Berita Terkini

Sosialisasi Asabri Di Kodim 0804/Magetan

Magetan, Investigasi : Kodim 0804 Magetan, Salam hangat Dirut PT. ASABRI (Persero) Mayjen (Purn) Adam R Damiri kepada segenap peserta sosialisasi khususnya keluarga besar Kodim 0804/Magetan disampaikan langsung oleh Ka KCP   PT. ASABRI (Persero) Madiun Kusharianto pembukaan sambutan Sosialisasi Hak dan Kewajiban Peserta ASABRI di Aula Koramil Kota Kab Magetan Kamis, 14 Januari 2016.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa melalui media sosialisasi inilah segenap peserta ASABRI bisa secara terbuka dan langsung menyampaikan segala keluhan, saran, aspirasi serta harapan kepada PT. ASABRI (Persero) yang dituangkan dalam lembaran-lembaran kuisioner yang nantinya segala keluh kesah serta aspirasi peserta akan dievaluasi guna perbaikan dan peningkatan pelayanan kedepannya.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mendekatkan diri antara ASABRI dengan pesertanya. Sembilan manfaat santunan serta informasi seputar teknis pelayanan pensiun menjadi topik utama dalam paparan sosialisasi ASABRI di Kodim 0804/Magetan. Keluarga Besar Kodim 0804/Magetan melalui Kepala Staf Mayor Inf Suyono menyambut baik kegiatan ini dengan ucapan banyak-banyak terima kasih kepada pihak ASABRI dan seluruh PKS ASABRI yang sudah meluangkan waktu untuk menyambangi anggota-anggotanya yang bertugas di Kodim 0804/Magetan untuk memaparkan informasi-informasi yang dirasa sangat penting untuk kemaslahatan seluruh prajurit.

Kegiatan ini akan benar-benar dimanfaatkan sebagai tambahan pengetahuan tentang apa saja hak dan kewajiban peserta yang selama ini masih terasa kurang dan minim pengetahuan tentang apa itu ASABRI. Antusiame peserta sangat baik, mereka dengan seksama mengikuti setiap paparan demi paparan baik itu yang disampaikan oleh ASABRI maupun PKSnya, ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan serta saran yang langsung disampaikan oleh beberapa orang peserta sosialisasi yang memang sengaja dibatasi karena keterbatasan waktu, namun demikian tidak mengurangi semangat antusias setiap peserta yang hadir. Tim sosialisasi dipimpin langsung oleh Bapak Kushariyanto selaku Ka KCP ASABRI Madiun didampingi Saudara Maulana Hasan S.Kom sebagai pemateri dan Para Mitra ASABRI yaitu dari Bank BRI KC Madiun, BTPN Cabang Madiun. Kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar, Dengan Senyum Salam Sapa dan Sabar kami melayani anda karena kami ASABRI adalah Sahabat Dihari Tua Membuat Anda Tenang Bekerja. (Md)
Magetan, Investigasi : Kodim 0804 Magetan, Salam hangat Dirut PT. ASABRI (Persero) Mayjen (Purn) Adam R Damiri kepada segenap peserta sosialisasi khususnya keluarga besar Kodim 0804/Magetan disampaikan langsung oleh Ka KCP   PT. ASABRI (Persero) Madiun Kusharianto pembukaan sambutan Sosialisasi Hak dan Kewajiban Peserta ASABRI di Aula Koramil Kota Kab Magetan Kamis, 14 Januari 2016.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa melalui media sosialisasi inilah segenap peserta ASABRI bisa secara terbuka dan langsung menyampaikan segala keluhan, saran, aspirasi serta harapan kepada PT. ASABRI (Persero) yang dituangkan dalam lembaran-lembaran kuisioner yang nantinya segala keluh kesah serta aspirasi peserta akan dievaluasi guna perbaikan dan peningkatan pelayanan kedepannya.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mendekatkan diri antara ASABRI dengan pesertanya. Sembilan manfaat santunan serta informasi seputar teknis pelayanan pensiun menjadi topik utama dalam paparan sosialisasi ASABRI di Kodim 0804/Magetan. Keluarga Besar Kodim 0804/Magetan melalui Kepala Staf Mayor Inf Suyono menyambut baik kegiatan ini dengan ucapan banyak-banyak terima kasih kepada pihak ASABRI dan seluruh PKS ASABRI yang sudah meluangkan waktu untuk menyambangi anggota-anggotanya yang bertugas di Kodim 0804/Magetan untuk memaparkan informasi-informasi yang dirasa sangat penting untuk kemaslahatan seluruh prajurit.

Kegiatan ini akan benar-benar dimanfaatkan sebagai tambahan pengetahuan tentang apa saja hak dan kewajiban peserta yang selama ini masih terasa kurang dan minim pengetahuan tentang apa itu ASABRI. Antusiame peserta sangat baik, mereka dengan seksama mengikuti setiap paparan demi paparan baik itu yang disampaikan oleh ASABRI maupun PKSnya, ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan serta saran yang langsung disampaikan oleh beberapa orang peserta sosialisasi yang memang sengaja dibatasi karena keterbatasan waktu, namun demikian tidak mengurangi semangat antusias setiap peserta yang hadir. Tim sosialisasi dipimpin langsung oleh Bapak Kushariyanto selaku Ka KCP ASABRI Madiun didampingi Saudara Maulana Hasan S.Kom sebagai pemateri dan Para Mitra ASABRI yaitu dari Bank BRI KC Madiun, BTPN Cabang Madiun. Kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar, Dengan Senyum Salam Sapa dan Sabar kami melayani anda karena kami ASABRI adalah Sahabat Dihari Tua Membuat Anda Tenang Bekerja. (Md)
Baca

Razia Kendaraan Di Perbatasan Jatim-Jateng Menyusul Ledakan Bom Di Jakarta

Ngawi, Investigasi : Peledakan bom oleh Teroris di kawasan gedung Sarinah Jalan MH Tamrin Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB pada awal tahun 2016 ( 14/1 ) membuat gerah Kepolisian Republik Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia dapat menyaksikan peristiwa tersebut  melalui beberapa setasiun televisi yang menayangkan secara langsung. Mereka dapat melihat aksi baku tembak antara Polisi dengan Pelaku Teror. Masyarakat Ngawi yang berada jauh dari lokasi kejadian dalam nonton televisi seolah melihat pertunjukan film spay yang penuh adegan seru.
Menyikapi aksi Teroris tersebut Polres Ngawi mendadak membunyikan sirine Pnggilan Luar Biasa ( PLB ) pada pukul 13.00 WIB pada hari itu juga untuk melaksanakan apel bersama guna memberikan pengarahan antisipasi serta dilanjutkan dengan menurunkan personilnya ke sejumlah titik keramaian yang ada di wilayah Polres Ngawi. Dalam pada itu Waka Polres Ngawi Kompol Edy Priyono, S.Sos., M.H. memimpin langsung apel berlanjut dengan melaksanakan Cipta Kondisi yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Suwarno.
Masih berkaitan dengan peristiwa ledakan bom di Jakarta, untuk mengantisipasi masuknya para teroris ke wilayah timur melalui Ngawi, Polres Ngawi menggelar razia seluruh kendaraan yang melintas dari Jawa Tengah masuk Jawa Timur melalui Ngawi. Seperti diketahui bahwa Kabupatan Ngawi merupakan wilayah Jawa Timur paling barat berbatasan dengan Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Seperti paparan Waka Polres Ngawi Kompol Edy Priyono bahwa selain merazia semua kendaraan yang masuk wilayah Ngawi  lewat Kecamatan Mantingan dari Kabupaten Sragen, juga merazia kendaraan yang masuk wilayah Ngawi melalui jalur lereng gunung lawu di Kecamatan Kendal bagi kendaraan yang masuk dari Kabupaten Karanganyar. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa razia kendaraan tersebut bertujuan mengantisipasi pergerakan para teroris dar wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah yang akan masuk ke wilayah Jawa Timur terlebih ke Kabupaten Ngawi pasca ledakan bom di Jakarta.
Dalam razia tersebut Polisi menghentikan semua kendaraan yang berasal dari Jawa Tengah untuk dilakukan pemeriksaan identitas pengemudi, penumpang dan barang bawaan. Tidak terkecuali terhadap pengendara kendaraan roda dua juga diperiksa.
“Sasaran kami adalah bahan peledak, bahan merakit bom, senjata api, senjata tajam, narkoba, ataupun barang berbahaya lainnya yang mungkin dibawa oleh penumpang,” demikian ungkap Waka Polres Ngawi.
Disisi lain Jajaran Polres Ngawi juga melakukan razia besar-besaran terhadap para pembalap liar yang sering minimbulkan keresahan di masyarakat akibat ulah mereka. Razia gabungan dari Polres, Polsek Kota, Polsek Geneng, Polsek Kwadungan dan Polsek Pangkur. Razia dilaksanakan pukul 01.00 tengah malam hingga dini hari meliputi beberapa titik. Dalam kegiatan tersebut Polisi berhasil menjaring 105 unit sepeda motor berbagai jenis berkut jokinya.

Kasatlantas Polres Ngawi AKP I Made Parwita menegaskan ( 17/1 ) bahwa pihaknya terus membidik lokasi yang sering digunakan untuk balapan liar baik di dalam kota maupun di luar kota. Untuk dalam kota Kasatlantas mengatakan bahwa berlokasi di Jalan Ahmad Yani, sedangkan untuk luar kota yang dibidik adalah yang di Kecamatan Karangjati, Kecamatan Kwadungan, Kecamatan Paron dan Kecamatan Widodaren. Untuk memberikan efek jera terhadap pembalap liar, pihaknya akan menahan sepeda motor selama satu bulan dan bisa diambil pemiliknya sesudah mengikuti sidang di Pengadilan Negeri. Sedangkan untuk sepeda motor yang sengaja diubah-ubah speknya maka akan disuruh mengembalikan sesuai standart. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Peledakan bom oleh Teroris di kawasan gedung Sarinah Jalan MH Tamrin Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB pada awal tahun 2016 ( 14/1 ) membuat gerah Kepolisian Republik Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia dapat menyaksikan peristiwa tersebut  melalui beberapa setasiun televisi yang menayangkan secara langsung. Mereka dapat melihat aksi baku tembak antara Polisi dengan Pelaku Teror. Masyarakat Ngawi yang berada jauh dari lokasi kejadian dalam nonton televisi seolah melihat pertunjukan film spay yang penuh adegan seru.
Menyikapi aksi Teroris tersebut Polres Ngawi mendadak membunyikan sirine Pnggilan Luar Biasa ( PLB ) pada pukul 13.00 WIB pada hari itu juga untuk melaksanakan apel bersama guna memberikan pengarahan antisipasi serta dilanjutkan dengan menurunkan personilnya ke sejumlah titik keramaian yang ada di wilayah Polres Ngawi. Dalam pada itu Waka Polres Ngawi Kompol Edy Priyono, S.Sos., M.H. memimpin langsung apel berlanjut dengan melaksanakan Cipta Kondisi yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Suwarno.
Masih berkaitan dengan peristiwa ledakan bom di Jakarta, untuk mengantisipasi masuknya para teroris ke wilayah timur melalui Ngawi, Polres Ngawi menggelar razia seluruh kendaraan yang melintas dari Jawa Tengah masuk Jawa Timur melalui Ngawi. Seperti diketahui bahwa Kabupatan Ngawi merupakan wilayah Jawa Timur paling barat berbatasan dengan Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Seperti paparan Waka Polres Ngawi Kompol Edy Priyono bahwa selain merazia semua kendaraan yang masuk wilayah Ngawi  lewat Kecamatan Mantingan dari Kabupaten Sragen, juga merazia kendaraan yang masuk wilayah Ngawi melalui jalur lereng gunung lawu di Kecamatan Kendal bagi kendaraan yang masuk dari Kabupaten Karanganyar. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa razia kendaraan tersebut bertujuan mengantisipasi pergerakan para teroris dar wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah yang akan masuk ke wilayah Jawa Timur terlebih ke Kabupaten Ngawi pasca ledakan bom di Jakarta.
Dalam razia tersebut Polisi menghentikan semua kendaraan yang berasal dari Jawa Tengah untuk dilakukan pemeriksaan identitas pengemudi, penumpang dan barang bawaan. Tidak terkecuali terhadap pengendara kendaraan roda dua juga diperiksa.
“Sasaran kami adalah bahan peledak, bahan merakit bom, senjata api, senjata tajam, narkoba, ataupun barang berbahaya lainnya yang mungkin dibawa oleh penumpang,” demikian ungkap Waka Polres Ngawi.
Disisi lain Jajaran Polres Ngawi juga melakukan razia besar-besaran terhadap para pembalap liar yang sering minimbulkan keresahan di masyarakat akibat ulah mereka. Razia gabungan dari Polres, Polsek Kota, Polsek Geneng, Polsek Kwadungan dan Polsek Pangkur. Razia dilaksanakan pukul 01.00 tengah malam hingga dini hari meliputi beberapa titik. Dalam kegiatan tersebut Polisi berhasil menjaring 105 unit sepeda motor berbagai jenis berkut jokinya.

Kasatlantas Polres Ngawi AKP I Made Parwita menegaskan ( 17/1 ) bahwa pihaknya terus membidik lokasi yang sering digunakan untuk balapan liar baik di dalam kota maupun di luar kota. Untuk dalam kota Kasatlantas mengatakan bahwa berlokasi di Jalan Ahmad Yani, sedangkan untuk luar kota yang dibidik adalah yang di Kecamatan Karangjati, Kecamatan Kwadungan, Kecamatan Paron dan Kecamatan Widodaren. Untuk memberikan efek jera terhadap pembalap liar, pihaknya akan menahan sepeda motor selama satu bulan dan bisa diambil pemiliknya sesudah mengikuti sidang di Pengadilan Negeri. Sedangkan untuk sepeda motor yang sengaja diubah-ubah speknya maka akan disuruh mengembalikan sesuai standart. (pdy)
Baca

Kejaksaan Terus Usut Dugaan Proyek Alkes dan Fisik Di RSUD Kota Madiun

Madiun Kota, Investigasi : Kasus dugaan korupsi terkait proyek Alat Kesehatan (Alkes) dan proyek fisik tahun 2013, 2014 dan 2015 yang membelit RSUD Kota Madiun kini tengah di dalami oleh pihak Kejaksaan Negeri Kota Madiun. Kepala Kajari Madiun, Paris Pasaribu dikonfirmasi membenarkan jika saat ini anak buahnya tengah mendalami kasus di rumah sakit berplat merah tersebut. Menurutnya, mencuatnya kasus itu, berawal dari laporan masyarakat. "Ini baru pemanggilan perdana pihak dari RSUD Kota Madiun. Tim akan bekerja. Kan ada laporan ke kita, ya langsung kita tindak lanjuti," katanya, Kamis (14/1).
Apakah Direktur RSUD, Kota Madiun, Resty Lestantini juga akan dipanggil? Paris Pasaribu pun menyerahkan sepenuhnya kepada tim penyidik. Jika memang nantinya ditemukan adanya keterangan dari saksi yang menyangkut Direktur cantik itu, tidak menutup kemungkinan Resty juga bakal dipanggil. "Siapa menurut mereka yang dibutuhkan keterangannya ya kita panggil," jelasnya.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Madiun memanggil tiga pejabat dari RSUD Kota Madiun. Ketiganya yakni, Prio, Hendro dan Yuda. Tak berselang lama, datang lagi pejabat RSUD yang diketahui bernama Yusuf dengan membawa segepok berkas dan langsung memasuki ruangan Kasi Intelijen, Kejari Madiun, Abdul Farid.
Selang sehari setelah pihak Kejaksaan Negeri Madiun memeriksa beberapa pejabat RSUD Kota Madiun, Direktur RSUD, Kota Madiun, Resty Lestantini langsung bertandang ke Kantor Korps Adiyaksa yang berada di jalan Pahlawan, Kota Madiun, Jumat (15/1).
Dengan menggunakan baju batik biru dengan dibalut blazer warna hijau keluar dari lantai dua Kantor Kejari Madiun sekitar pukul 11.00 Wib. Saat dikonfirmasi, Resty berdalih kedatangannya ke kantor tersebut tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik kemarin.
Namun Resty mengakui bahwa pemeriksaan kemarin terkait anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digunakan oleh rumah sakit milik pemerintah daerah itu. Lebih lanjut dikonfirmasi terkait detail permasalahan hingga Kejaksaan memeriksa anak buahnya, Resty langsung melempar pertanyaan tersebut dan meminta wartawan untuk langsung konfirmasi kepada Walikota Madiun, Bambang Irianto.
Sementara itu, Walikota Madiun, Bambang Irianto akhirnya angkat bicara terkait dugaan kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) RSUD Kota Madiun. Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digelontorkan untuk RSUD Kota Madiun diduga diselerwengkan. Untuk itu, saat ini, Kejari Madiun tengah dalam pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dalam kasus ini.
Dijelaskan, Walikota Madiun menyakini bahwa tidak ada penyelewengan terhadap dana sebesar 2 miliar tersebut karena pengadaan Alkes tersebut menggunakan system e-katalog. "Rumah sakit itu salahnya apa? Saya cek kemarin, ternyata sudah e-Katalog. Nggak bisa diselewengkan. Makanya saya bingung,"katanya, Senin (18/1).
Meski begitu, Bambang Irianto menghormati langkah hukum Kejari Madiun untuk mengusut dugaan penyelewengan anggaran tahun 2013, 2014 dan 2015 itu. Pihaknya pun mengaku tidak akan melakukan intervensi ataupun ikut campur dalam pengungkapan kasus tersebut."Silahkan saja, saya tambah senang. Ingat omongan saya, Walikota tidak akan pernah ikut campur di semua pekerjaan. Insya Allah saya clean (bersih). Saya harus mendukung langkah hukum ini, tetapi saya yakin rumah sakit nggak ada masalah,"ujarnya.

Dirinya juga mengaku, sudah memanggil Direktur RSUD, Kota Madiun, Resti Lestantini untuk memberikan penjelasan paska anak buahnya dipanggil Kejaksaan beberapa waktu lalu. "Bu Resty juga sudah saya panggil, katanya semuanya sudah benar," tandasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Kasus dugaan korupsi terkait proyek Alat Kesehatan (Alkes) dan proyek fisik tahun 2013, 2014 dan 2015 yang membelit RSUD Kota Madiun kini tengah di dalami oleh pihak Kejaksaan Negeri Kota Madiun. Kepala Kajari Madiun, Paris Pasaribu dikonfirmasi membenarkan jika saat ini anak buahnya tengah mendalami kasus di rumah sakit berplat merah tersebut. Menurutnya, mencuatnya kasus itu, berawal dari laporan masyarakat. "Ini baru pemanggilan perdana pihak dari RSUD Kota Madiun. Tim akan bekerja. Kan ada laporan ke kita, ya langsung kita tindak lanjuti," katanya, Kamis (14/1).
Apakah Direktur RSUD, Kota Madiun, Resty Lestantini juga akan dipanggil? Paris Pasaribu pun menyerahkan sepenuhnya kepada tim penyidik. Jika memang nantinya ditemukan adanya keterangan dari saksi yang menyangkut Direktur cantik itu, tidak menutup kemungkinan Resty juga bakal dipanggil. "Siapa menurut mereka yang dibutuhkan keterangannya ya kita panggil," jelasnya.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Madiun memanggil tiga pejabat dari RSUD Kota Madiun. Ketiganya yakni, Prio, Hendro dan Yuda. Tak berselang lama, datang lagi pejabat RSUD yang diketahui bernama Yusuf dengan membawa segepok berkas dan langsung memasuki ruangan Kasi Intelijen, Kejari Madiun, Abdul Farid.
Selang sehari setelah pihak Kejaksaan Negeri Madiun memeriksa beberapa pejabat RSUD Kota Madiun, Direktur RSUD, Kota Madiun, Resty Lestantini langsung bertandang ke Kantor Korps Adiyaksa yang berada di jalan Pahlawan, Kota Madiun, Jumat (15/1).
Dengan menggunakan baju batik biru dengan dibalut blazer warna hijau keluar dari lantai dua Kantor Kejari Madiun sekitar pukul 11.00 Wib. Saat dikonfirmasi, Resty berdalih kedatangannya ke kantor tersebut tidak ada kaitannya dengan pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik kemarin.
Namun Resty mengakui bahwa pemeriksaan kemarin terkait anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digunakan oleh rumah sakit milik pemerintah daerah itu. Lebih lanjut dikonfirmasi terkait detail permasalahan hingga Kejaksaan memeriksa anak buahnya, Resty langsung melempar pertanyaan tersebut dan meminta wartawan untuk langsung konfirmasi kepada Walikota Madiun, Bambang Irianto.
Sementara itu, Walikota Madiun, Bambang Irianto akhirnya angkat bicara terkait dugaan kasus korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) RSUD Kota Madiun. Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digelontorkan untuk RSUD Kota Madiun diduga diselerwengkan. Untuk itu, saat ini, Kejari Madiun tengah dalam pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dalam kasus ini.
Dijelaskan, Walikota Madiun menyakini bahwa tidak ada penyelewengan terhadap dana sebesar 2 miliar tersebut karena pengadaan Alkes tersebut menggunakan system e-katalog. "Rumah sakit itu salahnya apa? Saya cek kemarin, ternyata sudah e-Katalog. Nggak bisa diselewengkan. Makanya saya bingung,"katanya, Senin (18/1).
Meski begitu, Bambang Irianto menghormati langkah hukum Kejari Madiun untuk mengusut dugaan penyelewengan anggaran tahun 2013, 2014 dan 2015 itu. Pihaknya pun mengaku tidak akan melakukan intervensi ataupun ikut campur dalam pengungkapan kasus tersebut."Silahkan saja, saya tambah senang. Ingat omongan saya, Walikota tidak akan pernah ikut campur di semua pekerjaan. Insya Allah saya clean (bersih). Saya harus mendukung langkah hukum ini, tetapi saya yakin rumah sakit nggak ada masalah,"ujarnya.

Dirinya juga mengaku, sudah memanggil Direktur RSUD, Kota Madiun, Resti Lestantini untuk memberikan penjelasan paska anak buahnya dipanggil Kejaksaan beberapa waktu lalu. "Bu Resty juga sudah saya panggil, katanya semuanya sudah benar," tandasnya. (p-76)
Baca

Sejarah Joko Budug Gunung Liliran

Ngawi, Investigasi : Joko Budug nama lengkapnya adalah Raden Haryo Bangsal Putra Raja Majapahit. Pada suatu ketika Joko Budug / R. Haryo Bangsal pergi dari rumah sampailah di desa Bayem Taman Daerah Sine Ngawi mampir ke rumah Mbok Rondo Dadapan sampai beberapa waktu.
Di dekat desa Bayem Taman ada Kerajaan yang namanya Kerajaan POHAN. Raja POHAN mempunyai Pohon Pisang Pupus Cinde Mas, di Gunung Liliran, Pada musim kemarau pohon pisang Pupus Cinde Mas layu. Raja Pohan mengadakan Sayembara “Barang Siapa yang bisa mengalirkan air ke pohon pisang Pupus Cinde Mas, Kalau laki-laki akan dijodohkan dengan putrinya, kalau wanita akan dijadikan Sedulur Sinorowati / anak angkat“. Joko Budug mendengar bahwa Raja Pohan mengadakan sayembara, Beliau pamit akan mohon do’a restu pada Mbak Rondo Dadapan, Mbok Rondo Dadapan merestui akhirnya Joko Budug mengikuti Sayembara tersebut.
Dengan kesaktiannya Joko Budug berhasil membuat terowongan dengan tangan kosong, sehingga air mengalir ke tanaman pohon pisang Pupus Cinde Mas. Akhirnya Joko Budug akan dikawinkan dengan Putri Raja Pohan.
Berhubung Joko Budug badannya rata penyakit kulit/gudig. Raja Pohan memerintahkan Patih untuk memandikan/mbilasi Joko Budug di Sendang Gampingan sekarang dukuh Gamping.
Sang Patih melaksanakan perintah Raja. Sang Patih agak kurang pendengarannya/tuli Perintah Sang Raja untuk mbilasidi dengar sang patih untuk Nelasi. Sampai disekat Sendang Gampingan Joko Budug dihabisi/dibunuh. Setelah itu dibuatkan lubang kubur sepanjang orang biasa, setelah dimasukkan ternyata tidak muat, jasadnya tidak bisa masuk lubang kubur dan penjangnya ditambah lagi mencapai 11 (sebelas) meter. namun tidak cukup juga.
Pada waktu itu sesepuh Kerajaan Pohan mendapat wangsit agar Joko Budug dimakamkan bersama Calon Istrinya (anak Raja Pohan) di gunung Liliran. Akhirnya Joko Budug di makamkan digunung Liliran bersama calon istrinya.
Akhirnya Sang Raja Majapahit mendengar kematian Putranya (Joko Budug) jasad keduanya di bawa ke Majapahit. Demikian cerita singkat Makam Joko Budug alias R. Haryo Bangsal yang terletak di Gampingan yang sekarang di sebut dukuh Gamping dan di gunung liliran tinggal petilasan makam. Sampai sekarang Petilasan Makam Joko Budug (R. Haryo Bangsal) yang berada di Gamping maupun di Gunung Liliran banyak pengunjung yang ziarah terutama pada malam Jum’at Legi bulan Suro. (p-76)


Ngawi, Investigasi : Joko Budug nama lengkapnya adalah Raden Haryo Bangsal Putra Raja Majapahit. Pada suatu ketika Joko Budug / R. Haryo Bangsal pergi dari rumah sampailah di desa Bayem Taman Daerah Sine Ngawi mampir ke rumah Mbok Rondo Dadapan sampai beberapa waktu.
Di dekat desa Bayem Taman ada Kerajaan yang namanya Kerajaan POHAN. Raja POHAN mempunyai Pohon Pisang Pupus Cinde Mas, di Gunung Liliran, Pada musim kemarau pohon pisang Pupus Cinde Mas layu. Raja Pohan mengadakan Sayembara “Barang Siapa yang bisa mengalirkan air ke pohon pisang Pupus Cinde Mas, Kalau laki-laki akan dijodohkan dengan putrinya, kalau wanita akan dijadikan Sedulur Sinorowati / anak angkat“. Joko Budug mendengar bahwa Raja Pohan mengadakan sayembara, Beliau pamit akan mohon do’a restu pada Mbak Rondo Dadapan, Mbok Rondo Dadapan merestui akhirnya Joko Budug mengikuti Sayembara tersebut.
Dengan kesaktiannya Joko Budug berhasil membuat terowongan dengan tangan kosong, sehingga air mengalir ke tanaman pohon pisang Pupus Cinde Mas. Akhirnya Joko Budug akan dikawinkan dengan Putri Raja Pohan.
Berhubung Joko Budug badannya rata penyakit kulit/gudig. Raja Pohan memerintahkan Patih untuk memandikan/mbilasi Joko Budug di Sendang Gampingan sekarang dukuh Gamping.
Sang Patih melaksanakan perintah Raja. Sang Patih agak kurang pendengarannya/tuli Perintah Sang Raja untuk mbilasidi dengar sang patih untuk Nelasi. Sampai disekat Sendang Gampingan Joko Budug dihabisi/dibunuh. Setelah itu dibuatkan lubang kubur sepanjang orang biasa, setelah dimasukkan ternyata tidak muat, jasadnya tidak bisa masuk lubang kubur dan penjangnya ditambah lagi mencapai 11 (sebelas) meter. namun tidak cukup juga.
Pada waktu itu sesepuh Kerajaan Pohan mendapat wangsit agar Joko Budug dimakamkan bersama Calon Istrinya (anak Raja Pohan) di gunung Liliran. Akhirnya Joko Budug di makamkan digunung Liliran bersama calon istrinya.
Akhirnya Sang Raja Majapahit mendengar kematian Putranya (Joko Budug) jasad keduanya di bawa ke Majapahit. Demikian cerita singkat Makam Joko Budug alias R. Haryo Bangsal yang terletak di Gampingan yang sekarang di sebut dukuh Gamping dan di gunung liliran tinggal petilasan makam. Sampai sekarang Petilasan Makam Joko Budug (R. Haryo Bangsal) yang berada di Gamping maupun di Gunung Liliran banyak pengunjung yang ziarah terutama pada malam Jum’at Legi bulan Suro. (p-76)


Baca

Perangkat Desa Menghilang, Diduga Gabung Dengan Gafatar

Madiun, Investigasi : Kemunculan kelompok Gerakan Fajar Nusantara atau popular dengan sebutan Gafatar sangatlah menghebohkan berbagai daerah di Indonesia. Di Kabupaten Madiun sendiri ada salah satu perangkat desa bernama Sigit Suko Bisono beserta anak dan istrinya yang menghilang sejak akhir Juli 2015 lalu. Diduga perangkat tersebut telah bergabung dengan kelompok Gafatar.
Dari informasi yang dikumpulkan, Sigit Suko Bisono pergi meninggalkan rumahnya sejak akhir Juli 2015 lalu, Sampai saat ini keberadaannya tidak diketahui, apalgi sejak menghilang perangkat desa ini tidak pernah menghubungi keluarga.
Diketahui, sebelum meninggalkan rumah, Sigit memang aktif dalam kegiatan Gafatar, hampir setiap malam minggu dia bersama istri pergi untuk melakukan pertemuan organisasi disejumlah kota di Madiun, Bahkan diluar kota Madiun.
"Dia selalu pergi setiap malam minggu, pamitnya mau latihan, ya di caruban, surabaya jogya, dimana-mana, dia selalu bilang mau latihan itu saja, latihan gafatar, kalau latihan kadang2 ngajak istrinya," kata Suyatno orangtua Sigit kepada, Rabu (13/1).
Hal tersebut dibenarkan juga oleh Kades Mojorayung Tri Widodo, menurutnya selama menjadi perangkat desa Sigit selalu membawa tabloid untuk ditunjukkan ke teman temannya. Bahkan Sigit sering menggelar kegiatan sosial seperti halnya donor darah dan kerja bakti dihutan. Selain Sigit dan istrinya ada satu lagi warganya yang kini menghilang ikut Gafatar yaitu Ongky yang rumahnya tak jauh dari rumah Sigit.
"Dari desa Mojorayung cuma sigit anak istrinya, dan Ongky, kalau Sigit pergi akhir Juli 2015, kalau Ongky bulan 9,” ungkap Tri Widodo.
Dijelaskan, Sigit selaku Kaur Umum di desa, saat pergi tidak pamit pada dirinya dan orang tuanya. Namun seteleh beberapa lama kepergiannya, Sigit kirim surat lewat Pos yang intinya mengundurkan diri. “Katanya dapat amanat dari Tuhan Yang Maha Esa," jelasnya.
Meski sering melakukan kegiatan di desa, Namun tidak banyak warga di desa Mojorayung yang tertarik ikut organisasi tersebut. Terbukti ketika ada perekrutan banyak warga di desa ini yang tidak mau bergabung.
Inilah sekilas sejarah terkait dengan proses terbentuknya kelompok Gafatar. Gerakan Fajar Nusantara dimulai dari pertikaian antara Ahmad Mushadeq dan Panji Gumilang, keduanya merupakan anggota Negara Islam Indonesia. Mushadeq kemudian mendirikan Al-Qiyadah al-Islamiyah, yang berubah menjadi Komunitas Millah Abraham.
Tahun 2000 Al-Qiyadah al-Islamiyah berdiri dengan Pemimpin: Ahmad Mushadeq alias Abdul Salam. Lelaki kelahiran 21 April 1944 itu dibaiat menjadi anggota NII pada 1987. Namun kemudian terjadi ketidakcocokan dengan NII KWIX pimpinan Panji Gumilang, sehingga Mushadeq mendirikan Al-Qiyadah. Ia ingin memurnikan ajaran Nabi Musa, Isa, dan Muhammad. Ahmad Mushadeq mempunyai pengikut diperkirakan sekitar 8.000 orang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Makassar, dan Kalimantan Selatan dan daerah lainnya.
Ajaran Ibadah: salat malam dan membaca Al-Quran, Tidak mewajibkan pengikutnya melaksanakan rukun Islam, seperti salat, zakat, puasa, dan berhaji, Syahadat: Ashadu ala illaha ilallah, wa asyhadu anna Almasih almaw'ud Rasulullah. Setiap orang di luar Al-Qiyadah adalah musyrik.
7 November 2007 seluruh kegiatan yang dipimpin oleh Ahmad Mushadeq Dilarang MUI 
24 April 2008 Ahmad Mushadeq dipenjara 4 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tahun 2009 Al-Qiyadah berubah menjadi Millah Abraham.  Dengan berganti nama, Al-Qiyadah leluasa mengembangkan organisasinya, sementara tetap menggunakan ajaran Mushadeq. Namun, menurut Mushadeq, Millah hanya komunitas untuk mempertautkan umat, tidak membahas akidah.  
14 Agustus 2011 Gafatar berdiri atas prakarsa 51 orang.

21 Januari 2012 Gafatar dideklarasikan diikuti oleh 14 DPD (14 provinsi). Terakhir mereka telah mempunyai pengurus di 34 provinsi.  Ketua: Mahful M. Tumanurung Asas : Organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Pancasila. Kantor DPP: Jl. Ciputat Raya No. 264, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. (p-76/berbagai sumber)
Madiun, Investigasi : Kemunculan kelompok Gerakan Fajar Nusantara atau popular dengan sebutan Gafatar sangatlah menghebohkan berbagai daerah di Indonesia. Di Kabupaten Madiun sendiri ada salah satu perangkat desa bernama Sigit Suko Bisono beserta anak dan istrinya yang menghilang sejak akhir Juli 2015 lalu. Diduga perangkat tersebut telah bergabung dengan kelompok Gafatar.
Dari informasi yang dikumpulkan, Sigit Suko Bisono pergi meninggalkan rumahnya sejak akhir Juli 2015 lalu, Sampai saat ini keberadaannya tidak diketahui, apalgi sejak menghilang perangkat desa ini tidak pernah menghubungi keluarga.
Diketahui, sebelum meninggalkan rumah, Sigit memang aktif dalam kegiatan Gafatar, hampir setiap malam minggu dia bersama istri pergi untuk melakukan pertemuan organisasi disejumlah kota di Madiun, Bahkan diluar kota Madiun.
"Dia selalu pergi setiap malam minggu, pamitnya mau latihan, ya di caruban, surabaya jogya, dimana-mana, dia selalu bilang mau latihan itu saja, latihan gafatar, kalau latihan kadang2 ngajak istrinya," kata Suyatno orangtua Sigit kepada, Rabu (13/1).
Hal tersebut dibenarkan juga oleh Kades Mojorayung Tri Widodo, menurutnya selama menjadi perangkat desa Sigit selalu membawa tabloid untuk ditunjukkan ke teman temannya. Bahkan Sigit sering menggelar kegiatan sosial seperti halnya donor darah dan kerja bakti dihutan. Selain Sigit dan istrinya ada satu lagi warganya yang kini menghilang ikut Gafatar yaitu Ongky yang rumahnya tak jauh dari rumah Sigit.
"Dari desa Mojorayung cuma sigit anak istrinya, dan Ongky, kalau Sigit pergi akhir Juli 2015, kalau Ongky bulan 9,” ungkap Tri Widodo.
Dijelaskan, Sigit selaku Kaur Umum di desa, saat pergi tidak pamit pada dirinya dan orang tuanya. Namun seteleh beberapa lama kepergiannya, Sigit kirim surat lewat Pos yang intinya mengundurkan diri. “Katanya dapat amanat dari Tuhan Yang Maha Esa," jelasnya.
Meski sering melakukan kegiatan di desa, Namun tidak banyak warga di desa Mojorayung yang tertarik ikut organisasi tersebut. Terbukti ketika ada perekrutan banyak warga di desa ini yang tidak mau bergabung.
Inilah sekilas sejarah terkait dengan proses terbentuknya kelompok Gafatar. Gerakan Fajar Nusantara dimulai dari pertikaian antara Ahmad Mushadeq dan Panji Gumilang, keduanya merupakan anggota Negara Islam Indonesia. Mushadeq kemudian mendirikan Al-Qiyadah al-Islamiyah, yang berubah menjadi Komunitas Millah Abraham.
Tahun 2000 Al-Qiyadah al-Islamiyah berdiri dengan Pemimpin: Ahmad Mushadeq alias Abdul Salam. Lelaki kelahiran 21 April 1944 itu dibaiat menjadi anggota NII pada 1987. Namun kemudian terjadi ketidakcocokan dengan NII KWIX pimpinan Panji Gumilang, sehingga Mushadeq mendirikan Al-Qiyadah. Ia ingin memurnikan ajaran Nabi Musa, Isa, dan Muhammad. Ahmad Mushadeq mempunyai pengikut diperkirakan sekitar 8.000 orang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Padang, Makassar, dan Kalimantan Selatan dan daerah lainnya.
Ajaran Ibadah: salat malam dan membaca Al-Quran, Tidak mewajibkan pengikutnya melaksanakan rukun Islam, seperti salat, zakat, puasa, dan berhaji, Syahadat: Ashadu ala illaha ilallah, wa asyhadu anna Almasih almaw'ud Rasulullah. Setiap orang di luar Al-Qiyadah adalah musyrik.
7 November 2007 seluruh kegiatan yang dipimpin oleh Ahmad Mushadeq Dilarang MUI 
24 April 2008 Ahmad Mushadeq dipenjara 4 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tahun 2009 Al-Qiyadah berubah menjadi Millah Abraham.  Dengan berganti nama, Al-Qiyadah leluasa mengembangkan organisasinya, sementara tetap menggunakan ajaran Mushadeq. Namun, menurut Mushadeq, Millah hanya komunitas untuk mempertautkan umat, tidak membahas akidah.  
14 Agustus 2011 Gafatar berdiri atas prakarsa 51 orang.

21 Januari 2012 Gafatar dideklarasikan diikuti oleh 14 DPD (14 provinsi). Terakhir mereka telah mempunyai pengurus di 34 provinsi.  Ketua: Mahful M. Tumanurung Asas : Organisasi kemasyarakatan yang berasaskan Pancasila. Kantor DPP: Jl. Ciputat Raya No. 264, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. (p-76/berbagai sumber)
Baca

Palenggahan Agung Srigathi, Tempat Untuk Mengasah Bathin

Ngawi, Investigasi : Bulan Sura yang merupakan bulan pertama pada tahun Saka boleh dikatakan sebagai bulan istimewa di kalangan masyarakat Jawa. Mengenai penetapan kapan datangnya bulan Sura atau kapan tanggal satu Sura, masyarakat Jawa menganut adanya dua paham, yaitu ASAPON dan ABOGE. Penganut paham Asapon meyakini bahwa tanggal 1 Sura pada tahun Alip bertepatan dengan hari Selasa Pon sedangkan penganut paham Aboge meyakini bahwa tanggal 1 Sura pada tahun Alip jatuh pada hari Rebo Wage.
Pada malam tanggal 1 Sura masyarakat Jawa banyak yang melakukan ritual tidak tidur (Bhs. Jawa : melekan) yang biasa disebut dengan istilah Jawa mapak tanggal. Tdak berhenti pada tanggal 1 Sura mereka melakukan ritual sebagai wujud dari pendekatan diri dengan Sang Pencipta, tapi terus berlanjut sampai sepanjang bulan.
Di kawasan Alas Ketonggo tepatnya di sekitar Palenggahan Agung Srigati pada malam tanggal 1 Sura lalu telah dipadati oleh pengunjung dari berbagai kota baik dari dalam wilayah Kabupaten Ngawi maupun dari luar wilayah Kabupaten, bahkan dari luar pulau Jawa ada juga yang menyempatkan datang.
Acara ritual yang lebih menarik di Palenggahan Agung Srigati adalah acara tahunan yang rutin diselenggarakan, yaitu acara yang disebut “ Ganti Langse “, yang dapat diterjemahkan mengganti kain. Kain yang dimaksudkan adalah kain sebagai kerudung pada bangunan relatif kecil di mana tempat sakral berada.  Bangunan kecil sebagian orang menyebut pundhen, ada juga yang menyebut sanggar, ada juga yang menyebut padhepokan, namun masing-masing mereka punya satu pengertian bahwa di situlah makhluk halus Eyang Srigati bersemayam. Secara umum tempat itu diberi nama atau sebutan Palenggahan Agung Srigati. Acara Ganti Langse diselenggarakan pada saat bulan purnama atau dalam bahasa Jawa dengan sebutan purnama sidi yaitu pada saat rembulan berbentuk bulat penuh di bulan Sura yang jatuh pada tanggal lima belas.
Kain putih yang telah berjasa melindungi persemayaman dari Eyang Srigati pada saat purnama sidi itulah diganti dengan kain baru melalui upacara ritual. Selanjutnya kain bekas tersebut sangat diminati oleh para pengunjung untuk memilikinya sebagai barang yang mengandung tuah. Untuk itu pengunjung rela mengantri guna mendapatkan sesobek kain dengan disertai memberikan dana secara suka rela dan ikhlas lahir maupun batin.
Acara ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo yang terletak di desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi tahun 2015 ini diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober lalu. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru selain mengikuti jalannya upacara juga disuguhi hiburan seperti biasanya yaitu pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Kali ini tiga dalang tampil secara bergantian yaitu Ki Mulyo, Ki Bambang dan Ki Rahmat, didukung 6 orang suarawati. Hadir dalam perhelatan ini PJS Bupati Ngawi Sudjono, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi yang akrab dipanggil Mas Antok, Kahumas Prasetyo, para Camat dan para Kepala Desa serta para tokoh masyarakat. Kades Babadan Joko S sarimbit sebagai tuan rumah nampak mengenakan pakaian adat Jawa sesuai dengan nuansa kejawen yang berlangsung.
Dalam kesempatan itu calon Bupati petahana yang akan berlaga pada 9 Desember mendatang dengan nomer urut 1 yaitu Mbah Kung Kanang Budi Sulistyono juga hadir dan sempat menyisipkan waktu di celah berlangsungnya pakeliran wayang kulit.

Ratusan mobil dan ribuan sepeda motor memadati kawasan Alas Ketonggo. Pengunjung nampak asyik dengan kesibukan masing-masing. Para penggemar wayang dengan santai menikmati pagelaran wayang, sementara ada yang melakukan ritual dengan istilah ngalap berkah di Palenggahan Agung Srigati, sebagian ada yang melaksanakan mandi kungkum di kali tempur, ada yang menjalankan ritual di petilasan Bung Karno, di Kori Gapit, Tugu Mas, Sendhang Drajad dan lainnya sesuai dengan selera masing-masing.(pdy)
Ngawi, Investigasi : Bulan Sura yang merupakan bulan pertama pada tahun Saka boleh dikatakan sebagai bulan istimewa di kalangan masyarakat Jawa. Mengenai penetapan kapan datangnya bulan Sura atau kapan tanggal satu Sura, masyarakat Jawa menganut adanya dua paham, yaitu ASAPON dan ABOGE. Penganut paham Asapon meyakini bahwa tanggal 1 Sura pada tahun Alip bertepatan dengan hari Selasa Pon sedangkan penganut paham Aboge meyakini bahwa tanggal 1 Sura pada tahun Alip jatuh pada hari Rebo Wage.
Pada malam tanggal 1 Sura masyarakat Jawa banyak yang melakukan ritual tidak tidur (Bhs. Jawa : melekan) yang biasa disebut dengan istilah Jawa mapak tanggal. Tdak berhenti pada tanggal 1 Sura mereka melakukan ritual sebagai wujud dari pendekatan diri dengan Sang Pencipta, tapi terus berlanjut sampai sepanjang bulan.
Di kawasan Alas Ketonggo tepatnya di sekitar Palenggahan Agung Srigati pada malam tanggal 1 Sura lalu telah dipadati oleh pengunjung dari berbagai kota baik dari dalam wilayah Kabupaten Ngawi maupun dari luar wilayah Kabupaten, bahkan dari luar pulau Jawa ada juga yang menyempatkan datang.
Acara ritual yang lebih menarik di Palenggahan Agung Srigati adalah acara tahunan yang rutin diselenggarakan, yaitu acara yang disebut “ Ganti Langse “, yang dapat diterjemahkan mengganti kain. Kain yang dimaksudkan adalah kain sebagai kerudung pada bangunan relatif kecil di mana tempat sakral berada.  Bangunan kecil sebagian orang menyebut pundhen, ada juga yang menyebut sanggar, ada juga yang menyebut padhepokan, namun masing-masing mereka punya satu pengertian bahwa di situlah makhluk halus Eyang Srigati bersemayam. Secara umum tempat itu diberi nama atau sebutan Palenggahan Agung Srigati. Acara Ganti Langse diselenggarakan pada saat bulan purnama atau dalam bahasa Jawa dengan sebutan purnama sidi yaitu pada saat rembulan berbentuk bulat penuh di bulan Sura yang jatuh pada tanggal lima belas.
Kain putih yang telah berjasa melindungi persemayaman dari Eyang Srigati pada saat purnama sidi itulah diganti dengan kain baru melalui upacara ritual. Selanjutnya kain bekas tersebut sangat diminati oleh para pengunjung untuk memilikinya sebagai barang yang mengandung tuah. Untuk itu pengunjung rela mengantri guna mendapatkan sesobek kain dengan disertai memberikan dana secara suka rela dan ikhlas lahir maupun batin.
Acara ritual Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati Alas Ketonggo yang terletak di desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi tahun 2015 ini diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober lalu. Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru selain mengikuti jalannya upacara juga disuguhi hiburan seperti biasanya yaitu pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Kali ini tiga dalang tampil secara bergantian yaitu Ki Mulyo, Ki Bambang dan Ki Rahmat, didukung 6 orang suarawati. Hadir dalam perhelatan ini PJS Bupati Ngawi Sudjono, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi yang akrab dipanggil Mas Antok, Kahumas Prasetyo, para Camat dan para Kepala Desa serta para tokoh masyarakat. Kades Babadan Joko S sarimbit sebagai tuan rumah nampak mengenakan pakaian adat Jawa sesuai dengan nuansa kejawen yang berlangsung.
Dalam kesempatan itu calon Bupati petahana yang akan berlaga pada 9 Desember mendatang dengan nomer urut 1 yaitu Mbah Kung Kanang Budi Sulistyono juga hadir dan sempat menyisipkan waktu di celah berlangsungnya pakeliran wayang kulit.

Ratusan mobil dan ribuan sepeda motor memadati kawasan Alas Ketonggo. Pengunjung nampak asyik dengan kesibukan masing-masing. Para penggemar wayang dengan santai menikmati pagelaran wayang, sementara ada yang melakukan ritual dengan istilah ngalap berkah di Palenggahan Agung Srigati, sebagian ada yang melaksanakan mandi kungkum di kali tempur, ada yang menjalankan ritual di petilasan Bung Karno, di Kori Gapit, Tugu Mas, Sendhang Drajad dan lainnya sesuai dengan selera masing-masing.(pdy)
Baca

Buah Alpukat Memiliki Nutrisi Yang Tinggi

Investigasi Sehat : Alpukat (Persea americana) — dalam Bahasa Indonesia baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut sebagai avokad — merupakan buah yang sering kita jumpai. Buah serbaguna ini memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi manusia. Ada banyak zat yang kaya manfaat yang terdapat di buah ini. Buah berwarna hijau ini sering dimanfaatkan untuk jus atau bahan dalam es campur maupun hidangan lainnya. Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukainya. Sebagian orang takut untuk mengkonsumsinya karena dianggap memiliki kandungan lemak yang tinggi. Apakah memang benar demikian? Apa saja manfaat dan khasiat alpukat atau avokad?
Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan coklat, jagung dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah alpukat atau avokad mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.
 Tips Cara Memilih Buah Alpukat
Sewaktu Anda pergi ke pasar untuk membeli alpukat, jangan pernah menilai matangnya sebuah alpukat dari warna kulitnya. Jika buah alpukat yang Anda temui berwarna lebih tua atau kecoklatan, belum tentu buah alpukat tersebut telah matang. Cobalah sedikit menekan buah alpukat tersebut. Jika terasa lebih lunak berarti buah itu sudah matang. 
Manfaat Alpukat
Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.
Dalam bidang kecantikan, buah alpukat juga sering digunakan sebagai masker wajah. Buah ini dianggap mampu membuat kulit lebih kencang. Buah alpukat juga bermanfaat untuk perawatan rambut misalnya sewaktu melakukan creambath.
Selain itu, sebagai buah, alpukat juga tentu bisa dinikmati sebagai hidangan yang lezat. Berbagai hidangan disajikan dengan menambah alpukat sebagai bagian dari hidangan tersebut.
 Zat Kaya Manfaat dalam Alpukat
Alpukat atau avokad memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.
Selain itu alpukat mengandung lemak yang cukup tinggi. Namun jangan takut karena lemak pada alpukat mirip dengan lemak pada minyak zaitun yang sangat sehat. Lemak yang dikandung dalam alpukat adalah lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh. Lemak pada alpukat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.
Berikut ini penjelasan beberapa zat dalam alpukat atau avokad yang bermanfaat bagi tubuh kita:
Vitamin E dan vitamin A
Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.
Potasium atau Kalium
Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.
Lemak tak jenuh
Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.
Asam oleat
Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.
Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.
Zat Besi dan Tembaga
Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.
Mineral Mangaan dan Seng
Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.
Hidup Sehat dengan Alpukat

Di beberapa bagian dunia, buah ini dianggap sebagai salah satu buah eksotis dan langka. Mungkin alpukat telah memainkan peranan penting dalam diet makanan Anda. Setelah merasa berbagai hidangan yang mengandung alpukat atau avokad, Anda mungkin dapat mengatakan bahwa buah ini benar-benar banyak manfaatnya dan juga buah yang lezat. (p-76)
Investigasi Sehat : Alpukat (Persea americana) — dalam Bahasa Indonesia baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut sebagai avokad — merupakan buah yang sering kita jumpai. Buah serbaguna ini memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi manusia. Ada banyak zat yang kaya manfaat yang terdapat di buah ini. Buah berwarna hijau ini sering dimanfaatkan untuk jus atau bahan dalam es campur maupun hidangan lainnya. Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukainya. Sebagian orang takut untuk mengkonsumsinya karena dianggap memiliki kandungan lemak yang tinggi. Apakah memang benar demikian? Apa saja manfaat dan khasiat alpukat atau avokad?
Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan coklat, jagung dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah alpukat atau avokad mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.
 Tips Cara Memilih Buah Alpukat
Sewaktu Anda pergi ke pasar untuk membeli alpukat, jangan pernah menilai matangnya sebuah alpukat dari warna kulitnya. Jika buah alpukat yang Anda temui berwarna lebih tua atau kecoklatan, belum tentu buah alpukat tersebut telah matang. Cobalah sedikit menekan buah alpukat tersebut. Jika terasa lebih lunak berarti buah itu sudah matang. 
Manfaat Alpukat
Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.
Dalam bidang kecantikan, buah alpukat juga sering digunakan sebagai masker wajah. Buah ini dianggap mampu membuat kulit lebih kencang. Buah alpukat juga bermanfaat untuk perawatan rambut misalnya sewaktu melakukan creambath.
Selain itu, sebagai buah, alpukat juga tentu bisa dinikmati sebagai hidangan yang lezat. Berbagai hidangan disajikan dengan menambah alpukat sebagai bagian dari hidangan tersebut.
 Zat Kaya Manfaat dalam Alpukat
Alpukat atau avokad memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.
Selain itu alpukat mengandung lemak yang cukup tinggi. Namun jangan takut karena lemak pada alpukat mirip dengan lemak pada minyak zaitun yang sangat sehat. Lemak yang dikandung dalam alpukat adalah lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh. Lemak pada alpukat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.
Berikut ini penjelasan beberapa zat dalam alpukat atau avokad yang bermanfaat bagi tubuh kita:
Vitamin E dan vitamin A
Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.
Potasium atau Kalium
Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.
Lemak tak jenuh
Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.
Asam oleat
Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.
Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.
Zat Besi dan Tembaga
Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.
Mineral Mangaan dan Seng
Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.
Hidup Sehat dengan Alpukat

Di beberapa bagian dunia, buah ini dianggap sebagai salah satu buah eksotis dan langka. Mungkin alpukat telah memainkan peranan penting dalam diet makanan Anda. Setelah merasa berbagai hidangan yang mengandung alpukat atau avokad, Anda mungkin dapat mengatakan bahwa buah ini benar-benar banyak manfaatnya dan juga buah yang lezat. (p-76)
Baca

Asyik Cari Ikan, Warga Madiun Temukan Jenglot

Madiun Kota, Investigasi : Asyik mencari ikan, Tukimin warga Jl. Singosari Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (5/1/16) menemukan jenglot di Bengawan Madiun. Penemuan jenglot tersebut sontak membuat geger warga Patihan.
Tukimin menemukan jenglot saat mencari ikan dengan menggunakan listrik atau setrum di Sungai Bengawan Madiun. Menurut dia, tiba-tiba kawat pada alat setrumnya menyentuh benda kotak seukuran dompet wanita. Setelah benda tersebut diangkat dan dibuka, Tukimin kaget ternyata isinya adalah jenglot.
“Saya awalnya tidak menyangka benda yang nyantol di alat setrum adalah kotak berisi jenglot. Kotak kayu itu seukuran dompet ibu-ibu. Setelah saya buka kotak tersebut, ternyata isi jenglot,” kata Tukimin, saat dijumpai wartawan di rumahnya, dikutip dar, Rabu (13/1/2016)
Tukimin mengaku sebelumnya pernah juga menemukan jenglot di Sungai Bengawan, namun tidak bisa menyebut secara pasti kronologi atau tanggal penemuan tersebut. Penemuan jenglot kali pertama, lanjut dia, saat mencari pasir di tepi Sungai Bangawan Madiun.
Karena dibeli, Tukimin menjelaskan, jenglot temuan pertama sudah berada di tangan orang lain. “Ini penemuan jenglot untuk kedua kalinya. Sebelumya saya pernah menemukan jenglot saat mencari pasir di Sungai Bengawan Madiun. Jenglot tersebut kemudian dibeli orang lain,” jelas Tukimin.
Saat disinggung nasib jenglot yang baru ditemukan juga di Sungai Bengawan Madiun, dia menyebut, sementara waktu akan disimpan terlebih dahulu di rumah. Pantauan Madiunpos.com, rumah Tukimin sempat ramai dikerubungi puluhan orang yang penasaran dan ingin menyaksikan dari dekat wujud benda yang dikabarkan tergolong makhluk gaib tersebut.

“Saya penasaran. Seperti apa wujud jenglot? Selama ini saya cuma mendengar namanya, tapi tidak pernah melihat secara langsung wujud jenglot,” kata Beny yang rela hadir di rumah Tukimin. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Asyik mencari ikan, Tukimin warga Jl. Singosari Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Selasa (5/1/16) menemukan jenglot di Bengawan Madiun. Penemuan jenglot tersebut sontak membuat geger warga Patihan.
Tukimin menemukan jenglot saat mencari ikan dengan menggunakan listrik atau setrum di Sungai Bengawan Madiun. Menurut dia, tiba-tiba kawat pada alat setrumnya menyentuh benda kotak seukuran dompet wanita. Setelah benda tersebut diangkat dan dibuka, Tukimin kaget ternyata isinya adalah jenglot.
“Saya awalnya tidak menyangka benda yang nyantol di alat setrum adalah kotak berisi jenglot. Kotak kayu itu seukuran dompet ibu-ibu. Setelah saya buka kotak tersebut, ternyata isi jenglot,” kata Tukimin, saat dijumpai wartawan di rumahnya, dikutip dar, Rabu (13/1/2016)
Tukimin mengaku sebelumnya pernah juga menemukan jenglot di Sungai Bengawan, namun tidak bisa menyebut secara pasti kronologi atau tanggal penemuan tersebut. Penemuan jenglot kali pertama, lanjut dia, saat mencari pasir di tepi Sungai Bangawan Madiun.
Karena dibeli, Tukimin menjelaskan, jenglot temuan pertama sudah berada di tangan orang lain. “Ini penemuan jenglot untuk kedua kalinya. Sebelumya saya pernah menemukan jenglot saat mencari pasir di Sungai Bengawan Madiun. Jenglot tersebut kemudian dibeli orang lain,” jelas Tukimin.
Saat disinggung nasib jenglot yang baru ditemukan juga di Sungai Bengawan Madiun, dia menyebut, sementara waktu akan disimpan terlebih dahulu di rumah. Pantauan Madiunpos.com, rumah Tukimin sempat ramai dikerubungi puluhan orang yang penasaran dan ingin menyaksikan dari dekat wujud benda yang dikabarkan tergolong makhluk gaib tersebut.

“Saya penasaran. Seperti apa wujud jenglot? Selama ini saya cuma mendengar namanya, tapi tidak pernah melihat secara langsung wujud jenglot,” kata Beny yang rela hadir di rumah Tukimin. (p-76)
Baca

Tanam Ratusan Pohon, Untuk Wujudkan Serapan Air

Madiun, Investigasi : Salah satu upaya untuk menghijaukan kembali hutan yang telah gundul sehingga penyerapan air bisa maksimal adalah dengan menanaminya dengan pepohonan atau melakukan penghijauan. Hal inilah yang dilakukan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom bersama Djoko Setijono, Ketua DPRD Kabupaten Madiun. Selasa (12/1/16).
Acara yang diselenggarakan oleh pihak Kodim 0803 Madiun ini dilaksanakan di Lapangan Tembak yang bertempat di lereng Gunung Kendil, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Tampak hadir Komandan Kodim 0803 Madiun, Letkol. Inf. Rachman Fikri, Anggota Forpimda Kab. Madiun, Adm. Perhutani di Madiun, anggota TNI/POLRI dan juga anggota Perbakin Madiun.
 Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf. Rachman Fikri, mengatakan, bahwa kegiatan penghijauan yang diselenggarakan pada saat ini merupakan salah satu upaya dari Kodim 0803 Madiun untuk mewujudkan daerah serapan air disekitar lapangan tembak/ Gunung Kendil ini. Melalui kegiatan memanam pohon ini diharapkan kedepannya kawasan lapangan tembak Kodim 0803 Madiun di gunung Kendil ini mampu menyediakan sumber air yang bermanfaat bagi kita semua baik untuk konsumsi, pertanian maupun usaha pemancingan ikan. Sehingga pada akhirnya nanti kawasan gunung Kendil ini bisa menjadi wahana wisata keluarga yang indah, asri dan nyaman bagi keluarga.
 Sementara itu, Bupati Madiun H. Muhtarom, mengatakan, bahwa penhijauan yang kita lakukan saat ini akan dinikmati hasilnya oleh anak cucu kita. Untuk itu kegiatan penghijauan ini harus dilakukan terus menerus, jangan hanya sekedar mengikuti evoria saja. Setelah kita menanam hari ini, hendaknya diadakan kegiatan lanjutan yaitu merawat dan memelihara dan menjaga tanaman yang kita tanam. Biarpun sedikit kalau dirawat dengan baik, tentunya akan bermanfaat bagi kita semua utamanya menyediaan mata air untuk anak cucu kita. Seperti kita ketahui bersama, bahwa saat ini air permukaan kita selalu mengalami penurunan.
Agar impian untuk menjadikan lapangan tembak Kodim 0803 Madiun ini sekaligus sebagai wana wisata, maka tidak ada salahnya kalau wilayah nya dibagi-bagi sesuai jumlah Koramil yang ada di Madiun. Setiap Koramil diwajibkan merawat tanaman di kavlingnya masing-masing sehingga tanaman yang kita tanam pada hari ini akan tumbuh subur sesuai apa yang kita inginkan.

 Jumlah tanaman yang ditanam pada kesempatan ini sebanyak 750 botang terdiri jenis kayu Mahoni sebanyak 600 batang dan jenis Trembesi sebanyak 150 batang. (p-76)
Madiun, Investigasi : Salah satu upaya untuk menghijaukan kembali hutan yang telah gundul sehingga penyerapan air bisa maksimal adalah dengan menanaminya dengan pepohonan atau melakukan penghijauan. Hal inilah yang dilakukan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom bersama Djoko Setijono, Ketua DPRD Kabupaten Madiun. Selasa (12/1/16).
Acara yang diselenggarakan oleh pihak Kodim 0803 Madiun ini dilaksanakan di Lapangan Tembak yang bertempat di lereng Gunung Kendil, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Tampak hadir Komandan Kodim 0803 Madiun, Letkol. Inf. Rachman Fikri, Anggota Forpimda Kab. Madiun, Adm. Perhutani di Madiun, anggota TNI/POLRI dan juga anggota Perbakin Madiun.
 Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0803 Madiun Letkol Inf. Rachman Fikri, mengatakan, bahwa kegiatan penghijauan yang diselenggarakan pada saat ini merupakan salah satu upaya dari Kodim 0803 Madiun untuk mewujudkan daerah serapan air disekitar lapangan tembak/ Gunung Kendil ini. Melalui kegiatan memanam pohon ini diharapkan kedepannya kawasan lapangan tembak Kodim 0803 Madiun di gunung Kendil ini mampu menyediakan sumber air yang bermanfaat bagi kita semua baik untuk konsumsi, pertanian maupun usaha pemancingan ikan. Sehingga pada akhirnya nanti kawasan gunung Kendil ini bisa menjadi wahana wisata keluarga yang indah, asri dan nyaman bagi keluarga.
 Sementara itu, Bupati Madiun H. Muhtarom, mengatakan, bahwa penhijauan yang kita lakukan saat ini akan dinikmati hasilnya oleh anak cucu kita. Untuk itu kegiatan penghijauan ini harus dilakukan terus menerus, jangan hanya sekedar mengikuti evoria saja. Setelah kita menanam hari ini, hendaknya diadakan kegiatan lanjutan yaitu merawat dan memelihara dan menjaga tanaman yang kita tanam. Biarpun sedikit kalau dirawat dengan baik, tentunya akan bermanfaat bagi kita semua utamanya menyediaan mata air untuk anak cucu kita. Seperti kita ketahui bersama, bahwa saat ini air permukaan kita selalu mengalami penurunan.
Agar impian untuk menjadikan lapangan tembak Kodim 0803 Madiun ini sekaligus sebagai wana wisata, maka tidak ada salahnya kalau wilayah nya dibagi-bagi sesuai jumlah Koramil yang ada di Madiun. Setiap Koramil diwajibkan merawat tanaman di kavlingnya masing-masing sehingga tanaman yang kita tanam pada hari ini akan tumbuh subur sesuai apa yang kita inginkan.

 Jumlah tanaman yang ditanam pada kesempatan ini sebanyak 750 botang terdiri jenis kayu Mahoni sebanyak 600 batang dan jenis Trembesi sebanyak 150 batang. (p-76)
Baca

Keraton Wirotho, Salah Satu Kerajaan Purwa Di Jawa

Ngawi, Investigasi : Sebagaimana telah kita informasikan sebelumnya bahwa Ngawi mempunyai beberapa tempat wisata yang belum ter-ekspose, belum dirawat, dan belum dijadikan sebagai icon untuk menarik para wisatawan datang ke Ngawi. Salah satu objek wisata yang sangat fenomenal ini adalah Petilasan Keraton Wirotho. Petilasan ini termasuk kerajaan purwa yang terdapat di tanah jawa, kemudian masyarakat sekitar menyebutnya dengan sebutan Wirotho Ghoib.
Petilasan ini terletak di desa Tanjungsari, kecamatan Jogorogo, tentunya di Ngawi kita tercinta, Jawa Timur. Bagi anda yang penasaran dengan petilasan ini, disarankan untuk segera mengunjunginya, karena panorama alamnya sungguh menakjubkan, anda akan melewati hutan tebu yang berjejeran.
Petilasan Keraton Wirotho ini biasanya digunakan untuk acara meditasi dan tirakatan juga. Konon katanya petilasan ini di temukan oleh salah satu kerabat dari Keraton Mangkunegara Surakarta, dan dikenal dengan sebutan Wilmiyah Kusuma Pranala.
Di Petilasan Keraton Wirotho ini ternyata terdapat Lingga Yoni yang tersimpan di dalamnya. Menakjukan bukan? disini juga terdapat penginapan loh, buat anda yang kemalaman. Jika anda memasuki wilayah ini, anda akan merasakan kemistisan dari wilayah ini.
Dahulu terdapat keluarga yang konon katanya dipercayai pernah singgah dan berdiam diri di petilasan ini. Siapa saja sih yang pernah tinggal di tempat ini? Jadi konon dahulu kala itu, keluarga Ratu Wirotho Prabu Maksopati, yaitu Dewi Roro Manis, Seto, Utopo, Wiratsongko, dan Dewi Durgandini.

Mari ajak keluarga tercinta, teman, kerabat, dan saudara untuk mengunjungi tempat bersejarah ini, sebagai wujud perhatian kita ke budaya dan sejarah lama.
Ngawi, Investigasi : Sebagaimana telah kita informasikan sebelumnya bahwa Ngawi mempunyai beberapa tempat wisata yang belum ter-ekspose, belum dirawat, dan belum dijadikan sebagai icon untuk menarik para wisatawan datang ke Ngawi. Salah satu objek wisata yang sangat fenomenal ini adalah Petilasan Keraton Wirotho. Petilasan ini termasuk kerajaan purwa yang terdapat di tanah jawa, kemudian masyarakat sekitar menyebutnya dengan sebutan Wirotho Ghoib.
Petilasan ini terletak di desa Tanjungsari, kecamatan Jogorogo, tentunya di Ngawi kita tercinta, Jawa Timur. Bagi anda yang penasaran dengan petilasan ini, disarankan untuk segera mengunjunginya, karena panorama alamnya sungguh menakjubkan, anda akan melewati hutan tebu yang berjejeran.
Petilasan Keraton Wirotho ini biasanya digunakan untuk acara meditasi dan tirakatan juga. Konon katanya petilasan ini di temukan oleh salah satu kerabat dari Keraton Mangkunegara Surakarta, dan dikenal dengan sebutan Wilmiyah Kusuma Pranala.
Di Petilasan Keraton Wirotho ini ternyata terdapat Lingga Yoni yang tersimpan di dalamnya. Menakjukan bukan? disini juga terdapat penginapan loh, buat anda yang kemalaman. Jika anda memasuki wilayah ini, anda akan merasakan kemistisan dari wilayah ini.
Dahulu terdapat keluarga yang konon katanya dipercayai pernah singgah dan berdiam diri di petilasan ini. Siapa saja sih yang pernah tinggal di tempat ini? Jadi konon dahulu kala itu, keluarga Ratu Wirotho Prabu Maksopati, yaitu Dewi Roro Manis, Seto, Utopo, Wiratsongko, dan Dewi Durgandini.

Mari ajak keluarga tercinta, teman, kerabat, dan saudara untuk mengunjungi tempat bersejarah ini, sebagai wujud perhatian kita ke budaya dan sejarah lama.
Baca

Khasiat Mentimun Untuk Menjaga kesehatan Tubuh

Investigasi Sehat : Mentimun adalah jenis tanaman yang bisa dimakan yang berasal dari berbagai jenis labu-labuan. Selain untuk makanan mentimun juga bermnfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, kanker, menurunkan dehidrasi serta menurunkan tekanan darah tinggi. 
Mentimun kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium, bila dicampur dengan jus wortel, mereka bisa meredakan encok dan nyeri artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.
Berikut Adalah Manfaat Mentimun untuk Kesehatan :
1.      Menurunkan Tekanan Darah
Didalam mentimun terkandung potasium, magnesium dan serat yang mampu menjaga tekanan darah anda dengan normal.
2.      Melawan Kanker
Mentimun mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol - sehingga dengan kandungan ini mampu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker prostat, kanker rahim, dan kanker ovarium.
3.      Meringankan Sakit Asam Urat dan Rematik
Mentimun kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium, bila dicampur dengan jus wortel, mereka bisa meredakan encok dan nyeri artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.
4.      Menyembuhkan Diabetes
Jus mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin.
5.      Mengurangi Kolesterol
Para peneliti menemukan bahwa beberapa senyawa yang disebut sterol dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol.

Itulah manfaat khasiat mentimun untuk kesehatan tubuh yang perlu kita ketahui untuk pengobatan tradisional alami yang sangat banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat untuk semua. (p-76)
Investigasi Sehat : Mentimun adalah jenis tanaman yang bisa dimakan yang berasal dari berbagai jenis labu-labuan. Selain untuk makanan mentimun juga bermnfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, kanker, menurunkan dehidrasi serta menurunkan tekanan darah tinggi. 
Mentimun kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium, bila dicampur dengan jus wortel, mereka bisa meredakan encok dan nyeri artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.
Berikut Adalah Manfaat Mentimun untuk Kesehatan :
1.      Menurunkan Tekanan Darah
Didalam mentimun terkandung potasium, magnesium dan serat yang mampu menjaga tekanan darah anda dengan normal.
2.      Melawan Kanker
Mentimun mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol - sehingga dengan kandungan ini mampu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker prostat, kanker rahim, dan kanker ovarium.
3.      Meringankan Sakit Asam Urat dan Rematik
Mentimun kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium, bila dicampur dengan jus wortel, mereka bisa meredakan encok dan nyeri artritis dengan cara menurunkan kadar asam urat.
4.      Menyembuhkan Diabetes
Jus mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin.
5.      Mengurangi Kolesterol
Para peneliti menemukan bahwa beberapa senyawa yang disebut sterol dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol.

Itulah manfaat khasiat mentimun untuk kesehatan tubuh yang perlu kita ketahui untuk pengobatan tradisional alami yang sangat banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat untuk semua. (p-76)
Baca

OROK MENGAMBANG DI SUNGAI GEGERKAN NGARIBOYO - MAGETAN.

Magetan, Investigasi : Penemuan mayat bayi yang mengambang di sungai Desa Mojopurno, Ngariboyo, Magetan menggemparkan penduduk disekitar lokasi penemuan mayat bayi tersebut. Lalu siapa yang tega membuang  bayi mungil tanpa dosa tersebut.
Menurut Marni, salah seorang saksi yang juga warga Dusun Mojopurno, Ngariboyo. Mengatakan bermula dari kecurigaannya pada sesuatu yang mengambang di sungai, menyerupai boneka yang terbawa arus sungai depan rumahnya  itu.
Lantas ia menunggu sampai dekat sesosok tadi. Setelah dekat kecurigaan Marmi ternyata benar bahwa benda yang mengambang tersebut adalah orok bukan boneka. “Saya lantas memanggil warga yang lain untuk menepikan orok tadi. Dan melaporkannya ke polsek Ngariboyo,” ungkap Marni pada Koran ini.
Sementara itu menurut  keterangan Kapolsek Ngariboyo, AKP. Wukir Dwi Siswanto. membenarkan telah di temukan sesosok orok yang kemungkinan sengaja di buang di sungai. Orok berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan warga sekitar jam 07.00 Wib. Di desa mojopurno ngariboyo itu dalam keadaan meninggal dan membusuk. Selanjutnya jenazah kita bawa ke RSUD dr. Saidiman untuk divisum.
"Dari hasil visum  yang didapat dr dokter orok jenis kelamin perempuan tersebut berusia 9 bulanan diperkirakan sudah meninggal sejak 2 sampai 3 harian yang lalu." Ujar Wukir

Untuk mengungkap motif pembuangan bayi tersebut, kini pihak kepolisi kini memburu siapa si ibu jabang bayi yang sudah tega  membuang anaknya tersebut. (md)
Magetan, Investigasi : Penemuan mayat bayi yang mengambang di sungai Desa Mojopurno, Ngariboyo, Magetan menggemparkan penduduk disekitar lokasi penemuan mayat bayi tersebut. Lalu siapa yang tega membuang  bayi mungil tanpa dosa tersebut.
Menurut Marni, salah seorang saksi yang juga warga Dusun Mojopurno, Ngariboyo. Mengatakan bermula dari kecurigaannya pada sesuatu yang mengambang di sungai, menyerupai boneka yang terbawa arus sungai depan rumahnya  itu.
Lantas ia menunggu sampai dekat sesosok tadi. Setelah dekat kecurigaan Marmi ternyata benar bahwa benda yang mengambang tersebut adalah orok bukan boneka. “Saya lantas memanggil warga yang lain untuk menepikan orok tadi. Dan melaporkannya ke polsek Ngariboyo,” ungkap Marni pada Koran ini.
Sementara itu menurut  keterangan Kapolsek Ngariboyo, AKP. Wukir Dwi Siswanto. membenarkan telah di temukan sesosok orok yang kemungkinan sengaja di buang di sungai. Orok berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan warga sekitar jam 07.00 Wib. Di desa mojopurno ngariboyo itu dalam keadaan meninggal dan membusuk. Selanjutnya jenazah kita bawa ke RSUD dr. Saidiman untuk divisum.
"Dari hasil visum  yang didapat dr dokter orok jenis kelamin perempuan tersebut berusia 9 bulanan diperkirakan sudah meninggal sejak 2 sampai 3 harian yang lalu." Ujar Wukir

Untuk mengungkap motif pembuangan bayi tersebut, kini pihak kepolisi kini memburu siapa si ibu jabang bayi yang sudah tega  membuang anaknya tersebut. (md)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100