Berita Terkini

Dinkoperindagpar dan ASIDEWI Ngangsu Kaweruh di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Yogjakarta

Madiun, Investigasi : Sektor pariwisata yang ada dikabupaten Madiun tersebar diberbagai tempat, namun sayangnya belum tergarap secara maksimal sehingga berjalan apa adanya. Inilah yang menggelitik Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata (Dinkoperindagpar) Kabupaten Madiun untuk mengajak rombongan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Kabupaten Madiun.
Berbekal tekad untuk lebih memajukan potensi wisata yang ada di Kabupaten Madiun, Dinkoperindagpar melakukan study banding dan ngangsu kaweruh di Kampung Wisata Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman Yogjakarta, Rabu-Kamis (1-2/6/16).
Setelah sampai ditempat tujuan, rombongan dari Kabupaten Madiun diterima di Pendopo Pentingsari oleh Pengelola Kampung Wisata Pentingsari. Rombongan disuguhi gamelan khas Jawa dan tarian Semar, Gareng, Petruk, Bagong sebagai ucapan selamat datang.
Setelah beristirahat sejenak di Home Stay milik penduduk setempat, Rombongan dari Kabupaten Madiun dibagi menjadi 3 bagian dan diajak berkeliling ke seluruh kampung yang memang sudah tertata rapi.
Banyak sekali ciri khas dari kampung wisata yang ditunjukkan oleh pemandu. Rombongan ditunjukkan cara mengolah bahan herbal agar menjadi obat, ditunjukkan cara membuat wayang rumput, bermail gamelan, pengolahan kopi robusta dan ditunjukkan tempat-tempat tradisional yang merupakan ciri khas setempat sebagai bentuk kearifan lokal.
Malam harinya, rombongan dari Dinkoperindagpar, ASIDEWI dan POKDARWIS diajak untuk selamatan tumpeng sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang. Menurut sesepuh setempat, pihak Kampung Wisata Pentingsari hanya melaksanakan tradisi yang diwariskan oleh pendahulu secara turun temurun. “Selamatan ini jangan diartikan yang lain, ini hanya sebagai sarana untuk mengumpulkan masyarakat supaya bersama-sama bersyukur atas rejeki yang sudah diberikan oleh Alloh SWT,” ungkap Doto, Ketua Paguyuban Kampung Wisata Pentingsari.
Disinilah kearifan lokal tampak tergambar dengan jelas, silaturahmi antar warga terjalin begitu harmonis sehingga kerukunan dapat tercipta. “Mudah-mudahan, dengan bertatap muka dan berlanjut dengan sharing bersama, maka manfaatnya bisa dibawa pulang dan diterapkan di Kabupoaten Madiun,” pungkas Sesepuh yang akrab dipanggil Kang Doto.
Sementara itu, Sawung Rehtomo, Kepala Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun saat ditemui dilokasi mengatakan bahwa kesempatan ini harap dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan wisata didaerah Kabupaten Madiun. “Pemkab Madiun akan ngangsu kaweruh untuk mengembangkan potensi wisata karena di Kabupaten Madiun sudah ada namun belum dikembangkan secara maksimal,” jelasnya.
Dilanjutkan, yang terpenting adalah peran serta dari pemimpin sehingga masyarakat punya visi dan desa wisata bisa terbentuk seperti halnya Kampung Wisata Pentingsari. “kami dari SKPD tidak bisa berjalan sendiri, kita harus bersama-sama sehingga konsep desa wisata bisa terbentuk, inilah PR kita,” ungkap Sawung Rehtomo.
Ditengah arus globalisasi yang semakin menguat kata Sawung, ekonomi akan semakin membaik maka sektor wisata juga akan terdongkrak. “study banding tidak perlu jauh-jauh, seperti disini, kontur tanah secara geografis hampir sama sehingga apa yang kita dapatkan disini bisa diaplikasikan di Madiun,” tegasnya.
Diharapkan, kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang jelas sehingga apa yang diperoleh dan dipelajari dari Kampung Wisata Pentingsari bisa diwujudkan di Kabupaten Madiun. “Semoga bisa memberi manfaat sehingga sewaktu pulang nanti, kita mempunyai bahan yang bisa kita kerjakan untuk desa kita,” pungkasnya.
Diketahui, Dusun Pentingsari yang terletak di Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Merupakan tempat singgah sementara lepas dari kehidupan kota. Disini disediakan home stay. Kampung Pentingsari cocok untuk berlibur keluarga, untuk menambah kebersamaan dengan melakukan berbagai kegiatan dan berbagai fasilitas yang disediakan didesa ini.
Berbagai macam obyek wisata dan benda bersejarah yang bisa anda nikmati didesa ini akan memberikan pengalaman baru yang tidak mungkin anda dapatkan diperkotaan, berbagai macam benda bersejarah da nobyek wisata yang bisa anda nikmati seperti, (pancuran suci sendangsari) yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit , (luweng) yang merupakan peninggalan pangeran Diponegoro yang berupa batu luweng menjadi saksi perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda, (Rumah joglo) rumah adat jawa dan DIY yang bisa digunakan untuk pertemuan, diklat atau pameran seni dan budaya, (Wisata lingkungan) menikmati indahnya alam pedesaan lengkap dengan area persawahan, udara yang sejuk, sungai yang bergemricik, dan pemandangan petani yang sedang membajak sawah dan menanam padi, merupakan harmonisasi yang bisa membuat pengunjung merasa nyaman berada disini.
Di Dusun Pentingsari ini pengunjung juga bisa menikmati berbagai macam pertunjukan budaya daerah khas masyarakat setempat. Berbagai macam kegiatan seperti outbound, bajak sawah, memancing, sepakbola lumpur, dan panen padi bisa anda nikmati disini tentunya dengan berbagai berbagai harga sewa. Jadikan desa pentingsari sebagai tempat berlibur dan homestay sementara untuk menghilangkan penat dalam bekerja, menghangatkan hubungan anda dengan keluarga bersama.
Dusun Pentingsari berbentuk seperti semenanjung dimana sebelah barat terdapat lembah yang sangat curam yaitu Kali Kuning dan sebelah Selatan terdapat lembah yang berupa Goa Ledok / Ponteng dan Gondoran sebelah Timur terdapat lembah yang curam yaitu Kali Pawon dan sebelah Utara merupakan dataran yang dapat berhubungan langsung dengan tanah di sekeliling Kelurahan Umbulharjo sampai ke pelataran gunung Merapi. Dusun Pentingsari terdiri dari dua dusun yaitu Bonorejo dan Pentingsari. (p-76)
Madiun, Investigasi : Sektor pariwisata yang ada dikabupaten Madiun tersebar diberbagai tempat, namun sayangnya belum tergarap secara maksimal sehingga berjalan apa adanya. Inilah yang menggelitik Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata (Dinkoperindagpar) Kabupaten Madiun untuk mengajak rombongan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Kabupaten Madiun.
Berbekal tekad untuk lebih memajukan potensi wisata yang ada di Kabupaten Madiun, Dinkoperindagpar melakukan study banding dan ngangsu kaweruh di Kampung Wisata Pentingsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman Yogjakarta, Rabu-Kamis (1-2/6/16).
Setelah sampai ditempat tujuan, rombongan dari Kabupaten Madiun diterima di Pendopo Pentingsari oleh Pengelola Kampung Wisata Pentingsari. Rombongan disuguhi gamelan khas Jawa dan tarian Semar, Gareng, Petruk, Bagong sebagai ucapan selamat datang.
Setelah beristirahat sejenak di Home Stay milik penduduk setempat, Rombongan dari Kabupaten Madiun dibagi menjadi 3 bagian dan diajak berkeliling ke seluruh kampung yang memang sudah tertata rapi.
Banyak sekali ciri khas dari kampung wisata yang ditunjukkan oleh pemandu. Rombongan ditunjukkan cara mengolah bahan herbal agar menjadi obat, ditunjukkan cara membuat wayang rumput, bermail gamelan, pengolahan kopi robusta dan ditunjukkan tempat-tempat tradisional yang merupakan ciri khas setempat sebagai bentuk kearifan lokal.
Malam harinya, rombongan dari Dinkoperindagpar, ASIDEWI dan POKDARWIS diajak untuk selamatan tumpeng sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang. Menurut sesepuh setempat, pihak Kampung Wisata Pentingsari hanya melaksanakan tradisi yang diwariskan oleh pendahulu secara turun temurun. “Selamatan ini jangan diartikan yang lain, ini hanya sebagai sarana untuk mengumpulkan masyarakat supaya bersama-sama bersyukur atas rejeki yang sudah diberikan oleh Alloh SWT,” ungkap Doto, Ketua Paguyuban Kampung Wisata Pentingsari.
Disinilah kearifan lokal tampak tergambar dengan jelas, silaturahmi antar warga terjalin begitu harmonis sehingga kerukunan dapat tercipta. “Mudah-mudahan, dengan bertatap muka dan berlanjut dengan sharing bersama, maka manfaatnya bisa dibawa pulang dan diterapkan di Kabupoaten Madiun,” pungkas Sesepuh yang akrab dipanggil Kang Doto.
Sementara itu, Sawung Rehtomo, Kepala Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun saat ditemui dilokasi mengatakan bahwa kesempatan ini harap dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan wisata didaerah Kabupaten Madiun. “Pemkab Madiun akan ngangsu kaweruh untuk mengembangkan potensi wisata karena di Kabupaten Madiun sudah ada namun belum dikembangkan secara maksimal,” jelasnya.
Dilanjutkan, yang terpenting adalah peran serta dari pemimpin sehingga masyarakat punya visi dan desa wisata bisa terbentuk seperti halnya Kampung Wisata Pentingsari. “kami dari SKPD tidak bisa berjalan sendiri, kita harus bersama-sama sehingga konsep desa wisata bisa terbentuk, inilah PR kita,” ungkap Sawung Rehtomo.
Ditengah arus globalisasi yang semakin menguat kata Sawung, ekonomi akan semakin membaik maka sektor wisata juga akan terdongkrak. “study banding tidak perlu jauh-jauh, seperti disini, kontur tanah secara geografis hampir sama sehingga apa yang kita dapatkan disini bisa diaplikasikan di Madiun,” tegasnya.
Diharapkan, kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang jelas sehingga apa yang diperoleh dan dipelajari dari Kampung Wisata Pentingsari bisa diwujudkan di Kabupaten Madiun. “Semoga bisa memberi manfaat sehingga sewaktu pulang nanti, kita mempunyai bahan yang bisa kita kerjakan untuk desa kita,” pungkasnya.
Diketahui, Dusun Pentingsari yang terletak di Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Merupakan tempat singgah sementara lepas dari kehidupan kota. Disini disediakan home stay. Kampung Pentingsari cocok untuk berlibur keluarga, untuk menambah kebersamaan dengan melakukan berbagai kegiatan dan berbagai fasilitas yang disediakan didesa ini.
Berbagai macam obyek wisata dan benda bersejarah yang bisa anda nikmati didesa ini akan memberikan pengalaman baru yang tidak mungkin anda dapatkan diperkotaan, berbagai macam benda bersejarah da nobyek wisata yang bisa anda nikmati seperti, (pancuran suci sendangsari) yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit , (luweng) yang merupakan peninggalan pangeran Diponegoro yang berupa batu luweng menjadi saksi perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah Belanda, (Rumah joglo) rumah adat jawa dan DIY yang bisa digunakan untuk pertemuan, diklat atau pameran seni dan budaya, (Wisata lingkungan) menikmati indahnya alam pedesaan lengkap dengan area persawahan, udara yang sejuk, sungai yang bergemricik, dan pemandangan petani yang sedang membajak sawah dan menanam padi, merupakan harmonisasi yang bisa membuat pengunjung merasa nyaman berada disini.
Di Dusun Pentingsari ini pengunjung juga bisa menikmati berbagai macam pertunjukan budaya daerah khas masyarakat setempat. Berbagai macam kegiatan seperti outbound, bajak sawah, memancing, sepakbola lumpur, dan panen padi bisa anda nikmati disini tentunya dengan berbagai berbagai harga sewa. Jadikan desa pentingsari sebagai tempat berlibur dan homestay sementara untuk menghilangkan penat dalam bekerja, menghangatkan hubungan anda dengan keluarga bersama.
Dusun Pentingsari berbentuk seperti semenanjung dimana sebelah barat terdapat lembah yang sangat curam yaitu Kali Kuning dan sebelah Selatan terdapat lembah yang berupa Goa Ledok / Ponteng dan Gondoran sebelah Timur terdapat lembah yang curam yaitu Kali Pawon dan sebelah Utara merupakan dataran yang dapat berhubungan langsung dengan tanah di sekeliling Kelurahan Umbulharjo sampai ke pelataran gunung Merapi. Dusun Pentingsari terdiri dari dua dusun yaitu Bonorejo dan Pentingsari. (p-76)
Baca

Bupati Ngawi Lounching KIP Dan Wakil Bupati Lantik Pengurus Kecamatan KNPI Se Kabupaten

Ngawi, Investigasi : Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 3 Nopember 2014 lalu telah meresmikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Seperti diketahui bahwa ketiga jenis kartu tersebut adalah merupakan program yang dipaparkan olehnya saat kampanye Pemilu Presiden.
Sebagai tindak lanjut dari Program Pemerintah tersebut, belum lama ini (30/5) Bupati Ngawi Budi Sulistyono telah melakukan lounching Kartu Indonesia Pintar bertempat di Pendapa Wedya Graha Kabupaten Ngawi. Pada kesempatan tersebut Bupati Kanang Budi Sulistyono memaparkan bahwa mungkin masyarakat menunggu kebijakan atau program Joko Wi untuk peluncuran Kartu Indonesia Pintar, dan kini telah menjadi kenyataan KIP telah dilounchingkan. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dana KIP diberikan untuk menunjang kebutuhan anak dalam memperlancar kegiatan belajar mengajar, seperti untuk membeli buku maupun perlengkapan lainnya.
Kartu Indonesia Pintar tidak hanya diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin saja, demikian Bupati menambahkan, melainkan juga untuk anak-anak dari keluarga yang rentan miskin. Dimaksudkan anak-anak dari keluarga rentan miskin juga akan menikmati pendidikan gratis. Hal tersebut termasuk salah satu upaya untuk mewujudkan program belajar 12 tahun yang dicanangkan Pemerintah sejak dulu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi Abimanyu dalam acara tersebut menyampaikan laporannya bahwa sasaran KIP adalah siswa SD kelas 1-5, SMP kelas 7 dan 8, SMA dan SMK kelas 10 dan 11 karena faktor kemiskinan, kesulitan biaya sekolah, tidak menerima bantuan sejenis dari sumber lain dan berdomisili di Kabupaten Ngawi. Ditambahkan bahwa penerima KIP di Kabupaten Ngawi dengan rincian untuk siswa SD 23.000 siswa, SMP 3.000 siswa, sedangkan SMA dan SMK sebanyak 8.000 siswa. Mengenai besaran nominalnya Abimanyu menjelaskan bahwa Rp.375.000,00 untuk siswa SD dan SMP, Rp.500.000,00 untuk SMA dan SMK.
Menyusul Bupati lounching KIP, hari berikutnya (1/6) Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar di tempat yang sama memimpin Rakorda DPD KNPI Kabupaten Ngawi dan melantik Pengurus Kecamatan KNPI se Kabupaten Ngawi dengan dihadiri Kepala Bank Jatim Kabupaten Ngawi, Perwakilan Tiga Pilar, Forpimda dan Kepala SKPD terkait.
Dalam sambutannya Ony Anwar selaku Ketua KNPI Kabupaten Ngawi mengatakan bahwa KNPI Kabupaten Ngawi telah vacum selama 15 tahun, maka menurutnya even tersebut adalah dalam rangka menghidupkan kembalikegiatan kepemudaan di Kabupaten Ngawi dengan KNPI sebagai wadah koordinasi untuk menyambut dan menghubungkan aspirasi anggota organisasi kepemudaan dengan seluruh pemangku kebijakan yang ada di Kabupaten Ngawi. Dia menegaskan bahwa DPD KNPI menyiapkan seluruh sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan KNPI Kabupaten Ngawi. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 3 Nopember 2014 lalu telah meresmikan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Seperti diketahui bahwa ketiga jenis kartu tersebut adalah merupakan program yang dipaparkan olehnya saat kampanye Pemilu Presiden.
Sebagai tindak lanjut dari Program Pemerintah tersebut, belum lama ini (30/5) Bupati Ngawi Budi Sulistyono telah melakukan lounching Kartu Indonesia Pintar bertempat di Pendapa Wedya Graha Kabupaten Ngawi. Pada kesempatan tersebut Bupati Kanang Budi Sulistyono memaparkan bahwa mungkin masyarakat menunggu kebijakan atau program Joko Wi untuk peluncuran Kartu Indonesia Pintar, dan kini telah menjadi kenyataan KIP telah dilounchingkan. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dana KIP diberikan untuk menunjang kebutuhan anak dalam memperlancar kegiatan belajar mengajar, seperti untuk membeli buku maupun perlengkapan lainnya.
Kartu Indonesia Pintar tidak hanya diberikan kepada anak-anak dari keluarga miskin saja, demikian Bupati menambahkan, melainkan juga untuk anak-anak dari keluarga yang rentan miskin. Dimaksudkan anak-anak dari keluarga rentan miskin juga akan menikmati pendidikan gratis. Hal tersebut termasuk salah satu upaya untuk mewujudkan program belajar 12 tahun yang dicanangkan Pemerintah sejak dulu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi Abimanyu dalam acara tersebut menyampaikan laporannya bahwa sasaran KIP adalah siswa SD kelas 1-5, SMP kelas 7 dan 8, SMA dan SMK kelas 10 dan 11 karena faktor kemiskinan, kesulitan biaya sekolah, tidak menerima bantuan sejenis dari sumber lain dan berdomisili di Kabupaten Ngawi. Ditambahkan bahwa penerima KIP di Kabupaten Ngawi dengan rincian untuk siswa SD 23.000 siswa, SMP 3.000 siswa, sedangkan SMA dan SMK sebanyak 8.000 siswa. Mengenai besaran nominalnya Abimanyu menjelaskan bahwa Rp.375.000,00 untuk siswa SD dan SMP, Rp.500.000,00 untuk SMA dan SMK.
Menyusul Bupati lounching KIP, hari berikutnya (1/6) Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar di tempat yang sama memimpin Rakorda DPD KNPI Kabupaten Ngawi dan melantik Pengurus Kecamatan KNPI se Kabupaten Ngawi dengan dihadiri Kepala Bank Jatim Kabupaten Ngawi, Perwakilan Tiga Pilar, Forpimda dan Kepala SKPD terkait.
Dalam sambutannya Ony Anwar selaku Ketua KNPI Kabupaten Ngawi mengatakan bahwa KNPI Kabupaten Ngawi telah vacum selama 15 tahun, maka menurutnya even tersebut adalah dalam rangka menghidupkan kembalikegiatan kepemudaan di Kabupaten Ngawi dengan KNPI sebagai wadah koordinasi untuk menyambut dan menghubungkan aspirasi anggota organisasi kepemudaan dengan seluruh pemangku kebijakan yang ada di Kabupaten Ngawi. Dia menegaskan bahwa DPD KNPI menyiapkan seluruh sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan KNPI Kabupaten Ngawi. (pdy)
Baca

Kapolres Madiun Kota Pecat Secara Tidak Hormat Anggotanya Yang Desersi

Madiun Kota, Investigasi : Tindakan tegas diambil oleh Kapolres Madiun Kota, AKBP. Susatyo Purnomo Condro pada anggotanya yang meninggalkan tugas tanpa ada keterangan resmi (desersi). Ini juga berlaku pada anggota Polres Madiun Kota, Bripka Yoyok Tri Haryanto.
Polisi yang meninggalkan tugas tanpa ijin ini dipecat dengan tidak hormat dalam upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) secara in absentia di halaman Mapolres Madiun Kota, Rabu 1 Juni 2016.
“Sebenarnya saya dan semua anggota tidak ada yang menginginkan pengakhiran dinas tidak dengan hormat seperti ini. Saya pastikan semua berharap pengakhiran tugas dengan hormat.Saya sangat menyesal dan berat ada salah satu anggota yang dipecat,” kata Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro.
Upacara pemecatan yang dipimpin langsung Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, tanpa dihadiri oleh yang bersangkutan karena Yoyok masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Diketahui, Bripka Yoyok kelahiran 3 Maret 1972, terakhir dinas sebagai anggota Sat Binmas Polres Madiun Kota. Pemecatan ini merupakan rekomendasi dari Komisi Kode Etik Profesi Polri tingkat Polres Madiun Kota Nomor: Put KKEP/02/III/2015/KKEP.
Dalam sidang yang berlangsung In absentia (tanpa dihadiri terdakwa), Yoyok terbukti melanggar pasal 14 ayat 1 huruf A PPRI Nomor 1 tahun 2003 junto pasal 21 agar 3 huruf E Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011. Karena yang bersangkutan meninggalkan dinas tanpa Ijin pimpinan selama 172 hari. Sehingga sidang KKEP merekomendasikan PTDH.Putusan banding memutuskan menolak permohonan banding dan menguatkan putusan sidang KKEP tingkat Polres Madiun Kota.
Sesuai dengan hasil sidang Dewan Pengkajian Keputusan PTDH Polda Jawa Timur, memutuskan PTDH kepada Bripka Yoyok Tri Haryanto. Putusan ini dikuatkan dengan keputusan Kapolda Jawa Timur Nomor Kep/718/V/2016 tanggal 13 Mei 2016. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Tindakan tegas diambil oleh Kapolres Madiun Kota, AKBP. Susatyo Purnomo Condro pada anggotanya yang meninggalkan tugas tanpa ada keterangan resmi (desersi). Ini juga berlaku pada anggota Polres Madiun Kota, Bripka Yoyok Tri Haryanto.
Polisi yang meninggalkan tugas tanpa ijin ini dipecat dengan tidak hormat dalam upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) secara in absentia di halaman Mapolres Madiun Kota, Rabu 1 Juni 2016.
“Sebenarnya saya dan semua anggota tidak ada yang menginginkan pengakhiran dinas tidak dengan hormat seperti ini. Saya pastikan semua berharap pengakhiran tugas dengan hormat.Saya sangat menyesal dan berat ada salah satu anggota yang dipecat,” kata Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro.
Upacara pemecatan yang dipimpin langsung Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, tanpa dihadiri oleh yang bersangkutan karena Yoyok masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Diketahui, Bripka Yoyok kelahiran 3 Maret 1972, terakhir dinas sebagai anggota Sat Binmas Polres Madiun Kota. Pemecatan ini merupakan rekomendasi dari Komisi Kode Etik Profesi Polri tingkat Polres Madiun Kota Nomor: Put KKEP/02/III/2015/KKEP.
Dalam sidang yang berlangsung In absentia (tanpa dihadiri terdakwa), Yoyok terbukti melanggar pasal 14 ayat 1 huruf A PPRI Nomor 1 tahun 2003 junto pasal 21 agar 3 huruf E Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011. Karena yang bersangkutan meninggalkan dinas tanpa Ijin pimpinan selama 172 hari. Sehingga sidang KKEP merekomendasikan PTDH.Putusan banding memutuskan menolak permohonan banding dan menguatkan putusan sidang KKEP tingkat Polres Madiun Kota.
Sesuai dengan hasil sidang Dewan Pengkajian Keputusan PTDH Polda Jawa Timur, memutuskan PTDH kepada Bripka Yoyok Tri Haryanto. Putusan ini dikuatkan dengan keputusan Kapolda Jawa Timur Nomor Kep/718/V/2016 tanggal 13 Mei 2016. (p-76)
Baca

Gotong Royong Bukan Hanya Slogan, Namun Harus Diaktualisasikan Dan Dilaksanakan Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Madiun, Investigasi : Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 44 Tahun 2016 dilaksanakan di  Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Tampak hadir dalam acara tersebut, Bupati Madiun, Jajaran Forpimda, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Sekretaris Daerah, Jajaran Satker, Camat, Kades dan masyarakat.
Dalam laporannya, Ketua Kegiatan BBGRM ke XII dan HKG PKK ke 44 Tahun 2016, Joko Lelono melaporkan bahwa puncak kegiatan BBGRM XIII dan HKG ke 44  dihadiri oleh 665 orang dari unsur Forpimda, Ketua DPRD, Pimpinan SKPD, TP PKK Kab. Madiun, Camat, Kepala  Desa, lembaga Desa, dan anggota TNI/POLRI dan masyarakat Desa Sugihwaras.
“Kegiatan diawali dengan road show kerja bhakti massal di 14 Kecamatan dengan melibatkan 4.200 orang,” ujar Kepala Bapemas Pemdes Kabupaten Madiun. Selasa (31/5/16).
Dilanjutkan, dalam kegiatan ini akan dilaksanakan Perbaikan jembatan sepanjang 30 m dengan biaya desa sebesar Rp.170.000.000,-, Perbaikan RTLH 4 unit dengan biaya desa sebesar Rp.30.000.000,- , Rabat jalan lingkungan sepanjang 100 M dengan anggaran swadaya masyarakat sebesar Rp.50.000.000,- , pembuatan Musholla 36 M persegi dengan biaya swadaya masyarakat sebesar Rp.70.000.000,-. Selain itu juga ada kegiatan susuk wangan sepanjang 250 m. selain itu Bupati Madiun juga menandatangani prasasti peresmian musholla Baitul Muslim. 
Sementara itu, sebelum acara pouncak dimulai, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan bahwa Gotong royong harus dimaknai buakn hanya sebagai slogan, sebatas kata-kata atau bahkan jargon. Oleh karena itu gotong royong harus diaktualisasikan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, dan diwujudkan dalaam sebuah tindakan nyata. “Kegiatan Bulan Bhkati Gotong Royong Mayarakat (BBGRM) di Kab. Madiun diwujudkan dalam kegiatan kerja bhakti massal yang dilaksanakaan diseluruh wilayah kecamatan,” ujar H. Muhtarom.
Dilanjutkan, upaya menumbuh dan meningkatkan kepedulian dan kegotong royongan masyarakat perlu dibina dan dilestarikan, semua lapisan masyarakat harus mengembangkan pembangunan keswadayaan dengan menggali kembali akar-akar wawasan dalam menggerakkan kegiatan gotong royong untuk memperkuat, melestarikan dan mempertahankan nilai-nilai luhur yang berurat berakar dimasyarakat. “Kegiatan BBGRM  hendaknya dapat mengingatkan kita akan arti penting gotong royong, utamanya generasi penerus yang akan memikul sejarah,” lanjut Bupati Madiun H. Muhtarom.
Selanjutnya, Bupati Madiun juga menyerahkan hadiah lomba Gotong Royong terbaik dan lomba desa terbaik tingkat Kab. Maiun serta menyerahkan bantuan 150 Paket  sembako kepada masyarakat kurang mampu. Sebagai Juara terbaik I Lomba Gotong Royong Ds. Sukosari Kec. Dagangan, Terbaik II Ds. Ngengor Kec. Pilangkenceng, dan Juara Terbaik III Ds. Kuwiran kec. Kare. Sedangkan untuk lomba Desa sebagai Juara I Ds. Sobrah Kec. Wungu, Juara II Ds. Muneng Kec. Pilangkenceng dan Juara III Ds. Sawahan Kec. Sawahan.
Selain itu juga diserahkan Piala, PIN Emas dan bantuan dalam rangka BBGRM XIII dan HKG PKK ke 44 Kab. Madiun tahun 2016. Untuk PIN Emas disematkan kepada Kader PKK yang telah mengabdi 15 tahun kepada Ny. Parmiatun (TP PKK Ds. Brumbun Kec. Wungu) dan Ny. Sri Dwi Rahayu (TP PKK Kel. Bangunsari Kec. Dolopo). Pemenang loma 10 program pokok PKK Tk Kab. Madiun Tahun 2016 Pelaksana terbaik I di raih oleh Ds/Kec. Sawahan Pelaksana Terbaik II Ds. Grobogan Kec. Jiwan dan Pelaksana terbaik III Ds. Muneng Kec. Pilangkenceng. Sedangkan untuk lomba HKG PKK-KB-Kes Tingkat Kab. Madiun Tahun 2016 Pelaksana Terbaik I Ds. Glonggong Kec. Balerejo, Pelaksana Terbaik II Ds. Grobogan Kec. Jiwan dan Pelaksana Terbaik III Ds. Sobrah Kec. Wungu.
Dalam waktu yang bersamaan TP PKK Kab. Madiun juga mengadakan lomba tumpeng yang diikuti oleh 15 TP PKK Kecamatan. Tampil sebagai juara I Kec. Madiun, Juara II Kec. Pilangkenceng, dan juara III Kec. Wungu. (p-76/adv)
Madiun, Investigasi : Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 44 Tahun 2016 dilaksanakan di  Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Tampak hadir dalam acara tersebut, Bupati Madiun, Jajaran Forpimda, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Sekretaris Daerah, Jajaran Satker, Camat, Kades dan masyarakat.
Dalam laporannya, Ketua Kegiatan BBGRM ke XII dan HKG PKK ke 44 Tahun 2016, Joko Lelono melaporkan bahwa puncak kegiatan BBGRM XIII dan HKG ke 44  dihadiri oleh 665 orang dari unsur Forpimda, Ketua DPRD, Pimpinan SKPD, TP PKK Kab. Madiun, Camat, Kepala  Desa, lembaga Desa, dan anggota TNI/POLRI dan masyarakat Desa Sugihwaras.
“Kegiatan diawali dengan road show kerja bhakti massal di 14 Kecamatan dengan melibatkan 4.200 orang,” ujar Kepala Bapemas Pemdes Kabupaten Madiun. Selasa (31/5/16).
Dilanjutkan, dalam kegiatan ini akan dilaksanakan Perbaikan jembatan sepanjang 30 m dengan biaya desa sebesar Rp.170.000.000,-, Perbaikan RTLH 4 unit dengan biaya desa sebesar Rp.30.000.000,- , Rabat jalan lingkungan sepanjang 100 M dengan anggaran swadaya masyarakat sebesar Rp.50.000.000,- , pembuatan Musholla 36 M persegi dengan biaya swadaya masyarakat sebesar Rp.70.000.000,-. Selain itu juga ada kegiatan susuk wangan sepanjang 250 m. selain itu Bupati Madiun juga menandatangani prasasti peresmian musholla Baitul Muslim. 
Sementara itu, sebelum acara pouncak dimulai, Bupati Madiun, H. Muhtarom mengatakan bahwa Gotong royong harus dimaknai buakn hanya sebagai slogan, sebatas kata-kata atau bahkan jargon. Oleh karena itu gotong royong harus diaktualisasikan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, dan diwujudkan dalaam sebuah tindakan nyata. “Kegiatan Bulan Bhkati Gotong Royong Mayarakat (BBGRM) di Kab. Madiun diwujudkan dalam kegiatan kerja bhakti massal yang dilaksanakaan diseluruh wilayah kecamatan,” ujar H. Muhtarom.
Dilanjutkan, upaya menumbuh dan meningkatkan kepedulian dan kegotong royongan masyarakat perlu dibina dan dilestarikan, semua lapisan masyarakat harus mengembangkan pembangunan keswadayaan dengan menggali kembali akar-akar wawasan dalam menggerakkan kegiatan gotong royong untuk memperkuat, melestarikan dan mempertahankan nilai-nilai luhur yang berurat berakar dimasyarakat. “Kegiatan BBGRM  hendaknya dapat mengingatkan kita akan arti penting gotong royong, utamanya generasi penerus yang akan memikul sejarah,” lanjut Bupati Madiun H. Muhtarom.
Selanjutnya, Bupati Madiun juga menyerahkan hadiah lomba Gotong Royong terbaik dan lomba desa terbaik tingkat Kab. Maiun serta menyerahkan bantuan 150 Paket  sembako kepada masyarakat kurang mampu. Sebagai Juara terbaik I Lomba Gotong Royong Ds. Sukosari Kec. Dagangan, Terbaik II Ds. Ngengor Kec. Pilangkenceng, dan Juara Terbaik III Ds. Kuwiran kec. Kare. Sedangkan untuk lomba Desa sebagai Juara I Ds. Sobrah Kec. Wungu, Juara II Ds. Muneng Kec. Pilangkenceng dan Juara III Ds. Sawahan Kec. Sawahan.
Selain itu juga diserahkan Piala, PIN Emas dan bantuan dalam rangka BBGRM XIII dan HKG PKK ke 44 Kab. Madiun tahun 2016. Untuk PIN Emas disematkan kepada Kader PKK yang telah mengabdi 15 tahun kepada Ny. Parmiatun (TP PKK Ds. Brumbun Kec. Wungu) dan Ny. Sri Dwi Rahayu (TP PKK Kel. Bangunsari Kec. Dolopo). Pemenang loma 10 program pokok PKK Tk Kab. Madiun Tahun 2016 Pelaksana terbaik I di raih oleh Ds/Kec. Sawahan Pelaksana Terbaik II Ds. Grobogan Kec. Jiwan dan Pelaksana terbaik III Ds. Muneng Kec. Pilangkenceng. Sedangkan untuk lomba HKG PKK-KB-Kes Tingkat Kab. Madiun Tahun 2016 Pelaksana Terbaik I Ds. Glonggong Kec. Balerejo, Pelaksana Terbaik II Ds. Grobogan Kec. Jiwan dan Pelaksana Terbaik III Ds. Sobrah Kec. Wungu.
Dalam waktu yang bersamaan TP PKK Kab. Madiun juga mengadakan lomba tumpeng yang diikuti oleh 15 TP PKK Kecamatan. Tampil sebagai juara I Kec. Madiun, Juara II Kec. Pilangkenceng, dan juara III Kec. Wungu. (p-76/adv)
Baca

Polres Madiun Berhasil Gulung Sindikat Pembuat SIM Palsu

Madiun, Investigasi : Perkembangan jaman dan kecanggihan tehnologi ternyata banyak disalahgunakan oleh segelintir oknum masyarakat untuk mengeruk keuntungan pribadi. Kali ini, Polres Madiun berhasil mengungkap jaringan pembuat SIM palsu yang digunakan oleh sopir truk yang biasa beroperasi diwilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Pengungkapan kasus ini berawal dari Petugas Satlantas Polres Madiun yang tengah mengadakan operasi lalu lintas rutin di Jalan Raya caruban – Ngawi, saat itu Petugas Satlantas Polres Madiun menemukan kejanggalan dari SIM yang disodorkan oleh Pengemudi truk dump yang terjaring operasi rutin.
Dalam penjelasannya, Kapolres Mdiun, AKBP Sumaryono, SH, SIK, MH menjelaskan bahwa Sindikat pembuat SIM palsu berhasil diungkap oleh jajaran Polres Madiun. Pengungkapan ini hasil dari razia yang dilakukan petugas Satuan Lalu Lintas Polres Madiun terhadap Prianto (31), sopir dump truk yang merupakan warga Kabupaten Ngawi. “Dari pengakuan tersangka SIM B1 tersebut didapatkan dari Sunarto (48), seorang perangkat Desa di Kabupaten Ngawi,” kata Kapolres Madiun. Senin (30/5/16).
Dilanjutkan, Berdasarkan laporan itu petugas Reskrim Polres Madiun mengembangkan kasus tersebut didapatkan sebuah sindikat pemalsu SIM yang beroperasi dari Pati Jawa Tengah. Dari hasil pengembangan, berhasil diamankan Edi Lestarianto (31) dan Anang Siswanto (33). kedua tersangka ini mengaku sudah membuat atau mencetak SIM Palsu sebanyak delapan buah SIM berupa SIM B1.
“Mereka belajar mencetak SIM palsu tersebut dari internet yang memang memuat beberapa teknik pembuatan SIM,” ungkap Kapolres Madiun lagi.
Sepintas, SIM yang dibuat oleh jaringan ini memang mirip dengan SIM aslinya, namun yang membedakan adalah register dan bentuknya. “Mereka tidak bisa membuat register serta bentuknya agak beda,” tegasnya.
Sementara, dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti berupa seperangkat alat komputer dan alat pembuat SIM.Terhadap keempat tersangka, dikenakan pasal 263 KUHP dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.(p-76)

Madiun, Investigasi : Perkembangan jaman dan kecanggihan tehnologi ternyata banyak disalahgunakan oleh segelintir oknum masyarakat untuk mengeruk keuntungan pribadi. Kali ini, Polres Madiun berhasil mengungkap jaringan pembuat SIM palsu yang digunakan oleh sopir truk yang biasa beroperasi diwilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Pengungkapan kasus ini berawal dari Petugas Satlantas Polres Madiun yang tengah mengadakan operasi lalu lintas rutin di Jalan Raya caruban – Ngawi, saat itu Petugas Satlantas Polres Madiun menemukan kejanggalan dari SIM yang disodorkan oleh Pengemudi truk dump yang terjaring operasi rutin.
Dalam penjelasannya, Kapolres Mdiun, AKBP Sumaryono, SH, SIK, MH menjelaskan bahwa Sindikat pembuat SIM palsu berhasil diungkap oleh jajaran Polres Madiun. Pengungkapan ini hasil dari razia yang dilakukan petugas Satuan Lalu Lintas Polres Madiun terhadap Prianto (31), sopir dump truk yang merupakan warga Kabupaten Ngawi. “Dari pengakuan tersangka SIM B1 tersebut didapatkan dari Sunarto (48), seorang perangkat Desa di Kabupaten Ngawi,” kata Kapolres Madiun. Senin (30/5/16).
Dilanjutkan, Berdasarkan laporan itu petugas Reskrim Polres Madiun mengembangkan kasus tersebut didapatkan sebuah sindikat pemalsu SIM yang beroperasi dari Pati Jawa Tengah. Dari hasil pengembangan, berhasil diamankan Edi Lestarianto (31) dan Anang Siswanto (33). kedua tersangka ini mengaku sudah membuat atau mencetak SIM Palsu sebanyak delapan buah SIM berupa SIM B1.
“Mereka belajar mencetak SIM palsu tersebut dari internet yang memang memuat beberapa teknik pembuatan SIM,” ungkap Kapolres Madiun lagi.
Sepintas, SIM yang dibuat oleh jaringan ini memang mirip dengan SIM aslinya, namun yang membedakan adalah register dan bentuknya. “Mereka tidak bisa membuat register serta bentuknya agak beda,” tegasnya.
Sementara, dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti berupa seperangkat alat komputer dan alat pembuat SIM.Terhadap keempat tersangka, dikenakan pasal 263 KUHP dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.(p-76)

Baca

Gapoktan “TANI MAKMUR” Desa Kartoharjo Mewakili Kabupaten Ngawi Dalam Laga Penerima Penghargaan Bidang Penyuluhan

Ngawi, Investigasi : Karena dikejar waktu maka Tim verifikasi lapang calon penerima penghargaan bidang penyuluhan Provinsi Jawa Timur melaksanakan tugasnya di Gapoktan Tani Makmur desa Kartoharjo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi pada malam hari (25/5) sekitar pukul 20.30 s/d 22.50 WIB.
Kepala Desa Kartoharjo Suwarjono dan Camat Ngawi Bandono saat di konfirmasi menerangkan bahwa sedianya akan diselenggarakan besuk pagi (26/5) tapi mendadak ada informasi bahwa rombongan Tim Verifikasi dari Provinsi Jawa Timur akan datang maju yaitu pada Rabu malam setelah Tim menyelasaikan tugasnya di Kabupaten Ponorogo. Menurut Kades dan Camat mengenai majunya jadwal kedatangan Tim tersebut tidaklah menimbulkan masyalah signifikan karena Gapoktan Tani Makmur siap diadakan verifikasi kapanpun juga setiap saat.
Sebelum rombongan Tim Verifikasi datang sudah nampak hadir forum Pimpinan Kecamatan beserta jajarannya,Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Ngawi beserta jajarannya, para Kepala Desa , para ketua Gapoktan, Kelompok Tani wilayah Kecamatan Ngawi dan beberapa warga petani desa setempat.
Untuk mengurangi kejenuhan dalam menunggu kedatangan Tim Verifikasi Provinsi Jawa Timur,  suguhan campusari yang disediakan panitia dimanfaatkan untuk menjalin keakraban antara Muspika dengan anggota masyarakatnya melalui cara bergantian tampil kepanggung membawakan lagu. Antara lain camat Ngawi Bandono, Danramil Kpt. Pujo H., sedangkan dari Polsek diwakili oleh Ipda Wahyudi, membuat suasana jadi meriah penuh keakraban.
Kedatangan Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar disusul dengan kedatangan rombongan Tim Verifikasi Lapang Calon Penerima Penghargaan Bidang Penyuluhan Provinsi Jawa Timur disambut oleh para hadirin dan selanjutnya dimulailah dengan sambutan-sambutan.
Dalam sambutan singkatnya Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar menyampaikan permintaan maaf dari Bupati yang terpaksa tidak bisa hadir karena ada agenda kerja lain yang tidak dapat ditinggalkan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Ngawi dia mengapresiasi kepada Gapoktan Tani Makmur yang inovatif. Wabup Ony Anwar menyatakan bahwa Kabupaten Ngawi adalah lumbung padi nomer 4 untuk Jawa Timur. Lebih lanjut dia mengharapkan agar Gapoktan Tani Makmur menjadi inspirasi Gapoktan se Indonesia. Mengingat penduduk Ngawi 85% adalah petani, dia menjelaskan bahwa untuk meningkatkan SDM para petani sudah berkomunikasi dengan Menristekdikti dan diharapkan nantinya menjadi wisata edukasi. Pada akhir sambutannya Wabub menyampaikan pantun : Jawa Timur ibu kotanya Surabaya, Gapoktan Tani makmur semoga jadi juara.
Ketua Gapoktan Tani Makmur Sutrisno dalam sambutannya antara lain memaparkan bahwa Gapoktan yang dipimpinnya berfungsi sebagai kelas belajar wahana kerjasama unit produksi, unit penyedia sarana prasarana, unit pengelola dan pemasaran serta unit jasa penunjang. Lebih lanjut Sutrisno menerangkan mengenai legalitas, bahwa Gapoktan Tani Makmur dengan Akta Notaris NO 13 Tanggal 14 Januari 2009, Piagam Pengukuhan NO 188/103/404.012/2012 Tanggal 30 Juli 2012 , Akta Notaris  NO 2  Tanggal 12 Nopember 2012, Menkumham : AHU 0015740.AH.01.07 Tahun 2015. Dengan alamat Jalan Supriyadi Dusun Pangkur Desa Kartoharjo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Visi : Kita bersatu untuk maju. Adapun misinya : Melayani kebutuhan para petani, membantu modal, budaya kerja berbisnis atau agro bisnis, meningkatkan ekonomi para petani, menyediakan pupuk, sambungrasa atau anjangsana. Dia juga menambahkan bahwa saat ini Gapoktan Tani Makmur sudah punya modal sekitar 202 juta rupiah. Dari uang tersebut, sebagian dipinjamkan kepada para pedagang kecil termasuk para pedagang sayur.
Ketua Tim Verifikasi Provinsi JawaTimur Sri Windarti dari Bakorlu Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tahun. Namun ada sedikit perbedaan yaitu jika tahun lalu ada 7 kriteria, tapi untuk tahun ini hanya 4 kriteria yaitu kegiatan, administrasi, menejemen dan kegiatan riel di lapangan. Dia juga menjelaskan bahwa verifikasi di Ngawi terpaksa dilaksanakan malam hari karena mengejar waktu berhubung tanggal 3 Mei data harus sudah dikirim, maka esok harinya ke Madiun dan Magetan dalam acara yang sama.
Kepala Desa Kartoharjo Suwarjono usai acara mengatakan bahwa untuk memberikan suport kepada Pengurus Gapoktan perlu adanya kerja keras dan keuletan serta dedikasi yang tinggi. Para Pengurus tidak mengenal lelah dalam menimba ilmu demi kemajuan dan inovasi termasuk dalam pembuatan pupuk yang harus berguru kepada ahli pupuk di Jawa Tengah. Dia juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi yang telah memberikan apresiasi. (pdy).
Ngawi, Investigasi : Karena dikejar waktu maka Tim verifikasi lapang calon penerima penghargaan bidang penyuluhan Provinsi Jawa Timur melaksanakan tugasnya di Gapoktan Tani Makmur desa Kartoharjo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi pada malam hari (25/5) sekitar pukul 20.30 s/d 22.50 WIB.
Kepala Desa Kartoharjo Suwarjono dan Camat Ngawi Bandono saat di konfirmasi menerangkan bahwa sedianya akan diselenggarakan besuk pagi (26/5) tapi mendadak ada informasi bahwa rombongan Tim Verifikasi dari Provinsi Jawa Timur akan datang maju yaitu pada Rabu malam setelah Tim menyelasaikan tugasnya di Kabupaten Ponorogo. Menurut Kades dan Camat mengenai majunya jadwal kedatangan Tim tersebut tidaklah menimbulkan masyalah signifikan karena Gapoktan Tani Makmur siap diadakan verifikasi kapanpun juga setiap saat.
Sebelum rombongan Tim Verifikasi datang sudah nampak hadir forum Pimpinan Kecamatan beserta jajarannya,Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Ngawi beserta jajarannya, para Kepala Desa , para ketua Gapoktan, Kelompok Tani wilayah Kecamatan Ngawi dan beberapa warga petani desa setempat.
Untuk mengurangi kejenuhan dalam menunggu kedatangan Tim Verifikasi Provinsi Jawa Timur,  suguhan campusari yang disediakan panitia dimanfaatkan untuk menjalin keakraban antara Muspika dengan anggota masyarakatnya melalui cara bergantian tampil kepanggung membawakan lagu. Antara lain camat Ngawi Bandono, Danramil Kpt. Pujo H., sedangkan dari Polsek diwakili oleh Ipda Wahyudi, membuat suasana jadi meriah penuh keakraban.
Kedatangan Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar disusul dengan kedatangan rombongan Tim Verifikasi Lapang Calon Penerima Penghargaan Bidang Penyuluhan Provinsi Jawa Timur disambut oleh para hadirin dan selanjutnya dimulailah dengan sambutan-sambutan.
Dalam sambutan singkatnya Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar menyampaikan permintaan maaf dari Bupati yang terpaksa tidak bisa hadir karena ada agenda kerja lain yang tidak dapat ditinggalkan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Ngawi dia mengapresiasi kepada Gapoktan Tani Makmur yang inovatif. Wabup Ony Anwar menyatakan bahwa Kabupaten Ngawi adalah lumbung padi nomer 4 untuk Jawa Timur. Lebih lanjut dia mengharapkan agar Gapoktan Tani Makmur menjadi inspirasi Gapoktan se Indonesia. Mengingat penduduk Ngawi 85% adalah petani, dia menjelaskan bahwa untuk meningkatkan SDM para petani sudah berkomunikasi dengan Menristekdikti dan diharapkan nantinya menjadi wisata edukasi. Pada akhir sambutannya Wabub menyampaikan pantun : Jawa Timur ibu kotanya Surabaya, Gapoktan Tani makmur semoga jadi juara.
Ketua Gapoktan Tani Makmur Sutrisno dalam sambutannya antara lain memaparkan bahwa Gapoktan yang dipimpinnya berfungsi sebagai kelas belajar wahana kerjasama unit produksi, unit penyedia sarana prasarana, unit pengelola dan pemasaran serta unit jasa penunjang. Lebih lanjut Sutrisno menerangkan mengenai legalitas, bahwa Gapoktan Tani Makmur dengan Akta Notaris NO 13 Tanggal 14 Januari 2009, Piagam Pengukuhan NO 188/103/404.012/2012 Tanggal 30 Juli 2012 , Akta Notaris  NO 2  Tanggal 12 Nopember 2012, Menkumham : AHU 0015740.AH.01.07 Tahun 2015. Dengan alamat Jalan Supriyadi Dusun Pangkur Desa Kartoharjo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Visi : Kita bersatu untuk maju. Adapun misinya : Melayani kebutuhan para petani, membantu modal, budaya kerja berbisnis atau agro bisnis, meningkatkan ekonomi para petani, menyediakan pupuk, sambungrasa atau anjangsana. Dia juga menambahkan bahwa saat ini Gapoktan Tani Makmur sudah punya modal sekitar 202 juta rupiah. Dari uang tersebut, sebagian dipinjamkan kepada para pedagang kecil termasuk para pedagang sayur.
Ketua Tim Verifikasi Provinsi JawaTimur Sri Windarti dari Bakorlu Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tahun. Namun ada sedikit perbedaan yaitu jika tahun lalu ada 7 kriteria, tapi untuk tahun ini hanya 4 kriteria yaitu kegiatan, administrasi, menejemen dan kegiatan riel di lapangan. Dia juga menjelaskan bahwa verifikasi di Ngawi terpaksa dilaksanakan malam hari karena mengejar waktu berhubung tanggal 3 Mei data harus sudah dikirim, maka esok harinya ke Madiun dan Magetan dalam acara yang sama.
Kepala Desa Kartoharjo Suwarjono usai acara mengatakan bahwa untuk memberikan suport kepada Pengurus Gapoktan perlu adanya kerja keras dan keuletan serta dedikasi yang tinggi. Para Pengurus tidak mengenal lelah dalam menimba ilmu demi kemajuan dan inovasi termasuk dalam pembuatan pupuk yang harus berguru kepada ahli pupuk di Jawa Tengah. Dia juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi yang telah memberikan apresiasi. (pdy).
Baca

Waspada, Di Duga Aqua Gelas Palsu Beredar Di Ponorogo.



Ponorogo, Investigasi : Beredarnya air mineral yang ber merk Aqua , kini sangat meresahkan para konsumen. Air yang di klaim bersumber dari pegunungan itu , ternyata  bisa dimanipulasi oleh oknum - oknum  pengusaha yang tidak bertanggung jawap. Buktinya, air aqua  kemasan gelas saat ini  beredar di wilayah Kabupaten Ponorogo dan diindikasikan telah lama di konsumsi olih masyarakat.
Seperti yang di alami oleh Kadeni warga Desa Lembah RT/RW, O2/01 Dukuh Malang , Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo 26/ 5/2016 yang saat itu punya hajatan tahlil. Dalam acara itu  Para undangan banyak mengeluh karena setelah meminum Aqua gelas mersakan seperti rasa kapur barus ( biasa orang jawa mengatakan ) dan akhirnya banyak air Aqua yang sudah dibuka tidak diminum karena takut ada masalah. kata  Kadeni pada salah satu  undangan yang kebetulan juga aktifis dari LPKSM pasopati madiun.
Sudjat Miko Ketua LPKSM Pasopati yang menerima pengaduan dari Eko Agus Diantoro yang ikut dalam undang tahlil sekaligus aktifis LPKSM Pasopati  membenarkan. Bahawa kejadian yang di alami Kadeni jangan terulang dikalangan masyarakat  Kabupaten Ponorogo dan masyarakat lain, lebih waspada dalam membeli air minuman dalam bentuk kemasan. Memang agak sulit membedakan  air minum yang memenui standart, untuk itu sebaiknya masyarakat membeli di tempat yang aman. di tempat tebuka air minum sangat mudah terkontaminasi, ada pula yang palsu .  Itu dikhawatirkan  karena berbahaya  bagi konsumen . terangnya .
Lebih lanjut Sudjat Miko juga menghimbau, pada masyarakat yang biasa mengkonsumsi air minum kemasan yang biasa di gunakan dalam waktu hajatan atau dalam waktu ada bencana  agar lebih waspada.  Terbukti air Aqua yang di duga palsu beredar di Kabupaten Ponorogo dan untuk menghidari semua itu ada beberapa tips biar terhindar dari air Aqua palsu. 1 Pastikan membeli aqua  di minimarket ternama. 2. Perhatikan botol Aqua,jangan sampai kalu di pegang beratnya ada kelainan karena botol atau tempat Aqua itu botol bekas. 3.  Hindari  membeli Aqua yang dingin , karena dinginnya embun menutupi botol yang  sudah jelek dan sebagian ada yang penyok. Sedangkan ciri - ciri air Aqua palsu. 1 Kalau di minum tersa ada kaforitnya  dan kalau digesekkan lidah ke atas langit langit tersa keset. 2. Tutup botol air Aqua kalau di putar tidak berbunyi “KREEK”. 3.Setelah di buka air aqua tidak mengeluarkan aroma apapun. 4. Air aqua setelah di cicipi tersa segar tidak memberikan rasa keset. Jelasnya
Yang paling penting bagi konsumen apa bila setelah minum air dalam bentuk kemasan tidak haya air minum Aqua saja tapi semua air minum dalam bentuk kemasan di usahakan botolnya atau tempatnya  di plintir atau di rusak agara supaya botol  yang di temukan pemulung tidak bisa di pakai lagi. Dengan ada nya kejadian ini pihak LPKSM Pasopti Madiun berharap Disperindag Kab Ponorogo mengadakan operasai baik makanan atau minuman  serta menelusuri asal usul minuman minuman yang di duga palsu serta menidak tegas dan memberi sangsi pada pelaku usaha yang menyalahi undang undang sehingga  ada efek jera, apalagi bulan depan sudah mendekati  bulan puasa. Pungkasnya . (sr)


Ponorogo, Investigasi : Beredarnya air mineral yang ber merk Aqua , kini sangat meresahkan para konsumen. Air yang di klaim bersumber dari pegunungan itu , ternyata  bisa dimanipulasi oleh oknum - oknum  pengusaha yang tidak bertanggung jawap. Buktinya, air aqua  kemasan gelas saat ini  beredar di wilayah Kabupaten Ponorogo dan diindikasikan telah lama di konsumsi olih masyarakat.
Seperti yang di alami oleh Kadeni warga Desa Lembah RT/RW, O2/01 Dukuh Malang , Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo 26/ 5/2016 yang saat itu punya hajatan tahlil. Dalam acara itu  Para undangan banyak mengeluh karena setelah meminum Aqua gelas mersakan seperti rasa kapur barus ( biasa orang jawa mengatakan ) dan akhirnya banyak air Aqua yang sudah dibuka tidak diminum karena takut ada masalah. kata  Kadeni pada salah satu  undangan yang kebetulan juga aktifis dari LPKSM pasopati madiun.
Sudjat Miko Ketua LPKSM Pasopati yang menerima pengaduan dari Eko Agus Diantoro yang ikut dalam undang tahlil sekaligus aktifis LPKSM Pasopati  membenarkan. Bahawa kejadian yang di alami Kadeni jangan terulang dikalangan masyarakat  Kabupaten Ponorogo dan masyarakat lain, lebih waspada dalam membeli air minuman dalam bentuk kemasan. Memang agak sulit membedakan  air minum yang memenui standart, untuk itu sebaiknya masyarakat membeli di tempat yang aman. di tempat tebuka air minum sangat mudah terkontaminasi, ada pula yang palsu .  Itu dikhawatirkan  karena berbahaya  bagi konsumen . terangnya .
Lebih lanjut Sudjat Miko juga menghimbau, pada masyarakat yang biasa mengkonsumsi air minum kemasan yang biasa di gunakan dalam waktu hajatan atau dalam waktu ada bencana  agar lebih waspada.  Terbukti air Aqua yang di duga palsu beredar di Kabupaten Ponorogo dan untuk menghidari semua itu ada beberapa tips biar terhindar dari air Aqua palsu. 1 Pastikan membeli aqua  di minimarket ternama. 2. Perhatikan botol Aqua,jangan sampai kalu di pegang beratnya ada kelainan karena botol atau tempat Aqua itu botol bekas. 3.  Hindari  membeli Aqua yang dingin , karena dinginnya embun menutupi botol yang  sudah jelek dan sebagian ada yang penyok. Sedangkan ciri - ciri air Aqua palsu. 1 Kalau di minum tersa ada kaforitnya  dan kalau digesekkan lidah ke atas langit langit tersa keset. 2. Tutup botol air Aqua kalau di putar tidak berbunyi “KREEK”. 3.Setelah di buka air aqua tidak mengeluarkan aroma apapun. 4. Air aqua setelah di cicipi tersa segar tidak memberikan rasa keset. Jelasnya
Yang paling penting bagi konsumen apa bila setelah minum air dalam bentuk kemasan tidak haya air minum Aqua saja tapi semua air minum dalam bentuk kemasan di usahakan botolnya atau tempatnya  di plintir atau di rusak agara supaya botol  yang di temukan pemulung tidak bisa di pakai lagi. Dengan ada nya kejadian ini pihak LPKSM Pasopti Madiun berharap Disperindag Kab Ponorogo mengadakan operasai baik makanan atau minuman  serta menelusuri asal usul minuman minuman yang di duga palsu serta menidak tegas dan memberi sangsi pada pelaku usaha yang menyalahi undang undang sehingga  ada efek jera, apalagi bulan depan sudah mendekati  bulan puasa. Pungkasnya . (sr)
Baca

Polres Ngawi Bekuk Seorang Mahasiswa Beserta Temannya Dengan Barang Bukti 9,25 Gram Ganja Kering

Ngawi, Investigasi : Dua orang pemuda warga desa Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi yang berboncengan sepeda motor Yamaha YupiterZ dengan No Pol  AE 5783 LQ pada Senin malam 23 Mei sekitar pukul 22.00 WIB dibuntuti oleh Satresnarkoba Polres Ngawi. Saat memasuki jalan pertigaan Dusun Sambirobyong  Petugas berusaha menghentikan sepeda motor tersebut namun pengendara sepeda motor malah nyaris menabrak Petugas, demikian Kasat Resnarkoba Polres Ngawi AKP Wasno menerangkan dalam press release (25/5).
Kasat Resnarkoba AKP Wasno lebih lanjut memaparkan bahwa kedua pemuda yaitu S (24) adalah tercatat sebagai seorang mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi di Ngawi sedangkan IF (19) baru saja lulus dari salah satu SMK di Ngawi. Saat ditangkap S berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang ke pinggir jalan,yang ternyata adalah ganja kering seberat 9,25 gram yang disimpan dalam bungkus rokok.
Pada awal pengakuannya pelaku mengatakan bahwa ganja yang dimiliki tersebut untuk dikonsumsi sendiri. Namun Polisi tidak serta merta mempercayainya. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pelaku mengaku bahwa dikemas menjadi paket eceran dan setiap paket dijual dengan harga Rp30.000,-. Atas pengakuan tersebut diduga keras bahwa keduanya adalah pengedar di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar.
Lebih lanjut AKP Wasno menjelaskan bahwa Polisi terus mengembangkan penyelidikannya, termasuk dari mana mereka mendapatkan pasokan barang haram tersebut, karena dalam pengakuannya dia mendapatkan barang tersebut dari orang yang tidak dikenal.
Untuk keperluan proses hukum lebih lanjut, Polisi selain mengamankan kedua tersangka juga mengamanka beberapa barang bukti, antara lain adalah ganja kering seberat 9,25 gram, kertas pembungkus ganja, bungkus rokok tempat menyimpan ganja, handphone Nokia warna biru hitam, satu unit sepeda motor Yamaha Yupiter Z Nopol AE 5783 LQ.
Kasat Resnarkoba Polres Ngawi AKP Wasno mengatakan bahwa atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Dua orang pemuda warga desa Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi yang berboncengan sepeda motor Yamaha YupiterZ dengan No Pol  AE 5783 LQ pada Senin malam 23 Mei sekitar pukul 22.00 WIB dibuntuti oleh Satresnarkoba Polres Ngawi. Saat memasuki jalan pertigaan Dusun Sambirobyong  Petugas berusaha menghentikan sepeda motor tersebut namun pengendara sepeda motor malah nyaris menabrak Petugas, demikian Kasat Resnarkoba Polres Ngawi AKP Wasno menerangkan dalam press release (25/5).
Kasat Resnarkoba AKP Wasno lebih lanjut memaparkan bahwa kedua pemuda yaitu S (24) adalah tercatat sebagai seorang mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi di Ngawi sedangkan IF (19) baru saja lulus dari salah satu SMK di Ngawi. Saat ditangkap S berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang ke pinggir jalan,yang ternyata adalah ganja kering seberat 9,25 gram yang disimpan dalam bungkus rokok.
Pada awal pengakuannya pelaku mengatakan bahwa ganja yang dimiliki tersebut untuk dikonsumsi sendiri. Namun Polisi tidak serta merta mempercayainya. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pelaku mengaku bahwa dikemas menjadi paket eceran dan setiap paket dijual dengan harga Rp30.000,-. Atas pengakuan tersebut diduga keras bahwa keduanya adalah pengedar di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar.
Lebih lanjut AKP Wasno menjelaskan bahwa Polisi terus mengembangkan penyelidikannya, termasuk dari mana mereka mendapatkan pasokan barang haram tersebut, karena dalam pengakuannya dia mendapatkan barang tersebut dari orang yang tidak dikenal.
Untuk keperluan proses hukum lebih lanjut, Polisi selain mengamankan kedua tersangka juga mengamanka beberapa barang bukti, antara lain adalah ganja kering seberat 9,25 gram, kertas pembungkus ganja, bungkus rokok tempat menyimpan ganja, handphone Nokia warna biru hitam, satu unit sepeda motor Yamaha Yupiter Z Nopol AE 5783 LQ.
Kasat Resnarkoba Polres Ngawi AKP Wasno mengatakan bahwa atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. (pdy)
Baca

Tiga Aset Diambil Alih Pemprov Jatim, Pemkab Madiun Hanya Kehilangan PAD 82 Juta Per Tahun

Madiun, Investigasi : Pertemuan rutin yang dilakukan Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Insan Pers yang tergabung dalam Pokja Kabupaten Madiun dilaksanakan di Rumah Makan Pringgodani, Balerejo, Kabupaten Madiun. Rabu, (25/5/16). Dalam pertemuan ini, Humas dan Protokol menggandeng Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun.
Dalam pemaparannya, Kusni, Sekretaris Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun yang akan diambil alih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, masih relatif kecil. Pasalnya, dari tiga aset yang akan diambil alih provinsi, hanya satu aset yang menyumbang PAD Kabupaten Madiun. Yakni pengelolaan terminal Caruban yang berada di Mejayan.
Menurut Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Madiun, Kusni, dari tiga aset, hanya pengelolaan terminal Caruban yang menyumpang PAD. Itupun nilainya relatif kecil. "Untuk terminal Caruban, menyumbang PAD sekitar Rp.82,7 juta. Kalau nanti jadi diambil alih Provinsi, ya sekitar itu kita kehilangan PAD," terang Kusni, didampingi Kabid Perencanaan Dispenda, Budi, yang juga dihadiri Kabag Humas dan Protokol Setda, Herry Supramono, Rabu (25/5/16).
Sementara itu, pada tahun ini, Dispenda menargetkan PAD sebesar Rp.151,4 milyar. Nilai sebesar itu, merupakan hasil asistensi yang dilakukan dengan beberapa dinas penghasil. Sedangkan pada tahun 2017 sebesar Rp.177,5 milyar.
"Angka ini sebelum P-APBD. Kalau sesudah P-APBD, sebesar Rp.168,1 milyar. Kita berusaha pada tahun 2017 nanti, PAD kita sebesar sekitar Rp.200 milyar," tambahnya.
Sumber PAD Kabupaten Madiun, diantaranya berasal dari pajak daerah sekitar Rp.34,2 milyar atau sekitar 26,3%, restribusi sebesar Rp.25,1 milyar atau sekitar 18,4% dan pendapatan lainnya yang syah sebesar Rp.85 milyar.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, bakal kehilangan beberapa sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini seiring dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang mengambilalih beberapa sumber pendapatan yang ada di Kabupaten Madiun.
Namun disisi lain, Pemkab Madiun juga bakal menghemat belanja pegawai. Karena selain mengambil alih beberapa aset yang mendukung sumber PAD Kabupaten Madiun, Pemprov Jawa Timur juga mengambilalih dunia pendidikan setingkat SMA. Sedangkan jumlah guru dan pegawai non guru untuk SMA dan SMK, mencapai 1.152 orang. (p-76)
Madiun, Investigasi : Pertemuan rutin yang dilakukan Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Insan Pers yang tergabung dalam Pokja Kabupaten Madiun dilaksanakan di Rumah Makan Pringgodani, Balerejo, Kabupaten Madiun. Rabu, (25/5/16). Dalam pertemuan ini, Humas dan Protokol menggandeng Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun.
Dalam pemaparannya, Kusni, Sekretaris Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun yang akan diambil alih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, masih relatif kecil. Pasalnya, dari tiga aset yang akan diambil alih provinsi, hanya satu aset yang menyumbang PAD Kabupaten Madiun. Yakni pengelolaan terminal Caruban yang berada di Mejayan.
Menurut Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Madiun, Kusni, dari tiga aset, hanya pengelolaan terminal Caruban yang menyumpang PAD. Itupun nilainya relatif kecil. "Untuk terminal Caruban, menyumbang PAD sekitar Rp.82,7 juta. Kalau nanti jadi diambil alih Provinsi, ya sekitar itu kita kehilangan PAD," terang Kusni, didampingi Kabid Perencanaan Dispenda, Budi, yang juga dihadiri Kabag Humas dan Protokol Setda, Herry Supramono, Rabu (25/5/16).
Sementara itu, pada tahun ini, Dispenda menargetkan PAD sebesar Rp.151,4 milyar. Nilai sebesar itu, merupakan hasil asistensi yang dilakukan dengan beberapa dinas penghasil. Sedangkan pada tahun 2017 sebesar Rp.177,5 milyar.
"Angka ini sebelum P-APBD. Kalau sesudah P-APBD, sebesar Rp.168,1 milyar. Kita berusaha pada tahun 2017 nanti, PAD kita sebesar sekitar Rp.200 milyar," tambahnya.
Sumber PAD Kabupaten Madiun, diantaranya berasal dari pajak daerah sekitar Rp.34,2 milyar atau sekitar 26,3%, restribusi sebesar Rp.25,1 milyar atau sekitar 18,4% dan pendapatan lainnya yang syah sebesar Rp.85 milyar.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, bakal kehilangan beberapa sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini seiring dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang mengambilalih beberapa sumber pendapatan yang ada di Kabupaten Madiun.
Namun disisi lain, Pemkab Madiun juga bakal menghemat belanja pegawai. Karena selain mengambil alih beberapa aset yang mendukung sumber PAD Kabupaten Madiun, Pemprov Jawa Timur juga mengambilalih dunia pendidikan setingkat SMA. Sedangkan jumlah guru dan pegawai non guru untuk SMA dan SMK, mencapai 1.152 orang. (p-76)
Baca

Jelang Ramadhan, Sebulan Penuh Pemkot Madiun akan Lakukan Operasi Pasar

Madiun Kota, Investigasi : Acara Forum Kehumasan yang dilaksanakan oleh Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun di Gedung Diklat, Gulun, Kota Madiun dengan mengundang Wartawan, LSM dan unsur KIM se Kota Madiun dengan topik pembicaraan Pelaksanaan Operasi Pasar Menjelang Ramadhan” berjalan dengan lancar.
Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto, Wawalikota, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekda Kota Madiun dan seluruh Satker Pemkot Madiun. Selasa (24/5/16)
Sesuai dengan materi yang akan dibahas, pihak Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun menggandeng  Disperindagkopar dan Dinas Pasar untuk memberikan pemaparan terkait dengan pelaksanaan operasi pasar menjelang Ramadhan.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa Menjelang Ramadhan tahun ini, Pemerintah Kota Madiun melalui Disperindagkopar dan Dinas Pasar akan melaksanakan Operasi Pasar.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi dan mengontrol harga bahan pangan atau sembako agar tidak mengalami kenaikan yang signifikan sehingga berdampak pada masyarakat Kota Madiun. “Operasi Pasar ini akan dilaksanakan sebulan penuh, secara teknis nanti akan dijelaskan oleh Dinas terkait,” ungkap Walikota Madiun.
Diharapkan, dengan adanya operasi pasar ini kebutuhan masyarakat Kota Madiun khususnya dapat terpenuhi dan masyarakat bisa tersenyum menghadapi bulan Ramadhan karena harga bahan kebutuhan sangat terjangkau. “Masa jabatan saya tinggal beberapa tahun lagi, saya ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Madiun,” tegas H. Bambang Irianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pariwisata (Disperindagkoppar) Kota Madiun, Sudandi mengatakan, selama operasi pasar, Disperindagkoppar akan menyediakan empat komoditi, yakni beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu. Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi penimbunan, masyarakat disarankan hanya diperbolehkan membeli dua komuditi setiap hari. “Teknisnya setiap hari kita menyediakan beras 650 kg, gula pasir 750 kg, minyak goreng 750 kg juga dan kemudian tepung terigu 200 kg. Untuk beras, gula dan minyak goreng masing-masing disubsidi Rp 1.250 per kg, kalau tepung terigu Rp 1.000. Subsidi ini arahnya untuk pengganti ongkos angkut,” terang Sudandi.
Lebih lanjut Kepala Disperindakkoppar, mengatakan, selama Operasi Pasar digelar, harga beras dipatok Rp 8.500 setiap kilogram dari harga normal Rp 10.000 per kilogram. Gula Kristal Putih kwalitas I (GKP I) dibandrol dengan harga Rp 12.750 dari harga sebelumnya Rp 14.000 setiap kilogram, sedangkan GKP II seharga Rp 13.750 dari harga normal Rp 15.000 setiap kilogram. Minyak goreng seharga Rp 11.500 per liter, dari harga normal Rp 12.750, serta tepung terigu seharga Rp 7.250 per kilogram, dari harga normal Rp 8.250 setiap kilogram. “Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Madiun, untuk program ini Disperindakoppar menyediakan, 19,5 ton beras, 22,5 ton gula pasir, 22.500 kg minyak goreng dan 6 ton tepung terigu, selama dilaksanakan Operasi Pasar tahun 1437 H,” pungkas Sudandi.
Selanjutnya, Gaguk S, Kepala Dinas Pasar berharap agar Operasi pasar bisa dilakukan diluar lingkungan Pasar Besar dan Pasar Sleko. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan operasi pasar tersebut bisa tepat sasaran yaitu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan bisa mengontrol harga.
Selain itu, jarak jangkau dan lokasi juga menjadi kendala jika operasi pasar dilaksanakan di Pasar Besar. Gaguk beralasan, biarpun harga sembako murah namun ongkos untuk datang ketempat pelaksanaan operasi pasar besar berarti sama saja. “Lebih baik operasi pasar dilakukan disetiap kecamatan seperti tahun lalu, sehingga masyarakat tidak terlalu jauh datang,” tegas Gaguk. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Acara Forum Kehumasan yang dilaksanakan oleh Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun di Gedung Diklat, Gulun, Kota Madiun dengan mengundang Wartawan, LSM dan unsur KIM se Kota Madiun dengan topik pembicaraan Pelaksanaan Operasi Pasar Menjelang Ramadhan” berjalan dengan lancar.
Acara tersebut dihadiri oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto, Wawalikota, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekda Kota Madiun dan seluruh Satker Pemkot Madiun. Selasa (24/5/16)
Sesuai dengan materi yang akan dibahas, pihak Bagian Humas dan Protokol Kota Madiun menggandeng  Disperindagkopar dan Dinas Pasar untuk memberikan pemaparan terkait dengan pelaksanaan operasi pasar menjelang Ramadhan.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto mengatakan bahwa Menjelang Ramadhan tahun ini, Pemerintah Kota Madiun melalui Disperindagkopar dan Dinas Pasar akan melaksanakan Operasi Pasar.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi dan mengontrol harga bahan pangan atau sembako agar tidak mengalami kenaikan yang signifikan sehingga berdampak pada masyarakat Kota Madiun. “Operasi Pasar ini akan dilaksanakan sebulan penuh, secara teknis nanti akan dijelaskan oleh Dinas terkait,” ungkap Walikota Madiun.
Diharapkan, dengan adanya operasi pasar ini kebutuhan masyarakat Kota Madiun khususnya dapat terpenuhi dan masyarakat bisa tersenyum menghadapi bulan Ramadhan karena harga bahan kebutuhan sangat terjangkau. “Masa jabatan saya tinggal beberapa tahun lagi, saya ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Madiun,” tegas H. Bambang Irianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pariwisata (Disperindagkoppar) Kota Madiun, Sudandi mengatakan, selama operasi pasar, Disperindagkoppar akan menyediakan empat komoditi, yakni beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu. Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi penimbunan, masyarakat disarankan hanya diperbolehkan membeli dua komuditi setiap hari. “Teknisnya setiap hari kita menyediakan beras 650 kg, gula pasir 750 kg, minyak goreng 750 kg juga dan kemudian tepung terigu 200 kg. Untuk beras, gula dan minyak goreng masing-masing disubsidi Rp 1.250 per kg, kalau tepung terigu Rp 1.000. Subsidi ini arahnya untuk pengganti ongkos angkut,” terang Sudandi.
Lebih lanjut Kepala Disperindakkoppar, mengatakan, selama Operasi Pasar digelar, harga beras dipatok Rp 8.500 setiap kilogram dari harga normal Rp 10.000 per kilogram. Gula Kristal Putih kwalitas I (GKP I) dibandrol dengan harga Rp 12.750 dari harga sebelumnya Rp 14.000 setiap kilogram, sedangkan GKP II seharga Rp 13.750 dari harga normal Rp 15.000 setiap kilogram. Minyak goreng seharga Rp 11.500 per liter, dari harga normal Rp 12.750, serta tepung terigu seharga Rp 7.250 per kilogram, dari harga normal Rp 8.250 setiap kilogram. “Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Madiun, untuk program ini Disperindakoppar menyediakan, 19,5 ton beras, 22,5 ton gula pasir, 22.500 kg minyak goreng dan 6 ton tepung terigu, selama dilaksanakan Operasi Pasar tahun 1437 H,” pungkas Sudandi.
Selanjutnya, Gaguk S, Kepala Dinas Pasar berharap agar Operasi pasar bisa dilakukan diluar lingkungan Pasar Besar dan Pasar Sleko. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan operasi pasar tersebut bisa tepat sasaran yaitu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dan bisa mengontrol harga.
Selain itu, jarak jangkau dan lokasi juga menjadi kendala jika operasi pasar dilaksanakan di Pasar Besar. Gaguk beralasan, biarpun harga sembako murah namun ongkos untuk datang ketempat pelaksanaan operasi pasar besar berarti sama saja. “Lebih baik operasi pasar dilakukan disetiap kecamatan seperti tahun lalu, sehingga masyarakat tidak terlalu jauh datang,” tegas Gaguk. (p-76)
Baca

Warga Tolak Pembangunan Pagar Makam Wareng, Pembangunan Pagar TPU Dikawal Gabungan TNI-Polri

Madiun Kota, Investigasi : Penolakan Warga Jalan Pagu Indah, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman terhadap pelaksanaan pembangunan pagar Pemakaman terus bergulir. Demo namun demo yang dilakukan oleh warga Jalan Pagu Indah dibeberapa tempat termasuk DPRD Kota Madiun beberapa waktu lalu tidak menyurutkan niat Pemerintah Kota Madiun untuk tetap membangun pagar pemakaman Wareng Baru.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pelaksanaan pembangunan pagar Taman Pemakaman Umum (TPU) Wareng Baru, jalan Pagu Indah, Kecamatan Taman, Kota Madiun, mendapat pengamanan ketat dari personil gabungan TNI dan Polri
Pengamanan ini dilakukan karena dilokasi pembangunan TPU Wareng Baru masih ada penolakan dari warga yang tidak menghendaki pembangunan pagar makam tersebut dilaksanakan. Warga ngotot agar pembangunan pagar makam itu dihentikan karena dapat mengurangi harga jual tanah.
"Selain itu, TPU yang dibangun sekarang tidak sesuai dengan hasil Musrenbangkel yang dilaksanakan pada tahun 2013 - 2014 yang dimediasi oleh Kepala Kelurahan Manisrejo,"Kata Jarianto, Senin (23/5/2016).
Dikatakan lebih lanjut, dari hasil musyawarah yang saat itu difasilitasi oleh Kepala Kecamatan Taman dan Kepala Kelurahan Manisrejo dengan warga disepakati pembangunan TPU berada dilokasi pinggir sungai Klampok. "Sedangkan yang terjadi sekarang realisasinya di Wareng yang jaraknya kurang dari 100 m dari rumah warga. Tapi kerena ini sudah menjadi kebijaksanaan pak Wali Kota, sebagai warga kita hanya menurut saja," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Madiun, Mariyono, mengatakan, pembangunan makam baru di Wareng merupakan program prioritas hasil musyawarah tingkat kelurahan yang diusulkan ke Kelurahan dan dilaporkan ke Pemkot Madiun.
"Jadi pembangunan makam ini sudah sesuai prosedur dan harus segera dilaksanakan. Karena seharusnya pembangunan ini sudah selesai bulan ini,"Terang Ir. Suwarno. (p-76)
.
Madiun Kota, Investigasi : Penolakan Warga Jalan Pagu Indah, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman terhadap pelaksanaan pembangunan pagar Pemakaman terus bergulir. Demo namun demo yang dilakukan oleh warga Jalan Pagu Indah dibeberapa tempat termasuk DPRD Kota Madiun beberapa waktu lalu tidak menyurutkan niat Pemerintah Kota Madiun untuk tetap membangun pagar pemakaman Wareng Baru.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Pelaksanaan pembangunan pagar Taman Pemakaman Umum (TPU) Wareng Baru, jalan Pagu Indah, Kecamatan Taman, Kota Madiun, mendapat pengamanan ketat dari personil gabungan TNI dan Polri
Pengamanan ini dilakukan karena dilokasi pembangunan TPU Wareng Baru masih ada penolakan dari warga yang tidak menghendaki pembangunan pagar makam tersebut dilaksanakan. Warga ngotot agar pembangunan pagar makam itu dihentikan karena dapat mengurangi harga jual tanah.
"Selain itu, TPU yang dibangun sekarang tidak sesuai dengan hasil Musrenbangkel yang dilaksanakan pada tahun 2013 - 2014 yang dimediasi oleh Kepala Kelurahan Manisrejo,"Kata Jarianto, Senin (23/5/2016).
Dikatakan lebih lanjut, dari hasil musyawarah yang saat itu difasilitasi oleh Kepala Kecamatan Taman dan Kepala Kelurahan Manisrejo dengan warga disepakati pembangunan TPU berada dilokasi pinggir sungai Klampok. "Sedangkan yang terjadi sekarang realisasinya di Wareng yang jaraknya kurang dari 100 m dari rumah warga. Tapi kerena ini sudah menjadi kebijaksanaan pak Wali Kota, sebagai warga kita hanya menurut saja," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Madiun, Mariyono, mengatakan, pembangunan makam baru di Wareng merupakan program prioritas hasil musyawarah tingkat kelurahan yang diusulkan ke Kelurahan dan dilaporkan ke Pemkot Madiun.
"Jadi pembangunan makam ini sudah sesuai prosedur dan harus segera dilaksanakan. Karena seharusnya pembangunan ini sudah selesai bulan ini,"Terang Ir. Suwarno. (p-76)
.
Baca

AKBP Susatyo Purnomo Condro Pimpin Apel Perdana Di Mapolres Madiun Kota

Madiun Kota, Investigasi : Setelah pelaksanaan sertijab di Hotel Aston, Selasa (17/5/16) lalu, Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro langsung memimpin pelaksanaan apel pagi di Halaman Mapolres Madiun Kota. Kamis (19/5/16).
Seluruh anggota Polres Madiun Kota dan pejabat utama Polres Madiun Kota hadir dalam pelaksanaan apel pagi ini.  Benar saja sesuatu yang tidak biasa terjadi, laporan yang biasanya dilakukan dengan menghadap pengambil apel dengan pasukan posisi siap kali ini dilakukan ditempat dengan pasukan posisi istirahat ditempat.
Setelah laporan selesai Kapolresta menyampaikan bahwa dulu ketika masih menjadi anak buah di kesatuan sering merasakan pergantian pucuk pimpinan yang menurutnya selalu membuat stres, dari situ beliau mempunyai cita-cita bahwa ketika kelak menjadi pucuk pimpinan dirinya ingin agar anggota tidak menjadi stres.
Lebih lanjut, Kapolresta mengucapkan terima kasih atas sambutanya yang luar biasa mulai dari upacara sertijab dst selanjutnya kapolres juga menyampaikan misinya untuk dipedomani setiap anggota.
Kapolres Madiun Kota dalam kesempatan ini menyampaikan misi dengan singkatan TRUST (tulus, responsif, unggul, santun, terpadu). Kapolresta menjabarkan beberapa poin-poin yang ada seperti Tulus. “Orang yang tulus pasti akan serius. seorang anggota polisi dalam melaksanakan tugasnya harus memiliki perasaan tulus karena dengan tulus kita akan iklas dan pasti juga akan serius dalam melaksanakan tugas kepolisian,” ungkap Kapolresta.
Dilanjutkan, Sikap tulus jika di isyaratkan dengan bahasa tubuh yaitu dengan meletakkan tangan kepada dada, terang kapolres. selanjutnya yaitu Responsif, responsif itu berarti cepat, melayani keluhan masyarakat secara cepat merupakan salah satu bentuk responsif kita dalam melaksanakan tugas, dapat diisyaratkan dengan mengangkat kedua tangan menggenggam didepan dada.
Unggul berarti profesional dalam fungsi yang diembanya kuncinya yaitu dengan belajar karena profesi polisi lebih banyak pada ketrampilan, diisyaratkan dengan dua jempol diarahkan kedepan. Santun, santun itu lebih pada perilakunya, kalau tulus itu sikapnya maka santun adalah caranya, sikap santun dapat dilihat dari perilaku. beliau memberikan contoh seorang petugas penjagaan yang menerima laporan harus mendengarkan dengan baik dan menanggkapi dengan bahasa yang sopan adalah sikap santun petugas kepada masyarakat, diisyaratkan dengan kedua tangan menengadah keatas.
Selanjutnya yang terahir adalah Terpadu, terpadu berarti sinergis, tidak ada yang paling hebat semua sama kita hebat kalau bersatu, diisyratkan dengan menyatukan telapak tangan di depan dada. lima misi yang disertai dengan isyarat diatas beliau menyebutnya sebagai salam kotama.
Selain itu Kapolres menambahkan bahwa pentingnya menjalin keakraban dengan instasi terkait, seperti dengan TNI, Pemerintahan dan dengan paguyuban pencak silat yang ada di madiun. sedangkan untuk anggota beliau mengharapkan agar anggota menjaga sikap tampang. beliau tidak suka melihat rambut yang kurang rapi, dalam hal melaksanakan tugas, anggota harus melaksanakannya dengan sempurna.
Sisi lain ditunjukan sikap penuh perhatian dan penuh kekeluargaan ditunjukan Bapak kapolres madiun kota contoh kapolres memberikan tebakan atau apresiasi kepada anggota, bagi anggota yang berulang tahun pada hari ini diberikan hadiah, beberapa anggota yang bernasib baik hari ini nampak senang karena mendapatkan uang saku tambahan dari bapak kapolres yang baru ini. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Setelah pelaksanaan sertijab di Hotel Aston, Selasa (17/5/16) lalu, Kapolres Madiun Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro langsung memimpin pelaksanaan apel pagi di Halaman Mapolres Madiun Kota. Kamis (19/5/16).
Seluruh anggota Polres Madiun Kota dan pejabat utama Polres Madiun Kota hadir dalam pelaksanaan apel pagi ini.  Benar saja sesuatu yang tidak biasa terjadi, laporan yang biasanya dilakukan dengan menghadap pengambil apel dengan pasukan posisi siap kali ini dilakukan ditempat dengan pasukan posisi istirahat ditempat.
Setelah laporan selesai Kapolresta menyampaikan bahwa dulu ketika masih menjadi anak buah di kesatuan sering merasakan pergantian pucuk pimpinan yang menurutnya selalu membuat stres, dari situ beliau mempunyai cita-cita bahwa ketika kelak menjadi pucuk pimpinan dirinya ingin agar anggota tidak menjadi stres.
Lebih lanjut, Kapolresta mengucapkan terima kasih atas sambutanya yang luar biasa mulai dari upacara sertijab dst selanjutnya kapolres juga menyampaikan misinya untuk dipedomani setiap anggota.
Kapolres Madiun Kota dalam kesempatan ini menyampaikan misi dengan singkatan TRUST (tulus, responsif, unggul, santun, terpadu). Kapolresta menjabarkan beberapa poin-poin yang ada seperti Tulus. “Orang yang tulus pasti akan serius. seorang anggota polisi dalam melaksanakan tugasnya harus memiliki perasaan tulus karena dengan tulus kita akan iklas dan pasti juga akan serius dalam melaksanakan tugas kepolisian,” ungkap Kapolresta.
Dilanjutkan, Sikap tulus jika di isyaratkan dengan bahasa tubuh yaitu dengan meletakkan tangan kepada dada, terang kapolres. selanjutnya yaitu Responsif, responsif itu berarti cepat, melayani keluhan masyarakat secara cepat merupakan salah satu bentuk responsif kita dalam melaksanakan tugas, dapat diisyaratkan dengan mengangkat kedua tangan menggenggam didepan dada.
Unggul berarti profesional dalam fungsi yang diembanya kuncinya yaitu dengan belajar karena profesi polisi lebih banyak pada ketrampilan, diisyaratkan dengan dua jempol diarahkan kedepan. Santun, santun itu lebih pada perilakunya, kalau tulus itu sikapnya maka santun adalah caranya, sikap santun dapat dilihat dari perilaku. beliau memberikan contoh seorang petugas penjagaan yang menerima laporan harus mendengarkan dengan baik dan menanggkapi dengan bahasa yang sopan adalah sikap santun petugas kepada masyarakat, diisyaratkan dengan kedua tangan menengadah keatas.
Selanjutnya yang terahir adalah Terpadu, terpadu berarti sinergis, tidak ada yang paling hebat semua sama kita hebat kalau bersatu, diisyratkan dengan menyatukan telapak tangan di depan dada. lima misi yang disertai dengan isyarat diatas beliau menyebutnya sebagai salam kotama.
Selain itu Kapolres menambahkan bahwa pentingnya menjalin keakraban dengan instasi terkait, seperti dengan TNI, Pemerintahan dan dengan paguyuban pencak silat yang ada di madiun. sedangkan untuk anggota beliau mengharapkan agar anggota menjaga sikap tampang. beliau tidak suka melihat rambut yang kurang rapi, dalam hal melaksanakan tugas, anggota harus melaksanakannya dengan sempurna.
Sisi lain ditunjukan sikap penuh perhatian dan penuh kekeluargaan ditunjukan Bapak kapolres madiun kota contoh kapolres memberikan tebakan atau apresiasi kepada anggota, bagi anggota yang berulang tahun pada hari ini diberikan hadiah, beberapa anggota yang bernasib baik hari ini nampak senang karena mendapatkan uang saku tambahan dari bapak kapolres yang baru ini. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100