Berita Terkini

Sosialisasi Pembinaan FKUB Kabupaten Madiun Tahun 2016 Untuk Cegah Faham ISIS dan Radikalisme

Madiun, Investigasi : Faham ISIS dan Radikalisme merupakan ancaman terselubung bagi negara, berbagai upaya dilakukan untuk mencegahnya sejak dini. Inilah yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Kabupaten Madiun dengan menggelar acara bertemakan "Melalui Pembinaan FKUB, Kita Cegah Faham ISIS dan Radikalisme Lainnya Di Kabupaten Madiun".
Acara yang digelar diruang rapat BPKAD ini dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpoldagri, Agus Budi Wahyono dan dihadiri oleh 118 undangan dari seluruh kecamatan se Kabupaten Madiun. Sedangkan narasumber yang diundang adalah Kasat Binmas Polres Madiun, AKP. Sudarno (Pembina FKUB), KH. Muharomaini Ihksan (Ketua FKUB), Rachmad Hidayat (Kasi Intelejen Kejari Mejayan).
Dalam laporannya, Tarnu Ashidiq, Kabid Politik dan Integrasi Bangsa, Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun mengatakan bahwa acara yang digelar ini untuk pembekalan kepada para peserta tentang pentingnya menumbuhkan semangat kerukunan umat beragama dalam rangka berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. "Ini adalah upaya antisipasi dan deteksi dini terhadap munculnya konflik sosial yang dilatarbelakangi paham dan aliran agama di era kemajuan IPTEK," ungkapnya, Kamis (22/9/16).
Lebih jauh dikatakan, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak negatif dari globalisasi yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. "Melalui FKUB ini, kita akan mendapatkan informasi yang akurat tentang suatu persoalan yang tengah terjadi dimasyarakat sehingga kita bisa melakukan pencegahan dini agar tidak merebak," tegas Tarnu Ashidiq.
Dalam acara sosialisasi FKUB, Kasi Intelejen Kejari Mejayan, Rachmad Hidayat memberikan materi "Membangun Kerukunan Umat Beragama dan Aliran Kepercayaan Dalam Mempererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa", Ketua FKUB Kabupaten Madiun, KH. Muharomaini  Ihksan memberikan materi "Peran FKUB dalam mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa", Kasat Binmas Polres Madiun, AKP. Sudarno memberikan materi " Melalui FKUB Kita Mantapkan Kamtibmas Sebagai Upaya Mendukung Terwujudnya Kabupaten Madiun Lebih Sejahtera Tahun 2018", dan yang terakhir materi diberikan oleh Kepala Bakesbangpoldagri, Agus Budi Wahyono yaitu "Kerukunan Umat Beragama Sebagai Salah Satu Kekuatan Melawan Faham Radikalisme".
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Bakesbangpoldagri, Agus Budi Wahyono mengatakan bahwa acara ini merupakan acara rutin tahunan yang menggandeng FKUB Kabupaten Madiun. "Ini sudah ketiga kalinya kita adakan, dulu juga kita laksanakan pas waktu ramai-ramainya Gafatar," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, selain itu pihaknya juga mengantisipasi dan deteksi dini untuk momentum 1 Oktober karena ada sinyalemen atau upaya mengganti pancasila dengan paham komunis. Selain itu, dalam waktu dekat akan masuk bulan Suro (Muharram). "Kita tahu bahwa Madiun ada 2 perguruan Pencak Silat yang punya tradisi merayakan bulan Suro, inilah yang kita antisipasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegas Budi BW.

Disini peran FKUB sangat diperlukan karena selama ini Daerah Mataraman dari kacamata Propinsi masih dalam keadaan kondusif. Agus BW berharap acara ino bisa digunakan dengan sebaik-baiknya untuk saling bertukar informasi sehingga semua permasalahan bisa diseteksi secara dini. "Kita mohon agar kami diberikan masukan untuk upaya deteksi dini atas semua permasalahan yang akan terjadi sehingga tujuan untuk Kabupaten Madiun Lebih Sejahtera bisa terwujud," pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Faham ISIS dan Radikalisme merupakan ancaman terselubung bagi negara, berbagai upaya dilakukan untuk mencegahnya sejak dini. Inilah yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Kabupaten Madiun dengan menggelar acara bertemakan "Melalui Pembinaan FKUB, Kita Cegah Faham ISIS dan Radikalisme Lainnya Di Kabupaten Madiun".
Acara yang digelar diruang rapat BPKAD ini dibuka langsung oleh Kepala Bakesbangpoldagri, Agus Budi Wahyono dan dihadiri oleh 118 undangan dari seluruh kecamatan se Kabupaten Madiun. Sedangkan narasumber yang diundang adalah Kasat Binmas Polres Madiun, AKP. Sudarno (Pembina FKUB), KH. Muharomaini Ihksan (Ketua FKUB), Rachmad Hidayat (Kasi Intelejen Kejari Mejayan).
Dalam laporannya, Tarnu Ashidiq, Kabid Politik dan Integrasi Bangsa, Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun mengatakan bahwa acara yang digelar ini untuk pembekalan kepada para peserta tentang pentingnya menumbuhkan semangat kerukunan umat beragama dalam rangka berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. "Ini adalah upaya antisipasi dan deteksi dini terhadap munculnya konflik sosial yang dilatarbelakangi paham dan aliran agama di era kemajuan IPTEK," ungkapnya, Kamis (22/9/16).
Lebih jauh dikatakan, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak negatif dari globalisasi yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. "Melalui FKUB ini, kita akan mendapatkan informasi yang akurat tentang suatu persoalan yang tengah terjadi dimasyarakat sehingga kita bisa melakukan pencegahan dini agar tidak merebak," tegas Tarnu Ashidiq.
Dalam acara sosialisasi FKUB, Kasi Intelejen Kejari Mejayan, Rachmad Hidayat memberikan materi "Membangun Kerukunan Umat Beragama dan Aliran Kepercayaan Dalam Mempererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa", Ketua FKUB Kabupaten Madiun, KH. Muharomaini  Ihksan memberikan materi "Peran FKUB dalam mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa", Kasat Binmas Polres Madiun, AKP. Sudarno memberikan materi " Melalui FKUB Kita Mantapkan Kamtibmas Sebagai Upaya Mendukung Terwujudnya Kabupaten Madiun Lebih Sejahtera Tahun 2018", dan yang terakhir materi diberikan oleh Kepala Bakesbangpoldagri, Agus Budi Wahyono yaitu "Kerukunan Umat Beragama Sebagai Salah Satu Kekuatan Melawan Faham Radikalisme".
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Bakesbangpoldagri, Agus Budi Wahyono mengatakan bahwa acara ini merupakan acara rutin tahunan yang menggandeng FKUB Kabupaten Madiun. "Ini sudah ketiga kalinya kita adakan, dulu juga kita laksanakan pas waktu ramai-ramainya Gafatar," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, selain itu pihaknya juga mengantisipasi dan deteksi dini untuk momentum 1 Oktober karena ada sinyalemen atau upaya mengganti pancasila dengan paham komunis. Selain itu, dalam waktu dekat akan masuk bulan Suro (Muharram). "Kita tahu bahwa Madiun ada 2 perguruan Pencak Silat yang punya tradisi merayakan bulan Suro, inilah yang kita antisipasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegas Budi BW.

Disini peran FKUB sangat diperlukan karena selama ini Daerah Mataraman dari kacamata Propinsi masih dalam keadaan kondusif. Agus BW berharap acara ino bisa digunakan dengan sebaik-baiknya untuk saling bertukar informasi sehingga semua permasalahan bisa diseteksi secara dini. "Kita mohon agar kami diberikan masukan untuk upaya deteksi dini atas semua permasalahan yang akan terjadi sehingga tujuan untuk Kabupaten Madiun Lebih Sejahtera bisa terwujud," pungkasnya. (p-76)
Baca

Polres Madiun Berhasil Gulung Tiga Tersangka Pencurian Kayu

Madiun, Investigasi : Keberhasilan Satreskrim Polres Madiun dalam mengungkap pencurian kayu jati dibeberapa tempat berbeda memang patut diacungi jempol. Dari pengungkapan kasus pencurian kayu ditiga tempat ini, diperkirakan ada 4 kubik kayu yang berhasil diamankan oleh petugas. Dua kasus diantaranya ditangani oleh Polres Madiun dan satu kasus ditangani oleh Polsek Saradan.
Pelaku yang berhasil diamankan adalah Joko Endro Susilo (41), warga Desa Duren, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun tertangkap tangan di kawasan hutan jati petak 68 RPH Panggung BKPH Dagangan masuk Desa Segulung, Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, dengan barang bukti sebuah truk No. Pol. B 9105 UE, dengan mengangkut 11 batang kayu jati gelondongan.
Pelaku lainnya adalah Sugeng (45), warga Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, tertangkap di hutan petak 147 RPH Pajaran BKPH Pajaran KPH Saradan masuk Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, tertangkap tangan saat menebang kayu sono di dalam hutan dengan barang bukti 2 batang kayu sono gelondongan.
Selain itu, Pelaku lainnya, Sugito (53), warga Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupten Madiun, tertangkap di jalan desa tepi hutan masuk Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun dengan barang bukti satu unit Toyota Kijang No. Pol. B 1015 KVL sedang mengangkut kayu jati hasil penebangan dari kawasan hutan masuk Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, sementara satu temannya berinisial AD alias Kepleh berhasil melarikan diri.
Saat memberikan keterangan, Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP. Hanif Fatih Wicaksono, SIK mengatakan bahwa para pelaku pencurian kayu yang berhasil diamankan ini mempunyai peran yang berbeda-beda yaitu ada yang menebang kayu, menyediakan alat transportasi dikawasan hutan tanpa ijin dan ada yang bertugas hanya mengangkut kayu hasil curian. “Keberhasilan penangkapan ini berkat kerjasama antara Polres Madiun dengan pihak Perhutani yang memberikan informasi,” ungkapnya dihadapan Wartawan dari berbagai media, Rabu (21/9/16). . 
AKP. Hanif Fatih Wicaksono, SIK menegaskan bahwa ketiga pelaku yang berhasil diamankan ini bukan merupakan sebuah jaringan, mereka tidak ada kaitannya satu dengan yang lain. “Ketiga tersangka ini tidak ada keterkaitan, ini berbeda-beda, beda lokasi beda tempat dan beda waktu,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan pasal tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. “Untuk tersangka Joko Endro Susilo, dijerat dengan pasal 85 ayat (1) jo pasal 12 huruf g jo pasal 12 huruf g UURI no. 13 tahun 2013 dengan ancaman penjara minimal 2 tahun dan maksimal 10 tahun.  Tersangka Sugito di jerat dengan pasal 83 ayat (1) huruf (a) jo pasal 12 huruf d UURI no. 13 tahun 2013 dengan ancaman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. Dan tersangka, Sugeng dijerat dengan pasal 82 ayat 1 huruf b, c jo pasal 12 huruf b, c UURI no. 18 tahun 2013 dengan ancaman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun,” pungkas Kasatreskrim Polres Madiun ini dengan tegas. (p-76)
Madiun, Investigasi : Keberhasilan Satreskrim Polres Madiun dalam mengungkap pencurian kayu jati dibeberapa tempat berbeda memang patut diacungi jempol. Dari pengungkapan kasus pencurian kayu ditiga tempat ini, diperkirakan ada 4 kubik kayu yang berhasil diamankan oleh petugas. Dua kasus diantaranya ditangani oleh Polres Madiun dan satu kasus ditangani oleh Polsek Saradan.
Pelaku yang berhasil diamankan adalah Joko Endro Susilo (41), warga Desa Duren, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun tertangkap tangan di kawasan hutan jati petak 68 RPH Panggung BKPH Dagangan masuk Desa Segulung, Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun, dengan barang bukti sebuah truk No. Pol. B 9105 UE, dengan mengangkut 11 batang kayu jati gelondongan.
Pelaku lainnya adalah Sugeng (45), warga Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, tertangkap di hutan petak 147 RPH Pajaran BKPH Pajaran KPH Saradan masuk Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, tertangkap tangan saat menebang kayu sono di dalam hutan dengan barang bukti 2 batang kayu sono gelondongan.
Selain itu, Pelaku lainnya, Sugito (53), warga Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupten Madiun, tertangkap di jalan desa tepi hutan masuk Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun dengan barang bukti satu unit Toyota Kijang No. Pol. B 1015 KVL sedang mengangkut kayu jati hasil penebangan dari kawasan hutan masuk Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, sementara satu temannya berinisial AD alias Kepleh berhasil melarikan diri.
Saat memberikan keterangan, Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP. Hanif Fatih Wicaksono, SIK mengatakan bahwa para pelaku pencurian kayu yang berhasil diamankan ini mempunyai peran yang berbeda-beda yaitu ada yang menebang kayu, menyediakan alat transportasi dikawasan hutan tanpa ijin dan ada yang bertugas hanya mengangkut kayu hasil curian. “Keberhasilan penangkapan ini berkat kerjasama antara Polres Madiun dengan pihak Perhutani yang memberikan informasi,” ungkapnya dihadapan Wartawan dari berbagai media, Rabu (21/9/16). . 
AKP. Hanif Fatih Wicaksono, SIK menegaskan bahwa ketiga pelaku yang berhasil diamankan ini bukan merupakan sebuah jaringan, mereka tidak ada kaitannya satu dengan yang lain. “Ketiga tersangka ini tidak ada keterkaitan, ini berbeda-beda, beda lokasi beda tempat dan beda waktu,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan pasal tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. “Untuk tersangka Joko Endro Susilo, dijerat dengan pasal 85 ayat (1) jo pasal 12 huruf g jo pasal 12 huruf g UURI no. 13 tahun 2013 dengan ancaman penjara minimal 2 tahun dan maksimal 10 tahun.  Tersangka Sugito di jerat dengan pasal 83 ayat (1) huruf (a) jo pasal 12 huruf d UURI no. 13 tahun 2013 dengan ancaman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. Dan tersangka, Sugeng dijerat dengan pasal 82 ayat 1 huruf b, c jo pasal 12 huruf b, c UURI no. 18 tahun 2013 dengan ancaman penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun,” pungkas Kasatreskrim Polres Madiun ini dengan tegas. (p-76)
Baca

Tadah Barang Curian, Warga Sogo, Kecamatan Balerejo Kena 4 tahun Penjara

Madiun, Investigasi : Karena menjadi penadah barang curian, Sardi, Warga Desa Sogo, Kecamatan balerejo, Kabupaten Madiun harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Pengungkapan kasus ini bermula saat adanya laporan dari karyawan PT. Adhikarya (persero) Tbk, atas hilangnya 10 potong terpal geotexile di dalam gudang milik PT Adhikarya senilai kurang lebih Rp 7 juta untuk pengerjaan proyek tol Soker paket II wilayah Kecamatan Balerejo di Desa Kedungjati, Kecamatan Balerejo,  Kabupaten Madiun.
Setelah menerima laporan, lantas petugas melakukan penyidikan dan menciduk Sardi yang kedapatan menerima barang curian tersebit. Setelah dilakukan pengembangan dan berdasarkan keterangan dari penjual hasil curian ini akhirnya di ketahui dua pelaku pencurian di gudang milik PT Adhikarya, yakni Masud (35) warga Desa Pahesan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dan Khoirul Hidayat (21) warga Desa Temurejo, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah diamankan oleh pihak Satreskrim Polres Madiun.

“Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan karyawan PT. Adhikarya, terkait adanya kehilangan terpal geotexile untuk pengerjaan proyek tol Soker paket II wilayah Kecamatan Balerejo di Desa Kedungjati, Kecamatan Balerejo,  Kabupaten Madiun,” ungkap AKP Hanif Fatih Wicaksono, SIK, Kasatreskrim Polres Madiun pada Wartawan, Rabu (21/9/16).
Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas Polsek mendapati seorang warga Desa Sogo, Kecamatan Balerejo berperan sebagai penadah dan menjual kembali hasil curian ini kepada orang lain,” lanjutnya.
Kemudian dilakukan pengembangan kasus untuk mengungkap keterlibatan orang lain dalam kasus ini dan petugas berhasil menangkap 2 orang lagi beserta barang buktinya.
Diketahui, terpal geotexile milik PT. Adhikarya yang di curi ini merupakan bahan alas pengurukan tanah material untuk pengecoran proyek nasional. Dan sebanyak  5 potong terpal geotexile ukuran 4 X 10 meter yang berhasil di curi sudah terjual seharga Rp. 250 ribu. Sementara 5 potong terpal geotexile lainnya dijadikan sebagai barang bukti.

“Terhadap pelaku penadah barang hasil curian yakni warga Desa Sogo, Balerejo bakal dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 4 tahun, sementara terhadap dua pelaku pencurian yang merupakan pekerja lepas asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini di kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat) di ancam dengan pidana penjara maksimal 7 tahun,” pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Karena menjadi penadah barang curian, Sardi, Warga Desa Sogo, Kecamatan balerejo, Kabupaten Madiun harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Pengungkapan kasus ini bermula saat adanya laporan dari karyawan PT. Adhikarya (persero) Tbk, atas hilangnya 10 potong terpal geotexile di dalam gudang milik PT Adhikarya senilai kurang lebih Rp 7 juta untuk pengerjaan proyek tol Soker paket II wilayah Kecamatan Balerejo di Desa Kedungjati, Kecamatan Balerejo,  Kabupaten Madiun.
Setelah menerima laporan, lantas petugas melakukan penyidikan dan menciduk Sardi yang kedapatan menerima barang curian tersebit. Setelah dilakukan pengembangan dan berdasarkan keterangan dari penjual hasil curian ini akhirnya di ketahui dua pelaku pencurian di gudang milik PT Adhikarya, yakni Masud (35) warga Desa Pahesan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dan Khoirul Hidayat (21) warga Desa Temurejo, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah diamankan oleh pihak Satreskrim Polres Madiun.

“Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan karyawan PT. Adhikarya, terkait adanya kehilangan terpal geotexile untuk pengerjaan proyek tol Soker paket II wilayah Kecamatan Balerejo di Desa Kedungjati, Kecamatan Balerejo,  Kabupaten Madiun,” ungkap AKP Hanif Fatih Wicaksono, SIK, Kasatreskrim Polres Madiun pada Wartawan, Rabu (21/9/16).
Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya petugas Polsek mendapati seorang warga Desa Sogo, Kecamatan Balerejo berperan sebagai penadah dan menjual kembali hasil curian ini kepada orang lain,” lanjutnya.
Kemudian dilakukan pengembangan kasus untuk mengungkap keterlibatan orang lain dalam kasus ini dan petugas berhasil menangkap 2 orang lagi beserta barang buktinya.
Diketahui, terpal geotexile milik PT. Adhikarya yang di curi ini merupakan bahan alas pengurukan tanah material untuk pengecoran proyek nasional. Dan sebanyak  5 potong terpal geotexile ukuran 4 X 10 meter yang berhasil di curi sudah terjual seharga Rp. 250 ribu. Sementara 5 potong terpal geotexile lainnya dijadikan sebagai barang bukti.

“Terhadap pelaku penadah barang hasil curian yakni warga Desa Sogo, Balerejo bakal dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 4 tahun, sementara terhadap dua pelaku pencurian yang merupakan pekerja lepas asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini di kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (Curat) di ancam dengan pidana penjara maksimal 7 tahun,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Embung Dupok, Potensi Wisata dan Sumber PAD Desa Sukorejo Kecamatan Kebonsari

Madiun, Investigasi : Desa Sukorejo yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Kebonsari yang menyimpan banyak potensi ekonomi. Banyak olahan makanan yang dihasilkan oleh pelaku usaha melalui Home Industri salah satunya adalah Nuget Lele.
Selain Nuget Lele, ada juga masyarakat yang membuat manik-manik atau aksesoris yang menjadi binaan dari Kopwan setempat.
Terkait makanan olahan, saat ini, masyarakat Desa Sukorejo tengah berinovasi dengan membuat donat waluh. Diyakini makanan yang bersumber dari buah waluh ini akan menjadi produk unggulan yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.
Yoyon Mahmudi, Kades Sukorejo, Kecamatan Kebonsari membenarkan hal ini. Berbagai terobosan saat ini tengah dilakukan oleh Pemerintah Desanya salah satunya yaitu dengan membuat olahan makanan berbahan dasar buah waluh. "Saat ini masyarakat tengah membuat donat waluh, selain bahan bakunya mudah didapat, makanan ini jarang ada dan bisa jadi produk unggulan," kata Yoyon Mahmudi saat dikonfirmasi, Jumat (16/9/16).
Selain menggenjot produk makanan olahan, Pemerintah Desa Sukorejo kini tengah melirik potensi pariwisata melalui pemberdayaan Embung yang ada didesanya.
Yoyon Mahmudi menjelaskan, saat ini di Desa Sukorejo terdapat dua embung yang berlokasi di Dusun Dupok. Embung ini dibangun oleh Dinas Pengairan dan sudah diserah terimakan kedesa kisaran bulan Januari lalu.
"Dengan dibangunnya embung ini, masyarakat Desa Sukorejo merasa sangat terbantu. Selain untuk resapan air, masyarakat juga terbantu karena sumber air bisa naik," ujar Yoyon Mahmudi.
Lebih lanjut dijelaskan, sebenarnya didusun Dupok ini ada dua embung, sebelah selatan dan utara dan semuanya berlokasi di Dusun Dupok, namun yang sudah dibangun plengsengan baru satu yaitu embung disebelah selatan. "Embung sebelah selatan mempunyai luas sekitar 7000 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter. Namun kalau ditanya terkait potensinya masih bagus embung yang sebelah utara, cuma sayangnya belum dibangun plengsengan," kata Yoyon.
Selain fungsi pemanfaatan dasar, Pemerintah Desa Sukorejo melirik potensi wisata yang bisa dijadikan Pendapatan Asli Desa dengan cara diberdayakan yaitu dengan menabur benih ikan atau untuk perikanan.
Dalam planning atau rencana kedepannya, Embung Dupok ini akan dijadikan tempat pemancingan maupun tempat wisata keluarga yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Desa Sukorejo. "Kedepan dilokasi embung akan ditanam pepohonan agar rindang, selain itu dipinggir embung juga akan dibangun warung yang terconnect dengan Wifi agar wisatawan merasa betah," lanjutnya.
Selama ini pengelolaan embung masih dilakukan oleh Karang Taruna setempat, namun tidak menutup kemungkinan bila sudah berkembang akan dijadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Terkait dengan panen ikan, nanti kita akan sharing dengan Karang Taruna terkait dengan berapa prosentase yang diterima desa maupun karang taruna," ungkap Yoyon.
Dengan adanya Embung tersebut diharapkan bisa memberikan kontribusi yang besar khususnya bagi masyarakat Dusun Dupok dan Masyarakat Desa Sukorejo.
"Kami yakin, kalau embung Dupok ini dipoles dan dipercantik maka bisa dijadikan alternatif wisata bagi masyarakat setempat maupun luar dan bisa mendongkrak perekonomian maayarakat Desa Sukorejo" pungkas Yoyon Mahmudi. (p-76)
Madiun, Investigasi : Desa Sukorejo yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Kebonsari yang menyimpan banyak potensi ekonomi. Banyak olahan makanan yang dihasilkan oleh pelaku usaha melalui Home Industri salah satunya adalah Nuget Lele.
Selain Nuget Lele, ada juga masyarakat yang membuat manik-manik atau aksesoris yang menjadi binaan dari Kopwan setempat.
Terkait makanan olahan, saat ini, masyarakat Desa Sukorejo tengah berinovasi dengan membuat donat waluh. Diyakini makanan yang bersumber dari buah waluh ini akan menjadi produk unggulan yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakat.
Yoyon Mahmudi, Kades Sukorejo, Kecamatan Kebonsari membenarkan hal ini. Berbagai terobosan saat ini tengah dilakukan oleh Pemerintah Desanya salah satunya yaitu dengan membuat olahan makanan berbahan dasar buah waluh. "Saat ini masyarakat tengah membuat donat waluh, selain bahan bakunya mudah didapat, makanan ini jarang ada dan bisa jadi produk unggulan," kata Yoyon Mahmudi saat dikonfirmasi, Jumat (16/9/16).
Selain menggenjot produk makanan olahan, Pemerintah Desa Sukorejo kini tengah melirik potensi pariwisata melalui pemberdayaan Embung yang ada didesanya.
Yoyon Mahmudi menjelaskan, saat ini di Desa Sukorejo terdapat dua embung yang berlokasi di Dusun Dupok. Embung ini dibangun oleh Dinas Pengairan dan sudah diserah terimakan kedesa kisaran bulan Januari lalu.
"Dengan dibangunnya embung ini, masyarakat Desa Sukorejo merasa sangat terbantu. Selain untuk resapan air, masyarakat juga terbantu karena sumber air bisa naik," ujar Yoyon Mahmudi.
Lebih lanjut dijelaskan, sebenarnya didusun Dupok ini ada dua embung, sebelah selatan dan utara dan semuanya berlokasi di Dusun Dupok, namun yang sudah dibangun plengsengan baru satu yaitu embung disebelah selatan. "Embung sebelah selatan mempunyai luas sekitar 7000 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter. Namun kalau ditanya terkait potensinya masih bagus embung yang sebelah utara, cuma sayangnya belum dibangun plengsengan," kata Yoyon.
Selain fungsi pemanfaatan dasar, Pemerintah Desa Sukorejo melirik potensi wisata yang bisa dijadikan Pendapatan Asli Desa dengan cara diberdayakan yaitu dengan menabur benih ikan atau untuk perikanan.
Dalam planning atau rencana kedepannya, Embung Dupok ini akan dijadikan tempat pemancingan maupun tempat wisata keluarga yang bisa mendongkrak Pendapatan Asli Desa Sukorejo. "Kedepan dilokasi embung akan ditanam pepohonan agar rindang, selain itu dipinggir embung juga akan dibangun warung yang terconnect dengan Wifi agar wisatawan merasa betah," lanjutnya.
Selama ini pengelolaan embung masih dilakukan oleh Karang Taruna setempat, namun tidak menutup kemungkinan bila sudah berkembang akan dijadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"Terkait dengan panen ikan, nanti kita akan sharing dengan Karang Taruna terkait dengan berapa prosentase yang diterima desa maupun karang taruna," ungkap Yoyon.
Dengan adanya Embung tersebut diharapkan bisa memberikan kontribusi yang besar khususnya bagi masyarakat Dusun Dupok dan Masyarakat Desa Sukorejo.
"Kami yakin, kalau embung Dupok ini dipoles dan dipercantik maka bisa dijadikan alternatif wisata bagi masyarakat setempat maupun luar dan bisa mendongkrak perekonomian maayarakat Desa Sukorejo" pungkas Yoyon Mahmudi. (p-76)
Baca

Luar Biasa, Usulan Pembangunan Yang Sudah Lama Bisa Terealisasi Berkat Dana Desa

Madiun, Investigasi : Berbagai usulan yang dilakukan oleh masyarakat melalui Musrenbangdes terkait dengan realisasi pembangunan fisik yang ditampung oleh Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatam Mejayan, Kabupaten Madiun kini mulai dilaksanakan secara bertahap dan memuaskan berkat Dana Desa (DD).
Beberapa proyek berupa pemavingan jalan yang berlokasi di Dukuh Batu, RT 7 sepanjang 96 meter dengan lebar 4 meter sukses dikerjakan sehingga jalan yang dulunya becek dan berdebu kini menjadi bersih dan mulus. "Untuk proyek paving yang berlokasi di Dukuh Butuh, RT 7 ino menelan anggaran sekitar Rp. 66.2 juta," ungkap A. Tri Nugroho, ST. Jumat, (17/9/16).
Bukan hanya pembangunan untuk paving jalan saja, namun Pemerintah Desa Ngampel juga membangun talud yang melintasi tiga RT yaitu RT 15, 16 dan 17. Pembangunan Talud sepanjang 170 meter ini yang menelan anggaran sekitar Rp. 54 juta.
A. Tri Nugroho mengatakan selama ini pelayanan terkait dengan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Ngampel dirasa masih kurang karena banyak usulan untuk pembangunan jalan maupun saluran belum ada realisasi riil dilapangan.
"Namun dengan adanya Dana Desa ini, maka semua usulan yang masuk skala prioritas bisa langsung dilaksanakan, sehingga masyarakat merasa puas akan hasil pembangunan yang sudah selesai," ujar Kades Ngampel ini sembari tersenyum.
Kades Ngampel menegaskan pembangunan yang dibiayai oleh Dana Desa tidak akan berhenti sampai disini namun akan terus berkesinambungan sesuai dengan usulan dari masyarakat yang sudah lama mengajukan dan baru sekarang bisa direalisasi. "Saat ini masyarakat tengah menanti pembangunan yang lainnya," lanjut A. Tri Nugroho.
Dilanjutkan, pembangunan ini diselaraskan dengan tema Desa Ngampel Tahun 2016 yaitu Dengan Semangat Guyub Rukun, Mari Kita Bersama-sama Membangun Desa Ngampel Yang Lebih Baik. "Pada intinya kita bangun dulu guyub rukunnya, baru membangun yang lain," terangnya.
A. Tri Nugroho mengatakan bahwa pada prinsipnya, Dana Desa yang diterima oleh pihaknya tersebut sangat bermanfaat dan sangat membantu baik si segi pembangunan fisik maupun sosial kemasyarakatan. Untuk itu, pihaknya mewakili masyarakat Desa Ngampel mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun daerah yang telah mengalokasikan DD tersebut.
Diharapkan kedepan masyarakat bisa berperan aktif dalam pembangunan yang tengah dilakasanakan oleh Pemerintah Desa Ngampel. "Semoga kedepan dengam doa daei masyarakat, pembangunan di Desa Ngampel kedepan bisa terlaksana dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku" pungkas A. Tri Nugroho. (p-76)
Madiun, Investigasi : Berbagai usulan yang dilakukan oleh masyarakat melalui Musrenbangdes terkait dengan realisasi pembangunan fisik yang ditampung oleh Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatam Mejayan, Kabupaten Madiun kini mulai dilaksanakan secara bertahap dan memuaskan berkat Dana Desa (DD).
Beberapa proyek berupa pemavingan jalan yang berlokasi di Dukuh Batu, RT 7 sepanjang 96 meter dengan lebar 4 meter sukses dikerjakan sehingga jalan yang dulunya becek dan berdebu kini menjadi bersih dan mulus. "Untuk proyek paving yang berlokasi di Dukuh Butuh, RT 7 ino menelan anggaran sekitar Rp. 66.2 juta," ungkap A. Tri Nugroho, ST. Jumat, (17/9/16).
Bukan hanya pembangunan untuk paving jalan saja, namun Pemerintah Desa Ngampel juga membangun talud yang melintasi tiga RT yaitu RT 15, 16 dan 17. Pembangunan Talud sepanjang 170 meter ini yang menelan anggaran sekitar Rp. 54 juta.
A. Tri Nugroho mengatakan selama ini pelayanan terkait dengan infrastruktur yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Ngampel dirasa masih kurang karena banyak usulan untuk pembangunan jalan maupun saluran belum ada realisasi riil dilapangan.
"Namun dengan adanya Dana Desa ini, maka semua usulan yang masuk skala prioritas bisa langsung dilaksanakan, sehingga masyarakat merasa puas akan hasil pembangunan yang sudah selesai," ujar Kades Ngampel ini sembari tersenyum.
Kades Ngampel menegaskan pembangunan yang dibiayai oleh Dana Desa tidak akan berhenti sampai disini namun akan terus berkesinambungan sesuai dengan usulan dari masyarakat yang sudah lama mengajukan dan baru sekarang bisa direalisasi. "Saat ini masyarakat tengah menanti pembangunan yang lainnya," lanjut A. Tri Nugroho.
Dilanjutkan, pembangunan ini diselaraskan dengan tema Desa Ngampel Tahun 2016 yaitu Dengan Semangat Guyub Rukun, Mari Kita Bersama-sama Membangun Desa Ngampel Yang Lebih Baik. "Pada intinya kita bangun dulu guyub rukunnya, baru membangun yang lain," terangnya.
A. Tri Nugroho mengatakan bahwa pada prinsipnya, Dana Desa yang diterima oleh pihaknya tersebut sangat bermanfaat dan sangat membantu baik si segi pembangunan fisik maupun sosial kemasyarakatan. Untuk itu, pihaknya mewakili masyarakat Desa Ngampel mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat maupun daerah yang telah mengalokasikan DD tersebut.
Diharapkan kedepan masyarakat bisa berperan aktif dalam pembangunan yang tengah dilakasanakan oleh Pemerintah Desa Ngampel. "Semoga kedepan dengam doa daei masyarakat, pembangunan di Desa Ngampel kedepan bisa terlaksana dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku" pungkas A. Tri Nugroho. (p-76)
Baca

Pembangunan Selama 5 Tahun, Kalah Dengan 1 Tahun Yang Dibiayai oleh Dana Desa

Madiun, Investigasi : Desa Putat merupakan salah satu desa di Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun yang mempunyai jumlah penduduk sekitar 3.500 jiwa atau sekitar 1.140 KK. Dahulu, dengan keterbatasan anggaran, pembangunan di Desa Putat hanya bisa dilakukan setahun sekali dengan cara bertahap. Namun kini dengan adanya Dana Desa (DD), pembangunan diberbagai lini yang menyangkut hajat hidup masyarakat bisa terlaksana dengan baik.
Diketahui, Desa Putat, Kecamatan Geger ini menerima kucuran Dana Desa (DD) sebesar Rp. 621.101.000 yang dialokasikan keberbagai proyek pembangunan infrastruktur maupun sosial kemasyarakatan yang semuanya untuk kemajuan masyarakat Desa Putat.
Saat dihubungi, Setiyoso, Kades Putat membenarkan hal tersebut. Menurutnya Dana Desa yang diterima oleh Desa Putat sangat membantu perkembangan pembangunan didesanya. "Sangat luar biasa, terbukti apa yang dilakukan dalam membangun desa 5 tahun yang lalu kalah dengan 1 tahun ini dengan adanya DD," ungkap Setiyoso, Kamis (15/9/16).
Selain untuk pembangunan infrastruktur, Pemerintah Desa Putat menganggarkan sebesar Rp. 65 juta untuk sosial kemasyarakatan yaitu untuk Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Bantuan Anak Yatim, Kualitas Pendidikan, Kelompok Tani, Keamanan Lingkungan dan Masyarakat Miskin.
"Dulunya kita hanya bisa menganggarkan untuk posyandu balita saja, itupun dengan anggaran yang sangat kecil, namun dengan bertambahnya Anggaran melalui Dana Desa ini semuanya bisa kecukupan," lanjutnya.
Dengan anggaran yang besar ini, Setiyoso tidak serta merta mengobralnya, namun ada skala prioritas yang sudah direncanakan pada tahun sebelumnya melalui Musrenbangdes. "Anggaran akan keluar menurut skala prioritaa yang sudah ditetapkan dan kegiatan dilaksanakan mulai Januari hingga Desember setiap bulannya," tegas Setiyoso sembari menunjukkan jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan.
Terkait dengan pos anggaran untuk sosial kemasyarakatan yang srmakin bertambah, Setiyoso merasa bersyukur karena dampaknya sangat terasa sehingga tingkat kesehatan dan pendidikan maayarakat semakin membaik.
"Tingkat kesehatan, pendidikan maupun perekonomian masyarakat Desa Putat semakin membaik. Selain itu untuk sektor sosial kemasyarakatan juga ikut membaik," lanjutnya.
Karena terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat, Setiyoso berharap agar anggaran yang diambilkan 10 persen dari APBN ini bisa diteruskan. "Sekali lagi, dengan DD ini pembangunan yang dulu dilaksanakan selama 5 tahun, kalah dengan 1 tahun yang dibiayai oleh DD," pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Desa Putat merupakan salah satu desa di Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun yang mempunyai jumlah penduduk sekitar 3.500 jiwa atau sekitar 1.140 KK. Dahulu, dengan keterbatasan anggaran, pembangunan di Desa Putat hanya bisa dilakukan setahun sekali dengan cara bertahap. Namun kini dengan adanya Dana Desa (DD), pembangunan diberbagai lini yang menyangkut hajat hidup masyarakat bisa terlaksana dengan baik.
Diketahui, Desa Putat, Kecamatan Geger ini menerima kucuran Dana Desa (DD) sebesar Rp. 621.101.000 yang dialokasikan keberbagai proyek pembangunan infrastruktur maupun sosial kemasyarakatan yang semuanya untuk kemajuan masyarakat Desa Putat.
Saat dihubungi, Setiyoso, Kades Putat membenarkan hal tersebut. Menurutnya Dana Desa yang diterima oleh Desa Putat sangat membantu perkembangan pembangunan didesanya. "Sangat luar biasa, terbukti apa yang dilakukan dalam membangun desa 5 tahun yang lalu kalah dengan 1 tahun ini dengan adanya DD," ungkap Setiyoso, Kamis (15/9/16).
Selain untuk pembangunan infrastruktur, Pemerintah Desa Putat menganggarkan sebesar Rp. 65 juta untuk sosial kemasyarakatan yaitu untuk Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Bantuan Anak Yatim, Kualitas Pendidikan, Kelompok Tani, Keamanan Lingkungan dan Masyarakat Miskin.
"Dulunya kita hanya bisa menganggarkan untuk posyandu balita saja, itupun dengan anggaran yang sangat kecil, namun dengan bertambahnya Anggaran melalui Dana Desa ini semuanya bisa kecukupan," lanjutnya.
Dengan anggaran yang besar ini, Setiyoso tidak serta merta mengobralnya, namun ada skala prioritas yang sudah direncanakan pada tahun sebelumnya melalui Musrenbangdes. "Anggaran akan keluar menurut skala prioritaa yang sudah ditetapkan dan kegiatan dilaksanakan mulai Januari hingga Desember setiap bulannya," tegas Setiyoso sembari menunjukkan jadwal kegiatan yang sudah ditetapkan.
Terkait dengan pos anggaran untuk sosial kemasyarakatan yang srmakin bertambah, Setiyoso merasa bersyukur karena dampaknya sangat terasa sehingga tingkat kesehatan dan pendidikan maayarakat semakin membaik.
"Tingkat kesehatan, pendidikan maupun perekonomian masyarakat Desa Putat semakin membaik. Selain itu untuk sektor sosial kemasyarakatan juga ikut membaik," lanjutnya.
Karena terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat, Setiyoso berharap agar anggaran yang diambilkan 10 persen dari APBN ini bisa diteruskan. "Sekali lagi, dengan DD ini pembangunan yang dulu dilaksanakan selama 5 tahun, kalah dengan 1 tahun yang dibiayai oleh DD," pungkasnya. (p-76)
Baca

Bahagia Bisa Saling Berbagi Dihari Raya Kurban

Madiun Kota, Investigasi : Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di SMKN 1 Kota Madiun berjalan dengan lancar. Diketahui, setelah melaksanakan sholat Idul Adha di Alun-alun Kota Madiun, panitia yang terdiri dari para guru dan siswa merapat ke SMKN 1 Kota Madiun untuk melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban.
Saat dikonfirmasi, Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun mengatakan, untuk tahun ini, SMKN 1 Kota Madiun melaksanakan penyembelihan hewan kurban yaitu sapi sebanyak 3 ekor dan kambing 2 ekor.
"Nantinya akan kita bagi kepada siswa, guru dan masyarakat sekitar," ungkap Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun.
Dilanjutkan, ada sekitar 600 an kupon yang akan di bagikan ke siswa guru dan masyarakat umum. "Pembagiannya nanti dijam 11 atau jam 12 siang setelah semua daging di bungkus oleh panitia," lanjutnya.
Benar saja, sebelum jam yang ditentukan, masyarakat yang akan menerima daging kurban sudah berkerumun mengantri dilokasi pembagian untuk mendapatkan jatah daging kurban.
Tampak Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun dengan sabar melayani dan memberikan pengertian pada masyarakat yang akan mendapatkan jatah daging hewan kurban agar bersabar sementara waktu.
“Setiap tahun seperti ini, namun ini merupakan kebahagiaan bagi kami bisa saling berbagi pada masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di SMKN 1 Kota Madiun berjalan dengan lancar. Diketahui, setelah melaksanakan sholat Idul Adha di Alun-alun Kota Madiun, panitia yang terdiri dari para guru dan siswa merapat ke SMKN 1 Kota Madiun untuk melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban.
Saat dikonfirmasi, Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun mengatakan, untuk tahun ini, SMKN 1 Kota Madiun melaksanakan penyembelihan hewan kurban yaitu sapi sebanyak 3 ekor dan kambing 2 ekor.
"Nantinya akan kita bagi kepada siswa, guru dan masyarakat sekitar," ungkap Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun.
Dilanjutkan, ada sekitar 600 an kupon yang akan di bagikan ke siswa guru dan masyarakat umum. "Pembagiannya nanti dijam 11 atau jam 12 siang setelah semua daging di bungkus oleh panitia," lanjutnya.
Benar saja, sebelum jam yang ditentukan, masyarakat yang akan menerima daging kurban sudah berkerumun mengantri dilokasi pembagian untuk mendapatkan jatah daging kurban.
Tampak Suyono, Kepala SMKN 1 Kota Madiun dengan sabar melayani dan memberikan pengertian pada masyarakat yang akan mendapatkan jatah daging hewan kurban agar bersabar sementara waktu.
“Setiap tahun seperti ini, namun ini merupakan kebahagiaan bagi kami bisa saling berbagi pada masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Momentum Hari Raya Idul Adha Berikan Pengajaran Untuk Saling Berbagi

Madiun Kota, Investigasi : Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di SMKN 3 berjalan dengan lancar. Setelah melakukan sholat Idul Adha di halaman sekolah, para guru dan murid berkumpul dihalaman samping untuk melakukan penyembelihan hewan kurban.
Sunardi, Ka SMKN 3 Kota Madiun mengatakan bahwa untuk tahun ini ada peningkatan jumlah untuk hewan kurbannya. "Tahun kemarin hanya 3 ekor sapi, tapi tahun ini bisa 4 ekor sapi," ungkapnya. Senin (12/9/16).
Dilanjutkan, dari keempat ekor sapi yang akan disembelih tersebut, tiga ekor merupakan hasil sumbangan dari para guru SMKN 3 Kota Madiun dan yang satu ekor sapi merupakan sumbangan dari para siswa.
"Disini yang kita apresiasi bukan berapa jumlah hewan kurban, tapi kekompakkan yang terjalin antara guru dengan siswa," lanjut Sunardi.
Lantas Sunardi mengatakan bahwa sejak malam takbir hingga pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban pagi harinya, ada beberapa guru dan siswa yang sampai menginap di sekolahan karena merasa bertanggungjawab atas tugas yang diembannya. "Demi lancarnya acara kurban, panitia yang terdiri dari guru dan murid sampai menginap di sekolah," tegasnya.
Sementara Mahfud, Ketua panitia penyembelihan hewan kurban SMKN 3 Kota Madiun mengatakan bahwa daging kurban ini akan dibagikan kepada sebanyak 405 siswa, guru 100, SKI 55 dan masyarakat 175. "Semuannya kita beri kupon untuk pengambilan daging kurban nanti sekitar jam 10.00 Wib," ujarnya.
Diharapkan dengan adanya momentum Hari Raya Kurban ini, bisa dijadikan pembelajaran bagi siswa-siswi SMKN 3 Kota Madiun agar mau berbagi kepada sesama. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di SMKN 3 berjalan dengan lancar. Setelah melakukan sholat Idul Adha di halaman sekolah, para guru dan murid berkumpul dihalaman samping untuk melakukan penyembelihan hewan kurban.
Sunardi, Ka SMKN 3 Kota Madiun mengatakan bahwa untuk tahun ini ada peningkatan jumlah untuk hewan kurbannya. "Tahun kemarin hanya 3 ekor sapi, tapi tahun ini bisa 4 ekor sapi," ungkapnya. Senin (12/9/16).
Dilanjutkan, dari keempat ekor sapi yang akan disembelih tersebut, tiga ekor merupakan hasil sumbangan dari para guru SMKN 3 Kota Madiun dan yang satu ekor sapi merupakan sumbangan dari para siswa.
"Disini yang kita apresiasi bukan berapa jumlah hewan kurban, tapi kekompakkan yang terjalin antara guru dengan siswa," lanjut Sunardi.
Lantas Sunardi mengatakan bahwa sejak malam takbir hingga pelaksanaan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban pagi harinya, ada beberapa guru dan siswa yang sampai menginap di sekolahan karena merasa bertanggungjawab atas tugas yang diembannya. "Demi lancarnya acara kurban, panitia yang terdiri dari guru dan murid sampai menginap di sekolah," tegasnya.
Sementara Mahfud, Ketua panitia penyembelihan hewan kurban SMKN 3 Kota Madiun mengatakan bahwa daging kurban ini akan dibagikan kepada sebanyak 405 siswa, guru 100, SKI 55 dan masyarakat 175. "Semuannya kita beri kupon untuk pengambilan daging kurban nanti sekitar jam 10.00 Wib," ujarnya.
Diharapkan dengan adanya momentum Hari Raya Kurban ini, bisa dijadikan pembelajaran bagi siswa-siswi SMKN 3 Kota Madiun agar mau berbagi kepada sesama. (p-76)
Baca

Kepala Sekolah SMPN 2 Kedunggalar Yang Baru, Pujo Sulistiyono, S.Pd Targetkan Sekolah Lebih Maju dan Berprestasi.

Ngawi, Investigasi : Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedunggalar Kabupaten Ngawi MA’SUM,S.Pd,M.Pd belum lama ini (10/9/16) telah digantikan dengan yang baru yaitu PUJO SULISTIYONO,S.Pd.
Upacara serah terima jabatan dilaksanakan dihalaman sekolah. Seperti diketahui MA’SUM,S.Pd,M.Pd menjabat Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedunggalar sejak tahun 2013 sampai dengan masa pensiun dapat ditambahkan dia menjadi pegawai negeri sipil terhitung mulai tahun 1981. Sedangkan PUJO SULISTIYONO,S.Pd menjadi pegawai negeri sipil terhitung mulai 1986 dan bertugas di SMP Negeri 1 Karangjati.
Dalam kesempatan tersebut MA’SUM,S.Pd,M.Pd menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan karyawan yang selama dia menjabat Kepala Sekolah sudah memberikan kerjasama yang baik demi kemajuan sekolah.
Pada awal sambutannya Kepala Sekolah yang baru mengatakan bahwa sebetulnya terasa berat berpisah dengan teman-teman sejawat di SMP Negeri 1 Karangjati yang sudah relatif lama menjalin rasa persaudaraan yang harmonis. Dia menambahkan walaupun sudah jauh keberadaannya namun tetap menjalin tali silaturahmi yang harmonis.
Kepada semua karyawan dan karyawati SMP Negeri 2 Kedunggalar di harapkan kerjasama yang baik untuk memajukan sekolah dalam arti luas. Mengenai agenda kerja yang belum tuntas semasa kepemimpinan kepala sekolah yang lama dia berjanji akan melanjutkannya.
Untuk menyemarakan suasana dalam perhelatan tersebut ditampilkan orgen tungal dari Alumni SMP Negeri 2 Kedunggalar dan tidak ketinggalan para siswa – siswi menampilkan kebolehannya dalam hal seni tari. Termasuk para pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi yang hadir BUDI YUNIARTO,M.Pd dan JOKO PRIYONO,M.Pd ikut terhibur atas suguhan tari-tarian dari siswa – siswi tersebut.
Acara resmi berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Di tutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan ramah tamah. (hr)
Ngawi, Investigasi : Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedunggalar Kabupaten Ngawi MA’SUM,S.Pd,M.Pd belum lama ini (10/9/16) telah digantikan dengan yang baru yaitu PUJO SULISTIYONO,S.Pd.
Upacara serah terima jabatan dilaksanakan dihalaman sekolah. Seperti diketahui MA’SUM,S.Pd,M.Pd menjabat Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kedunggalar sejak tahun 2013 sampai dengan masa pensiun dapat ditambahkan dia menjadi pegawai negeri sipil terhitung mulai tahun 1981. Sedangkan PUJO SULISTIYONO,S.Pd menjadi pegawai negeri sipil terhitung mulai 1986 dan bertugas di SMP Negeri 1 Karangjati.
Dalam kesempatan tersebut MA’SUM,S.Pd,M.Pd menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dan karyawan yang selama dia menjabat Kepala Sekolah sudah memberikan kerjasama yang baik demi kemajuan sekolah.
Pada awal sambutannya Kepala Sekolah yang baru mengatakan bahwa sebetulnya terasa berat berpisah dengan teman-teman sejawat di SMP Negeri 1 Karangjati yang sudah relatif lama menjalin rasa persaudaraan yang harmonis. Dia menambahkan walaupun sudah jauh keberadaannya namun tetap menjalin tali silaturahmi yang harmonis.
Kepada semua karyawan dan karyawati SMP Negeri 2 Kedunggalar di harapkan kerjasama yang baik untuk memajukan sekolah dalam arti luas. Mengenai agenda kerja yang belum tuntas semasa kepemimpinan kepala sekolah yang lama dia berjanji akan melanjutkannya.
Untuk menyemarakan suasana dalam perhelatan tersebut ditampilkan orgen tungal dari Alumni SMP Negeri 2 Kedunggalar dan tidak ketinggalan para siswa – siswi menampilkan kebolehannya dalam hal seni tari. Termasuk para pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi yang hadir BUDI YUNIARTO,M.Pd dan JOKO PRIYONO,M.Pd ikut terhibur atas suguhan tari-tarian dari siswa – siswi tersebut.
Acara resmi berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Di tutup dengan do’a dan dilanjutkan dengan ramah tamah. (hr)
Baca

Belasan Kantong Darah PMI Diduga Terinfeksi HIV

Madiun, Investigasi : Pemusnahan belasan kantong darah dilakukan oleh PMI (Palang Merah Indonesia) Unit Tranfusi Darah Kabupaten Madiun. Pasalnya, dari 119 kantong darah yang didapat oleh PMI Kabupaten Madiun, 15 kantong darah diantaranya terdeteksi penyakit HIV.
Atas temuan ini, PMI Kabupaten Madiun memanggil pendonor yang terjangkit penyakit tersebut dan memberikan penjelasan. Untuk tindak lanjut pengobatan bisa dilakukan melalui dokter maupun rumah sakit. Untuk meminimalisasi adanya kantong yang terkontaminasi penyakit, UTD PMIKabupaten Madiun melarang pemilik darah terindikasi HIV, Hepatitis dan Sipilis kembali mendonorkan darahnya.
Menurut Dony Dwi Setyawan, Kabid Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa dari 119 kantong darah yang didapat PMI Kabupaten Madiun dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2016 ini ditemukan kurang lebih sekitar 15 kantong darah yang terkontaminasi virus penyakit HIV, Virus penyakit Hepatitis B, C dan Syphilis.
“Setiap kantong darah yang masuk ke UTD PMI Kabupaten Madiun ini harus melalui proses screening Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD),” ungkap Dony.
Selain itu, untuk memudahkan koordinasi dengan para penyumbang darah, petugas memberi tanda khusus bagi para peserta. “Hal ini dilakukan untuk mempermudah petugas dalam memblokir pendonor yang diketahui sudah terinfeksi penyakit menular,” lanjutnya.
Agar kantong darah yang sudah terinfeksi penyakit menular tersebut tidak disalah gunakan, petugas langsung memusnahkannya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Pemusnahan belasan kantong darah dilakukan oleh PMI (Palang Merah Indonesia) Unit Tranfusi Darah Kabupaten Madiun. Pasalnya, dari 119 kantong darah yang didapat oleh PMI Kabupaten Madiun, 15 kantong darah diantaranya terdeteksi penyakit HIV.
Atas temuan ini, PMI Kabupaten Madiun memanggil pendonor yang terjangkit penyakit tersebut dan memberikan penjelasan. Untuk tindak lanjut pengobatan bisa dilakukan melalui dokter maupun rumah sakit. Untuk meminimalisasi adanya kantong yang terkontaminasi penyakit, UTD PMIKabupaten Madiun melarang pemilik darah terindikasi HIV, Hepatitis dan Sipilis kembali mendonorkan darahnya.
Menurut Dony Dwi Setyawan, Kabid Pelayanan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Madiun menjelaskan bahwa dari 119 kantong darah yang didapat PMI Kabupaten Madiun dalam kurun waktu Januari hingga Agustus 2016 ini ditemukan kurang lebih sekitar 15 kantong darah yang terkontaminasi virus penyakit HIV, Virus penyakit Hepatitis B, C dan Syphilis.
“Setiap kantong darah yang masuk ke UTD PMI Kabupaten Madiun ini harus melalui proses screening Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD),” ungkap Dony.
Selain itu, untuk memudahkan koordinasi dengan para penyumbang darah, petugas memberi tanda khusus bagi para peserta. “Hal ini dilakukan untuk mempermudah petugas dalam memblokir pendonor yang diketahui sudah terinfeksi penyakit menular,” lanjutnya.
Agar kantong darah yang sudah terinfeksi penyakit menular tersebut tidak disalah gunakan, petugas langsung memusnahkannya. (p-76)
Baca

Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Madiun Ke 448 dan Bulan Intensifikasi 2016, Lunas PBB Dapat Bonus



Madiun, Investigasi : Masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 448, Dinas , Kabupaten Madiun mengadakan Kegiatan Intensifikasi Pemungutan PBB Untuk Kecamatan dan Kelurahan Yang Berprestasi Tahun 2016 di Kecamatan Kebonsari. Kamis (8/9/16).
Dalam kegiatan tersebut, pihak Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun mengadakan sosialisasi serta memberikan bonus bagi desa-desa diwilayah Kecamatan Kebonsari yang sudah lunas dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2016.
Saat dikonfirmasi, Indra Setyawan, Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun membenarkan bahwa dalam bulan intensifikasi ini Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun akan memberikan reward atau bonus kepada desa yang sudah melunasi PBB sebelum jatuh tempo
"Ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka perangsang bagi masyarakat untuk segera melunasi PBB sebelum jatuh tempo," ungkapnya.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa dalam bulan intensifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan beberapa ketentuan pelunasan PBB agar bonus sampai 15 persen untuk desa dan kecamatam bisa didapatkan.
Ketentuan yang pertama adalah apabila PBB bisa dilunasi sebelum tanggal 15 Juli 2016, maka Kepala Dusun (Kasun) dan Kepala Desa (Kades) akan mendapatkan bonus masing-masing sebesar 5 persen dari total pagu desa.
Ketentuan kedua adalah apabila sebelum batas waktu tanggal 5 Agustus 2016 seluruh desa sekecamatan bisa mencapai target 90 persen ataupun lunas, maka pihak kecamatan yang terkait akan mendapatkan bonus sebesar 1 persen dari total PBB seluruh desa sekecamatan.
Ketentuan ketiga adalah apabila desa bisa melunasi PBB sebelum jatuh tempo atau paling lambat tanggal 30 September 2016, maka Desa yang bersangkutan akan mendapatkan bonus sebesar 5 persen dari total pagu yang ada.
"Apabila desa sudah melakukan pelunasan di Bulan Intensifikasi maka Desa tersebut akan mendapatkan total sebesar 15 persen dengan rincian yaitu Kasun 5 persen, Kades 5 persen dan Desa 5 persen," kata Indra Setyawan.
Selain itu, pihak Kabupaten Madiun tidak akan menutup mata atas kerja keras yang dilakukan oleh petugas pemungut PBB. Petugas pemungut PBB akan mendapatkan bonus sebesar 5 persen dari total pagu setiap desa. "Selain dalam rangka hari jadi Kabupaten Madiun, Di bulan intensifikasi ini Pemerintah Kabupaten Madiun memang memberikan bonus yang banyak bagi desa yang sudah melunasi PBB nya," tegas Indra Setyawan.
Namun, sewaktu sosialisasi di Kecamatan Kebonsari kemarin, ternyata baru ada 9 Kasun se Kecamatan Kebonsari yang sudah dinyatakan lunas PBBnya. Dari data yang diperoleh, 9 Kasun tersebut adalah Kasun Jumog Desa Kebonsari, Kasun Jomblang Desa Sidorejo, Kasun Mojorejo Desa Mojorejo, Kasun Ringin Putih I Desa Tanjungrejo, Kasun Ringin Putih II Desa Tanjungrejo, Kasun Sarangan Desa Krandegan, Kasun Butan Desa Krandegan,  Kasun Tambak Mas Desa Tambak Mas, dan Kasun Datengan Desa Tambak Mas.
Diketahui, target pembayaran PBB tahun 2016 untuk Kecamatan Kebonsari adalah Rp. 1.119.495.804,- namun sampai tanggal 15 September 2016 baru menyetorkan Rp. 415.105.750,- atau sebesar Rp. 37,08 persen. "Diharapkan, desa-desa sekecamatan Kebonsari bisa melunasi PBB sebelum jatuh tempo terakhir," pungkas Indra Setyawan. (p-76)



Madiun, Investigasi : Masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun yang ke 448, Dinas , Kabupaten Madiun mengadakan Kegiatan Intensifikasi Pemungutan PBB Untuk Kecamatan dan Kelurahan Yang Berprestasi Tahun 2016 di Kecamatan Kebonsari. Kamis (8/9/16).
Dalam kegiatan tersebut, pihak Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun mengadakan sosialisasi serta memberikan bonus bagi desa-desa diwilayah Kecamatan Kebonsari yang sudah lunas dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2016.
Saat dikonfirmasi, Indra Setyawan, Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun membenarkan bahwa dalam bulan intensifikasi ini Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pendapatan Kabupaten Madiun akan memberikan reward atau bonus kepada desa yang sudah melunasi PBB sebelum jatuh tempo
"Ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dalam rangka perangsang bagi masyarakat untuk segera melunasi PBB sebelum jatuh tempo," ungkapnya.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa dalam bulan intensifikasi ini, Pemerintah Kabupaten Madiun memberikan beberapa ketentuan pelunasan PBB agar bonus sampai 15 persen untuk desa dan kecamatam bisa didapatkan.
Ketentuan yang pertama adalah apabila PBB bisa dilunasi sebelum tanggal 15 Juli 2016, maka Kepala Dusun (Kasun) dan Kepala Desa (Kades) akan mendapatkan bonus masing-masing sebesar 5 persen dari total pagu desa.
Ketentuan kedua adalah apabila sebelum batas waktu tanggal 5 Agustus 2016 seluruh desa sekecamatan bisa mencapai target 90 persen ataupun lunas, maka pihak kecamatan yang terkait akan mendapatkan bonus sebesar 1 persen dari total PBB seluruh desa sekecamatan.
Ketentuan ketiga adalah apabila desa bisa melunasi PBB sebelum jatuh tempo atau paling lambat tanggal 30 September 2016, maka Desa yang bersangkutan akan mendapatkan bonus sebesar 5 persen dari total pagu yang ada.
"Apabila desa sudah melakukan pelunasan di Bulan Intensifikasi maka Desa tersebut akan mendapatkan total sebesar 15 persen dengan rincian yaitu Kasun 5 persen, Kades 5 persen dan Desa 5 persen," kata Indra Setyawan.
Selain itu, pihak Kabupaten Madiun tidak akan menutup mata atas kerja keras yang dilakukan oleh petugas pemungut PBB. Petugas pemungut PBB akan mendapatkan bonus sebesar 5 persen dari total pagu setiap desa. "Selain dalam rangka hari jadi Kabupaten Madiun, Di bulan intensifikasi ini Pemerintah Kabupaten Madiun memang memberikan bonus yang banyak bagi desa yang sudah melunasi PBB nya," tegas Indra Setyawan.
Namun, sewaktu sosialisasi di Kecamatan Kebonsari kemarin, ternyata baru ada 9 Kasun se Kecamatan Kebonsari yang sudah dinyatakan lunas PBBnya. Dari data yang diperoleh, 9 Kasun tersebut adalah Kasun Jumog Desa Kebonsari, Kasun Jomblang Desa Sidorejo, Kasun Mojorejo Desa Mojorejo, Kasun Ringin Putih I Desa Tanjungrejo, Kasun Ringin Putih II Desa Tanjungrejo, Kasun Sarangan Desa Krandegan, Kasun Butan Desa Krandegan,  Kasun Tambak Mas Desa Tambak Mas, dan Kasun Datengan Desa Tambak Mas.
Diketahui, target pembayaran PBB tahun 2016 untuk Kecamatan Kebonsari adalah Rp. 1.119.495.804,- namun sampai tanggal 15 September 2016 baru menyetorkan Rp. 415.105.750,- atau sebesar Rp. 37,08 persen. "Diharapkan, desa-desa sekecamatan Kebonsari bisa melunasi PBB sebelum jatuh tempo terakhir," pungkas Indra Setyawan. (p-76)

Baca

Jelang Idul Adha, Bupati Ngawi Lakukan Sidak Hewan Kurban

Ngawi, Investigasi : Untuk memantau kondisi pasar hewan dan sekaligus mengantisipasi beredarnya hewan kurban yang sakit, Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama tim gabungan melakukan inspeksi mendadak-Sidak di Pasar Hewan Ngawi, Kamis pagi (8/9/16).
Dalam kegiatan Sidak di pasar Hewan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Bapemas Pemdes dan Inspektorat serta lainnya.
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengatakan kunjungannya beserta tim di Pasar Hewan Ngawi untuk mengetahui kondisi pasar. Selain itu, Bupati bersama tim ingin memastikan ternak yang perjualbelikan sehat dan memenuhi syarat kurban. “Sidak bertujuan untuk memastikan kondisi hewan yang beredar sehat dan memenuhi syarat untuk kurban Idul Adha 1437 H,” ungkapnya.
Bupati Ngawi menambahkan untuk mengantisipasi hewan yang terkena penyakit menular seperti antrak maupun lainnya, pemerintah melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Selain itu, Pemerintah melalui dinas terkait juga melakukan sosialisasi kepada peternak.
“Disini, saya membawa tim kesehatan hewan untuk memeriksa hewan, dan setelah kami periksa Alhamdulillah sehat dan layak untuk kurban,” ujar Bupati Ngawi Budi Sulistyono. (p-76)
Ngawi, Investigasi : Untuk memantau kondisi pasar hewan dan sekaligus mengantisipasi beredarnya hewan kurban yang sakit, Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama tim gabungan melakukan inspeksi mendadak-Sidak di Pasar Hewan Ngawi, Kamis pagi (8/9/16).
Dalam kegiatan Sidak di pasar Hewan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono didampingi Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Bapemas Pemdes dan Inspektorat serta lainnya.
Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengatakan kunjungannya beserta tim di Pasar Hewan Ngawi untuk mengetahui kondisi pasar. Selain itu, Bupati bersama tim ingin memastikan ternak yang perjualbelikan sehat dan memenuhi syarat kurban. “Sidak bertujuan untuk memastikan kondisi hewan yang beredar sehat dan memenuhi syarat untuk kurban Idul Adha 1437 H,” ungkapnya.
Bupati Ngawi menambahkan untuk mengantisipasi hewan yang terkena penyakit menular seperti antrak maupun lainnya, pemerintah melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Selain itu, Pemerintah melalui dinas terkait juga melakukan sosialisasi kepada peternak.
“Disini, saya membawa tim kesehatan hewan untuk memeriksa hewan, dan setelah kami periksa Alhamdulillah sehat dan layak untuk kurban,” ujar Bupati Ngawi Budi Sulistyono. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100