Berita Terkini

Air Terjun Kedung Malem (Seweru)

Madiun, Investigasi : Air Terjun Seweru atau Serondo atau Kedung Malam, itulah nama lain dari Air Terjun Slampir Madiun. Selaras dengan banyaknya sebutan yang disematkan padanya, air terjun ini juga menyimpan sejuta pesona nan eksotis. Lokasinya terletak di wilayah perkebunan kopi, Dusun Seweru, Desa Kare, Kec. Kare, Kab. Madiun, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 25 km dari pusat kota Madiun, berada di lereng Gunung Wilis dengan ketinggian 400 m diatas permukaan air laut.
Untuk mencapai lokasinya, perlu sedikit kerja keras. Kondisi jalanan di Desa Kare banyak yang belum beraspal dan penuh dengan tanjakan curam. Mobil pribadi ataupun angkutan umum lainnya jarang terlihat melintasi daerah ini. Hanya sepeda atau sepeda motor yang bisa dengan leluasa melalui jalanan berbatu-batunya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun, anda akan disuguhi panorama indah yang tak boleh dilewatkan dari pohon-pohonan hijau yang ada di kiri dan kanan jalan.
Air Terjun Slampir Madiun ini masih belum dikelola secara komersial oleh pihak Pemkab Madiun. Sesampainya di desa tempat air terjun berada, anda hanya perlu menitipkan kendaraan yang anda gunakan kepada penduduk setempat dan mulai berjalan kaki menuruni daerah perbukitan sejauh 1 km. Belum ada penarikan karcis masuk atau retribusi pembangunan di pintu masuk menuju jalan setapak ke air terjunnya.
Jalan setapak dari pintu masuk atau tempat parkir kendaraan menuju ke air terjun agak rawan. Kondisinya sempit, agak licin, sedikit curam, dan banyak yang tidak berpengaman sehingga bersentuhan langsung dengan tebing perbukitan. Bagi para pecinta alam yang suka adventure, tempat ini merupakan ajang yang bagus untuk berlatih hiking dan penjelajahan.
Setelah menuruni daerah perbukitan dengan jalan setapaknya yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, ada sebuah sungai yang juga harus anda susuri. Air sungainya tidak terlalu dalam dan tidak keras arusnya. Namun, anda harus berhati-hati dengan banyaknya bebatuan yang terhampar disekeling sungai. Batu-batu besar dan kokoh diantara aliran sungai yang masih alami ini, akan membuat perjalanan anda bertambah menantang
Air Terjun Slampir terdapat dibalik sebuah tebing yang gagah dengan dua buah aliran air terjun yang letaknya saling berhadapan satu sama lain. Airnya sangat jernih dan juga dingin. Pepohonan rindang yang ada di kiri-kanan bibir sungai dan tebing-tebingnya, membuat suasana di lokasi air terjun ini cukup sejuk dan teduh. Tengah hari di siang bolongpun, akan terasa seperti pagi hari disana.
Mengingat lokasinya yang masih sulit dicapai dan keadaannya yang masih sangat perawan, kemungkinan besar belum ada angkutan umum (mobil) yang bisa melayani rute perjalanan sampai ke air terjun. Dari pusat kota Madiun, sebaiknya anda mengendarai sepeda motor, ambil jalan ke arah Dungus – Wungu – kemudian menuju Kare – Seweru (Slampir).
Jangan malu bertanya kepada masyarakat sekitar jika anda ragu-ragu atau kurang yakin dengan jalan yang sedang anda lewati karena tidak ada petunjuk arah yang cukup jelas disekitar jalan untuk memandu perjalanan anda sampai ke tujuan yang benar. Kalaupun ada, hanya satu dua petunjuk arah dan kurang jelas terbaca karena banyak yang tidak terawat baik. Penduduk di sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Slampir Madiun ini cukup ramah dan sangat tahu jalan tercepat menuju ke air terjun.
Jika anda menempuh perjalanan dari kota Ponorogo, tak perlu melewati pusat kota Madiun. Begitu melewati perempatan lalu lintas Tek’an (pintu masuk menuju pusat kota Madiun), anda bisa mengambil jalur langsung ke Manisrejo – kemudian Dungus – Wungu – Kare – Seweru (Slampir).
Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk kegiatan outbound. Saat melakukan perjalanan ke Air Terjun Slampir Madiun ini, saya hanya menggunakan sandal dan karenanya terpaksa harus menempuh perjalanan dengan bertelanjang kaki karena takut terpeleset ketika melewati jalan setapak yang sempit dan menyusuri sungai berbatu-batu yang cukup menguras tenaga.
Di sekitar tempat ini juga belum ada penginapan maupun rumah makan yang layak disinggahi oleh para wisatawan yang datang berkunjung. Sebaiknya, siapkan perbekalan sendiri (terutama air minum) dari rumah sebelum mulai berpetualang ke Air Terjun Slampir Madiun. Warung makan yang ada disekitar air terjun tidak buka setiap hari, kecuali warung kecil di pintu utama sebelum masuk ke jalan setapak menuju lokasi air terjun yang juga menyediakan tempat parkiran bagi kendaraan pengunjung.
Madiun, Investigasi : Air Terjun Seweru atau Serondo atau Kedung Malam, itulah nama lain dari Air Terjun Slampir Madiun. Selaras dengan banyaknya sebutan yang disematkan padanya, air terjun ini juga menyimpan sejuta pesona nan eksotis. Lokasinya terletak di wilayah perkebunan kopi, Dusun Seweru, Desa Kare, Kec. Kare, Kab. Madiun, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 25 km dari pusat kota Madiun, berada di lereng Gunung Wilis dengan ketinggian 400 m diatas permukaan air laut.
Untuk mencapai lokasinya, perlu sedikit kerja keras. Kondisi jalanan di Desa Kare banyak yang belum beraspal dan penuh dengan tanjakan curam. Mobil pribadi ataupun angkutan umum lainnya jarang terlihat melintasi daerah ini. Hanya sepeda atau sepeda motor yang bisa dengan leluasa melalui jalanan berbatu-batunya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun, anda akan disuguhi panorama indah yang tak boleh dilewatkan dari pohon-pohonan hijau yang ada di kiri dan kanan jalan.
Air Terjun Slampir Madiun ini masih belum dikelola secara komersial oleh pihak Pemkab Madiun. Sesampainya di desa tempat air terjun berada, anda hanya perlu menitipkan kendaraan yang anda gunakan kepada penduduk setempat dan mulai berjalan kaki menuruni daerah perbukitan sejauh 1 km. Belum ada penarikan karcis masuk atau retribusi pembangunan di pintu masuk menuju jalan setapak ke air terjunnya.
Jalan setapak dari pintu masuk atau tempat parkir kendaraan menuju ke air terjun agak rawan. Kondisinya sempit, agak licin, sedikit curam, dan banyak yang tidak berpengaman sehingga bersentuhan langsung dengan tebing perbukitan. Bagi para pecinta alam yang suka adventure, tempat ini merupakan ajang yang bagus untuk berlatih hiking dan penjelajahan.
Setelah menuruni daerah perbukitan dengan jalan setapaknya yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, ada sebuah sungai yang juga harus anda susuri. Air sungainya tidak terlalu dalam dan tidak keras arusnya. Namun, anda harus berhati-hati dengan banyaknya bebatuan yang terhampar disekeling sungai. Batu-batu besar dan kokoh diantara aliran sungai yang masih alami ini, akan membuat perjalanan anda bertambah menantang
Air Terjun Slampir terdapat dibalik sebuah tebing yang gagah dengan dua buah aliran air terjun yang letaknya saling berhadapan satu sama lain. Airnya sangat jernih dan juga dingin. Pepohonan rindang yang ada di kiri-kanan bibir sungai dan tebing-tebingnya, membuat suasana di lokasi air terjun ini cukup sejuk dan teduh. Tengah hari di siang bolongpun, akan terasa seperti pagi hari disana.
Mengingat lokasinya yang masih sulit dicapai dan keadaannya yang masih sangat perawan, kemungkinan besar belum ada angkutan umum (mobil) yang bisa melayani rute perjalanan sampai ke air terjun. Dari pusat kota Madiun, sebaiknya anda mengendarai sepeda motor, ambil jalan ke arah Dungus – Wungu – kemudian menuju Kare – Seweru (Slampir).
Jangan malu bertanya kepada masyarakat sekitar jika anda ragu-ragu atau kurang yakin dengan jalan yang sedang anda lewati karena tidak ada petunjuk arah yang cukup jelas disekitar jalan untuk memandu perjalanan anda sampai ke tujuan yang benar. Kalaupun ada, hanya satu dua petunjuk arah dan kurang jelas terbaca karena banyak yang tidak terawat baik. Penduduk di sepanjang perjalanan menuju Air Terjun Slampir Madiun ini cukup ramah dan sangat tahu jalan tercepat menuju ke air terjun.
Jika anda menempuh perjalanan dari kota Ponorogo, tak perlu melewati pusat kota Madiun. Begitu melewati perempatan lalu lintas Tek’an (pintu masuk menuju pusat kota Madiun), anda bisa mengambil jalur langsung ke Manisrejo – kemudian Dungus – Wungu – Kare – Seweru (Slampir).
Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk kegiatan outbound. Saat melakukan perjalanan ke Air Terjun Slampir Madiun ini, saya hanya menggunakan sandal dan karenanya terpaksa harus menempuh perjalanan dengan bertelanjang kaki karena takut terpeleset ketika melewati jalan setapak yang sempit dan menyusuri sungai berbatu-batu yang cukup menguras tenaga.
Di sekitar tempat ini juga belum ada penginapan maupun rumah makan yang layak disinggahi oleh para wisatawan yang datang berkunjung. Sebaiknya, siapkan perbekalan sendiri (terutama air minum) dari rumah sebelum mulai berpetualang ke Air Terjun Slampir Madiun. Warung makan yang ada disekitar air terjun tidak buka setiap hari, kecuali warung kecil di pintu utama sebelum masuk ke jalan setapak menuju lokasi air terjun yang juga menyediakan tempat parkiran bagi kendaraan pengunjung.
Baca

Air Terjun Denu

Madiun, Investigasi : Air Terjun Krecekan Denu terletak di Desa Kepel, Grape Madiun. Air terjun ini terletak sekitar 4 km dari Grape. Perjalanan terasa mengasyikan karena melalui hutan yang masih asri.
Namun disini perlu diketahui bahwa jalan beraspal yang akan dilalui sudah banyak yang rusak, sehingga para pengunjung yang akan menuju ke Air Terjun Denu wajib berhati-hati.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 kilometer, tibalah di depan gapura yang merupakan pintu masuk lokasi air terju. Di gapura tersebut ada tulisan Air Terjun Krecekan Denu. Belokkan dan masukkan kendaraan anda, cukup membayar tiket masuk seharga Rp.1.000,- /orang saja anda sudah bisa masuk ke tempat wisata ini.
Jangan terkecoh, tempat parker kendaraan tersebut masih jauh dari lokasi Air Terjun Krecekan Denu. Para pengunjung masih harus berjalan kaki untuk menuju lokasinya. Namun jangan khawatir, selama diperjalanan, banyak warung-warung yang bisa dijadikan tempat beristirahat sambil menikmati makanan khas yaitu gorengan dan aneka es. Warung-warung tersebut milik dari masyarakat sekitar.
Setelah melewati tanjakan dan turunan serta menyeberangi sungai, sampailah pengunjung dilokasi Air Terjun Denu. Dibawah air terjun terdapat genangan air yang menyerupai kolam.
Ditumpahan air tersebut, para pengunjung bisa bermain air sepuasnya atau sekedar duduk sembari menikmati keindahan alam sekitar yang masih asri. Namun yang perlu diwaspadai adalah, apabila musim hujan, para pengunjung wajib berhati-hati apabila berenang dibawah air terjun karena rawan terjadi longsoran batu.

Apabila sudah puas bermain air, pengunjung bisa berganti pakaian dikamar mandi yang sudah disediakan oleh Pemerintah Desa setempat sembari menikmati makanan diwarung-warung yang berada disekitar air terjun.
Madiun, Investigasi : Air Terjun Krecekan Denu terletak di Desa Kepel, Grape Madiun. Air terjun ini terletak sekitar 4 km dari Grape. Perjalanan terasa mengasyikan karena melalui hutan yang masih asri.
Namun disini perlu diketahui bahwa jalan beraspal yang akan dilalui sudah banyak yang rusak, sehingga para pengunjung yang akan menuju ke Air Terjun Denu wajib berhati-hati.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 kilometer, tibalah di depan gapura yang merupakan pintu masuk lokasi air terju. Di gapura tersebut ada tulisan Air Terjun Krecekan Denu. Belokkan dan masukkan kendaraan anda, cukup membayar tiket masuk seharga Rp.1.000,- /orang saja anda sudah bisa masuk ke tempat wisata ini.
Jangan terkecoh, tempat parker kendaraan tersebut masih jauh dari lokasi Air Terjun Krecekan Denu. Para pengunjung masih harus berjalan kaki untuk menuju lokasinya. Namun jangan khawatir, selama diperjalanan, banyak warung-warung yang bisa dijadikan tempat beristirahat sambil menikmati makanan khas yaitu gorengan dan aneka es. Warung-warung tersebut milik dari masyarakat sekitar.
Setelah melewati tanjakan dan turunan serta menyeberangi sungai, sampailah pengunjung dilokasi Air Terjun Denu. Dibawah air terjun terdapat genangan air yang menyerupai kolam.
Ditumpahan air tersebut, para pengunjung bisa bermain air sepuasnya atau sekedar duduk sembari menikmati keindahan alam sekitar yang masih asri. Namun yang perlu diwaspadai adalah, apabila musim hujan, para pengunjung wajib berhati-hati apabila berenang dibawah air terjun karena rawan terjadi longsoran batu.

Apabila sudah puas bermain air, pengunjung bisa berganti pakaian dikamar mandi yang sudah disediakan oleh Pemerintah Desa setempat sembari menikmati makanan diwarung-warung yang berada disekitar air terjun.
Baca

Tidak Terima Dengan Berita Bohong, Bupati Madiun Somasi Pertamina

Madiun, Investigasi : Pemberitaan Tentang Bupati Madiun, H. Muhtarom yang mendapatkan teguran dari Pertamina terkait dengan kecurangan SPBU miliknya yang ditayangkan oleh CNN Indonesia disikapi serius oleh H. Muhtarom dengan melayangkan surat somasi melalui kurir. Senin (22/2/16)
Saat memberikan klarifikasi dihadapan Awak Media, Bupati Madiun, H. Muhtarom mangatakan pihaknya meminta penjelasan terkait statmen yang dilontarkan oleh Direktur Pemasaran PT. Pertamina Pusat yang menyatakan bahwa SPBU milik Bupati Madiun terindikasi melakukan praktek manipulasi dalam pengisian BBM.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Bupati Madiun meminta pihak Pertamina agar meminta maaf melalui media terkait dengan pemberitaan yang sudah beredar selama ini. Selanjutnya Bupati Madiun memberikan batas waktu 3 x 24 jam kepada pihak Pertamina sejak surat somasi tersebut dilayangkan. “Saya beri waktu 3×24 jam kepada Pertamina sejak surat diterima. Jika tidak ada tanggapan, saya bupati Madiun, Muhtarom, akan mengambil langkah lebih lanjut (proses hukum),” tegas Bupati Madiun, Muhtarom.
Bupati mengaku, bahwa dirinya merasa dirugikan dengan adanya pemberitaan yang dilakjukan tanpa klarifikasi tersebut. Hal itu berarti sudah menuduh tanpa bukti. “Saya sangat dirugikan dengan adanya berita itu. Kalau menurut penegak hukum, itu sudah memenuhi unsur (pidana). Karena sudah lebih dari fitnah. Berita ini sangat sensitif sekali,” tandasnya.
Mendapatkan surat somasi tersebut, PT Pertamina mengutus Sales Representative Retail Pertamina Depo Madiun, Anditya Anwar, dengan didampingi Sekretaris Hiswana Madiun, Agus Wiyono, menghadap Bupati Madiun dan diterima di Pendopo Muda Graha. Dalam pertemuan tersebut, pihak Pertamina meminta maaf secara terbuka dan berharap masalah ini selesai.
Saat memberikan keterangan, Anditya, mengatakan bahwa secara pribadi, Bupati Madiun telah memafkan. Karena yang dimaksud dalam berita yang dimuat di sebuah media online yang berkantor di Jakarta, bukan Bupati Madiun. Tapi Walikota Madiun.
“Secara pribadi pak bupati sudah memaafkan. Memang benar ada laporan dari masyarakat jika SPBU di Jalan Panjaitan dan Jalan Diponegoro diduga melakukan kecurangan. Tapi setelah kita cek, tidak benar,” kata  Anditya Anwar.
Memang secara pribadi Bupati Madiun menerima permintaan maaf dari Pertamina yang diwakili oleh Sales Representative Retailnya, namun disisi lain masih ada yang mengganjal yaitu Sales Representative Retail tersebut bukan levelnya. “Masa yang kesini (minta maaf) cuma sekelas Sales Retail. Maaf saja, bukan saya sombong dan jangan dikira saya sombong. Ya tidak level. Kenapa tidak kepala Depo-nya. Ya memang saya maafkan untuk pribadi dia (Anditya Anwar). Bukan masalah yang lainnya,” pungkas Bupati Madiun, Muhtarom. (p-76)
Madiun, Investigasi : Pemberitaan Tentang Bupati Madiun, H. Muhtarom yang mendapatkan teguran dari Pertamina terkait dengan kecurangan SPBU miliknya yang ditayangkan oleh CNN Indonesia disikapi serius oleh H. Muhtarom dengan melayangkan surat somasi melalui kurir. Senin (22/2/16)
Saat memberikan klarifikasi dihadapan Awak Media, Bupati Madiun, H. Muhtarom mangatakan pihaknya meminta penjelasan terkait statmen yang dilontarkan oleh Direktur Pemasaran PT. Pertamina Pusat yang menyatakan bahwa SPBU milik Bupati Madiun terindikasi melakukan praktek manipulasi dalam pengisian BBM.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa Bupati Madiun meminta pihak Pertamina agar meminta maaf melalui media terkait dengan pemberitaan yang sudah beredar selama ini. Selanjutnya Bupati Madiun memberikan batas waktu 3 x 24 jam kepada pihak Pertamina sejak surat somasi tersebut dilayangkan. “Saya beri waktu 3×24 jam kepada Pertamina sejak surat diterima. Jika tidak ada tanggapan, saya bupati Madiun, Muhtarom, akan mengambil langkah lebih lanjut (proses hukum),” tegas Bupati Madiun, Muhtarom.
Bupati mengaku, bahwa dirinya merasa dirugikan dengan adanya pemberitaan yang dilakjukan tanpa klarifikasi tersebut. Hal itu berarti sudah menuduh tanpa bukti. “Saya sangat dirugikan dengan adanya berita itu. Kalau menurut penegak hukum, itu sudah memenuhi unsur (pidana). Karena sudah lebih dari fitnah. Berita ini sangat sensitif sekali,” tandasnya.
Mendapatkan surat somasi tersebut, PT Pertamina mengutus Sales Representative Retail Pertamina Depo Madiun, Anditya Anwar, dengan didampingi Sekretaris Hiswana Madiun, Agus Wiyono, menghadap Bupati Madiun dan diterima di Pendopo Muda Graha. Dalam pertemuan tersebut, pihak Pertamina meminta maaf secara terbuka dan berharap masalah ini selesai.
Saat memberikan keterangan, Anditya, mengatakan bahwa secara pribadi, Bupati Madiun telah memafkan. Karena yang dimaksud dalam berita yang dimuat di sebuah media online yang berkantor di Jakarta, bukan Bupati Madiun. Tapi Walikota Madiun.
“Secara pribadi pak bupati sudah memaafkan. Memang benar ada laporan dari masyarakat jika SPBU di Jalan Panjaitan dan Jalan Diponegoro diduga melakukan kecurangan. Tapi setelah kita cek, tidak benar,” kata  Anditya Anwar.
Memang secara pribadi Bupati Madiun menerima permintaan maaf dari Pertamina yang diwakili oleh Sales Representative Retailnya, namun disisi lain masih ada yang mengganjal yaitu Sales Representative Retail tersebut bukan levelnya. “Masa yang kesini (minta maaf) cuma sekelas Sales Retail. Maaf saja, bukan saya sombong dan jangan dikira saya sombong. Ya tidak level. Kenapa tidak kepala Depo-nya. Ya memang saya maafkan untuk pribadi dia (Anditya Anwar). Bukan masalah yang lainnya,” pungkas Bupati Madiun, Muhtarom. (p-76)
Baca

Bupati Madiun Buka Lomba Kreativitas Di Pendopo Muda Graha

Madiun, Investigasi : Perhatian Pemerintah Kabupaten Madiun terhadap para pelajar memang tidak diragukan lagi. Apalagi sekarang ini Pemerintah Kabupaten Madiun tengah mencari bibit-bibit muda dari seluruh pelosok Kabupaten Madiun yang bisa dibanggakan kedepannya.
Tampak hadir, Wakil Bupati Madiun, Sekda Kabupaten Madiun, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Kepala Sekolah SMP, SMA/SMK Se Kabupaten Madiun dan tamu undangan lainnya.
Salah satu cara untuk mencari bibit-bibit muda yang berpotensi adalah dengan menggelar lomba kreatifitas pelajar yang terdiri dari lomba olimpiade sains nasional (OSN), festival lomba seni siswa nasional (FLS2N), olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN), pekan olahraga pelajar daerah (POPDA), lomba kompetensi siswa (LKS), seleksi siswa berprestasi dan paskibraka.
Lomba ini diadakan dipendopo Muda Graha, Selasa (23/2/16) dan dibuka langsung oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun, H Muhtarom mengatakan, tuntutan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia lewat pendidikan formal di sekolah tidak terfokus pada nilai- nilai akademik saja, namun juga memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler. “Untuk mewujudkan keberhasilan dan pengembangan pelajar yang berkarakter perlu wadah kegiatan yang menunjang prestasi akademik dan non akademik. Hal ini menjadi kebutuhan karena siswa diharapkan mendapat pengalaman belajar yang utuh sesuai dengan perkembangannya,” jelas Bupati Madiun.
Bupati Madiun meminta agar para pelajar terus belajar dan mencari tahu hal-hal yang positif agar bisa  diaplikasikan dalam kehidupan yang nyata saat terjun dimasyarakat. “Yang penting berusaha dan berusaha untu bekal dimasyarakat nantinya,” lanjut H. Muhtarom.
Diharapkan, dengan adanya lomba kreatifitas ini, para pelajar bisa terus aktif dan penuh kreativitas. “Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas,” pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Perhatian Pemerintah Kabupaten Madiun terhadap para pelajar memang tidak diragukan lagi. Apalagi sekarang ini Pemerintah Kabupaten Madiun tengah mencari bibit-bibit muda dari seluruh pelosok Kabupaten Madiun yang bisa dibanggakan kedepannya.
Tampak hadir, Wakil Bupati Madiun, Sekda Kabupaten Madiun, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Kepala Sekolah SMP, SMA/SMK Se Kabupaten Madiun dan tamu undangan lainnya.
Salah satu cara untuk mencari bibit-bibit muda yang berpotensi adalah dengan menggelar lomba kreatifitas pelajar yang terdiri dari lomba olimpiade sains nasional (OSN), festival lomba seni siswa nasional (FLS2N), olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN), pekan olahraga pelajar daerah (POPDA), lomba kompetensi siswa (LKS), seleksi siswa berprestasi dan paskibraka.
Lomba ini diadakan dipendopo Muda Graha, Selasa (23/2/16) dan dibuka langsung oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun, H Muhtarom mengatakan, tuntutan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia lewat pendidikan formal di sekolah tidak terfokus pada nilai- nilai akademik saja, namun juga memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler. “Untuk mewujudkan keberhasilan dan pengembangan pelajar yang berkarakter perlu wadah kegiatan yang menunjang prestasi akademik dan non akademik. Hal ini menjadi kebutuhan karena siswa diharapkan mendapat pengalaman belajar yang utuh sesuai dengan perkembangannya,” jelas Bupati Madiun.
Bupati Madiun meminta agar para pelajar terus belajar dan mencari tahu hal-hal yang positif agar bisa  diaplikasikan dalam kehidupan yang nyata saat terjun dimasyarakat. “Yang penting berusaha dan berusaha untu bekal dimasyarakat nantinya,” lanjut H. Muhtarom.
Diharapkan, dengan adanya lomba kreatifitas ini, para pelajar bisa terus aktif dan penuh kreativitas. “Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Kantor Kelurahan Sukosari Dibobol Maling, Hanya LCD dan Hardisk Yang Dibawa

Madiun Kota, Investigasi :  Maling sekarang tidak pandang lokasi, bahkan perkantoran pun tetap digasak. Hal ini terjadi di Kantor Kelurahan Sukosari, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin (22/2/2016) malam dibobol pencuri. Anehnya, dari banyak barang berharga di kantor yang baru dibangun sekitar satu tahun itu, hanya kehilangan LCD dan hardisc saja. Diduga pelaku pencurian mengincar data-data penting yang ada di dalam hardisc.
Setelah mendengar kejadian itu, Suryono langsung mendatangi kantor kelurahan yang berada di jalan Basuki Rahmad. Disana dirinya mengetahui jika LCD dan CPU yang berada diruangannya telah raib diambil pencuri. Suryono pun mencoba untuk mencari disekeliling kantor kelurahan dan hanya menemukan casing CPU yang ditinggal pencuri.
Lurah Sukosari, Suryono mengatakan, kejadian diperkirakan antara pukul 17.30 Wib hingga pukul 04.00 Wib. Pasalnya pada waktu itu, kantor sudah ditinggalkan pegawai dan hanya tersisa penjaga saja. Suryono mengaku, dirinya awal kali mengetahui kejadian itu saat ditelephone penjaga yang bernama Ardi sekitar pukul 04.58 Wib.
"Saya terima laporan dari penjaga. Setelah subuhan saya buka HP, ternyata ada nomor kelurahan. Lalu saya telephone penjaga. Dia bilang kalau komputernya nggak ada,"katanya, Selasa (23/2/16).
Suryono menuturkan, diduga pencuri yang lebih dari satu orang itu masuk melewati pagar yang hanya tingginya sekitar 1 meter. Kemudian mencongkel jendela disebelah timur. "Sepertinya lewat dari jendela timur, itu bekas dicongkel. Setelah itu saya laporkan ke babinsa, kelihatanya babinsa lapor ke polres,"ucapnya sembari menjelaskan kalau kerugian ditaksir sekitar Rp. 10 juta.
Sementara itu, Satreskrim Polres Madiun Kota yang menerima laporan pencurian, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kantor kelurahan Selasa (23/2/2016). Olah TKP yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Masykur menyisir ruang lurah serta ruang pelayanan. Dari Hasil Olah TKP, petugas mengamankan barang bukti, diantaranya satu unit casing CPU. "Yang diambil hanya perangkat Hardisk'nya, sedangkan lainnya diletakkan di belakang kantor,"katanya usai melakukan olah TKP, Selasa(23/2/2016).
Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk mendalami motif yang dilakukan pelaku pencurian. Berdasarkan hasil olah TKP, petugas menduga aksi pembobolan ruang kerja lurah Sukosari dilakukan dua orang. "Kemungkinan ini dilakukan dua orang, yang satu badannya kecil yang satu sedang. Karena untuk menuju ke ruang lurah dari ruang pelayanan kan sempit," tandasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi :  Maling sekarang tidak pandang lokasi, bahkan perkantoran pun tetap digasak. Hal ini terjadi di Kantor Kelurahan Sukosari, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin (22/2/2016) malam dibobol pencuri. Anehnya, dari banyak barang berharga di kantor yang baru dibangun sekitar satu tahun itu, hanya kehilangan LCD dan hardisc saja. Diduga pelaku pencurian mengincar data-data penting yang ada di dalam hardisc.
Setelah mendengar kejadian itu, Suryono langsung mendatangi kantor kelurahan yang berada di jalan Basuki Rahmad. Disana dirinya mengetahui jika LCD dan CPU yang berada diruangannya telah raib diambil pencuri. Suryono pun mencoba untuk mencari disekeliling kantor kelurahan dan hanya menemukan casing CPU yang ditinggal pencuri.
Lurah Sukosari, Suryono mengatakan, kejadian diperkirakan antara pukul 17.30 Wib hingga pukul 04.00 Wib. Pasalnya pada waktu itu, kantor sudah ditinggalkan pegawai dan hanya tersisa penjaga saja. Suryono mengaku, dirinya awal kali mengetahui kejadian itu saat ditelephone penjaga yang bernama Ardi sekitar pukul 04.58 Wib.
"Saya terima laporan dari penjaga. Setelah subuhan saya buka HP, ternyata ada nomor kelurahan. Lalu saya telephone penjaga. Dia bilang kalau komputernya nggak ada,"katanya, Selasa (23/2/16).
Suryono menuturkan, diduga pencuri yang lebih dari satu orang itu masuk melewati pagar yang hanya tingginya sekitar 1 meter. Kemudian mencongkel jendela disebelah timur. "Sepertinya lewat dari jendela timur, itu bekas dicongkel. Setelah itu saya laporkan ke babinsa, kelihatanya babinsa lapor ke polres,"ucapnya sembari menjelaskan kalau kerugian ditaksir sekitar Rp. 10 juta.
Sementara itu, Satreskrim Polres Madiun Kota yang menerima laporan pencurian, langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kantor kelurahan Selasa (23/2/2016). Olah TKP yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Masykur menyisir ruang lurah serta ruang pelayanan. Dari Hasil Olah TKP, petugas mengamankan barang bukti, diantaranya satu unit casing CPU. "Yang diambil hanya perangkat Hardisk'nya, sedangkan lainnya diletakkan di belakang kantor,"katanya usai melakukan olah TKP, Selasa(23/2/2016).
Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan untuk mendalami motif yang dilakukan pelaku pencurian. Berdasarkan hasil olah TKP, petugas menduga aksi pembobolan ruang kerja lurah Sukosari dilakukan dua orang. "Kemungkinan ini dilakukan dua orang, yang satu badannya kecil yang satu sedang. Karena untuk menuju ke ruang lurah dari ruang pelayanan kan sempit," tandasnya. (p-76)
Baca

Negosiasi Tamat, PT. AJP Kabur Dari Tanggungjawab

Madiun, Kota Investigasi : Proses negosiasi antara para Mandor dan kuli bangunan dengan PT. AJP yang merupakan pemborong Gedung DPRD Kota Madiun mencapai babak final yaitu dengan minggatnya PT. AJP. Hal ini terungkap setelah PT. AJP selaku rekanan proyek pembangunan Gedung DPRD Kota Madiun tidak hadir dalam pertemuan yang digelar di Kantor Dinsosnaker Kota Madiun. Senin (22/2/16).
Ketidak hadiran PT. AJP ini tentu saja mengingkari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya yaitu PT. AJP sanggup membayar kekurangan upah yang menjadi hak dari para Mandor dan kuli bangunan yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung DPRD Kota Madiun yang senilia Rp. 29,3 miliar tersebut.
Mengetahui bahwa perwakilan PT. AJP tidak hadir, puluhan Mandor dan pekerja bangunan yang sudah menanti lama di Kantor Dinsosnaker Kota Madiun langsung meradang. “Saya kecewa karena uang pekerja yang sudah dua kali ini dijanjikan ternyata meleset,” ujar Nyono Sugiono, Perwakilan dari para Mandor dan pekerja proyek.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya akan melaporkan PT. AJP ini ke Mapolres Madiun Kota karena PT. AJP tidak bertanggungjawab padahal pertemuan ini sudah menjadi kesepakatan bersama sewaktu mengadakan pertemuan yang pertama. Saya hanya minta uang pekerja dan material dibayar," lanjut Nyono Sugiono.
Sementara itu, Kepala Dinsosnaker Kota Madiun, Suyoto HW mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha menghubungi pihak PT. AJP melalui telepon namun semua nomor tidak aktif. “Kalau seperti ini, Saya mendukung langkah dari para Mandor dan pekerja untuk menempuh jalur hokum,” tegasnya.
Setelah mediasi di Kantor Disnakersos tidak mendapatkan hasil, puluhan perwakilan mandor dan pekerja langsung mendatangi Polres Madiun Kota untuk melaporkan kasus ini. Langkah pekerja ini pun didukung oleh Sekwan DPRD Kota Madiun, Agus Sugijanto dan Ketua Komisi II, DPRD Kota Madiun, Ngedi Trisno Yhusanto. Mereka bersama-sama mendatangi Polres Madiun Kota untuk melaporkan upah gaji pekerja yang belum dibayarkan. (p-76)

Madiun, Kota Investigasi : Proses negosiasi antara para Mandor dan kuli bangunan dengan PT. AJP yang merupakan pemborong Gedung DPRD Kota Madiun mencapai babak final yaitu dengan minggatnya PT. AJP. Hal ini terungkap setelah PT. AJP selaku rekanan proyek pembangunan Gedung DPRD Kota Madiun tidak hadir dalam pertemuan yang digelar di Kantor Dinsosnaker Kota Madiun. Senin (22/2/16).
Ketidak hadiran PT. AJP ini tentu saja mengingkari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya yaitu PT. AJP sanggup membayar kekurangan upah yang menjadi hak dari para Mandor dan kuli bangunan yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung DPRD Kota Madiun yang senilia Rp. 29,3 miliar tersebut.
Mengetahui bahwa perwakilan PT. AJP tidak hadir, puluhan Mandor dan pekerja bangunan yang sudah menanti lama di Kantor Dinsosnaker Kota Madiun langsung meradang. “Saya kecewa karena uang pekerja yang sudah dua kali ini dijanjikan ternyata meleset,” ujar Nyono Sugiono, Perwakilan dari para Mandor dan pekerja proyek.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya akan melaporkan PT. AJP ini ke Mapolres Madiun Kota karena PT. AJP tidak bertanggungjawab padahal pertemuan ini sudah menjadi kesepakatan bersama sewaktu mengadakan pertemuan yang pertama. Saya hanya minta uang pekerja dan material dibayar," lanjut Nyono Sugiono.
Sementara itu, Kepala Dinsosnaker Kota Madiun, Suyoto HW mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha menghubungi pihak PT. AJP melalui telepon namun semua nomor tidak aktif. “Kalau seperti ini, Saya mendukung langkah dari para Mandor dan pekerja untuk menempuh jalur hokum,” tegasnya.
Setelah mediasi di Kantor Disnakersos tidak mendapatkan hasil, puluhan perwakilan mandor dan pekerja langsung mendatangi Polres Madiun Kota untuk melaporkan kasus ini. Langkah pekerja ini pun didukung oleh Sekwan DPRD Kota Madiun, Agus Sugijanto dan Ketua Komisi II, DPRD Kota Madiun, Ngedi Trisno Yhusanto. Mereka bersama-sama mendatangi Polres Madiun Kota untuk melaporkan upah gaji pekerja yang belum dibayarkan. (p-76)

Baca

Pejual Makanan Keliling Dicokok Satreskoba Polres Madiun Kota

Madiun Kota, Investigasi ; Pengintaian petugas Sat reskoba Polres Madiun Kota membuahkan hasil. Hendra, Seorang penjual makanan keliling dicokok petugas Satreskoba Polres Madiun Kota, di jalan Progo, Kecamatan Taman, saat akan melakukan transaksi Narkotika jenis sabu dengan pelangganya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, Hendra, yang pernah terlibat aksi pencurian dan penggelapan ini bakal dijerat Pasal 114 Ayat (1) Subsider, Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp. 8 Milyar.
Dijelaskan oleh Kasat Reskoba Polres Madiun Kota bahwa saat dilakukan penangkapan, Hendra, warga jalan Barito, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun, baru saja keluar dari salah satu tempat hiburan malam didapati membawa serbuk sabu seberat 0,28 gram, yang disembunyikan didalam bungkus rokok. "Tersangka H, ini kita tangkap atas informasi dari masyarakat yang resah dengan aktifitas peredaran narkoba yang dilakukan tersangka. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaian lalu dilakukan penangkapan terhadap tersangka," ujarnya.
Setelah dilakukan penangkapan kepada tersangka pemakai dan juga pengedar barang terlarang yang sudah empat kali keluar masuk penjara ini, anggota Satreskoba terus melakukan pengembangan adanya jaringan narkoba di wilayah hukum Polres Madiun Kota.

"Satreskoba terus melakukan pengembangan adanya jaringan narkoba di Madiun Kota. Karena tidak tertutup kemungkinan tersangka ini merupakan salah satu anggota jaringan di Madiun. Dan anggota juga masih melakukan pengejaran terhadap teman bisnis tersangka yang berhasil lolos saat dilakukan penangkapan,"terang AkP Sukono. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi ; Pengintaian petugas Sat reskoba Polres Madiun Kota membuahkan hasil. Hendra, Seorang penjual makanan keliling dicokok petugas Satreskoba Polres Madiun Kota, di jalan Progo, Kecamatan Taman, saat akan melakukan transaksi Narkotika jenis sabu dengan pelangganya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, Hendra, yang pernah terlibat aksi pencurian dan penggelapan ini bakal dijerat Pasal 114 Ayat (1) Subsider, Pasal 112 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda Rp. 8 Milyar.
Dijelaskan oleh Kasat Reskoba Polres Madiun Kota bahwa saat dilakukan penangkapan, Hendra, warga jalan Barito, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun, baru saja keluar dari salah satu tempat hiburan malam didapati membawa serbuk sabu seberat 0,28 gram, yang disembunyikan didalam bungkus rokok. "Tersangka H, ini kita tangkap atas informasi dari masyarakat yang resah dengan aktifitas peredaran narkoba yang dilakukan tersangka. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengintaian lalu dilakukan penangkapan terhadap tersangka," ujarnya.
Setelah dilakukan penangkapan kepada tersangka pemakai dan juga pengedar barang terlarang yang sudah empat kali keluar masuk penjara ini, anggota Satreskoba terus melakukan pengembangan adanya jaringan narkoba di wilayah hukum Polres Madiun Kota.

"Satreskoba terus melakukan pengembangan adanya jaringan narkoba di Madiun Kota. Karena tidak tertutup kemungkinan tersangka ini merupakan salah satu anggota jaringan di Madiun. Dan anggota juga masih melakukan pengejaran terhadap teman bisnis tersangka yang berhasil lolos saat dilakukan penangkapan,"terang AkP Sukono. (p-76)
Baca

Dandim 0805 Ngawi Letkol Inf Mordechai Triyandono Bersilaturahmi Dengan Awak Media Elektronik Dan Media Cetak



Ngawi, Investigasi ; Dengan mengambil tempat di Aula Kodim 0805 Komandan Kodim 0805 Ngawi mengundang para awak media baik elektronik maupun cetak (15/2) pada pukul 19.00 WIB. Dalam bincang-bincang ringan sebelum acara resmi dimulai Pasi Intel Kapten /CHB Sutana menuturkan bahwa acara tersebut sebetulnya sudah sejak beberapa waktu lalu direncanakan, namun karena padatnya kegiatan maka selalu tertunda. “ Rencana terakhir sebetulnya tadi pagi, tetapi ternyata masih terbentur adanya kegiatan yang lebih dominan maka diundur lagi pada malam hari ini. Maka pesanan benner yang sudah terlanjur jadi bertuliskan COFFE MORNING KOMANDAN KODIM 0805/NGAWI BERSAMA INSAN PERS SE-WIL. KAB. NGAWI,” demikian ujar Kapten Sutana dengan nada setengah canda penuh nuansa familier.
Letnan Kolonel Infantri Mordechai Triyandono yang secara resmi menduduki jabatan Dandim 0805 Ngawi sejak diselenggarakan Sertijab belum lama ini (30/12/2015) dalam sambutanya memaparkan bahwa silaturahmi ini dimaksudkan untuk saling mengenal yang dalam pengembangannya sangat dimungkinkan dan diharapkan terjadinya sinergi yang positif antara Dandim beserta seluruh jajarannya dengan para insan pers baik dari media cetak maupun elektronik.
Terlebih awal Letkol Triyandono mengenalkan diri secara singkat, bahwa lahir di Semarang Jawa Tengah dan kini memiliki seorang isteri dan seorang anak laki-laki. Pertama kali mengabdikan diri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah lulus dari Akademi Militer ditugaskan di Sumatera Utara, berlanjut ditugaskan di Kodam 06 Tanjungpura yang sekarang Mulawarman Kalimantan Timur, kemudian bertugas di Kodam 17 Cenderawasih Papua, selanjutnya memangku jabatan menjadi Komandan Batalyon di Malang dan mulai 30 Desember lalu ditugaskan menjadi Komandan Kodim 0805 di Ngawi.
Lebih lanjut Dandim memaparkan bahwa sehubungan dengan teritorial maka dalam rentang waktu yang baru sekitar satu setengah bulan dia sudah mulai pengenalan wilayah dan berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait, baik bidang kamtibmas, pendidikan, pariwisata, pertanian dan sebagainya. ‘ Sudah barang tentu untuk melaksanakan tugas yang sedemikian kompleks sebaiknyalah  membangun sinergi dengan saudara-saudari para insan pers yang ada di Kabupaten Ngawi. Saya perlu mendapat masukan, saya perlu saran, saya pingin tahu persis yang menjadi aspirasi masyarakat, kalau perlu berikan kritik konstruktif demi kemajuan Kabupaten Ngawi,” demikian ungkap Dandim dalam bicaranya penuh keakraban dalam nuansa silaturahmi yang santai namun tidak menyimpang dari kesantunan. Bahkan untuk membuka keran interaksi komunikasi dia memberikan nomor ponselnya untuk diketahui oleh para wartawan.
Dalam acara tanya jawab sempat juga dua orang wartawan yang menyampaikan pertanyaan, masing-masing adalah Gembong Pranowo, S.H selaku Pemimpin Redaksi Media Netral yang sekaligus juga sebagai Ketua Persatuan Wartawan Ngawi ( PWN ) saat ini dan Jumadi wartawan Media Metro Jatim. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan jelas oleh Dandim dan terkesan lebih gamblang niatan untuk membangun sinergi.
Sebelum acara diakhiri, penyelenggara mempersilahkan wakil dari para insan pers baik elektronik maupun cetak yang hadir untuk menyampaikan sambutannya, dan diberikan kepada Pratiknyo Dwijoyuwono sebagai wartawan tertua yang sekaligus selaku Dewan Pendiri dan Penasehat dari PWN yang saat ini sebagai Pemimpin Redaksi Media Online Cermin Ngawi dan wartawan Media Cetak Surat Kabar Nasional Investigasi News. Dalam sambutannya Pratiknyo sangat mengapresiasi untuk adanya sinergi positif antara Dandim beserta jajaranya dengan para insan pers. Usai sambutan dari wakil awak media pertemuan diakhiri dengan doa penutup. (pdy)


Ngawi, Investigasi ; Dengan mengambil tempat di Aula Kodim 0805 Komandan Kodim 0805 Ngawi mengundang para awak media baik elektronik maupun cetak (15/2) pada pukul 19.00 WIB. Dalam bincang-bincang ringan sebelum acara resmi dimulai Pasi Intel Kapten /CHB Sutana menuturkan bahwa acara tersebut sebetulnya sudah sejak beberapa waktu lalu direncanakan, namun karena padatnya kegiatan maka selalu tertunda. “ Rencana terakhir sebetulnya tadi pagi, tetapi ternyata masih terbentur adanya kegiatan yang lebih dominan maka diundur lagi pada malam hari ini. Maka pesanan benner yang sudah terlanjur jadi bertuliskan COFFE MORNING KOMANDAN KODIM 0805/NGAWI BERSAMA INSAN PERS SE-WIL. KAB. NGAWI,” demikian ujar Kapten Sutana dengan nada setengah canda penuh nuansa familier.
Letnan Kolonel Infantri Mordechai Triyandono yang secara resmi menduduki jabatan Dandim 0805 Ngawi sejak diselenggarakan Sertijab belum lama ini (30/12/2015) dalam sambutanya memaparkan bahwa silaturahmi ini dimaksudkan untuk saling mengenal yang dalam pengembangannya sangat dimungkinkan dan diharapkan terjadinya sinergi yang positif antara Dandim beserta seluruh jajarannya dengan para insan pers baik dari media cetak maupun elektronik.
Terlebih awal Letkol Triyandono mengenalkan diri secara singkat, bahwa lahir di Semarang Jawa Tengah dan kini memiliki seorang isteri dan seorang anak laki-laki. Pertama kali mengabdikan diri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah lulus dari Akademi Militer ditugaskan di Sumatera Utara, berlanjut ditugaskan di Kodam 06 Tanjungpura yang sekarang Mulawarman Kalimantan Timur, kemudian bertugas di Kodam 17 Cenderawasih Papua, selanjutnya memangku jabatan menjadi Komandan Batalyon di Malang dan mulai 30 Desember lalu ditugaskan menjadi Komandan Kodim 0805 di Ngawi.
Lebih lanjut Dandim memaparkan bahwa sehubungan dengan teritorial maka dalam rentang waktu yang baru sekitar satu setengah bulan dia sudah mulai pengenalan wilayah dan berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait, baik bidang kamtibmas, pendidikan, pariwisata, pertanian dan sebagainya. ‘ Sudah barang tentu untuk melaksanakan tugas yang sedemikian kompleks sebaiknyalah  membangun sinergi dengan saudara-saudari para insan pers yang ada di Kabupaten Ngawi. Saya perlu mendapat masukan, saya perlu saran, saya pingin tahu persis yang menjadi aspirasi masyarakat, kalau perlu berikan kritik konstruktif demi kemajuan Kabupaten Ngawi,” demikian ungkap Dandim dalam bicaranya penuh keakraban dalam nuansa silaturahmi yang santai namun tidak menyimpang dari kesantunan. Bahkan untuk membuka keran interaksi komunikasi dia memberikan nomor ponselnya untuk diketahui oleh para wartawan.
Dalam acara tanya jawab sempat juga dua orang wartawan yang menyampaikan pertanyaan, masing-masing adalah Gembong Pranowo, S.H selaku Pemimpin Redaksi Media Netral yang sekaligus juga sebagai Ketua Persatuan Wartawan Ngawi ( PWN ) saat ini dan Jumadi wartawan Media Metro Jatim. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan jelas oleh Dandim dan terkesan lebih gamblang niatan untuk membangun sinergi.
Sebelum acara diakhiri, penyelenggara mempersilahkan wakil dari para insan pers baik elektronik maupun cetak yang hadir untuk menyampaikan sambutannya, dan diberikan kepada Pratiknyo Dwijoyuwono sebagai wartawan tertua yang sekaligus selaku Dewan Pendiri dan Penasehat dari PWN yang saat ini sebagai Pemimpin Redaksi Media Online Cermin Ngawi dan wartawan Media Cetak Surat Kabar Nasional Investigasi News. Dalam sambutannya Pratiknyo sangat mengapresiasi untuk adanya sinergi positif antara Dandim beserta jajaranya dengan para insan pers. Usai sambutan dari wakil awak media pertemuan diakhiri dengan doa penutup. (pdy)
Baca

Tidak Punya SPBU Bagaimana Bisa Curang Dalam Takaran Dispenser??

Madiun, Investigasi : Pemberitaan menyudutkan dari CNN Indonesia terkait dengan SPBU dari Bupati Madiun, H. Muhtarom menimbulkan polemik dan rasan-rasan dikalangan masyarakat, pejabat maupun insan Pers yang ada di Madiun.
CNN Indonesia menuliskan bahwa SPBU milik Bupati Muhtarom ini terindikasi melakukan kecurangan saat melakukan pengisian bahan bakar pada kendaraan yang melakukan pengisian bahan bakar.
Saat dikonfirmasi, Herry Supramono, Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar karena Bupati Madiun, H. Muhtarom tidak mempunyai satu pun SPBU. “Bagaimana mau berbuat curang,” ujarnya.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa pernyataan dari Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang tersebut ngawur. Herry Supramono amat menyanyangkan pemberitaan yang kini terlanjur beredar luas dikalangan masyarakat Kabupaten Madiun. “Seharusnya penulis konfirmasi dahulu sebelum menerbitkan berita, lha ini kadung simpang siur gak karuan,” kata Herry.
Herry Supramono menegaskan bahwa pemberitaan yang sudah terlanjur beredar luas ini merupakan bentuk pencemaran nama baik dari Bupati Madiun, H. Muhtarom. Menurutunya, sekarang ini, Satker dilingkungan Pemkab Madiun masih berkoordinasi sembari menunggu instruksi dari Bupati Madiun.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun, Agus Suyudi, menjelaskan, dari total 16 unit SPBU yang berada di Kabupaten Madiun, tidak ada satupun yang milik Bupati Madiun, H. Muhtarom.
Ditambahkan, memang ada yang milik Bupati sebelum Muhtarom menjabat sebagai Bupati Madiun. Tetapi selama kurun waktu 2013 sampai sekarang, belum ada ijin pendirian SPBU baru di wilayah Kabupaten Madiun.

Agar lebih jelas lagi, Agus Suyudi berusaha jemput bola untuk meminta informasi dari Sales Region BBM Pertamina UPMS V Depot Madiun yaitu Andi. Dijelaskan bahwa diketahui telah terjadi kesalahan dalam penyataan dari Direktur Pemasaran Pertaminan. “Saya sudah verifikasi dan Pertamina menyatakan berita CNN Indonesia itu tidak benar,’’ (p-76)
Madiun, Investigasi : Pemberitaan menyudutkan dari CNN Indonesia terkait dengan SPBU dari Bupati Madiun, H. Muhtarom menimbulkan polemik dan rasan-rasan dikalangan masyarakat, pejabat maupun insan Pers yang ada di Madiun.
CNN Indonesia menuliskan bahwa SPBU milik Bupati Muhtarom ini terindikasi melakukan kecurangan saat melakukan pengisian bahan bakar pada kendaraan yang melakukan pengisian bahan bakar.
Saat dikonfirmasi, Herry Supramono, Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar karena Bupati Madiun, H. Muhtarom tidak mempunyai satu pun SPBU. “Bagaimana mau berbuat curang,” ujarnya.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa pernyataan dari Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang tersebut ngawur. Herry Supramono amat menyanyangkan pemberitaan yang kini terlanjur beredar luas dikalangan masyarakat Kabupaten Madiun. “Seharusnya penulis konfirmasi dahulu sebelum menerbitkan berita, lha ini kadung simpang siur gak karuan,” kata Herry.
Herry Supramono menegaskan bahwa pemberitaan yang sudah terlanjur beredar luas ini merupakan bentuk pencemaran nama baik dari Bupati Madiun, H. Muhtarom. Menurutunya, sekarang ini, Satker dilingkungan Pemkab Madiun masih berkoordinasi sembari menunggu instruksi dari Bupati Madiun.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun, Agus Suyudi, menjelaskan, dari total 16 unit SPBU yang berada di Kabupaten Madiun, tidak ada satupun yang milik Bupati Madiun, H. Muhtarom.
Ditambahkan, memang ada yang milik Bupati sebelum Muhtarom menjabat sebagai Bupati Madiun. Tetapi selama kurun waktu 2013 sampai sekarang, belum ada ijin pendirian SPBU baru di wilayah Kabupaten Madiun.

Agar lebih jelas lagi, Agus Suyudi berusaha jemput bola untuk meminta informasi dari Sales Region BBM Pertamina UPMS V Depot Madiun yaitu Andi. Dijelaskan bahwa diketahui telah terjadi kesalahan dalam penyataan dari Direktur Pemasaran Pertaminan. “Saya sudah verifikasi dan Pertamina menyatakan berita CNN Indonesia itu tidak benar,’’ (p-76)
Baca

Polsek Kartoharjo Berhasil Ungkap Jaringan Curanmor Lintas Kabupaten

Madiun Kota, Investigasi  : Keberhasilan dari Tim Buser Polsek Kartoharjo, Kota Madiun dalam mengungkap jaringan Curanmor patut diapresiasi. Selain bisa mengungkap kasus pencurian belasan unit kendaraan bermotor, Tim Buser Polsek Kartoharjo, Kota Madiun juga berhasil mengamankan Penadah barang curian tersebut.
Dari pengungkapan kasus tersebut, Polsek Kartoharjo, Kota Madiun berhasil mengamankan empat tersangka yang salah satunya masih dibawah umur. Selain itu, Tim Buser Polsek Kartoharjo, Kota Madiun juga mengamankan tersangka Sutopo atau yang kondang dipanggil Iblis, Warga Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Jumat (22/1/16).
Sutopo yang biasa dipanggil Iblis, ditangkap anggota Buser saat dikawasan BRI Unit Ngraho, Bojonegoro, karena terlibat kasus pencurian dengan tersangka AA dan AE yang sudah berhasil ditangkap beserta belasan barang bukti R-2.
Dari hasil pengembangan penyidikan Iblis mengakui membeli kendaraan R-2 dari kedua tersangka sebanyak  Lima Unit kendaraan R-2. Dan setelah dilakukan penggeledahan dirumah Iblis, anggota Buser menemukan Lima Unit kendaraan R-2 dengan berbagai jenis yang rencananya hendak dijual kepada pembeli. Dari tangan Iblis, Polisi mengamankan, 1 Unit Yamaha Vixion, 1 Unit Yamaha Jupiter MX, 1 Unit Honda Vario, 1 Unit Honda Vario Violet Silver dan 1 Unit Yamah Mio.
"Jadi Tersangka S, ini berperan sebagai penadah dan membeli kendaraan R-2 tanpa dilengkapi surat kendaraan  hasil kejahatan dari tersangka AA dan AE yang sebelumnya sudah ditangkat anggota,"Kata AKBP Agus Yulianto, S.I.K. Kamis (18/2/16)

Karena perbuatannya yang melanggar hukum tersebut, Sutopo alias Iblis dikenakan Pasal 480 KUHP dan terancam hukuman 4 Tahun penjara. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” pungkas Kapolresta Madiun. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi  : Keberhasilan dari Tim Buser Polsek Kartoharjo, Kota Madiun dalam mengungkap jaringan Curanmor patut diapresiasi. Selain bisa mengungkap kasus pencurian belasan unit kendaraan bermotor, Tim Buser Polsek Kartoharjo, Kota Madiun juga berhasil mengamankan Penadah barang curian tersebut.
Dari pengungkapan kasus tersebut, Polsek Kartoharjo, Kota Madiun berhasil mengamankan empat tersangka yang salah satunya masih dibawah umur. Selain itu, Tim Buser Polsek Kartoharjo, Kota Madiun juga mengamankan tersangka Sutopo atau yang kondang dipanggil Iblis, Warga Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Jumat (22/1/16).
Sutopo yang biasa dipanggil Iblis, ditangkap anggota Buser saat dikawasan BRI Unit Ngraho, Bojonegoro, karena terlibat kasus pencurian dengan tersangka AA dan AE yang sudah berhasil ditangkap beserta belasan barang bukti R-2.
Dari hasil pengembangan penyidikan Iblis mengakui membeli kendaraan R-2 dari kedua tersangka sebanyak  Lima Unit kendaraan R-2. Dan setelah dilakukan penggeledahan dirumah Iblis, anggota Buser menemukan Lima Unit kendaraan R-2 dengan berbagai jenis yang rencananya hendak dijual kepada pembeli. Dari tangan Iblis, Polisi mengamankan, 1 Unit Yamaha Vixion, 1 Unit Yamaha Jupiter MX, 1 Unit Honda Vario, 1 Unit Honda Vario Violet Silver dan 1 Unit Yamah Mio.
"Jadi Tersangka S, ini berperan sebagai penadah dan membeli kendaraan R-2 tanpa dilengkapi surat kendaraan  hasil kejahatan dari tersangka AA dan AE yang sebelumnya sudah ditangkat anggota,"Kata AKBP Agus Yulianto, S.I.K. Kamis (18/2/16)

Karena perbuatannya yang melanggar hukum tersebut, Sutopo alias Iblis dikenakan Pasal 480 KUHP dan terancam hukuman 4 Tahun penjara. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” pungkas Kapolresta Madiun. (p-76)
Baca

Apes.. Sudah DirampasUangnya, Diperkosa Pula

Madiun Kota, Investigasi : Perampasan disertai pemerkosaan terjadi di Jalan Barat Flyover, Ring road Kota Madiun. Nasib malang ini dialami oleh DA (17), seorang gadis cantik warga Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Diceritakan, saat itu DA sedang berboncengan dengan kekasihnya DIS (20) warga Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Saat melintas di areal persawahan, tiba-tiba sepasang kekasih ini dihadang oleh dua orang yang tdak dikenal dengan sebatang bambu panjang.
Lantas kedua pelaku ini menyuruh DIS mendorong motornya ketengah areal persawahan. Sesampai ditempat yang sepi, kedua pelaku merampas barang milik korban dan memperkosa DA secara bergantian. Setelah puas melakukan aksinya, kedua pelaku langsung kabur meninggalkan korban di tengah persawahan.
Tidak terima dengan kejadian tersebut, kedua korban langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polisi. Menurut Kanit Reskrim Polsek Manguharjo Kota Madiun, AKP Anis Heni Winarsih kasus pemerkosaan ini terjadi pada Kamis (18/2/2016) sekitar pukul 20.00 WIB di jalan barat Flyover Jl. Ring Road Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Sehari setelah kejadian itu, kemudian korban melaporkannya ke Polsek Manguharjo. Dua pelaku kemudian berhasil diringkus aparat kepolisian. 
“Saat itu, korban dan teman laki-lakinya, DIS, naik sepeda motor
secara berboncengan. Pelaku kemudian menghadang dan menghentikan laju sepeda motor korban dengan sebilah bambu panjang 50 cm, dan mengambil kunci kontak sepeda motornya,” jelas AKP Anis Heni Winarsih kepada wartawan, Kamis (3/3/2016).
Kedua pelaku pemerkosa itu adalah Ramadan (32), seorang pengangguran, warga Bagek Atas, Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok, dan Erik Susanto (32), karyawan swasta warga Desa Sukolilo, Jiwan, Kabupaten Madiun.
 “Sementara pacar korban, yakni DIS, diminta menyerahkan uang kepada pelaku. Tetapi, karena tidak memiliki uang, akhirnya pelaku mengambil handphone milik DIS. Usai diperkosa DA diancam akan dipukul menggunakan bambu, akhirnya memberikan uang senilai Rp 200 ribu kepada pelaku,” imbuhnya.
Atas tindakan pemerkosaan dan perampasan itu kedua tersangka dijerat
pasal tindak pidana perampasan dan pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (jum)


Madiun Kota, Investigasi : Perampasan disertai pemerkosaan terjadi di Jalan Barat Flyover, Ring road Kota Madiun. Nasib malang ini dialami oleh DA (17), seorang gadis cantik warga Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Diceritakan, saat itu DA sedang berboncengan dengan kekasihnya DIS (20) warga Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Saat melintas di areal persawahan, tiba-tiba sepasang kekasih ini dihadang oleh dua orang yang tdak dikenal dengan sebatang bambu panjang.
Lantas kedua pelaku ini menyuruh DIS mendorong motornya ketengah areal persawahan. Sesampai ditempat yang sepi, kedua pelaku merampas barang milik korban dan memperkosa DA secara bergantian. Setelah puas melakukan aksinya, kedua pelaku langsung kabur meninggalkan korban di tengah persawahan.
Tidak terima dengan kejadian tersebut, kedua korban langsung melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polisi. Menurut Kanit Reskrim Polsek Manguharjo Kota Madiun, AKP Anis Heni Winarsih kasus pemerkosaan ini terjadi pada Kamis (18/2/2016) sekitar pukul 20.00 WIB di jalan barat Flyover Jl. Ring Road Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Sehari setelah kejadian itu, kemudian korban melaporkannya ke Polsek Manguharjo. Dua pelaku kemudian berhasil diringkus aparat kepolisian. 
“Saat itu, korban dan teman laki-lakinya, DIS, naik sepeda motor
secara berboncengan. Pelaku kemudian menghadang dan menghentikan laju sepeda motor korban dengan sebilah bambu panjang 50 cm, dan mengambil kunci kontak sepeda motornya,” jelas AKP Anis Heni Winarsih kepada wartawan, Kamis (3/3/2016).
Kedua pelaku pemerkosa itu adalah Ramadan (32), seorang pengangguran, warga Bagek Atas, Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok, dan Erik Susanto (32), karyawan swasta warga Desa Sukolilo, Jiwan, Kabupaten Madiun.
 “Sementara pacar korban, yakni DIS, diminta menyerahkan uang kepada pelaku. Tetapi, karena tidak memiliki uang, akhirnya pelaku mengambil handphone milik DIS. Usai diperkosa DA diancam akan dipukul menggunakan bambu, akhirnya memberikan uang senilai Rp 200 ribu kepada pelaku,” imbuhnya.
Atas tindakan pemerkosaan dan perampasan itu kedua tersangka dijerat
pasal tindak pidana perampasan dan pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (jum)


Baca

Upah Tak Dibayar, Mandor dan Pekerja Lurug DPRD dan Disnakersos Kota Madiun

Madiun Kota, Investigasi ; Karena tidak mendapatkan kepastian kapan pembayaran upah yang belum tuntas, Mandor dan perwakilan para pekerja yang menggarap Gedung DPRD Kota Madiun melurug Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Madiun. Hal ini dilakukan oleh puluhan mandor dan pekerja proyek Gedung DPRD Kota Madiun karena merasa dipermainkan. Selasa (16/2/16).
Sebelumnya, puluhan mandor dan pekerja proyek tersebut sudah madul ke DPRD Kota Madiun namun tidak mendapat tanggapan. "Kami akan rapat dulu dengan pimpinan. Semoga tanggal 22 ada titik temu untuk menyelesaikan pembayaran tenaga kerja, suplayer dan sewa alat berat ini. Tetapi secara bertahap,"kata perwakilan PT. AJP, Mohamad Sonhaji, Rabu (17/2/16).
Karena tidak mendapat solusi yang berarti, pekerja dan mandor ini kembali mendatangi Kantor Disnakersos, Rabu (17/2/2016) siang.  Dalam dialog yang berjalan secara alot antara pekerja, perwakilan PT. Aneka Jasa Pembangunan (PT. AJP) dan Disnakersos, akhirnya mendapati kesepakatan bahwa akan dibayarkan secara bertahap pada (22/2/2016) mendatang, dengan surat perjanjian bermaterai.
Budiono salah satu perwakilan pekerja meminta pihak PT. AJP untuk memenuhi janjinya. Jika dalam perjanjian tersebut "mbleset", maka Budiono dan ratusan pekerja lainnya bakal melaporkan hal itu ke pihak Kepolisian. "Kalau tanggal 22 tidak ada penyelesaian, kami akan melaporkan ini ke Polisi,"ancamnya.
Kasi Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja, Disnakersos, Kota Madiun, Ponco Winarno mengatakan, pada tanggal 22 itu PT. AJP berjanji akan membayar tahap pertama. Jika nantinya PT. AJP "mblenjani janji", maka Disnakersos menyarankan kepada pekerja untuk menempuh jalur hukum.
Sementara itu, Ketua LSM Wahana Komunikasi Rakyat (WKR) Kota Madiun meminta POlres Madiun Kota untuk turun tangan agar stabilitas keamanan di Kota Madiun tetap kondusif. "Masalah ratusan pekerja yang belum dibayar oleh PT. AJP itu seharusnya Polisi harus cepat tanggap. Karena ini masalah perut, bisa mengganggu stabilitas ketentraman dan keamanan di Kota Madiun,"katanya, Rabu (17/2/2016).
WKR mencatat, sebanyak tiga kali permasalahan yang sama terjadi di Kota Madiun. Gejolak pekerja yang tidak terbayar sebelumnya juga sempat terjadi saat pembangunan proyek Pasar Besar Kota Madiun, proyek Poltek Madiun dan yang terakhir proyek Gedung DPRD ini. (p-76)


Madiun Kota, Investigasi ; Karena tidak mendapatkan kepastian kapan pembayaran upah yang belum tuntas, Mandor dan perwakilan para pekerja yang menggarap Gedung DPRD Kota Madiun melurug Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Madiun. Hal ini dilakukan oleh puluhan mandor dan pekerja proyek Gedung DPRD Kota Madiun karena merasa dipermainkan. Selasa (16/2/16).
Sebelumnya, puluhan mandor dan pekerja proyek tersebut sudah madul ke DPRD Kota Madiun namun tidak mendapat tanggapan. "Kami akan rapat dulu dengan pimpinan. Semoga tanggal 22 ada titik temu untuk menyelesaikan pembayaran tenaga kerja, suplayer dan sewa alat berat ini. Tetapi secara bertahap,"kata perwakilan PT. AJP, Mohamad Sonhaji, Rabu (17/2/16).
Karena tidak mendapat solusi yang berarti, pekerja dan mandor ini kembali mendatangi Kantor Disnakersos, Rabu (17/2/2016) siang.  Dalam dialog yang berjalan secara alot antara pekerja, perwakilan PT. Aneka Jasa Pembangunan (PT. AJP) dan Disnakersos, akhirnya mendapati kesepakatan bahwa akan dibayarkan secara bertahap pada (22/2/2016) mendatang, dengan surat perjanjian bermaterai.
Budiono salah satu perwakilan pekerja meminta pihak PT. AJP untuk memenuhi janjinya. Jika dalam perjanjian tersebut "mbleset", maka Budiono dan ratusan pekerja lainnya bakal melaporkan hal itu ke pihak Kepolisian. "Kalau tanggal 22 tidak ada penyelesaian, kami akan melaporkan ini ke Polisi,"ancamnya.
Kasi Pembinaan dan Pengawasan Tenaga Kerja, Disnakersos, Kota Madiun, Ponco Winarno mengatakan, pada tanggal 22 itu PT. AJP berjanji akan membayar tahap pertama. Jika nantinya PT. AJP "mblenjani janji", maka Disnakersos menyarankan kepada pekerja untuk menempuh jalur hukum.
Sementara itu, Ketua LSM Wahana Komunikasi Rakyat (WKR) Kota Madiun meminta POlres Madiun Kota untuk turun tangan agar stabilitas keamanan di Kota Madiun tetap kondusif. "Masalah ratusan pekerja yang belum dibayar oleh PT. AJP itu seharusnya Polisi harus cepat tanggap. Karena ini masalah perut, bisa mengganggu stabilitas ketentraman dan keamanan di Kota Madiun,"katanya, Rabu (17/2/2016).
WKR mencatat, sebanyak tiga kali permasalahan yang sama terjadi di Kota Madiun. Gejolak pekerja yang tidak terbayar sebelumnya juga sempat terjadi saat pembangunan proyek Pasar Besar Kota Madiun, proyek Poltek Madiun dan yang terakhir proyek Gedung DPRD ini. (p-76)


Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100