Berita Terkini

Jalan Santai Berhadiah Bea Siswa Dipadati Ribuan Peserta

Ponorogo, Investigasi : Ribuan masyarakat tumplek blek dilapangan Balong untuk mengikuti acara jalan santai. Selain acara jalan santai, juga dibuka pendaftaran penerimaan siswa baru di SMKN 1 Balong yang berhadiah Bea Siswa senilai Rp. 50 juta. Kamis (5/5/16).
Acara yang diprakarsai oleh OSIS SMK 1 Balong dan Karang Taruna ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. untuk menghibur masyarakat yang ikut jalan santai, pihak Panitia mendatangkan Linda (Dangdut Academy 3).
Tampak dari pantauan Kru Koran Investigasi, Ribuan peserta jalan santai sudah berduyun-duyun berkumpul dilapangan desa Karangan kec. Balong sejak pagi. Selain ingin sehat dan berolahraga bersama keluarga, hadiah sepeda montor dan ratusan doorpress sangat menggiurkan mereka.
Peserta jalan santai diberangkatkan oleh Kepala Desa Karangan bersama Kepala SMKN 1 Balong. “Setelah berjalan sesuai rute yang ditentukan, peserta finis dilapangan kembali dan disambut artis baru dari kota tercinta ini yaitu sahabat Linda Acadmy 3 Indosiar.” ujar Kades Karangan.
Untuk melepas penat, Linda Academy 3 menyanyikan lagu Anoman Obong membuat suasananya yang awalnya masih biasa sontak menjadi riuh. Daya tarik Linda yang merupakan jebolan dari D’Academy 3 membawa suasana menjadi meriah.
“Selain ramai akan hiburan tidak bisa dipungkiri kalau  pembawa acara yang  bernama Eko yang rupawan juga bisa mengoyak suasana,” ungkap salah satu peserta jalan santai.
Diketahui, pembawa acara yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Karang Patian sangatlah tidak asing bagi masyarakat Ponorogo karena sudah seringnya kluar masuk ditelevisi nasional.
“Diharapkan, dengan adanya jalan sehat ini seluruh elemen masyarakat dan warga se Ponorogo khusus kec. Balong bisa damai kondusip,” tutur Ketua Karang Taruna

Sementara itu, dengan adanya hiburan dangdut semoga masyarakat terhibur dan bisa menikmati kebersamaan,” pungkas Ketua Karang Taruna. (mad/sur)
Ponorogo, Investigasi : Ribuan masyarakat tumplek blek dilapangan Balong untuk mengikuti acara jalan santai. Selain acara jalan santai, juga dibuka pendaftaran penerimaan siswa baru di SMKN 1 Balong yang berhadiah Bea Siswa senilai Rp. 50 juta. Kamis (5/5/16).
Acara yang diprakarsai oleh OSIS SMK 1 Balong dan Karang Taruna ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. untuk menghibur masyarakat yang ikut jalan santai, pihak Panitia mendatangkan Linda (Dangdut Academy 3).
Tampak dari pantauan Kru Koran Investigasi, Ribuan peserta jalan santai sudah berduyun-duyun berkumpul dilapangan desa Karangan kec. Balong sejak pagi. Selain ingin sehat dan berolahraga bersama keluarga, hadiah sepeda montor dan ratusan doorpress sangat menggiurkan mereka.
Peserta jalan santai diberangkatkan oleh Kepala Desa Karangan bersama Kepala SMKN 1 Balong. “Setelah berjalan sesuai rute yang ditentukan, peserta finis dilapangan kembali dan disambut artis baru dari kota tercinta ini yaitu sahabat Linda Acadmy 3 Indosiar.” ujar Kades Karangan.
Untuk melepas penat, Linda Academy 3 menyanyikan lagu Anoman Obong membuat suasananya yang awalnya masih biasa sontak menjadi riuh. Daya tarik Linda yang merupakan jebolan dari D’Academy 3 membawa suasana menjadi meriah.
“Selain ramai akan hiburan tidak bisa dipungkiri kalau  pembawa acara yang  bernama Eko yang rupawan juga bisa mengoyak suasana,” ungkap salah satu peserta jalan santai.
Diketahui, pembawa acara yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Karang Patian sangatlah tidak asing bagi masyarakat Ponorogo karena sudah seringnya kluar masuk ditelevisi nasional.
“Diharapkan, dengan adanya jalan sehat ini seluruh elemen masyarakat dan warga se Ponorogo khusus kec. Balong bisa damai kondusip,” tutur Ketua Karang Taruna

Sementara itu, dengan adanya hiburan dangdut semoga masyarakat terhibur dan bisa menikmati kebersamaan,” pungkas Ketua Karang Taruna. (mad/sur)
Baca

PKK Merupakan Garda Terdepan Pembentuk Karakter Anak Bangsa

Madiun Kota, Investigasi : Bela negara tidak hanya diwujudkan dengan pemakaian senjata, tetapi memahami ideologi bangsa. Sejalan dengan hal itu, diharapkan masyarakat lebih mengerti kondisi negaranya.
Mengacu pada hal tersebut, Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Madiun menggandeng tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk menyosialisasikan kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara.
saat menyampaikan sambutannya, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto menjelaskan bahwa PKK merupakan garda terdepan pembentuk karakter anak bangsa, sejak lahir hingga dewasa. “Wawasan kebangsaan dan bela negara perlu diketahui anak sejak kecil, sebab jika diberikan pada anak menginjak masa remaja atau dewasa, dikhawatirkan mereka sudah terkontaminasi dengan berbagai hal,” ungkap Walikota Madiun usai menghadiri kegiatan peningkatan, pembinaan wawasan kebangsaan dan bela negara di gedung diklat Gulun Kota Madiun, Rabu (4/5/2016).
lebih lanjut dijelaskan, peras serta Tim Penggerak PKK sangat diperlukan untuk menjadi ujung tombak dalam mensosialisasikan bela negara sejak dini. "Kalau anak-anak kecil kan, belum terkontaminasi, sehingga ibu-ibunya bisa memberi tahu. Jadi peran ibu itu sangat besar," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Madiun, Bambang Subanto mengungkapkan, kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan dan bela negara bertujuan meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat. Pihaknya sengaja melibatkan PKK dalam sosialisasi tersebut, karena sebagai garda terdepan di masyarakat yang bisa mendidik putra putrinya.
"PKK itu kan gerakan wanita yang secara simultan dilaksanakan, sehingga bisa mendidik anak-anaknya. Karena PKK itu kan mengurusi bayi dalam kandungan sampai meninggal," katanya. 

Dijelaskan lebih lanjut, kegiatan serupa rutin dilaksanakan, diikuti lomba simulasi PKBN, masing-masing PKK tingkat kecamatan. Sosialisasi kali ini mengambil tema, "Melalui pendidikan kesadaran bela negara dan lomba simulasi PKBN, anggota PKK siap melestarikan nilai-nilai pancasila untuk meningatkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Bela negara tidak hanya diwujudkan dengan pemakaian senjata, tetapi memahami ideologi bangsa. Sejalan dengan hal itu, diharapkan masyarakat lebih mengerti kondisi negaranya.
Mengacu pada hal tersebut, Pemerintah Kota Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Madiun menggandeng tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk menyosialisasikan kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara.
saat menyampaikan sambutannya, Walikota Madiun, H. Bambang Irianto menjelaskan bahwa PKK merupakan garda terdepan pembentuk karakter anak bangsa, sejak lahir hingga dewasa. “Wawasan kebangsaan dan bela negara perlu diketahui anak sejak kecil, sebab jika diberikan pada anak menginjak masa remaja atau dewasa, dikhawatirkan mereka sudah terkontaminasi dengan berbagai hal,” ungkap Walikota Madiun usai menghadiri kegiatan peningkatan, pembinaan wawasan kebangsaan dan bela negara di gedung diklat Gulun Kota Madiun, Rabu (4/5/2016).
lebih lanjut dijelaskan, peras serta Tim Penggerak PKK sangat diperlukan untuk menjadi ujung tombak dalam mensosialisasikan bela negara sejak dini. "Kalau anak-anak kecil kan, belum terkontaminasi, sehingga ibu-ibunya bisa memberi tahu. Jadi peran ibu itu sangat besar," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Madiun, Bambang Subanto mengungkapkan, kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan dan bela negara bertujuan meningkatkan rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat. Pihaknya sengaja melibatkan PKK dalam sosialisasi tersebut, karena sebagai garda terdepan di masyarakat yang bisa mendidik putra putrinya.
"PKK itu kan gerakan wanita yang secara simultan dilaksanakan, sehingga bisa mendidik anak-anaknya. Karena PKK itu kan mengurusi bayi dalam kandungan sampai meninggal," katanya. 

Dijelaskan lebih lanjut, kegiatan serupa rutin dilaksanakan, diikuti lomba simulasi PKBN, masing-masing PKK tingkat kecamatan. Sosialisasi kali ini mengambil tema, "Melalui pendidikan kesadaran bela negara dan lomba simulasi PKBN, anggota PKK siap melestarikan nilai-nilai pancasila untuk meningatkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tegasnya. (p-76)
Baca

Pelaku illegal logging Berhasil Melarikan Diri Dari Sergapan Petugas

Madiun, Investigasi : Maraknya illegal logging yang dilakukan oleh sekelompok orang diwilayah Perhutani KPH Madiun sudah sangat meresahkan. maraknya illegal logging ini membuat gerah pihak Perum Perhutani KPH Madiun.
Setelah beberapa waktu melakukan pengintaian, pihak Perum Perhutani KPH Madiun menyergap pelaku illegal logging, namun sayangnya, pelaku berhasil melarikan diri.
Respon cepat ini berkat kesiapsiagaan dari personil Polhutmob KPH Madiun dan anggota Polsek Kare serta unsur masyarakat yang peduli akan kelestarian hutan.
Kendatipun pelaku berhasil melarikan diri, tetapi berkat kesiap siagaan Polhutmob KPH Madiun, anggota Polsek Kare serta unsur terkait lainnya yang peduli ikut mengamankan hutan dari penjarahan orang tidak bertanggungjawab, kayu hutan berhasil diamankan “Timnya berhasil menggagalkan kayu jati tanpa dilengkapi dokumen yang sah  dibawa keluar pelaku dari kawasan hutan,” kata PLH Danru Polhutmob, Perum Perhutani KPH Madiun, Jati Hariyanto, Rabu (4/5/16),
Dijelaskan, mulai tengah malam regu pratoli dari Polhutmob siaga diwilayah BKPH Brumbun, terus sekitar pukul 03.30 WIB. “Nah disini, Pak Joko Nugoroho KRPH Randualas telah mengetahui itu dari informasi masyarakat, terus kita adakan pengejaran bersama. Yang ada dilokasi duluan Pak Joko sama siswa dari Kupang, terus akhirnya gabung kami dari pak Joko KRPH Randualas beserta Polsek Kare gabung disitu,” ungkap Jati Hariyanto.
Pada pengejaran tersebut, sopir dan kedua rekannya berhasil melarikan dari sergapan petugas. Sementara kendaraan jenis Daihatsu Pic Up, Nopol AE-8139-EB pengangkut kayu jati tanpa dilengkapi dokumen yang sah ditinggal dipertigaan lapangan Randualas, dan jika dilihat dari posisi serta arah kendaraan kayu jati curian diduga akan dibawa ke wilayah Gemarang.
Informasi sementara yang berhasil dihimpun, pengemudi sekaligus pemilik kendaraan yang dipergunakan pelaku diduga berinsial S warga Desa Batok, Kelurahan/Kecamatan Gemarang, Madiun, saat ini dijadikan tersangka pada perkara tersebut.
Barang bukti 15 batang kayu jati, per kubiknya 1,03941 meter kubik diduga dari kawasan hutan Kuwiran, BKPH Dungus merupakan tebangan sekitar sebulan yang lalu.
Untuk mencegah terulang kembali aksi illegal logging tegas Jati Hariyanto, selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat, jajaran BKPH Dungus beserta tim Polhubmob  terus melakukan patroli rutin,” pungkasnya. (p-76)


Madiun, Investigasi : Maraknya illegal logging yang dilakukan oleh sekelompok orang diwilayah Perhutani KPH Madiun sudah sangat meresahkan. maraknya illegal logging ini membuat gerah pihak Perum Perhutani KPH Madiun.
Setelah beberapa waktu melakukan pengintaian, pihak Perum Perhutani KPH Madiun menyergap pelaku illegal logging, namun sayangnya, pelaku berhasil melarikan diri.
Respon cepat ini berkat kesiapsiagaan dari personil Polhutmob KPH Madiun dan anggota Polsek Kare serta unsur masyarakat yang peduli akan kelestarian hutan.
Kendatipun pelaku berhasil melarikan diri, tetapi berkat kesiap siagaan Polhutmob KPH Madiun, anggota Polsek Kare serta unsur terkait lainnya yang peduli ikut mengamankan hutan dari penjarahan orang tidak bertanggungjawab, kayu hutan berhasil diamankan “Timnya berhasil menggagalkan kayu jati tanpa dilengkapi dokumen yang sah  dibawa keluar pelaku dari kawasan hutan,” kata PLH Danru Polhutmob, Perum Perhutani KPH Madiun, Jati Hariyanto, Rabu (4/5/16),
Dijelaskan, mulai tengah malam regu pratoli dari Polhutmob siaga diwilayah BKPH Brumbun, terus sekitar pukul 03.30 WIB. “Nah disini, Pak Joko Nugoroho KRPH Randualas telah mengetahui itu dari informasi masyarakat, terus kita adakan pengejaran bersama. Yang ada dilokasi duluan Pak Joko sama siswa dari Kupang, terus akhirnya gabung kami dari pak Joko KRPH Randualas beserta Polsek Kare gabung disitu,” ungkap Jati Hariyanto.
Pada pengejaran tersebut, sopir dan kedua rekannya berhasil melarikan dari sergapan petugas. Sementara kendaraan jenis Daihatsu Pic Up, Nopol AE-8139-EB pengangkut kayu jati tanpa dilengkapi dokumen yang sah ditinggal dipertigaan lapangan Randualas, dan jika dilihat dari posisi serta arah kendaraan kayu jati curian diduga akan dibawa ke wilayah Gemarang.
Informasi sementara yang berhasil dihimpun, pengemudi sekaligus pemilik kendaraan yang dipergunakan pelaku diduga berinsial S warga Desa Batok, Kelurahan/Kecamatan Gemarang, Madiun, saat ini dijadikan tersangka pada perkara tersebut.
Barang bukti 15 batang kayu jati, per kubiknya 1,03941 meter kubik diduga dari kawasan hutan Kuwiran, BKPH Dungus merupakan tebangan sekitar sebulan yang lalu.
Untuk mencegah terulang kembali aksi illegal logging tegas Jati Hariyanto, selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat, jajaran BKPH Dungus beserta tim Polhubmob  terus melakukan patroli rutin,” pungkasnya. (p-76)


Baca

Personil Polres Magetan Ikuti Upacara Pembukaan TMMD Ke 96 Tahun 2016

Magetan, Investigasi : Bertempat di lapangan desa Manjung kecamatan Panekan kabupaten Magetan dilaksankan giat upacara pembukaan TMMD ke 96 tahun 2016 oleh Bupati Magetan, Selasa (3/5/16).
Kegiatan upacara tersebut dihadiri sekitar 500 orang undangan terdiri dari Forkopimda kabupaten Magetan,perwakilan SKPD kabupaten Magetan, Forkopimka  kecamatan Panekan, seluruh Kepala desa sekecamatan Panekan, Toga, Tomas dan warga sekitarnya.
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kapolsek Panekan AKP Suyatni, S.H.  menyampaiakan bahwa, “Adapun tema dari giat TMMD ini adalah dengan semangat kemanunggalan serta kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa kita tingkatkan kecepatan pembangunan didaerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Upacara dengan komandan Upacara Lettu Infantri Ismail dan peserta upacara terdiri dari 2 pleton yonif 501, 1 pleton paskhas, 1 pleton Kodim, 1 pleton Polres Magetan, 1 pleton Sat Pol PP, 1 pleton Dishubkominfo, 1 Pleton Linmas, 1 pleton Pramuka dan 1 pleton FKPPI.

Setelah giat upacara Bupati Magetan beserta rombongan Forkopimda meninjau lokasi TMMD / perbaikan jalan di desa Manjung sepanjang 1,4 km. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Bertempat di lapangan desa Manjung kecamatan Panekan kabupaten Magetan dilaksankan giat upacara pembukaan TMMD ke 96 tahun 2016 oleh Bupati Magetan, Selasa (3/5/16).
Kegiatan upacara tersebut dihadiri sekitar 500 orang undangan terdiri dari Forkopimda kabupaten Magetan,perwakilan SKPD kabupaten Magetan, Forkopimka  kecamatan Panekan, seluruh Kepala desa sekecamatan Panekan, Toga, Tomas dan warga sekitarnya.
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kapolsek Panekan AKP Suyatni, S.H.  menyampaiakan bahwa, “Adapun tema dari giat TMMD ini adalah dengan semangat kemanunggalan serta kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa kita tingkatkan kecepatan pembangunan didaerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat,” katanya.
Upacara dengan komandan Upacara Lettu Infantri Ismail dan peserta upacara terdiri dari 2 pleton yonif 501, 1 pleton paskhas, 1 pleton Kodim, 1 pleton Polres Magetan, 1 pleton Sat Pol PP, 1 pleton Dishubkominfo, 1 Pleton Linmas, 1 pleton Pramuka dan 1 pleton FKPPI.

Setelah giat upacara Bupati Magetan beserta rombongan Forkopimda meninjau lokasi TMMD / perbaikan jalan di desa Manjung sepanjang 1,4 km. (sj/md)
Baca

Budi Sulistyono Terima Penghargaan AKPPI Sementara Antiek Budi Sulistyono Melantik Pengurus GOW

Ngawi, Investigasi : Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono selaku Pimpinan Delegasi Kabupaten Ngawi belum lama ini ( 24-25/4 ) telah menerima langsung Penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi sebagai Pemenang Utama. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut mengambil tempat di Hotel Borobudur Jakarta dan Kantor Pusat Bank Indonesia.
Penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi ( AKPPI ) diberikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo. Dijelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong dan menginspirasi Program Pengendalian Inflasi melalui refleksi dan koordinasi pelaksanaan program di daerah, khususnya untuk komuditas volatile food seperti komuditas pangan dan holtikultura. Selain itu program tersebut juga ditujukan untuk mempercepat replikasi program pengembangan komoditas penyumbang inflasi dengan pendekatan klaster. Lebih lanjut dijelaskan bahwa program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan awarenees para pemangku kepentingan mengenai pentingnya koordinasi dalam pengendalian inflasi baik di daerah maupun secara nasional.
Sehubungan dengan diterimanya penghargaan AKPPI yang mana Kabupaten Ngawi sebagai Pemenang Utama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengucapkan terima kasih atas kerja keras Dinas Pertanian selaku pembina KNOC dan seluruh anggota KNOC yang telah menghantarkan Kabupaten Ngawi menjadi Pemenang Utama dalam penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi. Selain itu dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap Kabupaten Ngawi dalam Program Pengendalian Inflasi.
Di sisi lain, wanita nomor satu di Kabupaten Ngawi, isteri Bupati Ngawi Antiek Budi Sulistyono bertempat di Gedung Wedya Graha ( 3/5 ) telah melaksanakan pelantikan dan pangukuhan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ngawi masa bhakti tahun 2016-2020 dan Seminar Motivasi dari dosen UGM Yogyakarta. Ikut hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD dan anggota Organisasi Wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Ngawi.
Dalam sambutannya Ketua Dewan Penasehat GOW Kabupaten Ngawi Antiek Budi Sulistyono mengharapkan bahwa GOW Kabupaten Ngawi bisa menjadi dinamisator dan fasilitator bagi tumbuh kembangnya Organisasi Wanita, sekaligus turut serta membantu dalam akselerasi penuntasan berbagai program Pembangunan Daerah. Lebih lanjut Antiek Budi Sulistyono memaparkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada ibu-ibu dan seluruh peserta seminar dalam pendidikan karakter/ motivasi sehingga bisa dijadikan bekal untuk mendidik putra-putri serta memotivator karier wanita Indonesia di Kabupaten Ngawi khususnya sesuai dengan profesi masing-masing dan sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Bupati Ngawi Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan bahwa GOW merupakan mitra kerja Pemerintah dalam upaya peningkatan peran wanita dalam pembangunan berperspektif gender terutama melalui pendidikan, ketrampilan, partisipasi pada sektor publik dan berbagai kegiatan lainnya. Dia juga mengatakan bahwa GOW dapat lebih memberdayakan potensi yang dimiliki untuk upaya peningkatan eksistensi wanita dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, karena selama ini telah berhasil mengawal perjuangan dalam meningkatkan kesetaraan kaum perempuan tanpa membuat perempuan melupakan kodratnya.

Dapat ditambahkan bahwa Seminar Motivasi tersebut diberi thema : Relasi Orang Tua Dan Anak Yang Berkualitas Pada Generasi Digital. Sedangkan dari UGM Yogyakarta diwakili oleh Dosen Dr. Avin Fadilla Helmi. Acara tersebut dimeriahkan oleh Group Kulintang Srikandi Ngawi. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono selaku Pimpinan Delegasi Kabupaten Ngawi belum lama ini ( 24-25/4 ) telah menerima langsung Penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi sebagai Pemenang Utama. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut mengambil tempat di Hotel Borobudur Jakarta dan Kantor Pusat Bank Indonesia.
Penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi ( AKPPI ) diberikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo. Dijelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong dan menginspirasi Program Pengendalian Inflasi melalui refleksi dan koordinasi pelaksanaan program di daerah, khususnya untuk komuditas volatile food seperti komuditas pangan dan holtikultura. Selain itu program tersebut juga ditujukan untuk mempercepat replikasi program pengembangan komoditas penyumbang inflasi dengan pendekatan klaster. Lebih lanjut dijelaskan bahwa program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan awarenees para pemangku kepentingan mengenai pentingnya koordinasi dalam pengendalian inflasi baik di daerah maupun secara nasional.
Sehubungan dengan diterimanya penghargaan AKPPI yang mana Kabupaten Ngawi sebagai Pemenang Utama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengucapkan terima kasih atas kerja keras Dinas Pertanian selaku pembina KNOC dan seluruh anggota KNOC yang telah menghantarkan Kabupaten Ngawi menjadi Pemenang Utama dalam penghargaan Kegiatan Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi. Selain itu dia juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap Kabupaten Ngawi dalam Program Pengendalian Inflasi.
Di sisi lain, wanita nomor satu di Kabupaten Ngawi, isteri Bupati Ngawi Antiek Budi Sulistyono bertempat di Gedung Wedya Graha ( 3/5 ) telah melaksanakan pelantikan dan pangukuhan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ngawi masa bhakti tahun 2016-2020 dan Seminar Motivasi dari dosen UGM Yogyakarta. Ikut hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD dan anggota Organisasi Wanita yang tergabung dalam GOW Kabupaten Ngawi.
Dalam sambutannya Ketua Dewan Penasehat GOW Kabupaten Ngawi Antiek Budi Sulistyono mengharapkan bahwa GOW Kabupaten Ngawi bisa menjadi dinamisator dan fasilitator bagi tumbuh kembangnya Organisasi Wanita, sekaligus turut serta membantu dalam akselerasi penuntasan berbagai program Pembangunan Daerah. Lebih lanjut Antiek Budi Sulistyono memaparkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada ibu-ibu dan seluruh peserta seminar dalam pendidikan karakter/ motivasi sehingga bisa dijadikan bekal untuk mendidik putra-putri serta memotivator karier wanita Indonesia di Kabupaten Ngawi khususnya sesuai dengan profesi masing-masing dan sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Bupati Ngawi Budi Sulistyono dalam sambutannya mengatakan bahwa GOW merupakan mitra kerja Pemerintah dalam upaya peningkatan peran wanita dalam pembangunan berperspektif gender terutama melalui pendidikan, ketrampilan, partisipasi pada sektor publik dan berbagai kegiatan lainnya. Dia juga mengatakan bahwa GOW dapat lebih memberdayakan potensi yang dimiliki untuk upaya peningkatan eksistensi wanita dalam kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, karena selama ini telah berhasil mengawal perjuangan dalam meningkatkan kesetaraan kaum perempuan tanpa membuat perempuan melupakan kodratnya.

Dapat ditambahkan bahwa Seminar Motivasi tersebut diberi thema : Relasi Orang Tua Dan Anak Yang Berkualitas Pada Generasi Digital. Sedangkan dari UGM Yogyakarta diwakili oleh Dosen Dr. Avin Fadilla Helmi. Acara tersebut dimeriahkan oleh Group Kulintang Srikandi Ngawi. (pdy)
Baca

Bupati Madiun : Manusia Yang Terdidik Dan Tercerahkan Adalah Kunci Kemajuan Bangsa

Madiun, Investigasi : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirayakan kali ini sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Sebagaimana di gariskan oleh Presiden RI bahwa Indonesia akan disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global bila tinggi kualitas manusianya.  Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Setiap manusia Indonesia mendapat akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.
Inilah sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan RI yang dibacakan oleh Bupati Madiun, Senin, (2/5/16) saat upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pengeran Timur Kab. Madiun di Mejayan.
Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos dengan dihadiri oleh Ketua  DPRD, Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli,  Asisten Sekda, Kepala SKPD, Camat, dan jajaran Dinas Pendidikan Kab. Madiun.
Dilanjutkan, Dukungan yang perlu diberikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan, bahwa apa yang dipelajari saat ini adalah apa yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Ketrampilan yang dibutuhkan anak-anak pada abad 21 mencakup tiga komponen yaitu Kualitas Karakter, Kemampuan Literasi dan Kompetensi. Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pelajar. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan.
Terkait dengan Pendidikan Bupati Madiun H. Muhtarom, menambahkan, bahwa bidang Pendidikan di Kab. Madiun sudah menempati prioritas ke dua dalam prioritas pembangunan di Kab. Madiun. Untuk itu pendidikan di Kab. Madiun harus selalu mengalami peningkatan/kemajuan. Ini penting bagi kita semua dalam menghadapi kemajuan dunia (MEA).
Dijelaskan pula bahwa dalam menghadapi isu MEA, Pemkab. Madiun telah mempersiapkan diri baik itu mengenai kebijakan daerah dan juga potensi sumberdaya alam yang memiliki peluang untuk bersaing diantaranya sektor pertanian tanaman pangan dan buah-buahan, Perkebunan dan Hutan Rakyat, Peternakan, Perikanan serta Perdagangan dan pariwisata. Semua kebijakan tersebut akan akan mempu meningkatkan kesejahteraan rakyat apabila ditunjang dengan kemampuan SDM yang memadahi. 
Agar kita tidak hanya menjadi pasar dalam menghadapi MEA maka kita harus menyiapkan sedemikian rupa untuk. Kita harus bisa memprotek kegiatan negatif. Perlu diketahui, bahwa  dunia pendidikan itu tidak saja menjadi tanggungjawab guru tetapi juga para orang tua murid, hal ini penting mengingat para orang tua mempunyai waktu yang lebih lama bersama anak.

Pada kesempatan ini Bupati Madiun dengan didampingi Ketua DPRD dan Wakil Bupati Madiun berekanan menyerahkan hadiah dan piagam penghargaan kepada guru dan siswa peserta berbagai loba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Madiun. Usai upacara Bupati Madiun juga berkenan melepas balon udara dan dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran yang hasil kerajinan siswa SMA dan SMK se Kab. Madiun. (p-76)
Madiun, Investigasi : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirayakan kali ini sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Sebagaimana di gariskan oleh Presiden RI bahwa Indonesia akan disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global bila tinggi kualitas manusianya.  Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Setiap manusia Indonesia mendapat akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa.
Inilah sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan RI yang dibacakan oleh Bupati Madiun, Senin, (2/5/16) saat upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pengeran Timur Kab. Madiun di Mejayan.
Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos dengan dihadiri oleh Ketua  DPRD, Wakil Bupati, Sekda, Staf Ahli,  Asisten Sekda, Kepala SKPD, Camat, dan jajaran Dinas Pendidikan Kab. Madiun.
Dilanjutkan, Dukungan yang perlu diberikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan, bahwa apa yang dipelajari saat ini adalah apa yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Ketrampilan yang dibutuhkan anak-anak pada abad 21 mencakup tiga komponen yaitu Kualitas Karakter, Kemampuan Literasi dan Kompetensi. Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pelajar. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan.
Terkait dengan Pendidikan Bupati Madiun H. Muhtarom, menambahkan, bahwa bidang Pendidikan di Kab. Madiun sudah menempati prioritas ke dua dalam prioritas pembangunan di Kab. Madiun. Untuk itu pendidikan di Kab. Madiun harus selalu mengalami peningkatan/kemajuan. Ini penting bagi kita semua dalam menghadapi kemajuan dunia (MEA).
Dijelaskan pula bahwa dalam menghadapi isu MEA, Pemkab. Madiun telah mempersiapkan diri baik itu mengenai kebijakan daerah dan juga potensi sumberdaya alam yang memiliki peluang untuk bersaing diantaranya sektor pertanian tanaman pangan dan buah-buahan, Perkebunan dan Hutan Rakyat, Peternakan, Perikanan serta Perdagangan dan pariwisata. Semua kebijakan tersebut akan akan mempu meningkatkan kesejahteraan rakyat apabila ditunjang dengan kemampuan SDM yang memadahi. 
Agar kita tidak hanya menjadi pasar dalam menghadapi MEA maka kita harus menyiapkan sedemikian rupa untuk. Kita harus bisa memprotek kegiatan negatif. Perlu diketahui, bahwa  dunia pendidikan itu tidak saja menjadi tanggungjawab guru tetapi juga para orang tua murid, hal ini penting mengingat para orang tua mempunyai waktu yang lebih lama bersama anak.

Pada kesempatan ini Bupati Madiun dengan didampingi Ketua DPRD dan Wakil Bupati Madiun berekanan menyerahkan hadiah dan piagam penghargaan kepada guru dan siswa peserta berbagai loba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kab. Madiun. Usai upacara Bupati Madiun juga berkenan melepas balon udara dan dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran yang hasil kerajinan siswa SMA dan SMK se Kab. Madiun. (p-76)
Baca

Bupati Ponorogo Buka Muskercab NU Di Ponpes Thoriqul Huda

Ponorogo, Investigasi : Guna menyusun agenda kerjanya, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Kerja Cabang Ponorogo di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Desa Cekok, Babadan Ponorogo.
Acara yang bertema "NU Bangkit Merajud Umat Menggapai Prestasi” ini dibuka langsung oleh Bupati Ponorogo Drs. Ipong Muhlisoni dan diketuai oleh dr Murdianto (Rektor Insuri) berlangsung kondusif. Minggu (1/5/16).
dalam sambutannya, Drs. Ipong Muhlisoni, Bupati Ponorogo mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus NU dan warganya yang telah bisa mengawal pilbup dengan damai. “Dulu saya maju dengan wakil yang sekarang sudah minta kalau wakil saya harusnya ketua umum PCNU tapi apalah daya Pak Aziz gak mau,” ungkap Ipong.
dulu juga peserta semua ketawa lanjut Ipong, Sekarang yang lalu biarlah berlalu mari bersama bersatu untuk Ponorogo berbenah, berbudaya dan relijius.
“Saya sudah mengangar untuk gaji guru Madrasah Diniyah yang totalnya lebih dari 7000 ustad sama ustadzah tiap bulannya. “Ini baru pertama Bupati yang mempunyai keperdulian sama nasib para guru Madin (Madrasah Diniyah),” tegas Bupati Ponorogo ini diiringi tepuk tangan.
acara yang dimulai sekitar jam 07.00 WIB sampai 16.00 WIB ini juga dihadiri oleh jajaran Mustayar KH. Husen Ali, Dewan Syuriyah, Katib, Tanfidizah, Ketua Muslimat, Ketua Fatayat Dan Banom Lain Hasir.
Begitu pentingnya acara ini dimata Bupati Ponorogo, sidang Komisi terus pleno yang dijadwalkan jam  16.00 WIB selesai malah molor hampir sampai jam 17.00 WIB. “Karena sangking banyaknya program yang dihasilkan,” lanjutnya.

Bupati Ponorogo berharap semua tokoh maupun warga NU untuk bisa membantu jalannya pemerintahan di Kabupaten Ponorogo, serta segera menyusun apa saja program NU yang sekiranya pemerintah bisa membantu. “Selamat dan sukses semoga Musker II ini nanti berjalan lancar dan barokah,” pungkas Bupati Ipong. (mad/sur)
Ponorogo, Investigasi : Guna menyusun agenda kerjanya, Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Kerja Cabang Ponorogo di Pondok Pesantren Thoriqul Huda, Desa Cekok, Babadan Ponorogo.
Acara yang bertema "NU Bangkit Merajud Umat Menggapai Prestasi” ini dibuka langsung oleh Bupati Ponorogo Drs. Ipong Muhlisoni dan diketuai oleh dr Murdianto (Rektor Insuri) berlangsung kondusif. Minggu (1/5/16).
dalam sambutannya, Drs. Ipong Muhlisoni, Bupati Ponorogo mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus NU dan warganya yang telah bisa mengawal pilbup dengan damai. “Dulu saya maju dengan wakil yang sekarang sudah minta kalau wakil saya harusnya ketua umum PCNU tapi apalah daya Pak Aziz gak mau,” ungkap Ipong.
dulu juga peserta semua ketawa lanjut Ipong, Sekarang yang lalu biarlah berlalu mari bersama bersatu untuk Ponorogo berbenah, berbudaya dan relijius.
“Saya sudah mengangar untuk gaji guru Madrasah Diniyah yang totalnya lebih dari 7000 ustad sama ustadzah tiap bulannya. “Ini baru pertama Bupati yang mempunyai keperdulian sama nasib para guru Madin (Madrasah Diniyah),” tegas Bupati Ponorogo ini diiringi tepuk tangan.
acara yang dimulai sekitar jam 07.00 WIB sampai 16.00 WIB ini juga dihadiri oleh jajaran Mustayar KH. Husen Ali, Dewan Syuriyah, Katib, Tanfidizah, Ketua Muslimat, Ketua Fatayat Dan Banom Lain Hasir.
Begitu pentingnya acara ini dimata Bupati Ponorogo, sidang Komisi terus pleno yang dijadwalkan jam  16.00 WIB selesai malah molor hampir sampai jam 17.00 WIB. “Karena sangking banyaknya program yang dihasilkan,” lanjutnya.

Bupati Ponorogo berharap semua tokoh maupun warga NU untuk bisa membantu jalannya pemerintahan di Kabupaten Ponorogo, serta segera menyusun apa saja program NU yang sekiranya pemerintah bisa membantu. “Selamat dan sukses semoga Musker II ini nanti berjalan lancar dan barokah,” pungkas Bupati Ipong. (mad/sur)
Baca

Bawa Narkoba, Pengusaha Jasa Terop Digelandang Ke Mapolresta



Madiun Kota, Investigasi :  Genderang perang terhadap obat-obatan terlarang terus dikumandangkan oleh Polres Madiun Kota. Bukan hanya bandar, pengedar maupun pengguna juga disikat oleh Sat Reskoba Polres Madiun Kota. Begitu pula yang dialami oleh Untung Margono atau yang dipanggil OTE, warga Jalan S. Parman, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
OTE diduga adalah pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis sabu sabu berhasil dicokok polisi dari Sat Reskoba Polres Madiun Kota, di jalan S Parman, Kota Madiun, Jum’at malam (29/4/2016). Dia tertangkap tangan beserta barang bukti 0,46 gram sabu yang dilipat grenjeng rokok.
“Ini yang ke tiga kalinya, dia pernah dua kali dipenjara dengan kasus yang sama. Tersangka ini merupakan residivis yang sudah lama menjadi incaran petugas karena teribat peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Madiun Kota,”Kata Kasat Reskoba Polres Madiun Kota, AKP Sukono.
Diketahui, OTE merupakan pengusaha terkenal jasa terop di Kota Madiun pernah masuk penjara dengan kasus yang sama ini digelandang ke kantor Sat Reskoba Madiun Kota untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasusnya.
Sementara dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan belasan barang bukti dari rumah di jalan S Parman yang diduga merupakan peranagkat alat transaksi dan alat yang dipakai untuk menikmati sabu. (p-76)


Madiun Kota, Investigasi :  Genderang perang terhadap obat-obatan terlarang terus dikumandangkan oleh Polres Madiun Kota. Bukan hanya bandar, pengedar maupun pengguna juga disikat oleh Sat Reskoba Polres Madiun Kota. Begitu pula yang dialami oleh Untung Margono atau yang dipanggil OTE, warga Jalan S. Parman, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
OTE diduga adalah pemakai sekaligus pengedar narkotika jenis sabu sabu berhasil dicokok polisi dari Sat Reskoba Polres Madiun Kota, di jalan S Parman, Kota Madiun, Jum’at malam (29/4/2016). Dia tertangkap tangan beserta barang bukti 0,46 gram sabu yang dilipat grenjeng rokok.
“Ini yang ke tiga kalinya, dia pernah dua kali dipenjara dengan kasus yang sama. Tersangka ini merupakan residivis yang sudah lama menjadi incaran petugas karena teribat peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Madiun Kota,”Kata Kasat Reskoba Polres Madiun Kota, AKP Sukono.
Diketahui, OTE merupakan pengusaha terkenal jasa terop di Kota Madiun pernah masuk penjara dengan kasus yang sama ini digelandang ke kantor Sat Reskoba Madiun Kota untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan kasusnya.
Sementara dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan belasan barang bukti dari rumah di jalan S Parman yang diduga merupakan peranagkat alat transaksi dan alat yang dipakai untuk menikmati sabu. (p-76)
Baca

Mayat Bayi Di Buang Dimakam Gegerkan Warga

Madiun, Investigasi : Penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan diareal pintu masuk makam Dusun Cruwet, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sabtu (30/4) sore lalu menggegerkan masyarakat sekitar.
Mayat bayi malang yang terbungkus dalam tas plastik itu ditemukan oleh dua orang yang kebetulan melintas diareal tersebut. “Dua orang saksi warga sekitar yaitu Sugiri dan Sardi tengah mengangkut pasir, sejak pukul 15.00 sempat melihat ada tas perempuan warna pink diletakkan dibawah pohon Kamboja dekat pintu masuk makam,” kata AKP. Edi Rianto, Kapolsek Kebonsari pada media. Minggu (1/5/16)
Dilanjutkan,  keduanya membiarkan dan berfikir ada pemilik tas, namun sekitar pukul 17.00,  Sugiri dan Sardi masih melihat tas itu tetap ditempatnya. karena curiga, kedua orang ini  mendekati dan membuka tas tersebut. Keduanya kaget bukan main, ternyata ada sesosok mayat bayi dalam tas wanita itu. Mengetahui hal itu, keduanya langsung berlari dan melaporkan kepada perangkat desa setempat, lalu diteruskan aparat Babinkantibmas dan Babinsa,” lanjut Kapolsek Kebonsari.
Tak selang lama, tim medis dari RSUD Dolopo datang untuk melakukan visum luar. dari visum tersebut diketahui mayat bayi perempuan dengan panjang 44 cm, berat dengan plasenta 2,15 kg dan tanpa plasenta 1,84 kg. Saat ditemukan plasenta dalam keadaan membusuk, bayi diperkirakan meninggal lebih dari 6 jam. Selanjutnya, jasad bayi dikirim ke RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun.
Petugas juga membawa barang bukti seperti kantung plastik warna putih, jarik warna coklat, pembalut, tas perempuan warna pink dan kain kafan. Usia bayi waktu lahir kurang dari 9 bulan atau belum waktunya, setelah dilakukan visum luar di RSUD Dolopo, langsung dikirim ke RSUPP Jatim dr Soedhono untuk divisum lengkap.
Selanjutnya, usai divisum jasad bayi dikirim ke Dusun Cruwet, untuk dimakamkan secara umum, Minggu (01/05/2016) sekitar pukul 14.00. “Kami masih meminta keterangan saksi-saksi, guna mengungkap pembuang bayi. Kami juga mengharapkan, jika ada saksi lain mengetahui untuk melapor,” ujar Kapolsek Kebonsari lagi. (p-76/sur)
Madiun, Investigasi : Penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan diareal pintu masuk makam Dusun Cruwet, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sabtu (30/4) sore lalu menggegerkan masyarakat sekitar.
Mayat bayi malang yang terbungkus dalam tas plastik itu ditemukan oleh dua orang yang kebetulan melintas diareal tersebut. “Dua orang saksi warga sekitar yaitu Sugiri dan Sardi tengah mengangkut pasir, sejak pukul 15.00 sempat melihat ada tas perempuan warna pink diletakkan dibawah pohon Kamboja dekat pintu masuk makam,” kata AKP. Edi Rianto, Kapolsek Kebonsari pada media. Minggu (1/5/16)
Dilanjutkan,  keduanya membiarkan dan berfikir ada pemilik tas, namun sekitar pukul 17.00,  Sugiri dan Sardi masih melihat tas itu tetap ditempatnya. karena curiga, kedua orang ini  mendekati dan membuka tas tersebut. Keduanya kaget bukan main, ternyata ada sesosok mayat bayi dalam tas wanita itu. Mengetahui hal itu, keduanya langsung berlari dan melaporkan kepada perangkat desa setempat, lalu diteruskan aparat Babinkantibmas dan Babinsa,” lanjut Kapolsek Kebonsari.
Tak selang lama, tim medis dari RSUD Dolopo datang untuk melakukan visum luar. dari visum tersebut diketahui mayat bayi perempuan dengan panjang 44 cm, berat dengan plasenta 2,15 kg dan tanpa plasenta 1,84 kg. Saat ditemukan plasenta dalam keadaan membusuk, bayi diperkirakan meninggal lebih dari 6 jam. Selanjutnya, jasad bayi dikirim ke RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun.
Petugas juga membawa barang bukti seperti kantung plastik warna putih, jarik warna coklat, pembalut, tas perempuan warna pink dan kain kafan. Usia bayi waktu lahir kurang dari 9 bulan atau belum waktunya, setelah dilakukan visum luar di RSUD Dolopo, langsung dikirim ke RSUPP Jatim dr Soedhono untuk divisum lengkap.
Selanjutnya, usai divisum jasad bayi dikirim ke Dusun Cruwet, untuk dimakamkan secara umum, Minggu (01/05/2016) sekitar pukul 14.00. “Kami masih meminta keterangan saksi-saksi, guna mengungkap pembuang bayi. Kami juga mengharapkan, jika ada saksi lain mengetahui untuk melapor,” ujar Kapolsek Kebonsari lagi. (p-76/sur)
Baca

Lapangan Tembak Patria Tama Diresmikan Oleh Kapolres Madiun

Madiun, Investigasi : Tuntutan Anggota Kepolisian Resort Madiun harus punya skill dan kemampuan sehingga bisa melaksanakan tugasnya sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat direspon oleh Kapolres Madiun, AKBP Tony Surya Putra, SIK dengan meresmikan lapangan tembak Patria Tama.
Lapangan tembak yang berlokasi di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun ini tepatnya di sebelah kiri Polsek Wungu, ini berdiri atas prakarsa dari Kapolres Madiun, AKBP. Tony Surya Putra, SIK. saat itu, Kapolres Madiun membuat lapangan tembak seluas 600 m2 tersebut dengan maksud supaya bisa digunakan untuk latihan baik untuk Polres Madiun sendiri maupun untuk latihan gabungan dengan TNI
"Selain dituntut di bidang Kepolisian, Polisi juga dituntut di bidang teknis, Polisi harus memiliki ketrampilan menembak karena baik itu fungsi Sabhara  dan Lalu Lintas di lapangan juga dibekali senjata api, sehingga kalau tidak kita latih dalam penggunaan senjata apinya bisa tidak sesuai dengan aturan ataupun bisa berakibat fatal bagi yang menggunakan senjata api itu," kata Kapolres Madiun. Sabtu (30/4/2016).
Dilanjutkan, dengan latihan menembak, diharapkan para anggota akan terampil dalam menggunakan senjata api yang dibawanya. “Anggota yang di bekali senjata api tentunya dalam penggunaannya jadi benar sesuai dengan prosedur penggunaan yang benar," jelasnya.

terkait dengan penggunaan nama Patria Tama diambil dari nama angkatan Batalyon Kapolres Madiun sewaktu di Akpol (Akademi Kepolisian) lulusan tahun 1995. "Patria Tama diambil dari nama angkatan Batalyon kami, itu hanyalah simbol saat pembangunan lapangan tembak ini Kapolres adalah dari angkatan 1995 di batalyon tersebut dan Ini sifatnya motivasi supaya Kapolres - Kapolres berikutnya mungkin akan melakukan inovasi - inovasi untuk kemajuan Polres Madiun," pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Tuntutan Anggota Kepolisian Resort Madiun harus punya skill dan kemampuan sehingga bisa melaksanakan tugasnya sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayan Masyarakat direspon oleh Kapolres Madiun, AKBP Tony Surya Putra, SIK dengan meresmikan lapangan tembak Patria Tama.
Lapangan tembak yang berlokasi di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun ini tepatnya di sebelah kiri Polsek Wungu, ini berdiri atas prakarsa dari Kapolres Madiun, AKBP. Tony Surya Putra, SIK. saat itu, Kapolres Madiun membuat lapangan tembak seluas 600 m2 tersebut dengan maksud supaya bisa digunakan untuk latihan baik untuk Polres Madiun sendiri maupun untuk latihan gabungan dengan TNI
"Selain dituntut di bidang Kepolisian, Polisi juga dituntut di bidang teknis, Polisi harus memiliki ketrampilan menembak karena baik itu fungsi Sabhara  dan Lalu Lintas di lapangan juga dibekali senjata api, sehingga kalau tidak kita latih dalam penggunaan senjata apinya bisa tidak sesuai dengan aturan ataupun bisa berakibat fatal bagi yang menggunakan senjata api itu," kata Kapolres Madiun. Sabtu (30/4/2016).
Dilanjutkan, dengan latihan menembak, diharapkan para anggota akan terampil dalam menggunakan senjata api yang dibawanya. “Anggota yang di bekali senjata api tentunya dalam penggunaannya jadi benar sesuai dengan prosedur penggunaan yang benar," jelasnya.

terkait dengan penggunaan nama Patria Tama diambil dari nama angkatan Batalyon Kapolres Madiun sewaktu di Akpol (Akademi Kepolisian) lulusan tahun 1995. "Patria Tama diambil dari nama angkatan Batalyon kami, itu hanyalah simbol saat pembangunan lapangan tembak ini Kapolres adalah dari angkatan 1995 di batalyon tersebut dan Ini sifatnya motivasi supaya Kapolres - Kapolres berikutnya mungkin akan melakukan inovasi - inovasi untuk kemajuan Polres Madiun," pungkasnya. (p-76)
Baca

Peringati Hari Buruh, Polres Madiun Kumpulkan Seluruh Karyawan Perusahaan

Madiun, Investigasi : Hari Buruh Sedunia (May Day) yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2016 di Kabupaten Madiun diperingati oleh Polres Madiun dengan mengundang seluruh Forpimda dan karyawan (buruh) perusahaan se Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Polres Madiun, SPSI Kabupaten Madiun, SBM KASBI Kabupaten Madiun, elemen buruh Kabupaten Madiun,  para pengusaha serta di hadiri oleh Forpimda Kabupaten Madiun dan para Kepala SKPD Se- Kabupaten Madiun.
Acara peringatan Hari Buruh Sedunia ini diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti kegiatan silaturrohmi, mulai dari olahraga bersama, bhakti sosial, donor darah, dan bedah rumah yang dilaksanakan di lapangan Tri Brata Polres Madiun
"Daripada menggelar unjuk rasa yang akan berdampak pada rawannya kamtibmas, mending kita melaksanakan kegiatan positif seperti ini,” ujar Kapolres Madiun, AKBP Tony Surya Putra, S.I.K. . Sabtu (30/4/2016).
Dijelaskan, jauh-jauh hari sebelum tiba May Day,  pihak Polres beserta Pemkab Madiun telah menjalin koordinasi secara intensif. Baik dengan sejumlah Serikat Pekerja maupun perusahaan untuk mengadakan kegiatan yang positif tersebut. “Kegiatan antara Polres Madiun dan Pemkab Madiun serta Pengusaha di Madiun dan elemen buruh ini pertama kali digelar di Kabupaten Madiun dalam memperingati May Day tahun 2016 yang diisi dengan kegiatan yang positif agar tidak lagi mengadakan demontrasi di jalan," lanjutnya.
sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun, Wijanto Djoko Poernomo mengimbau seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Madiun membayar upah pekerja sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Dikatakan, di Kabupaten Madiun, terdapat 578 perusahaan, dengan buruh sebanyak 4.500. Dari jumlah perusahaan itu, 13 diantaranya perusahaan tergolong besar, 200 perusahaan sedang dan sisanya perusahaan kecil.
Dari jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Madiun tersebut, baru 80 persen yang membayar upah sesuai UMK. “Imbauan kita, memang buruh harus mendapat upah sesuai UMK. Namun jika perusahaan belum bisa, itu tinggal kesepakatan antara buruh dengan perusahaan,” tuturnya.

Peringatan hari buruh se-dunia di Kabupaten Madiun berlangsung aman dan kondusif. Itu tak lepas dari ajakan Polres Madiun kepada buruh untuk menggelar kegiatan positif selama dua hari ke depan. (p-76)
Madiun, Investigasi : Hari Buruh Sedunia (May Day) yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2016 di Kabupaten Madiun diperingati oleh Polres Madiun dengan mengundang seluruh Forpimda dan karyawan (buruh) perusahaan se Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Polres Madiun, SPSI Kabupaten Madiun, SBM KASBI Kabupaten Madiun, elemen buruh Kabupaten Madiun,  para pengusaha serta di hadiri oleh Forpimda Kabupaten Madiun dan para Kepala SKPD Se- Kabupaten Madiun.
Acara peringatan Hari Buruh Sedunia ini diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti kegiatan silaturrohmi, mulai dari olahraga bersama, bhakti sosial, donor darah, dan bedah rumah yang dilaksanakan di lapangan Tri Brata Polres Madiun
"Daripada menggelar unjuk rasa yang akan berdampak pada rawannya kamtibmas, mending kita melaksanakan kegiatan positif seperti ini,” ujar Kapolres Madiun, AKBP Tony Surya Putra, S.I.K. . Sabtu (30/4/2016).
Dijelaskan, jauh-jauh hari sebelum tiba May Day,  pihak Polres beserta Pemkab Madiun telah menjalin koordinasi secara intensif. Baik dengan sejumlah Serikat Pekerja maupun perusahaan untuk mengadakan kegiatan yang positif tersebut. “Kegiatan antara Polres Madiun dan Pemkab Madiun serta Pengusaha di Madiun dan elemen buruh ini pertama kali digelar di Kabupaten Madiun dalam memperingati May Day tahun 2016 yang diisi dengan kegiatan yang positif agar tidak lagi mengadakan demontrasi di jalan," lanjutnya.
sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Madiun, Wijanto Djoko Poernomo mengimbau seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Madiun membayar upah pekerja sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Dikatakan, di Kabupaten Madiun, terdapat 578 perusahaan, dengan buruh sebanyak 4.500. Dari jumlah perusahaan itu, 13 diantaranya perusahaan tergolong besar, 200 perusahaan sedang dan sisanya perusahaan kecil.
Dari jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Madiun tersebut, baru 80 persen yang membayar upah sesuai UMK. “Imbauan kita, memang buruh harus mendapat upah sesuai UMK. Namun jika perusahaan belum bisa, itu tinggal kesepakatan antara buruh dengan perusahaan,” tuturnya.

Peringatan hari buruh se-dunia di Kabupaten Madiun berlangsung aman dan kondusif. Itu tak lepas dari ajakan Polres Madiun kepada buruh untuk menggelar kegiatan positif selama dua hari ke depan. (p-76)
Baca

Sehari, 3 Penjual Judi Togel Dibekuk Reskrim Polres Magetan

Magetan, Investigasi : Genderang perang terhadap perjudian terus dilakukan Jajaran Polres Magetan, kali ini 3 pelaku perjudian togel ( Toto Gelap) ditangkap tim buser Polres Magetan dan Polsek jajaran di TKP yang berbeda, Senin ( 25/4/16).
Adapun pelaku judi togel yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Barat Polres Magetan  sekira pukul 10.30 Wib di sebuah warung di desa Manjung kecamatan Barat kabupaten Magetan. Pelaku berinisial SUM, 74 tahun, Tani, warga desa Manjung kecamatan Barat kabupaten Magetan.
Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa enam belas lembar kertas terdapat tulisan nomor togel, satu lembar karbon, satu bendel kertas kosong dan uang tunai sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), pelaku selanjutnya yang ditangkap sekira pukul 14.30 Wib di pinggir jalan desa panggung kecamatan Barat kabupaten Magetan.
Pelaku berinisial NGAD, 52 tahun, Tani, warga desa Panggung kecamatan Barat kabupaten Magetan. Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu lembar kupon togel dan uang tunai sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), Sat Reskrim Polres Magetan  juga melakukan penangkapan  pelaku perjudian jenis judi togel sekira pukul 16.00 Wib di sebuah warung di dukuh Timang desa Waduk kecamatan Takeran kabupaten Magetan. Pelaku berinisial AG, 39 tahun, Karyawan Swasta, warga desa Waduk kecamatan Takeran kabupaten Magetan.
Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu buah buku tafsir mimpi, dua lembar kupon togel dan uang tunai sebesar Rp. 70.000,- (tujuh puluh ribu rupiah).
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasubbaghumas AKP Suwadi BT, S.H. menegaskan, ”Bahwa Polres Magetan selalu berusaha memberantas segala bentuk penyakit masyarakat salah satunya  perjudian dalam jenis apapun  karena dapat merusak sendi perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Kab. Magetan  dan tetap akan melakukan tindakan-tindakan tegas terhadap para pelaku perjudian,” tegasnya.

Ketiga pelaku akan dikenakan pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)  tentang Perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp.25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), jelasnya. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Genderang perang terhadap perjudian terus dilakukan Jajaran Polres Magetan, kali ini 3 pelaku perjudian togel ( Toto Gelap) ditangkap tim buser Polres Magetan dan Polsek jajaran di TKP yang berbeda, Senin ( 25/4/16).
Adapun pelaku judi togel yang ditangkap Unit Reskrim Polsek Barat Polres Magetan  sekira pukul 10.30 Wib di sebuah warung di desa Manjung kecamatan Barat kabupaten Magetan. Pelaku berinisial SUM, 74 tahun, Tani, warga desa Manjung kecamatan Barat kabupaten Magetan.
Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa enam belas lembar kertas terdapat tulisan nomor togel, satu lembar karbon, satu bendel kertas kosong dan uang tunai sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), pelaku selanjutnya yang ditangkap sekira pukul 14.30 Wib di pinggir jalan desa panggung kecamatan Barat kabupaten Magetan.
Pelaku berinisial NGAD, 52 tahun, Tani, warga desa Panggung kecamatan Barat kabupaten Magetan. Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu lembar kupon togel dan uang tunai sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah), Sat Reskrim Polres Magetan  juga melakukan penangkapan  pelaku perjudian jenis judi togel sekira pukul 16.00 Wib di sebuah warung di dukuh Timang desa Waduk kecamatan Takeran kabupaten Magetan. Pelaku berinisial AG, 39 tahun, Karyawan Swasta, warga desa Waduk kecamatan Takeran kabupaten Magetan.
Pelaku ditangkap petugas saat diketahui melakukan perjudian jenis togel dengan cara menerima titipan pembelian/tombokan nomor togel dari para pembeli. Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu buah buku tafsir mimpi, dua lembar kupon togel dan uang tunai sebesar Rp. 70.000,- (tujuh puluh ribu rupiah).
Kapolres Magetan AKBP Johanson Ronald Simamora, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasubbaghumas AKP Suwadi BT, S.H. menegaskan, ”Bahwa Polres Magetan selalu berusaha memberantas segala bentuk penyakit masyarakat salah satunya  perjudian dalam jenis apapun  karena dapat merusak sendi perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Kab. Magetan  dan tetap akan melakukan tindakan-tindakan tegas terhadap para pelaku perjudian,” tegasnya.

Ketiga pelaku akan dikenakan pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)  tentang Perjudian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak Rp.25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), jelasnya. (sj/md)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100