Berita Terkini

Dalang Cilik “Taufiq Hilmi Prayoga“ Siswa SDN Kuniran 1 Kecamatan Sine Memukau Penonton

Ngawi, Investigasi : Pada era globalisasi di segala bidang saat ini termasuk bidang kebudayaan, ternyata seni pakeliran wayang kulit boleh dikatakan tak lapuk karena hujan dan tak lekang karena panas. Hal tersebut terbukti dengan setiap ada pagelaran wayang kulit selalu dibanjiri penonton. Penggemar pertunjukan wayang kulit di Ngawi tidak hanya kalangan kaum Adam, namun banyak juga kaum Hawa yang menyukainya. Wayang kulit tidak hanya disukai oleh orang dewasa, namun tidak sedikit para remaja bahkan anak-anak yang menggandrunginya. Mengapa bisa seperti itu, karena adanya kreasi dan inovasi yang bisa menjaring selera penonton. Suatu misal Sang Dalang membawa serta regu musik campur sari atau dang dut yang siap melantunkan lagu-lagu yang sedang ngetop sehingga penonton bisa berdendang dan bergoyang. Tak jarang pula Si Dalang berkolaborasi dengan pelawak sehingga penonton merasa gembira dengan gelak tawa.
Pemerintah Kabupaten Ngawi memberikan apresiasi untuk nguri-uri (melestarikan-Red.) budaya bangsa pada umumnya dan wayang kulit pada khususnya. Hal tersebut terbukti dengan digelarnya pakeliran wayang kulit di 30 tempat dalam waktu bersamaan di suatu malam pada tahun lalu. Di bawah kepemimpinan Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olah Raga (Disparyapura) pernah juga diselenggarakan “ Parade Dalang Cilik “ dengan mengambil tempat di alun-alun Merdeka Kabupaten Ngawi.
Pada saat digelar Parade Dalang Cilik terdapat salah satu peserta dari SDN Kuniran 1 Desa Kuniran Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi, yang saat itu mementaskan lakon “ Babat Alas Wonomarto “, dia adalah Sang Dalang Cilik Taufiq Hilmi Prayoga. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan suami isteri Agus Santosa Triyono seorang guru di SDN Kedungharjo 2 dan sang ibu bernama Suciati.

Baru-baru ini (17/7) Taufiq pentas untuk kedua kalinya dengan menggelar lakon “ Lahirnya Gathutkaca “. Kali ini dia pentas dalam rangka merayakan tasyakuran khitanan atas dirinya sendiri, sekalian akiqohan, bertempat di rumah orang tuanya yaitu di depan Koramil Sine. Dalang Cilik yang baru saja naik dari kelas 5 ke kelas 6 ini bekerjasama dengan teman-teman ceweknya yang juga baru naik ke kelas 6 untuk mendampinginya sebagai pesinden. Antara lain Dila, Putri, Rida dan Yaya dari SDN Sumberrejo 1 serta Fasya dari SDN Tulakan 2. Dalam bincang-bincang dengan Investigasi, Taufiq Hilmi Prayoga mengatakan bahwa dia dilatih oleh seorang yang ahli di dunia padalangan yang bernama Suripto dari Bedali Ngrambe, sedangkan para pesinden dibimbing oleh ibu guru SDN Sumberrejo. Dapat ditambahkan bahwa ikut hadir memberikan suport kepada Ki Dalang Cilik  dan para pengrawit cilik serta para pesinden cilik antara lain para orang tua siswa, para guru, bahkan Syaifudin,S.Pd. M.Si juga memberikan suport dan bergambar bersama dengan mereka. (S.R)
Ngawi, Investigasi : Pada era globalisasi di segala bidang saat ini termasuk bidang kebudayaan, ternyata seni pakeliran wayang kulit boleh dikatakan tak lapuk karena hujan dan tak lekang karena panas. Hal tersebut terbukti dengan setiap ada pagelaran wayang kulit selalu dibanjiri penonton. Penggemar pertunjukan wayang kulit di Ngawi tidak hanya kalangan kaum Adam, namun banyak juga kaum Hawa yang menyukainya. Wayang kulit tidak hanya disukai oleh orang dewasa, namun tidak sedikit para remaja bahkan anak-anak yang menggandrunginya. Mengapa bisa seperti itu, karena adanya kreasi dan inovasi yang bisa menjaring selera penonton. Suatu misal Sang Dalang membawa serta regu musik campur sari atau dang dut yang siap melantunkan lagu-lagu yang sedang ngetop sehingga penonton bisa berdendang dan bergoyang. Tak jarang pula Si Dalang berkolaborasi dengan pelawak sehingga penonton merasa gembira dengan gelak tawa.
Pemerintah Kabupaten Ngawi memberikan apresiasi untuk nguri-uri (melestarikan-Red.) budaya bangsa pada umumnya dan wayang kulit pada khususnya. Hal tersebut terbukti dengan digelarnya pakeliran wayang kulit di 30 tempat dalam waktu bersamaan di suatu malam pada tahun lalu. Di bawah kepemimpinan Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olah Raga (Disparyapura) pernah juga diselenggarakan “ Parade Dalang Cilik “ dengan mengambil tempat di alun-alun Merdeka Kabupaten Ngawi.
Pada saat digelar Parade Dalang Cilik terdapat salah satu peserta dari SDN Kuniran 1 Desa Kuniran Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi, yang saat itu mementaskan lakon “ Babat Alas Wonomarto “, dia adalah Sang Dalang Cilik Taufiq Hilmi Prayoga. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan suami isteri Agus Santosa Triyono seorang guru di SDN Kedungharjo 2 dan sang ibu bernama Suciati.

Baru-baru ini (17/7) Taufiq pentas untuk kedua kalinya dengan menggelar lakon “ Lahirnya Gathutkaca “. Kali ini dia pentas dalam rangka merayakan tasyakuran khitanan atas dirinya sendiri, sekalian akiqohan, bertempat di rumah orang tuanya yaitu di depan Koramil Sine. Dalang Cilik yang baru saja naik dari kelas 5 ke kelas 6 ini bekerjasama dengan teman-teman ceweknya yang juga baru naik ke kelas 6 untuk mendampinginya sebagai pesinden. Antara lain Dila, Putri, Rida dan Yaya dari SDN Sumberrejo 1 serta Fasya dari SDN Tulakan 2. Dalam bincang-bincang dengan Investigasi, Taufiq Hilmi Prayoga mengatakan bahwa dia dilatih oleh seorang yang ahli di dunia padalangan yang bernama Suripto dari Bedali Ngrambe, sedangkan para pesinden dibimbing oleh ibu guru SDN Sumberrejo. Dapat ditambahkan bahwa ikut hadir memberikan suport kepada Ki Dalang Cilik  dan para pengrawit cilik serta para pesinden cilik antara lain para orang tua siswa, para guru, bahkan Syaifudin,S.Pd. M.Si juga memberikan suport dan bergambar bersama dengan mereka. (S.R)
Baca

Halal Bi Halal Keluarga Besar SMK Negeri 2 Ngawi Penuh Makna. Drs. H. Sumilan, M.Pd.I : “Guru Yang Pertama Kali Masuk Surga”

Ngawi, Investigasi : Sehari menjelang hari pertama masuk dalam tahun ajaran 2016/2017 Keluarga Besar SMK Negeri 2 Ngawi menyelenggarakan Halal bi halal (17/7) dengan mengambil tempat di R.M. Notosuman Desa Watualang Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi dengan thema : Memahami Makna Silaturahmi Untuk Meningkatkan Hubungan Sesama Manusia Dengan Menghargai Perbedaan Untuk Sebuah Kebersamaan.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Sekolah SMKN 2 Drs. Parjono,M.Pd, Ketua Komite Drs.H. Bambang Sri Mulyadi beserta jajaran Pengurus, segenap para Guru dan Karyawan, hampir semuanya bersama isteri, beberapa orang siwa-siswi sebagai perwakilan. Adapun mubaliq yang dihadirkan adalah Drs.H. Sumilan,S.Pd.I., seorang karyawan Kemenag Kabupaten Ngawi. Tidak ketinggalan regu hadroh ROHIS An-Nida SMKN 2 ikut menyemarakkan jalannya acara.
Ketua Panitia Penyelenggara Munaji,M.A. dalam sambutannya memaparkan bahwa acara tersebut sudah menjadi agenda tahunan dalam nuansa Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Dengan halal bi halal dimaksudkan agar saling memaafkan jika ada kesalahan atau kekhilafan diantara keluarga besar SMK N 2, setelah usai menjalankan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.
Kepala Sekolah Drs. Parjono,M.Pd. yang telah memimpin selama lebih dari dua tahun, dalam kesempatan itu menyampaikan permintaan maaf jika dalam perjalanannya selama dia menjabat Kepala Sekolah di SMK N 2 terdapat hal-hal yang terkesan kurang berkenan di hati para guru maupun karyawan.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kalaupun dia menegakkan disiplin, seolah terkesan seperti marah, itu adalah demi kemajuan sekolah. Namun dalam hatinya tidak pernah ada rasa dendam. “Bagi saya, yang sudah ya sudah, tidak ada masalah lagi dan tidak ada rasa dendam di hati saya,” demikian tuturnya.
Ketua Komite Drs. Bambang Sri Mulyadi mengapresiasi kegiatan tersebut, guna menjalin tali silaturahmi antar keluarga besar SMKN 2 Ngawi. Dia sangat setuju apabila acara halal bi halal dibakukan menjadi agenda tahunan.
Berkenan menyampaikan Tausiah Halal Bi Halal dan Doa Drs.H. Sumilan,M.Pd.I. yang penyampaiannya terkesan santai dalam keseriusan. Antara lain dia menjelaskan bahwa Umat Islam yang telah menggembleng diri dalam kawah candradimuka selama sebulan penuh di bulan Ramadhan menahan segala hawa nafsu maka dilanjutkan saling memaafkan, maka kambali fitrah, artinya bersih ibarat keadaan bayi yang baru lahir. Kadang kala dia sampaikan materi tausiah dengan nada canda akrab dan mendapat aplush dari semua yang hadir. Terlebih saat Ustad Sumilan berkata :” Guru itu adalah digugu dan ditiru. Maka mulialah tugas yang diemban oleh guru karena senantiasa memberikan bimbingan ke jalan yang benar,membawa anak didik menjadi orang yang beraklaq, berbudi luhur dan sebagainya. Oleh karena itu, guru adalah yang pertama masuk surga,” demikian kata ustad yang disambut tepuk tangan yang sangat meriah.

Setelah ditutup dengan doa, acara dilanjutkan dengan bersalam-salaman membentuk ular-ularan yang panjang memenuhi ruang pertemuan, diiringi lagu-lagu islami yang didendangkan oleh regu hadroh ROHIS An-Nida. Usai bersalam-salaman acara diakhiri dengan menikmati sajian makan siang yang telah disiapkan oleh panitia. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Sehari menjelang hari pertama masuk dalam tahun ajaran 2016/2017 Keluarga Besar SMK Negeri 2 Ngawi menyelenggarakan Halal bi halal (17/7) dengan mengambil tempat di R.M. Notosuman Desa Watualang Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi dengan thema : Memahami Makna Silaturahmi Untuk Meningkatkan Hubungan Sesama Manusia Dengan Menghargai Perbedaan Untuk Sebuah Kebersamaan.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Sekolah SMKN 2 Drs. Parjono,M.Pd, Ketua Komite Drs.H. Bambang Sri Mulyadi beserta jajaran Pengurus, segenap para Guru dan Karyawan, hampir semuanya bersama isteri, beberapa orang siwa-siswi sebagai perwakilan. Adapun mubaliq yang dihadirkan adalah Drs.H. Sumilan,S.Pd.I., seorang karyawan Kemenag Kabupaten Ngawi. Tidak ketinggalan regu hadroh ROHIS An-Nida SMKN 2 ikut menyemarakkan jalannya acara.
Ketua Panitia Penyelenggara Munaji,M.A. dalam sambutannya memaparkan bahwa acara tersebut sudah menjadi agenda tahunan dalam nuansa Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Dengan halal bi halal dimaksudkan agar saling memaafkan jika ada kesalahan atau kekhilafan diantara keluarga besar SMK N 2, setelah usai menjalankan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan.
Kepala Sekolah Drs. Parjono,M.Pd. yang telah memimpin selama lebih dari dua tahun, dalam kesempatan itu menyampaikan permintaan maaf jika dalam perjalanannya selama dia menjabat Kepala Sekolah di SMK N 2 terdapat hal-hal yang terkesan kurang berkenan di hati para guru maupun karyawan.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kalaupun dia menegakkan disiplin, seolah terkesan seperti marah, itu adalah demi kemajuan sekolah. Namun dalam hatinya tidak pernah ada rasa dendam. “Bagi saya, yang sudah ya sudah, tidak ada masalah lagi dan tidak ada rasa dendam di hati saya,” demikian tuturnya.
Ketua Komite Drs. Bambang Sri Mulyadi mengapresiasi kegiatan tersebut, guna menjalin tali silaturahmi antar keluarga besar SMKN 2 Ngawi. Dia sangat setuju apabila acara halal bi halal dibakukan menjadi agenda tahunan.
Berkenan menyampaikan Tausiah Halal Bi Halal dan Doa Drs.H. Sumilan,M.Pd.I. yang penyampaiannya terkesan santai dalam keseriusan. Antara lain dia menjelaskan bahwa Umat Islam yang telah menggembleng diri dalam kawah candradimuka selama sebulan penuh di bulan Ramadhan menahan segala hawa nafsu maka dilanjutkan saling memaafkan, maka kambali fitrah, artinya bersih ibarat keadaan bayi yang baru lahir. Kadang kala dia sampaikan materi tausiah dengan nada canda akrab dan mendapat aplush dari semua yang hadir. Terlebih saat Ustad Sumilan berkata :” Guru itu adalah digugu dan ditiru. Maka mulialah tugas yang diemban oleh guru karena senantiasa memberikan bimbingan ke jalan yang benar,membawa anak didik menjadi orang yang beraklaq, berbudi luhur dan sebagainya. Oleh karena itu, guru adalah yang pertama masuk surga,” demikian kata ustad yang disambut tepuk tangan yang sangat meriah.

Setelah ditutup dengan doa, acara dilanjutkan dengan bersalam-salaman membentuk ular-ularan yang panjang memenuhi ruang pertemuan, diiringi lagu-lagu islami yang didendangkan oleh regu hadroh ROHIS An-Nida. Usai bersalam-salaman acara diakhiri dengan menikmati sajian makan siang yang telah disiapkan oleh panitia. (pdy)
Baca

Kepala Inspektorat Kabupaten Madiun Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Madiun, Investigasi : Setelah menjadi atensi khusus dari Kejaksaan Agung, Kasus korupsi anggaran Badan Pengawas (Banwas) Tahun 2012 - 2014 Kabupaten Madiun sebesar 2 miliar yang hanya diterimakan sebesar Rp. 500 juta saja, kini Kejaksaan Negeri Mejayan unjuk gigi dengan menetapkan Benny Adi Wijaya, Inspektur di Inspektorat Kabupaten Madiun serta Bambang Budi Oetomo mantan Inspektur yang merupakan senior dari Beny Adi Wijaya. Jumat (15/7/16).
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Mejayan, Wartadjiono Hadi mengatakan bahwa penetapan tersangka Beny Adi Wijaya sudah dilakukan sejak  tanggal 1 Juli 2016 lalu. “Sudah kami tetapkan sebagai tersangka per 1 Juli 2016 kemarin,” ungkap Wartadjiono Hadi.
Diketahui, penetapan tersangka ini dilakukan setelah Kejaksaan Negeri Mejayan melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi di lingkup Inspektorat Kabupaten Madiun. Pihak Kejari Mejayan telah memanggil sejumlah nama penting. Mulai dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Edi Hariyanto, Bendahara Inspektorat, Handoko dan sederet staf Inspektorat seperti Hendra Sulistyawan, Rum Affandi dan Arif Muanas.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Beny Adi Wijaya bersama staff yang ikut diperiksa di Kejari Mejayan langsung pergi tanpa mau dikonfirmasi oleh Wartawan.

Kilas balik, Sesuai laporan yang masuk ke Kejagung, anggaran di pos Banwas sepanjang 2012 hingga 2014 senilai Rp2 miliar hanya diterimakan sebesar Rp 500 juta saja. Kabarnya, sisa dana senilai Rp 1,5 miliar itu dialirkan ke rekening masing-masing pejabat yang terlibat dengan cara ditransfer hingga berulangkali. Lantas kasus ini menjadi atensi langsung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. (p-76)
Madiun, Investigasi : Setelah menjadi atensi khusus dari Kejaksaan Agung, Kasus korupsi anggaran Badan Pengawas (Banwas) Tahun 2012 - 2014 Kabupaten Madiun sebesar 2 miliar yang hanya diterimakan sebesar Rp. 500 juta saja, kini Kejaksaan Negeri Mejayan unjuk gigi dengan menetapkan Benny Adi Wijaya, Inspektur di Inspektorat Kabupaten Madiun serta Bambang Budi Oetomo mantan Inspektur yang merupakan senior dari Beny Adi Wijaya. Jumat (15/7/16).
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Mejayan, Wartadjiono Hadi mengatakan bahwa penetapan tersangka Beny Adi Wijaya sudah dilakukan sejak  tanggal 1 Juli 2016 lalu. “Sudah kami tetapkan sebagai tersangka per 1 Juli 2016 kemarin,” ungkap Wartadjiono Hadi.
Diketahui, penetapan tersangka ini dilakukan setelah Kejaksaan Negeri Mejayan melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi di lingkup Inspektorat Kabupaten Madiun. Pihak Kejari Mejayan telah memanggil sejumlah nama penting. Mulai dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Edi Hariyanto, Bendahara Inspektorat, Handoko dan sederet staf Inspektorat seperti Hendra Sulistyawan, Rum Affandi dan Arif Muanas.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Beny Adi Wijaya bersama staff yang ikut diperiksa di Kejari Mejayan langsung pergi tanpa mau dikonfirmasi oleh Wartawan.

Kilas balik, Sesuai laporan yang masuk ke Kejagung, anggaran di pos Banwas sepanjang 2012 hingga 2014 senilai Rp2 miliar hanya diterimakan sebesar Rp 500 juta saja. Kabarnya, sisa dana senilai Rp 1,5 miliar itu dialirkan ke rekening masing-masing pejabat yang terlibat dengan cara ditransfer hingga berulangkali. Lantas kasus ini menjadi atensi langsung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. (p-76)
Baca

Pesta Miras, Lima Pemuda Dicokok Polisi

Madiun Kota, Investigasi : Tingkah laku lima orang pemuda ini sungguh tidak patut ditiru. Mereka mengadakan pesta minuman keras dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar sehingga diciduk oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kartoharjo. Pesta minuman keras ini dilakukan disalah satu rumah di jalan Sri Langka, kelurahan Kanigoro, Kota Madiun.
Parahnya, saat dilakukan pemeriksaan, salah seorang pemuda berinisial TE, warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu kedapatan membawa senjata tajam yang disembunyikan ditas pinggangnya
"Anggota mendapat laporan dari warga tentang kegiatan sekelompok pemuda yang sedang menggelar pesta miras dan mengganggu lingkungan," kata Kasubag Humas Polres Madiun Kota, AKP Ida Royani, Kamis (14/7/16).
Guna penyidikan lebih lanjut, kelima pemuda yang dalam keadaan terpengaruh minuman keras tersebut dibawa petugas ke kantor Polsek Kartoharjo. Sementara T.E diperiksa terpisah dan dikenakan pasal berlapis.
"Untuk empat orang dikenakan tipiring sedangkan inisial T.E dikenakan tindak pidana dan ditahan sementara di Polsek Kartoharjo untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," tandasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Tingkah laku lima orang pemuda ini sungguh tidak patut ditiru. Mereka mengadakan pesta minuman keras dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar sehingga diciduk oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kartoharjo. Pesta minuman keras ini dilakukan disalah satu rumah di jalan Sri Langka, kelurahan Kanigoro, Kota Madiun.
Parahnya, saat dilakukan pemeriksaan, salah seorang pemuda berinisial TE, warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu kedapatan membawa senjata tajam yang disembunyikan ditas pinggangnya
"Anggota mendapat laporan dari warga tentang kegiatan sekelompok pemuda yang sedang menggelar pesta miras dan mengganggu lingkungan," kata Kasubag Humas Polres Madiun Kota, AKP Ida Royani, Kamis (14/7/16).
Guna penyidikan lebih lanjut, kelima pemuda yang dalam keadaan terpengaruh minuman keras tersebut dibawa petugas ke kantor Polsek Kartoharjo. Sementara T.E diperiksa terpisah dan dikenakan pasal berlapis.
"Untuk empat orang dikenakan tipiring sedangkan inisial T.E dikenakan tindak pidana dan ditahan sementara di Polsek Kartoharjo untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," tandasnya. (p-76)
Baca

Pasar Sayur Magetan Dilalap Si Jago Merah

Magetan, Investigasi : Kebakaran hebat yang terjadi di pasar sayur Kabupaten Magetan  Jawa Timur, menghanguskan 1158 kios, kebakaran terjadi kamis 14 juli 2016 lalu sekira pukul 19.30 WIB .Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,15 damkar diterjunkan untuk memadamkan si jago merah namun terkendala jalan yang sempit dan kios yang terlalu padat .
Sampai saat ini belum ada kejelasan tentang seberapa besar kerugian yang diakibatkan musibah kebakaran pasar sayur magetan,dari pemerintah  juga belum ada keterangan resmi yang menyoal bagaimana nasib para pedagang yang mengalami kerugianya tersebut.
Tampak para aktivis magetan membantu para pedagang mencarikan tempat dan membantu pedagang, para aktivis magetan juga mendirikan posko peduli di area pasar sayur  dengan tujuan untuk membantu  pedagang supaya teratur dan tidak terjadi rebutan lapak jualan.
Aktivis Magetan mengatakan “ intinya rekan – rekan aktivis peduli dengan pedagang – pedagang yang saat ini kena musibah kebakaran,  karena ini merupakan salah satu perekonomian di Kabupaten  Magetan,  khusunya pedagang setelah kebakaran ini harus tetap beraktifitas seperti semula, walau tempatnya kurang memadai”. Katanya

anyak juga pedagang yang belum mendapatkan tempat untuk beraktifitas kembali, karena terbatasnya tempat untuk berjualan. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Kebakaran hebat yang terjadi di pasar sayur Kabupaten Magetan  Jawa Timur, menghanguskan 1158 kios, kebakaran terjadi kamis 14 juli 2016 lalu sekira pukul 19.30 WIB .Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,15 damkar diterjunkan untuk memadamkan si jago merah namun terkendala jalan yang sempit dan kios yang terlalu padat .
Sampai saat ini belum ada kejelasan tentang seberapa besar kerugian yang diakibatkan musibah kebakaran pasar sayur magetan,dari pemerintah  juga belum ada keterangan resmi yang menyoal bagaimana nasib para pedagang yang mengalami kerugianya tersebut.
Tampak para aktivis magetan membantu para pedagang mencarikan tempat dan membantu pedagang, para aktivis magetan juga mendirikan posko peduli di area pasar sayur  dengan tujuan untuk membantu  pedagang supaya teratur dan tidak terjadi rebutan lapak jualan.
Aktivis Magetan mengatakan “ intinya rekan – rekan aktivis peduli dengan pedagang – pedagang yang saat ini kena musibah kebakaran,  karena ini merupakan salah satu perekonomian di Kabupaten  Magetan,  khusunya pedagang setelah kebakaran ini harus tetap beraktifitas seperti semula, walau tempatnya kurang memadai”. Katanya

anyak juga pedagang yang belum mendapatkan tempat untuk beraktifitas kembali, karena terbatasnya tempat untuk berjualan. (sj/md)
Baca

Ingin Kembalikan Tupoksi Organisasi Kemasyarakatan Beberapa LSM Datangi Bakesbangpol Kabupaten Magetan

Magetan, Investigasi : Beredarnya rumor menjamurnya lsm dan ormas abal – abal  yang mana dalam menjalankan aktifitasnya sudah keluar dari koridor ke-lsman, menggugah beberapa aktifis Magetan untuk mengadu pada instansi terkait, dalam hal ini BAKESBANGPOL MAGETAN untuk mengklarifikasi rumor yang ada dan memberikan solusi akan masalah tersebut. Rabu (13/7/16).
Kedatangan beberapa LSM yang diantaranya LSM SWASTIKA, LSM PEKAT, LPI TIPIKOR DPW JATIM, ORMAS Bpk Oi Magetan, dan beberapa awak media di sambut baik oleh perwakilan Bakesbangpol Magetan di yang di karenakan Kepala Bakesbangpol sedang tidak ada di tempat.
Hermanto PLT Sekretaris bakesbangpol menerangkan “Kami sangat apresiasi baik, karena ini sifatnya adalah kepedulian akan kepentingan bersama, dan mengenai beberapa tuntutan yang di layangkan, kami akan mengkoordinasikan dengan atasan, kami jamin dalam waktu dekat akan segera ada tindak lanjut”.

Koordinator aksi tersebut Rudi dali LSM SWASTIKA menjelaskan “Bahwasanya banyaknya kabar yang beredar tentang kenakalan oknum – oknum lsm di magetan yang beredar di berbagai kalangan, dan perlu kita ketahui tumbuh suburnya pelaku korupsi itu terjadi juga karena lemahnya fungsi control sosial dari LSM, untuk itu kami meminta kepada Bakesbangpol untuk kiranya mengambil sikap terkait hal ini, mengenai LSM yang tumbuh menjamur harus ada verifikasi ulang, sosialisasi undang-undang organisasi kemasyarakatan, serta memberi pembinaan dan evaluasi terkait kegiatan organisasi kemasyarakatan dan LSM, agar tidak ada lagi oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM yang menjadi momok di berbagai kalangan di magetan yang kita cintai ini,“. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Beredarnya rumor menjamurnya lsm dan ormas abal – abal  yang mana dalam menjalankan aktifitasnya sudah keluar dari koridor ke-lsman, menggugah beberapa aktifis Magetan untuk mengadu pada instansi terkait, dalam hal ini BAKESBANGPOL MAGETAN untuk mengklarifikasi rumor yang ada dan memberikan solusi akan masalah tersebut. Rabu (13/7/16).
Kedatangan beberapa LSM yang diantaranya LSM SWASTIKA, LSM PEKAT, LPI TIPIKOR DPW JATIM, ORMAS Bpk Oi Magetan, dan beberapa awak media di sambut baik oleh perwakilan Bakesbangpol Magetan di yang di karenakan Kepala Bakesbangpol sedang tidak ada di tempat.
Hermanto PLT Sekretaris bakesbangpol menerangkan “Kami sangat apresiasi baik, karena ini sifatnya adalah kepedulian akan kepentingan bersama, dan mengenai beberapa tuntutan yang di layangkan, kami akan mengkoordinasikan dengan atasan, kami jamin dalam waktu dekat akan segera ada tindak lanjut”.

Koordinator aksi tersebut Rudi dali LSM SWASTIKA menjelaskan “Bahwasanya banyaknya kabar yang beredar tentang kenakalan oknum – oknum lsm di magetan yang beredar di berbagai kalangan, dan perlu kita ketahui tumbuh suburnya pelaku korupsi itu terjadi juga karena lemahnya fungsi control sosial dari LSM, untuk itu kami meminta kepada Bakesbangpol untuk kiranya mengambil sikap terkait hal ini, mengenai LSM yang tumbuh menjamur harus ada verifikasi ulang, sosialisasi undang-undang organisasi kemasyarakatan, serta memberi pembinaan dan evaluasi terkait kegiatan organisasi kemasyarakatan dan LSM, agar tidak ada lagi oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM yang menjadi momok di berbagai kalangan di magetan yang kita cintai ini,“. (sj/md)
Baca

Peringati Hari Jadi Kabupaten Madiun Ke 448, Bupati dan Wakil Bupati Madiun Buka Acara Khitanan Massal

Madiun, Investigasi : Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 448, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan kegiatan Sunatan Massal yang dilaksanakan di dua Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Madiun yaitu RSUD Caruban dan RSUD Dolopo. Rabu (13/7/16).
Rombongandibagi menjadi 2 bagian yaitu Bupati Madiun, H. Muhtarom membuka acara Sunatan Massal di RSUD Caruban dan wakil Bupati Madiun, H. Iswanto membuka acara Sunatan Massal di RSUD Dolopo.
Dalam acara tersebut Bupati Madiun, H. Muhtarom memberikan bantuan berupa sembako (Beras, Gula, Minyak, susu), Pakaian (Baju Koko, dan sarung), Uang Transport Per @ 100.000,-
Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan bahwa Kegiatan khitanan massal ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kab. Madiun dalam membantu meringankan beban masyarakat kurang  mampu. “Khususnya terhadap program peningkatan kesejahteraan sosial yang merupakan program terintegrasi secara simultan antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun dan Pemerintah Kab.Madiun,” ujar H. Muhtarom.
Dilanjutkan, kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua pihak terkait agar pelaksanaannya   benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan. “Terima kasih kepada para tim medis dan institusi terkait yang telah membantu sehingga kegiatan sunatan massal ini dapat terlaksana dengan lancar,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, H. Isawanto saat meninjau pelaksanaan kegiatan massal mengatakan bahwa untuk tahun ini peserta Sunatan Massal mengalami penurunan. Menurutnya, Jumlah Peserta  yang mengikuti Sunatan Massal di RSUD Caruban kurang lebih : 52 orang terdiri dari peserta dari Kecamatan: Mejayan, Saradan, Pilangkenceng, Wonoasri, Balerejo, Sawahan, Madiun, Gemarang. Sedangkan yang di RSUD Dolopo kurang lebih:  43 peserta terdiri dari peserta dari Kecamatan : Dolopo, Geger, Kebonsari, Dagangan, Jiwan, Wungu, Kare.
Pihaknya berpesan kepada para orang tua, dengan semakin canggihnya teknologi saat ini, hendaklah anak-anak dibimbing dan diawasi saat menggunakan alat-alat komunikasi baik berupa handpone, internet maupun alat semacamnya.
“Karena jika penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang tidak dibarengi dengan pemahaman serta pengawasan diri orang tua akan membawa dampak yang besar bagi perkembangan anak,” ungkap H. Iswanto.

Dijabarkan, banyaknya kejadian-kejadian kejahatan yang melibatkan anak-anak, terutama anak di bawah umur, tak lepas dari pemanfaatan teknologi yang kurang  tepat. Oleh karena itu sekali lagi Bupati Madiun dan Wakil Bupati Madiun berpesan agar tidak jemu-jemunya untuk selalu mengawasi pergaulan dan perkembangan anaknya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 448, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan kegiatan Sunatan Massal yang dilaksanakan di dua Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Madiun yaitu RSUD Caruban dan RSUD Dolopo. Rabu (13/7/16).
Rombongandibagi menjadi 2 bagian yaitu Bupati Madiun, H. Muhtarom membuka acara Sunatan Massal di RSUD Caruban dan wakil Bupati Madiun, H. Iswanto membuka acara Sunatan Massal di RSUD Dolopo.
Dalam acara tersebut Bupati Madiun, H. Muhtarom memberikan bantuan berupa sembako (Beras, Gula, Minyak, susu), Pakaian (Baju Koko, dan sarung), Uang Transport Per @ 100.000,-
Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan bahwa Kegiatan khitanan massal ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kab. Madiun dalam membantu meringankan beban masyarakat kurang  mampu. “Khususnya terhadap program peningkatan kesejahteraan sosial yang merupakan program terintegrasi secara simultan antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun dan Pemerintah Kab.Madiun,” ujar H. Muhtarom.
Dilanjutkan, kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua pihak terkait agar pelaksanaannya   benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan. “Terima kasih kepada para tim medis dan institusi terkait yang telah membantu sehingga kegiatan sunatan massal ini dapat terlaksana dengan lancar,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, H. Isawanto saat meninjau pelaksanaan kegiatan massal mengatakan bahwa untuk tahun ini peserta Sunatan Massal mengalami penurunan. Menurutnya, Jumlah Peserta  yang mengikuti Sunatan Massal di RSUD Caruban kurang lebih : 52 orang terdiri dari peserta dari Kecamatan: Mejayan, Saradan, Pilangkenceng, Wonoasri, Balerejo, Sawahan, Madiun, Gemarang. Sedangkan yang di RSUD Dolopo kurang lebih:  43 peserta terdiri dari peserta dari Kecamatan : Dolopo, Geger, Kebonsari, Dagangan, Jiwan, Wungu, Kare.
Pihaknya berpesan kepada para orang tua, dengan semakin canggihnya teknologi saat ini, hendaklah anak-anak dibimbing dan diawasi saat menggunakan alat-alat komunikasi baik berupa handpone, internet maupun alat semacamnya.
“Karena jika penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang tidak dibarengi dengan pemahaman serta pengawasan diri orang tua akan membawa dampak yang besar bagi perkembangan anak,” ungkap H. Iswanto.

Dijabarkan, banyaknya kejadian-kejadian kejahatan yang melibatkan anak-anak, terutama anak di bawah umur, tak lepas dari pemanfaatan teknologi yang kurang  tepat. Oleh karena itu sekali lagi Bupati Madiun dan Wakil Bupati Madiun berpesan agar tidak jemu-jemunya untuk selalu mengawasi pergaulan dan perkembangan anaknya. (p-76)
Baca

Letakkan Kotak Didepan Pintu Gerbang, Perempuan Stres Bikin Geger Makorem 081/DSJ

Madiun Kota, Investigasi : Wanita yang menidap gangguan kejiwaan membuat geger Makorem 081/DSJ Madiun dengan meletakkan sebuah kotak berwarna merah di depan gerbang masuk Makorem. Melihat kejadian ini, tentu saja petugas yang tengah berjaga langsung sigap menegur perempuan misterius yang menggunakan jilbab warna merah tersebut. Selasa (12/7/16).
Saat ditegur oleh petugas, perempuan berjilbab merah langsung lari menyeberang jalan dan menaiki angkot yang kebetulan melitas menuju arah selatan. Beberapa petugas TNI dengan dibantu oleh Petugas dari Kepolisian langsung mengejar dan menghentikan angkota yang ditumpangi perempuan tersebut.
Saat diinterogasi oleh petugas, Perempuan berjilbab merah mengaku bernama Ismini, warga Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dari hasil pemeriksaan, diketahui Ismini ternyata pernah mengalami gangguan kejiwaan dan pernah dirawat dirumah sakit jiwa untuk beberapa waktu.
Sementara itu, kotak berwarna merah yang ditaruh digerbang masuk makorem 081/DSJ Madiun langsung diamankan oleh Tim Penjinak Bom Den C Brimob Polda Jawa Timur. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, ternyata kotak berwarna merah yang luarnya bertuliskan "Assalamualaikum WR WB. Bapak komandan-komandan dan ratu-ratu sesat dan raja-raja sesat dajjal sesat. Ini bukan bom 2 surat untuk persatuan komandan dan TNI. 1 khusus buat bapak Gubernur DKI Ahok", didalamnya hanyalah berisi dua buah surat yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Saat memberikan keterangan, AKP Masykur, Kasatreskrim Polres Madiun Kota mengatakan bahwa didalam kotak berwarna merah tersebut hanya berisi dua amplop surat yang ditujukan kepada Ahok dan tas plastik saja. Inti dari surat itu, dia (Ismini,red) memiliki unek-unek untuk mencalonkan Ahok jadi Presiden dan dia (Ismini,red) jadi Wapresnya,
Lebih lanjut dikatakan Ismini diserahkan kepada pihak keluarga dan Kepala Desa Segulung. Pihaknya juga meminta keluarga maupun aparat desa, untuk memberikan pengawasan kepada Ismini. "Ternyata dia pernah dirawat di Ruham Sakit Jiwa. Langkah selanjutnya kita datangkan keluarganya dan dari desa kita hadirkan. Dari pamong desa tadi membuat pernyataan dan akan mengawasi dia,"ujarnya.
Setelah kejadian yang menggemparkan tersebut, Kepala Desa Segulung, Kustoyo langsung mendatangi mapolres Madiun Kota dan membenarkan bahwa Ismini sudah sering kali keluar masuk rumah sakit jiwa. “Dia dulunya pernah bekerja sebagai TKI ini sudah berkali-kali keluar masuk Rumah Sakit Jiwa,” ujarnya.

Selanjutnya Kustoyo akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk kembali membawa Ismini kembali ke Rumah Sakit Jiwa. “Secepatnya akan kita bawa berobat kerumah sakit jiwa,” tegasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Wanita yang menidap gangguan kejiwaan membuat geger Makorem 081/DSJ Madiun dengan meletakkan sebuah kotak berwarna merah di depan gerbang masuk Makorem. Melihat kejadian ini, tentu saja petugas yang tengah berjaga langsung sigap menegur perempuan misterius yang menggunakan jilbab warna merah tersebut. Selasa (12/7/16).
Saat ditegur oleh petugas, perempuan berjilbab merah langsung lari menyeberang jalan dan menaiki angkot yang kebetulan melitas menuju arah selatan. Beberapa petugas TNI dengan dibantu oleh Petugas dari Kepolisian langsung mengejar dan menghentikan angkota yang ditumpangi perempuan tersebut.
Saat diinterogasi oleh petugas, Perempuan berjilbab merah mengaku bernama Ismini, warga Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dari hasil pemeriksaan, diketahui Ismini ternyata pernah mengalami gangguan kejiwaan dan pernah dirawat dirumah sakit jiwa untuk beberapa waktu.
Sementara itu, kotak berwarna merah yang ditaruh digerbang masuk makorem 081/DSJ Madiun langsung diamankan oleh Tim Penjinak Bom Den C Brimob Polda Jawa Timur. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, ternyata kotak berwarna merah yang luarnya bertuliskan "Assalamualaikum WR WB. Bapak komandan-komandan dan ratu-ratu sesat dan raja-raja sesat dajjal sesat. Ini bukan bom 2 surat untuk persatuan komandan dan TNI. 1 khusus buat bapak Gubernur DKI Ahok", didalamnya hanyalah berisi dua buah surat yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Saat memberikan keterangan, AKP Masykur, Kasatreskrim Polres Madiun Kota mengatakan bahwa didalam kotak berwarna merah tersebut hanya berisi dua amplop surat yang ditujukan kepada Ahok dan tas plastik saja. Inti dari surat itu, dia (Ismini,red) memiliki unek-unek untuk mencalonkan Ahok jadi Presiden dan dia (Ismini,red) jadi Wapresnya,
Lebih lanjut dikatakan Ismini diserahkan kepada pihak keluarga dan Kepala Desa Segulung. Pihaknya juga meminta keluarga maupun aparat desa, untuk memberikan pengawasan kepada Ismini. "Ternyata dia pernah dirawat di Ruham Sakit Jiwa. Langkah selanjutnya kita datangkan keluarganya dan dari desa kita hadirkan. Dari pamong desa tadi membuat pernyataan dan akan mengawasi dia,"ujarnya.
Setelah kejadian yang menggemparkan tersebut, Kepala Desa Segulung, Kustoyo langsung mendatangi mapolres Madiun Kota dan membenarkan bahwa Ismini sudah sering kali keluar masuk rumah sakit jiwa. “Dia dulunya pernah bekerja sebagai TKI ini sudah berkali-kali keluar masuk Rumah Sakit Jiwa,” ujarnya.

Selanjutnya Kustoyo akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk kembali membawa Ismini kembali ke Rumah Sakit Jiwa. “Secepatnya akan kita bawa berobat kerumah sakit jiwa,” tegasnya. (p-76)
Baca

Ikut Halal Bihalal Di Pendopo, Barang Berharga Dalam Mobil Dikuras Maling

Madiun Kota, Investigasi; Kejadian apes menimpa dr. Edi Sutikno, Kepala Puskesmas Gemarang dan dr. Arif Firman, Kepala Puskesmas Wonoasri. Kaca pintu mobil kedua Kepala Puskesmas tersebut dipecah oleh orang yang tak dikenal dan isinya dikuras saat tengah parkir didepan bekas gedung bioskop Arjuna, timur Pendopo Kabupaten Madiun. Senin (12/7/16).
Karuan saja kejadian ini mengundang perhatian masyarakat yang tengah melintas diseputaran Alun-alun Kota Madiun. Anggota Tim Indentifikasi Polres Madiun Kota langsung memasang police line agar lokasi steril. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Menurut dr. Edi Sutikno, saat itu dirinya dan dr. Arif Firman tengah mengikuti acara halal bihalal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Madiun di Pendopo Muda Graha. Mobilnya diparkir sederet dengan mobil dr. Arif Firman didepan bekas gedung bioskop Arjuna karena didalam sudah penuh. Namun tak berselang lama dirinya dikabari kalau kaca mobilnya dipecah dan barang-barang didalamnya dikuras oleh pencuri.“Barang yang diambil adalah Laptop, Handphone, uang tunai sekitar 2,5 juta dan surat-surat penting,” ungkapnya.
Nasib baik masih berpihak pada dr. Arif firman, walau kaca pintu samping mobilnya juga dipecah, namun tidak ada barang-barangnya yang hilang. "Yang diambil hanya barang-barang milik dr. Edi yang dititipkan pada mobil saya," kata dr. Arif Firman.
Dr. Arif firman melanjutkan, sebenarnya kejadian tersebut sudah diumumkan oleh pihak Satpol PP Kabupaten Madiun, namun dirinya tidak mendengar karena didalam Pendopo sangat ramai. "Sebenarnya tadi sudah diumumkan oleh pihak Satpol PP, namun saya tidak mendengar karenan didalam Pendopo ramai," lanjutnya.Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihak Polres Madiun Kota langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kedua mobil beserta pemiliknya di bawa ke Mapolres Madiun Kota untuk dimintai keterangan. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi; Kejadian apes menimpa dr. Edi Sutikno, Kepala Puskesmas Gemarang dan dr. Arif Firman, Kepala Puskesmas Wonoasri. Kaca pintu mobil kedua Kepala Puskesmas tersebut dipecah oleh orang yang tak dikenal dan isinya dikuras saat tengah parkir didepan bekas gedung bioskop Arjuna, timur Pendopo Kabupaten Madiun. Senin (12/7/16).
Karuan saja kejadian ini mengundang perhatian masyarakat yang tengah melintas diseputaran Alun-alun Kota Madiun. Anggota Tim Indentifikasi Polres Madiun Kota langsung memasang police line agar lokasi steril. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Menurut dr. Edi Sutikno, saat itu dirinya dan dr. Arif Firman tengah mengikuti acara halal bihalal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Madiun di Pendopo Muda Graha. Mobilnya diparkir sederet dengan mobil dr. Arif Firman didepan bekas gedung bioskop Arjuna karena didalam sudah penuh. Namun tak berselang lama dirinya dikabari kalau kaca mobilnya dipecah dan barang-barang didalamnya dikuras oleh pencuri.“Barang yang diambil adalah Laptop, Handphone, uang tunai sekitar 2,5 juta dan surat-surat penting,” ungkapnya.
Nasib baik masih berpihak pada dr. Arif firman, walau kaca pintu samping mobilnya juga dipecah, namun tidak ada barang-barangnya yang hilang. "Yang diambil hanya barang-barang milik dr. Edi yang dititipkan pada mobil saya," kata dr. Arif Firman.
Dr. Arif firman melanjutkan, sebenarnya kejadian tersebut sudah diumumkan oleh pihak Satpol PP Kabupaten Madiun, namun dirinya tidak mendengar karena didalam Pendopo sangat ramai. "Sebenarnya tadi sudah diumumkan oleh pihak Satpol PP, namun saya tidak mendengar karenan didalam Pendopo ramai," lanjutnya.Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihak Polres Madiun Kota langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kedua mobil beserta pemiliknya di bawa ke Mapolres Madiun Kota untuk dimintai keterangan. (p-76)
Baca

Komunitas “KARANG AE“ Selenggarakan Ultah ke 4 Sekaligus Halal Bi Halal Di Pendapa Musium Trinil

Ngawi, Investigasi : Dalam nuansa berlebaran di Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini komunitas Karang AE Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi telah menggelar pertemuan (9/7) yang diberi judul “ Temu Kangen Dan Aniversery ke 4 “. Acara tersebut mengambil tempat di Musium Trinil yang terkenal sebagai musium tempat menyimpan fosil-fosil manusia purba maupun binatang purba dan terletak di wilayah Kecamatan Kedunggalar  sekitar 13 km dari kota Ngawi ke arah barat.
Kegiatan tersebut tidaklah baru kali ini, melainkan sudah merupakan agenda tahunan dari Komunitas Karang AE yang diketuai oleh Trisno Indrajit, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar Anak Rantau asal Ngawi. Perhelatan kali ini dihadiri oleh Unsur Pimpinan Kecamatan dan juga nampak hadir Kompol Suwarno dari Polres Ngawi. Selain para anggota Komunitas Karang AE yang berjumlah sekitar 300 orang, ikut menyaksikan pula warga masyarakat setempat sehingga terkesan sangat meriah.
Acara resmi setelah dibuka diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Trisno Indrajit yang selanjutnya diserahkan kepada Kapolsek Kedunggalar AKP Didik Supriyanto, S.H, disambut tepuk tangan para hadirin. Demikian juga halnya saat Ketua Komunitas Karang AE melaksanakan tiup lilin, aploush sangat meriah diberikan oleh semua yang hadir.

Usai acara resmi kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan hiburan elektone KARISMA dari Walikukun dibawah pimpinan Roni. Seperti biasanya, selain penyanyi asli dari Karisma banyak juga hadirin yang menyumbangkan suaranya dalam acara ramah tamah tersebut. Babinsa Triyono berbaur dengan suasana gembira bersama warga masyarakat sampai selesainya acara pada sekitar pukul tiga sore. (hr-pdy)
Ngawi, Investigasi : Dalam nuansa berlebaran di Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini komunitas Karang AE Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi telah menggelar pertemuan (9/7) yang diberi judul “ Temu Kangen Dan Aniversery ke 4 “. Acara tersebut mengambil tempat di Musium Trinil yang terkenal sebagai musium tempat menyimpan fosil-fosil manusia purba maupun binatang purba dan terletak di wilayah Kecamatan Kedunggalar  sekitar 13 km dari kota Ngawi ke arah barat.
Kegiatan tersebut tidaklah baru kali ini, melainkan sudah merupakan agenda tahunan dari Komunitas Karang AE yang diketuai oleh Trisno Indrajit, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar Anak Rantau asal Ngawi. Perhelatan kali ini dihadiri oleh Unsur Pimpinan Kecamatan dan juga nampak hadir Kompol Suwarno dari Polres Ngawi. Selain para anggota Komunitas Karang AE yang berjumlah sekitar 300 orang, ikut menyaksikan pula warga masyarakat setempat sehingga terkesan sangat meriah.
Acara resmi setelah dibuka diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Trisno Indrajit yang selanjutnya diserahkan kepada Kapolsek Kedunggalar AKP Didik Supriyanto, S.H, disambut tepuk tangan para hadirin. Demikian juga halnya saat Ketua Komunitas Karang AE melaksanakan tiup lilin, aploush sangat meriah diberikan oleh semua yang hadir.

Usai acara resmi kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan hiburan elektone KARISMA dari Walikukun dibawah pimpinan Roni. Seperti biasanya, selain penyanyi asli dari Karisma banyak juga hadirin yang menyumbangkan suaranya dalam acara ramah tamah tersebut. Babinsa Triyono berbaur dengan suasana gembira bersama warga masyarakat sampai selesainya acara pada sekitar pukul tiga sore. (hr-pdy)
Baca

Bupati Ngawi Halal Bi Halal Dengan Warga Perantau Dan Juga Dengan Para PNS

Ngawi, Investigasi : Sampai saat ini budaya halal bi halal pada nuansa berlebaran atau Hari Raya Idul Fitri masih nampak jelas nampak di permukaan masyarakat Indonesia kalangan umat muslim. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi kepada sanak keluarga, handai taulan berbagai komunitas dan tidak ketinggalan kepada jajaran atasannya di instansi mereka, ataupun untuk menggelar reuni dengan teman-teman saat sekolah baik teman SMP, SMA maupun saat kuliah.
Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono tidak menyia-nyiakan momentum tersebut. Dia menggelar halal bihalal, bersilaturahmi sekaligus bawa rasa dengan para warga perantau asal Ngawi (7/7) dengan mengambil tempat di halaman Pendapa Kabupaten Ngawi. Dapat ditambahkan bahwa perhelatan Hari Raya di Kabupaten Ngawi selalu berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang jatuh pada tanggal 7 Juli.
Hadir dalam pertemuan tersebut para perantau asal Ngawi yang sukses di perantauan seperti Surabaya, Jakarta, Batam dan sebagainya. Ada yang sukses sebagai pengusaha, sebagai seniman atau seniwati, pedagang, bahkan tidak sedikit yang berkarir di TNI- Polri dan menyandang pangkat jendral.
Suatu misal sebut saja Ikif, wanita asal desa Jambe,Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang namanya sempat membawa nama Ngawi melalui Academy Dangdut Indosiar. Sang juragan beras Nelis adalah pemasok beras terbesar untuk wilayah Jakarta, dia adalah pengusaha asal desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, dan masih banyak lagi perantau asal Ngawi yang sukses.
Dalam paparannya Budi Sulistyono menyampaikan apresiasinya kepada para perantau asal Ngawi atas kepeduliannya terhadap kota asalnya. Dia mengatakan bahwa acara seperti itu akan digelar rutin setiap tahun pada dua hari setelah lebaran.

Masih dalam suasana lebaran pada hari pertama masuk kerja kembali (11/7) setelah libur panjang, Bupati, Wakil Bupati, Uspimda Kabupaten Ngawi mengadakan halal bi halal bersama dengan para PNS lingkung Kabupaten Ngawi. Mereka saling berjabatan tangan ucapan saling memaafkan atas segala kesalakan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tak pelak lagi jika yang mengantri untuk berjabatan tangan berjumlah sekitar 500 orang, maka barisan membentuk ular-ularan yang unik. Usai bersalam-salaman acara dilanjutkan dengan menikmati sajian dengan menu khas lebaran, antara lain lontong dan ketupat. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Sampai saat ini budaya halal bi halal pada nuansa berlebaran atau Hari Raya Idul Fitri masih nampak jelas nampak di permukaan masyarakat Indonesia kalangan umat muslim. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi kepada sanak keluarga, handai taulan berbagai komunitas dan tidak ketinggalan kepada jajaran atasannya di instansi mereka, ataupun untuk menggelar reuni dengan teman-teman saat sekolah baik teman SMP, SMA maupun saat kuliah.
Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono tidak menyia-nyiakan momentum tersebut. Dia menggelar halal bihalal, bersilaturahmi sekaligus bawa rasa dengan para warga perantau asal Ngawi (7/7) dengan mengambil tempat di halaman Pendapa Kabupaten Ngawi. Dapat ditambahkan bahwa perhelatan Hari Raya di Kabupaten Ngawi selalu berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang jatuh pada tanggal 7 Juli.
Hadir dalam pertemuan tersebut para perantau asal Ngawi yang sukses di perantauan seperti Surabaya, Jakarta, Batam dan sebagainya. Ada yang sukses sebagai pengusaha, sebagai seniman atau seniwati, pedagang, bahkan tidak sedikit yang berkarir di TNI- Polri dan menyandang pangkat jendral.
Suatu misal sebut saja Ikif, wanita asal desa Jambe,Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang namanya sempat membawa nama Ngawi melalui Academy Dangdut Indosiar. Sang juragan beras Nelis adalah pemasok beras terbesar untuk wilayah Jakarta, dia adalah pengusaha asal desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, dan masih banyak lagi perantau asal Ngawi yang sukses.
Dalam paparannya Budi Sulistyono menyampaikan apresiasinya kepada para perantau asal Ngawi atas kepeduliannya terhadap kota asalnya. Dia mengatakan bahwa acara seperti itu akan digelar rutin setiap tahun pada dua hari setelah lebaran.

Masih dalam suasana lebaran pada hari pertama masuk kerja kembali (11/7) setelah libur panjang, Bupati, Wakil Bupati, Uspimda Kabupaten Ngawi mengadakan halal bi halal bersama dengan para PNS lingkung Kabupaten Ngawi. Mereka saling berjabatan tangan ucapan saling memaafkan atas segala kesalakan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tak pelak lagi jika yang mengantri untuk berjabatan tangan berjumlah sekitar 500 orang, maka barisan membentuk ular-ularan yang unik. Usai bersalam-salaman acara dilanjutkan dengan menikmati sajian dengan menu khas lebaran, antara lain lontong dan ketupat. (pdy)
Baca

Guntur Sasono Laksanakan Buka Bersama Sekaligus Tasyakuran Milad ke 70 di Tanah Kelahirannya

Magetan, Investigasi: Buka bersama yang digelar oleh Guntur Sasono, Anggota DPR RI dari Dapil VII berjalan dengan sederhana di Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Sabtu (2/7/16).
Acara buka bersama gelar bersamaan dengan tasyakuran hari ulang tahun dari Guntur Sasono yang ke 70 ini dihadiri oleh jajaran Muspika Sukomoro, Kabupaten Magetan.
Dalam sambutannya, Guntur Sasono mengatakan bahwa kehadiran Muspika di Kecamatan Sukomoro sangat membanggakan dirinya. "Saya adalah orang asli sini (Tinap-red). Namun sering berada diluar kota terus, saya menjadi asing," ujar Guntur.
Selanjunya Guntur membuka kembali memori kenanganya saat lahir dan dibesarkan di Desa Tinap. "Masih banyak teman SD maupun SMP yang saat ini datang," lanjutnya.
Acara buka bersama ini dibarengi dengan tasyakuran Hari Ulang Tahunnya yang ke 70. Guntur berharap bahwa Desa Tinap bagian tengah ini bisa ramai. Lantas Guntur menceritakan kalau sejak kecil, Desa Tinap dibagi menjadi 3 bagian yaitu Tinap Barat (Pos), Tengah dan Timur (Pasar). "Tapi kalau ada lomba, Tinap Tengah selalu kalah terus," ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh Guntur untuk membangun Desa Tinap khususnya bagian tengah seperti mendirikan Yayasan, sekolah SMK, Koperasi dan Bengkel Dokter Mobil. "Untuk sekolah, mboh piye carane dijakarta kita akan nyinggek anggaran sehingga terus mengucur," tegas Guntur.
Diharapkan, momentum Puasa Ramadhan, Guntur Sasono mengajak masyarakat untuk terus berbenah agar menjadi lebih baik. "Diusia yang semakin tua ini, Alhamdulillah saya masih dipercaya oleh negara untuk duduk di DPR RI," lanjut Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI.

Guntur Sasono membuka peluang bagi warga Desa Tinap untuk terbuka bila dibidang pertanian maupun perikanan apabila ingin mendapat bantuan. "Akan saya bantu semaksimal mungkin," pungkas Guntur Sasono. (p-76).
Magetan, Investigasi: Buka bersama yang digelar oleh Guntur Sasono, Anggota DPR RI dari Dapil VII berjalan dengan sederhana di Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Sabtu (2/7/16).
Acara buka bersama gelar bersamaan dengan tasyakuran hari ulang tahun dari Guntur Sasono yang ke 70 ini dihadiri oleh jajaran Muspika Sukomoro, Kabupaten Magetan.
Dalam sambutannya, Guntur Sasono mengatakan bahwa kehadiran Muspika di Kecamatan Sukomoro sangat membanggakan dirinya. "Saya adalah orang asli sini (Tinap-red). Namun sering berada diluar kota terus, saya menjadi asing," ujar Guntur.
Selanjunya Guntur membuka kembali memori kenanganya saat lahir dan dibesarkan di Desa Tinap. "Masih banyak teman SD maupun SMP yang saat ini datang," lanjutnya.
Acara buka bersama ini dibarengi dengan tasyakuran Hari Ulang Tahunnya yang ke 70. Guntur berharap bahwa Desa Tinap bagian tengah ini bisa ramai. Lantas Guntur menceritakan kalau sejak kecil, Desa Tinap dibagi menjadi 3 bagian yaitu Tinap Barat (Pos), Tengah dan Timur (Pasar). "Tapi kalau ada lomba, Tinap Tengah selalu kalah terus," ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh Guntur untuk membangun Desa Tinap khususnya bagian tengah seperti mendirikan Yayasan, sekolah SMK, Koperasi dan Bengkel Dokter Mobil. "Untuk sekolah, mboh piye carane dijakarta kita akan nyinggek anggaran sehingga terus mengucur," tegas Guntur.
Diharapkan, momentum Puasa Ramadhan, Guntur Sasono mengajak masyarakat untuk terus berbenah agar menjadi lebih baik. "Diusia yang semakin tua ini, Alhamdulillah saya masih dipercaya oleh negara untuk duduk di DPR RI," lanjut Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI.

Guntur Sasono membuka peluang bagi warga Desa Tinap untuk terbuka bila dibidang pertanian maupun perikanan apabila ingin mendapat bantuan. "Akan saya bantu semaksimal mungkin," pungkas Guntur Sasono. (p-76).
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100