Berita Terkini

Kepala Inspektorat Kabupaten Madiun Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Madiun, Investigasi : Setelah menjadi atensi khusus dari Kejaksaan Agung, Kasus korupsi anggaran Badan Pengawas (Banwas) Tahun 2012 - 2014 Kabupaten Madiun sebesar 2 miliar yang hanya diterimakan sebesar Rp. 500 juta saja, kini Kejaksaan Negeri Mejayan unjuk gigi dengan menetapkan Benny Adi Wijaya, Inspektur di Inspektorat Kabupaten Madiun serta Bambang Budi Oetomo mantan Inspektur yang merupakan senior dari Beny Adi Wijaya. Jumat (15/7/16).
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Mejayan, Wartadjiono Hadi mengatakan bahwa penetapan tersangka Beny Adi Wijaya sudah dilakukan sejak  tanggal 1 Juli 2016 lalu. “Sudah kami tetapkan sebagai tersangka per 1 Juli 2016 kemarin,” ungkap Wartadjiono Hadi.
Diketahui, penetapan tersangka ini dilakukan setelah Kejaksaan Negeri Mejayan melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi di lingkup Inspektorat Kabupaten Madiun. Pihak Kejari Mejayan telah memanggil sejumlah nama penting. Mulai dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Edi Hariyanto, Bendahara Inspektorat, Handoko dan sederet staf Inspektorat seperti Hendra Sulistyawan, Rum Affandi dan Arif Muanas.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Beny Adi Wijaya bersama staff yang ikut diperiksa di Kejari Mejayan langsung pergi tanpa mau dikonfirmasi oleh Wartawan.

Kilas balik, Sesuai laporan yang masuk ke Kejagung, anggaran di pos Banwas sepanjang 2012 hingga 2014 senilai Rp2 miliar hanya diterimakan sebesar Rp 500 juta saja. Kabarnya, sisa dana senilai Rp 1,5 miliar itu dialirkan ke rekening masing-masing pejabat yang terlibat dengan cara ditransfer hingga berulangkali. Lantas kasus ini menjadi atensi langsung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. (p-76)
Madiun, Investigasi : Setelah menjadi atensi khusus dari Kejaksaan Agung, Kasus korupsi anggaran Badan Pengawas (Banwas) Tahun 2012 - 2014 Kabupaten Madiun sebesar 2 miliar yang hanya diterimakan sebesar Rp. 500 juta saja, kini Kejaksaan Negeri Mejayan unjuk gigi dengan menetapkan Benny Adi Wijaya, Inspektur di Inspektorat Kabupaten Madiun serta Bambang Budi Oetomo mantan Inspektur yang merupakan senior dari Beny Adi Wijaya. Jumat (15/7/16).
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Mejayan, Wartadjiono Hadi mengatakan bahwa penetapan tersangka Beny Adi Wijaya sudah dilakukan sejak  tanggal 1 Juli 2016 lalu. “Sudah kami tetapkan sebagai tersangka per 1 Juli 2016 kemarin,” ungkap Wartadjiono Hadi.
Diketahui, penetapan tersangka ini dilakukan setelah Kejaksaan Negeri Mejayan melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi di lingkup Inspektorat Kabupaten Madiun. Pihak Kejari Mejayan telah memanggil sejumlah nama penting. Mulai dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Edi Hariyanto, Bendahara Inspektorat, Handoko dan sederet staf Inspektorat seperti Hendra Sulistyawan, Rum Affandi dan Arif Muanas.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Beny Adi Wijaya bersama staff yang ikut diperiksa di Kejari Mejayan langsung pergi tanpa mau dikonfirmasi oleh Wartawan.

Kilas balik, Sesuai laporan yang masuk ke Kejagung, anggaran di pos Banwas sepanjang 2012 hingga 2014 senilai Rp2 miliar hanya diterimakan sebesar Rp 500 juta saja. Kabarnya, sisa dana senilai Rp 1,5 miliar itu dialirkan ke rekening masing-masing pejabat yang terlibat dengan cara ditransfer hingga berulangkali. Lantas kasus ini menjadi atensi langsung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. (p-76)
Baca

Pesta Miras, Lima Pemuda Dicokok Polisi

Madiun Kota, Investigasi : Tingkah laku lima orang pemuda ini sungguh tidak patut ditiru. Mereka mengadakan pesta minuman keras dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar sehingga diciduk oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kartoharjo. Pesta minuman keras ini dilakukan disalah satu rumah di jalan Sri Langka, kelurahan Kanigoro, Kota Madiun.
Parahnya, saat dilakukan pemeriksaan, salah seorang pemuda berinisial TE, warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu kedapatan membawa senjata tajam yang disembunyikan ditas pinggangnya
"Anggota mendapat laporan dari warga tentang kegiatan sekelompok pemuda yang sedang menggelar pesta miras dan mengganggu lingkungan," kata Kasubag Humas Polres Madiun Kota, AKP Ida Royani, Kamis (14/7/16).
Guna penyidikan lebih lanjut, kelima pemuda yang dalam keadaan terpengaruh minuman keras tersebut dibawa petugas ke kantor Polsek Kartoharjo. Sementara T.E diperiksa terpisah dan dikenakan pasal berlapis.
"Untuk empat orang dikenakan tipiring sedangkan inisial T.E dikenakan tindak pidana dan ditahan sementara di Polsek Kartoharjo untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," tandasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Tingkah laku lima orang pemuda ini sungguh tidak patut ditiru. Mereka mengadakan pesta minuman keras dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar sehingga diciduk oleh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Kartoharjo. Pesta minuman keras ini dilakukan disalah satu rumah di jalan Sri Langka, kelurahan Kanigoro, Kota Madiun.
Parahnya, saat dilakukan pemeriksaan, salah seorang pemuda berinisial TE, warga Desa Bantengan, Kecamatan Wungu kedapatan membawa senjata tajam yang disembunyikan ditas pinggangnya
"Anggota mendapat laporan dari warga tentang kegiatan sekelompok pemuda yang sedang menggelar pesta miras dan mengganggu lingkungan," kata Kasubag Humas Polres Madiun Kota, AKP Ida Royani, Kamis (14/7/16).
Guna penyidikan lebih lanjut, kelima pemuda yang dalam keadaan terpengaruh minuman keras tersebut dibawa petugas ke kantor Polsek Kartoharjo. Sementara T.E diperiksa terpisah dan dikenakan pasal berlapis.
"Untuk empat orang dikenakan tipiring sedangkan inisial T.E dikenakan tindak pidana dan ditahan sementara di Polsek Kartoharjo untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," tandasnya. (p-76)
Baca

Pasar Sayur Magetan Dilalap Si Jago Merah

Magetan, Investigasi : Kebakaran hebat yang terjadi di pasar sayur Kabupaten Magetan  Jawa Timur, menghanguskan 1158 kios, kebakaran terjadi kamis 14 juli 2016 lalu sekira pukul 19.30 WIB .Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,15 damkar diterjunkan untuk memadamkan si jago merah namun terkendala jalan yang sempit dan kios yang terlalu padat .
Sampai saat ini belum ada kejelasan tentang seberapa besar kerugian yang diakibatkan musibah kebakaran pasar sayur magetan,dari pemerintah  juga belum ada keterangan resmi yang menyoal bagaimana nasib para pedagang yang mengalami kerugianya tersebut.
Tampak para aktivis magetan membantu para pedagang mencarikan tempat dan membantu pedagang, para aktivis magetan juga mendirikan posko peduli di area pasar sayur  dengan tujuan untuk membantu  pedagang supaya teratur dan tidak terjadi rebutan lapak jualan.
Aktivis Magetan mengatakan “ intinya rekan – rekan aktivis peduli dengan pedagang – pedagang yang saat ini kena musibah kebakaran,  karena ini merupakan salah satu perekonomian di Kabupaten  Magetan,  khusunya pedagang setelah kebakaran ini harus tetap beraktifitas seperti semula, walau tempatnya kurang memadai”. Katanya

anyak juga pedagang yang belum mendapatkan tempat untuk beraktifitas kembali, karena terbatasnya tempat untuk berjualan. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Kebakaran hebat yang terjadi di pasar sayur Kabupaten Magetan  Jawa Timur, menghanguskan 1158 kios, kebakaran terjadi kamis 14 juli 2016 lalu sekira pukul 19.30 WIB .Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,15 damkar diterjunkan untuk memadamkan si jago merah namun terkendala jalan yang sempit dan kios yang terlalu padat .
Sampai saat ini belum ada kejelasan tentang seberapa besar kerugian yang diakibatkan musibah kebakaran pasar sayur magetan,dari pemerintah  juga belum ada keterangan resmi yang menyoal bagaimana nasib para pedagang yang mengalami kerugianya tersebut.
Tampak para aktivis magetan membantu para pedagang mencarikan tempat dan membantu pedagang, para aktivis magetan juga mendirikan posko peduli di area pasar sayur  dengan tujuan untuk membantu  pedagang supaya teratur dan tidak terjadi rebutan lapak jualan.
Aktivis Magetan mengatakan “ intinya rekan – rekan aktivis peduli dengan pedagang – pedagang yang saat ini kena musibah kebakaran,  karena ini merupakan salah satu perekonomian di Kabupaten  Magetan,  khusunya pedagang setelah kebakaran ini harus tetap beraktifitas seperti semula, walau tempatnya kurang memadai”. Katanya

anyak juga pedagang yang belum mendapatkan tempat untuk beraktifitas kembali, karena terbatasnya tempat untuk berjualan. (sj/md)
Baca

Ingin Kembalikan Tupoksi Organisasi Kemasyarakatan Beberapa LSM Datangi Bakesbangpol Kabupaten Magetan

Magetan, Investigasi : Beredarnya rumor menjamurnya lsm dan ormas abal – abal  yang mana dalam menjalankan aktifitasnya sudah keluar dari koridor ke-lsman, menggugah beberapa aktifis Magetan untuk mengadu pada instansi terkait, dalam hal ini BAKESBANGPOL MAGETAN untuk mengklarifikasi rumor yang ada dan memberikan solusi akan masalah tersebut. Rabu (13/7/16).
Kedatangan beberapa LSM yang diantaranya LSM SWASTIKA, LSM PEKAT, LPI TIPIKOR DPW JATIM, ORMAS Bpk Oi Magetan, dan beberapa awak media di sambut baik oleh perwakilan Bakesbangpol Magetan di yang di karenakan Kepala Bakesbangpol sedang tidak ada di tempat.
Hermanto PLT Sekretaris bakesbangpol menerangkan “Kami sangat apresiasi baik, karena ini sifatnya adalah kepedulian akan kepentingan bersama, dan mengenai beberapa tuntutan yang di layangkan, kami akan mengkoordinasikan dengan atasan, kami jamin dalam waktu dekat akan segera ada tindak lanjut”.

Koordinator aksi tersebut Rudi dali LSM SWASTIKA menjelaskan “Bahwasanya banyaknya kabar yang beredar tentang kenakalan oknum – oknum lsm di magetan yang beredar di berbagai kalangan, dan perlu kita ketahui tumbuh suburnya pelaku korupsi itu terjadi juga karena lemahnya fungsi control sosial dari LSM, untuk itu kami meminta kepada Bakesbangpol untuk kiranya mengambil sikap terkait hal ini, mengenai LSM yang tumbuh menjamur harus ada verifikasi ulang, sosialisasi undang-undang organisasi kemasyarakatan, serta memberi pembinaan dan evaluasi terkait kegiatan organisasi kemasyarakatan dan LSM, agar tidak ada lagi oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM yang menjadi momok di berbagai kalangan di magetan yang kita cintai ini,“. (sj/md)
Magetan, Investigasi : Beredarnya rumor menjamurnya lsm dan ormas abal – abal  yang mana dalam menjalankan aktifitasnya sudah keluar dari koridor ke-lsman, menggugah beberapa aktifis Magetan untuk mengadu pada instansi terkait, dalam hal ini BAKESBANGPOL MAGETAN untuk mengklarifikasi rumor yang ada dan memberikan solusi akan masalah tersebut. Rabu (13/7/16).
Kedatangan beberapa LSM yang diantaranya LSM SWASTIKA, LSM PEKAT, LPI TIPIKOR DPW JATIM, ORMAS Bpk Oi Magetan, dan beberapa awak media di sambut baik oleh perwakilan Bakesbangpol Magetan di yang di karenakan Kepala Bakesbangpol sedang tidak ada di tempat.
Hermanto PLT Sekretaris bakesbangpol menerangkan “Kami sangat apresiasi baik, karena ini sifatnya adalah kepedulian akan kepentingan bersama, dan mengenai beberapa tuntutan yang di layangkan, kami akan mengkoordinasikan dengan atasan, kami jamin dalam waktu dekat akan segera ada tindak lanjut”.

Koordinator aksi tersebut Rudi dali LSM SWASTIKA menjelaskan “Bahwasanya banyaknya kabar yang beredar tentang kenakalan oknum – oknum lsm di magetan yang beredar di berbagai kalangan, dan perlu kita ketahui tumbuh suburnya pelaku korupsi itu terjadi juga karena lemahnya fungsi control sosial dari LSM, untuk itu kami meminta kepada Bakesbangpol untuk kiranya mengambil sikap terkait hal ini, mengenai LSM yang tumbuh menjamur harus ada verifikasi ulang, sosialisasi undang-undang organisasi kemasyarakatan, serta memberi pembinaan dan evaluasi terkait kegiatan organisasi kemasyarakatan dan LSM, agar tidak ada lagi oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM yang menjadi momok di berbagai kalangan di magetan yang kita cintai ini,“. (sj/md)
Baca

Peringati Hari Jadi Kabupaten Madiun Ke 448, Bupati dan Wakil Bupati Madiun Buka Acara Khitanan Massal

Madiun, Investigasi : Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 448, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan kegiatan Sunatan Massal yang dilaksanakan di dua Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Madiun yaitu RSUD Caruban dan RSUD Dolopo. Rabu (13/7/16).
Rombongandibagi menjadi 2 bagian yaitu Bupati Madiun, H. Muhtarom membuka acara Sunatan Massal di RSUD Caruban dan wakil Bupati Madiun, H. Iswanto membuka acara Sunatan Massal di RSUD Dolopo.
Dalam acara tersebut Bupati Madiun, H. Muhtarom memberikan bantuan berupa sembako (Beras, Gula, Minyak, susu), Pakaian (Baju Koko, dan sarung), Uang Transport Per @ 100.000,-
Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan bahwa Kegiatan khitanan massal ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kab. Madiun dalam membantu meringankan beban masyarakat kurang  mampu. “Khususnya terhadap program peningkatan kesejahteraan sosial yang merupakan program terintegrasi secara simultan antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun dan Pemerintah Kab.Madiun,” ujar H. Muhtarom.
Dilanjutkan, kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua pihak terkait agar pelaksanaannya   benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan. “Terima kasih kepada para tim medis dan institusi terkait yang telah membantu sehingga kegiatan sunatan massal ini dapat terlaksana dengan lancar,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, H. Isawanto saat meninjau pelaksanaan kegiatan massal mengatakan bahwa untuk tahun ini peserta Sunatan Massal mengalami penurunan. Menurutnya, Jumlah Peserta  yang mengikuti Sunatan Massal di RSUD Caruban kurang lebih : 52 orang terdiri dari peserta dari Kecamatan: Mejayan, Saradan, Pilangkenceng, Wonoasri, Balerejo, Sawahan, Madiun, Gemarang. Sedangkan yang di RSUD Dolopo kurang lebih:  43 peserta terdiri dari peserta dari Kecamatan : Dolopo, Geger, Kebonsari, Dagangan, Jiwan, Wungu, Kare.
Pihaknya berpesan kepada para orang tua, dengan semakin canggihnya teknologi saat ini, hendaklah anak-anak dibimbing dan diawasi saat menggunakan alat-alat komunikasi baik berupa handpone, internet maupun alat semacamnya.
“Karena jika penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang tidak dibarengi dengan pemahaman serta pengawasan diri orang tua akan membawa dampak yang besar bagi perkembangan anak,” ungkap H. Iswanto.

Dijabarkan, banyaknya kejadian-kejadian kejahatan yang melibatkan anak-anak, terutama anak di bawah umur, tak lepas dari pemanfaatan teknologi yang kurang  tepat. Oleh karena itu sekali lagi Bupati Madiun dan Wakil Bupati Madiun berpesan agar tidak jemu-jemunya untuk selalu mengawasi pergaulan dan perkembangan anaknya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun ke 448, Pemerintah Kabupaten Madiun mengadakan kegiatan Sunatan Massal yang dilaksanakan di dua Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Madiun yaitu RSUD Caruban dan RSUD Dolopo. Rabu (13/7/16).
Rombongandibagi menjadi 2 bagian yaitu Bupati Madiun, H. Muhtarom membuka acara Sunatan Massal di RSUD Caruban dan wakil Bupati Madiun, H. Iswanto membuka acara Sunatan Massal di RSUD Dolopo.
Dalam acara tersebut Bupati Madiun, H. Muhtarom memberikan bantuan berupa sembako (Beras, Gula, Minyak, susu), Pakaian (Baju Koko, dan sarung), Uang Transport Per @ 100.000,-
Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan bahwa Kegiatan khitanan massal ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kab. Madiun dalam membantu meringankan beban masyarakat kurang  mampu. “Khususnya terhadap program peningkatan kesejahteraan sosial yang merupakan program terintegrasi secara simultan antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun dan Pemerintah Kab.Madiun,” ujar H. Muhtarom.
Dilanjutkan, kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua pihak terkait agar pelaksanaannya   benar-benar sesuai dengan apa yang diharapkan. “Terima kasih kepada para tim medis dan institusi terkait yang telah membantu sehingga kegiatan sunatan massal ini dapat terlaksana dengan lancar,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, H. Isawanto saat meninjau pelaksanaan kegiatan massal mengatakan bahwa untuk tahun ini peserta Sunatan Massal mengalami penurunan. Menurutnya, Jumlah Peserta  yang mengikuti Sunatan Massal di RSUD Caruban kurang lebih : 52 orang terdiri dari peserta dari Kecamatan: Mejayan, Saradan, Pilangkenceng, Wonoasri, Balerejo, Sawahan, Madiun, Gemarang. Sedangkan yang di RSUD Dolopo kurang lebih:  43 peserta terdiri dari peserta dari Kecamatan : Dolopo, Geger, Kebonsari, Dagangan, Jiwan, Wungu, Kare.
Pihaknya berpesan kepada para orang tua, dengan semakin canggihnya teknologi saat ini, hendaklah anak-anak dibimbing dan diawasi saat menggunakan alat-alat komunikasi baik berupa handpone, internet maupun alat semacamnya.
“Karena jika penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang tidak dibarengi dengan pemahaman serta pengawasan diri orang tua akan membawa dampak yang besar bagi perkembangan anak,” ungkap H. Iswanto.

Dijabarkan, banyaknya kejadian-kejadian kejahatan yang melibatkan anak-anak, terutama anak di bawah umur, tak lepas dari pemanfaatan teknologi yang kurang  tepat. Oleh karena itu sekali lagi Bupati Madiun dan Wakil Bupati Madiun berpesan agar tidak jemu-jemunya untuk selalu mengawasi pergaulan dan perkembangan anaknya. (p-76)
Baca

Letakkan Kotak Didepan Pintu Gerbang, Perempuan Stres Bikin Geger Makorem 081/DSJ

Madiun Kota, Investigasi : Wanita yang menidap gangguan kejiwaan membuat geger Makorem 081/DSJ Madiun dengan meletakkan sebuah kotak berwarna merah di depan gerbang masuk Makorem. Melihat kejadian ini, tentu saja petugas yang tengah berjaga langsung sigap menegur perempuan misterius yang menggunakan jilbab warna merah tersebut. Selasa (12/7/16).
Saat ditegur oleh petugas, perempuan berjilbab merah langsung lari menyeberang jalan dan menaiki angkot yang kebetulan melitas menuju arah selatan. Beberapa petugas TNI dengan dibantu oleh Petugas dari Kepolisian langsung mengejar dan menghentikan angkota yang ditumpangi perempuan tersebut.
Saat diinterogasi oleh petugas, Perempuan berjilbab merah mengaku bernama Ismini, warga Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dari hasil pemeriksaan, diketahui Ismini ternyata pernah mengalami gangguan kejiwaan dan pernah dirawat dirumah sakit jiwa untuk beberapa waktu.
Sementara itu, kotak berwarna merah yang ditaruh digerbang masuk makorem 081/DSJ Madiun langsung diamankan oleh Tim Penjinak Bom Den C Brimob Polda Jawa Timur. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, ternyata kotak berwarna merah yang luarnya bertuliskan "Assalamualaikum WR WB. Bapak komandan-komandan dan ratu-ratu sesat dan raja-raja sesat dajjal sesat. Ini bukan bom 2 surat untuk persatuan komandan dan TNI. 1 khusus buat bapak Gubernur DKI Ahok", didalamnya hanyalah berisi dua buah surat yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Saat memberikan keterangan, AKP Masykur, Kasatreskrim Polres Madiun Kota mengatakan bahwa didalam kotak berwarna merah tersebut hanya berisi dua amplop surat yang ditujukan kepada Ahok dan tas plastik saja. Inti dari surat itu, dia (Ismini,red) memiliki unek-unek untuk mencalonkan Ahok jadi Presiden dan dia (Ismini,red) jadi Wapresnya,
Lebih lanjut dikatakan Ismini diserahkan kepada pihak keluarga dan Kepala Desa Segulung. Pihaknya juga meminta keluarga maupun aparat desa, untuk memberikan pengawasan kepada Ismini. "Ternyata dia pernah dirawat di Ruham Sakit Jiwa. Langkah selanjutnya kita datangkan keluarganya dan dari desa kita hadirkan. Dari pamong desa tadi membuat pernyataan dan akan mengawasi dia,"ujarnya.
Setelah kejadian yang menggemparkan tersebut, Kepala Desa Segulung, Kustoyo langsung mendatangi mapolres Madiun Kota dan membenarkan bahwa Ismini sudah sering kali keluar masuk rumah sakit jiwa. “Dia dulunya pernah bekerja sebagai TKI ini sudah berkali-kali keluar masuk Rumah Sakit Jiwa,” ujarnya.

Selanjutnya Kustoyo akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk kembali membawa Ismini kembali ke Rumah Sakit Jiwa. “Secepatnya akan kita bawa berobat kerumah sakit jiwa,” tegasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Wanita yang menidap gangguan kejiwaan membuat geger Makorem 081/DSJ Madiun dengan meletakkan sebuah kotak berwarna merah di depan gerbang masuk Makorem. Melihat kejadian ini, tentu saja petugas yang tengah berjaga langsung sigap menegur perempuan misterius yang menggunakan jilbab warna merah tersebut. Selasa (12/7/16).
Saat ditegur oleh petugas, perempuan berjilbab merah langsung lari menyeberang jalan dan menaiki angkot yang kebetulan melitas menuju arah selatan. Beberapa petugas TNI dengan dibantu oleh Petugas dari Kepolisian langsung mengejar dan menghentikan angkota yang ditumpangi perempuan tersebut.
Saat diinterogasi oleh petugas, Perempuan berjilbab merah mengaku bernama Ismini, warga Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dari hasil pemeriksaan, diketahui Ismini ternyata pernah mengalami gangguan kejiwaan dan pernah dirawat dirumah sakit jiwa untuk beberapa waktu.
Sementara itu, kotak berwarna merah yang ditaruh digerbang masuk makorem 081/DSJ Madiun langsung diamankan oleh Tim Penjinak Bom Den C Brimob Polda Jawa Timur. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, ternyata kotak berwarna merah yang luarnya bertuliskan "Assalamualaikum WR WB. Bapak komandan-komandan dan ratu-ratu sesat dan raja-raja sesat dajjal sesat. Ini bukan bom 2 surat untuk persatuan komandan dan TNI. 1 khusus buat bapak Gubernur DKI Ahok", didalamnya hanyalah berisi dua buah surat yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Saat memberikan keterangan, AKP Masykur, Kasatreskrim Polres Madiun Kota mengatakan bahwa didalam kotak berwarna merah tersebut hanya berisi dua amplop surat yang ditujukan kepada Ahok dan tas plastik saja. Inti dari surat itu, dia (Ismini,red) memiliki unek-unek untuk mencalonkan Ahok jadi Presiden dan dia (Ismini,red) jadi Wapresnya,
Lebih lanjut dikatakan Ismini diserahkan kepada pihak keluarga dan Kepala Desa Segulung. Pihaknya juga meminta keluarga maupun aparat desa, untuk memberikan pengawasan kepada Ismini. "Ternyata dia pernah dirawat di Ruham Sakit Jiwa. Langkah selanjutnya kita datangkan keluarganya dan dari desa kita hadirkan. Dari pamong desa tadi membuat pernyataan dan akan mengawasi dia,"ujarnya.
Setelah kejadian yang menggemparkan tersebut, Kepala Desa Segulung, Kustoyo langsung mendatangi mapolres Madiun Kota dan membenarkan bahwa Ismini sudah sering kali keluar masuk rumah sakit jiwa. “Dia dulunya pernah bekerja sebagai TKI ini sudah berkali-kali keluar masuk Rumah Sakit Jiwa,” ujarnya.

Selanjutnya Kustoyo akan berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk kembali membawa Ismini kembali ke Rumah Sakit Jiwa. “Secepatnya akan kita bawa berobat kerumah sakit jiwa,” tegasnya. (p-76)
Baca

Ikut Halal Bihalal Di Pendopo, Barang Berharga Dalam Mobil Dikuras Maling

Madiun Kota, Investigasi; Kejadian apes menimpa dr. Edi Sutikno, Kepala Puskesmas Gemarang dan dr. Arif Firman, Kepala Puskesmas Wonoasri. Kaca pintu mobil kedua Kepala Puskesmas tersebut dipecah oleh orang yang tak dikenal dan isinya dikuras saat tengah parkir didepan bekas gedung bioskop Arjuna, timur Pendopo Kabupaten Madiun. Senin (12/7/16).
Karuan saja kejadian ini mengundang perhatian masyarakat yang tengah melintas diseputaran Alun-alun Kota Madiun. Anggota Tim Indentifikasi Polres Madiun Kota langsung memasang police line agar lokasi steril. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Menurut dr. Edi Sutikno, saat itu dirinya dan dr. Arif Firman tengah mengikuti acara halal bihalal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Madiun di Pendopo Muda Graha. Mobilnya diparkir sederet dengan mobil dr. Arif Firman didepan bekas gedung bioskop Arjuna karena didalam sudah penuh. Namun tak berselang lama dirinya dikabari kalau kaca mobilnya dipecah dan barang-barang didalamnya dikuras oleh pencuri.“Barang yang diambil adalah Laptop, Handphone, uang tunai sekitar 2,5 juta dan surat-surat penting,” ungkapnya.
Nasib baik masih berpihak pada dr. Arif firman, walau kaca pintu samping mobilnya juga dipecah, namun tidak ada barang-barangnya yang hilang. "Yang diambil hanya barang-barang milik dr. Edi yang dititipkan pada mobil saya," kata dr. Arif Firman.
Dr. Arif firman melanjutkan, sebenarnya kejadian tersebut sudah diumumkan oleh pihak Satpol PP Kabupaten Madiun, namun dirinya tidak mendengar karena didalam Pendopo sangat ramai. "Sebenarnya tadi sudah diumumkan oleh pihak Satpol PP, namun saya tidak mendengar karenan didalam Pendopo ramai," lanjutnya.Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihak Polres Madiun Kota langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kedua mobil beserta pemiliknya di bawa ke Mapolres Madiun Kota untuk dimintai keterangan. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi; Kejadian apes menimpa dr. Edi Sutikno, Kepala Puskesmas Gemarang dan dr. Arif Firman, Kepala Puskesmas Wonoasri. Kaca pintu mobil kedua Kepala Puskesmas tersebut dipecah oleh orang yang tak dikenal dan isinya dikuras saat tengah parkir didepan bekas gedung bioskop Arjuna, timur Pendopo Kabupaten Madiun. Senin (12/7/16).
Karuan saja kejadian ini mengundang perhatian masyarakat yang tengah melintas diseputaran Alun-alun Kota Madiun. Anggota Tim Indentifikasi Polres Madiun Kota langsung memasang police line agar lokasi steril. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Menurut dr. Edi Sutikno, saat itu dirinya dan dr. Arif Firman tengah mengikuti acara halal bihalal yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Madiun di Pendopo Muda Graha. Mobilnya diparkir sederet dengan mobil dr. Arif Firman didepan bekas gedung bioskop Arjuna karena didalam sudah penuh. Namun tak berselang lama dirinya dikabari kalau kaca mobilnya dipecah dan barang-barang didalamnya dikuras oleh pencuri.“Barang yang diambil adalah Laptop, Handphone, uang tunai sekitar 2,5 juta dan surat-surat penting,” ungkapnya.
Nasib baik masih berpihak pada dr. Arif firman, walau kaca pintu samping mobilnya juga dipecah, namun tidak ada barang-barangnya yang hilang. "Yang diambil hanya barang-barang milik dr. Edi yang dititipkan pada mobil saya," kata dr. Arif Firman.
Dr. Arif firman melanjutkan, sebenarnya kejadian tersebut sudah diumumkan oleh pihak Satpol PP Kabupaten Madiun, namun dirinya tidak mendengar karena didalam Pendopo sangat ramai. "Sebenarnya tadi sudah diumumkan oleh pihak Satpol PP, namun saya tidak mendengar karenan didalam Pendopo ramai," lanjutnya.Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihak Polres Madiun Kota langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kedua mobil beserta pemiliknya di bawa ke Mapolres Madiun Kota untuk dimintai keterangan. (p-76)
Baca

Komunitas “KARANG AE“ Selenggarakan Ultah ke 4 Sekaligus Halal Bi Halal Di Pendapa Musium Trinil

Ngawi, Investigasi : Dalam nuansa berlebaran di Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini komunitas Karang AE Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi telah menggelar pertemuan (9/7) yang diberi judul “ Temu Kangen Dan Aniversery ke 4 “. Acara tersebut mengambil tempat di Musium Trinil yang terkenal sebagai musium tempat menyimpan fosil-fosil manusia purba maupun binatang purba dan terletak di wilayah Kecamatan Kedunggalar  sekitar 13 km dari kota Ngawi ke arah barat.
Kegiatan tersebut tidaklah baru kali ini, melainkan sudah merupakan agenda tahunan dari Komunitas Karang AE yang diketuai oleh Trisno Indrajit, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar Anak Rantau asal Ngawi. Perhelatan kali ini dihadiri oleh Unsur Pimpinan Kecamatan dan juga nampak hadir Kompol Suwarno dari Polres Ngawi. Selain para anggota Komunitas Karang AE yang berjumlah sekitar 300 orang, ikut menyaksikan pula warga masyarakat setempat sehingga terkesan sangat meriah.
Acara resmi setelah dibuka diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Trisno Indrajit yang selanjutnya diserahkan kepada Kapolsek Kedunggalar AKP Didik Supriyanto, S.H, disambut tepuk tangan para hadirin. Demikian juga halnya saat Ketua Komunitas Karang AE melaksanakan tiup lilin, aploush sangat meriah diberikan oleh semua yang hadir.

Usai acara resmi kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan hiburan elektone KARISMA dari Walikukun dibawah pimpinan Roni. Seperti biasanya, selain penyanyi asli dari Karisma banyak juga hadirin yang menyumbangkan suaranya dalam acara ramah tamah tersebut. Babinsa Triyono berbaur dengan suasana gembira bersama warga masyarakat sampai selesainya acara pada sekitar pukul tiga sore. (hr-pdy)
Ngawi, Investigasi : Dalam nuansa berlebaran di Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini komunitas Karang AE Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi telah menggelar pertemuan (9/7) yang diberi judul “ Temu Kangen Dan Aniversery ke 4 “. Acara tersebut mengambil tempat di Musium Trinil yang terkenal sebagai musium tempat menyimpan fosil-fosil manusia purba maupun binatang purba dan terletak di wilayah Kecamatan Kedunggalar  sekitar 13 km dari kota Ngawi ke arah barat.
Kegiatan tersebut tidaklah baru kali ini, melainkan sudah merupakan agenda tahunan dari Komunitas Karang AE yang diketuai oleh Trisno Indrajit, dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar Anak Rantau asal Ngawi. Perhelatan kali ini dihadiri oleh Unsur Pimpinan Kecamatan dan juga nampak hadir Kompol Suwarno dari Polres Ngawi. Selain para anggota Komunitas Karang AE yang berjumlah sekitar 300 orang, ikut menyaksikan pula warga masyarakat setempat sehingga terkesan sangat meriah.
Acara resmi setelah dibuka diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Trisno Indrajit yang selanjutnya diserahkan kepada Kapolsek Kedunggalar AKP Didik Supriyanto, S.H, disambut tepuk tangan para hadirin. Demikian juga halnya saat Ketua Komunitas Karang AE melaksanakan tiup lilin, aploush sangat meriah diberikan oleh semua yang hadir.

Usai acara resmi kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dengan hiburan elektone KARISMA dari Walikukun dibawah pimpinan Roni. Seperti biasanya, selain penyanyi asli dari Karisma banyak juga hadirin yang menyumbangkan suaranya dalam acara ramah tamah tersebut. Babinsa Triyono berbaur dengan suasana gembira bersama warga masyarakat sampai selesainya acara pada sekitar pukul tiga sore. (hr-pdy)
Baca

Bupati Ngawi Halal Bi Halal Dengan Warga Perantau Dan Juga Dengan Para PNS

Ngawi, Investigasi : Sampai saat ini budaya halal bi halal pada nuansa berlebaran atau Hari Raya Idul Fitri masih nampak jelas nampak di permukaan masyarakat Indonesia kalangan umat muslim. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi kepada sanak keluarga, handai taulan berbagai komunitas dan tidak ketinggalan kepada jajaran atasannya di instansi mereka, ataupun untuk menggelar reuni dengan teman-teman saat sekolah baik teman SMP, SMA maupun saat kuliah.
Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono tidak menyia-nyiakan momentum tersebut. Dia menggelar halal bihalal, bersilaturahmi sekaligus bawa rasa dengan para warga perantau asal Ngawi (7/7) dengan mengambil tempat di halaman Pendapa Kabupaten Ngawi. Dapat ditambahkan bahwa perhelatan Hari Raya di Kabupaten Ngawi selalu berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang jatuh pada tanggal 7 Juli.
Hadir dalam pertemuan tersebut para perantau asal Ngawi yang sukses di perantauan seperti Surabaya, Jakarta, Batam dan sebagainya. Ada yang sukses sebagai pengusaha, sebagai seniman atau seniwati, pedagang, bahkan tidak sedikit yang berkarir di TNI- Polri dan menyandang pangkat jendral.
Suatu misal sebut saja Ikif, wanita asal desa Jambe,Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang namanya sempat membawa nama Ngawi melalui Academy Dangdut Indosiar. Sang juragan beras Nelis adalah pemasok beras terbesar untuk wilayah Jakarta, dia adalah pengusaha asal desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, dan masih banyak lagi perantau asal Ngawi yang sukses.
Dalam paparannya Budi Sulistyono menyampaikan apresiasinya kepada para perantau asal Ngawi atas kepeduliannya terhadap kota asalnya. Dia mengatakan bahwa acara seperti itu akan digelar rutin setiap tahun pada dua hari setelah lebaran.

Masih dalam suasana lebaran pada hari pertama masuk kerja kembali (11/7) setelah libur panjang, Bupati, Wakil Bupati, Uspimda Kabupaten Ngawi mengadakan halal bi halal bersama dengan para PNS lingkung Kabupaten Ngawi. Mereka saling berjabatan tangan ucapan saling memaafkan atas segala kesalakan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tak pelak lagi jika yang mengantri untuk berjabatan tangan berjumlah sekitar 500 orang, maka barisan membentuk ular-ularan yang unik. Usai bersalam-salaman acara dilanjutkan dengan menikmati sajian dengan menu khas lebaran, antara lain lontong dan ketupat. (pdy)
Ngawi, Investigasi : Sampai saat ini budaya halal bi halal pada nuansa berlebaran atau Hari Raya Idul Fitri masih nampak jelas nampak di permukaan masyarakat Indonesia kalangan umat muslim. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi kepada sanak keluarga, handai taulan berbagai komunitas dan tidak ketinggalan kepada jajaran atasannya di instansi mereka, ataupun untuk menggelar reuni dengan teman-teman saat sekolah baik teman SMP, SMA maupun saat kuliah.
Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono tidak menyia-nyiakan momentum tersebut. Dia menggelar halal bihalal, bersilaturahmi sekaligus bawa rasa dengan para warga perantau asal Ngawi (7/7) dengan mengambil tempat di halaman Pendapa Kabupaten Ngawi. Dapat ditambahkan bahwa perhelatan Hari Raya di Kabupaten Ngawi selalu berkaitan dengan Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang jatuh pada tanggal 7 Juli.
Hadir dalam pertemuan tersebut para perantau asal Ngawi yang sukses di perantauan seperti Surabaya, Jakarta, Batam dan sebagainya. Ada yang sukses sebagai pengusaha, sebagai seniman atau seniwati, pedagang, bahkan tidak sedikit yang berkarir di TNI- Polri dan menyandang pangkat jendral.
Suatu misal sebut saja Ikif, wanita asal desa Jambe,Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang namanya sempat membawa nama Ngawi melalui Academy Dangdut Indosiar. Sang juragan beras Nelis adalah pemasok beras terbesar untuk wilayah Jakarta, dia adalah pengusaha asal desa Sidorejo, Kecamatan Geneng, dan masih banyak lagi perantau asal Ngawi yang sukses.
Dalam paparannya Budi Sulistyono menyampaikan apresiasinya kepada para perantau asal Ngawi atas kepeduliannya terhadap kota asalnya. Dia mengatakan bahwa acara seperti itu akan digelar rutin setiap tahun pada dua hari setelah lebaran.

Masih dalam suasana lebaran pada hari pertama masuk kerja kembali (11/7) setelah libur panjang, Bupati, Wakil Bupati, Uspimda Kabupaten Ngawi mengadakan halal bi halal bersama dengan para PNS lingkung Kabupaten Ngawi. Mereka saling berjabatan tangan ucapan saling memaafkan atas segala kesalakan yang telah dilakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tak pelak lagi jika yang mengantri untuk berjabatan tangan berjumlah sekitar 500 orang, maka barisan membentuk ular-ularan yang unik. Usai bersalam-salaman acara dilanjutkan dengan menikmati sajian dengan menu khas lebaran, antara lain lontong dan ketupat. (pdy)
Baca

Guntur Sasono Laksanakan Buka Bersama Sekaligus Tasyakuran Milad ke 70 di Tanah Kelahirannya

Magetan, Investigasi: Buka bersama yang digelar oleh Guntur Sasono, Anggota DPR RI dari Dapil VII berjalan dengan sederhana di Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Sabtu (2/7/16).
Acara buka bersama gelar bersamaan dengan tasyakuran hari ulang tahun dari Guntur Sasono yang ke 70 ini dihadiri oleh jajaran Muspika Sukomoro, Kabupaten Magetan.
Dalam sambutannya, Guntur Sasono mengatakan bahwa kehadiran Muspika di Kecamatan Sukomoro sangat membanggakan dirinya. "Saya adalah orang asli sini (Tinap-red). Namun sering berada diluar kota terus, saya menjadi asing," ujar Guntur.
Selanjunya Guntur membuka kembali memori kenanganya saat lahir dan dibesarkan di Desa Tinap. "Masih banyak teman SD maupun SMP yang saat ini datang," lanjutnya.
Acara buka bersama ini dibarengi dengan tasyakuran Hari Ulang Tahunnya yang ke 70. Guntur berharap bahwa Desa Tinap bagian tengah ini bisa ramai. Lantas Guntur menceritakan kalau sejak kecil, Desa Tinap dibagi menjadi 3 bagian yaitu Tinap Barat (Pos), Tengah dan Timur (Pasar). "Tapi kalau ada lomba, Tinap Tengah selalu kalah terus," ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh Guntur untuk membangun Desa Tinap khususnya bagian tengah seperti mendirikan Yayasan, sekolah SMK, Koperasi dan Bengkel Dokter Mobil. "Untuk sekolah, mboh piye carane dijakarta kita akan nyinggek anggaran sehingga terus mengucur," tegas Guntur.
Diharapkan, momentum Puasa Ramadhan, Guntur Sasono mengajak masyarakat untuk terus berbenah agar menjadi lebih baik. "Diusia yang semakin tua ini, Alhamdulillah saya masih dipercaya oleh negara untuk duduk di DPR RI," lanjut Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI.

Guntur Sasono membuka peluang bagi warga Desa Tinap untuk terbuka bila dibidang pertanian maupun perikanan apabila ingin mendapat bantuan. "Akan saya bantu semaksimal mungkin," pungkas Guntur Sasono. (p-76).
Magetan, Investigasi: Buka bersama yang digelar oleh Guntur Sasono, Anggota DPR RI dari Dapil VII berjalan dengan sederhana di Desa Tinap, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Sabtu (2/7/16).
Acara buka bersama gelar bersamaan dengan tasyakuran hari ulang tahun dari Guntur Sasono yang ke 70 ini dihadiri oleh jajaran Muspika Sukomoro, Kabupaten Magetan.
Dalam sambutannya, Guntur Sasono mengatakan bahwa kehadiran Muspika di Kecamatan Sukomoro sangat membanggakan dirinya. "Saya adalah orang asli sini (Tinap-red). Namun sering berada diluar kota terus, saya menjadi asing," ujar Guntur.
Selanjunya Guntur membuka kembali memori kenanganya saat lahir dan dibesarkan di Desa Tinap. "Masih banyak teman SD maupun SMP yang saat ini datang," lanjutnya.
Acara buka bersama ini dibarengi dengan tasyakuran Hari Ulang Tahunnya yang ke 70. Guntur berharap bahwa Desa Tinap bagian tengah ini bisa ramai. Lantas Guntur menceritakan kalau sejak kecil, Desa Tinap dibagi menjadi 3 bagian yaitu Tinap Barat (Pos), Tengah dan Timur (Pasar). "Tapi kalau ada lomba, Tinap Tengah selalu kalah terus," ujarnya.
Berbagai upaya dilakukan oleh Guntur untuk membangun Desa Tinap khususnya bagian tengah seperti mendirikan Yayasan, sekolah SMK, Koperasi dan Bengkel Dokter Mobil. "Untuk sekolah, mboh piye carane dijakarta kita akan nyinggek anggaran sehingga terus mengucur," tegas Guntur.
Diharapkan, momentum Puasa Ramadhan, Guntur Sasono mengajak masyarakat untuk terus berbenah agar menjadi lebih baik. "Diusia yang semakin tua ini, Alhamdulillah saya masih dipercaya oleh negara untuk duduk di DPR RI," lanjut Ketua Fraksi Demokrat di DPR RI.

Guntur Sasono membuka peluang bagi warga Desa Tinap untuk terbuka bila dibidang pertanian maupun perikanan apabila ingin mendapat bantuan. "Akan saya bantu semaksimal mungkin," pungkas Guntur Sasono. (p-76).
Baca

BUPATI MADIUN SAMPAIKAN JAWABAN ATAS PANDANGAN UMUM FRAKSI-FRAKSI DPRD TENTANG PERTANGGUNG JAWABAN PELAKSANAAN APBD TA 2015

Madiun, Investigasi : Dalam rapat paripurna DPRD Kab.Madiun, Jumat 1 Juli 2016 yang dipimpin ketua DPRD  Drs. Djoko Setiono bertempat di ruang rapat DPRD setempat Bupati Madiun H. Muhtarom,S.Sos berkenan menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD membahas Raperda Tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kab. Madiun TA 2015.
Menanggapi pertanyaan saran dan himbauan atas pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD, Bupati Madiun menjelaskan sebagai berikut :

 I.     Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) mengenai :
1.       Tanggapan dan saran laporan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi  Jawa Timur Tahun 2015 dengan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian. Terima kasih, akan kami pertahankan.
2.       Penjelasan kenaikan Pendapatan Asli Daerah
Saran dan Pertimbangan Yth. Anggota Dewan dari FKB, kami tindaklanjuti akan di tingkatkan pelayanan pada masyarakat.
3.       Belanja
Realisasi belanja sebesar Rp. 1.423.096.021.535,72  atau terserap 84,98 persen dari platfond, hal ini sesuai  dengan kebutuhan. Adapun yang mempengaruhi penyerapan belanja Tahun 2015 adalah:
·   Penyerapan Belanja Gaji Pegawai, sesuai dengan kebutuhan gaji sebesar 89,68 persen, terdiri dari penyerapan belanja Gaji Tunjangan TPP Guru dan Jaminan Kesehatan.
·   Belanja Modal terserap sebesar 77,97 % di sebabkan ada beberapa kegiatan yang tertunda seperti DID Dinas Pendidikan, Cukai, Belanja Hibah/Bansos berupa barang yang diserahkan kepada Masyarakat karena adanya regulasi baru  dan Pusat Pemerintahan yang belum selesai Tahun 2015
·   Sisa Kas pada BLUD sekitar 7 Milyar Rupiah sesuai dengan kebutuhan RSD Caruban, dan sisa JKN (Puskesmas sebesar 5 M Rupiah
 Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Yth. Anggota Dewan dari Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera, F PDI Perjuangan dan Frakasi Gerindra.
 4.       SILPA Bisa Ditekan, Terima kasih atas saran, himbauan Yth. Anggota Dewan dan akan kami tindak lanjuti.
 5.       Penyusutan Aset
Posisi Aset Kab. Madiun per 31 Desember 2015 ada penurunan nilai dibanding posisi asset Kab Madiun per 31 Desember 2014, hal ini akibat dari akumulasi penyusutan terhadap asset yang merupakan amanah dari permendagri No 64 Tahun 2013 tentang penerapan Standar Akutansi Pemerintah Berbasis Aktual pada Pemda dan Peraturan Bupati  Madiun No 54 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perbup No 18 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akutansi Pemkab.Madiun
6.       Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Yth. Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra
 II.   Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera mengenai :
1.       Evaluasi terhadap perda yang berhubungan dengan pendapatan terkait situasi dan kondisi saat ini.
Saran dan Pertimbangan Yth. Anggota Dewan Dari Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera terkait temuan dan rekomendasi BPK, Inspektorat akan memantau SKPD dalam menyelesaikan tindak lanjut sesuai dengan jangka waktu penyelesaian yang telah ditetapkan.
Selain itu fungsi dari inspektorat telah dioptimalkan dengan oeningkatan kapabilitas APIP dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber daya Manusia yang ada di INspektoratdengan menggandeng BPKP Provinsi Jawa Timur dan mengikuti Diklat yang diselenggarakan oleh Badan Diklat BPK yang ada di Jogjakarta .
Hal ini sekaligus menanggapi saran Yth. Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan.
III.            Menanggapi Pertanyaan Parai PDI Perjuangan terkait :
1.       Penyelesaian Piutang
Upaya yang akan ditempuh terkaiu piutang pajak dan retribusi adaerah sesuai dengan aturan yang berlaku yakni
a.       Klarifikasi/verifikasi piutang, guna mengelompokkan piutang berdasarkan klasifikasi piutang lancar, kurang lancar dan tidak dapat ditagih.
b.      Membrikan surat teguran I, II, dan III sesuai kategori lancar dan kurang lancar.
c.       Menerbitkan surat tagihan Pajak Daerah.
Sedangkan untuk piutang lainnya yang sebagian besar merupakan piutang bagi hasil pajak dan bukan pajak, baik dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi segera dikoordinasikan.
2.       Kegiatan Penginkatan Pembangunan Sarada dan Prasarana Pariwisata Yang Belum Terselesaikan adalah merupakan kegiatan peningkatan Sarana dan Prasarana Pariwisata Umbul yang berasal dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur sebesar Rp.13.039.228.250,00. Pada Tahun 2015 direalisasikan sebesar Rp.6.258.594.500,00 berupa pembebasan lahan, biaya administrasi dan DED. Sehingga didapat sisi sebesar Rp.6.780.633.750,00 yang akan direalisasikan pada Tahun 2016.
3.       Tindak Lanjut Rekomndasi DPRD terkait LKPJ Tahun 2015 , Bupati Madiun menyampaikan terimakasih atas saran dan himbauan Anggota DPRD Fraksi PDI P dan ditindaklanjuti.
4.       Penyerapan Anggaran di SKPD TA 2016 dimaksimalkan,   Bupati Madiun menyampaikan terimakasih atas saran dan himbauan Anggota DPRD Fraksi PDI P dan ditindaklanjuti.
5.       Perubahan Perda tentang PD Umbul terkait Kewajiban dan Pembagian Laba, dapat dijelaskan bahwa hasil Audit BPK pada Perusahaan Daerah Objek Wisata Umbul TA 2015, maka pengelolaan keuangan tahun berjalan akan mengacu pada pasal 48 Perda No. 4 Tahun 2012 dan akan dicermati lebih lanjut untuk pelaksanaannya.
6.       Pendataan Aset dan Status Kepemilikan Tanah, Bupati Madiun menelaskan bahwa untuk pendataan Aset dan Status kepemilikannya masih dalam proses penyelesaian oleh SKPD terkait.
 IV.   Fraksi Partai Demokrat mengenai :
1.       Pendapatan Daerah pada Kelurahan Wungu
Pada tahun 2015 Panitia Lelang hanya melaksanakan lelang terhadap tanah ex bengkok Pamong Lama yang baru diberhentikan setelah usia 60 tahun, dan yang bisa langsung digarap petani pada bulan April 2016 seluas 28,7 kotak dengan harga Rp.1.000.000,00/kotak. Sehingga relaisasi pendapatan Kelurahan Wungu tahun 2015 hanya sebesar Rp.28.700.000,00 sesuai hasil lelang.
2.       Pengeloaan Aset Tetap, dapat dijlaskan bahaw asset Pemkab. Madiun yang berada di wilayah Kota Madiun, langkah yang dilakukan pada TA 2016 akan dilakukan pemeliharaan dan akan dipromosikan/dutawarkan untuk disewakan lewat media online/internet.
 V. Fraksi Partai Gerindra mengenai :
1. Pendapatan – LRA
a. Realisasi pendapatan daerah Tahun 2015 dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Komponen Pendapatan daerah meliputi : PAD, Dana Perimbangan, dan Lain lain  
     Pendapatan Yanga Sah.
2. PAD realisasi tercapai sebesar 106,74 %.
3. Dana Perimbangan, tercapai sebesar 98,30 %
4. Lain-lain Pendapatan yang sah tercapai sebesar 101,56 %.
Sedangkan untuk Dana Perimbangan dari terget sebesar Rp.1.035.513.231,00 realisasinya hanya tercapai 98,30 % atau Rp.1.017.860.927.782,00.
 b. Sedangkan untuk target PAD tahun 2014, sebesar Rp. 110.103.221.345,00 dan tercapai sebesar Rp.121.390.771.373,60 atau sebesar 110,25%. Sedangakan untuk tahun 2015 dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 140.184.103.160,00 dan tercapai sebesar Rp. 149.628.355.467,79  kalau dilihat dari realisasi PAD tahun 2015 di bandingkan tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 28.237.584.094,29 atau sebesar 23,26%. (p-76)


Madiun, Investigasi : Dalam rapat paripurna DPRD Kab.Madiun, Jumat 1 Juli 2016 yang dipimpin ketua DPRD  Drs. Djoko Setiono bertempat di ruang rapat DPRD setempat Bupati Madiun H. Muhtarom,S.Sos berkenan menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD membahas Raperda Tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kab. Madiun TA 2015.
Menanggapi pertanyaan saran dan himbauan atas pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD, Bupati Madiun menjelaskan sebagai berikut :

 I.     Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) mengenai :
1.       Tanggapan dan saran laporan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi  Jawa Timur Tahun 2015 dengan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian. Terima kasih, akan kami pertahankan.
2.       Penjelasan kenaikan Pendapatan Asli Daerah
Saran dan Pertimbangan Yth. Anggota Dewan dari FKB, kami tindaklanjuti akan di tingkatkan pelayanan pada masyarakat.
3.       Belanja
Realisasi belanja sebesar Rp. 1.423.096.021.535,72  atau terserap 84,98 persen dari platfond, hal ini sesuai  dengan kebutuhan. Adapun yang mempengaruhi penyerapan belanja Tahun 2015 adalah:
·   Penyerapan Belanja Gaji Pegawai, sesuai dengan kebutuhan gaji sebesar 89,68 persen, terdiri dari penyerapan belanja Gaji Tunjangan TPP Guru dan Jaminan Kesehatan.
·   Belanja Modal terserap sebesar 77,97 % di sebabkan ada beberapa kegiatan yang tertunda seperti DID Dinas Pendidikan, Cukai, Belanja Hibah/Bansos berupa barang yang diserahkan kepada Masyarakat karena adanya regulasi baru  dan Pusat Pemerintahan yang belum selesai Tahun 2015
·   Sisa Kas pada BLUD sekitar 7 Milyar Rupiah sesuai dengan kebutuhan RSD Caruban, dan sisa JKN (Puskesmas sebesar 5 M Rupiah
 Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Yth. Anggota Dewan dari Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera, F PDI Perjuangan dan Frakasi Gerindra.
 4.       SILPA Bisa Ditekan, Terima kasih atas saran, himbauan Yth. Anggota Dewan dan akan kami tindak lanjuti.
 5.       Penyusutan Aset
Posisi Aset Kab. Madiun per 31 Desember 2015 ada penurunan nilai dibanding posisi asset Kab Madiun per 31 Desember 2014, hal ini akibat dari akumulasi penyusutan terhadap asset yang merupakan amanah dari permendagri No 64 Tahun 2013 tentang penerapan Standar Akutansi Pemerintah Berbasis Aktual pada Pemda dan Peraturan Bupati  Madiun No 54 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Perbup No 18 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akutansi Pemkab.Madiun
6.       Jawaban ini sekaligus menjawab pertanyaan dari Yth. Anggota Dewan dari Fraksi Gerindra
 II.   Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera mengenai :
1.       Evaluasi terhadap perda yang berhubungan dengan pendapatan terkait situasi dan kondisi saat ini.
Saran dan Pertimbangan Yth. Anggota Dewan Dari Fraksi Karya Pembangunan Sejahtera terkait temuan dan rekomendasi BPK, Inspektorat akan memantau SKPD dalam menyelesaikan tindak lanjut sesuai dengan jangka waktu penyelesaian yang telah ditetapkan.
Selain itu fungsi dari inspektorat telah dioptimalkan dengan oeningkatan kapabilitas APIP dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber daya Manusia yang ada di INspektoratdengan menggandeng BPKP Provinsi Jawa Timur dan mengikuti Diklat yang diselenggarakan oleh Badan Diklat BPK yang ada di Jogjakarta .
Hal ini sekaligus menanggapi saran Yth. Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan.
III.            Menanggapi Pertanyaan Parai PDI Perjuangan terkait :
1.       Penyelesaian Piutang
Upaya yang akan ditempuh terkaiu piutang pajak dan retribusi adaerah sesuai dengan aturan yang berlaku yakni
a.       Klarifikasi/verifikasi piutang, guna mengelompokkan piutang berdasarkan klasifikasi piutang lancar, kurang lancar dan tidak dapat ditagih.
b.      Membrikan surat teguran I, II, dan III sesuai kategori lancar dan kurang lancar.
c.       Menerbitkan surat tagihan Pajak Daerah.
Sedangkan untuk piutang lainnya yang sebagian besar merupakan piutang bagi hasil pajak dan bukan pajak, baik dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi segera dikoordinasikan.
2.       Kegiatan Penginkatan Pembangunan Sarada dan Prasarana Pariwisata Yang Belum Terselesaikan adalah merupakan kegiatan peningkatan Sarana dan Prasarana Pariwisata Umbul yang berasal dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur sebesar Rp.13.039.228.250,00. Pada Tahun 2015 direalisasikan sebesar Rp.6.258.594.500,00 berupa pembebasan lahan, biaya administrasi dan DED. Sehingga didapat sisi sebesar Rp.6.780.633.750,00 yang akan direalisasikan pada Tahun 2016.
3.       Tindak Lanjut Rekomndasi DPRD terkait LKPJ Tahun 2015 , Bupati Madiun menyampaikan terimakasih atas saran dan himbauan Anggota DPRD Fraksi PDI P dan ditindaklanjuti.
4.       Penyerapan Anggaran di SKPD TA 2016 dimaksimalkan,   Bupati Madiun menyampaikan terimakasih atas saran dan himbauan Anggota DPRD Fraksi PDI P dan ditindaklanjuti.
5.       Perubahan Perda tentang PD Umbul terkait Kewajiban dan Pembagian Laba, dapat dijelaskan bahwa hasil Audit BPK pada Perusahaan Daerah Objek Wisata Umbul TA 2015, maka pengelolaan keuangan tahun berjalan akan mengacu pada pasal 48 Perda No. 4 Tahun 2012 dan akan dicermati lebih lanjut untuk pelaksanaannya.
6.       Pendataan Aset dan Status Kepemilikan Tanah, Bupati Madiun menelaskan bahwa untuk pendataan Aset dan Status kepemilikannya masih dalam proses penyelesaian oleh SKPD terkait.
 IV.   Fraksi Partai Demokrat mengenai :
1.       Pendapatan Daerah pada Kelurahan Wungu
Pada tahun 2015 Panitia Lelang hanya melaksanakan lelang terhadap tanah ex bengkok Pamong Lama yang baru diberhentikan setelah usia 60 tahun, dan yang bisa langsung digarap petani pada bulan April 2016 seluas 28,7 kotak dengan harga Rp.1.000.000,00/kotak. Sehingga relaisasi pendapatan Kelurahan Wungu tahun 2015 hanya sebesar Rp.28.700.000,00 sesuai hasil lelang.
2.       Pengeloaan Aset Tetap, dapat dijlaskan bahaw asset Pemkab. Madiun yang berada di wilayah Kota Madiun, langkah yang dilakukan pada TA 2016 akan dilakukan pemeliharaan dan akan dipromosikan/dutawarkan untuk disewakan lewat media online/internet.
 V. Fraksi Partai Gerindra mengenai :
1. Pendapatan – LRA
a. Realisasi pendapatan daerah Tahun 2015 dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Komponen Pendapatan daerah meliputi : PAD, Dana Perimbangan, dan Lain lain  
     Pendapatan Yanga Sah.
2. PAD realisasi tercapai sebesar 106,74 %.
3. Dana Perimbangan, tercapai sebesar 98,30 %
4. Lain-lain Pendapatan yang sah tercapai sebesar 101,56 %.
Sedangkan untuk Dana Perimbangan dari terget sebesar Rp.1.035.513.231,00 realisasinya hanya tercapai 98,30 % atau Rp.1.017.860.927.782,00.
 b. Sedangkan untuk target PAD tahun 2014, sebesar Rp. 110.103.221.345,00 dan tercapai sebesar Rp.121.390.771.373,60 atau sebesar 110,25%. Sedangakan untuk tahun 2015 dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 140.184.103.160,00 dan tercapai sebesar Rp. 149.628.355.467,79  kalau dilihat dari realisasi PAD tahun 2015 di bandingkan tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 28.237.584.094,29 atau sebesar 23,26%. (p-76)


Baca

Tempat Wisata “Seloondo” Sebagai Bumi Perkemahan Dan Titik Awal Pendakian Menuju Puncak Gunung Lawu

Ngawi, Investigasi: Greget untuk meningkatkan bidang pariwisata di Kabupaten Ngawi tidak hanya digagas dan diperjuangkan oleh Pemerintah setempat melalui instansi terkait, namun juga menginspirasi kepada seluruh warga masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan adanya komunitas yang menamakan komunitasnya Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” belum lama ini (30/6) telah mengundang Pemerintah Daerah untuk berdiskusi dalam pengembangan salah satu potensi wisata yang berada di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Diskusi diselenggarakan di ruang terbuka dan secara lesehan, terkesan penuh keakraban antara Pejabat dan Rakyat.
Hadir dalam forum diskusi antara lain Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang akrab dengan panggilan Mbah Kung, Wabup Ony Anwar yang akrab dipanggil Mas Ony, Kepala BPM Pemdes Shodik, Dari Disparyapura diwakili oleh Bidang Pariwisata Mahmud, Kabag Humas Prasetyo, juga Camat Jogorogo serta Kepala Desa Ngrayudan.
Perwakilan Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa potensi yang ada di Desa Ngrayudan direncanakan akan ditambahkan beberapa spot tertentu, antara lain tower untuk melihat kota Ngawi dari bukit, out bond, hammock, panggung untuk pentas seni, taman yang difasilitasi rumah pohon, pembukaan gua macan dan air terjun. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Taman Wisata tersebut akan didesain menjadi Bumi Perkemahan dan juga menjadi Titik Awal pendakian menuju puncak Gunung Lawu. Sehubungan dengan rencana yang telah dipaparkan, Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” berharap agar Pemerintah Kabupaten Ngawi berkenan untuk membantu dalam merealisasikan, guna menghidupkan wisata di Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono memberikan apresiasi atas gagasan dan ide-ide yang telah disampaikan oleh Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” yang ingin memoles Taman Wisata Selondo menjadi obyek wisata alam yang menampilkan kearifan lokal serta terjaga nuansa alaminya. Peduli akan lingkungan terutama sampah dan memadukan konsep alami modern. Bupati memberikan dukungannya mengenai apa yang telah dipaparkan oleh Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” dengan harapan obyek wisata di Kabupaten Ngawi semakin dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu dia mengharapkan adanya kerjasama antara Pemerintah dan Masyarakat demi terwujudnya gagasan tersebut. (SR-pdy)
Ngawi, Investigasi: Greget untuk meningkatkan bidang pariwisata di Kabupaten Ngawi tidak hanya digagas dan diperjuangkan oleh Pemerintah setempat melalui instansi terkait, namun juga menginspirasi kepada seluruh warga masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan adanya komunitas yang menamakan komunitasnya Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” belum lama ini (30/6) telah mengundang Pemerintah Daerah untuk berdiskusi dalam pengembangan salah satu potensi wisata yang berada di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Diskusi diselenggarakan di ruang terbuka dan secara lesehan, terkesan penuh keakraban antara Pejabat dan Rakyat.
Hadir dalam forum diskusi antara lain Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang akrab dengan panggilan Mbah Kung, Wabup Ony Anwar yang akrab dipanggil Mas Ony, Kepala BPM Pemdes Shodik, Dari Disparyapura diwakili oleh Bidang Pariwisata Mahmud, Kabag Humas Prasetyo, juga Camat Jogorogo serta Kepala Desa Ngrayudan.
Perwakilan Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa potensi yang ada di Desa Ngrayudan direncanakan akan ditambahkan beberapa spot tertentu, antara lain tower untuk melihat kota Ngawi dari bukit, out bond, hammock, panggung untuk pentas seni, taman yang difasilitasi rumah pohon, pembukaan gua macan dan air terjun. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Taman Wisata tersebut akan didesain menjadi Bumi Perkemahan dan juga menjadi Titik Awal pendakian menuju puncak Gunung Lawu. Sehubungan dengan rencana yang telah dipaparkan, Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” berharap agar Pemerintah Kabupaten Ngawi berkenan untuk membantu dalam merealisasikan, guna menghidupkan wisata di Kabupaten Ngawi.

Bupati Ngawi Budi Sulistyono memberikan apresiasi atas gagasan dan ide-ide yang telah disampaikan oleh Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” yang ingin memoles Taman Wisata Selondo menjadi obyek wisata alam yang menampilkan kearifan lokal serta terjaga nuansa alaminya. Peduli akan lingkungan terutama sampah dan memadukan konsep alami modern. Bupati memberikan dukungannya mengenai apa yang telah dipaparkan oleh Kelompok Sadar Wisata “Seloondo Ngrayudan” dengan harapan obyek wisata di Kabupaten Ngawi semakin dikenal oleh masyarakat luas. Untuk itu dia mengharapkan adanya kerjasama antara Pemerintah dan Masyarakat demi terwujudnya gagasan tersebut. (SR-pdy)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100