Berita Terkini

Personil Polres Magetan Ikuti Upacara Pembukaan TMMD Ke 96 Tahun 2016

Magetan, Investigasi : Bertempat di lapangan desa Manjung kecamatan Panekan kabupaten Magetan dilaksankan giat upacara pembukaan TMMD ke 96 tahun 2016 oleh Bupati Magetan, Selasa (3/5/16).
Kegiatan upacara tersebut dihadiri sekitar 500 orang undangan terdiri dari Forkopimda kabupaten Magetan,perwakilan SKPD kabupaten Magetan, Forkopimka  kecamatan Panekan, seluruh Kepala desa sekecamatan Panekan, Toga, Tomas dan warga sekitarnya.
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kapolsek Panekan AKP Suyatni, S.H.  menyampaiakan bahwa, “Adapun tema dari giat TMMD ini adalah dengan semangat kemanunggalan serta kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa kita tingkatkan kecepatan pembangunan didaerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Upacara dengan komandan Upacara Lettu Infantri Ismail dan peserta upacara terdiri dari 2 pleton yonif 501, 1 pleton paskhas, 1 pleton Kodim, 1 pleton Polres Magetan, 1 pleton Sat Pol PP, 1 pleton Dishubkominfo, 1 Pleton Linmas, 1 pleton Pramuka dan 1 pleton FKPPI.

Setelah giat upacara Bupati Magetan beserta rombongan Forkopimda meninjau lokasi TMMD / perbaikan jalan di desa Manjung sepanjang 1,4 km. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Bertempat di lapangan desa Manjung kecamatan Panekan kabupaten Magetan dilaksankan giat upacara pembukaan TMMD ke 96 tahun 2016 oleh Bupati Magetan, Selasa (3/5/16).
Kegiatan upacara tersebut dihadiri sekitar 500 orang undangan terdiri dari Forkopimda kabupaten Magetan,perwakilan SKPD kabupaten Magetan, Forkopimka  kecamatan Panekan, seluruh Kepala desa sekecamatan Panekan, Toga, Tomas dan warga sekitarnya.
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kapolsek Panekan AKP Suyatni, S.H.  menyampaiakan bahwa, “Adapun tema dari giat TMMD ini adalah dengan semangat kemanunggalan serta kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa kita tingkatkan kecepatan pembangunan didaerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Upacara dengan komandan Upacara Lettu Infantri Ismail dan peserta upacara terdiri dari 2 pleton yonif 501, 1 pleton paskhas, 1 pleton Kodim, 1 pleton Polres Magetan, 1 pleton Sat Pol PP, 1 pleton Dishubkominfo, 1 Pleton Linmas, 1 pleton Pramuka dan 1 pleton FKPPI.

Setelah giat upacara Bupati Magetan beserta rombongan Forkopimda meninjau lokasi TMMD / perbaikan jalan di desa Manjung sepanjang 1,4 km. (sj/md)
Baca

Budi Sulistyono Terima Penghargaan AKPPI Sementara Antiek Budi Sulistyono Melantik Pengurus GOW

Ngawi, Investigasi : Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono selaku Pimpinan Delegasi Kabupaten Ngawi belum lama ini ( 24-25/4 ) telah menerima langsung Penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi sebagai Pemenang Utama. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut mengambil tempat di Hotel Borobudur Jakarta dan Kantor Pusat Bank Indonesia.
Penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi ( AKPPI ) diberikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo. Dijelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong dan menginspirasi Program Pengendalian Inflasi melalui refleksi dan koordinasi pelaksanaan program di daerah, khususnya untuk komuditas volatile food seperti komuditas pangan dan holtikultura. Selain itu program tersebut juga ditujukan untuk mempercepat replikasi program pengembangan komoditas penyumbang inflasi dengan pendekatan klaster. Lebih lanjut dijelaskan bahwa program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan awarenees para pemangku kepentingan mengenai pentingnya koordinasi dalam pengendalian inflasi baik di daerah maupun secara nasional.
Sehubungan dengan diterimanya penghargaan AKPPI yang mana Kabupaten Ngawi sebagai Pemenang Utama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengucapkan terima kasih atas kerja keras Dinas Pertanian selaku pembina KNOC dan seluruh anggota KNOC yang telah menghantarkan Kabupaten Ngawi menjadi Pemenang Utama dalam penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi. Selain itu dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap Kabupaten Ngawi dalam Program Pengendalian Inflasi.
Di sisi lain, wanita nomor satu di Kabupaten Ngawi, isteri Bupati Ngawi Antiek Budi Sulistyono bertempat di Gedung Wedya Graha ( 3/5 ) telah melaksanakan pelantikan dan pangukuhan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ngawi masa bhakti tahun 2016-2020 dan Seminar Motivasi dari dosen UGM Yogyakarta. Ikut hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD dan anggota Organisasi Wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Ngawi.
Dalam sambutannya Ketua Dewan Penasehat GOW Kabupaten Ngawi Antiek Budi Sulistyono mengharapkan bahwa GOW Kabupaten Ngawi bisa menjadi dinamisator dan fasilitator bagi tumbuh kembangnya Organisasi Wanita, sekaligus turut serta membantu dalam akselerasi penuntasan berbagai program Pembangunan Daerah. Lebih lanjut Antiek Budi Sulistyono memaparkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada ibu-ibu dan seluruh peserta seminar dalam pendidikan karakter/ motivasi sehingga bisa dijadikan bekal untuk mendidik putra-putri serta memotivator karier wanita Indonesia di Kabupaten Ngawi khususnya sesuai dengan profesi masing-masing dan sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Bupati Ngawi Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan bahwa GOW merupakan mitra kerja Pemerintah dalam upaya peningkatan peran wanita dalam pembangunan berperspektif gender terutama melalui pendidikan, ketrampilan, partisipasi pada sektor publik dan berbagai kegiatan lainnya. Dia juga mengatakan bahwa GOW dapat lebih memberdayakan potensi yang dimiliki untuk upaya peningkatan eksistensi wanita dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, karena selama ini telah berhasil mengawal perjuangan dalam meningkatkan kesetaraan kaum perempuan tanpa membuat perempuan melupakan kodratnya.

Dapat ditambahkan bahwa Seminar Motivasi tersebut diberi thema : Relasi Orang Tua Dan Anak Yang Berkualitas Pada Generasi Digital. Sedangkan dari UGM Yogyakarta diwakili oleh Dosen Dr. Avin Fadilla Helmi. Acara tersebut dimeriahkan oleh Group Kulintang Srikandi Ngawi. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono selaku Pimpinan Delegasi Kabupaten Ngawi belum lama ini ( 24-25/4 ) telah menerima langsung Penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi sebagai Pemenang Utama. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut mengambil tempat di Hotel Borobudur Jakarta dan Kantor Pusat Bank Indonesia.
Penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi ( AKPPI ) diberikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo. Dijelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong dan menginspirasi Program Pengendalian Inflasi melalui refleksi dan koordinasi pelaksanaan program di daerah, khususnya untuk komuditas volatile food seperti komuditas pangan dan holtikultura. Selain itu program tersebut juga ditujukan untuk mempercepat replikasi program pengembangan komoditas penyumbang inflasi dengan pendekatan klaster. Lebih lanjut dijelaskan bahwa program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan awarenees para pemangku kepentingan mengenai pentingnya koordinasi dalam pengendalian inflasi baik di daerah maupun secara nasional.
Sehubungan dengan diterimanya penghargaan AKPPI yang mana Kabupaten Ngawi sebagai Pemenang Utama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengucapkan terima kasih atas kerja keras Dinas Pertanian selaku pembina KNOC dan seluruh anggota KNOC yang telah menghantarkan Kabupaten Ngawi menjadi Pemenang Utama dalam penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi. Selain itu dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap Kabupaten Ngawi dalam Program Pengendalian Inflasi.
Di sisi lain, wanita nomor satu di Kabupaten Ngawi, isteri Bupati Ngawi Antiek Budi Sulistyono bertempat di Gedung Wedya Graha ( 3/5 ) telah melaksanakan pelantikan dan pangukuhan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ngawi masa bhakti tahun 2016-2020 dan Seminar Motivasi dari dosen UGM Yogyakarta. Ikut hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD dan anggota Organisasi Wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Ngawi.
Dalam sambutannya Ketua Dewan Penasehat GOW Kabupaten Ngawi Antiek Budi Sulistyono mengharapkan bahwa GOW Kabupaten Ngawi bisa menjadi dinamisator dan fasilitator bagi tumbuh kembangnya Organisasi Wanita, sekaligus turut serta membantu dalam akselerasi penuntasan berbagai program Pembangunan Daerah. Lebih lanjut Antiek Budi Sulistyono memaparkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada ibu-ibu dan seluruh peserta seminar dalam pendidikan karakter/ motivasi sehingga bisa dijadikan bekal untuk mendidik putra-putri serta memotivator karier wanita Indonesia di Kabupaten Ngawi khususnya sesuai dengan profesi masing-masing dan sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Bupati Ngawi Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan bahwa GOW merupakan mitra kerja Pemerintah dalam upaya peningkatan peran wanita dalam pembangunan berperspektif gender terutama melalui pendidikan, ketrampilan, partisipasi pada sektor publik dan berbagai kegiatan lainnya. Dia juga mengatakan bahwa GOW dapat lebih memberdayakan potensi yang dimiliki untuk upaya peningkatan eksistensi wanita dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, karena selama ini telah berhasil mengawal perjuangan dalam meningkatkan kesetaraan kaum perempuan tanpa membuat perempuan melupakan kodratnya.

Dapat ditambahkan bahwa Seminar Motivasi tersebut diberi thema : Relasi Orang Tua Dan Anak Yang Berkualitas Pada Generasi Digital. Sedangkan dari UGM Yogyakarta diwakili oleh Dosen Dr. Avin Fadilla Helmi. Acara tersebut dimeriahkan oleh Group Kulintang Srikandi Ngawi. (pdy)
Baca

Bupati Madiun : Manusia Yang Terdidik Dan Tercerahkan Adalah Kunci Kemajuan Bangsa

Madiun, Investigasi : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirayakan kali ini sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Sebagaimana di gariskan oleh Presiden RI bahwa Indonesia akan disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global bila tinggi kualitas manusianya.  Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Setiap manusia Indonesia mendapat akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.
Inilah sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan RI yang dibacakan oleh Bupati Madiun, Senin, (2/5/16) saat upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pengeran Timur Kab. Madiun di Mejayan.
Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos dengan dihadiri oleh Ketua  DPRD, Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli,  Asisten Sekda, Kepala SKPD, Camat, dan jajaran Dinas Pendidikan Kab. Madiun.
Dilanjutkan, Dukungan yang perlu diberikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan, bahwa apa yang dipelajari saat ini adalah apa yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Ketrampilan yang dibutuhkan anak-anak pada abad 21 mencakup tiga komponen yaitu Kualitas Karakter, Kemampuan Literasi dan Kompetensi. Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pelajar. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan.
Terkait dengan Pendidikan Bupati Madiun H. Muhtarom, menambahkan, bahwa bidang Pendidikan di Kab. Madiun sudah menempati prioritas ke dua dalam prioritas pembangunan di Kab. Madiun. Untuk itu pendidikan di Kab. Madiun harus selalu mengalami peningkatan/kemajuan. Ini penting bagi kita semua dalam menghadapi kemajuan dunia (MEA).
Dijelaskan pula bahwa dalam menghadapi isu MEA, Pemkab. Madiun telah mempersiapkan diri baik itu mengenai kebijakan daerah dan juga potensi sumberdaya alam yang memiliki peluang untuk bersaing diantaranya sektor pertanian tanaman pangan dan buah-buahan, Perkebunan dan Hutan Rakyat, Peternakan, Perikanan serta Perdagangan dan pariwisata. Semua kebijakan tersebut akan akan mempu meningkatkan kesejahteraan rakyat apabila ditunjang dengan kemampuan SDM yang memadahi. 
Agar kita tidak hanya menjadi pasar dalam menghadapi MEA maka kita harus menyiapkan sedemikian rupa untuk. Kita harus bisa memprotek kegiatan negatif. Perlu diketahui, bahwa  dunia pendidikan itu tidak saja menjadi tanggungjawab guru tetapi juga para orang tua murid, hal ini penting mengingat para orang tua mempunyai waktu yang lebih lama bersama anak.

Pada kesempatan ini Bupati Madiun dengan didampingi Ketua DPRD dan Wakil Bupati Madiun berekanan menyerahkan hadiah dan piagam penghargaan kepada guru dan siswa peserta berbagai loba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Madiun. Usai upacara Bupati Madiun juga berkenan melepas balon udara dan dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran yang hasil kerajinan siswa SMA dan SMK se Kab. Madiun. (p-76)
Madiun, Investigasi : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirayakan kali ini sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Sebagaimana di gariskan oleh Presiden RI bahwa Indonesia akan disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global bila tinggi kualitas manusianya.  Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Setiap manusia Indonesia mendapat akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.
Inilah sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan RI yang dibacakan oleh Bupati Madiun, Senin, (2/5/16) saat upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pengeran Timur Kab. Madiun di Mejayan.
Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos dengan dihadiri oleh Ketua  DPRD, Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli,  Asisten Sekda, Kepala SKPD, Camat, dan jajaran Dinas Pendidikan Kab. Madiun.
Dilanjutkan, Dukungan yang perlu diberikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan, bahwa apa yang dipelajari saat ini adalah apa yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Ketrampilan yang dibutuhkan anak-anak pada abad 21 mencakup tiga komponen yaitu Kualitas Karakter, Kemampuan Literasi dan Kompetensi. Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pelajar. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan.
Terkait dengan Pendidikan Bupati Madiun H. Muhtarom, menambahkan, bahwa bidang Pendidikan di Kab. Madiun sudah menempati prioritas ke dua dalam prioritas pembangunan di Kab. Madiun. Untuk itu pendidikan di Kab. Madiun harus selalu mengalami peningkatan/kemajuan. Ini penting bagi kita semua dalam menghadapi kemajuan dunia (MEA).
Dijelaskan pula bahwa dalam menghadapi isu MEA, Pemkab. Madiun telah mempersiapkan diri baik itu mengenai kebijakan daerah dan juga potensi sumberdaya alam yang memiliki peluang untuk bersaing diantaranya sektor pertanian tanaman pangan dan buah-buahan, Perkebunan dan Hutan Rakyat, Peternakan, Perikanan serta Perdagangan dan pariwisata. Semua kebijakan tersebut akan akan mempu meningkatkan kesejahteraan rakyat apabila ditunjang dengan kemampuan SDM yang memadahi. 
Agar kita tidak hanya menjadi pasar dalam menghadapi MEA maka kita harus menyiapkan sedemikian rupa untuk. Kita harus bisa memprotek kegiatan negatif. Perlu diketahui, bahwa  dunia pendidikan itu tidak saja menjadi tanggungjawab guru tetapi juga para orang tua murid, hal ini penting mengingat para orang tua mempunyai waktu yang lebih lama bersama anak.

Pada kesempatan ini Bupati Madiun dengan didampingi Ketua DPRD dan Wakil Bupati Madiun berekanan menyerahkan hadiah dan piagam penghargaan kepada guru dan siswa peserta berbagai loba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Madiun. Usai upacara Bupati Madiun juga berkenan melepas balon udara dan dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran yang hasil kerajinan siswa SMA dan SMK se Kab. Madiun. (p-76)
Baca

Bupati Ponorogo Buka Muskercab NU Di Ponpes Thoriqul Huda

Ponorogo, Investigasi : Guna menyusun agenda kerjanya, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Kerja Cabang Ponorogo di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Desa Cekok, Babadan Ponorogo.
Acara yang bertema "NU Bangkit Merajud Umat Menggapai Prestasi” ini dibuka langsung oleh Bupati Ponorogo Drs. Ipong Muhlisoni dan diketuai oleh dr Murdianto (Rektor Insuri) berlangsung kondusif. Minggu (1/5/16).
dalam sambutannya, Drs. Ipong Muhlisoni, Bupati Ponorogo mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus NU dan warganya yang telah bisa mengawal pilbup dengan damai. “Dulu saya maju dengan wakil yang sekarang sudah minta kalau wakil saya harusnya ketua umum PCNU tapi apalah daya Pak Aziz gak mau,” ungkap Ipong.
dulu juga peserta semua ketawa lanjut Ipong, Sekarang yang lalu biarlah berlalu mari bersama bersatu untuk Ponorogo berbenah, berbudaya dan relijius.
“Saya sudah mengangar untuk gaji guru Madrasah Diniyah yang totalnya lebih dari 7000 ustad sama ustadzah tiap bulannya. “Ini baru pertama Bupati yang mempunyai keperdulian sama nasib para guru Madin (Madrasah Diniyah),” tegas Bupati Ponorogo ini diiringi tepuk tangan.
acara yang dimulai sekitar jam 07.00 WIB sampai 16.00 WIB ini juga dihadiri oleh jajaran Mustayar KH. Husen Ali, Dewan Syuriyah, Katib, Tanfidizah, Ketua Muslimat, Ketua Fatayat Dan Banom Lain Hasir.
Begitu pentingnya acara ini dimata Bupati Ponorogo, sidang Komisi terus pleno yang dijadwalkan jam  16.00 WIB selesai malah molor hampir sampai jam 17.00 WIB. “Karena sangking banyaknya program yang dihasilkan,” lanjutnya.

Bupati Ponorogo berharap semua tokoh maupun warga NU untuk bisa membantu jalannya pemerintahan di Kabupaten Ponorogo, serta segera menyusun apa saja program NU yang sekiranya pemerintah bisa membantu. “Selamat dan sukses semoga Musker II ini nanti berjalan lancar dan barokah,” pungkas Bupati Ipong. (mad/sur)
Ponorogo, Investigasi : Guna menyusun agenda kerjanya, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Kerja Cabang Ponorogo di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Desa Cekok, Babadan Ponorogo.
Acara yang bertema "NU Bangkit Merajud Umat Menggapai Prestasi” ini dibuka langsung oleh Bupati Ponorogo Drs. Ipong Muhlisoni dan diketuai oleh dr Murdianto (Rektor Insuri) berlangsung kondusif. Minggu (1/5/16).
dalam sambutannya, Drs. Ipong Muhlisoni, Bupati Ponorogo mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus NU dan warganya yang telah bisa mengawal pilbup dengan damai. “Dulu saya maju dengan wakil yang sekarang sudah minta kalau wakil saya harusnya ketua umum PCNU tapi apalah daya Pak Aziz gak mau,” ungkap Ipong.
dulu juga peserta semua ketawa lanjut Ipong, Sekarang yang lalu biarlah berlalu mari bersama bersatu untuk Ponorogo berbenah, berbudaya dan relijius.
“Saya sudah mengangar untuk gaji guru Madrasah Diniyah yang totalnya lebih dari 7000 ustad sama ustadzah tiap bulannya. “Ini baru pertama Bupati yang mempunyai keperdulian sama nasib para guru Madin (Madrasah Diniyah),” tegas Bupati Ponorogo ini diiringi tepuk tangan.
acara yang dimulai sekitar jam 07.00 WIB sampai 16.00 WIB ini juga dihadiri oleh jajaran Mustayar KH. Husen Ali, Dewan Syuriyah, Katib, Tanfidizah, Ketua Muslimat, Ketua Fatayat Dan Banom Lain Hasir.
Begitu pentingnya acara ini dimata Bupati Ponorogo, sidang Komisi terus pleno yang dijadwalkan jam  16.00 WIB selesai malah molor hampir sampai jam 17.00 WIB. “Karena sangking banyaknya program yang dihasilkan,” lanjutnya.

Bupati Ponorogo berharap semua tokoh maupun warga NU untuk bisa membantu jalannya pemerintahan di Kabupaten Ponorogo, serta segera menyusun apa saja program NU yang sekiranya pemerintah bisa membantu. “Selamat dan sukses semoga Musker II ini nanti berjalan lancar dan barokah,” pungkas Bupati Ipong. (mad/sur)
Baca

Bawa Narkoba, Pengusaha Jasa Terop Digelandang Ke Mapolresta



Madiun Kota, Investigasi :  Genderang perang terhadap obat-obatan terlarang terus dikumandangkan oleh Polres Madiun Kota. Bukan hanya bandar, pengedar maupun pengguna juga disikat oleh Sat Reskoba Polres Madiun Kota. Begitu pula yang dialami oleh Untung Margono atau yang dipanggil OTE, warga Jalan S. Parman, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
OTE diduga adalah pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis sabu sabu berhasil dicokok polisi dari Sat Reskoba Polres Madiun Kota, di jalan S Parman, Kota Madiun, Jum’at malam (29/4/2016). Dia tertangkap tangan beserta barang bukti 0,46 gram sabu yang dilipat grenjeng rokok.
“Ini yang ke tiga kalinya, dia pernah dua kali dipenjara dengan kasus yang sama. Tersangka ini merupakan residivis yang sudah lama menjadi incaran petugas karena teribat peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Madiun Kota,”Kata Kasat Reskoba Polres Madiun Kota, AKP Sukono.
Diketahui, OTE merupakan pengusaha terkenal jasa terop di Kota Madiun pernah masuk penjara dengan kasus yang sama ini digelandang ke kantor Sat Reskoba Madiun Kota untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasusnya.
Sementara dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan belasan barang bukti dari rumah di jalan S Parman yang diduga merupakan peranagkat alat transaksi dan alat yang dipakai untuk menikmati sabu. (p-76)


Madiun Kota, Investigasi :  Genderang perang terhadap obat-obatan terlarang terus dikumandangkan oleh Polres Madiun Kota. Bukan hanya bandar, pengedar maupun pengguna juga disikat oleh Sat Reskoba Polres Madiun Kota. Begitu pula yang dialami oleh Untung Margono atau yang dipanggil OTE, warga Jalan S. Parman, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
OTE diduga adalah pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis sabu sabu berhasil dicokok polisi dari Sat Reskoba Polres Madiun Kota, di jalan S Parman, Kota Madiun, Jum’at malam (29/4/2016). Dia tertangkap tangan beserta barang bukti 0,46 gram sabu yang dilipat grenjeng rokok.
“Ini yang ke tiga kalinya, dia pernah dua kali dipenjara dengan kasus yang sama. Tersangka ini merupakan residivis yang sudah lama menjadi incaran petugas karena teribat peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Madiun Kota,”Kata Kasat Reskoba Polres Madiun Kota, AKP Sukono.
Diketahui, OTE merupakan pengusaha terkenal jasa terop di Kota Madiun pernah masuk penjara dengan kasus yang sama ini digelandang ke kantor Sat Reskoba Madiun Kota untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasusnya.
Sementara dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan belasan barang bukti dari rumah di jalan S Parman yang diduga merupakan peranagkat alat transaksi dan alat yang dipakai untuk menikmati sabu. (p-76)
Baca

Mayat Bayi Di Buang Dimakam Gegerkan Warga

Madiun, Investigasi : Penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan diareal pintu masuk makam Dusun Cruwet, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sabtu (30/4) sore lalu menggegerkan masyarakat sekitar.
Mayat bayi malang yang terbungkus dalam tas plastik itu ditemukan oleh dua orang yang kebetulan melintas diareal tersebut. “Dua orang saksi warga sekitar yaitu Sugiri dan Sardi tengah mengangkut pasir, sejak pukul 15.00 sempat melihat ada tas perempuan warna pink diletakkan dibawah pohon Kamboja dekat pintu masuk makam,” kata AKP. Edi Rianto, Kapolsek Kebonsari pada media. Minggu (1/5/16)
Dilanjutkan,  keduanya membiarkan dan berfikir ada pemilik tas, namun sekitar pukul 17.00,  Sugiri dan Sardi masih melihat tas itu tetap ditempatnya. karena curiga, kedua orang ini  mendekati dan membuka tas tersebut. Keduanya kaget bukan main, ternyata ada sesosok mayat bayi dalam tas wanita itu. Mengetahui hal itu, keduanya langsung berlari dan melaporkan kepada perangkat desa setempat, lalu diteruskan aparat Babinkantibmas dan Babinsa,” lanjut Kapolsek Kebonsari.
Tak selang lama, tim medis dari RSUD Dolopo datang untuk melakukan visum luar. dari visum tersebut diketahui mayat bayi perempuan dengan panjang 44 cm, berat dengan plasenta 2,15 kg dan tanpa plasenta 1,84 kg. Saat ditemukan plasenta dalam keadaan membusuk, bayi diperkirakan meninggal lebih dari 6 jam. Selanjutnya, jasad bayi dikirim ke RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun.
Petugas juga membawa barang bukti seperti kantung plastik warna putih, jarik warna coklat, pembalut, tas perempuan warna pink dan kain kafan. Usia bayi waktu lahir kurang dari 9 bulan atau belum waktunya, setelah dilakukan visum luar di RSUD Dolopo, langsung dikirim ke RSUPP Jatim dr Soedhono untuk divisum lengkap.
Selanjutnya, usai divisum jasad bayi dikirim ke Dusun Cruwet, untuk dimakamkan secara umum, Minggu (01/05/2016) sekitar pukul 14.00. “Kami masih meminta keterangan saksi-saksi, guna mengungkap pembuang bayi. Kami juga mengharapkan, jika ada saksi lain mengetahui untuk melapor,” ujar Kapolsek Kebonsari lagi. (p-76/sur)
Madiun, Investigasi : Penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan diareal pintu masuk makam Dusun Cruwet, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sabtu (30/4) sore lalu menggegerkan masyarakat sekitar.
Mayat bayi malang yang terbungkus dalam tas plastik itu ditemukan oleh dua orang yang kebetulan melintas diareal tersebut. “Dua orang saksi warga sekitar yaitu Sugiri dan Sardi tengah mengangkut pasir, sejak pukul 15.00 sempat melihat ada tas perempuan warna pink diletakkan dibawah pohon Kamboja dekat pintu masuk makam,” kata AKP. Edi Rianto, Kapolsek Kebonsari pada media. Minggu (1/5/16)
Dilanjutkan,  keduanya membiarkan dan berfikir ada pemilik tas, namun sekitar pukul 17.00,  Sugiri dan Sardi masih melihat tas itu tetap ditempatnya. karena curiga, kedua orang ini  mendekati dan membuka tas tersebut. Keduanya kaget bukan main, ternyata ada sesosok mayat bayi dalam tas wanita itu. Mengetahui hal itu, keduanya langsung berlari dan melaporkan kepada perangkat desa setempat, lalu diteruskan aparat Babinkantibmas dan Babinsa,” lanjut Kapolsek Kebonsari.
Tak selang lama, tim medis dari RSUD Dolopo datang untuk melakukan visum luar. dari visum tersebut diketahui mayat bayi perempuan dengan panjang 44 cm, berat dengan plasenta 2,15 kg dan tanpa plasenta 1,84 kg. Saat ditemukan plasenta dalam keadaan membusuk, bayi diperkirakan meninggal lebih dari 6 jam. Selanjutnya, jasad bayi dikirim ke RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun.
Petugas juga membawa barang bukti seperti kantung plastik warna putih, jarik warna coklat, pembalut, tas perempuan warna pink dan kain kafan. Usia bayi waktu lahir kurang dari 9 bulan atau belum waktunya, setelah dilakukan visum luar di RSUD Dolopo, langsung dikirim ke RSUPP Jatim dr Soedhono untuk divisum lengkap.
Selanjutnya, usai divisum jasad bayi dikirim ke Dusun Cruwet, untuk dimakamkan secara umum, Minggu (01/05/2016) sekitar pukul 14.00. “Kami masih meminta keterangan saksi-saksi, guna mengungkap pembuang bayi. Kami juga mengharapkan, jika ada saksi lain mengetahui untuk melapor,” ujar Kapolsek Kebonsari lagi. (p-76/sur)
Baca

Lapangan Tembak Patria Tama Diresmikan Oleh Kapolres Madiun

Madiun, Investigasi : Tuntutan Anggota Kepolisian Resort Madiun harus punya skill dan kemampuan sehingga bisa melaksanakan tugasnya sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat direspon oleh Kapolres Madiun, AKBP Tony Surya Putra, SIK dengan meresmikan lapangan tembak Patria Tama.
Lapangan tembak yang berlokasi di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun ini tepatnya di sebelah kiri Polsek Wungu, ini berdiri atas prakarsa dari Kapolres Madiun, AKBP. Tony Surya Putra, SIK. saat itu, Kapolres Madiun membuat lapangan tembak seluas 600 m2 tersebut dengan maksud supaya bisa digunakan untuk latihan baik untuk Polres Madiun sendiri maupun untuk latihan gabungan dengan TNI
"Selain dituntut di bidang Kepolisian, Polisi juga dituntut di bidang teknis, Polisi harus memiliki ketrampilan menembak karena baik itu fungsi Sabhara  dan Lalu Lintas di lapangan juga dibekali senjata api, sehingga kalau tidak kita latih dalam penggunaan senjata apinya bisa tidak sesuai dengan aturan ataupun bisa berakibat fatal bagi yang menggunakan senjata api itu," kata Kapolres Madiun. Sabtu (30/4/2016).
Dilanjutkan, dengan latihan menembak, diharapkan para anggota akan terampil dalam menggunakan senjata api yang dibawanya. “Anggota yang di bekali senjata api tentunya dalam penggunaannya jadi benar sesuai dengan prosedur penggunaan yang benar," jelasnya.

terkait dengan penggunaan nama Patria Tama diambil dari nama angkatan Batalyon Kapolres Madiun sewaktu di Akpol (Akademi Kepolisian) lulusan tahun 1995. "Patria Tama diambil dari nama angkatan Batalyon kami, itu hanyalah simbol saat pembangunan lapangan tembak ini Kapolres adalah dari angkatan 1995 di batalyon tersebut dan Ini sifatnya motivasi supaya Kapolres - Kapolres berikutnya mungkin akan melakukan inovasi - inovasi untuk kemajuan Polres Madiun," pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Tuntutan Anggota Kepolisian Resort Madiun harus punya skill dan kemampuan sehingga bisa melaksanakan tugasnya sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat direspon oleh Kapolres Madiun, AKBP Tony Surya Putra, SIK dengan meresmikan lapangan tembak Patria Tama.
Lapangan tembak yang berlokasi di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun ini tepatnya di sebelah kiri Polsek Wungu, ini berdiri atas prakarsa dari Kapolres Madiun, AKBP. Tony Surya Putra, SIK. saat itu, Kapolres Madiun membuat lapangan tembak seluas 600 m2 tersebut dengan maksud supaya bisa digunakan untuk latihan baik untuk Polres Madiun sendiri maupun untuk latihan gabungan dengan TNI
"Selain dituntut di bidang Kepolisian, Polisi juga dituntut di bidang teknis, Polisi harus memiliki ketrampilan menembak karena baik itu fungsi Sabhara  dan Lalu Lintas di lapangan juga dibekali senjata api, sehingga kalau tidak kita latih dalam penggunaan senjata apinya bisa tidak sesuai dengan aturan ataupun bisa berakibat fatal bagi yang menggunakan senjata api itu," kata Kapolres Madiun. Sabtu (30/4/2016).
Dilanjutkan, dengan latihan menembak, diharapkan para anggota akan terampil dalam menggunakan senjata api yang dibawanya. “Anggota yang di bekali senjata api tentunya dalam penggunaannya jadi benar sesuai dengan prosedur penggunaan yang benar," jelasnya.

terkait dengan penggunaan nama Patria Tama diambil dari nama angkatan Batalyon Kapolres Madiun sewaktu di Akpol (Akademi Kepolisian) lulusan tahun 1995. "Patria Tama diambil dari nama angkatan Batalyon kami, itu hanyalah simbol saat pembangunan lapangan tembak ini Kapolres adalah dari angkatan 1995 di batalyon tersebut dan Ini sifatnya motivasi supaya Kapolres - Kapolres berikutnya mungkin akan melakukan inovasi - inovasi untuk kemajuan Polres Madiun," pungkasnya. (p-76)
Baca

Peringati Hari Buruh, Polres Madiun Kumpulkan Seluruh Karyawan Perusahaan

Madiun, Investigasi : Hari Buruh Sedunia (May Day) yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2016 di Kabupaten Madiun diperingati oleh Polres Madiun dengan mengundang seluruh Forpimda dan karyawan (buruh) perusahaan se Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Polres Madiun, SPSI Kabupaten Madiun, SBM KASBI Kabupaten Madiun, elemen buruh Kabupaten Madiun,  para pengusaha serta di hadiri oleh Forpimda Kabupaten Madiun dan para Kepala SKPD Se- Kabupaten Madiun.
Acara peringatan Hari Buruh Sedunia ini diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti kegiatan silaturrohmi, mulai dari olahraga bersama, bhakti sosial, donor darah, dan bedah rumah yang dilaksanakan di lapangan Tri Brata Polres Madiun
"Daripada menggelar unjuk rasa yang akan berdampak pada rawannya kamtibmas, mending kita melaksanakan kegiatan positif seperti ini,” ujar Kapolres Madiun, AKBP Tony Surya Putra, S.I.K. . Sabtu (30/4/2016).
Dijelaskan, jauh-jauh hari sebelum tiba May Day,  pihak Polres beserta Pemkab Madiun telah menjalin koordinasi secara intensif. Baik dengan sejumlah Serikat Pekerja maupun perusahaan untuk mengadakan kegiatan yang positif tersebut. “Kegiatan antara Polres Madiun dan Pemkab Madiun serta Pengusaha di Madiun dan elemen buruh ini pertama kali digelar di Kabupaten Madiun dalam memperingati May Day tahun 2016 yang diisi dengan kegiatan yang positif agar tidak lagi mengadakan demontrasi di jalan," lanjutnya.
sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun, Wijanto Djoko Poernomo mengimbau seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Madiun membayar upah pekerja sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Dikatakan, di Kabupaten Madiun, terdapat 578 perusahaan, dengan buruh sebanyak 4.500. Dari jumlah perusahaan itu, 13 diantaranya perusahaan tergolong besar, 200 perusahaan sedang dan sisanya perusahaan kecil.
Dari jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Madiun tersebut, baru 80 persen yang membayar upah sesuai UMK. “Imbauan kita, memang buruh harus mendapat upah sesuai UMK. Namun jika perusahaan belum bisa, itu tinggal kesepakatan antara buruh dengan perusahaan,” tuturnya.

Peringatan hari buruh se-dunia di Kabupaten Madiun berlangsung aman dan kondusif. Itu tak lepas dari ajakan Polres Madiun kepada buruh untuk menggelar kegiatan positif selama dua hari ke depan. (p-76)
Madiun, Investigasi : Hari Buruh Sedunia (May Day) yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2016 di Kabupaten Madiun diperingati oleh Polres Madiun dengan mengundang seluruh Forpimda dan karyawan (buruh) perusahaan se Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Polres Madiun, SPSI Kabupaten Madiun, SBM KASBI Kabupaten Madiun, elemen buruh Kabupaten Madiun,  para pengusaha serta di hadiri oleh Forpimda Kabupaten Madiun dan para Kepala SKPD Se- Kabupaten Madiun.
Acara peringatan Hari Buruh Sedunia ini diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti kegiatan silaturrohmi, mulai dari olahraga bersama, bhakti sosial, donor darah, dan bedah rumah yang dilaksanakan di lapangan Tri Brata Polres Madiun
"Daripada menggelar unjuk rasa yang akan berdampak pada rawannya kamtibmas, mending kita melaksanakan kegiatan positif seperti ini,” ujar Kapolres Madiun, AKBP Tony Surya Putra, S.I.K. . Sabtu (30/4/2016).
Dijelaskan, jauh-jauh hari sebelum tiba May Day,  pihak Polres beserta Pemkab Madiun telah menjalin koordinasi secara intensif. Baik dengan sejumlah Serikat Pekerja maupun perusahaan untuk mengadakan kegiatan yang positif tersebut. “Kegiatan antara Polres Madiun dan Pemkab Madiun serta Pengusaha di Madiun dan elemen buruh ini pertama kali digelar di Kabupaten Madiun dalam memperingati May Day tahun 2016 yang diisi dengan kegiatan yang positif agar tidak lagi mengadakan demontrasi di jalan," lanjutnya.
sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun, Wijanto Djoko Poernomo mengimbau seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Madiun membayar upah pekerja sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Dikatakan, di Kabupaten Madiun, terdapat 578 perusahaan, dengan buruh sebanyak 4.500. Dari jumlah perusahaan itu, 13 diantaranya perusahaan tergolong besar, 200 perusahaan sedang dan sisanya perusahaan kecil.
Dari jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Madiun tersebut, baru 80 persen yang membayar upah sesuai UMK. “Imbauan kita, memang buruh harus mendapat upah sesuai UMK. Namun jika perusahaan belum bisa, itu tinggal kesepakatan antara buruh dengan perusahaan,” tuturnya.

Peringatan hari buruh se-dunia di Kabupaten Madiun berlangsung aman dan kondusif. Itu tak lepas dari ajakan Polres Madiun kepada buruh untuk menggelar kegiatan positif selama dua hari ke depan. (p-76)
Baca

Sehari, 3 Penjual Judi Togel Dibekuk Reskrim Polres Magetan

Magetan, Investigasi : Genderang perang terhadap perjudian terus dilakukan Jajaran Polres Magetan, kali ini 3 pelaku perjudian togel ( Toto Gelap) ditangkap tim buser Polres Magetan dan Polsek jajaran di TKP yang berbeda, Senin ( 25/4/16).
Adapun pelaku judi togel yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Barat Polres Magetan  sekira pukul 10.30 Wib di sebuah warung di desa Manjung kecamatan Barat kabupaten Magetan. Pelaku berinisial SUM, 74 tahun, Tani, warga desa Manjung kecamatan Barat kabupaten Magetan.
Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa enam belas lembar kertas terdapat tulisan nomor togel, satu lembar karbon, satu bendel kertas kosong dan uang tunai sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), pelaku selanjutnya yang ditangkap sekira pukul 14.30 Wib di pinggir jalan desa panggung kecamatan Barat kabupaten Magetan.
Pelaku berinisial NGAD, 52 tahun, Tani, warga desa Panggung kecamatan Barat kabupaten Magetan. Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu lembar kupon togel dan uang tunai sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), Sat Reskrim Polres Magetan  juga melakukan penangkapan  pelaku perjudian jenis judi togel sekira pukul 16.00 Wib di sebuah warung di dukuh Timang desa Waduk kecamatan Takeran kabupaten Magetan. Pelaku berinisial AG, 39 tahun, Karyawan Swasta, warga desa Waduk kecamatan Takeran kabupaten Magetan.
Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu buah buku tafsir mimpi, dua lembar kupon togel dan uang tunai sebesar Rp. 70.000,- (tujuh puluh ribu rupiah).
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasubbaghumas AKP Suwadi BT, S.H. menegaskan, ”Bahwa Polres Magetan selalu berusaha memberantas segala bentuk penyakit masyarakat salah satunya  perjudian dalam jenis apapun  karena dapat merusak sendi perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Kab. Magetan  dan tetap akan melakukan tindakan-tindakan tegas terhadap para pelaku perjudian,” tegasnya.

Ketiga pelaku akan dikenakan pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)  tentang Perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp.25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), jelasnya. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Genderang perang terhadap perjudian terus dilakukan Jajaran Polres Magetan, kali ini 3 pelaku perjudian togel ( Toto Gelap) ditangkap tim buser Polres Magetan dan Polsek jajaran di TKP yang berbeda, Senin ( 25/4/16).
Adapun pelaku judi togel yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Barat Polres Magetan  sekira pukul 10.30 Wib di sebuah warung di desa Manjung kecamatan Barat kabupaten Magetan. Pelaku berinisial SUM, 74 tahun, Tani, warga desa Manjung kecamatan Barat kabupaten Magetan.
Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa enam belas lembar kertas terdapat tulisan nomor togel, satu lembar karbon, satu bendel kertas kosong dan uang tunai sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), pelaku selanjutnya yang ditangkap sekira pukul 14.30 Wib di pinggir jalan desa panggung kecamatan Barat kabupaten Magetan.
Pelaku berinisial NGAD, 52 tahun, Tani, warga desa Panggung kecamatan Barat kabupaten Magetan. Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu lembar kupon togel dan uang tunai sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), Sat Reskrim Polres Magetan  juga melakukan penangkapan  pelaku perjudian jenis judi togel sekira pukul 16.00 Wib di sebuah warung di dukuh Timang desa Waduk kecamatan Takeran kabupaten Magetan. Pelaku berinisial AG, 39 tahun, Karyawan Swasta, warga desa Waduk kecamatan Takeran kabupaten Magetan.
Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu buah buku tafsir mimpi, dua lembar kupon togel dan uang tunai sebesar Rp. 70.000,- (tujuh puluh ribu rupiah).
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasubbaghumas AKP Suwadi BT, S.H. menegaskan, ”Bahwa Polres Magetan selalu berusaha memberantas segala bentuk penyakit masyarakat salah satunya  perjudian dalam jenis apapun  karena dapat merusak sendi perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Kab. Magetan  dan tetap akan melakukan tindakan-tindakan tegas terhadap para pelaku perjudian,” tegasnya.

Ketiga pelaku akan dikenakan pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)  tentang Perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp.25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), jelasnya. (sj/md)
Baca

Desa Blimbing Wakili Kecamatan Dolopo Maju Ketingkat Kabupaten

Madiun, Investigasi : Setelah memenangi Lomba Desa dan Kelurahan se Kecamatan Dolopo, Desa Blimbing ditunjuk mewakili Kecamatan Dolopo maju dalam Lomba Desa dan Kelurahan serta Evaluasi Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK dan HKG PKK-KB-Kes Tingkat Kabupaten Tahun 2016, Kamis (28/4/16).
Saat Pelaksanaan penilaian, tanpak hadir, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Hj. Sri Purwanti Muhtarom, Ketua Dharma Wanita, Camat Dolopo, Tim Penilai dari Bapemas Pemdes, Muspika, Kades dan Lurah se Kecamatan Dolopo,, Perangkat dan anggota PKK Desa Blimbing..
Saat dikonfirmasi, Slamet, Kades Blimbing mengatakan bahwa dalam lomba desa ini, desanya mewakili Kecamatan Dolopo untuk maju ke tingkat Kabupaten.
Dijelaskan, persiapan untuk menghadapi lomba desa ini tergolong cepat yaitu sekitar 1 bulan. "Ada pembinaan yang dilakukan oleh pihak Kecamatan Dolopo seminggu 2 kali," ujar Slamet.
Meskipun demikian, semua persiapan dilakukan secara matang dan terperinci. "Masalah menang atau kalah itu urusan belakang, yang penting kita sudah berusaha sebaik mungkin," tegasnya.
Hal senada di katakan oleh  Arik Krisdiananta, Camat Dolopo. Dijelaskan, dasar pelaksanaan ini sudah sesuai dengan Permendagri No. 81 Tahun 2015. Selanjutnya Camat Dolopo  membenarkan bahwa Desa Blimbing memang mewakili Kecamatan Dolopo maju ketingkat Kabupaten. Karena saat pelaksanaan lomba ditingkat Kecamatan lalu, Desa Blimbing merupakan yang terbaik. "Nanti ada 3. Indikator yang akan dinilai, yaitu Pemerintahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan," ungkap Camat Dolopo.
Diketahui, pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan serta Evaluasi Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK dan HKG PKK-KB-Kes Kabupaten Madiun Tahun 2016 di Desa Blimbing ini memasuki putaran ke 13 dari 15 wilayah se Kabupaten Madiun.

Diharapkan, Desa Blimbing, Kecamatan Dolopo bisa berkiprah ditingkat Kabupaten Madiun dengan memenangi lomba tersebut. (p-76)
Madiun, Investigasi : Setelah memenangi Lomba Desa dan Kelurahan se Kecamatan Dolopo, Desa Blimbing ditunjuk mewakili Kecamatan Dolopo maju dalam Lomba Desa dan Kelurahan serta Evaluasi Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK dan HKG PKK-KB-Kes Tingkat Kabupaten Tahun 2016, Kamis (28/4/16).
Saat Pelaksanaan penilaian, tanpak hadir, Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Hj. Sri Purwanti Muhtarom, Ketua Dharma Wanita, Camat Dolopo, Tim Penilai dari Bapemas Pemdes, Muspika, Kades dan Lurah se Kecamatan Dolopo,, Perangkat dan anggota PKK Desa Blimbing..
Saat dikonfirmasi, Slamet, Kades Blimbing mengatakan bahwa dalam lomba desa ini, desanya mewakili Kecamatan Dolopo untuk maju ke tingkat Kabupaten.
Dijelaskan, persiapan untuk menghadapi lomba desa ini tergolong cepat yaitu sekitar 1 bulan. "Ada pembinaan yang dilakukan oleh pihak Kecamatan Dolopo seminggu 2 kali," ujar Slamet.
Meskipun demikian, semua persiapan dilakukan secara matang dan terperinci. "Masalah menang atau kalah itu urusan belakang, yang penting kita sudah berusaha sebaik mungkin," tegasnya.
Hal senada di katakan oleh  Arik Krisdiananta, Camat Dolopo. Dijelaskan, dasar pelaksanaan ini sudah sesuai dengan Permendagri No. 81 Tahun 2015. Selanjutnya Camat Dolopo  membenarkan bahwa Desa Blimbing memang mewakili Kecamatan Dolopo maju ketingkat Kabupaten. Karena saat pelaksanaan lomba ditingkat Kecamatan lalu, Desa Blimbing merupakan yang terbaik. "Nanti ada 3. Indikator yang akan dinilai, yaitu Pemerintahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan," ungkap Camat Dolopo.
Diketahui, pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan serta Evaluasi Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK dan HKG PKK-KB-Kes Kabupaten Madiun Tahun 2016 di Desa Blimbing ini memasuki putaran ke 13 dari 15 wilayah se Kabupaten Madiun.

Diharapkan, Desa Blimbing, Kecamatan Dolopo bisa berkiprah ditingkat Kabupaten Madiun dengan memenangi lomba tersebut. (p-76)
Baca

TP PKK Kab. Ponorogo Adakan Lomba Kebaya Batik Khas Ponorogo

Ponorogo, Investigasi : Dengan menggunakan kebaya batik, gerakan lentur dan perlahan tapi pasti serta terlihat anggun diperagakan oleh peserta lomba kebaya di Kabupaten Ponorogo. Peserta kontes kebaya dengan menggunakan khasnya ponorogo kali ini terbilang unik dan menarik. Hal ini di selenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ponorogo dalam rangka memperingati Hari Kartini bertempat di Gedung Sasana Praja Ponorogo, hari Rabu (27/04/16).
Peserta lomba yang pada umumnya di ikuti oleh perempuan memiliki badan ideal dan lansing, akan tetapi bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo tidak demikian, mereka mengadakan Lomba Kebaya Batik yang hanya di ikuti oleh para perempuan yang memiliki badan gemuk dengan kriteria minimal berat badan peserta lomba 80 Kg. Terlihat puluhan peserta mengikuti acara lomba tersebut, di ikuti dari perwakilan PKK kecamatan se Ponorogo dan perwakilan dari SKPD di kabupaten Ponorogo.
Bupati Ponorogo, H. Ipong Muchlisoni dalam sambutannya mengatakan pihaknya akan terus mendorong, mendukung dan memfasilitasi kepada hak – hak untuk perempuan agar mereka dapat terus berkarya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini misalkan di desa pada umumnya para perempuan aktif dalam posyandu dan inilah yang akan kita fasilitasi agar mereka tetap melakukan tugas – tugasnya dengan maksimal.
Setelah usai lomba kebaya batik, H. Ipong Muchlisoni kepada awak media menjelaskan, Kain batik asli khas ponorogo saat ini jarang ditemui di pasaran karena memang jumlah produksi kain batik di ponorogo sangat minim, dan pembatik asli ponorogo hanya ada sekitar belasan pembatik dan empat produsen batik. Sehingga mengingat hal itu pemkab akan melakukan pendataan seluruh pembatik dan akan mengembangkan dengan memberi pelatihan membatik dan mengirimkan mereka ke sejumlah daerah yang memiliki produsen batik yang cukup maju.
H. Ipong Muchlisoni juga menambahkan kabupaten ponorogo pernah menjadi sentra industri kain batik pada era tahun 1950an di wilayah Jawa Timur. Di jaman itu pembatik ponorogo memiliki 10 motif kain batik, namun di karenakan berbagai faktor industri batik di ponorogo semakin lama semakin tersisihkan oleh industri batik yang terkemuka.
 “Ada 10 motif yang di miliki ponorogo, salah satunya adalah parang kusumo. Maka untuk saat ini para pembatik ponorogo di perlukan inovasi baru untuk membuat batik yang lebih kreatif agar mampu bersaing di pasaran. Pemerintah akan mendorong para pembatik ponorogo untuk mengembangkan lagi kain batik seperti dengan motif merak atau reog yang menjadi ikon kabupaten ponorogo. Terangnya.
 “Kedepan nantinya kain khas batik ponorogo akan kita pakai untuk seragam resmi untuk pegawai pemerintahan yang ada di Ponorogo dan siswa sekolah yang ada di kota reyog ponorogo” Pungkasnya.
Hal senada dikatakan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo Sri Wahyuni mengatakan, dalam mendukung program pengembangan batik khas Ponorogo, PKK akan membuat berbagai pelatihan untuk mendukung kreativitas pengrajin batik. Dia mengakui saat ini belum ada seragam berbahan kain batik Ponorogo yang digunakan sebagai seragam di TP PKK Ponorogo.

“Kalau memang sudah diproduksi massal dan bisa dipasarkan, tentu kami akan melakukan kegiatan promosi supaya batik khas ponorogo lebih dikenal masyarakat luas,” kata Sri Wahyuni. (Sur/Ahm)
Ponorogo, Investigasi : Dengan menggunakan kebaya batik, gerakan lentur dan perlahan tapi pasti serta terlihat anggun diperagakan oleh peserta lomba kebaya di Kabupaten Ponorogo. Peserta kontes kebaya dengan menggunakan khasnya ponorogo kali ini terbilang unik dan menarik. Hal ini di selenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ponorogo dalam rangka memperingati Hari Kartini bertempat di Gedung Sasana Praja Ponorogo, hari Rabu (27/04/16).
Peserta lomba yang pada umumnya di ikuti oleh perempuan memiliki badan ideal dan lansing, akan tetapi bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo tidak demikian, mereka mengadakan Lomba Kebaya Batik yang hanya di ikuti oleh para perempuan yang memiliki badan gemuk dengan kriteria minimal berat badan peserta lomba 80 Kg. Terlihat puluhan peserta mengikuti acara lomba tersebut, di ikuti dari perwakilan PKK kecamatan se Ponorogo dan perwakilan dari SKPD di kabupaten Ponorogo.
Bupati Ponorogo, H. Ipong Muchlisoni dalam sambutannya mengatakan pihaknya akan terus mendorong, mendukung dan memfasilitasi kepada hak – hak untuk perempuan agar mereka dapat terus berkarya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini misalkan di desa pada umumnya para perempuan aktif dalam posyandu dan inilah yang akan kita fasilitasi agar mereka tetap melakukan tugas – tugasnya dengan maksimal.
Setelah usai lomba kebaya batik, H. Ipong Muchlisoni kepada awak media menjelaskan, Kain batik asli khas ponorogo saat ini jarang ditemui di pasaran karena memang jumlah produksi kain batik di ponorogo sangat minim, dan pembatik asli ponorogo hanya ada sekitar belasan pembatik dan empat produsen batik. Sehingga mengingat hal itu pemkab akan melakukan pendataan seluruh pembatik dan akan mengembangkan dengan memberi pelatihan membatik dan mengirimkan mereka ke sejumlah daerah yang memiliki produsen batik yang cukup maju.
H. Ipong Muchlisoni juga menambahkan kabupaten ponorogo pernah menjadi sentra industri kain batik pada era tahun 1950an di wilayah Jawa Timur. Di jaman itu pembatik ponorogo memiliki 10 motif kain batik, namun di karenakan berbagai faktor industri batik di ponorogo semakin lama semakin tersisihkan oleh industri batik yang terkemuka.
 “Ada 10 motif yang di miliki ponorogo, salah satunya adalah parang kusumo. Maka untuk saat ini para pembatik ponorogo di perlukan inovasi baru untuk membuat batik yang lebih kreatif agar mampu bersaing di pasaran. Pemerintah akan mendorong para pembatik ponorogo untuk mengembangkan lagi kain batik seperti dengan motif merak atau reog yang menjadi ikon kabupaten ponorogo. Terangnya.
 “Kedepan nantinya kain khas batik ponorogo akan kita pakai untuk seragam resmi untuk pegawai pemerintahan yang ada di Ponorogo dan siswa sekolah yang ada di kota reyog ponorogo” Pungkasnya.
Hal senada dikatakan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ponorogo Sri Wahyuni mengatakan, dalam mendukung program pengembangan batik khas Ponorogo, PKK akan membuat berbagai pelatihan untuk mendukung kreativitas pengrajin batik. Dia mengakui saat ini belum ada seragam berbahan kain batik Ponorogo yang digunakan sebagai seragam di TP PKK Ponorogo.

“Kalau memang sudah diproduksi massal dan bisa dipasarkan, tentu kami akan melakukan kegiatan promosi supaya batik khas ponorogo lebih dikenal masyarakat luas,” kata Sri Wahyuni. (Sur/Ahm)
Baca

Wakil Bupati Madiun Sidak Empat Proyek Bernilai Miliaran Rupiah

Madiun, Investigasi : Empat proyek senilai Rp.1.602.210.000,- diwilayah Kecamatan Kebonsari dan Dolopo, Rabu, (27/4/16) disidak oleh wakil Bupati Madiun, H. Iswanto. Dalam sidak tersebut, H. Iswanto didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kab. Madiun dan sejumlah Kepala SKPD.
Keempat proyek tersebut adalah Rehabilitasi Penahan Tebing Klepek Ds. Ketawang Dolopo senilai 957.000.000,- yang dikerjakan oleh CV. Adhi Jaya. Rehabilitasi DI Blutak Ds. Bader Kec. Dolopo senilai 347.000.000,- yang dikerjakan oleh    CV. Jawa Kontruksi. Rehabilitasi Saluran  Duwet di Ds. Bangunsari Kec. Dolopo senilai Rp.199.000.000,- yang dikerjakan oleh CV. Sumber Daya Abadi, dan Rehabilitasi Saluran Pembuangan Ds. Balerejo Kec. Kebonsari senilai Rp.99.210.000.- yang dikerjakan oleh CV. Bina Putra.
Dari empat proyek dimaksud dua diantaranya telah selesai dikerjkan 100 % yaitu  Rehabilitasi Saluran Pembuangan Ds. Balerejo Kec. Kebonsari dan Rehabilitasi Saluran  Duwet di Ds. Bangunsari    Kec. Dolopo. Sedangkan paket pekerjaan lainnya masih dalam proses penyelesaian dan memang masa kontraknya masih panjang yaitu : Rehabilitasi Penahan Tebing Klepek Ds. Ketawang Dolopo yang telah mencapai 65 % dan Rehabilitasi DI Blutak Ds. Bader Kec. Dolopo telah mencapai 50 %.
 “Hasil paket pekerjaan yang ditinjau semuanya secara fisik bagus dan memuaskan. Bahkan ada 2 paket pekerjaan yang sudah selesai 100 % meskipun masa kontraknya belum habis.” Kata H. Iswanto.
Terkait dengan dua paket pekerjaan lainnya yang baru  jadi sekitar 60 persen dan 50 persen, H. Iswanto tidak mempermasalahkan. “Karena memang masa kontraknya masih akan berakhir pada Agustus 2016 nanti,” jelasnya.
Meskipun jangka waktu pelaksanaan pekerjaan masih cukup panjang, tetapi tidak ada salahnya kalau paket pekerjaan itu dikerjakan lebih cepat lagi sehingga pada saat memasuki bulan puasa nanti paket pekerjaan ini sudah selesai.
“Meski lebih dipercepat tetapi jangan sampai mengurangi kualitas bangunan, semua harus tetap sesuai kontrak yang ada,” tegas Wakil Bupati ini menghimbau pada rekanan.

Apalagi saat ini sudah ada tanda-tanda musim penghujan mulai berkurang. Ini harus bisa menjadi salah satu faktor penunjang percepatan penyelesaian pekerjaan proyek pengairan. (p-76)
Madiun, Investigasi : Empat proyek senilai Rp.1.602.210.000,- diwilayah Kecamatan Kebonsari dan Dolopo, Rabu, (27/4/16) disidak oleh wakil Bupati Madiun, H. Iswanto. Dalam sidak tersebut, H. Iswanto didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kab. Madiun dan sejumlah Kepala SKPD.
Keempat proyek tersebut adalah Rehabilitasi Penahan Tebing Klepek Ds. Ketawang Dolopo senilai 957.000.000,- yang dikerjakan oleh CV. Adhi Jaya. Rehabilitasi DI Blutak Ds. Bader Kec. Dolopo senilai 347.000.000,- yang dikerjakan oleh    CV. Jawa Kontruksi. Rehabilitasi Saluran  Duwet di Ds. Bangunsari Kec. Dolopo senilai Rp.199.000.000,- yang dikerjakan oleh CV. Sumber Daya Abadi, dan Rehabilitasi Saluran Pembuangan Ds. Balerejo Kec. Kebonsari senilai Rp.99.210.000.- yang dikerjakan oleh CV. Bina Putra.
Dari empat proyek dimaksud dua diantaranya telah selesai dikerjkan 100 % yaitu  Rehabilitasi Saluran Pembuangan Ds. Balerejo Kec. Kebonsari dan Rehabilitasi Saluran  Duwet di Ds. Bangunsari    Kec. Dolopo. Sedangkan paket pekerjaan lainnya masih dalam proses penyelesaian dan memang masa kontraknya masih panjang yaitu : Rehabilitasi Penahan Tebing Klepek Ds. Ketawang Dolopo yang telah mencapai 65 % dan Rehabilitasi DI Blutak Ds. Bader Kec. Dolopo telah mencapai 50 %.
 “Hasil paket pekerjaan yang ditinjau semuanya secara fisik bagus dan memuaskan. Bahkan ada 2 paket pekerjaan yang sudah selesai 100 % meskipun masa kontraknya belum habis.” Kata H. Iswanto.
Terkait dengan dua paket pekerjaan lainnya yang baru  jadi sekitar 60 persen dan 50 persen, H. Iswanto tidak mempermasalahkan. “Karena memang masa kontraknya masih akan berakhir pada Agustus 2016 nanti,” jelasnya.
Meskipun jangka waktu pelaksanaan pekerjaan masih cukup panjang, tetapi tidak ada salahnya kalau paket pekerjaan itu dikerjakan lebih cepat lagi sehingga pada saat memasuki bulan puasa nanti paket pekerjaan ini sudah selesai.
“Meski lebih dipercepat tetapi jangan sampai mengurangi kualitas bangunan, semua harus tetap sesuai kontrak yang ada,” tegas Wakil Bupati ini menghimbau pada rekanan.

Apalagi saat ini sudah ada tanda-tanda musim penghujan mulai berkurang. Ini harus bisa menjadi salah satu faktor penunjang percepatan penyelesaian pekerjaan proyek pengairan. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100