebagai “Fruit of the angels” atau buah para malaikat karena rasanya yang lezat dan khasiatnya yang luar biasa.
Selain dikenal sebagai buah para malaikat, Pepaya juga kadung populer sebagai “Power fruit for women” atau buah yang sangat hebat untuk perempuan. Kenapa? Karena manfaat buah pepaya sangat baik bagi kaum hawa. Mau tahu apa saja manfaat buah pepaya untuk perempuan? Mari simak ulasan berikut ini :
Enzim Papain pada buah pepaya yang masih muda dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pepaya yang sudah matang. Enzim tersebut bukan hanya menganalisis protein dalam tubuh, tapi juga mendorong metabolisme tubuh yang sempurna dan dengan cepat akan menghapus kelebihan lemak. Tapi ingat, buah pepaya muda sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi ibu hamil, terutama pada masa-masa awal kehamilan.
Percayalah jika buah pepaya mengandung jumlah Vitamin C 48 kali lebih banyak dibanding buah apel. Oleh sebab itu, buah pepaya dapat dengan cepat menghapus racun di dalam tubuh dan sangat bagus untuk menyegarkan kulit. Enzim pepaya juga mampu mendorong metabolisme kulit, sehingga kulit terlihat lebih cerah/bersinar.
Buah pepaya juga diyakini sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Hormon medium dan vitamin A yang terkandung dalam enzim pepaya, bisa merangsang hormon wanita untuk menghasilkan jumlah ASI yang lebih banyak bagi mereka yang sedang dalam masa menyusui.
Buat Anda yang sangat mementingkan kesehatan rambut, buah pepaya juga dapat membantu untuk mengontrol ketombe. Shampoo dari bahan pepaya saat ini sudah banyak bisa Anda temui di supermarket-supermarket terdekat.
Perempuan yang mengalami sikluas menstruasi yang tidak teratur, bisa mengkonsumsi jus pepaya untuk membuat siklus tersebut menjadi teratur. Selain itu, enzim dan nutrisi penting lainnya di dalam buah pepaya juga mampu menurunkan resiko terkena kanker Servik.

Nah, banyak bukan manfaat alami yang dibawa oleh buah pepaya? Yuk, mulai sekarang rutin untuk mengkonsumsi buah pepaya dalam menu keseharian kita untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100