Berita Terkini

Benteng Van De Bosch, Untuk Pertahanan Tentara Belanda Di Ngawi

Ngawi, Investigasi : Benteng Van den Bosch, atau yang lebih dikenal sebagai Benteng Pendem adalah benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Benteng ini memiliki ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau. Yakni dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi ke arah timur laut yang berjarak sekitar kurang lebih 1km. Letak benteng ini sangat strategis karena berada di sudut pertemuan sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Benteng ini dulu sengaja dibuat lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar terpendam.
Menurut sejarahnya Benteng ini dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1839 – 1845 dengan nama Font Van Den Bosch, dulunya benteng tersebut di bangun pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Font Van Den Bosch.
Lokasi benteng ini terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Bangunan benteng ini bertingkat yang terdiri dari pintu gerbang utama, ratusan kamar untuk para tentara, ruangan untuk seorang kolonel dan ruang komando yang depannya berupa halaman rumput, dan beberapa ruangan yang dulunya diyakini sebagai kandang kuda. Oleh karena itu, benteng ini oleh masyarakat sekitar dikenal juga dengan sebutan benteng pendem, dan juga dikelilingi parit yang lebarnya 15 meter dan dalamnya 2 meter.
Dipilihnya lokasi pembangunan benteng di situ karena mengingat Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun kala itu merupakan jalur lalu lintas sungai yang dapat dilayari oleh perahu-perahu yang cukup besar sampai jauh ke bagian hulu.
Perahu tersebut memuat berbagai macam hasil bumi yang berupa rempah-rempah dan palawija dari Surakarta-Ngawi menuju Bandar Gresik, demikian juga Madiun-Ngawi dengan tujuan yang sama. Pada abad 19, Kota Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan pusat pertahanan para pejuang di Kabupaten Madiun, Ngawi, dan sekitarnya.
Perlawanan melawan Belanda yang berkorbar di daerah, dipimpin oleh kepala daerah setempat. Di Kabupaten Madiun, dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo, dan di daerah Ngawi dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo, serta salah satu pengikut Pangeran Diponegoro bernama Wirontani pada tahun 1825, Kota Ngawi berhasil direbut dan diduduki. Untuk mempertahankan kedudukan dari fungsi strategis Kota Ngawi serta menguasai jalur-jalur perdagangan, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda membangun benteng Van Den Bosch, yang dihuni oleh tentara Belanda sebanyak 250 orang bersenjatakan bedil, 6 meriam api, dan 60 orang kavaleri yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van Den Bosch.
Pada bagian selatan benteng keadaannya hancur karena serangan bom jepang. Tujuan di bangunnya benteng tersebut yaitu untuk menghambat atau menangkal pasukan penyerang diponegoro terhadap belanda. Di dalam benteng tersebut terdapat salah satu bukti yaitu terdapat makam salah satu anak buah diponegoro di dalam kantor utama dalam Benteng Van Den Bosch, yang bernama KH. Muhammad Nursalim. KH. Muhammad Nursalim adalah tokoh pejuang yang ditangkap Belanda dan di bawa ke Benteng tersebut, karena kesaktiannya beliau tidak mempan ditembak, akhirnya tentara Belanda mengubur hidup-hidup KH. Muhammad Nursalim didalam benteng tersebut pada tanggal 17 Agustus 1592. Beliau juga di yakini sebagai penyebar agama Islam pertama kali di wilayah Ngawi.
Untuk masuk ke sini cukup murah, hanya Rp 2000 saja. Karena memang tempat ini masih dikelola oleh warga setempat. Di depan benteng terdapat beberapa mobil yang digunakan perang oleh Belanda dahulu kala tetapi keadaanya masih lumayan bagus.

Di depan benteng juga di bangun taman bermain sehingga menambah keramaian tempat ini, disini juga banyak anak-anak motor cross yang memacu adrenalinya mengelilingi Benteng Van Den Bosch. Arsitektur benteng ini sebenarnya cukup bagus, tetapi sudah rusak sana sini hancur termakan usia. Sayangnya benteng ini tidak di kelola dengan baik, hingga di bagian belakang benteng ini di jadikan rumah kelelawar. (p-76)
Ngawi, Investigasi : Benteng Van den Bosch, atau yang lebih dikenal sebagai Benteng Pendem adalah benteng yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Benteng ini memiliki ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah dijangkau. Yakni dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi ke arah timur laut yang berjarak sekitar kurang lebih 1km. Letak benteng ini sangat strategis karena berada di sudut pertemuan sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Benteng ini dulu sengaja dibuat lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar terpendam.
Menurut sejarahnya Benteng ini dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1839 – 1845 dengan nama Font Van Den Bosch, dulunya benteng tersebut di bangun pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Font Van Den Bosch.
Lokasi benteng ini terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi. Bangunan benteng ini bertingkat yang terdiri dari pintu gerbang utama, ratusan kamar untuk para tentara, ruangan untuk seorang kolonel dan ruang komando yang depannya berupa halaman rumput, dan beberapa ruangan yang dulunya diyakini sebagai kandang kuda. Oleh karena itu, benteng ini oleh masyarakat sekitar dikenal juga dengan sebutan benteng pendem, dan juga dikelilingi parit yang lebarnya 15 meter dan dalamnya 2 meter.
Dipilihnya lokasi pembangunan benteng di situ karena mengingat Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun kala itu merupakan jalur lalu lintas sungai yang dapat dilayari oleh perahu-perahu yang cukup besar sampai jauh ke bagian hulu.
Perahu tersebut memuat berbagai macam hasil bumi yang berupa rempah-rempah dan palawija dari Surakarta-Ngawi menuju Bandar Gresik, demikian juga Madiun-Ngawi dengan tujuan yang sama. Pada abad 19, Kota Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan pusat pertahanan para pejuang di Kabupaten Madiun, Ngawi, dan sekitarnya.
Perlawanan melawan Belanda yang berkorbar di daerah, dipimpin oleh kepala daerah setempat. Di Kabupaten Madiun, dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo, dan di daerah Ngawi dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo, serta salah satu pengikut Pangeran Diponegoro bernama Wirontani pada tahun 1825, Kota Ngawi berhasil direbut dan diduduki. Untuk mempertahankan kedudukan dari fungsi strategis Kota Ngawi serta menguasai jalur-jalur perdagangan, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda membangun benteng Van Den Bosch, yang dihuni oleh tentara Belanda sebanyak 250 orang bersenjatakan bedil, 6 meriam api, dan 60 orang kavaleri yang dipimpin oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van Den Bosch.
Pada bagian selatan benteng keadaannya hancur karena serangan bom jepang. Tujuan di bangunnya benteng tersebut yaitu untuk menghambat atau menangkal pasukan penyerang diponegoro terhadap belanda. Di dalam benteng tersebut terdapat salah satu bukti yaitu terdapat makam salah satu anak buah diponegoro di dalam kantor utama dalam Benteng Van Den Bosch, yang bernama KH. Muhammad Nursalim. KH. Muhammad Nursalim adalah tokoh pejuang yang ditangkap Belanda dan di bawa ke Benteng tersebut, karena kesaktiannya beliau tidak mempan ditembak, akhirnya tentara Belanda mengubur hidup-hidup KH. Muhammad Nursalim didalam benteng tersebut pada tanggal 17 Agustus 1592. Beliau juga di yakini sebagai penyebar agama Islam pertama kali di wilayah Ngawi.
Untuk masuk ke sini cukup murah, hanya Rp 2000 saja. Karena memang tempat ini masih dikelola oleh warga setempat. Di depan benteng terdapat beberapa mobil yang digunakan perang oleh Belanda dahulu kala tetapi keadaanya masih lumayan bagus.

Di depan benteng juga di bangun taman bermain sehingga menambah keramaian tempat ini, disini juga banyak anak-anak motor cross yang memacu adrenalinya mengelilingi Benteng Van Den Bosch. Arsitektur benteng ini sebenarnya cukup bagus, tetapi sudah rusak sana sini hancur termakan usia. Sayangnya benteng ini tidak di kelola dengan baik, hingga di bagian belakang benteng ini di jadikan rumah kelelawar. (p-76)
Baca

Buah Pepaya Untuk Menghapus Kelebihan Lemak

Investigasi Sehat : Pepaya adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Sunpride sendiri memiliki beberapa jenis pepaya, yaitu Pepaya Hawaii (Bentuknya agak bulat atau bulat panjang, kulit berwarna kuning cerah saat matang, daging buahnya agak tebal & berwarna kuning) dan Pepaya California (Daging buah tebal dan kenyal, buah tidak terlalu besar dgn rasa yg manis).
Buah pepaya  membawa banyak menfaat kesehatan bagi manusia dengan kandungan nutrisi yang dibawanya. Christopher Columbus bahkan menjuluki buah yang satu ini sebagai “Fruit of the angels” atau buah para malaikat karena rasanya yang lezat dan khasiatnya yang luar biasa.
Selain dikenal sebagai buah para malaikat, Pepaya juga kadung populer sebagai “Power fruit for women” atau buah yang sangat hebat untuk perempuan. Kenapa? Karena manfaat buah pepaya sangat baik bagi kaum hawa. Mau tahu apa saja manfaat buah pepaya untuk perempuan? Mari simak ulasan berikut ini :
Enzim Papain pada buah pepaya yang masih muda dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pepaya yang sudah matang. Enzim tersebut bukan hanya menganalisis protein dalam tubuh, tapi juga mendorong metabolisme tubuh yang sempurna dan dengan cepat akan menghapus kelebihan lemak. Tapi ingat, buah pepaya muda sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi ibu hamil, terutama pada masa-masa awal kehamilan.
Percayalah jika buah pepaya mengandung jumlah Vitamin C 48 kali lebih banyak dibanding buah apel. Oleh sebab itu, buah pepaya dapat dengan cepat menghapus racun di dalam tubuh dan sangat bagus untuk menyegarkan kulit. Enzim pepaya juga mampu mendorong metabolisme kulit, sehingga kulit terlihat lebih cerah/bersinar.
Buah pepaya juga diyakini sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Hormon medium dan vitamin A yang terkandung dalam enzim pepaya, bisa merangsang hormon wanita untuk menghasilkan jumlah ASI yang lebih banyak bagi mereka yang sedang dalam masa menyusui.
Buat Anda yang sangat mementingkan kesehatan rambut, buah pepaya juga dapat membantu untuk mengontrol ketombe. Shampoo dari bahan pepaya saat ini sudah banyak bisa Anda temui di supermarket-supermarket terdekat.
Perempuan yang mengalami sikluas menstruasi yang tidak teratur, bisa mengkonsumsi jus pepaya untuk membuat siklus tersebut menjadi teratur. Selain itu, enzim dan nutrisi penting lainnya di dalam buah pepaya juga mampu menurunkan resiko terkena kanker Servik.

Nah, banyak bukan manfaat alami yang dibawa oleh buah pepaya? Yuk, mulai sekarang rutin untuk mengkonsumsi buah pepaya dalam menu keseharian kita untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. (p-76)
Investigasi Sehat : Pepaya adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Sunpride sendiri memiliki beberapa jenis pepaya, yaitu Pepaya Hawaii (Bentuknya agak bulat atau bulat panjang, kulit berwarna kuning cerah saat matang, daging buahnya agak tebal & berwarna kuning) dan Pepaya California (Daging buah tebal dan kenyal, buah tidak terlalu besar dgn rasa yg manis).
Buah pepaya  membawa banyak menfaat kesehatan bagi manusia dengan kandungan nutrisi yang dibawanya. Christopher Columbus bahkan menjuluki buah yang satu ini sebagai “Fruit of the angels” atau buah para malaikat karena rasanya yang lezat dan khasiatnya yang luar biasa.
Selain dikenal sebagai buah para malaikat, Pepaya juga kadung populer sebagai “Power fruit for women” atau buah yang sangat hebat untuk perempuan. Kenapa? Karena manfaat buah pepaya sangat baik bagi kaum hawa. Mau tahu apa saja manfaat buah pepaya untuk perempuan? Mari simak ulasan berikut ini :
Enzim Papain pada buah pepaya yang masih muda dua kali lipat lebih banyak dibandingkan pepaya yang sudah matang. Enzim tersebut bukan hanya menganalisis protein dalam tubuh, tapi juga mendorong metabolisme tubuh yang sempurna dan dengan cepat akan menghapus kelebihan lemak. Tapi ingat, buah pepaya muda sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bagi ibu hamil, terutama pada masa-masa awal kehamilan.
Percayalah jika buah pepaya mengandung jumlah Vitamin C 48 kali lebih banyak dibanding buah apel. Oleh sebab itu, buah pepaya dapat dengan cepat menghapus racun di dalam tubuh dan sangat bagus untuk menyegarkan kulit. Enzim pepaya juga mampu mendorong metabolisme kulit, sehingga kulit terlihat lebih cerah/bersinar.
Buah pepaya juga diyakini sangat membantu dalam pertumbuhan payudara. Hormon medium dan vitamin A yang terkandung dalam enzim pepaya, bisa merangsang hormon wanita untuk menghasilkan jumlah ASI yang lebih banyak bagi mereka yang sedang dalam masa menyusui.
Buat Anda yang sangat mementingkan kesehatan rambut, buah pepaya juga dapat membantu untuk mengontrol ketombe. Shampoo dari bahan pepaya saat ini sudah banyak bisa Anda temui di supermarket-supermarket terdekat.
Perempuan yang mengalami sikluas menstruasi yang tidak teratur, bisa mengkonsumsi jus pepaya untuk membuat siklus tersebut menjadi teratur. Selain itu, enzim dan nutrisi penting lainnya di dalam buah pepaya juga mampu menurunkan resiko terkena kanker Servik.

Nah, banyak bukan manfaat alami yang dibawa oleh buah pepaya? Yuk, mulai sekarang rutin untuk mengkonsumsi buah pepaya dalam menu keseharian kita untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. (p-76)
Baca

Tiga Desa Terpilih Paling Meriah Dalam Pelaksanaan BST

Madiun, Investigasi : Desa-desa se Kabupaten Madiun yang telah melaksanakan Bakti Sosial Terpadu (BST) oleh Pemerintah Kabupaten Madiun ternyata mendapat penilaian oleh tim yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Madiun.
Maka dari itu, Rabu, (6/1/16) Bupati Madiun H. Muhtarom dengan didampingi oleh Kepala SKPD Pemkab. Madiun mengadakan kunjungan ke sejumlah desa dengan mengendarai sepeda motor jenis trail. tiga desa yang dikunjungi yakni desa Wayut Kec. Jiwan, desa Rejosari, Kec. Kebonsari, dan desa Bodag, Kec. Kare untuk memberikan hadiah (reward) berupa seperangkat komputer lengkap dengan printernya. Ketiga desa tersebut merupakan desa yang paling meriah dalam melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Terpadu (BST).
 Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh Bupati H. Muhtarom, untuk menemui warga masyarakat untuk menjaring aspirasi sebagaimana biasa dilakukaan saat BST. Di desa Wayut, Bupati Madiun juga berkesempatan berdialog dengan petani setempat yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Pardi, Ketua Gapoktan desa Wayut  pada kesempatan ini menuturkan, bahwa petani di Wayut menginginkan agar Pemkab. Madiun bisa membangun jalan usaha tani (JUT) sepanjang 840 meter dengan lebar 3,5 meter untuk mempermudah petani saat mengangkut hasil panennya.
 Sedangkan di desa Rejosari Kec. Kebonsari, Bupati Madiun H. Muhtarom, bertemu dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Pada kesempatan ini Kepala Desa Rejosari Tjokro Suyoso, juga menyalurkan aspirasi masyarakatknya yang bekerja sebagai peternak dan pengusaha kecil. Diiformasikan, bahwa  kebanyakan para peternak dan pengusaha kecil di desanya mengalami kesulitan untuk meningkatkan/ mengembangkan usahanya karena terkendala minimnya peralatan /sarana penunjang usaha.
Terkait dengan permintaan bantuan oleh masyarakat, Bupati Madiun menjelaskan, bahwa pihaknya sudah sering kali mengingatkan kepada desa, agar kelompok-kelompok usaha untuk berbadan hukum, karena tanpa adanya badan hukum, maka kelompok-kelompok usaha tersebut tidak bisa menerima bantuan maupun hibah dari pemerintah. Hal ini sesuai dengan aturan Permendagri yang baru. Karena ini sudah menyangkut persoalan aturan maka itu harus dilaksanakan, dan kalau dipaksakan, maka yang terkena imbasnya justru Bupati dan jajarannya. Bisa-bisa BPK dan Inspektorat akan turun nantinya, karena dianggap  tidak kredibel.

 Bupati Madiun H. Muhtarom, juga mengingatkan agar petani dan peternak maupun pengusaha kecil untuk lebih mawas diri dalam usaha mereka. Khusus kepada petani desa Wayut Kec. Jiwan, Bupati Madiun berpesan, hendaknya sebagai petani peka dengan sawah ladangnya, kalau ada indikasi terkena hama tanaman hendaknya segera melapor ke mantri pertanian setempat. Demikian pula dengan pola tanam, kalau musim kemarau sudah memasuki puncaknya, petani dihimbau untuk tidak memaksakan diri menanam padi dan beralih ke tanaman palawija. (p-76)
Madiun, Investigasi : Desa-desa se Kabupaten Madiun yang telah melaksanakan Bakti Sosial Terpadu (BST) oleh Pemerintah Kabupaten Madiun ternyata mendapat penilaian oleh tim yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Madiun.
Maka dari itu, Rabu, (6/1/16) Bupati Madiun H. Muhtarom dengan didampingi oleh Kepala SKPD Pemkab. Madiun mengadakan kunjungan ke sejumlah desa dengan mengendarai sepeda motor jenis trail. tiga desa yang dikunjungi yakni desa Wayut Kec. Jiwan, desa Rejosari, Kec. Kebonsari, dan desa Bodag, Kec. Kare untuk memberikan hadiah (reward) berupa seperangkat komputer lengkap dengan printernya. Ketiga desa tersebut merupakan desa yang paling meriah dalam melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Terpadu (BST).
 Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh Bupati H. Muhtarom, untuk menemui warga masyarakat untuk menjaring aspirasi sebagaimana biasa dilakukaan saat BST. Di desa Wayut, Bupati Madiun juga berkesempatan berdialog dengan petani setempat yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Pardi, Ketua Gapoktan desa Wayut  pada kesempatan ini menuturkan, bahwa petani di Wayut menginginkan agar Pemkab. Madiun bisa membangun jalan usaha tani (JUT) sepanjang 840 meter dengan lebar 3,5 meter untuk mempermudah petani saat mengangkut hasil panennya.
 Sedangkan di desa Rejosari Kec. Kebonsari, Bupati Madiun H. Muhtarom, bertemu dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Pada kesempatan ini Kepala Desa Rejosari Tjokro Suyoso, juga menyalurkan aspirasi masyarakatknya yang bekerja sebagai peternak dan pengusaha kecil. Diiformasikan, bahwa  kebanyakan para peternak dan pengusaha kecil di desanya mengalami kesulitan untuk meningkatkan/ mengembangkan usahanya karena terkendala minimnya peralatan /sarana penunjang usaha.
Terkait dengan permintaan bantuan oleh masyarakat, Bupati Madiun menjelaskan, bahwa pihaknya sudah sering kali mengingatkan kepada desa, agar kelompok-kelompok usaha untuk berbadan hukum, karena tanpa adanya badan hukum, maka kelompok-kelompok usaha tersebut tidak bisa menerima bantuan maupun hibah dari pemerintah. Hal ini sesuai dengan aturan Permendagri yang baru. Karena ini sudah menyangkut persoalan aturan maka itu harus dilaksanakan, dan kalau dipaksakan, maka yang terkena imbasnya justru Bupati dan jajarannya. Bisa-bisa BPK dan Inspektorat akan turun nantinya, karena dianggap  tidak kredibel.

 Bupati Madiun H. Muhtarom, juga mengingatkan agar petani dan peternak maupun pengusaha kecil untuk lebih mawas diri dalam usaha mereka. Khusus kepada petani desa Wayut Kec. Jiwan, Bupati Madiun berpesan, hendaknya sebagai petani peka dengan sawah ladangnya, kalau ada indikasi terkena hama tanaman hendaknya segera melapor ke mantri pertanian setempat. Demikian pula dengan pola tanam, kalau musim kemarau sudah memasuki puncaknya, petani dihimbau untuk tidak memaksakan diri menanam padi dan beralih ke tanaman palawija. (p-76)
Baca

Ganggu Konsentrasi, PNS Dilarang Bawa HP Saat Rapat

Madiun Kota, Investigasi : Pernyataan tegas dilontarkan oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto terkait dengan disiplin Pegawai Negeri dilingkup Pemerintah Kota Madiun saat rapat berlangsung. Mulai awal tahun 2016, Walikota Madiun, Bambang Irianto melarang seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemkot Madiun membawa handphone (HP) saat rapat kedinasan. Hal ini dilakukan untuk menerapkan sikap disiplin bagi PNS di Kota Madiun.
"Rapat belum selesai yang diluar sudah tau, inikan juga nggak bener. Perlu disiplin mereka. Rapat itu sangat penting, dalam arti biar fokus saat rapat itu," katanya.
Jika larangan ini dilanggar, Bambang Irianto tidak segan-segan untuk memberikan sanksi. Pihaknya pun mengancam bakal mengusir keluar dari ruang rapat apabila memergoki ada oknum PNS yang sengaja membawa HP saat mengikuti rapat dinas.
"Rapat itukan untuk internal bukan untuk luar. Nanti sanksinya akan dikeluatkan dari rapat,"ancamnya.
Menurutnya, kebijakan aturan ini muncul ketika dirinya memimpin rapat kedinasan setiap hari Senin di ruang 13 Balai Kota Madiun, dan melihat sejumlah PNS asyik bermain HP. "Ya pokoknya saat rapat dinas nggak boleh bawa HP. Kan nanti digledah, sapa yang nggak menyerahkan kan digledah oleh Satpol PP. Kamarin ada yang usil-usil direkam kayak gitu,"ujarnya. (p-76)


Madiun Kota, Investigasi : Pernyataan tegas dilontarkan oleh Walikota Madiun, H. Bambang Irianto terkait dengan disiplin Pegawai Negeri dilingkup Pemerintah Kota Madiun saat rapat berlangsung. Mulai awal tahun 2016, Walikota Madiun, Bambang Irianto melarang seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemkot Madiun membawa handphone (HP) saat rapat kedinasan. Hal ini dilakukan untuk menerapkan sikap disiplin bagi PNS di Kota Madiun.
"Rapat belum selesai yang diluar sudah tau, inikan juga nggak bener. Perlu disiplin mereka. Rapat itu sangat penting, dalam arti biar fokus saat rapat itu," katanya.
Jika larangan ini dilanggar, Bambang Irianto tidak segan-segan untuk memberikan sanksi. Pihaknya pun mengancam bakal mengusir keluar dari ruang rapat apabila memergoki ada oknum PNS yang sengaja membawa HP saat mengikuti rapat dinas.
"Rapat itukan untuk internal bukan untuk luar. Nanti sanksinya akan dikeluatkan dari rapat,"ancamnya.
Menurutnya, kebijakan aturan ini muncul ketika dirinya memimpin rapat kedinasan setiap hari Senin di ruang 13 Balai Kota Madiun, dan melihat sejumlah PNS asyik bermain HP. "Ya pokoknya saat rapat dinas nggak boleh bawa HP. Kan nanti digledah, sapa yang nggak menyerahkan kan digledah oleh Satpol PP. Kamarin ada yang usil-usil direkam kayak gitu,"ujarnya. (p-76)


Baca

Candi Ceto, Tempat Pertapaan dan Pemujaan

Karanganyar, Investigasi : Candi Ceto merupakan candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa.
Laporan ilmiah pertama mengenai Candi Ceto dibuat oleh Van de Vlies pada tahun 1842. Selain itu, A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dan penemuan objek terpendam dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala (Commissie vor Oudheiddienst) Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini diperkirakan berusia tidak jauh berbeda dari candi Sukuh, yang cukup berdekatan lokasinya.
Ketika ditemukan, keadaan candi ini merupakan reruntuhan batu pada 14 teras/ punden bertingkat, memanjang dari barat (paling rendah) ke timur, meskipun pada saat ini tinggal 13 teras, dan pemugaran dilakukan pada sembilan teras saja. Strukturnya yang berteras-teras (Punden ber undak) memunculkan dugaan akan sinkretisme kultur asli Nusantara dengan Hinduisme.
Dugaan ini diperkuat oleh aspek ikonografi. Bentuk tubuh manusia pada relief-relief menyerupai wayang kulit. dengan wajah tampak samping tetapi tubuh cenderung tampak depan. Penggambaran serupa, yang menunjukkan ciri periode sejarah Hindu-Buddha akhir, ditemukan di Candi Sukuh.
Pemugaran pada akhir 1970-an yang dilakukan sepihak oleh Sudjono Humardani, asisten pribadi suharto  (presiden kedua Indonesia) mengubah banyak struktur asli candi, meskipun konsep punden berundak tetap dipertahankan. Pemugaran ini banyak dikritik oleh para pakar arkeologi. mengingat bahwa pemugaran situs purbakala tidak dapat dilakukan tanpa studi yang mendalam. Beberapa objek baru hasil pemugaran yang dianggap tidak original adalah gapura megah di bagian depan kompleks, bangunan-bangunan dari kayu tempat pertapaan, patung-patung yang dinisbatkan sebagai Sabdopalon, Nayagenggong, Prabu Brawijaya V serta Phallus, dan bangunan kubus pada bagian puncak punden.
Selanjutnya, Bupati Karanganyar periode 2003-2008, Rina Iriani. dengan alasan untuk menyemarakkan gairah keberagamaan di sekitar candi, menempatkan arca Dewi Saraswati. sumbangan dari Kabupaten Gianyar, pada bagian timur kompleks candi, pada punden lebih tinggi daripada bangunan kubus.
Sejak renovasi, kompleks Candi Ceto terdiri dari sembilan tingkatan berundak. Sebelum gapura besar berbentuk Candi Bentar pengunjung mendapati dua pasang arca penjaga. Aras pertama setelah gapura masuk (yaitu teras ketiga) merupakan halaman candi. Aras kedua masih berupa halaman. Pada aras ketiga terdapat petilasan Ki Ageng Krincingwesi, leluhur masyarakat Dusun Ceto.
Sebelum memasuki aras kelima (teras ketujuh), pada dinding kanan gapura terdapat inskripsi (tulisan pada batu) dengan aksara Jawa Kuna berbahasa Jawa Kuna berbunyi pelling padamel irikang buku tirtasunya hawakira ya hilang saka kalanya wiku goh anaut iku 1397. Tulisan ini ditafsirkan sebagai fungsi candi untuk menyucikan diri (ruwat) dan penyebutan tahun pembuatan gapura, yaitu 1397 Saka atau 1475 Masehi. Di teras ketujuh terdapat sebuah tataan batu mendatar di permukaan tanah yang menggambarkan kura-kura raksasa, surya Majapahit (diduga sebagai lambang Majapahit), dan simbol phallus (alat kelamin laki-laki) sepanjang 2 meter dilengkapi dengan hiasan tindik (piercing) bertipe ampallang. Kura-kura adalah lambang penciptaan alam semesta sedangkan penis merupakan simbol penciptaan manusia. Terdapat penggambaran hewan-hewan lain, seperti mimi, katak dan ketam. Simbol-simbol hewan yang ada, dapat dibaca sebagai surya sengkala berangka tahun 1373 Saka, atau 1451 era modern. Dapat ditafsirkan bahwa kompleks candi ini dibangun bertahap atau melalui beberapa kali renovasi.
Pada aras selanjutnya dapat ditemui jajaran batu pada dua dataran bersebelahan yang memuat relief cuplikan kisah Sudamala, seperti yang terdapat pula di Candi Sukuh. Kisah ini masih populer di kalangan masyarakat Jawa sebagai dasar upacara Ruwatan. Dua aras berikutnya memuat bangunan-bangunan pendapa yang mengapit jalan masuk candi. Sampai saat ini pendapa-pendapa tersebut digunakan sebagai tempat pelangsungan upacara-upacara keagamaan.
Pada aras ketujuh dapat ditemui dua arca di sisi utara dan selatan. Di sisi utara merupakan arca Sabdapalon dan di selatan Nayagenggong, dua tokoh setengah mitos (banyak yang menganggap sebetulnya keduanya adalah tokoh yang sama) yang diyakini sebagai abdi dan penasehat spiritual Sang Prabu BrawijayaV.
Pada aras kedelapan terdapat arca phallus (kuntobimo) di sisi utara dan arca Sang Prabu Brawijaya V dalam wujud mahadewa. Pemujaan terhadap arca phallus melambangkan ungkapan syukur dan pengharapan atas kesuburan yang melimpah atas bumi setempat. Aras terakhir (kesembilan) adalah aras tertinggi sebagai tempat pemanjatan doa. Di sini terdapat bangunan batu berbentuk kubus.

Di bagian teratas kompleks Candi Ceto terdapat sebuah bangunan yang pada masa lalu digunakan sebagai tempat membersihkan diri sebelum melaksanakan upacara ritual peribadahan (patirtan). Di timur laut bangunan candi, dengan menuruni lereng, ditemukan sebuah kompleks bangunan candi yang kini disebut sebagai Candi Kethek (Candi Kera). (p-76)
Karanganyar, Investigasi : Candi Ceto merupakan candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad ke-15 Masehi). Lokasi candi berada di lereng gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.
Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan juga peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa.
Laporan ilmiah pertama mengenai Candi Ceto dibuat oleh Van de Vlies pada tahun 1842. Selain itu, A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. Ekskavasi (penggalian) untuk kepentingan rekonstruksi dan penemuan objek terpendam dilakukan pertama kali pada tahun 1928 oleh Dinas Purbakala (Commissie vor Oudheiddienst) Hindia Belanda. Berdasarkan keadaannya ketika reruntuhannya mulai diteliti, candi ini diperkirakan berusia tidak jauh berbeda dari candi Sukuh, yang cukup berdekatan lokasinya.
Ketika ditemukan, keadaan candi ini merupakan reruntuhan batu pada 14 teras/ punden bertingkat, memanjang dari barat (paling rendah) ke timur, meskipun pada saat ini tinggal 13 teras, dan pemugaran dilakukan pada sembilan teras saja. Strukturnya yang berteras-teras (Punden ber undak) memunculkan dugaan akan sinkretisme kultur asli Nusantara dengan Hinduisme.
Dugaan ini diperkuat oleh aspek ikonografi. Bentuk tubuh manusia pada relief-relief menyerupai wayang kulit. dengan wajah tampak samping tetapi tubuh cenderung tampak depan. Penggambaran serupa, yang menunjukkan ciri periode sejarah Hindu-Buddha akhir, ditemukan di Candi Sukuh.
Pemugaran pada akhir 1970-an yang dilakukan sepihak oleh Sudjono Humardani, asisten pribadi suharto  (presiden kedua Indonesia) mengubah banyak struktur asli candi, meskipun konsep punden berundak tetap dipertahankan. Pemugaran ini banyak dikritik oleh para pakar arkeologi. mengingat bahwa pemugaran situs purbakala tidak dapat dilakukan tanpa studi yang mendalam. Beberapa objek baru hasil pemugaran yang dianggap tidak original adalah gapura megah di bagian depan kompleks, bangunan-bangunan dari kayu tempat pertapaan, patung-patung yang dinisbatkan sebagai Sabdopalon, Nayagenggong, Prabu Brawijaya V serta Phallus, dan bangunan kubus pada bagian puncak punden.
Selanjutnya, Bupati Karanganyar periode 2003-2008, Rina Iriani. dengan alasan untuk menyemarakkan gairah keberagamaan di sekitar candi, menempatkan arca Dewi Saraswati. sumbangan dari Kabupaten Gianyar, pada bagian timur kompleks candi, pada punden lebih tinggi daripada bangunan kubus.
Sejak renovasi, kompleks Candi Ceto terdiri dari sembilan tingkatan berundak. Sebelum gapura besar berbentuk Candi Bentar pengunjung mendapati dua pasang arca penjaga. Aras pertama setelah gapura masuk (yaitu teras ketiga) merupakan halaman candi. Aras kedua masih berupa halaman. Pada aras ketiga terdapat petilasan Ki Ageng Krincingwesi, leluhur masyarakat Dusun Ceto.
Sebelum memasuki aras kelima (teras ketujuh), pada dinding kanan gapura terdapat inskripsi (tulisan pada batu) dengan aksara Jawa Kuna berbahasa Jawa Kuna berbunyi pelling padamel irikang buku tirtasunya hawakira ya hilang saka kalanya wiku goh anaut iku 1397. Tulisan ini ditafsirkan sebagai fungsi candi untuk menyucikan diri (ruwat) dan penyebutan tahun pembuatan gapura, yaitu 1397 Saka atau 1475 Masehi. Di teras ketujuh terdapat sebuah tataan batu mendatar di permukaan tanah yang menggambarkan kura-kura raksasa, surya Majapahit (diduga sebagai lambang Majapahit), dan simbol phallus (alat kelamin laki-laki) sepanjang 2 meter dilengkapi dengan hiasan tindik (piercing) bertipe ampallang. Kura-kura adalah lambang penciptaan alam semesta sedangkan penis merupakan simbol penciptaan manusia. Terdapat penggambaran hewan-hewan lain, seperti mimi, katak dan ketam. Simbol-simbol hewan yang ada, dapat dibaca sebagai surya sengkala berangka tahun 1373 Saka, atau 1451 era modern. Dapat ditafsirkan bahwa kompleks candi ini dibangun bertahap atau melalui beberapa kali renovasi.
Pada aras selanjutnya dapat ditemui jajaran batu pada dua dataran bersebelahan yang memuat relief cuplikan kisah Sudamala, seperti yang terdapat pula di Candi Sukuh. Kisah ini masih populer di kalangan masyarakat Jawa sebagai dasar upacara Ruwatan. Dua aras berikutnya memuat bangunan-bangunan pendapa yang mengapit jalan masuk candi. Sampai saat ini pendapa-pendapa tersebut digunakan sebagai tempat pelangsungan upacara-upacara keagamaan.
Pada aras ketujuh dapat ditemui dua arca di sisi utara dan selatan. Di sisi utara merupakan arca Sabdapalon dan di selatan Nayagenggong, dua tokoh setengah mitos (banyak yang menganggap sebetulnya keduanya adalah tokoh yang sama) yang diyakini sebagai abdi dan penasehat spiritual Sang Prabu BrawijayaV.
Pada aras kedelapan terdapat arca phallus (kuntobimo) di sisi utara dan arca Sang Prabu Brawijaya V dalam wujud mahadewa. Pemujaan terhadap arca phallus melambangkan ungkapan syukur dan pengharapan atas kesuburan yang melimpah atas bumi setempat. Aras terakhir (kesembilan) adalah aras tertinggi sebagai tempat pemanjatan doa. Di sini terdapat bangunan batu berbentuk kubus.

Di bagian teratas kompleks Candi Ceto terdapat sebuah bangunan yang pada masa lalu digunakan sebagai tempat membersihkan diri sebelum melaksanakan upacara ritual peribadahan (patirtan). Di timur laut bangunan candi, dengan menuruni lereng, ditemukan sebuah kompleks bangunan candi yang kini disebut sebagai Candi Kethek (Candi Kera). (p-76)
Baca

Khasiat Buah Nanas Untuk Penurun Panas

Investigasi Sehat : Manfaat dan Khasiat buah nanas bagi kesehatan sudah terbukti secara klinis maupun secara tradisional. Pohon Nanas ini bisa tumbuh subur di daerah tropis dan tidak mengenal musim. panen jalan terus. sekitar 2 sampai 3 kali per tahun.
Tak hanya buahnya saja yang berkhasiat, tetapi bagian lain dari  nanas juga berkhasiat seperti, kulit yang berfungsi untuk membersihkan  batu marmer.  Daun  nanas berfungsi sebagai piretik (penurun panas). Lantas kita selalu berpikir tentang kandngan apa yang ada pada buah nanas ? diantaranya adalah Vitamin C yang cukup tinggi atau sekitar 12 mg dalam 78 gr nanas.
Nanas juga  mengandung phitochemical yang baik untuk kesehatan. Phitochemical adalah zat, bukan gizi yang dapat dijumpai pada tumbuhan yang memilki aktifitas biologi yang menguntungkan tubuh, yakni sebagai antioksidan. Selain itu nanas juga mengandung enzim bromelain yang dapat mengubah protein pada susu daging dan gelatin sehingga membuat bahan Makanan menjadi basah. Karena sifatnya itu, nanas dapat mengempukan  daging dengan  meletakkan  potongan nanas di atasnya, namun jangan terlalu lama supaya tidak mengalami kelembekkan.
”Meskipun terasa asam buah nanas tidak berbahaya bagi penderita maag . kandungan phitochemicalnya dapat menurunkan PH tinggi hingga dapat mengontrol asam lambung. Untuk menambah khasiatnya nanas lebih baik dikonsumsi secara utuh. Seperti untuk campuran selada Buah dan es buah. ”
Buah ini banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan. Juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain.
Bromelain berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada Penderita sembelit.
Beberapa Khasiat buah nanas yang telah masak:
bersifat dingin, dapat mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan, membantu pencernaan Makanan di lambung, anti radang, peluruh kencing (diuretik), membersihkan jaringan kulit yang mati, mengganggu pertumbuhan sel kanker, menghambat penggumpalan trombosit.
Beberapa Penyakit yang dapat disembuhkan dengan Buah nanas:
Air perasan (Jus) Nanas: Cacingan, radang tenggorokan, Beri-beri, menurunkan berat badan, masalah pencernaan.
Daun Nanas (cuci bersih, ditumbuk halus, balurkan pada yang sakit): Untuk luka bakar, gatal dan bisul.
Ketombe: Sediakan 1/4 Buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 Buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.
Peradangan kulit: sediakan 1/2 Buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari.
Sembelit: minum air perasan dari 3 Buah nanas, namun pilihlah Buah yang belum matang benar dan agak sedikit asam.
Efek Samping dari buah nanas:
Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis Obat yang dapat menggugurkan kandungan. Karena itu, nanas dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid. Karena itu, perempuan Hamil dilarang mengkonsumsi nanas muda.
memicu rematik. Di dalam saluran cerna, buah nanas terfermentasi menjadi alkohol. Ini bisa memicu kekambuhan rematik gout. Penderita rematik dan radang sendi dianjurkan untuk membatasi konsumsi nanas.
meningkatkan gula darah. Buah nanas masak mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Jadi, bagi penderita diabetes, sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan.

menimbulkan rasa gatal. Terkadang sehabis makan nanas segar, mulut dan lidah terasa gatal. Untuk menghindarinya, sebelum dimakan, rendamlah potongan buah nanas dengan air garam (p-76)
Investigasi Sehat : Manfaat dan Khasiat buah nanas bagi kesehatan sudah terbukti secara klinis maupun secara tradisional. Pohon Nanas ini bisa tumbuh subur di daerah tropis dan tidak mengenal musim. panen jalan terus. sekitar 2 sampai 3 kali per tahun.
Tak hanya buahnya saja yang berkhasiat, tetapi bagian lain dari  nanas juga berkhasiat seperti, kulit yang berfungsi untuk membersihkan  batu marmer.  Daun  nanas berfungsi sebagai piretik (penurun panas). Lantas kita selalu berpikir tentang kandngan apa yang ada pada buah nanas ? diantaranya adalah Vitamin C yang cukup tinggi atau sekitar 12 mg dalam 78 gr nanas.
Nanas juga  mengandung phitochemical yang baik untuk kesehatan. Phitochemical adalah zat, bukan gizi yang dapat dijumpai pada tumbuhan yang memilki aktifitas biologi yang menguntungkan tubuh, yakni sebagai antioksidan. Selain itu nanas juga mengandung enzim bromelain yang dapat mengubah protein pada susu daging dan gelatin sehingga membuat bahan Makanan menjadi basah. Karena sifatnya itu, nanas dapat mengempukan  daging dengan  meletakkan  potongan nanas di atasnya, namun jangan terlalu lama supaya tidak mengalami kelembekkan.
”Meskipun terasa asam buah nanas tidak berbahaya bagi penderita maag . kandungan phitochemicalnya dapat menurunkan PH tinggi hingga dapat mengontrol asam lambung. Untuk menambah khasiatnya nanas lebih baik dikonsumsi secara utuh. Seperti untuk campuran selada Buah dan es buah. ”
Buah ini banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan. Juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain.
Bromelain berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada Penderita sembelit.
Beberapa Khasiat buah nanas yang telah masak:
bersifat dingin, dapat mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan, membantu pencernaan Makanan di lambung, anti radang, peluruh kencing (diuretik), membersihkan jaringan kulit yang mati, mengganggu pertumbuhan sel kanker, menghambat penggumpalan trombosit.
Beberapa Penyakit yang dapat disembuhkan dengan Buah nanas:
Air perasan (Jus) Nanas: Cacingan, radang tenggorokan, Beri-beri, menurunkan berat badan, masalah pencernaan.
Daun Nanas (cuci bersih, ditumbuk halus, balurkan pada yang sakit): Untuk luka bakar, gatal dan bisul.
Ketombe: Sediakan 1/4 Buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 Buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.
Peradangan kulit: sediakan 1/2 Buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari.
Sembelit: minum air perasan dari 3 Buah nanas, namun pilihlah Buah yang belum matang benar dan agak sedikit asam.
Efek Samping dari buah nanas:
Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis Obat yang dapat menggugurkan kandungan. Karena itu, nanas dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid. Karena itu, perempuan Hamil dilarang mengkonsumsi nanas muda.
memicu rematik. Di dalam saluran cerna, buah nanas terfermentasi menjadi alkohol. Ini bisa memicu kekambuhan rematik gout. Penderita rematik dan radang sendi dianjurkan untuk membatasi konsumsi nanas.
meningkatkan gula darah. Buah nanas masak mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Jadi, bagi penderita diabetes, sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan.

menimbulkan rasa gatal. Terkadang sehabis makan nanas segar, mulut dan lidah terasa gatal. Untuk menghindarinya, sebelum dimakan, rendamlah potongan buah nanas dengan air garam (p-76)
Baca

Sun City Bangun TPS, Warga Terganggu Bau Sampah Yang Menyengat

Madiun Kota, Investigasi : Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) oleh pihak managemen Sun City yang berdekatan dengan perumahan warga rupanya berimbas pada warga sekitar. Bau sampah yang menyengat yang timbul dari tumpukan sampah tersebut sangat dikeluhkan oleh masyarakat sekitar TPS.
 Enggar Djati, salah satu warga jalan Pelitatama, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun ini mengatakan, kondisi ini sudah dirasakan warga sejak beberapa bulan terakhir pasca TPS difungsikan. Dirinya yang terdampak bau busuk ini pun mengakui, belum mendapat sosialisasi langsung dari pihak Sun City terkait pembangunan TPS yang lokasinya berada di seberang rumahnya.
"Saya sangat menyayangkan hal itu karena dari pihak Sun City pun ngengkel kalau tidak bau,”katanya dengan menunjukkan surat dari Kecamatan Kartoharjo yang tidak direspon oleh pihak Sun City, Senin (4/1).
Hal senada juga diungkapkan oleh Joko Widodo. Warga sekitar TPS ini meminta manajemen Sun City untuk segera memindah TPS tersebut. "Baunya itu nggak enak sekali, kalau bisa bagaimana solusinya biar nggak bau,”harapnya.
Menanggapi keluhan warga, General Manager, SunCity, Dedy Ferdiansyah berdalih pihaknya jauh hari sudah melakukan penyemprotan secara periodik di lokasi TPS untuk menghilangkan bau. Dedy pun menuding warga sekitar yang sengaja membuang sampah ke TPS tersebut. Pasalnya, kondisi dinding pagar yang tidak terlalu tinggi.
"Antisipasi kita sebenarnya sudah jauh-jauh hari. Dalam pembuangan sampah pun kita selalu kasih plastik dobel. Kita juga sudah koordinasi dengan KLH, untuk meninggikan tembok dan membuat atap di TPS,”tandasnya.
Sementara itu, dari surat rujukan pihak Kecamatan Kartoharjo yang ditandatangani Camat Kartoharjo, Tjatoer Wahjoedianto, nomor 024/203/401.401.2015 kepada manager operasional Sun City dengan tembusan Walikota Madiun, Kepala DKP, Lurah Rejomulyo dan Ketua RT 02, RW 01 Kelurahan Rejomulyo, berisi tentang dua point.
Pada point pertama, berisi tentang pengaduan masyarakat dan pengamatan dilapangan yang menunjuk Perda Kota Madiun nomor 33 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan kebersihan. Pada pasal 15 angka 2 huruf L terdapat poin yang menyampaikan bahwa Badan usaha/perusahaan/perkantoran/hotel dan lain-lain yang menghasilkan volume sampah lebih dari 1 M atau setengah ton per hari, harus langsung dibuang ke TPA Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun.

Selain itu, pada point kedua, dari pemantauan petugas DKP di lokasi, bahwa sampah dari Sun City kurang lebih 7 M per hari. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk mencegah pencemaran lingkungan mohon dengan hormat agar sampah di TPS Sun City untuk diangkut dan di buang ke TPA Kelurahan Winongo setiap hari. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) oleh pihak managemen Sun City yang berdekatan dengan perumahan warga rupanya berimbas pada warga sekitar. Bau sampah yang menyengat yang timbul dari tumpukan sampah tersebut sangat dikeluhkan oleh masyarakat sekitar TPS.
 Enggar Djati, salah satu warga jalan Pelitatama, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun ini mengatakan, kondisi ini sudah dirasakan warga sejak beberapa bulan terakhir pasca TPS difungsikan. Dirinya yang terdampak bau busuk ini pun mengakui, belum mendapat sosialisasi langsung dari pihak Sun City terkait pembangunan TPS yang lokasinya berada di seberang rumahnya.
"Saya sangat menyayangkan hal itu karena dari pihak Sun City pun ngengkel kalau tidak bau,”katanya dengan menunjukkan surat dari Kecamatan Kartoharjo yang tidak direspon oleh pihak Sun City, Senin (4/1).
Hal senada juga diungkapkan oleh Joko Widodo. Warga sekitar TPS ini meminta manajemen Sun City untuk segera memindah TPS tersebut. "Baunya itu nggak enak sekali, kalau bisa bagaimana solusinya biar nggak bau,”harapnya.
Menanggapi keluhan warga, General Manager, SunCity, Dedy Ferdiansyah berdalih pihaknya jauh hari sudah melakukan penyemprotan secara periodik di lokasi TPS untuk menghilangkan bau. Dedy pun menuding warga sekitar yang sengaja membuang sampah ke TPS tersebut. Pasalnya, kondisi dinding pagar yang tidak terlalu tinggi.
"Antisipasi kita sebenarnya sudah jauh-jauh hari. Dalam pembuangan sampah pun kita selalu kasih plastik dobel. Kita juga sudah koordinasi dengan KLH, untuk meninggikan tembok dan membuat atap di TPS,”tandasnya.
Sementara itu, dari surat rujukan pihak Kecamatan Kartoharjo yang ditandatangani Camat Kartoharjo, Tjatoer Wahjoedianto, nomor 024/203/401.401.2015 kepada manager operasional Sun City dengan tembusan Walikota Madiun, Kepala DKP, Lurah Rejomulyo dan Ketua RT 02, RW 01 Kelurahan Rejomulyo, berisi tentang dua point.
Pada point pertama, berisi tentang pengaduan masyarakat dan pengamatan dilapangan yang menunjuk Perda Kota Madiun nomor 33 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan kebersihan. Pada pasal 15 angka 2 huruf L terdapat poin yang menyampaikan bahwa Badan usaha/perusahaan/perkantoran/hotel dan lain-lain yang menghasilkan volume sampah lebih dari 1 M atau setengah ton per hari, harus langsung dibuang ke TPA Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun.

Selain itu, pada point kedua, dari pemantauan petugas DKP di lokasi, bahwa sampah dari Sun City kurang lebih 7 M per hari. Sehubungan dengan hal tersebut, untuk mencegah pencemaran lingkungan mohon dengan hormat agar sampah di TPS Sun City untuk diangkut dan di buang ke TPA Kelurahan Winongo setiap hari. (p-76)
Baca

PBM Sabet Penghargaan Terbaik Se Jawa Timur Lomba Pasar Rakyat

Madiun Kota, Investigasi : Satu lagi kebanggaan Kota Madiun yaitu Pasar Besar Madiun (PBM) yang berhasil meraih penghargaan terbaik I lomba Pasar Rakyat tingkat Provinsi Jawa Timur. Keberhasilan PBM meraih prestasi ini berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh tim dari Pemprov Jatim. Penilaian yang dilakukan meliputi, kebersihan, fasilitas pendukung seperti eskalator, hidran dan genset. Juga dari sisi kesehatan, seperti sanitasi yang lancar.
Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemprov Jatim, Dr. Ir. Moch Ardi P. MEng.Sc. ME kepada Kepala Dinas Pasar, Kota Madiun, Gaguk Haryono di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemprov Jatim, jalan Siwalankerto Utara II/42 Surabaya,
Selain Kota Madiun sebagai Pasar Rakyat Terbaik I, Terbaik II Pasar Mimbaan Baru Kabupaten Situbondo dan Terbaik III Pasar Kolpajuang Kabupaten Pamekasan.
Kepala Dinas Pasar, Kota Madiun, Gaguk Hariyono mengatakan,. "Serta faktor lain yang menjadi penilaian karena di PBM kita ini lebih beragam item barang dagangan yang dijual pedagang. Jadi semua tersedia di PBM ini. Harapan kita penghargaan ini dapat kita pertahankan dan lebih kita tingkatkan lagi," tandasnya
Sementara itu, Walikota Madiun, Bambang Irianto menyambut baik penghargaan yang telah diraih Dinas Pasar, Kota Madiun. Menurutnya, keberhasilan menjuarai lomba pasar rakyat (tradisional) tersebut tidak lepas dari peran serta para pedagang maupun dukungan dari Dinas Pasar setempat. Melalui penghargaan ini, pihaknya berharap pedagang dapat terus meningkatkan mutu barang dagangannya agar kepercayaan masyarakat terhadap transaksi perdagangan di PBM akan menjadi lebih baik dan berkembang untuk meningkatkan perekonomian daerah.

"Prestasi itu harus dipertahankan. Kalau bisa malah lebih baik lagi,"kata Walikota dua kali periode ini,” pungkas Walikota Madiun. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Satu lagi kebanggaan Kota Madiun yaitu Pasar Besar Madiun (PBM) yang berhasil meraih penghargaan terbaik I lomba Pasar Rakyat tingkat Provinsi Jawa Timur. Keberhasilan PBM meraih prestasi ini berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh tim dari Pemprov Jatim. Penilaian yang dilakukan meliputi, kebersihan, fasilitas pendukung seperti eskalator, hidran dan genset. Juga dari sisi kesehatan, seperti sanitasi yang lancar.
Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemprov Jatim, Dr. Ir. Moch Ardi P. MEng.Sc. ME kepada Kepala Dinas Pasar, Kota Madiun, Gaguk Haryono di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemprov Jatim, jalan Siwalankerto Utara II/42 Surabaya,
Selain Kota Madiun sebagai Pasar Rakyat Terbaik I, Terbaik II Pasar Mimbaan Baru Kabupaten Situbondo dan Terbaik III Pasar Kolpajuang Kabupaten Pamekasan.
Kepala Dinas Pasar, Kota Madiun, Gaguk Hariyono mengatakan,. "Serta faktor lain yang menjadi penilaian karena di PBM kita ini lebih beragam item barang dagangan yang dijual pedagang. Jadi semua tersedia di PBM ini. Harapan kita penghargaan ini dapat kita pertahankan dan lebih kita tingkatkan lagi," tandasnya
Sementara itu, Walikota Madiun, Bambang Irianto menyambut baik penghargaan yang telah diraih Dinas Pasar, Kota Madiun. Menurutnya, keberhasilan menjuarai lomba pasar rakyat (tradisional) tersebut tidak lepas dari peran serta para pedagang maupun dukungan dari Dinas Pasar setempat. Melalui penghargaan ini, pihaknya berharap pedagang dapat terus meningkatkan mutu barang dagangannya agar kepercayaan masyarakat terhadap transaksi perdagangan di PBM akan menjadi lebih baik dan berkembang untuk meningkatkan perekonomian daerah.

"Prestasi itu harus dipertahankan. Kalau bisa malah lebih baik lagi,"kata Walikota dua kali periode ini,” pungkas Walikota Madiun. (p-76)
Baca

BBM Turun, Harga Kebutuhan Pokok Masih Bertahan

Madiun Kota Investigasi : Kebijakkan Pemerintah Pusat menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (5/1/16) pukul 00.00 WIB lalu tidak diiringi dengan menurunnya harga-harga kebutuhan pokok masyarakat. Bahkan ada beberapa bahan makanan yang cenderung naik sehingga masyarakat pun masih tetap mengeluh.
Seperti halnya di Pasar Besar Madiun (PBM). Salah satu bahan kebutuhan yang mengalami kenaikan adalah bawang merah dan bawang putih. Sebelum Natal dan Tahun Baru, harga bawang merah Rp. 25 ribu per kilogramnya, namun sekarang naik menjadi Rp. 32 ribu per kilogramnya, selain itu, bawang putih yang semula Rp. 23 ribu kini menjadi Rp. 25 ribu perkilogramnya.
Kepala Dinas Pasar, Kota Madiun, Gaguk Haryono dikonfirmasi mengatakan, kenaikan harga bawang terjadi sejak beberapa pekan lalu saat perayaan liburan Natal dan Tahun Baru. "Saya yakin harganya akan turun dalam waktu dekat ini. Harga-harga naik ini kan karena harga BBM turunnya baru hari ini, sementara kebutuhan naiknya sudah awal Desember kemarin. Mudah-mudahan dengan turunnya harga BBM hari ini dapat berpengaruh kepada harga kebutuhan dipasar Kota Madiun,"katanya
Kepala Dinas Pasar yang baru saja menerima penghargaan pasar tradisional terbaik nomor satu tingkat Jawa Timur ini membeberkan, tidak hanya bawang yang mengalami kenaikan, namun harga daging sapi dari sebelumnya Rp. 90 ribu juga naik menjadi Rp. 95 ribu per kilogramnya.

Juga harga telur, dari sebelumnya Rp. 22 ribu naik menjadi Rp. 22,5 ribu per kilogramnya. Serta gula pasir sebelumnya Rp. 11,5 ribu, kini menjadi Rp. 12,5 ribu. Meski mengalami kenaikan, Gaguk menjamin harga tersebut masih dibawah harga dari pasar-pasar yang ada diluar Kota Madiun. "Harga dipasar kita masih bersaing dengan pasar lain. Stok pun juga masih aman,"tandasnya. (p-76)
Madiun Kota Investigasi : Kebijakkan Pemerintah Pusat menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (5/1/16) pukul 00.00 WIB lalu tidak diiringi dengan menurunnya harga-harga kebutuhan pokok masyarakat. Bahkan ada beberapa bahan makanan yang cenderung naik sehingga masyarakat pun masih tetap mengeluh.
Seperti halnya di Pasar Besar Madiun (PBM). Salah satu bahan kebutuhan yang mengalami kenaikan adalah bawang merah dan bawang putih. Sebelum Natal dan Tahun Baru, harga bawang merah Rp. 25 ribu per kilogramnya, namun sekarang naik menjadi Rp. 32 ribu per kilogramnya, selain itu, bawang putih yang semula Rp. 23 ribu kini menjadi Rp. 25 ribu perkilogramnya.
Kepala Dinas Pasar, Kota Madiun, Gaguk Haryono dikonfirmasi mengatakan, kenaikan harga bawang terjadi sejak beberapa pekan lalu saat perayaan liburan Natal dan Tahun Baru. "Saya yakin harganya akan turun dalam waktu dekat ini. Harga-harga naik ini kan karena harga BBM turunnya baru hari ini, sementara kebutuhan naiknya sudah awal Desember kemarin. Mudah-mudahan dengan turunnya harga BBM hari ini dapat berpengaruh kepada harga kebutuhan dipasar Kota Madiun,"katanya
Kepala Dinas Pasar yang baru saja menerima penghargaan pasar tradisional terbaik nomor satu tingkat Jawa Timur ini membeberkan, tidak hanya bawang yang mengalami kenaikan, namun harga daging sapi dari sebelumnya Rp. 90 ribu juga naik menjadi Rp. 95 ribu per kilogramnya.

Juga harga telur, dari sebelumnya Rp. 22 ribu naik menjadi Rp. 22,5 ribu per kilogramnya. Serta gula pasir sebelumnya Rp. 11,5 ribu, kini menjadi Rp. 12,5 ribu. Meski mengalami kenaikan, Gaguk menjamin harga tersebut masih dibawah harga dari pasar-pasar yang ada diluar Kota Madiun. "Harga dipasar kita masih bersaing dengan pasar lain. Stok pun juga masih aman,"tandasnya. (p-76)
Baca

Candi Reog Peninggalan Prabu Airlangga

Magetan, Investigasi : Tidak banyak orang yang mengenal Candi Reog, namun ketika disebutkan Candi Sadon, maka terbayang bangunan candi yang ada di Dusun Sadon, Desa Cempaka, Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. Walaupun nama candi tersebut adalah Candi Sadon, sesuai dengan nama dusun tempatnya berada, namun masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan nama Candi Reog.
Pada tahun 1966, batu-batu reruntuhan candi tersebut diobrak-abrik dan dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Pada tahun 1969, dengan dipelopori oleh Sutaryono, yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Pembinaan kebudayaan Kabupaten Magetan, diadakan penataan kembali batu-batu reruntuhan Candi Sadon. Di antara reruntuhan peninggalan bersejarah tersebut terdapat arca Kalamakara, arca naga, batu bergambar binatang, bekas umpak, yoni, dan batu yang merupakan bagian sudut candi.
Di reruntuhan Candi Sadon terdapat Kalamakara, arca raksasa Kala yang wajahnya mirip dengan kepala harimau pada 'Dhadhak merak'. Dhadhakmerak adalah topeng kepala harimau dengan hiasan susunan bulu merak disekelilingnya. Topeng ini merupakan atribut tokoh Singabarong dalam kesenian reog yang kondang berasal dari Ponorogo. Topeng Dhadak merak yang berat keseluruhannya antara 30-40 kg tersebut biasanya dikenakan oleh penari Singabarong.
Di samping itu, di areal tersebut juga didapati tiga batu bertulis. Menurut penuturan Sarnu dari Dinas Sejarah dan Purbakala Kabupaten Magetan, tulisan di ketiga batu tersebut berbunyi A-PA PA-KA-LA, SA DA PA KRA-MA dan BA DA SRI-PA SA-BA DA-HA-LA. Dari tulisannya yang berbentuk balok atau kwadrat, diperkirakan bahwa batu bertulis tersebut berasal dari masa yang sama dengan prasasti yang diketemukan di Dusun Pledokan, Kediri, Jawa Timur.
Di sebelah timur kompleks candi Sadon, tepatnya di depan pemakaman desa, terdapat candi kecil bernama Candi Reca Sapi (arca sapi). Ukuran candi ini sangat kecil, jauh lebih kecil dibandingkan dengan kebanyakan candi yang terdapat di Jawa Timur. Candi yang diperkirakan merupakan candi Hindu tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1971 oleh Sudiro, penduduk setempat. Ketika diketemukan, candi tersebut tertutup rumpun bambu.
Candi Reca Sapi terdiri atas lima arca, yaitu Reca Kandang, Reca Pakan ( tempat makanan sapi), Reca Omben (tempat minum sapi), Reca Capil (arca topi gembala sapi) dan Reca Cagak (tonggak tempat menambatkan tali pengikat sapi). Kelima arca tersebut diyakini sebagai perwujudan sapi dan perlengkapan menggembala milik Dadhung Awuk atau Maesadanu, tokoh penggembala dalam legenda setempat.
Tidak banyak informasi yang didapat mengenai Candi Reog, namun bangunan kuno ini telah ditetapkan sebagai situs purbakala. Konon candi ini merupakan peninggalan Raja Airlangga, namun tidak diketahui kapan tepatnya dan untuk apa candi tersebut dibangun. Upaya pemugaran terhadap candi ini tampaknya belum pernah dilakukan, melihat kondisinya yang tinggal berupa kumpulan batu reruntuhan. Semoga, Kabupaten Magetan bisa memberikan perhatian lebih pada situs ini sebagai bentuk nguri-uri peninggalan leluhur. (p-76)


Magetan, Investigasi : Tidak banyak orang yang mengenal Candi Reog, namun ketika disebutkan Candi Sadon, maka terbayang bangunan candi yang ada di Dusun Sadon, Desa Cempaka, Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. Walaupun nama candi tersebut adalah Candi Sadon, sesuai dengan nama dusun tempatnya berada, namun masyarakat setempat lebih mengenalnya dengan nama Candi Reog.
Pada tahun 1966, batu-batu reruntuhan candi tersebut diobrak-abrik dan dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Pada tahun 1969, dengan dipelopori oleh Sutaryono, yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Pembinaan kebudayaan Kabupaten Magetan, diadakan penataan kembali batu-batu reruntuhan Candi Sadon. Di antara reruntuhan peninggalan bersejarah tersebut terdapat arca Kalamakara, arca naga, batu bergambar binatang, bekas umpak, yoni, dan batu yang merupakan bagian sudut candi.
Di reruntuhan Candi Sadon terdapat Kalamakara, arca raksasa Kala yang wajahnya mirip dengan kepala harimau pada 'Dhadhak merak'. Dhadhakmerak adalah topeng kepala harimau dengan hiasan susunan bulu merak disekelilingnya. Topeng ini merupakan atribut tokoh Singabarong dalam kesenian reog yang kondang berasal dari Ponorogo. Topeng Dhadak merak yang berat keseluruhannya antara 30-40 kg tersebut biasanya dikenakan oleh penari Singabarong.
Di samping itu, di areal tersebut juga didapati tiga batu bertulis. Menurut penuturan Sarnu dari Dinas Sejarah dan Purbakala Kabupaten Magetan, tulisan di ketiga batu tersebut berbunyi A-PA PA-KA-LA, SA DA PA KRA-MA dan BA DA SRI-PA SA-BA DA-HA-LA. Dari tulisannya yang berbentuk balok atau kwadrat, diperkirakan bahwa batu bertulis tersebut berasal dari masa yang sama dengan prasasti yang diketemukan di Dusun Pledokan, Kediri, Jawa Timur.
Di sebelah timur kompleks candi Sadon, tepatnya di depan pemakaman desa, terdapat candi kecil bernama Candi Reca Sapi (arca sapi). Ukuran candi ini sangat kecil, jauh lebih kecil dibandingkan dengan kebanyakan candi yang terdapat di Jawa Timur. Candi yang diperkirakan merupakan candi Hindu tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1971 oleh Sudiro, penduduk setempat. Ketika diketemukan, candi tersebut tertutup rumpun bambu.
Candi Reca Sapi terdiri atas lima arca, yaitu Reca Kandang, Reca Pakan ( tempat makanan sapi), Reca Omben (tempat minum sapi), Reca Capil (arca topi gembala sapi) dan Reca Cagak (tonggak tempat menambatkan tali pengikat sapi). Kelima arca tersebut diyakini sebagai perwujudan sapi dan perlengkapan menggembala milik Dadhung Awuk atau Maesadanu, tokoh penggembala dalam legenda setempat.
Tidak banyak informasi yang didapat mengenai Candi Reog, namun bangunan kuno ini telah ditetapkan sebagai situs purbakala. Konon candi ini merupakan peninggalan Raja Airlangga, namun tidak diketahui kapan tepatnya dan untuk apa candi tersebut dibangun. Upaya pemugaran terhadap candi ini tampaknya belum pernah dilakukan, melihat kondisinya yang tinggal berupa kumpulan batu reruntuhan. Semoga, Kabupaten Magetan bisa memberikan perhatian lebih pada situs ini sebagai bentuk nguri-uri peninggalan leluhur. (p-76)


Baca

Buah Tomat Bagus Memulihkan Lemah Syahwat

Investigasi Sehat : Siapa yang tidak mengenal buah tomat? Tomat merupakan salah satu buah yang tidak mengenal musim sehingga mudah ditemukan di mana saja dan kapan saja.
Tomat (Lycopercisum esculentum) pada mulanya ditemukan pertama kali di sekitar Peru, Ekuador dan Bolivia, yang kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh pelosok dunia. Malahan orang Perancis menyebutnya sebagai Pomme D’amour atau apel cinta, yang diyakini mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma bagi kaum lelaki.
Buah tomat terdiri dari beberapa varietas, di antaranya adalah tomat buah yang berukuran besar dan sedang, tomat sayur dan tomat ceri (sebesar kelereng). Buah tomat yang berukuran besar dapat digunakan sebagai jus, sedangkan yang sedang atau kecil bisa digunakan sebagai sayur atau sambal. Rasanya woww, enak sekali, dengan harga yang sangat ekonomis, murah dan terjangkau serta mudah didapat di pasar-pasar atau swalayan.
Sumber Nutrisi
Apapun varietasnya, tomat ternyata kaya vitamin A ,C, mineral dan zat fitonutrien. Berdasarkan Daftar Komposisi Bahan Makanan yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI tahun 2000, kandungan zat gizi pada buah tomat (dalam 100 gram) adalah sebagai berikut :
Kalori : 20 kkal
Protein : 1,0 gram
Lemak : 0,3 gram
Karbohidrat : 4,2 gram
Kalsium : 5 milligram
Vitamin A : 1.500 SI (Satuan Indonesia)
Vitamin C : 40 milligram
Manfaat kesehatan
Pigmen tomat yang berwarna merah mengandung lycopene, yaitu zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultra violet. Selain itu lycopene diketahui dapat mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, prostat, perut dan pankreas.
Bagi orang yang sedang mengalami demam, tomat mempunyai khasiat antipiretik yang dapat menurunkan demam, sementara seratnya dapat mengatasi gangguan pencernaan seperti sembelit dan wasir.
Bagi wanita yang ingin tampil cantik, mengonsumsi buah tomat sangat dianjurkan, karena dapat menyembuhkan jerawat, mengangkat kotoran pada kulit, mengurangi kelebihan lemak pada kulit dan memiliki peran dalam pembentukan kolagen. Tidak heran bila dalam dunia kecantikan buah tomat sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar masker dan pil anti penuaan.

Beberapa manfaat dari tomat
Mengatasi gusi berdarah atau sariawan
Mengatasi sembelit
Melawan stroke dan penyakit jantung
Mencegah kanker
Memulihkan fungsi lever
Sebagai sumber antioksidan alami

Tomat untuk menghaluskan kulit wajah
Tomat selain bisa dikonsumsi sebagai sayur dan minuman (jus), ternyata bisa juga digunakan sebagai masker. Bagi mereka yang memiliki masalah jerawat tak perlu risau, karena dengan bantuan tomat persoalan jerawat akan teratasi.
Caranya bagaimana?
Pertama, peras tomat yang berwarna merah tua. Kedua, oleskan perasan atau irisan tomat pada lokasi jerawat dan biarkan beberapa saat. Ketiga, cuci dengan air bersih. Lakukan hal ini setiap hari pada pagi dan sore selama satu minggu, maka wajah akan menjadi lebih halus.
Di samping itu, ternyata kandungan karoten dan vitamin C pada tomat berfungsi sebagai antioksidan sedangkan asam sitratnya dapat mengangkat kotoran dan lemak pada wajah yang berjerawat. Selamat mencoba.

Melihat kenyataan di atas, maka sepatutnyalah kita tidak lagi memandang sebelah mata terhadap buah tomat, karena selain harganya murah, mengandung zat-zat gizi yang cukup tinggi, juga yang terpenting bagi para wanita yang ingin tampak muda atau tampil lebih muda, khasiat tomat tidak perlu diragukan lagi. (p-6)
Investigasi Sehat : Siapa yang tidak mengenal buah tomat? Tomat merupakan salah satu buah yang tidak mengenal musim sehingga mudah ditemukan di mana saja dan kapan saja.
Tomat (Lycopercisum esculentum) pada mulanya ditemukan pertama kali di sekitar Peru, Ekuador dan Bolivia, yang kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh pelosok dunia. Malahan orang Perancis menyebutnya sebagai Pomme D’amour atau apel cinta, yang diyakini mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma bagi kaum lelaki.
Buah tomat terdiri dari beberapa varietas, di antaranya adalah tomat buah yang berukuran besar dan sedang, tomat sayur dan tomat ceri (sebesar kelereng). Buah tomat yang berukuran besar dapat digunakan sebagai jus, sedangkan yang sedang atau kecil bisa digunakan sebagai sayur atau sambal. Rasanya woww, enak sekali, dengan harga yang sangat ekonomis, murah dan terjangkau serta mudah didapat di pasar-pasar atau swalayan.
Sumber Nutrisi
Apapun varietasnya, tomat ternyata kaya vitamin A ,C, mineral dan zat fitonutrien. Berdasarkan Daftar Komposisi Bahan Makanan yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI tahun 2000, kandungan zat gizi pada buah tomat (dalam 100 gram) adalah sebagai berikut :
Kalori : 20 kkal
Protein : 1,0 gram
Lemak : 0,3 gram
Karbohidrat : 4,2 gram
Kalsium : 5 milligram
Vitamin A : 1.500 SI (Satuan Indonesia)
Vitamin C : 40 milligram
Manfaat kesehatan
Pigmen tomat yang berwarna merah mengandung lycopene, yaitu zat antioksidan yang dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh akibat rokok, polusi dan sinar ultra violet. Selain itu lycopene diketahui dapat mencegah kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher rahim, prostat, perut dan pankreas.
Bagi orang yang sedang mengalami demam, tomat mempunyai khasiat antipiretik yang dapat menurunkan demam, sementara seratnya dapat mengatasi gangguan pencernaan seperti sembelit dan wasir.
Bagi wanita yang ingin tampil cantik, mengonsumsi buah tomat sangat dianjurkan, karena dapat menyembuhkan jerawat, mengangkat kotoran pada kulit, mengurangi kelebihan lemak pada kulit dan memiliki peran dalam pembentukan kolagen. Tidak heran bila dalam dunia kecantikan buah tomat sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar masker dan pil anti penuaan.

Beberapa manfaat dari tomat
Mengatasi gusi berdarah atau sariawan
Mengatasi sembelit
Melawan stroke dan penyakit jantung
Mencegah kanker
Memulihkan fungsi lever
Sebagai sumber antioksidan alami

Tomat untuk menghaluskan kulit wajah
Tomat selain bisa dikonsumsi sebagai sayur dan minuman (jus), ternyata bisa juga digunakan sebagai masker. Bagi mereka yang memiliki masalah jerawat tak perlu risau, karena dengan bantuan tomat persoalan jerawat akan teratasi.
Caranya bagaimana?
Pertama, peras tomat yang berwarna merah tua. Kedua, oleskan perasan atau irisan tomat pada lokasi jerawat dan biarkan beberapa saat. Ketiga, cuci dengan air bersih. Lakukan hal ini setiap hari pada pagi dan sore selama satu minggu, maka wajah akan menjadi lebih halus.
Di samping itu, ternyata kandungan karoten dan vitamin C pada tomat berfungsi sebagai antioksidan sedangkan asam sitratnya dapat mengangkat kotoran dan lemak pada wajah yang berjerawat. Selamat mencoba.

Melihat kenyataan di atas, maka sepatutnyalah kita tidak lagi memandang sebelah mata terhadap buah tomat, karena selain harganya murah, mengandung zat-zat gizi yang cukup tinggi, juga yang terpenting bagi para wanita yang ingin tampak muda atau tampil lebih muda, khasiat tomat tidak perlu diragukan lagi. (p-6)
Baca

Kejam, Bayi Tak Berdosa Dibuang Diteras Rumah Warga Ket foto : Bayi malang yang dibuang oleh kedua orangtuanya mendapat perawatan Madiun Kota, Investigasi Sungguh malang nasib bayi berkelamin perempuan ini. Dia sengaja dibuang oleh kedua orang tuanya diteras rumah Kemis, salah seorang penduduk RT 27 RW 09 lingkungan Ngebrak, Kelurahan Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun, Sabtu (2/1/15). Tentu saja kejadian ini menggemparkan warga dilingkungan tersebut. Tak ayal, warga pun bergerombol ingin menyaksikan bayi malang yang diperkirakan masih berumur satu bulanan ini. Dari cerita Kemis didapat bahwa Saat keluar rumah, Kemis melihat selimut di kursi yang berada di teras rumahnya. Karena dikira selimut milik cucunya, Kemis lantas mengambil selimut tersebut. Namun saat disentuh, ternyata dibalik selimut itu ada seorang bayi mungil yang cantik. “Saya kira selimut cucu saya. Tapi saat saya pegang, ternyata ada bayinya. Saya sebelumnya tidak tahu kalau itu ada bayinya. Soalnya bayinya diam saja, tidak menangis”, kata Kemis, kepada wartawan. Setelah tahu ada bayi di teras rumah, lanjutnya, kemudian ia memberitahukan kepada tetangganya, Karmini, untuk mengganti selimut dan memberi susu pada bayi. “Saya bingung, kemudian saya memberitahu Karmini untuk memberi susu dan kemudian lapor ke RT agar diteruskan lapor ke polisi,” pungkasnya. Sementara itu menurut salah satu warga setempat, Erlang Catur Pamungkas (17), sebelum kejadian, ia melihat dua orang dengan naik sepeda motor Kawasaki Ninja berhenti di depan rumah Kemis. Namun hanya sesaat kemudian menuju ke arah timur. “Ada dua orang berboncengan naik sepeda motor Ninja berhenti di depan rumah pak Kemis. Yang dibonbeng peremuan pakai jaket yang ada penutup kepalanya. Soalnya kepalanya ditutup. Kalau warna motornya hitam biru,” terang Erlang, kepada wartawan. Demi keselamatan bayi, meski tampak sehat, bayi malang itu sudah dibawa oleh polisi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (p-76)

Madiun Kota, Investigasi : Sungguh malang nasib bayi berkelamin perempuan ini. Dia sengaja dibuang oleh kedua orang tuanya diteras rumah Kemis, salah seorang penduduk RT 27 RW 09 lingkungan Ngebrak, Kelurahan Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun, Sabtu (2/1/15).
Tentu saja kejadian ini menggemparkan warga dilingkungan tersebut. Tak ayal, warga pun bergerombol ingin menyaksikan bayi malang yang diperkirakan masih berumur satu bulanan ini. Dari cerita Kemis didapat bahwa Saat keluar rumah, Kemis melihat selimut di kursi yang berada di teras rumahnya. Karena dikira selimut milik cucunya, Kemis lantas mengambil selimut tersebut. Namun saat disentuh, ternyata dibalik selimut itu ada seorang bayi mungil yang cantik.
“Saya kira selimut cucu saya. Tapi saat saya pegang, ternyata ada bayinya. Saya sebelumnya tidak tahu kalau itu ada bayinya. Soalnya bayinya diam saja, tidak menangis”, kata Kemis, kepada wartawan.
Setelah tahu ada bayi di teras rumah, lanjutnya, kemudian ia memberitahukan kepada tetangganya, Karmini, untuk mengganti selimut dan memberi susu pada bayi. “Saya bingung, kemudian saya memberitahu Karmini untuk memberi susu dan kemudian lapor ke RT agar diteruskan lapor ke polisi,” pungkasnya.
Sementara itu menurut salah satu warga setempat, Erlang Catur Pamungkas (17), sebelum kejadian, ia melihat dua orang dengan naik sepeda motor Kawasaki Ninja berhenti di depan rumah Kemis. Namun hanya sesaat kemudian menuju ke arah timur.

“Ada dua orang berboncengan naik sepeda motor Ninja berhenti di depan rumah pak Kemis. Yang dibonbeng peremuan pakai jaket yang ada penutup kepalanya. Soalnya kepalanya ditutup. Kalau warna motornya hitam biru,” terang Erlang, kepada wartawan. Demi keselamatan bayi, meski tampak sehat, bayi malang itu sudah dibawa oleh polisi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Sungguh malang nasib bayi berkelamin perempuan ini. Dia sengaja dibuang oleh kedua orang tuanya diteras rumah Kemis, salah seorang penduduk RT 27 RW 09 lingkungan Ngebrak, Kelurahan Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun, Sabtu (2/1/15).
Tentu saja kejadian ini menggemparkan warga dilingkungan tersebut. Tak ayal, warga pun bergerombol ingin menyaksikan bayi malang yang diperkirakan masih berumur satu bulanan ini. Dari cerita Kemis didapat bahwa Saat keluar rumah, Kemis melihat selimut di kursi yang berada di teras rumahnya. Karena dikira selimut milik cucunya, Kemis lantas mengambil selimut tersebut. Namun saat disentuh, ternyata dibalik selimut itu ada seorang bayi mungil yang cantik.
“Saya kira selimut cucu saya. Tapi saat saya pegang, ternyata ada bayinya. Saya sebelumnya tidak tahu kalau itu ada bayinya. Soalnya bayinya diam saja, tidak menangis”, kata Kemis, kepada wartawan.
Setelah tahu ada bayi di teras rumah, lanjutnya, kemudian ia memberitahukan kepada tetangganya, Karmini, untuk mengganti selimut dan memberi susu pada bayi. “Saya bingung, kemudian saya memberitahu Karmini untuk memberi susu dan kemudian lapor ke RT agar diteruskan lapor ke polisi,” pungkasnya.
Sementara itu menurut salah satu warga setempat, Erlang Catur Pamungkas (17), sebelum kejadian, ia melihat dua orang dengan naik sepeda motor Kawasaki Ninja berhenti di depan rumah Kemis. Namun hanya sesaat kemudian menuju ke arah timur.

“Ada dua orang berboncengan naik sepeda motor Ninja berhenti di depan rumah pak Kemis. Yang dibonbeng peremuan pakai jaket yang ada penutup kepalanya. Soalnya kepalanya ditutup. Kalau warna motornya hitam biru,” terang Erlang, kepada wartawan. Demi keselamatan bayi, meski tampak sehat, bayi malang itu sudah dibawa oleh polisi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100