Berita Terkini

Kabupaten Madiun Ikuti Festival Kuliner Dalam Rangka Hari Jadi Provinsi

Madiun, Investigasi : Festival Makanan Khas Jawa Timur yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Taman Candra Wilwatika, Pandaan, Kabupaten Pasuruan pada tanggal 16-17 Oktober 2016 rupanya menyedot perhatian masyarakat pecinta kuliner.
Festival kuliner yang diikuti oleh beragam Hotel, Restoran, Rumah Makan serta Catering di 38 Kota/Kabupaten ini sukses terlaksana karena dibanjiri ribuan penonton.
Disini, Kabupaten Madiun tidak mau ketinggalan sebagai peserta dengan menampilkan 12 masakan khasnya. Duta kuliner yang dipercaya untuk tampil adalah Kali Catur Resort yang beralamatkan di Jalan Madiun-Ponorogo KM. 3, Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Menurut Isbani, Kabid Pariwisata, Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun, dalam kehidupan sehari-hari, makanan sangat dibutuhkan oleh manusia. Untuk itu, berbagai macam kreasi diciptakan untuk memuaskan selera makan dan hal ini akan menjadi ciri khas makanan disetiap daerah.
"Dari segi menu, setiap daerah pasti punya ciri khas sendiri-sendiri. Bahkan setiap makanan khas daerah tersebut bisa dikombinasikan dengan makanan khas dari daerah lain, begitu juga Kabupaten Madiun," ungkap Isbani, Rabu (19/10/16) pada Wartawan Investigasi.
Dilanjutkan, kegiatan Festival Makanan Khas Jawa Timur ini diselenggarakan dengan maksud untuk melestarikan beragam makanan khas faro berbagai daerah diwilayah Provinsi  Jawa Timur. "Kegiatan ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri agar bisa mencicipi masakan khas khususnya diwilayah Kabupaten Madiun," tegasnya.
Menurut Isbani, dipilihnya Kali Catur Resort untuk mewakili Kabupaten Madiun maju dalam acara puncak Festival Kuliner Jawa Timur karena Kali Catur Resort dianggap layak untuk mewakili Kabupaten Madiun. "Sebelum acara puncak dilaksanakan, tim penilai sudah datang ketempat usaha masing-masing peserta. Penilaian dimulai sejak bulan April sampai dengan bulan Juni 2016," kata Isbani lebih lanjut.
Secara lugas dikatakan, saat mengikuti Festival Makanan Khas tersebut, tim dari Kabupaten Madiun menyuguhkan 12 menu, namun yang didemokan diatas panggung hanya satu.

Disini, lanjut Isbani, Kali Catur Resort menyuguhkan makanan olahan yaitu martabak yang berbahan dasar jagung manis. "Kita hanya diberi waktu sekitar 20 menit untuk menyelesailan pembuatan martabak dan Alhamdulillah, makanan yang kita suguhkan mendapat respon baik dari para juri," pungkas Kabid Pariwisata ini sembari tersenyum. (p-76)
Madiun, Investigasi : Festival Makanan Khas Jawa Timur yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Taman Candra Wilwatika, Pandaan, Kabupaten Pasuruan pada tanggal 16-17 Oktober 2016 rupanya menyedot perhatian masyarakat pecinta kuliner.
Festival kuliner yang diikuti oleh beragam Hotel, Restoran, Rumah Makan serta Catering di 38 Kota/Kabupaten ini sukses terlaksana karena dibanjiri ribuan penonton.
Disini, Kabupaten Madiun tidak mau ketinggalan sebagai peserta dengan menampilkan 12 masakan khasnya. Duta kuliner yang dipercaya untuk tampil adalah Kali Catur Resort yang beralamatkan di Jalan Madiun-Ponorogo KM. 3, Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Menurut Isbani, Kabid Pariwisata, Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun, dalam kehidupan sehari-hari, makanan sangat dibutuhkan oleh manusia. Untuk itu, berbagai macam kreasi diciptakan untuk memuaskan selera makan dan hal ini akan menjadi ciri khas makanan disetiap daerah.
"Dari segi menu, setiap daerah pasti punya ciri khas sendiri-sendiri. Bahkan setiap makanan khas daerah tersebut bisa dikombinasikan dengan makanan khas dari daerah lain, begitu juga Kabupaten Madiun," ungkap Isbani, Rabu (19/10/16) pada Wartawan Investigasi.
Dilanjutkan, kegiatan Festival Makanan Khas Jawa Timur ini diselenggarakan dengan maksud untuk melestarikan beragam makanan khas faro berbagai daerah diwilayah Provinsi  Jawa Timur. "Kegiatan ini diharapkan mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri agar bisa mencicipi masakan khas khususnya diwilayah Kabupaten Madiun," tegasnya.
Menurut Isbani, dipilihnya Kali Catur Resort untuk mewakili Kabupaten Madiun maju dalam acara puncak Festival Kuliner Jawa Timur karena Kali Catur Resort dianggap layak untuk mewakili Kabupaten Madiun. "Sebelum acara puncak dilaksanakan, tim penilai sudah datang ketempat usaha masing-masing peserta. Penilaian dimulai sejak bulan April sampai dengan bulan Juni 2016," kata Isbani lebih lanjut.
Secara lugas dikatakan, saat mengikuti Festival Makanan Khas tersebut, tim dari Kabupaten Madiun menyuguhkan 12 menu, namun yang didemokan diatas panggung hanya satu.

Disini, lanjut Isbani, Kali Catur Resort menyuguhkan makanan olahan yaitu martabak yang berbahan dasar jagung manis. "Kita hanya diberi waktu sekitar 20 menit untuk menyelesailan pembuatan martabak dan Alhamdulillah, makanan yang kita suguhkan mendapat respon baik dari para juri," pungkas Kabid Pariwisata ini sembari tersenyum. (p-76)
Baca

KPK Geledah Kantor Walikota Madiun, Sita Beberapa Dus Dokumen

Madiun Kota, Investigasi : Dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang sempat memanas ditahun 2015 lalu kini kembali mencuat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang ke Kantor Pemerintah Kota Madiun untuk melakulan penggeledahan. Senin, (17/10/16). Penggeledahan ruang kerja Walikota Madiun ini merupakan tindaklanjut dari pemeriksaan terhadap Walikota Madiun ditahun 2015 lalu. Saat dilakukan penggeledahan, tidak berada di kantornya.
Diawal penggeledahan ruang kerja Walikota, beberapa anggota KPK keluar dengan membawa sekitar 10 kardus berisikan dokumen.
Diakhir penggeledahan, tampak anggota KPK kembali membawa 2 kardus, 1 koper tanggung berwarna hitam dan 1 koper besar berwarna merah yang diangkut dengan menggunakan 3 mobil.
Saat dikonfirmasi usai penggeledahan, Sekretaris Kota Madiun, Maidi menjelaskan bahwa penggeledahan ini KPK mencari dokumen-dokumen dan pihaknya diminta untuk menyaksikan. "Penggeledahan ini terkait dengan pembangunan Pasar Besar Madiun. Semua dokumen dicek, ada yang difotocopy. Kita proaktif dalam penggeledahan ini," ungkap Maidi, Senin (17/10/16).
Maidi mengatakan, Sesama penyelenggara negara pihaknya wajib untuk membantu semaksimal mungkin. Apabila nantinya ada yang kurang, maka akan disusulkan. "Ada beberapa catatan yang tidak bisa digeledah sore ini, nanti akan disusulkan," lanjutnya.
Dijelaskan lebih lanjut, bahwa ada 6 dokumen yang masih kurang dan dokumen ini ada hubungannya dengan SKPD. Selain ruang kerja Walikota Madiun, ruang pribadi Walikota pun tidak luput dari penggeledahan KPK. "Semua ada berita acara penyerahan dokumen dan dalam waktu dekat akan dilakulan penggeledahan lagi," ujarnya.
Selain itu, nanti sekitar tanggal 21 Oktober akan ada panggilan pertama untuk pemeriksaan. Terlait dengan posisinya sebagai top birokrasi, Maidi mengatakan bahwa semua SKPD yang dibawah koordinasinya, dirinya akan mengkoordinasikan apa-apa yang kurang. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Madiun (PBM) yang sempat memanas ditahun 2015 lalu kini kembali mencuat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang ke Kantor Pemerintah Kota Madiun untuk melakulan penggeledahan. Senin, (17/10/16). Penggeledahan ruang kerja Walikota Madiun ini merupakan tindaklanjut dari pemeriksaan terhadap Walikota Madiun ditahun 2015 lalu. Saat dilakukan penggeledahan, tidak berada di kantornya.
Diawal penggeledahan ruang kerja Walikota, beberapa anggota KPK keluar dengan membawa sekitar 10 kardus berisikan dokumen.
Diakhir penggeledahan, tampak anggota KPK kembali membawa 2 kardus, 1 koper tanggung berwarna hitam dan 1 koper besar berwarna merah yang diangkut dengan menggunakan 3 mobil.
Saat dikonfirmasi usai penggeledahan, Sekretaris Kota Madiun, Maidi menjelaskan bahwa penggeledahan ini KPK mencari dokumen-dokumen dan pihaknya diminta untuk menyaksikan. "Penggeledahan ini terkait dengan pembangunan Pasar Besar Madiun. Semua dokumen dicek, ada yang difotocopy. Kita proaktif dalam penggeledahan ini," ungkap Maidi, Senin (17/10/16).
Maidi mengatakan, Sesama penyelenggara negara pihaknya wajib untuk membantu semaksimal mungkin. Apabila nantinya ada yang kurang, maka akan disusulkan. "Ada beberapa catatan yang tidak bisa digeledah sore ini, nanti akan disusulkan," lanjutnya.
Dijelaskan lebih lanjut, bahwa ada 6 dokumen yang masih kurang dan dokumen ini ada hubungannya dengan SKPD. Selain ruang kerja Walikota Madiun, ruang pribadi Walikota pun tidak luput dari penggeledahan KPK. "Semua ada berita acara penyerahan dokumen dan dalam waktu dekat akan dilakulan penggeledahan lagi," ujarnya.
Selain itu, nanti sekitar tanggal 21 Oktober akan ada panggilan pertama untuk pemeriksaan. Terlait dengan posisinya sebagai top birokrasi, Maidi mengatakan bahwa semua SKPD yang dibawah koordinasinya, dirinya akan mengkoordinasikan apa-apa yang kurang. (p-76)
Baca

Walikota Madiun Tunggu KPK Dirumah Pribadinya.

Madiun Kota, Investigasi : Usai melakukan penggeledahan diruang kerja Walikota Madiun, selanjutnya KPK meluncur menuju rumah kediaman Walikota Madiun di Jalan Jawa No. 31 Kota Madiun. Setibanya dirumah pribadi Bambang Irianto, KPK langsung melakukan pengeledahan. Dari rumah pribadi Walikota Madiun, KPK membawa satu koper dan beberapa kardus dokumen.
Saat KPK melakukan penggeledahan, Walikota Madiun keluar untuk menemui Wartawan yang sudah menyanggong didepan rumahnya. Dihadapan Wartawan, Bambang Irianto mengatakan bahwa dirinya merespon baik atas tindakan KPK yang memeriksa semua dokumen yang ada diruangannya.
Selanjutnya, Walikota mengatakan bahwa kedatangan KPK dikediamannya ini untuk menanyakan terkait harta kekayaan yang dimilikinya. "Saya tidak korupsi, saya punya usaha dan itu menghasilkan sumber," ungkap Bambang Irianto. Senin (17/10/16).
Dijelaskan oleh Bambang Irianto, KPK merupakan lembaga anti rasuah yang resmi dan tahu mana benar dan mana yang salah. Kalau benar maka semua dokumen miliknya akan dikembalikan. Lebih lanjut dikatakan bahwa penyelidikan dokumen ini berkaitan dengan pasar besar kota madiun. Walikota menyayangkan kalau selama ini berita yang beredar telah dipelintir. "Saya mengeluarkan uang untuk nomboki, malah dikira itu uang korupsi," keluhnya.
Dengan tegas dikatakan, semua harta yang diperolehnya semua murni hasil dari usahanya, bukan hasil korupsi. Dikatakan, dalam kasus pasar besar ini tidak ada aroma korupsi, semua sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Lantas bambang irianto meminta agar wartawan sabar menunggu perkembangan lebih lanjut. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Usai melakukan penggeledahan diruang kerja Walikota Madiun, selanjutnya KPK meluncur menuju rumah kediaman Walikota Madiun di Jalan Jawa No. 31 Kota Madiun. Setibanya dirumah pribadi Bambang Irianto, KPK langsung melakukan pengeledahan. Dari rumah pribadi Walikota Madiun, KPK membawa satu koper dan beberapa kardus dokumen.
Saat KPK melakukan penggeledahan, Walikota Madiun keluar untuk menemui Wartawan yang sudah menyanggong didepan rumahnya. Dihadapan Wartawan, Bambang Irianto mengatakan bahwa dirinya merespon baik atas tindakan KPK yang memeriksa semua dokumen yang ada diruangannya.
Selanjutnya, Walikota mengatakan bahwa kedatangan KPK dikediamannya ini untuk menanyakan terkait harta kekayaan yang dimilikinya. "Saya tidak korupsi, saya punya usaha dan itu menghasilkan sumber," ungkap Bambang Irianto. Senin (17/10/16).
Dijelaskan oleh Bambang Irianto, KPK merupakan lembaga anti rasuah yang resmi dan tahu mana benar dan mana yang salah. Kalau benar maka semua dokumen miliknya akan dikembalikan. Lebih lanjut dikatakan bahwa penyelidikan dokumen ini berkaitan dengan pasar besar kota madiun. Walikota menyayangkan kalau selama ini berita yang beredar telah dipelintir. "Saya mengeluarkan uang untuk nomboki, malah dikira itu uang korupsi," keluhnya.
Dengan tegas dikatakan, semua harta yang diperolehnya semua murni hasil dari usahanya, bukan hasil korupsi. Dikatakan, dalam kasus pasar besar ini tidak ada aroma korupsi, semua sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Lantas bambang irianto meminta agar wartawan sabar menunggu perkembangan lebih lanjut. (p-76)
Baca

Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun Ikuti Pameran Produk Unggulan Provinsi Jawa Timur Untuk Tarik Minat Investor

Madiun, Investigasi : Momentum peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 71 yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2016 dimanfaatkan dengan baik oleh berbagai daerah untuk memamerkan produk unggulan dalam ajang Pameran Produk Unggulan dan Investasi yang dilaksanakan di Grand City Surabaya.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 6-16 Oktober 2016 ini diikuti oleh Pemkot dan Kabupaten se Jawa Timur, Provinsi Kalimantan, DKI, Jawa Barat dan Papua serta diikuti oleh BUMN, BUMD dan pihak Swasta.
Disini, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata (Dinkpperindagpar) Kabupaten Madiun ikut ambil bagian mengikuti pameran tersebut.
Saat dikonfirmasi, Agus Suyudi, Kabid Perdagangan, Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun mengatakan bahwa keikutsertaan Pemerintaj Kabupaten Madiun ini memiliki banyak tujuan yangbsalah satunya adalah memamerkan dan mempromosikan produk unggulan berupa olahan makanan, kerajinan kayu dan tempat wisata yang ada di Kabupaten Madiun.
"Tujuan kita adalah menawarkan setiap potensi alam maupun produk unggulan pada setiap investor yang hadir dalam pameran tersebut," ungkap Agus Suyudi, Senin, (16/10/16).
Dilanjutkan, hal ini selaras dengan momentum Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 71 yang menjadikan Provinsi Jawa Timur menjadi tumpuan atau pengungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga Jawa Timur saat ini bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi sosial dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kedepan diharapkan, dengan ikut sertanya Kabupaten Madiun dalam Pameran Produk Unggulan dan Investasi di Jawa Timur maka berdampak positif pada perkembangan UMKM yang ada di Kabupaten Madiun.

"Diharapkan, melalui pameran tersebut produk-produk unggulan dari Kabupaten Madiun bisa menarik minat investor dan mau mengembangkannya sehingga berimbas pada perekonomian masyarakat," pungkas Agus Suyudi. (p-76)
Madiun, Investigasi : Momentum peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 71 yang jatuh pada tanggal 12 Oktober 2016 dimanfaatkan dengan baik oleh berbagai daerah untuk memamerkan produk unggulan dalam ajang Pameran Produk Unggulan dan Investasi yang dilaksanakan di Grand City Surabaya.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 6-16 Oktober 2016 ini diikuti oleh Pemkot dan Kabupaten se Jawa Timur, Provinsi Kalimantan, DKI, Jawa Barat dan Papua serta diikuti oleh BUMN, BUMD dan pihak Swasta.
Disini, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata (Dinkpperindagpar) Kabupaten Madiun ikut ambil bagian mengikuti pameran tersebut.
Saat dikonfirmasi, Agus Suyudi, Kabid Perdagangan, Dinkoperindagpar Kabupaten Madiun mengatakan bahwa keikutsertaan Pemerintaj Kabupaten Madiun ini memiliki banyak tujuan yangbsalah satunya adalah memamerkan dan mempromosikan produk unggulan berupa olahan makanan, kerajinan kayu dan tempat wisata yang ada di Kabupaten Madiun.
"Tujuan kita adalah menawarkan setiap potensi alam maupun produk unggulan pada setiap investor yang hadir dalam pameran tersebut," ungkap Agus Suyudi, Senin, (16/10/16).
Dilanjutkan, hal ini selaras dengan momentum Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 71 yang menjadikan Provinsi Jawa Timur menjadi tumpuan atau pengungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga Jawa Timur saat ini bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi sosial dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kedepan diharapkan, dengan ikut sertanya Kabupaten Madiun dalam Pameran Produk Unggulan dan Investasi di Jawa Timur maka berdampak positif pada perkembangan UMKM yang ada di Kabupaten Madiun.

"Diharapkan, melalui pameran tersebut produk-produk unggulan dari Kabupaten Madiun bisa menarik minat investor dan mau mengembangkannya sehingga berimbas pada perekonomian masyarakat," pungkas Agus Suyudi. (p-76)
Baca

Pemkab Madiun Targetkan Cadangan Pangan di Bulog 13.550 Ton

Madiun, Investigasi : Target Pemerintah Indonesia dua juta ton cadangan pangan direspon positif oleh daerah yang salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Madiun. Untuk ikut mengamankan cadangan pangan di tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Madiun mengumpulkan anggota Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) Kabupaten Madiun untuk turut serta membantu pemerintah.
Diketahui, untuk tahun 2016, Pemerintah Kabupaten mentargetkan cadangan beras di Bulog sebanyak 13.500 ton, namun kenyataannya, karena harga beras di Bulog lebih rendah daripada harga pasaran, Bulog kesulitan untuk memenuhi target tersebut.
Maka dengan momentu pengamanan Pangan Nasional di tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Madiun mengajak Perpadi yang merupakan organisasi mitra dari pemerintah dan Bulog untuk ikut mensukseskan target Pemerintah kabupaten Madiun.
“Saya kira Perpadi sudah mengerti syarat-syarat menjual Beras/Gabah ke Bulog. Untuk itu saya berharap organisasi ini dapat membantu Pemerintahan, khususnya Pemerintah Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan, Agar Target Cadangan Pangan yang di berikan Pemerintah Provinsi ke Daerah dapat terpenuhi,” kata H. Muhtarom. Selasa (4/10/16) saat Muscab dan Pengukuhan Pengurus DPC Perpadi Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan bertempat di Gedung Eka Kapti Praja kantor Bupati Madiun di Mejayan.
H. Muhtarom berharap Perpadi berjiwa Nasionalis membantu tercapainya Cadangan Pangan Nasional dengan cara memasukkan beras ke Bulog hingga target cadangan pangan Nasional Tercapai. Peran ini dirasa penting sehingga Pemerintah punya Kewajiban untuk mengukuhkan pengurus dan bermusawarah bersama Perpadi.

“Saya berharap kepada DPP maupun DPD Perpadi Provinsi Jawa Timur untuk membuka akses pasar di daerah-daerah yang memerlukan Beras. Mengingat Wilayah Eks-Karesidenan Madiun merupakan lumbung Beras untuk  wilayah Jawa Timur Bagian Barat, Khusunya Madiun Tahun 2015 saja surplus beras sebanyak 260 ribu ton perlu di pasarkan keluar daerah,” pungkasnya. (p-76)
Madiun, Investigasi : Target Pemerintah Indonesia dua juta ton cadangan pangan direspon positif oleh daerah yang salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Madiun. Untuk ikut mengamankan cadangan pangan di tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Madiun mengumpulkan anggota Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) Kabupaten Madiun untuk turut serta membantu pemerintah.
Diketahui, untuk tahun 2016, Pemerintah Kabupaten mentargetkan cadangan beras di Bulog sebanyak 13.500 ton, namun kenyataannya, karena harga beras di Bulog lebih rendah daripada harga pasaran, Bulog kesulitan untuk memenuhi target tersebut.
Maka dengan momentu pengamanan Pangan Nasional di tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Madiun mengajak Perpadi yang merupakan organisasi mitra dari pemerintah dan Bulog untuk ikut mensukseskan target Pemerintah kabupaten Madiun.
“Saya kira Perpadi sudah mengerti syarat-syarat menjual Beras/Gabah ke Bulog. Untuk itu saya berharap organisasi ini dapat membantu Pemerintahan, khususnya Pemerintah Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan, Agar Target Cadangan Pangan yang di berikan Pemerintah Provinsi ke Daerah dapat terpenuhi,” kata H. Muhtarom. Selasa (4/10/16) saat Muscab dan Pengukuhan Pengurus DPC Perpadi Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan bertempat di Gedung Eka Kapti Praja kantor Bupati Madiun di Mejayan.
H. Muhtarom berharap Perpadi berjiwa Nasionalis membantu tercapainya Cadangan Pangan Nasional dengan cara memasukkan beras ke Bulog hingga target cadangan pangan Nasional Tercapai. Peran ini dirasa penting sehingga Pemerintah punya Kewajiban untuk mengukuhkan pengurus dan bermusawarah bersama Perpadi.

“Saya berharap kepada DPP maupun DPD Perpadi Provinsi Jawa Timur untuk membuka akses pasar di daerah-daerah yang memerlukan Beras. Mengingat Wilayah Eks-Karesidenan Madiun merupakan lumbung Beras untuk  wilayah Jawa Timur Bagian Barat, Khusunya Madiun Tahun 2015 saja surplus beras sebanyak 260 ribu ton perlu di pasarkan keluar daerah,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Komandan Korem 081 Dhirot Sahajaya Madiun Ajak Dialog Wartawan Usai Aksi Damai

Madiun Kota, Investigasi : Pasca kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI AD terhadap Soni Misdananto, Wartawan NET.TV saat melakukan peliputan acara Suroan, Kolonel Inf. Piek Budyakto, Komandan Korem 081 Dhirot Sahajaya Madiun mengajak dialog seluruh Wartawan yang ada di Madiun diruangannya.
Saat menyampaikan aspirasinya, Asfi, Wartawan MNC Group mengatakan bahwa kedatangannya bersama Wartawan yang bertugas di Madiun ke Makorem 081 Dhirot Sahajaya ini berlatar belakang dari peristiwa penganiayaan sewaktu pengamanan Suro. “Teman Wartawan berharap peristiwa penganiayaan ini adalah yang terakhir,” ungkap Asfi, Selasa (4/10/16).
Dirinya berharap ada komitmen saling menghargai kerja bersama dan berharap adanya koordinasi yang baik. “Wartawan merupakan jendela informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat yang butuh kejadian riil dilapangan,” tegasnya.
Sementara, Komandan Korem 081 Dhirot Sahajaya, Kolone Inf. Piek Budyakto menceritakan tentang Perjalanan TNI yang memasuki usia ke 71 sudah berliku, seiring dengan perjalanan kerjasama dengan semua pihak termasuk Wartawan sudah terjalin. Namun, seiring berjalannya waktu, pola pikir dan sikap ada perubahan mendasar.
“Dulu sebelum reformasi kita masih berpola pikir orde baru, namun dengan adanya masa Reformasi semua berubah. Disini secara tersurat sekarang kita benahi,” ungkap Kolonel Inf. Piek Budyakto dihadapan Wartawan diruangannya, Selasa (4/10/16).
Sekarang ini TNI mulai berbenah dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) Karena TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Terkait dengan peristiwa kemarin, dirinya secara institusi secara fair minta maaf kepada teman Wartawan dan masyarakat yang tahu semua peristiwa tersebut. “Secara fair, saya minta maaf pada teman Wartawan dan masyarakat yang tahu kejadian kemarin,” ujar Danrem dengan tulus.
Danrem Madiun menjelaskan, dengan adanya peristiwa kemarin Panglima Divisi II Kostrad datang langsung ke Madiun. Secara langsung beliau meminta maaf kepada Soni dan bertemu dengan wartawan. “Kita tegaskan bahwa kami secara fair meminta maaf dan peristiwa ini tidak akan terulang lagi,” tegasnya.
Danrem berjanji, setelah upacara 5 Oktober nanti, akan melakukan evaluasi. Bahkan kedepan apabila pihaknya diminta untuk melakukan pengamanan, dirinya mempunyai ide untuk melibatkan Wartawan dalam pengamanan suatu acara. “Ide ini muncul karena masukan teman wartawan,” lanjutnya.
Kembali ditegaskan, semua kesalahpahaman tidak ada unsur kesengajaan. TNI tidak akan mampu mengamankan proses Suran Agung walaupun semua personil dikumpulkan.
Sementara, Danyon Infanteri Para Raider 501/Bajrayudha, Letkol Inf. Tedy Aulia menjelaskan dirinya tidak tahu sampai sejauh mana proses penanganan terhadap anggotanya yang bersalah. “Kami meminta maaf, yang jelas Pimpinan sudah turun. Kami bangga Pimpinan kami langsung datang. dan apa yang ditulis rekan wartawan akan menjadi bahan evaluasi bagi anggotanya,” ungkap Danyon 501 Para Raider dengan tegas.

Ditambahkan, untuk proses, sudah ditangani namun sejauh mana pihaknya belum mengetahui. Apabila ada pertanyaan seperti ini Danyo 501 Para Raider akan menjawab tidak tahu. “Yang bisa menjawab adalah yang memeriksa, nanti kalau saya yang mengatakan akan salah. Untuk yang bersalah, baik yang melakukan kriminal, atau tidak disiplin semua akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku,” pungkas Danyon Infanteri Para Raider 501/Bajrayudha, Letkol Inf. Tedy Aulia. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Pasca kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI AD terhadap Soni Misdananto, Wartawan NET.TV saat melakukan peliputan acara Suroan, Kolonel Inf. Piek Budyakto, Komandan Korem 081 Dhirot Sahajaya Madiun mengajak dialog seluruh Wartawan yang ada di Madiun diruangannya.
Saat menyampaikan aspirasinya, Asfi, Wartawan MNC Group mengatakan bahwa kedatangannya bersama Wartawan yang bertugas di Madiun ke Makorem 081 Dhirot Sahajaya ini berlatar belakang dari peristiwa penganiayaan sewaktu pengamanan Suro. “Teman Wartawan berharap peristiwa penganiayaan ini adalah yang terakhir,” ungkap Asfi, Selasa (4/10/16).
Dirinya berharap ada komitmen saling menghargai kerja bersama dan berharap adanya koordinasi yang baik. “Wartawan merupakan jendela informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat yang butuh kejadian riil dilapangan,” tegasnya.
Sementara, Komandan Korem 081 Dhirot Sahajaya, Kolone Inf. Piek Budyakto menceritakan tentang Perjalanan TNI yang memasuki usia ke 71 sudah berliku, seiring dengan perjalanan kerjasama dengan semua pihak termasuk Wartawan sudah terjalin. Namun, seiring berjalannya waktu, pola pikir dan sikap ada perubahan mendasar.
“Dulu sebelum reformasi kita masih berpola pikir orde baru, namun dengan adanya masa Reformasi semua berubah. Disini secara tersurat sekarang kita benahi,” ungkap Kolonel Inf. Piek Budyakto dihadapan Wartawan diruangannya, Selasa (4/10/16).
Sekarang ini TNI mulai berbenah dari segi Sumber Daya Manusia (SDM) Karena TNI lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Terkait dengan peristiwa kemarin, dirinya secara institusi secara fair minta maaf kepada teman Wartawan dan masyarakat yang tahu semua peristiwa tersebut. “Secara fair, saya minta maaf pada teman Wartawan dan masyarakat yang tahu kejadian kemarin,” ujar Danrem dengan tulus.
Danrem Madiun menjelaskan, dengan adanya peristiwa kemarin Panglima Divisi II Kostrad datang langsung ke Madiun. Secara langsung beliau meminta maaf kepada Soni dan bertemu dengan wartawan. “Kita tegaskan bahwa kami secara fair meminta maaf dan peristiwa ini tidak akan terulang lagi,” tegasnya.
Danrem berjanji, setelah upacara 5 Oktober nanti, akan melakukan evaluasi. Bahkan kedepan apabila pihaknya diminta untuk melakukan pengamanan, dirinya mempunyai ide untuk melibatkan Wartawan dalam pengamanan suatu acara. “Ide ini muncul karena masukan teman wartawan,” lanjutnya.
Kembali ditegaskan, semua kesalahpahaman tidak ada unsur kesengajaan. TNI tidak akan mampu mengamankan proses Suran Agung walaupun semua personil dikumpulkan.
Sementara, Danyon Infanteri Para Raider 501/Bajrayudha, Letkol Inf. Tedy Aulia menjelaskan dirinya tidak tahu sampai sejauh mana proses penanganan terhadap anggotanya yang bersalah. “Kami meminta maaf, yang jelas Pimpinan sudah turun. Kami bangga Pimpinan kami langsung datang. dan apa yang ditulis rekan wartawan akan menjadi bahan evaluasi bagi anggotanya,” ungkap Danyon 501 Para Raider dengan tegas.

Ditambahkan, untuk proses, sudah ditangani namun sejauh mana pihaknya belum mengetahui. Apabila ada pertanyaan seperti ini Danyo 501 Para Raider akan menjawab tidak tahu. “Yang bisa menjawab adalah yang memeriksa, nanti kalau saya yang mengatakan akan salah. Untuk yang bersalah, baik yang melakukan kriminal, atau tidak disiplin semua akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku,” pungkas Danyon Infanteri Para Raider 501/Bajrayudha, Letkol Inf. Tedy Aulia. (p-76)
Baca

Pangdiv II Kostrad Sampaikan Permintaan Maaf dan Akan Memproses Anggotanya Sesuai Dengan Mekanisme Hukum Yang Berlaku

Madiun Kota, Investigasi : Peristiwa penganiayaan oleh oknum TNI kepada Soni Misdananto, Wartawan NET TV saat melakukan tugas liputan tradisi nyekar Bulan Suro yang dilakukan oleh salah satu Perguruan Silat terbesar di Madiun langsung mendapat respon dari Panglima  Divisi II Kostrad, Brigadir Jenderal Benny Susianto dengan datang ke Madiun dan menuju Denpom Madiun. Senin (3/10/16).
Dihadapan para Wartawan di Denpom Madiun, Panglima Divisi II Kostrad berjanji bahwa dirinya akan perbaiki prajuritnya agar paham bagaimana menjalankan tugasnya di lapangan.
Selain itu, Panglima Divisi II Kostrad juga menyampaikan permohonan maaf atas sikap perilaku prajurit yang bersalah. "Saya bilang itu salah, apa pun alasannya dia melakukan pemukulan Ya itu sudah perilaku yang tidak benar apalagi yang dihadapi jelas teman wartawan," kata Brigjend Benny Susianto dihadapan Wartawan, Senin (3/10/16).
Lebih lanjut dikatakan, proses hukum tetap akan dijalani. Panglima Divisi II Kostrad meminta rekan Wartawan untuk percaya itu pada mekanisme-mekanisme hukum yang ada pada institusinya. "Ini akan kita lakukan karena ini bagian daripada mekanisme-mekanisme hukum yang kita jalani," tegasnya.
Ditegaskan, pihaknya memanggil pihak-pihak terkait untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh anggotanya. "Inilah bahan kita nanti untuk memproses prajurit, namun buat saya yang paling penting adalah mendapatkan bahan evaluasi yang tajam, yang sebenar-benarnya untuk kami melakukan perbaikan," ujar Panglima Divisi II Kostrad.
Selanjutnya Brigjend Benny Susianto meminta toleransi dari rekan-rekan Wartawan bawa apa yang dilakukan prajurit sifatnya setia dan situasional, bukan sesuatu yang direncanakan atau disengaja. "Ini merupakan situasional, jadi tolong dipahami, jadi koreksi anda itu menjadi bahan perbaikan. Kita sadar, kita bukan organisasi atau manusia yang sempurna pasti ada kekurangan," lanjutnya.

Diketahui, kedatangan Panglima Divisi II Kostrad untuk memastikan bahwa semuanya permasalahan yang terjadi akan ditangani sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Peristiwa penganiayaan oleh oknum TNI kepada Soni Misdananto, Wartawan NET TV saat melakukan tugas liputan tradisi nyekar Bulan Suro yang dilakukan oleh salah satu Perguruan Silat terbesar di Madiun langsung mendapat respon dari Panglima  Divisi II Kostrad, Brigadir Jenderal Benny Susianto dengan datang ke Madiun dan menuju Denpom Madiun. Senin (3/10/16).
Dihadapan para Wartawan di Denpom Madiun, Panglima Divisi II Kostrad berjanji bahwa dirinya akan perbaiki prajuritnya agar paham bagaimana menjalankan tugasnya di lapangan.
Selain itu, Panglima Divisi II Kostrad juga menyampaikan permohonan maaf atas sikap perilaku prajurit yang bersalah. "Saya bilang itu salah, apa pun alasannya dia melakukan pemukulan Ya itu sudah perilaku yang tidak benar apalagi yang dihadapi jelas teman wartawan," kata Brigjend Benny Susianto dihadapan Wartawan, Senin (3/10/16).
Lebih lanjut dikatakan, proses hukum tetap akan dijalani. Panglima Divisi II Kostrad meminta rekan Wartawan untuk percaya itu pada mekanisme-mekanisme hukum yang ada pada institusinya. "Ini akan kita lakukan karena ini bagian daripada mekanisme-mekanisme hukum yang kita jalani," tegasnya.
Ditegaskan, pihaknya memanggil pihak-pihak terkait untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh anggotanya. "Inilah bahan kita nanti untuk memproses prajurit, namun buat saya yang paling penting adalah mendapatkan bahan evaluasi yang tajam, yang sebenar-benarnya untuk kami melakukan perbaikan," ujar Panglima Divisi II Kostrad.
Selanjutnya Brigjend Benny Susianto meminta toleransi dari rekan-rekan Wartawan bawa apa yang dilakukan prajurit sifatnya setia dan situasional, bukan sesuatu yang direncanakan atau disengaja. "Ini merupakan situasional, jadi tolong dipahami, jadi koreksi anda itu menjadi bahan perbaikan. Kita sadar, kita bukan organisasi atau manusia yang sempurna pasti ada kekurangan," lanjutnya.

Diketahui, kedatangan Panglima Divisi II Kostrad untuk memastikan bahwa semuanya permasalahan yang terjadi akan ditangani sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. (p-76)
Baca

Lakukan Tugas Jurnalis, Wartawan NET.TV Dianiaya Oknum TNI AD

Madiun, Investigasi : Nasib apes dialami oleh Soni Misdananto, Jurnalis dari Net.TV. Soni dikeroyok dan dianiaya oleh sejumlah oknum TNI AD saat melakukan peliputan acara ziarah tabur bunga (nyekar) di Bulan Suro yang dilakukan oleh salah satu perguruan pencak silat yang ada di Madiun.akibat penganiayaan ini, Soni Misdananto mengalami luka lebam diwajah dan merasakan sakit dibeberapa bagian tubuhnya.
Tindak kekerasan yang dialami Soni ini bermula saat dirinya melintas di daera Te’an, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Pada saat itu ada iring-iringan konvoi dari anggota Perguruan Pencak Silat yang usai melaksanakan acara Suroan. Sesampai diperempatan Te’an, rombongan konvoi yang bagian depan terlibat kecelakaan yaitu menyenggol seorang ibu pengendara.
Melihat kejadian tersebut, Soni langsung mengambil kamera dan dan mengabadikan momen tersebut. Disisi lain, melihat kecelakaan yang melibatkan pengendara jalan dan peserta konvoi sejumlah anggota TNI AD langsung berlari menghampiri dan menghajar peserta konvoi yang terlibat kecelakaan dan Soni terus merekam kejadian tersebut.
Tahu mereka terekam kamera, salah seorang oknum TNI AD menghampiri dan merangkulnya dari belakang dan Soni dibawa ke Pos Pengamanan yang berada disekitar lokasi. Didalam Pos Pengamanan tersebut Soni mendapatkan perlakuan kasar.
Walaupun sudah menunjukkan identitasnya sebagai seorang Wartawan, namun Soni masih juga diintimidasi, dan juga dipukuli dibagian pipi sebelah kiri serta ditendang. Bahkan, kamera dan memory card juga ikut dirampas.
Selanjutnya, Soni dibawa paksa menuju sebuah rumah yang terdapat banyak anggota TNI dan Polisi. Soni menduga mereka adalah personil pengamanan gabungan yang ditugaskan menjaga peringatan Suroan di sepanjang jalan.
"Saya sebetulnya pengen ngambil gambar yang tabrakannya itu. Lalu ada anggota TNI yang lari dan menghajar anak SH Terate yang menabrak pengendara lain. Mungkin karena terecord (terekam) dan posisi kamera saya masih on (menyala), saya didatangi anggota, saya dirangkul dan diajak ke pos pengamanan suro. Saya ditanya, dari mana? saya jawab dari Net TV sambil ngeluarin Id Card. Setelah itu dari arah samping, ada salah satu anggota yang memukul helm belakang saya menggunakan besi. Karena kondisi agak gelap, saya merasa ada pukulan di bagian wajah tepatnya di pipi kemudian diikuti tendangan di bekalang," ungkap Sony, Minggu (2/10/16).
Sementara itu, Kapolres Madiun Kota, AKBP. Susatyo Purnomo Condro menyesalkan insiden tersebut. Menindaklanjuti hal itu, jajarannya akan melakukan koordinasi dengan Detasemen Polisi Militer (Denpom) dan kepala satuan TNI AD.
"Tentunya insiden tersebut kita sesalkan, tapi menurut laporan memang petugas pengamanan sedang melakukan tugas pengamanan, karena pada saat tersebut ada kecelakaan, ada senggolan antara massa (pesilat) dengan masyarakat (ibu-ibu), sehingga petugas pengamanan berusaha untuk mengamankan," pungkasnya. (p-76)

Madiun, Investigasi : Nasib apes dialami oleh Soni Misdananto, Jurnalis dari Net.TV. Soni dikeroyok dan dianiaya oleh sejumlah oknum TNI AD saat melakukan peliputan acara ziarah tabur bunga (nyekar) di Bulan Suro yang dilakukan oleh salah satu perguruan pencak silat yang ada di Madiun.akibat penganiayaan ini, Soni Misdananto mengalami luka lebam diwajah dan merasakan sakit dibeberapa bagian tubuhnya.
Tindak kekerasan yang dialami Soni ini bermula saat dirinya melintas di daera Te’an, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Pada saat itu ada iring-iringan konvoi dari anggota Perguruan Pencak Silat yang usai melaksanakan acara Suroan. Sesampai diperempatan Te’an, rombongan konvoi yang bagian depan terlibat kecelakaan yaitu menyenggol seorang ibu pengendara.
Melihat kejadian tersebut, Soni langsung mengambil kamera dan dan mengabadikan momen tersebut. Disisi lain, melihat kecelakaan yang melibatkan pengendara jalan dan peserta konvoi sejumlah anggota TNI AD langsung berlari menghampiri dan menghajar peserta konvoi yang terlibat kecelakaan dan Soni terus merekam kejadian tersebut.
Tahu mereka terekam kamera, salah seorang oknum TNI AD menghampiri dan merangkulnya dari belakang dan Soni dibawa ke Pos Pengamanan yang berada disekitar lokasi. Didalam Pos Pengamanan tersebut Soni mendapatkan perlakuan kasar.
Walaupun sudah menunjukkan identitasnya sebagai seorang Wartawan, namun Soni masih juga diintimidasi, dan juga dipukuli dibagian pipi sebelah kiri serta ditendang. Bahkan, kamera dan memory card juga ikut dirampas.
Selanjutnya, Soni dibawa paksa menuju sebuah rumah yang terdapat banyak anggota TNI dan Polisi. Soni menduga mereka adalah personil pengamanan gabungan yang ditugaskan menjaga peringatan Suroan di sepanjang jalan.
"Saya sebetulnya pengen ngambil gambar yang tabrakannya itu. Lalu ada anggota TNI yang lari dan menghajar anak SH Terate yang menabrak pengendara lain. Mungkin karena terecord (terekam) dan posisi kamera saya masih on (menyala), saya didatangi anggota, saya dirangkul dan diajak ke pos pengamanan suro. Saya ditanya, dari mana? saya jawab dari Net TV sambil ngeluarin Id Card. Setelah itu dari arah samping, ada salah satu anggota yang memukul helm belakang saya menggunakan besi. Karena kondisi agak gelap, saya merasa ada pukulan di bagian wajah tepatnya di pipi kemudian diikuti tendangan di bekalang," ungkap Sony, Minggu (2/10/16).
Sementara itu, Kapolres Madiun Kota, AKBP. Susatyo Purnomo Condro menyesalkan insiden tersebut. Menindaklanjuti hal itu, jajarannya akan melakukan koordinasi dengan Detasemen Polisi Militer (Denpom) dan kepala satuan TNI AD.
"Tentunya insiden tersebut kita sesalkan, tapi menurut laporan memang petugas pengamanan sedang melakukan tugas pengamanan, karena pada saat tersebut ada kecelakaan, ada senggolan antara massa (pesilat) dengan masyarakat (ibu-ibu), sehingga petugas pengamanan berusaha untuk mengamankan," pungkasnya. (p-76)

Baca

Peringati Hari Kesaktian pancasila, Pemkab Madiun Gelar Upacara Di Monumen Kresek

Madiun, Investigasi : Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2016 ini diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dengan menggelar upacara di Monumen Kresek, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Jumat, (1/10/16)
Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Madiun H. Muhtarom, dengan Komandan Upacara Kapten Kav. Umar dari Kodim 0803 Madiun. Sedangkan pembaca Ikrar adalah, Djoko Setijono, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, dan Pembaca UUD 1945 Triyana Rahayu Saputri dari SMA KA. Basyariyah Dagangan.
 Hadir pada kesempatan ini, Perwakian Danrem 081 Madiun, Wakil Bupati Madiun, Ketua dan anggota DPRD, Forpimda, Sekda, Kepala SKPD, Camat, TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kab. Madiun, Persit, Bhayangkari, Kepala Desa se Kec. Wungu dan Kare, Ormas, Banser, Pelajar, Pramuka, TNI/POLRI, Polhut dll.

Setelah kegiatan upacara berakhir, Bupati Madiun bersama undangan lainnya dan juga Pelajar dan Pramuka berkenan meninjau monumen keganasan PKI 1948 di Madiun. Dengan dipandu oleh Kasi Kebudayaan pada Dinas Pendidikan Kab. Madiun semua yang hadir ikut mendengarkan penjelasan peristiwa keganasan PKI 1948 di Madiun.
 Dalam penjelasannya, Bupati Madiun mengatakan bahwa Upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2016 yang bertemakan “Karya Nyata Untuk Kemajuan Bangsa Sebagai Wujud Pengamalan Pancasila” 
“Tujuannya untuk menghormati jasa para korban keganasan PKI sekaligus untuk memberikan motivasi kepada generasi muda/anak bangsa yang akan meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa,” kata H. Muhtarom, Bupati Madiun.
Disamping itu, kegiatan upacara Kesaktian Pancasila ini juga untuk memberikan pemahaman kepada kaum muda di Madiun khususnya, bahwa orang Madiun bukan keturunan PKI. Sebagaimana kita ketahui, bahwa sebagian orang telah membuat opini yang terbalik dan ini harus diluruskan. Masyarakat harus tahu, bahwa orang Madiun bukan keturunan PKI tetapi merupakan keturunan dari Demak (Ulama),” tegas Muhtarom. 
Untuk memberikan pemahaman akan hal itu, berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Salah satunya adalah dengan menggelar istighotsah untuk para Korban Keganasan PKI.
“kita ketahui, PKI telah melakukan pemberontakan di negara kita ini, tetapi ada sebagian orang yang mencoba membuat berita bahwa PKI telah dikhianati. Hal itu yang harus diluruskan. Bukan PKI yang di khianati tetapi mereka yang berkhianat dan melakukan Pemberontakan,” pungkas Bupati Madiun. 

Setelah upacara Komandan Kodim 0803 Madiun juga menyerahkan Video Dokumenter kesaksian para pelaku sejarah korban keganasan PKI kepada Bupati Madiun. (p-76)
Madiun, Investigasi : Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2016 ini diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dengan menggelar upacara di Monumen Kresek, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Jumat, (1/10/16)
Bertindak selaku Inspektur Upacara Bupati Madiun H. Muhtarom, dengan Komandan Upacara Kapten Kav. Umar dari Kodim 0803 Madiun. Sedangkan pembaca Ikrar adalah, Djoko Setijono, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, dan Pembaca UUD 1945 Triyana Rahayu Saputri dari SMA KA. Basyariyah Dagangan.
 Hadir pada kesempatan ini, Perwakian Danrem 081 Madiun, Wakil Bupati Madiun, Ketua dan anggota DPRD, Forpimda, Sekda, Kepala SKPD, Camat, TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kab. Madiun, Persit, Bhayangkari, Kepala Desa se Kec. Wungu dan Kare, Ormas, Banser, Pelajar, Pramuka, TNI/POLRI, Polhut dll.

Setelah kegiatan upacara berakhir, Bupati Madiun bersama undangan lainnya dan juga Pelajar dan Pramuka berkenan meninjau monumen keganasan PKI 1948 di Madiun. Dengan dipandu oleh Kasi Kebudayaan pada Dinas Pendidikan Kab. Madiun semua yang hadir ikut mendengarkan penjelasan peristiwa keganasan PKI 1948 di Madiun.
 Dalam penjelasannya, Bupati Madiun mengatakan bahwa Upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2016 yang bertemakan “Karya Nyata Untuk Kemajuan Bangsa Sebagai Wujud Pengamalan Pancasila” 
“Tujuannya untuk menghormati jasa para korban keganasan PKI sekaligus untuk memberikan motivasi kepada generasi muda/anak bangsa yang akan meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa,” kata H. Muhtarom, Bupati Madiun.
Disamping itu, kegiatan upacara Kesaktian Pancasila ini juga untuk memberikan pemahaman kepada kaum muda di Madiun khususnya, bahwa orang Madiun bukan keturunan PKI. Sebagaimana kita ketahui, bahwa sebagian orang telah membuat opini yang terbalik dan ini harus diluruskan. Masyarakat harus tahu, bahwa orang Madiun bukan keturunan PKI tetapi merupakan keturunan dari Demak (Ulama),” tegas Muhtarom. 
Untuk memberikan pemahaman akan hal itu, berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Salah satunya adalah dengan menggelar istighotsah untuk para Korban Keganasan PKI.
“kita ketahui, PKI telah melakukan pemberontakan di negara kita ini, tetapi ada sebagian orang yang mencoba membuat berita bahwa PKI telah dikhianati. Hal itu yang harus diluruskan. Bukan PKI yang di khianati tetapi mereka yang berkhianat dan melakukan Pemberontakan,” pungkas Bupati Madiun. 

Setelah upacara Komandan Kodim 0803 Madiun juga menyerahkan Video Dokumenter kesaksian para pelaku sejarah korban keganasan PKI kepada Bupati Madiun. (p-76)
Baca

Amankan Perayaan Malam Suro, Polda Jatim Terjunkan Ribuan Personil

Madiun Kota, Investigasi : Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat pelaksanaan kegiatan Satu Suro (Muharram) dan Prosesi Suran Agung yang melibatkan banyak peserta, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur bersama Polres Madiun dan jajarannya menggelar Apel Gelar Pasukan dihalaman Mapolres Madiun Kota, Kamis (29/9/16).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Brigadir Jenderal Polisi Gatot Subroto, Wakapolda Jawa Timur. Rencananya pihak Kepolisian akan mengerahkan sekitar 1.500 personil untuk mengamankan pergantian tahun baru Islam 1438 Hijriyah. Belum lagi pasukan akan diperkuat bantuan dari TNI dan unsur Pemerintah Daerah.
Saat menyampaikan amanatnya, Brigjend Gatot Subroto menyampaikan bahwa Madiun punya tradisi unik saat merayakan malam Satu Suro, didaerah lain malam Satu Suro dilaksanakan secara religius namun di beberapa Perguruan Pencak Silat di Madiun malah punya tradisi nyekar dimakam leluhur perguruan.
Disinilah, ungkap Wakapolda akar kerawanan bermula, karena beberapa Perguruan Pencak Silat ini mempunyai agenda kegiatan yang sama sehingga rawan terjadi gesekan antar peserta. “Kerawanannya justru di Madiun itu ada beberapa perguruan pencak silat, sehingga kemungkinan terjadi gesekan atau perkelahian akibat persaingan diantara mereka," ungkapnya, Kamis (29/9/16).
Upaya efektif yang dilakukan petugas tahun lalu akan diterapkan kembali untuk pelaksanaan pengamanan perayaan Suro dan Suran Agung. “Kepolisian kembali memberlakukan penyekatan, agar para pesilat dari daerah lain, tidak masuk wilayah Madiun. Namun demikian, jajaran kepolisian tetap menghargai kegiatan ritual keagamaan yang dilakukan masyarakat maupun para perguruan pencak silat,” tegas wakapolda Jawa Timur dihadapan personil.
Selain itu, jajaran Polres Madiun Kota akan melaksanakan operasi madiri yang digelar selama 12 hari mulai Jumat (30/9/16) sampai dengan Selasa (11/10/16). “Operasi Mandiri ini akan mengedepankan tindakan preventif dan pendekatan humanis pada anggota perguruan pencak silat agar timbul sikap saling menghormati antar perguruan.,” pungkasnya. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat pelaksanaan kegiatan Satu Suro (Muharram) dan Prosesi Suran Agung yang melibatkan banyak peserta, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur bersama Polres Madiun dan jajarannya menggelar Apel Gelar Pasukan dihalaman Mapolres Madiun Kota, Kamis (29/9/16).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Brigadir Jenderal Polisi Gatot Subroto, Wakapolda Jawa Timur. Rencananya pihak Kepolisian akan mengerahkan sekitar 1.500 personil untuk mengamankan pergantian tahun baru Islam 1438 Hijriyah. Belum lagi pasukan akan diperkuat bantuan dari TNI dan unsur Pemerintah Daerah.
Saat menyampaikan amanatnya, Brigjend Gatot Subroto menyampaikan bahwa Madiun punya tradisi unik saat merayakan malam Satu Suro, didaerah lain malam Satu Suro dilaksanakan secara religius namun di beberapa Perguruan Pencak Silat di Madiun malah punya tradisi nyekar dimakam leluhur perguruan.
Disinilah, ungkap Wakapolda akar kerawanan bermula, karena beberapa Perguruan Pencak Silat ini mempunyai agenda kegiatan yang sama sehingga rawan terjadi gesekan antar peserta. “Kerawanannya justru di Madiun itu ada beberapa perguruan pencak silat, sehingga kemungkinan terjadi gesekan atau perkelahian akibat persaingan diantara mereka," ungkapnya, Kamis (29/9/16).
Upaya efektif yang dilakukan petugas tahun lalu akan diterapkan kembali untuk pelaksanaan pengamanan perayaan Suro dan Suran Agung. “Kepolisian kembali memberlakukan penyekatan, agar para pesilat dari daerah lain, tidak masuk wilayah Madiun. Namun demikian, jajaran kepolisian tetap menghargai kegiatan ritual keagamaan yang dilakukan masyarakat maupun para perguruan pencak silat,” tegas wakapolda Jawa Timur dihadapan personil.
Selain itu, jajaran Polres Madiun Kota akan melaksanakan operasi madiri yang digelar selama 12 hari mulai Jumat (30/9/16) sampai dengan Selasa (11/10/16). “Operasi Mandiri ini akan mengedepankan tindakan preventif dan pendekatan humanis pada anggota perguruan pencak silat agar timbul sikap saling menghormati antar perguruan.,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Hujan Semalam Suntuk, Kwadungan Terendam Banjir

Ngawi, Investigasi : Hujan yang turun semalam suntuk hingga pagi harinya membuat debit air di Sungai Madiun (Bengawan Madiun) meluap. Bahkan aliran sungai yang bermuara di Bengawan Solo ini tidak bisa menampung air dari sungai-sungai kecil yang menginduk di Bengawan Madiun dan akibatnya banjir melanda disepanjang aliran Bengawan Madiun.
Bukan hanya Jalan Raya Kwadungan tepatnya di Desa Purwosari dan Desa Simo, Kecamatan Kwadungan yang terendam air setinggi satu meter. Bahkan beberapa dukuh diwilayah Desa Simo dan Purwosari terkepung oleh banjir hingga malam hari.
Menurut Sukiman, Warga Desa Purwosari, air datang pada pagi hari, Rabu (28/9/16) setelah hujan reda. “Saya bangun pada waktu subuh air belum naik, tapi menjelang hujan reda sekitar jam 7 pagi air mulai datang dan naik terus,” ungkapnya pada Wartawan Investigasi.
Ketika Wartawan Investigasi mencoba masuk dan melewati dukuh Serut, Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan tampak areal pemakaman umum desa setempat juga ikut terendam. Menurut Karji, Warga setempat, areal tersebut merupakan langganan banjir bila aliran air sungai meluap.
Tampak mobil patroli dari Polsek Kwadungan terus mondar-mandir membantu siswa sekolah yang terjebak banjir. Selain Desa Simo dan Puwosari, desa lain yang terdampak oleh banjir adalah Desa Bendo, Kecamatan Padas. Banjir yang melanda Desa Bendo tersebut semakin malam malah semakin naik sehingga banyak warga yang mengungsi dirumah sanak keluarganya untuk menyelamatkan diri sembari membawa ternak mereka.
Namun, banyak juga yang bertahan di rumah masing-masing dengan alasan untuk menjaga harta bendanya. "Ini saya mau memgungsi. Dari pagi hujan tak surut -surut. Saya pikir bakal surut, eh malah semakin naik debit airnya," kata Yatmin, salah satu warga, Rabu (28/9/16) malam.
Akibatnya, aktivitas di lokasi yang terdampak banjir terganggu. Arus lalulintas berhenti total. Masyarakat berharap banjir yang melanda wilayahnya agar segera surut sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti semula. (p-76/yyk)
Ngawi, Investigasi : Hujan yang turun semalam suntuk hingga pagi harinya membuat debit air di Sungai Madiun (Bengawan Madiun) meluap. Bahkan aliran sungai yang bermuara di Bengawan Solo ini tidak bisa menampung air dari sungai-sungai kecil yang menginduk di Bengawan Madiun dan akibatnya banjir melanda disepanjang aliran Bengawan Madiun.
Bukan hanya Jalan Raya Kwadungan tepatnya di Desa Purwosari dan Desa Simo, Kecamatan Kwadungan yang terendam air setinggi satu meter. Bahkan beberapa dukuh diwilayah Desa Simo dan Purwosari terkepung oleh banjir hingga malam hari.
Menurut Sukiman, Warga Desa Purwosari, air datang pada pagi hari, Rabu (28/9/16) setelah hujan reda. “Saya bangun pada waktu subuh air belum naik, tapi menjelang hujan reda sekitar jam 7 pagi air mulai datang dan naik terus,” ungkapnya pada Wartawan Investigasi.
Ketika Wartawan Investigasi mencoba masuk dan melewati dukuh Serut, Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan tampak areal pemakaman umum desa setempat juga ikut terendam. Menurut Karji, Warga setempat, areal tersebut merupakan langganan banjir bila aliran air sungai meluap.
Tampak mobil patroli dari Polsek Kwadungan terus mondar-mandir membantu siswa sekolah yang terjebak banjir. Selain Desa Simo dan Puwosari, desa lain yang terdampak oleh banjir adalah Desa Bendo, Kecamatan Padas. Banjir yang melanda Desa Bendo tersebut semakin malam malah semakin naik sehingga banyak warga yang mengungsi dirumah sanak keluarganya untuk menyelamatkan diri sembari membawa ternak mereka.
Namun, banyak juga yang bertahan di rumah masing-masing dengan alasan untuk menjaga harta bendanya. "Ini saya mau memgungsi. Dari pagi hujan tak surut -surut. Saya pikir bakal surut, eh malah semakin naik debit airnya," kata Yatmin, salah satu warga, Rabu (28/9/16) malam.
Akibatnya, aktivitas di lokasi yang terdampak banjir terganggu. Arus lalulintas berhenti total. Masyarakat berharap banjir yang melanda wilayahnya agar segera surut sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti semula. (p-76/yyk)
Baca

Walikota Yakin, Malam Grebeg Suro, Kota Madiun Kondusif

Madiun Kota, Investigasi : Anggapan perayaan malam satu suro atau yang lebih dikenal dengan sebutan Grebeg Suro sangat rawan akan gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) ditepis oleh Bambang Irianto, Walikota Madiun.
Jauh hari, Walikota Madiun mengajak bicara para stakeholder dan para pengurus Perguruan Silat serta ratusan masyarakat agar masyarakat bisa merasa nyaman saat pelaksanaan Grebeg Suro berlangsung.
Ajakan ini disampaikan oleh Walikota Madiun saat menggelar acara rapat koordinasi peningkatan Kamtibmas di aula Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (28/9/2016). Bambang Irianto meminta masyarakat tidak resah saat menghadapi perayaan Grebeg Suro atau pergantian tahun Islam 1438 Hijriyah. “Grebeg Suro itu tidak menakutkan. Malah kalau bisa Grebeg Suro harus dikemas secara bagus sehingga kondusifitas bisa terjaga,” ungkap Bambang Irianto, Walikota Madiun dihadapan ratusan masyarakat Manguharjo.
Walaupun di Madiun ada dua Perguruan Pencak Silat terbesar se Indonesia, Walikota Madiun mengaku tidak khawatir karena setiap tahun penyelenggaraan Grebeg Suro selalu dievaluasi dan hasilnya memuaskan. “Saya minta masyarakat juga ikut mempertahankan situasi agar tetap kondusif,” lanjutnya.
Untuk menjaga agar situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga, diminta Aparat Penegak Hukum ikut aktif memberikan informasi terkait tentang kondisi Kamtibmas di Kota Madiun. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengaktifkan siskamling sehingga bisa meminimalkan kejadian kriminal diwilayah masing-masing.
Walikota Madiun berharap agar masyarakat Kota Madiun memahami makna Grebeg Suro serta bisa ikut berperan aktif dalam menjaga Kamtibmas dilingkungan masing-masing. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Anggapan perayaan malam satu suro atau yang lebih dikenal dengan sebutan Grebeg Suro sangat rawan akan gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) ditepis oleh Bambang Irianto, Walikota Madiun.
Jauh hari, Walikota Madiun mengajak bicara para stakeholder dan para pengurus Perguruan Silat serta ratusan masyarakat agar masyarakat bisa merasa nyaman saat pelaksanaan Grebeg Suro berlangsung.
Ajakan ini disampaikan oleh Walikota Madiun saat menggelar acara rapat koordinasi peningkatan Kamtibmas di aula Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (28/9/2016). Bambang Irianto meminta masyarakat tidak resah saat menghadapi perayaan Grebeg Suro atau pergantian tahun Islam 1438 Hijriyah. “Grebeg Suro itu tidak menakutkan. Malah kalau bisa Grebeg Suro harus dikemas secara bagus sehingga kondusifitas bisa terjaga,” ungkap Bambang Irianto, Walikota Madiun dihadapan ratusan masyarakat Manguharjo.
Walaupun di Madiun ada dua Perguruan Pencak Silat terbesar se Indonesia, Walikota Madiun mengaku tidak khawatir karena setiap tahun penyelenggaraan Grebeg Suro selalu dievaluasi dan hasilnya memuaskan. “Saya minta masyarakat juga ikut mempertahankan situasi agar tetap kondusif,” lanjutnya.
Untuk menjaga agar situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga, diminta Aparat Penegak Hukum ikut aktif memberikan informasi terkait tentang kondisi Kamtibmas di Kota Madiun. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengaktifkan siskamling sehingga bisa meminimalkan kejadian kriminal diwilayah masing-masing.
Walikota Madiun berharap agar masyarakat Kota Madiun memahami makna Grebeg Suro serta bisa ikut berperan aktif dalam menjaga Kamtibmas dilingkungan masing-masing. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100