Berita Terkini

Bahagia Bisa Saling Berbagi Dihari Raya Kurban

Madiun Kota, Investigasi : Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di SMKN 1 Kota Madiun berjalan dengan lancar. Diketahui, setelah melaksanakan sholat Idul Adha di Alun-alun Kota Madiun, panitia yang terdiri dari para guru dan siswa merapat ke SMKN 1 Kota Madiun untuk melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban.
Saat dikonfirmasi, Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun mengatakan, untuk tahun ini, SMKN 1 Kota Madiun melaksanakan penyembelihan hewan kurban yaitu sapi sebanyak 3 ekor dan kambing 2 ekor.
"Nantinya akan kita bagi kepada siswa, guru dan masyarakat sekitar," ungkap Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun.
Dilanjutkan, ada sekitar 600 an kupon yang akan di bagikan ke siswa guru dan masyarakat umum. "Pembagiannya nanti dijam 11 atau jam 12 siang setelah semua daging di bungkus oleh panitia," lanjutnya.
Benar saja, sebelum jam yang ditentukan, masyarakat yang akan menerima daging kurban sudah berkerumun mengantri dilokasi pembagian untuk mendapatkan jatah daging kurban.
Tampak Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun dengan sabar melayani dan memberikan pengertian pada masyarakat yang akan mendapatkan jatah daging hewan kurban agar bersabar sementara waktu.
“Setiap tahun seperti ini, namun ini merupakan kebahagiaan bagi kami bisa saling berbagi pada masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di SMKN 1 Kota Madiun berjalan dengan lancar. Diketahui, setelah melaksanakan sholat Idul Adha di Alun-alun Kota Madiun, panitia yang terdiri dari para guru dan siswa merapat ke SMKN 1 Kota Madiun untuk melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban.
Saat dikonfirmasi, Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun mengatakan, untuk tahun ini, SMKN 1 Kota Madiun melaksanakan penyembelihan hewan kurban yaitu sapi sebanyak 3 ekor dan kambing 2 ekor.
"Nantinya akan kita bagi kepada siswa, guru dan masyarakat sekitar," ungkap Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun.
Dilanjutkan, ada sekitar 600 an kupon yang akan di bagikan ke siswa guru dan masyarakat umum. "Pembagiannya nanti dijam 11 atau jam 12 siang setelah semua daging di bungkus oleh panitia," lanjutnya.
Benar saja, sebelum jam yang ditentukan, masyarakat yang akan menerima daging kurban sudah berkerumun mengantri dilokasi pembagian untuk mendapatkan jatah daging kurban.
Tampak Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun dengan sabar melayani dan memberikan pengertian pada masyarakat yang akan mendapatkan jatah daging hewan kurban agar bersabar sementara waktu.
“Setiap tahun seperti ini, namun ini merupakan kebahagiaan bagi kami bisa saling berbagi pada masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Momentum Hari Raya Idul Adha Berikan Pengajaran Untuk Saling Berbagi

Madiun Kota, Investigasi : Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di SMKN 3 berjalan dengan lancar. Setelah melakukan sholat Idul Adha di halaman sekolah, para guru dan murid berkumpul dihalaman samping untuk melakukan penyembelihan hewan kurban.
Sunardi, Ka SMKN 3 Kota Madiun mengatakan bahwa untuk tahun ini ada peningkatan jumlah untuk hewan kurbannya. "Tahun kemarin hanya 3 ekor sapi, tapi tahun ini bisa 4 ekor sapi," ungkapnya. Senin (12/9/16).
Dilanjutkan, dari keempat ekor sapi yang akan disembelih tersebut, tiga ekor merupakan hasil sumbangan dari para guru SMKN 3 Kota Madiun dan yang satu ekor sapi merupakan sumbangan dari para siswa.
"Disini yang kita apresiasi bukan berapa jumlah hewan kurban, tapi kekompakkan yang terjalin antara guru dengan siswa," lanjut Sunardi.
Lantas Sunardi mengatakan bahwa sejak malam takbir hingga pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban pagi harinya, ada beberapa guru dan siswa yang sampai menginap di sekolahan karena merasa bertanggungjawab atas tugas yang diembannya. "Demi lancarnya acara kurban, panitia yang terdiri dari guru dan murid sampai menginap di sekolah," tegasnya.
Sementara Mahfud, Ketua panitia penyembelihan hewan kurban SMKN 3 Kota Madiun mengatakan bahwa daging kurban ini akan dibagikan kepada sebanyak 405 siswa, guru 100, SKI 55 dan masyarakat 175. "Semuannya kita beri kupon untuk pengambilan daging kurban nanti sekitar jam 10.00 Wib," ujarnya.
Diharapkan dengan adanya momentum Hari Raya Kurban ini, bisa dijadikan pembelajaran bagi siswa-siswi SMKN 3 Kota Madiun agar mau berbagi kepada sesama. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di SMKN 3 berjalan dengan lancar. Setelah melakukan sholat Idul Adha di halaman sekolah, para guru dan murid berkumpul dihalaman samping untuk melakukan penyembelihan hewan kurban.
Sunardi, Ka SMKN 3 Kota Madiun mengatakan bahwa untuk tahun ini ada peningkatan jumlah untuk hewan kurbannya. "Tahun kemarin hanya 3 ekor sapi, tapi tahun ini bisa 4 ekor sapi," ungkapnya. Senin (12/9/16).
Dilanjutkan, dari keempat ekor sapi yang akan disembelih tersebut, tiga ekor merupakan hasil sumbangan dari para guru SMKN 3 Kota Madiun dan yang satu ekor sapi merupakan sumbangan dari para siswa.
"Disini yang kita apresiasi bukan berapa jumlah hewan kurban, tapi kekompakkan yang terjalin antara guru dengan siswa," lanjut Sunardi.
Lantas Sunardi mengatakan bahwa sejak malam takbir hingga pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban pagi harinya, ada beberapa guru dan siswa yang sampai menginap di sekolahan karena merasa bertanggungjawab atas tugas yang diembannya. "Demi lancarnya acara kurban, panitia yang terdiri dari guru dan murid sampai menginap di sekolah," tegasnya.
Sementara Mahfud, Ketua panitia penyembelihan hewan kurban SMKN 3 Kota Madiun mengatakan bahwa daging kurban ini akan dibagikan kepada sebanyak 405 siswa, guru 100, SKI 55 dan masyarakat 175. "Semuannya kita beri kupon untuk pengambilan daging kurban nanti sekitar jam 10.00 Wib," ujarnya.
Diharapkan dengan adanya momentum Hari Raya Kurban ini, bisa dijadikan pembelajaran bagi siswa-siswi SMKN 3 Kota Madiun agar mau berbagi kepada sesama. (p-76)
Baca

Kepala Sekolah SMPN 2 Kedunggalar Yang Baru, Pujo Sulistiyono, S.Pd Targetkan Sekolah Lebih Maju dan Berprestasi.

Ngawi, Investigasi : Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedunggalar Kabupaten Ngawi MA’SUM,S.Pd,M.Pd belum lama ini (10/9/16) telah digantikan dengan yang baru yaitu PUJO SULISTIYONO,S.Pd.
Upacara serah terima jabatan dilaksanakan dihalaman sekolah. Seperti diketahui MA’SUM,S.Pd,M.Pd menjabat Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedunggalar sejak tahun 2013 sampai dengan masa pensiun dapat ditambahkan dia menjadi pegawai negeri sipil terhitung mulai tahun 1981. Sedangkan PUJO SULISTIYONO,S.Pd menjadi pegawai negeri sipil terhitung mulai 1986 dan bertugas di SMP Negeri 1 Karangjati.
Dalam kesempatan tersebut MA’SUM,S.Pd,M.Pd menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan karyawan yang selama dia menjabat Kepala Sekolah sudah memberikan kerjasama yang baik demi kemajuan sekolah.
Pada awal sambutannya Kepala Sekolah yang baru mengatakan bahwa sebetulnya terasa berat berpisah dengan teman-teman sejawat di SMP Negeri 1 Karangjati yang sudah relatif lama menjalin rasa persaudaraan yang harmonis. Dia menambahkan walaupun sudah jauh keberadaannya namun tetap menjalin tali silaturahmi yang harmonis.
Kepada semua karyawan dan karyawati SMP Negeri 2 Kedunggalar di harapkan kerjasama yang baik untuk memajukan sekolah dalam arti luas. Mengenai agenda kerja yang belum tuntas semasa kepemimpinan kepala sekolah yang lama dia berjanji akan melanjutkannya.
Untuk menyemarakan suasana dalam perhelatan tersebut ditampilkan orgen tungal dari Alumni SMP Negeri 2 Kedunggalar dan tidak ketinggalan para siswa – siswi menampilkan kebolehannya dalam hal seni tari. Termasuk para pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi yang hadir BUDI YUNIARTO,M.Pd dan JOKO PRIYONO,M.Pd ikut terhibur atas suguhan tari-tarian dari siswa – siswi tersebut.
Acara resmi berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Di tutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan ramah tamah. (hr)
Ngawi, Investigasi : Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedunggalar Kabupaten Ngawi MA’SUM,S.Pd,M.Pd belum lama ini (10/9/16) telah digantikan dengan yang baru yaitu PUJO SULISTIYONO,S.Pd.
Upacara serah terima jabatan dilaksanakan dihalaman sekolah. Seperti diketahui MA’SUM,S.Pd,M.Pd menjabat Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedunggalar sejak tahun 2013 sampai dengan masa pensiun dapat ditambahkan dia menjadi pegawai negeri sipil terhitung mulai tahun 1981. Sedangkan PUJO SULISTIYONO,S.Pd menjadi pegawai negeri sipil terhitung mulai 1986 dan bertugas di SMP Negeri 1 Karangjati.
Dalam kesempatan tersebut MA’SUM,S.Pd,M.Pd menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan karyawan yang selama dia menjabat Kepala Sekolah sudah memberikan kerjasama yang baik demi kemajuan sekolah.
Pada awal sambutannya Kepala Sekolah yang baru mengatakan bahwa sebetulnya terasa berat berpisah dengan teman-teman sejawat di SMP Negeri 1 Karangjati yang sudah relatif lama menjalin rasa persaudaraan yang harmonis. Dia menambahkan walaupun sudah jauh keberadaannya namun tetap menjalin tali silaturahmi yang harmonis.
Kepada semua karyawan dan karyawati SMP Negeri 2 Kedunggalar di harapkan kerjasama yang baik untuk memajukan sekolah dalam arti luas. Mengenai agenda kerja yang belum tuntas semasa kepemimpinan kepala sekolah yang lama dia berjanji akan melanjutkannya.
Untuk menyemarakan suasana dalam perhelatan tersebut ditampilkan orgen tungal dari Alumni SMP Negeri 2 Kedunggalar dan tidak ketinggalan para siswa – siswi menampilkan kebolehannya dalam hal seni tari. Termasuk para pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi yang hadir BUDI YUNIARTO,M.Pd dan JOKO PRIYONO,M.Pd ikut terhibur atas suguhan tari-tarian dari siswa – siswi tersebut.
Acara resmi berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Di tutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan ramah tamah. (hr)
Baca

Belasan Kantong Darah PMI Diduga Terinfeksi HIV

Madiun, Investigasi : Pemusnahan belasan kantong darah dilakukan oleh PMI (Palang Merah Indonesia) Unit Tranfusi Darah Kabupaten Madiun. Pasalnya, dari 119 kantong darah yang didapat oleh PMI Kabupaten Madiun, 15 kantong darah diantaranya terdeteksi penyakit HIV.
Atas temuan ini, PMI Kabupaten Madiun memanggil pendonor yang terjangkit penyakit tersebut dan memberikan penjelasan. Untuk tindak lanjut pengobatan bisa dilakukan melalui dokter maupun rumah sakit. Untuk meminimalisasi adanya kantong yang terkontaminasi penyakit, UTD PMIKabupaten Madiun melarang pemilik darah terindikasi HIV, Hepatitis dan Sipilis kembali mendonorkan darahnya.
Menurut Dony Dwi Setyawan, Kabid Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa dari 119 kantong darah yang didapat PMI Kabupaten Madiun dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2016 ini ditemukan kurang lebih sekitar 15 kantong darah yang terkontaminasi virus penyakit HIV, Virus penyakit Hepatitis B, C dan Syphilis.
“Setiap kantong darah yang masuk ke UTD PMI Kabupaten Madiun ini harus melalui proses screening Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD),” ungkap Dony.
Selain itu, untuk memudahkan koordinasi dengan para penyumbang darah, petugas memberi tanda khusus bagi para peserta. “Hal ini dilakukan untuk mempermudah petugas dalam memblokir pendonor yang diketahui sudah terinfeksi penyakit menular,” lanjutnya.
Agar kantong darah yang sudah terinfeksi penyakit menular tersebut tidak disalah gunakan, petugas langsung memusnahkannya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Pemusnahan belasan kantong darah dilakukan oleh PMI (Palang Merah Indonesia) Unit Tranfusi Darah Kabupaten Madiun. Pasalnya, dari 119 kantong darah yang didapat oleh PMI Kabupaten Madiun, 15 kantong darah diantaranya terdeteksi penyakit HIV.
Atas temuan ini, PMI Kabupaten Madiun memanggil pendonor yang terjangkit penyakit tersebut dan memberikan penjelasan. Untuk tindak lanjut pengobatan bisa dilakukan melalui dokter maupun rumah sakit. Untuk meminimalisasi adanya kantong yang terkontaminasi penyakit, UTD PMIKabupaten Madiun melarang pemilik darah terindikasi HIV, Hepatitis dan Sipilis kembali mendonorkan darahnya.
Menurut Dony Dwi Setyawan, Kabid Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa dari 119 kantong darah yang didapat PMI Kabupaten Madiun dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2016 ini ditemukan kurang lebih sekitar 15 kantong darah yang terkontaminasi virus penyakit HIV, Virus penyakit Hepatitis B, C dan Syphilis.
“Setiap kantong darah yang masuk ke UTD PMI Kabupaten Madiun ini harus melalui proses screening Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD),” ungkap Dony.
Selain itu, untuk memudahkan koordinasi dengan para penyumbang darah, petugas memberi tanda khusus bagi para peserta. “Hal ini dilakukan untuk mempermudah petugas dalam memblokir pendonor yang diketahui sudah terinfeksi penyakit menular,” lanjutnya.
Agar kantong darah yang sudah terinfeksi penyakit menular tersebut tidak disalah gunakan, petugas langsung memusnahkannya. (p-76)
Baca

Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Madiun Ke 448 dan Bulan Intensifikasi 2016, Lunas PBB Dapat Bonus



Madiun, Investigasi : Masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 448, Dinas , Kabupaten Madiun mengadakan Kegiatan Intensifikasi Pemungutan PBB Untuk Kecamatan dan Kelurahan Yang Berprestasi Tahun 2016 di Kecamatan Kebonsari. Kamis (8/9/16).
Dalam kegiatan tersebut, pihak Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun mengadakan sosialisasi serta memberikan bonus bagi desa-desa diwilayah Kecamatan Kebonsari yang sudah lunas dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2016.
Saat dikonfirmasi, Indra Setyawan, Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun membenarkan bahwa dalam bulan intensifikasi ini Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun akan memberikan reward atau bonus kepada desa yang sudah melunasi PBB sebelum jatuh tempo
"Ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka perangsang bagi masyarakat untuk segera melunasi PBB sebelum jatuh tempo," ungkapnya.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa dalam bulan intensifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan beberapa ketentuan pelunasan PBB agar bonus sampai 15 persen untuk desa dan kecamatam bisa didapatkan.
Ketentuan yang pertama adalah apabila PBB bisa dilunasi sebelum tanggal 15 Juli 2016, maka Kepala Dusun (Kasun) dan Kepala Desa (Kades) akan mendapatkan bonus masing-masing sebesar 5 persen dari total pagu desa.
Ketentuan kedua adalah apabila sebelum batas waktu tanggal 5 Agustus 2016 seluruh desa sekecamatan bisa mencapai target 90 persen ataupun lunas, maka pihak kecamatan yang terkait akan mendapatkan bonus sebesar 1 persen dari total PBB seluruh desa sekecamatan.
Ketentuan ketiga adalah apabila desa bisa melunasi PBB sebelum jatuh tempo atau paling lambat tanggal 30 September 2016, maka Desa yang bersangkutan akan mendapatkan bonus sebesar 5 persen dari total pagu yang ada.
"Apabila desa sudah melakukan pelunasan di Bulan Intensifikasi maka Desa tersebut akan mendapatkan total sebesar 15 persen dengan rincian yaitu Kasun 5 persen, Kades 5 persen dan Desa 5 persen," kata Indra Setyawan.
Selain itu, pihak Kabupaten Madiun tidak akan menutup mata atas kerja keras yang dilakukan oleh petugas pemungut PBB. Petugas pemungut PBB akan mendapatkan bonus sebesar 5 persen dari total pagu setiap desa. "Selain dalam rangka hari jadi Kabupaten Madiun, Di bulan intensifikasi ini Pemerintah Kabupaten Madiun memang memberikan bonus yang banyak bagi desa yang sudah melunasi PBB nya," tegas Indra Setyawan.
Namun, sewaktu sosialisasi di Kecamatan Kebonsari kemarin, ternyata baru ada 9 Kasun se Kecamatan Kebonsari yang sudah dinyatakan lunas PBBnya. Dari data yang diperoleh, 9 Kasun tersebut adalah Kasun Jumog Desa Kebonsari, Kasun Jomblang Desa Sidorejo, Kasun Mojorejo Desa Mojorejo, Kasun Ringin Putih I Desa Tanjungrejo, Kasun Ringin Putih II Desa Tanjungrejo, Kasun Sarangan Desa Krandegan, Kasun Butan Desa Krandegan,  Kasun Tambak Mas Desa Tambak Mas, dan Kasun Datengan Desa Tambak Mas.
Diketahui, target pembayaran PBB tahun 2016 untuk Kecamatan Kebonsari adalah Rp. 1.119.495.804,- namun sampai tanggal 15 September 2016 baru menyetorkan Rp. 415.105.750,- atau sebesar Rp. 37,08 persen. "Diharapkan, desa-desa sekecamatan Kebonsari bisa melunasi PBB sebelum jatuh tempo terakhir," pungkas Indra Setyawan. (p-76)



Madiun, Investigasi : Masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 448, Dinas , Kabupaten Madiun mengadakan Kegiatan Intensifikasi Pemungutan PBB Untuk Kecamatan dan Kelurahan Yang Berprestasi Tahun 2016 di Kecamatan Kebonsari. Kamis (8/9/16).
Dalam kegiatan tersebut, pihak Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun mengadakan sosialisasi serta memberikan bonus bagi desa-desa diwilayah Kecamatan Kebonsari yang sudah lunas dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2016.
Saat dikonfirmasi, Indra Setyawan, Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun membenarkan bahwa dalam bulan intensifikasi ini Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun akan memberikan reward atau bonus kepada desa yang sudah melunasi PBB sebelum jatuh tempo
"Ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka perangsang bagi masyarakat untuk segera melunasi PBB sebelum jatuh tempo," ungkapnya.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa dalam bulan intensifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan beberapa ketentuan pelunasan PBB agar bonus sampai 15 persen untuk desa dan kecamatam bisa didapatkan.
Ketentuan yang pertama adalah apabila PBB bisa dilunasi sebelum tanggal 15 Juli 2016, maka Kepala Dusun (Kasun) dan Kepala Desa (Kades) akan mendapatkan bonus masing-masing sebesar 5 persen dari total pagu desa.
Ketentuan kedua adalah apabila sebelum batas waktu tanggal 5 Agustus 2016 seluruh desa sekecamatan bisa mencapai target 90 persen ataupun lunas, maka pihak kecamatan yang terkait akan mendapatkan bonus sebesar 1 persen dari total PBB seluruh desa sekecamatan.
Ketentuan ketiga adalah apabila desa bisa melunasi PBB sebelum jatuh tempo atau paling lambat tanggal 30 September 2016, maka Desa yang bersangkutan akan mendapatkan bonus sebesar 5 persen dari total pagu yang ada.
"Apabila desa sudah melakukan pelunasan di Bulan Intensifikasi maka Desa tersebut akan mendapatkan total sebesar 15 persen dengan rincian yaitu Kasun 5 persen, Kades 5 persen dan Desa 5 persen," kata Indra Setyawan.
Selain itu, pihak Kabupaten Madiun tidak akan menutup mata atas kerja keras yang dilakukan oleh petugas pemungut PBB. Petugas pemungut PBB akan mendapatkan bonus sebesar 5 persen dari total pagu setiap desa. "Selain dalam rangka hari jadi Kabupaten Madiun, Di bulan intensifikasi ini Pemerintah Kabupaten Madiun memang memberikan bonus yang banyak bagi desa yang sudah melunasi PBB nya," tegas Indra Setyawan.
Namun, sewaktu sosialisasi di Kecamatan Kebonsari kemarin, ternyata baru ada 9 Kasun se Kecamatan Kebonsari yang sudah dinyatakan lunas PBBnya. Dari data yang diperoleh, 9 Kasun tersebut adalah Kasun Jumog Desa Kebonsari, Kasun Jomblang Desa Sidorejo, Kasun Mojorejo Desa Mojorejo, Kasun Ringin Putih I Desa Tanjungrejo, Kasun Ringin Putih II Desa Tanjungrejo, Kasun Sarangan Desa Krandegan, Kasun Butan Desa Krandegan,  Kasun Tambak Mas Desa Tambak Mas, dan Kasun Datengan Desa Tambak Mas.
Diketahui, target pembayaran PBB tahun 2016 untuk Kecamatan Kebonsari adalah Rp. 1.119.495.804,- namun sampai tanggal 15 September 2016 baru menyetorkan Rp. 415.105.750,- atau sebesar Rp. 37,08 persen. "Diharapkan, desa-desa sekecamatan Kebonsari bisa melunasi PBB sebelum jatuh tempo terakhir," pungkas Indra Setyawan. (p-76)

Baca

Jelang Idul Adha, Bupati Ngawi Lakukan Sidak Hewan Kurban

Ngawi, Investigasi : Untuk memantau kondisi pasar hewan dan sekaligus mengantisipasi beredarnya hewan kurban yang sakit, Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama tim gabungan melakukan inspeksi mendadak-Sidak di Pasar Hewan Ngawi, Kamis pagi (8/9/16).
Dalam kegiatan Sidak di pasar Hewan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Bapemas Pemdes dan Inspektorat serta lainnya.
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengatakan kunjungannya beserta tim di Pasar Hewan Ngawi untuk mengetahui kondisi pasar. Selain itu, Bupati bersama tim ingin memastikan ternak yang perjualbelikan sehat dan memenuhi syarat kurban. “Sidak bertujuan untuk memastikan kondisi hewan yang beredar sehat dan memenuhi syarat untuk kurban Idul Adha 1437 H,” ungkapnya.
Bupati Ngawi menambahkan untuk mengantisipasi hewan yang terkena penyakit menular seperti antrak maupun lainnya, pemerintah melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Selain itu, Pemerintah melalui dinas terkait juga melakukan sosialisasi kepada peternak.
“Disini, saya membawa tim kesehatan hewan untuk memeriksa hewan, dan setelah kami periksa Alhamdulillah sehat dan layak untuk kurban,” ujar Bupati Ngawi Budi Sulistyono. (p-76)
Ngawi, Investigasi : Untuk memantau kondisi pasar hewan dan sekaligus mengantisipasi beredarnya hewan kurban yang sakit, Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama tim gabungan melakukan inspeksi mendadak-Sidak di Pasar Hewan Ngawi, Kamis pagi (8/9/16).
Dalam kegiatan Sidak di pasar Hewan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Bapemas Pemdes dan Inspektorat serta lainnya.
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengatakan kunjungannya beserta tim di Pasar Hewan Ngawi untuk mengetahui kondisi pasar. Selain itu, Bupati bersama tim ingin memastikan ternak yang perjualbelikan sehat dan memenuhi syarat kurban. “Sidak bertujuan untuk memastikan kondisi hewan yang beredar sehat dan memenuhi syarat untuk kurban Idul Adha 1437 H,” ungkapnya.
Bupati Ngawi menambahkan untuk mengantisipasi hewan yang terkena penyakit menular seperti antrak maupun lainnya, pemerintah melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Selain itu, Pemerintah melalui dinas terkait juga melakukan sosialisasi kepada peternak.
“Disini, saya membawa tim kesehatan hewan untuk memeriksa hewan, dan setelah kami periksa Alhamdulillah sehat dan layak untuk kurban,” ujar Bupati Ngawi Budi Sulistyono. (p-76)
Baca

PT. KAI Daop 7 Tertibkan Assetnya dan Kosongkan 3 Rumah Dinas Yang Dihuni Oleh Warga

Madiun Kota, Investigasi : Penertiban asset PT. KAI Daop 7 terus dilakukan. Kali ini asset PT. KAI berupa 3 rumah dinas yang berlokasi di Jalan Buton, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun berhasil dikosongkan oleh petugas.
Hermin Istiawati salah satu penghuni asset rumah dinas mengaku tidak terima upaya PT KAI melakukan upaya pengosongan. Hal ini karena yang berhak melakukan pengosongan, bukan PT KAI tetapi pengadilan negeri setempat.
“Yang berhak mengosongkan itu hanya pengadilan, bukan PT KAI. karena PT KAI nggak punya hak. Seandainya dia (PT KAI) punya sertifikat yang benar, saya keluar. Karena dia punya, saya disuruh bayar dan disuruh keluar ya nggak mau,” katanya.
Warga menilai, pengosongan yang dilakukan PT KAI terkesan mendadak dan cacat hukum, sebab PT KAI tidak dapat menunjukkan sertifikat kepemilikan tanah yang sah.
Sementara, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Supriyanto mengatakan, penertiban asset dilakukan, sebab penghuni rumah dinas dinilai tidak memiliki status hukum dengan PT KAI, karena tidak melakukan kontrak dan sewa.
Dilanjutkan, Supriyanto menyatakan, PT KAI sebelumnya telah melakukan upaya negoisasi dengan warga penghuni asset, namun tidak ada respon. Menurut Supri, mereka yang menempati asset negara, merupakan anak pensiunan PJKA. Rencananya, asset tersebut nantinya akan dijadikan mess pegawai operasional PT KAI.
“Ini sertifikatnya ada, kenyataannya pas waktu sidang di pengadilan kita menang. Rencananya asset ini digunakan mess karena banyak teman-teman kita yang kos diluar, dan kebutuhan operasional perlu mess yang dekat dengan stasiun,” Tuturnya,
Dilokasi pengosongan sempat diwarnai aksi pemberontakan dari warga, dengan melakukan penghadangan. Cara tersebut tidak membuahkan hasil, sebab jalan masuk ke rumah dinas yang dihuni warga telah diblokade puluhan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Penertiban asset PT. KAI Daop 7 terus dilakukan. Kali ini asset PT. KAI berupa 3 rumah dinas yang berlokasi di Jalan Buton, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun berhasil dikosongkan oleh petugas.
Hermin Istiawati salah satu penghuni asset rumah dinas mengaku tidak terima upaya PT KAI melakukan upaya pengosongan. Hal ini karena yang berhak melakukan pengosongan, bukan PT KAI tetapi pengadilan negeri setempat.
“Yang berhak mengosongkan itu hanya pengadilan, bukan PT KAI. karena PT KAI nggak punya hak. Seandainya dia (PT KAI) punya sertifikat yang benar, saya keluar. Karena dia punya, saya disuruh bayar dan disuruh keluar ya nggak mau,” katanya.
Warga menilai, pengosongan yang dilakukan PT KAI terkesan mendadak dan cacat hukum, sebab PT KAI tidak dapat menunjukkan sertifikat kepemilikan tanah yang sah.
Sementara, Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Supriyanto mengatakan, penertiban asset dilakukan, sebab penghuni rumah dinas dinilai tidak memiliki status hukum dengan PT KAI, karena tidak melakukan kontrak dan sewa.
Dilanjutkan, Supriyanto menyatakan, PT KAI sebelumnya telah melakukan upaya negoisasi dengan warga penghuni asset, namun tidak ada respon. Menurut Supri, mereka yang menempati asset negara, merupakan anak pensiunan PJKA. Rencananya, asset tersebut nantinya akan dijadikan mess pegawai operasional PT KAI.
“Ini sertifikatnya ada, kenyataannya pas waktu sidang di pengadilan kita menang. Rencananya asset ini digunakan mess karena banyak teman-teman kita yang kos diluar, dan kebutuhan operasional perlu mess yang dekat dengan stasiun,” Tuturnya,
Dilokasi pengosongan sempat diwarnai aksi pemberontakan dari warga, dengan melakukan penghadangan. Cara tersebut tidak membuahkan hasil, sebab jalan masuk ke rumah dinas yang dihuni warga telah diblokade puluhan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). (p-76)
Baca

Jalan Sehat Kecamatan Taman Diikuti Ribuan Warga

Madiun Kota, Investigasi : Acara Jalan Sehat yang dilaksanakan oleh pihak Kecamatan dalam rangka Peringatan HUT RI yang ke 71 berlangsung dengan lancar dan meriah. Sejak pagi, ribuan warga menyemut di seputaran Bunderan Taman depan Kantor Kecamatan Taman untuk mengikuti acara jalan sehat ini.
Puluhan hadiah dorprise maupun hadiah utama berupa tiga unit sepeda motor, sepeda angin, kulkas, mesin cuci, televisi akan diundi oleh panitia untuk para peserta jalan sehat ini. Acara ini dibuka langsung dan diikuti oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto.  “Acara jalan sehat ini bagus, selain itu banya hadiahnya,” ungkap Budi, Warga Taman Kota Madiun yang datang beserta keluarganya.
Disela-sela acara jalan sehat ini, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa tujuan acara ini untuk mempererat jalinan silaturahmi antara Pemerintah Kota Madiun dengan masyarakatnya. Selain itu juga untuk mengenang jasa-jasa Pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan RI. “Karenanya, ribuan warga yang ikut jalan sehat harus tetap memiliki semangat 45 untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya. Minggu (4/9/16).
Dilanjutkan, Dalam memperingati HUT RI ke-71 ini, Walikota Madiun berharap agar masyarakat Kota Madiun menjadi lebih sejahtera dan semakin sehat. “Jalan sehat ini juga sebagai bentuk komunikasi langsung antara Pemkot Madiun dengan warga,” lanjut Walikota Madiun.
Hal senada juga diungkapkan oleh Doris EP, Camat Taman, Kota Madiun bahwa jalan sehat ini dilaksanakan karena dirinya tahu bahwa masyarakat khususnya diwilayah Kecamatan Taman biasa berpola hidup sehat dan senang berolahraga.
"Warga kami sangat antusias, termasuk dalam mengikuti dan menjalankan program-program yang telah menjadi visi dan misi bapak Walikota Madiun menuju masyarakat yang maju dan sejahtera,"katanya.
Camat Taman berharap agar masyarakat terus mendukung semua program Pemerintah Kota Madiun dalam menyehatkan dan mensejahterakan masyarakat. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Acara Jalan Sehat yang dilaksanakan oleh pihak Kecamatan dalam rangka Peringatan HUT RI yang ke 71 berlangsung dengan lancar dan meriah. Sejak pagi, ribuan warga menyemut di seputaran Bunderan Taman depan Kantor Kecamatan Taman untuk mengikuti acara jalan sehat ini.
Puluhan hadiah dorprise maupun hadiah utama berupa tiga unit sepeda motor, sepeda angin, kulkas, mesin cuci, televisi akan diundi oleh panitia untuk para peserta jalan sehat ini. Acara ini dibuka langsung dan diikuti oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto.  “Acara jalan sehat ini bagus, selain itu banya hadiahnya,” ungkap Budi, Warga Taman Kota Madiun yang datang beserta keluarganya.
Disela-sela acara jalan sehat ini, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa tujuan acara ini untuk mempererat jalinan silaturahmi antara Pemerintah Kota Madiun dengan masyarakatnya. Selain itu juga untuk mengenang jasa-jasa Pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan RI. “Karenanya, ribuan warga yang ikut jalan sehat harus tetap memiliki semangat 45 untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya. Minggu (4/9/16).
Dilanjutkan, Dalam memperingati HUT RI ke-71 ini, Walikota Madiun berharap agar masyarakat Kota Madiun menjadi lebih sejahtera dan semakin sehat. “Jalan sehat ini juga sebagai bentuk komunikasi langsung antara Pemkot Madiun dengan warga,” lanjut Walikota Madiun.
Hal senada juga diungkapkan oleh Doris EP, Camat Taman, Kota Madiun bahwa jalan sehat ini dilaksanakan karena dirinya tahu bahwa masyarakat khususnya diwilayah Kecamatan Taman biasa berpola hidup sehat dan senang berolahraga.
"Warga kami sangat antusias, termasuk dalam mengikuti dan menjalankan program-program yang telah menjadi visi dan misi bapak Walikota Madiun menuju masyarakat yang maju dan sejahtera,"katanya.
Camat Taman berharap agar masyarakat terus mendukung semua program Pemerintah Kota Madiun dalam menyehatkan dan mensejahterakan masyarakat. (p-76)
Baca

Diduga Konsleting, Kamar 123 Paviliun Merpati RSUP Soedhono Terbakar

Madiun Kota, Investigasi : Kebakaran hebat terjadi di RSUD Dr. Soedono Jl. Bali Kec. Kartoharjo, Kota Madiun, Propinsi Jawa Timur tepatnya dikamar 123 Paviliun Merpati Minggu tanggal 4 September 2016 sekira pukul 20.00 Wib. (4/9/16). Beruntung, kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, menurut keterangan staf RS pada saat kejadian penghuni kamar sedang berada di ruang ICU, api membakar rak, stop kontak, televisi, lemari es dan AC,
Akibat kejadian tersebut seluruh penunggu pasien berhamburan keluar dan menyelamatkan pasien dengan membawanya keluar dari dalam kamar rumah sakit. Kondisi hujan rintik-rintik menjadi kendala masuknya bantuan pemadam kebakaran ditambah padatnya kerumunan warga yang datang melihat kebakaran
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran tersebut diketahui karena ada ribut-ribut di ruang Paviliun Merpati. Saksi mata mengatakan bahwa Kamar 123 diruang tersebut terbakar. “Saya datang ke lokasi, api sudah membesar,” ungkap Budi, salah seorang Security Rumah Sakit.
Mengetahui adanya kebakaran tersebut, karyawan dan Staf rumah sakit lainnya segera memadamkan arus listrik di area tersebut dan berusaha memadamkan api dengan cara menjebol jendela serta menyemprotkan alat pemadam dan air dari luar kamar, sedangkan karyawan RS lainnya segera mengevakuasi pasien lainnya yang menempati kamar - kamar di sekitar kamar yang terbakar ke tempat yang aman, dan akhirnya selang ±15 menit kemudian api dapat dipadamkan.
Hingga saat ini, petugas dari Polres Madiun Kota masih memasang garis polisi di sekitar TKP. Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Kebakaran hebat terjadi di RSUD Dr. Soedono Jl. Bali Kec. Kartoharjo, Kota Madiun, Propinsi Jawa Timur tepatnya dikamar 123 Paviliun Merpati Minggu tanggal 4 September 2016 sekira pukul 20.00 Wib. (4/9/16). Beruntung, kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, menurut keterangan staf RS pada saat kejadian penghuni kamar sedang berada di ruang ICU, api membakar rak, stop kontak, televisi, lemari es dan AC,
Akibat kejadian tersebut seluruh penunggu pasien berhamburan keluar dan menyelamatkan pasien dengan membawanya keluar dari dalam kamar rumah sakit. Kondisi hujan rintik-rintik menjadi kendala masuknya bantuan pemadam kebakaran ditambah padatnya kerumunan warga yang datang melihat kebakaran
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran tersebut diketahui karena ada ribut-ribut di ruang Paviliun Merpati. Saksi mata mengatakan bahwa Kamar 123 diruang tersebut terbakar. “Saya datang ke lokasi, api sudah membesar,” ungkap Budi, salah seorang Security Rumah Sakit.
Mengetahui adanya kebakaran tersebut, karyawan dan Staf rumah sakit lainnya segera memadamkan arus listrik di area tersebut dan berusaha memadamkan api dengan cara menjebol jendela serta menyemprotkan alat pemadam dan air dari luar kamar, sedangkan karyawan RS lainnya segera mengevakuasi pasien lainnya yang menempati kamar - kamar di sekitar kamar yang terbakar ke tempat yang aman, dan akhirnya selang ±15 menit kemudian api dapat dipadamkan.
Hingga saat ini, petugas dari Polres Madiun Kota masih memasang garis polisi di sekitar TKP. Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (p-76)
Baca

Bupati Madiun Launching Logo Pariwisata Dalam Event Festival Batik 2016

Madiun, Investigasi : Peresmian Logo Pariwisata Kabupaten Madiun dilakukan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom dalam acara Festival Batik Kabupaten Madiun Tahun 2016 di Alun-alun Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan, Sabtu (3/9/16).
Peresmian sekaligus pembukaan festival batik ini dihadiri oleh Forpimda Kab. Madiun, Sekda Kab. Madiun, Ketua TP PKK Kab. Madiun, Asisten, Staf Ahli, Ketua TP PKK. Kab. Madiun, Camat Kab. Madiun, Tokoh Masyarakat, Peserta Festival, dan tamu undangan
Dalam sambutannya Bupati Madiun memberikan apresiasi positif kepada seluruh pembatik dan desainer di kab. Madiun yang telah melahirkan karya-karya yang sangat inspiratif dalam rangka mengembangkan Batik yang khas Kab. Madiun. “Karena melalui  corat-coret merekalah lahir sebuah ke khasan batik dari Kab. Madiun,” ungkap Bupati Madiun.
Agar semua bisa berkembang, Pemkab Madiun selalu melakukan pembinaan secara terus-menerus terhadap pengrajin batik melalui kelompok individu. Selain itu bermacam pameran bertaraf regional dan nasional juga di potensikan sebagai ajang promosi batik khas Kab. Madiun termasuk didalamnya acara Festifal Batik Kab.Madiun  Tahun 2016 ini. “Perlu diketahui saat ini kab. Madiun mempunyai 9 kelompok pembatik tradisional dan semi tradisional, dari seni produksi memang masih kelas home industry, namun tidak mustahil bahwa batik khas Kab. Madiun yang di produksi saat ini kedepannya memiliki daya saing dan pangsa tersendiri,” tegas Bupati Madiun.
Dari segi pariwisata, kata Muhtarom, dengan dilaunchingnya logo pariwisata Kab. Madiun ini sebagai bukti awal konsistensi pemerintah Kab. Madiun serius dan focus pada sector pariwisata. “Kami berharap pariwisata Kab.Madiun dapat meningkat dengan baik, sehingga menjadi sebuah terobosan baru dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat Kab. Madiun melalui sector pariwisata,” lanjutnya.
Selain itu, Kegiatan Festifal Batik Kab.Madiun telah mengalami penambahan fungsi dari tahun lalu yang hanya sebagai ajang promosi batik khas Kab. Madiun, pada tahun ini kita ternyata telah mampu menambah fungsi sebagai ajang promosi pariwisata Kab. Madiun.
Dinilai, sektor pariwisata memiliki fungsi yang multi sektoral akan mampu mempercepat pergerakan perekonomian di Kab. Madiun,. “Ini karena letak Kab. Madiun yang sangat strategis berada di jalur utama antara Yogyakarta dan Bali menjadi Potensi yang luar biasa untuk Pariwisata. Dalam 1 hari kerja, kecamatan mejayan dilewati kurang lebih 280 Bus Pariwisata,” kata Muhtarom.
Pada Tahun ini Pemerintah Kab. Madiun telah Merenovasi Pasar Burung Caruban menjadi Rest area berkonsep Taman Burung, yang diharapkan mampu menarik minat para wisatawan yang melintas untuk singgah di tempat tersebut baik hanya sekedar melepas penat, makan atupun membeli jajanan khas Kab.Madiun. Hal tersebut sangat sejalan dengan tujuan berpindahnya Ibukota Kab. Madiun ke Mejayan.
Akhirnya Bupati Madiun berharap semoga Sektor Pariwisata Kab.Madiun cepat terwujud dan berkembang, sehingga dengan fungsi pariwisata yang multi sektoral memberikan dampak cukup signifikan terhadap PDRB Kab.Madiun. “Dengan demikian diharapkan batik khas Kab.Madiun dapat berkembang dengan baik sesuai dengan harapan,” pungkas Bupati Muhtarom. (p-76)
Madiun, Investigasi : Peresmian Logo Pariwisata Kabupaten Madiun dilakukan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom dalam acara Festival Batik Kabupaten Madiun Tahun 2016 di Alun-alun Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan, Sabtu (3/9/16).
Peresmian sekaligus pembukaan festival batik ini dihadiri oleh Forpimda Kab. Madiun, Sekda Kab. Madiun, Ketua TP PKK Kab. Madiun, Asisten, Staf Ahli, Ketua TP PKK. Kab. Madiun, Camat Kab. Madiun, Tokoh Masyarakat, Peserta Festival, dan tamu undangan
Dalam sambutannya Bupati Madiun memberikan apresiasi positif kepada seluruh pembatik dan desainer di kab. Madiun yang telah melahirkan karya-karya yang sangat inspiratif dalam rangka mengembangkan Batik yang khas Kab. Madiun. “Karena melalui  corat-coret merekalah lahir sebuah ke khasan batik dari Kab. Madiun,” ungkap Bupati Madiun.
Agar semua bisa berkembang, Pemkab Madiun selalu melakukan pembinaan secara terus-menerus terhadap pengrajin batik melalui kelompok individu. Selain itu bermacam pameran bertaraf regional dan nasional juga di potensikan sebagai ajang promosi batik khas Kab. Madiun termasuk didalamnya acara Festifal Batik Kab.Madiun  Tahun 2016 ini. “Perlu diketahui saat ini kab. Madiun mempunyai 9 kelompok pembatik tradisional dan semi tradisional, dari seni produksi memang masih kelas home industry, namun tidak mustahil bahwa batik khas Kab. Madiun yang di produksi saat ini kedepannya memiliki daya saing dan pangsa tersendiri,” tegas Bupati Madiun.
Dari segi pariwisata, kata Muhtarom, dengan dilaunchingnya logo pariwisata Kab. Madiun ini sebagai bukti awal konsistensi pemerintah Kab. Madiun serius dan focus pada sector pariwisata. “Kami berharap pariwisata Kab.Madiun dapat meningkat dengan baik, sehingga menjadi sebuah terobosan baru dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat Kab. Madiun melalui sector pariwisata,” lanjutnya.
Selain itu, Kegiatan Festifal Batik Kab.Madiun telah mengalami penambahan fungsi dari tahun lalu yang hanya sebagai ajang promosi batik khas Kab. Madiun, pada tahun ini kita ternyata telah mampu menambah fungsi sebagai ajang promosi pariwisata Kab. Madiun.
Dinilai, sektor pariwisata memiliki fungsi yang multi sektoral akan mampu mempercepat pergerakan perekonomian di Kab. Madiun,. “Ini karena letak Kab. Madiun yang sangat strategis berada di jalur utama antara Yogyakarta dan Bali menjadi Potensi yang luar biasa untuk Pariwisata. Dalam 1 hari kerja, kecamatan mejayan dilewati kurang lebih 280 Bus Pariwisata,” kata Muhtarom.
Pada Tahun ini Pemerintah Kab. Madiun telah Merenovasi Pasar Burung Caruban menjadi Rest area berkonsep Taman Burung, yang diharapkan mampu menarik minat para wisatawan yang melintas untuk singgah di tempat tersebut baik hanya sekedar melepas penat, makan atupun membeli jajanan khas Kab.Madiun. Hal tersebut sangat sejalan dengan tujuan berpindahnya Ibukota Kab. Madiun ke Mejayan.
Akhirnya Bupati Madiun berharap semoga Sektor Pariwisata Kab.Madiun cepat terwujud dan berkembang, sehingga dengan fungsi pariwisata yang multi sektoral memberikan dampak cukup signifikan terhadap PDRB Kab.Madiun. “Dengan demikian diharapkan batik khas Kab.Madiun dapat berkembang dengan baik sesuai dengan harapan,” pungkas Bupati Muhtarom. (p-76)
Baca

PPID Kabupaten Magetan Pelit Berikan Informasi Yang Diminta Masyarakat

Magetan, Investigasi : Informasi merupakan kebutuhan pokok  semua orang dalam pengembangan pribadi dan sosial, hak mendapatkan informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik adalah salah satu ciri khas negara demokratis, yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggarakan negara yang lebih baik. Keterbukaan Informasi Publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik .
Namun hal tersebut nampaknya tidak ditunjukkan Pemkab Magetan, dalam pelayanan pengelolaan informasi PPID Pemkab Magetan dirasa sangat tidak transparan dan bahkan terkesan menutup akses masyarakat untuk mendapatkan informasi publik.
Hal tersebut terlihat ketika salah satu aktivis Magetan, Rudi H Setiawan yang akrab di panggil Rugos melayangkan surat permohonan informasi publik pada awal Agustus lalu, surat yang dilayangkan Rugos menanyakan tentang  penerima dana  hibah daerah 2016 yang dirasa banyak kejanggalan, namun surat tersebut di balas dengan penolakan dari PPID Pemkab Magetan dengan dalih kurangnya syarat ketentuan pengajuan informasi publik dan menurut Pemkab Magetan pengawasan pelaksanaan APBD,  sepenuhnya di bawah kewenangan auditor resmi BPK. LSM, ORMAS ataupun perorangan tidak punya hak sebagai auditor. Tertulis dalam surat jawaban Sekretariat Daerah Pemkab Magetan, tertanggal 31 Agustus 2016.
Rudi H Setyawan sangat kecewa dengan tanggapan yang diberikan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan, yang di anggapnya memutus sebuah hak dari pada rakyat negara ini untuk ikut serta dalam pembangunan, yang mana mestinya negara demokrasi itu mengedepankan keikutsertaan rakyat untuk pembangunan sebagai wujud kedaulatan rakyat.
“Saya rasa kalau pemerintahan itu perjalananya sehat, gak akan susah dalam memberikan informasi publik, kesan menutup-nutupi sebuah permasalahan terlihat jelas ketika informasi publik itu tidak di berikan sebagai mana mestinya, bagi saya tanggapan dari SETDA KAB.Magetan itu sangat tidak mencerminkan pemerintahan yang sehat, kalau mereka menyebut hak audit adalah BPK okelah itu benar, tapi apakah saya mau audit kan tidak, kontrol dan pengawasan itu beda dengan audit, kontrol dan pengawasan pemerintahan itu hak seluruh warga negara.” Tutur Rugos, Senin, (05/9/16)
Karena tidak puas atas jawaban Setda Kab Magetan Rudi hari ini senin, 5 September 2016 mengajukan surat keberatan atas permohonan informasi yang dikirimkan ke PPID Pemkab Magetan dan juga ke komisi informasi publik Jawa Timur (md/sj)

Magetan, Investigasi : Informasi merupakan kebutuhan pokok  semua orang dalam pengembangan pribadi dan sosial, hak mendapatkan informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik adalah salah satu ciri khas negara demokratis, yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggarakan negara yang lebih baik. Keterbukaan Informasi Publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik .
Namun hal tersebut nampaknya tidak ditunjukkan Pemkab Magetan, dalam pelayanan pengelolaan informasi PPID Pemkab Magetan dirasa sangat tidak transparan dan bahkan terkesan menutup akses masyarakat untuk mendapatkan informasi publik.
Hal tersebut terlihat ketika salah satu aktivis Magetan, Rudi H Setiawan yang akrab di panggil Rugos melayangkan surat permohonan informasi publik pada awal Agustus lalu, surat yang dilayangkan Rugos menanyakan tentang  penerima dana  hibah daerah 2016 yang dirasa banyak kejanggalan, namun surat tersebut di balas dengan penolakan dari PPID Pemkab Magetan dengan dalih kurangnya syarat ketentuan pengajuan informasi publik dan menurut Pemkab Magetan pengawasan pelaksanaan APBD,  sepenuhnya di bawah kewenangan auditor resmi BPK. LSM, ORMAS ataupun perorangan tidak punya hak sebagai auditor. Tertulis dalam surat jawaban Sekretariat Daerah Pemkab Magetan, tertanggal 31 Agustus 2016.
Rudi H Setyawan sangat kecewa dengan tanggapan yang diberikan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Magetan, yang di anggapnya memutus sebuah hak dari pada rakyat negara ini untuk ikut serta dalam pembangunan, yang mana mestinya negara demokrasi itu mengedepankan keikutsertaan rakyat untuk pembangunan sebagai wujud kedaulatan rakyat.
“Saya rasa kalau pemerintahan itu perjalananya sehat, gak akan susah dalam memberikan informasi publik, kesan menutup-nutupi sebuah permasalahan terlihat jelas ketika informasi publik itu tidak di berikan sebagai mana mestinya, bagi saya tanggapan dari SETDA KAB.Magetan itu sangat tidak mencerminkan pemerintahan yang sehat, kalau mereka menyebut hak audit adalah BPK okelah itu benar, tapi apakah saya mau audit kan tidak, kontrol dan pengawasan itu beda dengan audit, kontrol dan pengawasan pemerintahan itu hak seluruh warga negara.” Tutur Rugos, Senin, (05/9/16)
Karena tidak puas atas jawaban Setda Kab Magetan Rudi hari ini senin, 5 September 2016 mengajukan surat keberatan atas permohonan informasi yang dikirimkan ke PPID Pemkab Magetan dan juga ke komisi informasi publik Jawa Timur (md/sj)

Baca

Pawai Budaya Kota Madiun Kian Tahun Semakin Menarik

Madiun Kota, Investigasi : Dalam rangka Hari Jadi Kota Madiun yang ke 98 dan Peringatan HUT RI yang ke 71, Pemerintah Kota Madiun menggelar Pawai Budaya, Rabu (31/8/16). Ribuan peserta Pawai Budaya ini diberangkatkan langsung oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto dari depan Balai Kota Madiun.
Seluruh peserta pawai berkeliling Kota Madiun, mulai dari Jl. Pahlawan, kemudian menuju arah Jl. Panglima Sudirman, Jl. Mastrip, dan terakhir di Jl. Parikesit atau di Kantor Satpol PP Kota Madiun. disepanjang rute yang dilalui oleh peserta Pawai Budaya ini dipenuhi oleh ribuan masyarakat yang sangat antusias menyaksikan beraneka ragam atraksi maupun kostum menarik yang ditunjukkan oleh para peserta.
Kegiatan pawai budaya diawali dengan suguhan penampilan dari Wonderful Madiun Carnival yang mengusung tema Eksotika Indonesia, kemudian diikuti peserta pertama dari Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia yang menampilkan barisan seni tradisional Dongkrek. Kemudian disusul dengan barisa Nusantara dengan iringan marchingband. Selanjutnya peserta pawai dari sejumlah SKPD dan lembaga pemerintahan. Dan terakhir ditutup dengan penampilan barongsai Tri Dharma
Dengan mengambil tema Mewujudkan Kota Madiun Lebih Maju, Sehat, dan Sejahtera, serta 71 Tahun Indonesia Kerja Nyata. Menurut masyarakat, dari tahun ke tahun, peserta yang ikut Pawai Budaya semakin bagus baik segi dekorasi maupun kostum yang digunakan. “Tambah bagus dan berwarna warni kostum yang digunakan oleh peserta,” ujar Ningsih, salah seorang penonton.
Ratusan peserta dari berbagai kelompok dan SKPD mengikuti pawai budaya ini dengan mengenakan berbagai kostum yang menarik. Peserta terdiri dari satu kelompok pasukan carnival, 65 kelompok pasukan pawai, 25 kelompok marchingband, dan satu kelompok pasukan barongsai. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Dalam rangka Hari Jadi Kota Madiun yang ke 98 dan Peringatan HUT RI yang ke 71, Pemerintah Kota Madiun menggelar Pawai Budaya, Rabu (31/8/16). Ribuan peserta Pawai Budaya ini diberangkatkan langsung oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto dari depan Balai Kota Madiun.
Seluruh peserta pawai berkeliling Kota Madiun, mulai dari Jl. Pahlawan, kemudian menuju arah Jl. Panglima Sudirman, Jl. Mastrip, dan terakhir di Jl. Parikesit atau di Kantor Satpol PP Kota Madiun. disepanjang rute yang dilalui oleh peserta Pawai Budaya ini dipenuhi oleh ribuan masyarakat yang sangat antusias menyaksikan beraneka ragam atraksi maupun kostum menarik yang ditunjukkan oleh para peserta.
Kegiatan pawai budaya diawali dengan suguhan penampilan dari Wonderful Madiun Carnival yang mengusung tema Eksotika Indonesia, kemudian diikuti peserta pertama dari Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia yang menampilkan barisan seni tradisional Dongkrek. Kemudian disusul dengan barisa Nusantara dengan iringan marchingband. Selanjutnya peserta pawai dari sejumlah SKPD dan lembaga pemerintahan. Dan terakhir ditutup dengan penampilan barongsai Tri Dharma
Dengan mengambil tema Mewujudkan Kota Madiun Lebih Maju, Sehat, dan Sejahtera, serta 71 Tahun Indonesia Kerja Nyata. Menurut masyarakat, dari tahun ke tahun, peserta yang ikut Pawai Budaya semakin bagus baik segi dekorasi maupun kostum yang digunakan. “Tambah bagus dan berwarna warni kostum yang digunakan oleh peserta,” ujar Ningsih, salah seorang penonton.
Ratusan peserta dari berbagai kelompok dan SKPD mengikuti pawai budaya ini dengan mengenakan berbagai kostum yang menarik. Peserta terdiri dari satu kelompok pasukan carnival, 65 kelompok pasukan pawai, 25 kelompok marchingband, dan satu kelompok pasukan barongsai. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100