Berita Terkini

Alun-alun Kota Madiun, Tempat Alternatif Bersantai Bagi Keluarga

Madiun Kota, Investigasi : Kota Madiun memang tidak punya tempat rekreasi atau pariwisata alam seperti halnya kabupaten lain, namun Pemerintah Kota Madiun terus melakukan pembenahan ditempat-tempat dimana tempat tersebut bisa dijadikan alternate berlibur bagi masyarakat Kota madiun sendiri maupun dari wilayah lain.
Salah satu tempat alternatif untuk bersantai dengan keluarga salah satunya adalah Alun-alun Kota Madiun. sekarang ini tampak sekali kalau Alun-alun Kota Madiun diminati oleh banyak keluarga untuk bersantai. Menjelang sore hari hingga malam, banyak sekali orang yang mampir maupun nongkrong bersama keluarga maupun teman sembari menikmati makanan yang dijajakan oleh para pedagang yang biasa mangkal diseputar Alun-alun.
Tempat menarik di Alun-alun adalah disebelah barat ada Masjid Agung Baitul Hakim yang biasa digunakan untuk melaksanakan Sholat Iedul Fitri maupun Iedul Adha masyarakat Kota Madiun. Disebelah utara, ada gedung Pemerintah Kabupaten Madiun (Pemkab) dengan pendoponya. Gedung Pemkab ini merupakan situs sejarah yang wajib dilestarikan. Disebelah Timur ada Mall tertua di Kota Madiun yaitu Presiden Plaza dimana disitu tempat jual beli handphone yang sering menjadi jujugan dari masyarakat. disebelah selatan terdapat Patung dari Kolonel Marhadi.
Sekarang ini, Alun-alun Kota Madiun terus dilakukan pembenahan guna mempercantik lokasinya. Bahkan untuk menambah asri suasana, Pemerintah Kota Madiun sengaja melepas ratusan burung merpati sehingga menambah alami suasana.

Tidak berhenti disini, disebelah selatan Alun-alun Kota madiun juga dibangun treadmill bagi para lansia untuk berolahraga. Disamping sebelah barat dari treadmill dibangun taman bunga sehingga banyak keluarga yang betah berlama-lama ngobrol sembari melihat anak-anak bermain. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Kota Madiun memang tidak punya tempat rekreasi atau pariwisata alam seperti halnya kabupaten lain, namun Pemerintah Kota Madiun terus melakukan pembenahan ditempat-tempat dimana tempat tersebut bisa dijadikan alternate berlibur bagi masyarakat Kota madiun sendiri maupun dari wilayah lain.
Salah satu tempat alternatif untuk bersantai dengan keluarga salah satunya adalah Alun-alun Kota Madiun. sekarang ini tampak sekali kalau Alun-alun Kota Madiun diminati oleh banyak keluarga untuk bersantai. Menjelang sore hari hingga malam, banyak sekali orang yang mampir maupun nongkrong bersama keluarga maupun teman sembari menikmati makanan yang dijajakan oleh para pedagang yang biasa mangkal diseputar Alun-alun.
Tempat menarik di Alun-alun adalah disebelah barat ada Masjid Agung Baitul Hakim yang biasa digunakan untuk melaksanakan Sholat Iedul Fitri maupun Iedul Adha masyarakat Kota Madiun. Disebelah utara, ada gedung Pemerintah Kabupaten Madiun (Pemkab) dengan pendoponya. Gedung Pemkab ini merupakan situs sejarah yang wajib dilestarikan. Disebelah Timur ada Mall tertua di Kota Madiun yaitu Presiden Plaza dimana disitu tempat jual beli handphone yang sering menjadi jujugan dari masyarakat. disebelah selatan terdapat Patung dari Kolonel Marhadi.
Sekarang ini, Alun-alun Kota Madiun terus dilakukan pembenahan guna mempercantik lokasinya. Bahkan untuk menambah asri suasana, Pemerintah Kota Madiun sengaja melepas ratusan burung merpati sehingga menambah alami suasana.

Tidak berhenti disini, disebelah selatan Alun-alun Kota madiun juga dibangun treadmill bagi para lansia untuk berolahraga. Disamping sebelah barat dari treadmill dibangun taman bunga sehingga banyak keluarga yang betah berlama-lama ngobrol sembari melihat anak-anak bermain. (p-76)
Baca

Inginkan Kinerja Maksimal, Walikota Madiun Lakukan Mutasi

Madiun Kota, Investigasi :  Walikota Madiun, H. Bambang Irianto lakukan mutasi dilingkungan pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Selasa (2/2/16) di Gedung Diklat Kota Madiun.
Mutasi ini terkait dengan tidak maksimalnya kinerja beberapa pejabat strategis di lingkup Pemerintah Kota Madiun. maka mutasi besar-besaran pun dilakukan untuk pejabat eselon II, III, IV dan Kepala Sekolah Negeri.
Menurut Bambang Irianto, perombakan ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran jabatan. Penempatan enam lusin lebih pejabat ini dilakukan setelah pihaknya menerima hasil Asesmen yang diikuti pejabat eselon II dan III di Surabaya beberapa waktu lalu.
"Ya ini hanya penyegaran. Jadi sekarang memang semua harus ditata dengan baik. Kemarin saya ngirim beberapa puluh orang untuk Asesmen di Surabaya. Untuk bisa mengetahui dimana cocoknya temen-temen ini nanti ditempatkan,"katanya, usai melantik pejabat di Gedung Diklat, Kota Madiun, Selasa (2/2/2016).
Dalam mutasi kali ini, Bambang Irianto berdalih sama sekali tidak ikut campur dalam penempatan 74 pejabat. Menurutnya, mutasi kali ini murni dari hasil penilaian dan pertimbangan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
"Saya selalu menghormati jerih payah Baperjakat. Tidak semua saya ikut campur, hal yang sangat kritis baru saya ikut campur. Kalau semua saya ikut campur urusan, apa gunanaya ada tim Baperjakat,"paparnya.
Disinggung soal isu bahwa dalam mutasi kali ini dikarenakan adanya unsur like or dislike (suka atau tidak suka), Bambang Irianto langsung menepis anggapan tersebut. Menurutnya, dalam mutasi saat ini sudah berdasarkan profesionalisme dan orang-orang yang ditempatkan di tempat yang baru dinilai mampu menduduki jabatan tersebut.
"Saya yakin, temen-temen ada yang kecewa, ada yang senang itu manusiawi. Saya ini kerja bukan like or dislike, tetapi memang waktunya ya jalan. Sekarang ini berdasarkan prestasi. Kalau like or dislike rusak negara ini. Saya berharap ini menjadi pelajaran kita semua,"jelasnya.
Walikota dua periode ini menjelaskan, bahwa mutasi kali ini barulah mutasi perdana. Pihaknya mentargetkan bulan depan bakal ada lagi mutasi pejabat dilingkup Pemkot Madiun.
"Ini nanti masih ada yang ke dua lo ya. Soalnya yang eselon II kan masih menunggu Asesmen dulu. Kalau bisa bulan depan. Gerbongnya masih berputar nanti lagi. Asesmen keluar langsung saya lantik,"tandasnya.
Diketahui, mutasi kali ini berdasarkan surat keputusan Walikota Madiun nomor 821.2-401.205/03,04,05/K/2016. Dalam surat tersebut, dilantik sebanyak 74 pejabat eselon II, III, IV dan Kepala Sekolah Negeri.
Berikut nama-nama beberapa pejabat strategis yang digeser.
1. Agus Triono sebelumnya menjabat sebagai Kabag Organisasi berpindah menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.
2. Edy Djoko Purnomo sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol, digeser sebagai Kepala Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah.
3. Misdi yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Adminitrasi Aset, BPKAD digeser sebagai Kabag Humas dan Protokol.
4. Dyah Indrianita Prabandari sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah digeser menjadi Kabag Organisasi.
5. Muntoro Danardono sebelumnya menjabat sebagai Camat Manguharjo, kini menduduki kursi Kepala KLH yang memang sebelumnya kosong setelah ditinggal Almarhum Agoes Murtono.
6. Suwarno sebelumnya menjabat sebagai Sekertaris Bakesbangpol dipindah menjadi Kepala BPBD, mengantikan Agus Subianto yang saat ini tengah tersandung kasus korupsi proyek Embung Pilangbango senilai Rp. 18,7 miliar.

7. Hidayat sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil, Dispendukcapil. Kini bergeser menjadi Camat Manguharjo. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi :  Walikota Madiun, H. Bambang Irianto lakukan mutasi dilingkungan pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Selasa (2/2/16) di Gedung Diklat Kota Madiun.
Mutasi ini terkait dengan tidak maksimalnya kinerja beberapa pejabat strategis di lingkup Pemerintah Kota Madiun. maka mutasi besar-besaran pun dilakukan untuk pejabat eselon II, III, IV dan Kepala Sekolah Negeri.
Menurut Bambang Irianto, perombakan ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran jabatan. Penempatan enam lusin lebih pejabat ini dilakukan setelah pihaknya menerima hasil Asesmen yang diikuti pejabat eselon II dan III di Surabaya beberapa waktu lalu.
"Ya ini hanya penyegaran. Jadi sekarang memang semua harus ditata dengan baik. Kemarin saya ngirim beberapa puluh orang untuk Asesmen di Surabaya. Untuk bisa mengetahui dimana cocoknya temen-temen ini nanti ditempatkan,"katanya, usai melantik pejabat di Gedung Diklat, Kota Madiun, Selasa (2/2/2016).
Dalam mutasi kali ini, Bambang Irianto berdalih sama sekali tidak ikut campur dalam penempatan 74 pejabat. Menurutnya, mutasi kali ini murni dari hasil penilaian dan pertimbangan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
"Saya selalu menghormati jerih payah Baperjakat. Tidak semua saya ikut campur, hal yang sangat kritis baru saya ikut campur. Kalau semua saya ikut campur urusan, apa gunanaya ada tim Baperjakat,"paparnya.
Disinggung soal isu bahwa dalam mutasi kali ini dikarenakan adanya unsur like or dislike (suka atau tidak suka), Bambang Irianto langsung menepis anggapan tersebut. Menurutnya, dalam mutasi saat ini sudah berdasarkan profesionalisme dan orang-orang yang ditempatkan di tempat yang baru dinilai mampu menduduki jabatan tersebut.
"Saya yakin, temen-temen ada yang kecewa, ada yang senang itu manusiawi. Saya ini kerja bukan like or dislike, tetapi memang waktunya ya jalan. Sekarang ini berdasarkan prestasi. Kalau like or dislike rusak negara ini. Saya berharap ini menjadi pelajaran kita semua,"jelasnya.
Walikota dua periode ini menjelaskan, bahwa mutasi kali ini barulah mutasi perdana. Pihaknya mentargetkan bulan depan bakal ada lagi mutasi pejabat dilingkup Pemkot Madiun.
"Ini nanti masih ada yang ke dua lo ya. Soalnya yang eselon II kan masih menunggu Asesmen dulu. Kalau bisa bulan depan. Gerbongnya masih berputar nanti lagi. Asesmen keluar langsung saya lantik,"tandasnya.
Diketahui, mutasi kali ini berdasarkan surat keputusan Walikota Madiun nomor 821.2-401.205/03,04,05/K/2016. Dalam surat tersebut, dilantik sebanyak 74 pejabat eselon II, III, IV dan Kepala Sekolah Negeri.
Berikut nama-nama beberapa pejabat strategis yang digeser.
1. Agus Triono sebelumnya menjabat sebagai Kabag Organisasi berpindah menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.
2. Edy Djoko Purnomo sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol, digeser sebagai Kepala Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah.
3. Misdi yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Adminitrasi Aset, BPKAD digeser sebagai Kabag Humas dan Protokol.
4. Dyah Indrianita Prabandari sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah digeser menjadi Kabag Organisasi.
5. Muntoro Danardono sebelumnya menjabat sebagai Camat Manguharjo, kini menduduki kursi Kepala KLH yang memang sebelumnya kosong setelah ditinggal Almarhum Agoes Murtono.
6. Suwarno sebelumnya menjabat sebagai Sekertaris Bakesbangpol dipindah menjadi Kepala BPBD, mengantikan Agus Subianto yang saat ini tengah tersandung kasus korupsi proyek Embung Pilangbango senilai Rp. 18,7 miliar.

7. Hidayat sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil, Dispendukcapil. Kini bergeser menjadi Camat Manguharjo. (p-76)
Baca

Tidak Ada Saksi Pembunuhan, Orang Tua Korban Juga Masih Trauma

saksi teman korban
Madiun Kota, Investigasi :  Masih ingat pembunuhan sadis terhadap Fitria Kumala Sari, Mahasiswi Keperawatan yang mayatnya dibuang dihutan jati didaerah Saradan?. Selasa (2/2/16) kemarin merupakan Sidang kasus pembunuhan mahasiswi Keperawatan dengan terdakwa Yatimin alias Tonggeng (28), warga Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Madiun, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dengan agenda pemeriksaan saksi.
Dalam sidang sebelumnya dengan agenda dakwaan, terungkap bahwa, sebelum menghabisi Fitria Kumala Sari (20), warga Desa Plumpungrejo Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun yang juga mahasiswi semester V Keperawatan di Jombang, pada tanggal 17 Oktober 2015 sekitar pukul 17.00 WIB, terdakwa terlebih dulu menjemput korban di terminal Nganjuk dengan mengggunakan sepeda motor. Setelah itu korban dibawa masuk ke hutan jati Desa Pajaran Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.
Sesampainya di dalam hutan, terdakwa menyetubuhi korban dengan cara diikat dengan tali rafia yang dibawa oleh korban atas pesanan terdakwa. Karena korban nekad akan menemui istri terdakwa untuk menyampaikan perihal hubungan mereka, kemudian korban ditusuk dengan pisau di bagian perut kanan oleh terdakwa. Setelah itu, terdakwa kembali menusuk leher korban sebanyak dua kali dengan pisau yang telah dipersiapkan dari rumah.
Untuk memperkuat dakwaan tersebut, kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sendhy P, memanggil 4 saksi, termasuk orang tua korban. Tapi orang tua korban tidak hadir dengan alasan masih trauma atas kematian putrinya karena dibunuh. Sedangkan saksi yang hadir, yakni Siti Nuryanti yang juga teman satu kampus korban, bukan merupakan saksi fakta. Bahkan dalam kasus ini, tak satupun ada saksi fakta.
“Setahu saya, korban (Fitria Komala Sari) tidak pernah cerita apapun tentang dirinya. Memang saya teman satu kelas, tapi dia orang pendiam. Saya tahu kasus ini dari media sosial dan berita,” terang saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Halomoan Sianturi.
Pun demikian dengan saksi lain yang juga teman satu kost korban, yakni Sri Mei. Meski satu tempat kost, jarang berkomunikasi dengan korban. Terakhir ketemu, saat korban meminjam laptop kepadanya untuk dibawa pulang yang kini dijadikan barang bukti.
“Memang satu tempat kost dengan saya, tapi beda kamar. Terakhir ketemu dia pinjam laptop. Katanya untuk mengerjakan tugas,” katanya.
Disisi lain, penasehat hukum terdakwa, Jonattan D Hartono, mengaku kesulitan mencari saksi yang meringankan untuk kepentingan kliennya. “Jangankan orang lain, kakaknya saja tidak mau ketika saya tawari sebagai saksi yang meringankan. Alasannya takut,” kata Jonattan, usai sidang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, 18 Oktober 2015 atau sehari setelah terjadinya pembunuhan, masyarakat Kabupaten Madiun digemparkan oleh penemuan mayat perempuan tanpa identas di dalam hutan Desa Pajaran Kecamatan Saradan. Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, korban adalah Fitria Komala Sari.
Setelah berhasil mengungkap identitas korban, polisi berusaha keras untuk mencari tahu siapa pelaku pembunuhan itu. Tidak lebih dari satu minggu, polisi berhasil mengungkap pelaku dan menangkapnya. Pelaku adalah Yatimin, seorang kuli bangunan yang juga pacar korban. Setelah ditangkap, pelaku mengaku membunuh karena korban terus mendesak minta pertanggungjawaban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana, pasal 338 KUHP tentang Menghilangkan Nyawa Orang Lain dengan ancaman hukuman, mati. (p-76)
saksi teman korban
Madiun Kota, Investigasi :  Masih ingat pembunuhan sadis terhadap Fitria Kumala Sari, Mahasiswi Keperawatan yang mayatnya dibuang dihutan jati didaerah Saradan?. Selasa (2/2/16) kemarin merupakan Sidang kasus pembunuhan mahasiswi Keperawatan dengan terdakwa Yatimin alias Tonggeng (28), warga Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Madiun, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dengan agenda pemeriksaan saksi.
Dalam sidang sebelumnya dengan agenda dakwaan, terungkap bahwa, sebelum menghabisi Fitria Kumala Sari (20), warga Desa Plumpungrejo Kecamatan Wonoasri Kabupaten Madiun yang juga mahasiswi semester V Keperawatan di Jombang, pada tanggal 17 Oktober 2015 sekitar pukul 17.00 WIB, terdakwa terlebih dulu menjemput korban di terminal Nganjuk dengan mengggunakan sepeda motor. Setelah itu korban dibawa masuk ke hutan jati Desa Pajaran Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.
Sesampainya di dalam hutan, terdakwa menyetubuhi korban dengan cara diikat dengan tali rafia yang dibawa oleh korban atas pesanan terdakwa. Karena korban nekad akan menemui istri terdakwa untuk menyampaikan perihal hubungan mereka, kemudian korban ditusuk dengan pisau di bagian perut kanan oleh terdakwa. Setelah itu, terdakwa kembali menusuk leher korban sebanyak dua kali dengan pisau yang telah dipersiapkan dari rumah.
Untuk memperkuat dakwaan tersebut, kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sendhy P, memanggil 4 saksi, termasuk orang tua korban. Tapi orang tua korban tidak hadir dengan alasan masih trauma atas kematian putrinya karena dibunuh. Sedangkan saksi yang hadir, yakni Siti Nuryanti yang juga teman satu kampus korban, bukan merupakan saksi fakta. Bahkan dalam kasus ini, tak satupun ada saksi fakta.
“Setahu saya, korban (Fitria Komala Sari) tidak pernah cerita apapun tentang dirinya. Memang saya teman satu kelas, tapi dia orang pendiam. Saya tahu kasus ini dari media sosial dan berita,” terang saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Halomoan Sianturi.
Pun demikian dengan saksi lain yang juga teman satu kost korban, yakni Sri Mei. Meski satu tempat kost, jarang berkomunikasi dengan korban. Terakhir ketemu, saat korban meminjam laptop kepadanya untuk dibawa pulang yang kini dijadikan barang bukti.
“Memang satu tempat kost dengan saya, tapi beda kamar. Terakhir ketemu dia pinjam laptop. Katanya untuk mengerjakan tugas,” katanya.
Disisi lain, penasehat hukum terdakwa, Jonattan D Hartono, mengaku kesulitan mencari saksi yang meringankan untuk kepentingan kliennya. “Jangankan orang lain, kakaknya saja tidak mau ketika saya tawari sebagai saksi yang meringankan. Alasannya takut,” kata Jonattan, usai sidang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, 18 Oktober 2015 atau sehari setelah terjadinya pembunuhan, masyarakat Kabupaten Madiun digemparkan oleh penemuan mayat perempuan tanpa identas di dalam hutan Desa Pajaran Kecamatan Saradan. Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi, korban adalah Fitria Komala Sari.
Setelah berhasil mengungkap identitas korban, polisi berusaha keras untuk mencari tahu siapa pelaku pembunuhan itu. Tidak lebih dari satu minggu, polisi berhasil mengungkap pelaku dan menangkapnya. Pelaku adalah Yatimin, seorang kuli bangunan yang juga pacar korban. Setelah ditangkap, pelaku mengaku membunuh karena korban terus mendesak minta pertanggungjawaban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana, pasal 338 KUHP tentang Menghilangkan Nyawa Orang Lain dengan ancaman hukuman, mati. (p-76)
Baca

Telaga Wahyu, Antara Mitos dan Keindahan Alam

Magetan, Investigasi : Telaga Wahyu atau orang lebih mengenal dengan sebutan Telaga Wurung adalah telaga yang teletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tepatnya 2 km sebelum Telaga Pasir Sarangan, Telaga Wahyu yang ini berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Magetan. Tepatnya di Desa Ngerong, Kecamatan Plaosan. Jika berkendara dari arah Magetan menuju lereng Gunung Lawu, akan ditemui Telaga Wahyu terlebih dahulu sebelum Telaga Sarangan.
Telaga ini mempunyai luas sekitar 10 hektare dan kedalaman sekitar 23 meter. Telaga ini selain digunakan sebagai tempat rekreasi pemancingan.  Fasilitas yang berada di telaga wahyu seperti toilet, warung, perahu ada di Telaga Wahyu. Alam sekitar telaga yang hingga saat ini terjaga keasriannya  mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Telaga Wahyu sekedar rekreasi ataupun berfoto-foto narsis,
Dari pesona alam telaga wahyu yang sangat asri, ternyata telaga ini menyimpan cerita mistis yang membuat bulu kudu merinding. Cerita datang dari salah satu pohon yang berada di selatan Telaga Wahyu, pohon besar serta berduri yang masyarakat sekitar menamai dengan pohon Randu.
Pohon yang mungkin umurnya setara dengan umur Telaga Wahyu saat ini, konon setiap malam tertentu ada seorang nenek berpakain hitam berambut panjang dan mempunyai peliharaan kucing yang amat banyak dan berwarna hitam semua. Pada waktu-waktu tertentu dan malam tertentu sering menampakan wujudnya kepada para pemancing ikan di Telaga Wahyu pada malam hari,
Menurut salah satu warga desa Gemutri, desa yang letaknya sebelah selatan Telaga Wahyu. Ia yang sering memancing ikan bersama ayahnya pada malam hari, maklumlah memancing di Telaga Wahyu malam hari sangatlah mudah untuk mendapat ikan banyak, waktu itu ia melihat sosok  nenek dengan kucing hitam yang amat banyak sedang berjalan ke arah selatan, seakan penasaran, ia pun mengamati dan tiba-tiba menghilang di pohon Randu sebelah selatan telaga. Menurutnya itupun  tidak haya satu kali bahkan menurut para pemancing ikan lainya juga pernah melihatnya dan menghilang secara misterius di pohon Randu tersebut.
Walaupun sering menampakan diri, si nenek serta peliharaanya itu tidak pernah menggangu para pemancing ataupun mencelakainya. Dari cerita tersebut kita pun boleh percaya boleh tidak yang penting kita lebih percaya kepada Sang Pencipta.
Mitos lain tentang Telaga Wahyu adalah legenda cikal bakal pemisah hubungan Asmara Jika berkunjung atau berwisata di Telaga tersebut. Ironisnya, meski telah memoles Telaga Wahyu sedemikian rupa, bahkan, kerap diadakan acara off air berupa acara Pemerintahan, Swasta bahkan Kegiatan berskala nasional, belum bisa menarik Wisatawan untuk belok ke Telaga Wahyu.
Menurut legenda yang beredar, Mitos pertengkaran pasangan yang berujung pada kegagalan dalam membina hubungan asmara hingga saat ini terus mengakar dipikiran  para wisatawan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Magetan sampai merubah nama Telaga Wurung menjadi Telaga Wahyu untuk menepis Mitos tersebut. 

Namun, semuanya dikembalikan pada pola piker dari para pengunjung sendiri, bila percaya, maka semua itu akan terjadi tetapi bila tidak percaya maka keindahan Telaga Wahyu akan mempesona bagi seluruh pengunjung yang datang. 
Magetan, Investigasi : Telaga Wahyu atau orang lebih mengenal dengan sebutan Telaga Wurung adalah telaga yang teletak di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tepatnya 2 km sebelum Telaga Pasir Sarangan, Telaga Wahyu yang ini berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Magetan. Tepatnya di Desa Ngerong, Kecamatan Plaosan. Jika berkendara dari arah Magetan menuju lereng Gunung Lawu, akan ditemui Telaga Wahyu terlebih dahulu sebelum Telaga Sarangan.
Telaga ini mempunyai luas sekitar 10 hektare dan kedalaman sekitar 23 meter. Telaga ini selain digunakan sebagai tempat rekreasi pemancingan.  Fasilitas yang berada di telaga wahyu seperti toilet, warung, perahu ada di Telaga Wahyu. Alam sekitar telaga yang hingga saat ini terjaga keasriannya  mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Telaga Wahyu sekedar rekreasi ataupun berfoto-foto narsis,
Dari pesona alam telaga wahyu yang sangat asri, ternyata telaga ini menyimpan cerita mistis yang membuat bulu kudu merinding. Cerita datang dari salah satu pohon yang berada di selatan Telaga Wahyu, pohon besar serta berduri yang masyarakat sekitar menamai dengan pohon Randu.
Pohon yang mungkin umurnya setara dengan umur Telaga Wahyu saat ini, konon setiap malam tertentu ada seorang nenek berpakain hitam berambut panjang dan mempunyai peliharaan kucing yang amat banyak dan berwarna hitam semua. Pada waktu-waktu tertentu dan malam tertentu sering menampakan wujudnya kepada para pemancing ikan di Telaga Wahyu pada malam hari,
Menurut salah satu warga desa Gemutri, desa yang letaknya sebelah selatan Telaga Wahyu. Ia yang sering memancing ikan bersama ayahnya pada malam hari, maklumlah memancing di Telaga Wahyu malam hari sangatlah mudah untuk mendapat ikan banyak, waktu itu ia melihat sosok  nenek dengan kucing hitam yang amat banyak sedang berjalan ke arah selatan, seakan penasaran, ia pun mengamati dan tiba-tiba menghilang di pohon Randu sebelah selatan telaga. Menurutnya itupun  tidak haya satu kali bahkan menurut para pemancing ikan lainya juga pernah melihatnya dan menghilang secara misterius di pohon Randu tersebut.
Walaupun sering menampakan diri, si nenek serta peliharaanya itu tidak pernah menggangu para pemancing ataupun mencelakainya. Dari cerita tersebut kita pun boleh percaya boleh tidak yang penting kita lebih percaya kepada Sang Pencipta.
Mitos lain tentang Telaga Wahyu adalah legenda cikal bakal pemisah hubungan Asmara Jika berkunjung atau berwisata di Telaga tersebut. Ironisnya, meski telah memoles Telaga Wahyu sedemikian rupa, bahkan, kerap diadakan acara off air berupa acara Pemerintahan, Swasta bahkan Kegiatan berskala nasional, belum bisa menarik Wisatawan untuk belok ke Telaga Wahyu.
Menurut legenda yang beredar, Mitos pertengkaran pasangan yang berujung pada kegagalan dalam membina hubungan asmara hingga saat ini terus mengakar dipikiran  para wisatawan. Bahkan, Pemerintah Kabupaten Magetan sampai merubah nama Telaga Wurung menjadi Telaga Wahyu untuk menepis Mitos tersebut. 

Namun, semuanya dikembalikan pada pola piker dari para pengunjung sendiri, bila percaya, maka semua itu akan terjadi tetapi bila tidak percaya maka keindahan Telaga Wahyu akan mempesona bagi seluruh pengunjung yang datang. 
Baca

Pencak Silat IKS PI Dapat Kepercayaan Pilot Project

Madiun, Investigasi : Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti mendapat kepercayaan jadi pilot project tertib berlalu-lintas tahun lalu.Buktinya, saat pengesahan warga angkatan 114/100 di padepokan Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, kemarin (30/1) yang berlangsung sangat kondusif.
Menurut Ketua Umum Pusat IKS PI Kera Sakti Bambang Sunarja, prosesi agenda rutin tahunan ini  berlangsung dua hari. Diawali pembukaan kekuatan batin.Kemudian dilanjutkan istighotsah.Selanjutnya pembinaan keikhlasan yang diisi para warga senior.‘’Selepas subuh mereka kami lepas kembali ke daerah masing-masing,’’ terangnya.
Warga baru IKS PI yang disahkan kali ini sekitar 7.500 orang dari tingkat 2 angkatan 100 dan tingkat 1 angkatan 114. Anggota di luar Jawa pengesahan dilakukan jarak jauh 9 Januari lalu.Pengesahan anggota se-Jabodetabek dilakukan di Bogor 16 Januari lalu.‘’Kalau yang disahkan di padepokan ini anggota se-Jawa Timur,’’ imbuhnya seperti yang di kutip berita radar harian madiun.
Bambang menambahkan keberadaan IKS PI Kera Sakti semakin diterima di masyarakat luas.Terbukti dengan pesatnya perkembangan cabang-cabang di seluruh Indonesia. Pun mulai merambah mancanegara. ‘’Seperti di Thailand, Timor Leste, Malaysia bahkan Irlandia. Tanggal 8 Februari nanti segenap pengurus akan berangkat ke Malaysia untuk mengesahkan anggota disana,’’ ujarnya.
Meski telah berkembang pesat, Bambang mengimbau seluruh warga IKS PI untuk tidak arogans.Pendekar IKS PI harus selalu santun kepada siapa saja.tidak takabur dan jemawa.  Kegiatan IKS PI harus bisa jadi contoh.Jangan membuat masyarakat ketakutan tetapi harus bisa memberi manfaat.‘’Masyarakat sekitar padepokan bisa mendapatkan pendapatan tambahan dengan menjajakan makanan dan minuman,’’ tuturnya.
Dia berpesan kepada warga baru untuk mengamalkan ajaran ilmu IKS PI yang mulia.Agar yang telah dipelajari bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. ‘’Jika warga IKS PI konsisten menjaga kekeluargaan dan ketertiban, saya yakin lima atau sepuluh tahun kedepan IKS PI akan menjadi perguruan paling wahid,’’ ungkapnya.
Saat ini keberadaan IKS PI sudah bisa diterima di Indonesia, Asia bahkan di seluruh dunia.Masyarakat memandang IKS PI bukan organisasi menakutkan karena setiap kegiatan selalu aman dan kondusif. ‘’Terimakasih kepada aparat keamanan dan anggota paguyuban pencak silat Madiun yang telah mendukung kelancaran acara kami ini,’’ paparnya (pgh)


Madiun, Investigasi : Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI) Kera Sakti mendapat kepercayaan jadi pilot project tertib berlalu-lintas tahun lalu.Buktinya, saat pengesahan warga angkatan 114/100 di padepokan Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, kemarin (30/1) yang berlangsung sangat kondusif.
Menurut Ketua Umum Pusat IKS PI Kera Sakti Bambang Sunarja, prosesi agenda rutin tahunan ini  berlangsung dua hari. Diawali pembukaan kekuatan batin.Kemudian dilanjutkan istighotsah.Selanjutnya pembinaan keikhlasan yang diisi para warga senior.‘’Selepas subuh mereka kami lepas kembali ke daerah masing-masing,’’ terangnya.
Warga baru IKS PI yang disahkan kali ini sekitar 7.500 orang dari tingkat 2 angkatan 100 dan tingkat 1 angkatan 114. Anggota di luar Jawa pengesahan dilakukan jarak jauh 9 Januari lalu.Pengesahan anggota se-Jabodetabek dilakukan di Bogor 16 Januari lalu.‘’Kalau yang disahkan di padepokan ini anggota se-Jawa Timur,’’ imbuhnya seperti yang di kutip berita radar harian madiun.
Bambang menambahkan keberadaan IKS PI Kera Sakti semakin diterima di masyarakat luas.Terbukti dengan pesatnya perkembangan cabang-cabang di seluruh Indonesia. Pun mulai merambah mancanegara. ‘’Seperti di Thailand, Timor Leste, Malaysia bahkan Irlandia. Tanggal 8 Februari nanti segenap pengurus akan berangkat ke Malaysia untuk mengesahkan anggota disana,’’ ujarnya.
Meski telah berkembang pesat, Bambang mengimbau seluruh warga IKS PI untuk tidak arogans.Pendekar IKS PI harus selalu santun kepada siapa saja.tidak takabur dan jemawa.  Kegiatan IKS PI harus bisa jadi contoh.Jangan membuat masyarakat ketakutan tetapi harus bisa memberi manfaat.‘’Masyarakat sekitar padepokan bisa mendapatkan pendapatan tambahan dengan menjajakan makanan dan minuman,’’ tuturnya.
Dia berpesan kepada warga baru untuk mengamalkan ajaran ilmu IKS PI yang mulia.Agar yang telah dipelajari bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. ‘’Jika warga IKS PI konsisten menjaga kekeluargaan dan ketertiban, saya yakin lima atau sepuluh tahun kedepan IKS PI akan menjadi perguruan paling wahid,’’ ungkapnya.
Saat ini keberadaan IKS PI sudah bisa diterima di Indonesia, Asia bahkan di seluruh dunia.Masyarakat memandang IKS PI bukan organisasi menakutkan karena setiap kegiatan selalu aman dan kondusif. ‘’Terimakasih kepada aparat keamanan dan anggota paguyuban pencak silat Madiun yang telah mendukung kelancaran acara kami ini,’’ paparnya (pgh)


Baca

Dikabarkan Jadi Korban Kapal Tenggelam, Ternyata Masih Hidup

Ngawi, Investigasi : Kejaadian mengejutkan dialami oleh keluarga Rusli, warga Desa Pule RT 4, RW 3, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Pasalnya Rusli yang dikabarkan meninggal akibat kecelakaan kapal tenggelam di Pantai Johor Malaysia ternyata masih hidup.
Dari berita yang beredar, Rusli merupakan salah satu penumpang kapal apes yang tenggelam saat mengangkut TKI illegal dari Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya paspor atas nama Rusli kelahiran Batang Hari, Lampung Selatan yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Klas II Madiun.
Padahal Rusli, pernah menghubungi keluarganya di Ngawi, Rabu (27/1) lalu, dan mengatakan sudah bekerja di Johor. Sedangkan kapal tenggelam hari Selasa. Apalagi, Rusli berangkat ke Johor dengan naik pesawat terbang. Hal ini yang membuat keluarganya bingung.
“Kami mengetahui kabar Rusli menjadi korban kapal tenggelam dari mass media. Kami langsung panik,” kata kakak kandung Rusli, Endang Puji Sukarti, kepada Wartawan, Jumat 29 Januari 2016.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Sigit Roesdianto, mengatakan, soal paspor Rusli yang ganda, sangat tidak mungkin. Alasannya, seluruh jaringan imigrasi sudah on line. Jika seseorang sudah membuat paspor di salah kantor imigrasi, tidak mungkin bisa dibuatkan lagi di kantor lain. Dugaan, mungkin paspor Rusli dipalsukan.

“Kami perlu cross cek dulu nomor paspornya maupun identitas yang ada dalam paspor. Ada kemungkinan paspor Rusli dipalsukan,” terangnya. (p-76)
Ngawi, Investigasi : Kejaadian mengejutkan dialami oleh keluarga Rusli, warga Desa Pule RT 4, RW 3, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Pasalnya Rusli yang dikabarkan meninggal akibat kecelakaan kapal tenggelam di Pantai Johor Malaysia ternyata masih hidup.
Dari berita yang beredar, Rusli merupakan salah satu penumpang kapal apes yang tenggelam saat mengangkut TKI illegal dari Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya paspor atas nama Rusli kelahiran Batang Hari, Lampung Selatan yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Klas II Madiun.
Padahal Rusli, pernah menghubungi keluarganya di Ngawi, Rabu (27/1) lalu, dan mengatakan sudah bekerja di Johor. Sedangkan kapal tenggelam hari Selasa. Apalagi, Rusli berangkat ke Johor dengan naik pesawat terbang. Hal ini yang membuat keluarganya bingung.
“Kami mengetahui kabar Rusli menjadi korban kapal tenggelam dari mass media. Kami langsung panik,” kata kakak kandung Rusli, Endang Puji Sukarti, kepada Wartawan, Jumat 29 Januari 2016.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Sigit Roesdianto, mengatakan, soal paspor Rusli yang ganda, sangat tidak mungkin. Alasannya, seluruh jaringan imigrasi sudah on line. Jika seseorang sudah membuat paspor di salah kantor imigrasi, tidak mungkin bisa dibuatkan lagi di kantor lain. Dugaan, mungkin paspor Rusli dipalsukan.

“Kami perlu cross cek dulu nomor paspornya maupun identitas yang ada dalam paspor. Ada kemungkinan paspor Rusli dipalsukan,” terangnya. (p-76)
Baca

Bawa Kabur Anak Majikan, Sepasang Kekasih Ditangkap Polisi

Madiun, Investigasi : Menculik anak majikan, sepasang kekasi harus rela mendekam dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sepasang kekasih ini ditangkap Anggota Satreskrim Polres Madiun, Kamis (29/1/2016), diwilayah hukum Polres Sidoarjo, Jawa Timur.
Dari hasil pemeriksaan terkuak, IN, warga desa Lembah, kecamatan Dolopo  dan kekasihnya ML, warga Sidoarjo, ditangkap atas dugaan penculikan yang dilaporkan Sri Nuroby, warga kecamatan Dolopo kabupaten Madiun. “Pasangan kekasih ini kita tangkap atas tuduhan penculikan yang dilaporkan Sri Nuroby pada Selasa malam (26/1/2016) yang kehilangan Aby yang masih berusia 6 bulan, yang dibawa lari oleh pembantunya,”Kata Kapolres Madiun, AKBP Yoyon Toni Surya Putra, S.I.K, kepada Wartawan.
 Setelah berkoordinasi dengan Polres Sidoarjo dan bantuan tim dari Dir Reskrimum Polda Jatim akhirnya IN dan kekasihnya berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polres Madiun, dirumah kontrakan kekasihnya, ML yang berprofesi sebagai Debt Collector di Sidoarjo. Selain berhasil meringkus pasangan kekasih pelaku penculikan, petugas juga berhasil menyelamatkan Aby, yang sempat dilarikan IN, dan mengamankan satu unit mobil.
Sementara kasus dugaan penculikan yang menggegerkan Madiun kini ditangani Polres Madiun dan dilakukan pengembangan adanya jaringan penculikan anak Kapolres Madiun memaparkan, IN yang bekerja sebagai babby sister meminta ijin kepada Sri Nuroby untuk menemui kekasihnya yang datang dari Surabaya.
Tanpa menaruh curiga IN, diijinkan menemui kekasihnya dengan membawa Abi dan Rika kakak Abi. "Setelah bertemu kekasihnya, IN, menyuruh Rika membeli nasi pecel dan  disuruh pulang. Setelah beberapa lama tak kunjung pulang, Pelapor mendatangi tempat pertemuan IN dan kekasihnya yang ternyata sudah kabur dengan membawa Aby,” Terang Kapolres Madiun.

 Karena ditunggu tak kunjung pulang dan tidak bisa dihubungi akhirnya Sri Nuroby melaporkan IN kepada Polisi. Petugas Polres Madiun yang mendapat laporan segera bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Dari hasil lidik dan olah TKP, anggota Satreskrim mendapat informasi dari beberapa alat petunjuk lalu melakukan pengejaran kepada terlapor yang lari bersama kekasihnya ke wilayah Sidoarjo, Jawa Timur," pungkasnya (p-76)
Madiun, Investigasi : Menculik anak majikan, sepasang kekasi harus rela mendekam dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sepasang kekasih ini ditangkap Anggota Satreskrim Polres Madiun, Kamis (29/1/2016), diwilayah hukum Polres Sidoarjo, Jawa Timur.
Dari hasil pemeriksaan terkuak, IN, warga desa Lembah, kecamatan Dolopo  dan kekasihnya ML, warga Sidoarjo, ditangkap atas dugaan penculikan yang dilaporkan Sri Nuroby, warga kecamatan Dolopo kabupaten Madiun. “Pasangan kekasih ini kita tangkap atas tuduhan penculikan yang dilaporkan Sri Nuroby pada Selasa malam (26/1/2016) yang kehilangan Aby yang masih berusia 6 bulan, yang dibawa lari oleh pembantunya,”Kata Kapolres Madiun, AKBP Yoyon Toni Surya Putra, S.I.K, kepada Wartawan.
 Setelah berkoordinasi dengan Polres Sidoarjo dan bantuan tim dari Dir Reskrimum Polda Jatim akhirnya IN dan kekasihnya berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polres Madiun, dirumah kontrakan kekasihnya, ML yang berprofesi sebagai Debt Collector di Sidoarjo. Selain berhasil meringkus pasangan kekasih pelaku penculikan, petugas juga berhasil menyelamatkan Aby, yang sempat dilarikan IN, dan mengamankan satu unit mobil.
Sementara kasus dugaan penculikan yang menggegerkan Madiun kini ditangani Polres Madiun dan dilakukan pengembangan adanya jaringan penculikan anak Kapolres Madiun memaparkan, IN yang bekerja sebagai babby sister meminta ijin kepada Sri Nuroby untuk menemui kekasihnya yang datang dari Surabaya.
Tanpa menaruh curiga IN, diijinkan menemui kekasihnya dengan membawa Abi dan Rika kakak Abi. "Setelah bertemu kekasihnya, IN, menyuruh Rika membeli nasi pecel dan  disuruh pulang. Setelah beberapa lama tak kunjung pulang, Pelapor mendatangi tempat pertemuan IN dan kekasihnya yang ternyata sudah kabur dengan membawa Aby,” Terang Kapolres Madiun.

 Karena ditunggu tak kunjung pulang dan tidak bisa dihubungi akhirnya Sri Nuroby melaporkan IN kepada Polisi. Petugas Polres Madiun yang mendapat laporan segera bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Dari hasil lidik dan olah TKP, anggota Satreskrim mendapat informasi dari beberapa alat petunjuk lalu melakukan pengejaran kepada terlapor yang lari bersama kekasihnya ke wilayah Sidoarjo, Jawa Timur," pungkasnya (p-76)
Baca

Sepekan, Polres Ponorogo Ungkap Tujuh Kasus Perjudian

 Ponorogo, Investigasi : Perang dengan penyakit masyarakat terutama perjudian terus ditabuh oleh Polres Ponorogo. Hal ini dibuktikan dengan terungkapnya tujuh kasus perjudian yang terjadi diwilayah hukum Polres Ponorogo. Dari tujuh kasus perjudian, Polres Ponorogo berhasil mengamankan 11 tersangka.
Seperti penangkapan pelaku yang diduga sebagai pengecer togel diwilayah Dukuh Ngemplak ini, Dia digaruk petugas saat melakukan penjualan togel pada pelanggannya. Menurut Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Harjadi, penangkapan pelaku ini bisa dilakukan karena adanya informasi dari masyarakat yang risih dengan aksi pelaku saat menjual togel.
Dilanjutkan, salah satu pelaku yang diduga pengecer judi toto gelap (togel) yang diamankan polisi yakni berinisial SE alias G (30) warga Dukuh Nglempak, Desa Sawo, Kab. Ponorogo.
 “Akhirnya dari jajaran Satuan Reskrim Polsek Sawo ditindaklanjuti, memang benar adanya akhirnya kita bisa mengamankan satu tersangka. Ini pengecer nanti dia seteornya kepengepul. Sementara pengepulnya masih dalam pengembangan,” kata AKP Harjadi.
Saat dilakukan penggrebekan, pelaku usai melakukan transaksi togel dengan penomboknya. “Ini jadi pengecer ini saat kita lakukan penangkapan, sebetulnya sedang melakukan transaksi, namun usai melakukan transaksi baru kita lakukan penggrebakan,” lanjut Kasubag Humas Polres Ponorogo.
Menurutnya, dari beberapa pelaku pengecer judi togel yang diamankan kebanyakan karena faktor ekonomi, mengingat mereka tidak mempunyai keahlian lain sehingga untuk menopang kebutuhan ekonomi terpaksa mengambil jalan pintas menjual togel.

Para pelaku pelanggar pasal  303 KUHP tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, 1 buah buku rekapan, 6 lembar buku tafsir mimpi, 1 buah hp merk samsung warna hitam, 2 buah bolpoint  warna hitam dan putih serta uang tunai Rp 137.000. (p-76)
 Ponorogo, Investigasi : Perang dengan penyakit masyarakat terutama perjudian terus ditabuh oleh Polres Ponorogo. Hal ini dibuktikan dengan terungkapnya tujuh kasus perjudian yang terjadi diwilayah hukum Polres Ponorogo. Dari tujuh kasus perjudian, Polres Ponorogo berhasil mengamankan 11 tersangka.
Seperti penangkapan pelaku yang diduga sebagai pengecer togel diwilayah Dukuh Ngemplak ini, Dia digaruk petugas saat melakukan penjualan togel pada pelanggannya. Menurut Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Harjadi, penangkapan pelaku ini bisa dilakukan karena adanya informasi dari masyarakat yang risih dengan aksi pelaku saat menjual togel.
Dilanjutkan, salah satu pelaku yang diduga pengecer judi toto gelap (togel) yang diamankan polisi yakni berinisial SE alias G (30) warga Dukuh Nglempak, Desa Sawo, Kab. Ponorogo.
 “Akhirnya dari jajaran Satuan Reskrim Polsek Sawo ditindaklanjuti, memang benar adanya akhirnya kita bisa mengamankan satu tersangka. Ini pengecer nanti dia seteornya kepengepul. Sementara pengepulnya masih dalam pengembangan,” kata AKP Harjadi.
Saat dilakukan penggrebekan, pelaku usai melakukan transaksi togel dengan penomboknya. “Ini jadi pengecer ini saat kita lakukan penangkapan, sebetulnya sedang melakukan transaksi, namun usai melakukan transaksi baru kita lakukan penggrebakan,” lanjut Kasubag Humas Polres Ponorogo.
Menurutnya, dari beberapa pelaku pengecer judi togel yang diamankan kebanyakan karena faktor ekonomi, mengingat mereka tidak mempunyai keahlian lain sehingga untuk menopang kebutuhan ekonomi terpaksa mengambil jalan pintas menjual togel.

Para pelaku pelanggar pasal  303 KUHP tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa, 1 buah buku rekapan, 6 lembar buku tafsir mimpi, 1 buah hp merk samsung warna hitam, 2 buah bolpoint  warna hitam dan putih serta uang tunai Rp 137.000. (p-76)
Baca

Petunjuk Belum Turun, Dana DAK Tak Terserap

Madiun Kota, Investigasi : Tahun ini, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Madiun akan mendapat kucuran dana miliaran yang dialokasikan pada Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana miliaran tersebut rencananya akan digunakan untuk merehab gedung pendidikan dasar dan pendidikan khusus.
Namun, realisasi penggunaan dana miliaran tersebut m,asih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pusat. “Tahun ini kita mendapatkan DAK dari pemerintah pusat itu Rp. 2,6 miliar. Tetapi belum dapat kita tindak lanjuti karena Juknisnya belum turun,” kata Kepala Dikbudmudora, Kota Madiun, Gandhi Hatmoko, Kamis (28/1/2016).
Karena dianggap belum jelas, Kepala Dinas Dikbudmudora akan ke Kementerian Pendidikan untuk menanyakan kejelasan terkait pelaksanaan dan teknis poenggunaan anggaran DAK sehingga pelaksanaan rehab gedung bisa  segera dilaksanakan.
“Minggu depan itu saya mau ke Jakarta, untuk nguber juknisnya. Harapannya Juknis secepatnya segara turun, agar kita dapat menindak lanjutinya. Kalau datangnya pertengahan kan malah bikin susah,” lanjutnya.
Jemput bola yang dilakukan Gandhi ini sangat beralasan, pasalnya mengacu dari tahun 2015, DAK yang digelontorkan pemerintah pusat sebesar Rp. 26 miliar, sama sekali tak terserap lantaran Juknis baru turun akhir bulan Juni. Sehingga Dikbudmudora memilih pasang badan dengan tidak melaksanakan kegiatan DAK ditahun 2015, karena takut jika nantinya bakal menimbulkan permasalahan hukum.
“Karena DAK ini kan hak anak. Kalau sampai nggak dilaksanakan kan nggak enak juga. Kalau dikerjakan tetapi menyangkut masalah hukum kan bikin repot. Selain itu kita juga masih punya tungakan DAK Rp. 26 miliar, kan itu menjadi Silpa. Harapan kami kan jangan sampai terus menjadi Silpa yang berujung membebani APBD,” jelasnya.

Sementara itu untuk SMK dan SMA, pemerintah pusat sudah tidak menyediakan lagi anggaran DAK bagi kedua jenjang pendidikan tersebut. Pasalnya, SMK dan SMA bakal ditarik oleh provinsi mulai bulan Maret mendatang. "Kewenangan pendidikan menengah SMA dan SMK kan akan diambil alih oleh provinsi,"tandasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Tahun ini, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kota Madiun akan mendapat kucuran dana miliaran yang dialokasikan pada Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana miliaran tersebut rencananya akan digunakan untuk merehab gedung pendidikan dasar dan pendidikan khusus.
Namun, realisasi penggunaan dana miliaran tersebut m,asih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pusat. “Tahun ini kita mendapatkan DAK dari pemerintah pusat itu Rp. 2,6 miliar. Tetapi belum dapat kita tindak lanjuti karena Juknisnya belum turun,” kata Kepala Dikbudmudora, Kota Madiun, Gandhi Hatmoko, Kamis (28/1/2016).
Karena dianggap belum jelas, Kepala Dinas Dikbudmudora akan ke Kementerian Pendidikan untuk menanyakan kejelasan terkait pelaksanaan dan teknis poenggunaan anggaran DAK sehingga pelaksanaan rehab gedung bisa  segera dilaksanakan.
“Minggu depan itu saya mau ke Jakarta, untuk nguber juknisnya. Harapannya Juknis secepatnya segara turun, agar kita dapat menindak lanjutinya. Kalau datangnya pertengahan kan malah bikin susah,” lanjutnya.
Jemput bola yang dilakukan Gandhi ini sangat beralasan, pasalnya mengacu dari tahun 2015, DAK yang digelontorkan pemerintah pusat sebesar Rp. 26 miliar, sama sekali tak terserap lantaran Juknis baru turun akhir bulan Juni. Sehingga Dikbudmudora memilih pasang badan dengan tidak melaksanakan kegiatan DAK ditahun 2015, karena takut jika nantinya bakal menimbulkan permasalahan hukum.
“Karena DAK ini kan hak anak. Kalau sampai nggak dilaksanakan kan nggak enak juga. Kalau dikerjakan tetapi menyangkut masalah hukum kan bikin repot. Selain itu kita juga masih punya tungakan DAK Rp. 26 miliar, kan itu menjadi Silpa. Harapan kami kan jangan sampai terus menjadi Silpa yang berujung membebani APBD,” jelasnya.

Sementara itu untuk SMK dan SMA, pemerintah pusat sudah tidak menyediakan lagi anggaran DAK bagi kedua jenjang pendidikan tersebut. Pasalnya, SMK dan SMA bakal ditarik oleh provinsi mulai bulan Maret mendatang. "Kewenangan pendidikan menengah SMA dan SMK kan akan diambil alih oleh provinsi,"tandasnya. (p-76)
Baca

Pemkot Madiun Berikan Bantuan Sembako Pada Mantan Anggota Gafatar


Madiun Kota, Investigasi : Pemerintah Kota Madiun memberikan perhatian serius pada mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang baru dipulangkan dari Kamp Menpawah,  Kalimantan Barat. Ada tujuh Eks anggota Gafatar dari Kota Madiun yaitu Ebit Agus Saputro, Edy Suprianto dan Mei Apriliana warga Jalan Manyar, RT 03 RW 08, Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun. sedangkan empat lainnya, yakni Wahyu Febriana Lestari, Faiz Tahara, Unsa Syakiraw dan Agus Prihadianto adalah warga Gang Sambiroto, RT 10 RW 03, Kelurahan Ngegong, Kota Madiun. Kamis (28/1/16)
Untuk menunjang kehidupan pasca pulang dari Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Madiun memberikan bantuan berupa sembako pada mantan anggota Gafatar. Bantuan ini diserahkan oleh Maidi, Sekretaris Daerah Kota Madiun dengan didampingi oleh beberapa satker terkait.
Edy Suprianto, mantan anggota Gafatar mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kota Madiun. Rencananya, bantuan ini akan dipergunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sehari-hari. “Saat ini saya ingin menenangkan diri dulu, sambil melihat kondisi kedepannya,” ungkap Edy.
Selain itu, Edy juga akan mempertimbangkan penawaran dari Sekda Kota Madiun untuk mengelola lahannya yang ada di Magetan. “Tadi saya juga ditawari untuk mengelola perkebunan milik Pak Sekda,” lanjutnya.
Sementara itu, Hariono, tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa masyarakat bisa menerima kepulangan mantan anggota Gafatar, namun pihaknya akan terus  memantau kondisinya. “Kita akan memantau secara persuasif karena mereka juga warga sini, Cuma belum punya rumah sendiri,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi menjelaskan bahwa mantan anggota Gafatar ini semuanya masih dalam usia produktif, sehingga tidaklah sulit untuk bekerja di Kota Madiun. “Sebenarnya mereka bisa bekerja disektor pabrik, toko maupun yang lain,” kata Sekda Kota Madiun.
Terkait dengan anak-anak mantan anggota Gafatar, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan agar biaya pendidikan digratiskan. “Secepatnya kita koordinasi dengan pihak Dindik untuk menangani,” lanjutnya.
Maidi berharap agar para mantan anggota Gafatar bisa menjaga lingkungan masing-masing dan bisa berbaur kembali dengan masyarakat. “Jangan mengambil jarak, sehingga masyarakat bisa menerima dengan ikhlas,” tegasnya.

Diharapkan bantuan yang diberikan bisa dipergunakan sebaik-baiknya sembari menunggu peluang kerja yang ada. (p-76)

Madiun Kota, Investigasi : Pemerintah Kota Madiun memberikan perhatian serius pada mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang baru dipulangkan dari Kamp Menpawah,  Kalimantan Barat. Ada tujuh Eks anggota Gafatar dari Kota Madiun yaitu Ebit Agus Saputro, Edy Suprianto dan Mei Apriliana warga Jalan Manyar, RT 03 RW 08, Kelurahan Nambangan Lor, Kota Madiun. sedangkan empat lainnya, yakni Wahyu Febriana Lestari, Faiz Tahara, Unsa Syakiraw dan Agus Prihadianto adalah warga Gang Sambiroto, RT 10 RW 03, Kelurahan Ngegong, Kota Madiun. Kamis (28/1/16)
Untuk menunjang kehidupan pasca pulang dari Kalimantan Barat, Pemerintah Kota Madiun memberikan bantuan berupa sembako pada mantan anggota Gafatar. Bantuan ini diserahkan oleh Maidi, Sekretaris Daerah Kota Madiun dengan didampingi oleh beberapa satker terkait.
Edy Suprianto, mantan anggota Gafatar mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kota Madiun. Rencananya, bantuan ini akan dipergunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sehari-hari. “Saat ini saya ingin menenangkan diri dulu, sambil melihat kondisi kedepannya,” ungkap Edy.
Selain itu, Edy juga akan mempertimbangkan penawaran dari Sekda Kota Madiun untuk mengelola lahannya yang ada di Magetan. “Tadi saya juga ditawari untuk mengelola perkebunan milik Pak Sekda,” lanjutnya.
Sementara itu, Hariono, tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa masyarakat bisa menerima kepulangan mantan anggota Gafatar, namun pihaknya akan terus  memantau kondisinya. “Kita akan memantau secara persuasif karena mereka juga warga sini, Cuma belum punya rumah sendiri,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi menjelaskan bahwa mantan anggota Gafatar ini semuanya masih dalam usia produktif, sehingga tidaklah sulit untuk bekerja di Kota Madiun. “Sebenarnya mereka bisa bekerja disektor pabrik, toko maupun yang lain,” kata Sekda Kota Madiun.
Terkait dengan anak-anak mantan anggota Gafatar, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan agar biaya pendidikan digratiskan. “Secepatnya kita koordinasi dengan pihak Dindik untuk menangani,” lanjutnya.
Maidi berharap agar para mantan anggota Gafatar bisa menjaga lingkungan masing-masing dan bisa berbaur kembali dengan masyarakat. “Jangan mengambil jarak, sehingga masyarakat bisa menerima dengan ikhlas,” tegasnya.

Diharapkan bantuan yang diberikan bisa dipergunakan sebaik-baiknya sembari menunggu peluang kerja yang ada. (p-76)
Baca
Ringkasan APBD Kabupaten Madiun Tahun 2016

Ringkasan APBD Kabupaten Madiun Tahun 2016

Baca

Dandim 0804/Magetan Sosialisasikan Penerimaan Calon Taruna/Taruni Akmil Magetan Rabu

Magetan, Investigasi : Dandim 0804/Magetan, Letkol Inf Herwin Rizayan Iszal S.I.P menggelar sosialisasi seleksi masuk Taruna Akademi Militer (Akmil) terhadap siswa-siswi SMA Negeri 1 Magetan. Pewakilan Sebanyak 75 orang siswa-siswi unggulan kelas XII IPA dari SMA Negeri 1 Magetan, mengikuti sosialisasi tentang seleksi penerimaan Calon Taruna dan Taruni Akademi Militer (Akmil) yang digelar oleh Kodim 0808/Magetan, di Aula Serba Guna SMA Negeri 1 Magetan,  Rabu (27/01/2016).
Komandan Kodim (Dandim) 0804/Magetan, Letkol Inf Herwin Rizayan Iszal S.I.P, selaku narasumber pada acara tersebut menyampaikan bahwa seleksi Penerimaan Taruna Akademi Militer merupakan salah satu program dalam pembangunan kekuatan personel TNI AD untuk memenuhi kebutuhan Perwira yang disiapkan untuk mengawaki organisasi TNI AD.
"Sehingga untuk mencapai sasaran tersebut, pihak kami melakukan sosialisasi tentang seleksi penerimaan Taruna Akmil terhadap siswa-siswi unggulan tingkat SMA" terang Dandim 0804/Magetan.
Lebih lanjut, Dandim 0804/Magetan menyampaikan bahwa sosialiasi ini dilaksanakan dalam rangka menarik minat dari para siswa-siswi unggulan tingkat SMA tersebut, guna mengikuti seleksi Calon Taruna (Catar) Akmil 2016, untuk memperoleh Calon Taruna Akmil yang berkualitas.  
Selain dijelaskan tentang tata cara pendaftaran, pada sosialisasi itu juga disampaikan persyaratan-persyaratan Calon Taruna Akmil, yaitu Persyaratan Umum, Persyaratan Tambahan, Persyaratan Khusus dan Persyaratan lainya.
"Disamping itu yang menjadi faktor terpenting untuk menjadi Calon Taruna Akmil harus sehat Jasmani dan Rohani, sebab dengan memiliki kesehatan Jasmani dan Rohani tersebut seorang Taruna Akmil nantinya apabila sudah dilantik menjadi Perwira harus mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh TNI AD" pungkasnya.

Menurut Kepala Sekolah siswa/i SMA Negeri 1 Magetan, Drs. Agus Harianto, M.MPd , pihaknya sangat berterimakasih kepada Dandim dan berharap menjadi dorongan bagi siswa/i mengikuti seleksi Taruna Akademi Militer. Hal senada juga dikemukakan Perwira Kodim Pasi Pers Kapten Inf Misran yang menyambut terobosan Dandim. Sosialisasi dibarengi dengan pemutaran film tentang tata cara mendaftar Taruna Akmil yang benar. (md)
Magetan, Investigasi : Dandim 0804/Magetan, Letkol Inf Herwin Rizayan Iszal S.I.P menggelar sosialisasi seleksi masuk Taruna Akademi Militer (Akmil) terhadap siswa-siswi SMA Negeri 1 Magetan. Pewakilan Sebanyak 75 orang siswa-siswi unggulan kelas XII IPA dari SMA Negeri 1 Magetan, mengikuti sosialisasi tentang seleksi penerimaan Calon Taruna dan Taruni Akademi Militer (Akmil) yang digelar oleh Kodim 0808/Magetan, di Aula Serba Guna SMA Negeri 1 Magetan,  Rabu (27/01/2016).
Komandan Kodim (Dandim) 0804/Magetan, Letkol Inf Herwin Rizayan Iszal S.I.P, selaku narasumber pada acara tersebut menyampaikan bahwa seleksi Penerimaan Taruna Akademi Militer merupakan salah satu program dalam pembangunan kekuatan personel TNI AD untuk memenuhi kebutuhan Perwira yang disiapkan untuk mengawaki organisasi TNI AD.
"Sehingga untuk mencapai sasaran tersebut, pihak kami melakukan sosialisasi tentang seleksi penerimaan Taruna Akmil terhadap siswa-siswi unggulan tingkat SMA" terang Dandim 0804/Magetan.
Lebih lanjut, Dandim 0804/Magetan menyampaikan bahwa sosialiasi ini dilaksanakan dalam rangka menarik minat dari para siswa-siswi unggulan tingkat SMA tersebut, guna mengikuti seleksi Calon Taruna (Catar) Akmil 2016, untuk memperoleh Calon Taruna Akmil yang berkualitas.  
Selain dijelaskan tentang tata cara pendaftaran, pada sosialisasi itu juga disampaikan persyaratan-persyaratan Calon Taruna Akmil, yaitu Persyaratan Umum, Persyaratan Tambahan, Persyaratan Khusus dan Persyaratan lainya.
"Disamping itu yang menjadi faktor terpenting untuk menjadi Calon Taruna Akmil harus sehat Jasmani dan Rohani, sebab dengan memiliki kesehatan Jasmani dan Rohani tersebut seorang Taruna Akmil nantinya apabila sudah dilantik menjadi Perwira harus mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh TNI AD" pungkasnya.

Menurut Kepala Sekolah siswa/i SMA Negeri 1 Magetan, Drs. Agus Harianto, M.MPd , pihaknya sangat berterimakasih kepada Dandim dan berharap menjadi dorongan bagi siswa/i mengikuti seleksi Taruna Akademi Militer. Hal senada juga dikemukakan Perwira Kodim Pasi Pers Kapten Inf Misran yang menyambut terobosan Dandim. Sosialisasi dibarengi dengan pemutaran film tentang tata cara mendaftar Taruna Akmil yang benar. (md)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100