Berita Terkini

Antisipasi Narkoba, Kodim 0803/Madiun Lakukan Test Urine Ke Anggota

Madiun, Investigasi : Untuk membentengi para anggotanya agar tidak terjerumus dalam lingkaran setan narkoba, Komandan Kodim 0803/Madiun, Letkol Infantri Rachman Fikri, mengadakan kegiatan test urine.
Kegiatan ini merupakan program dari satuan atas yang digelar tiap triwulan sekali sebagai langkah antisipasi penanggulangan narkoba di lingkup anggota TNI. “Test urine ini sebagai antisipasi pengamanan terhadap anggota TNI di internal anggota Kodim 0803/ Madiu,” ungkapnya..
 Sesuai dengan program TNI kegiatan tersebut di ikuti sekitar 200 orang dari Militer dan 100 orang dari Persit yang di sinergitaskan dengan pihak Polres Madiun Kota sebagai narasumbernya. “Agar prajurit jangan sampai terlibat dan terpengaruh dalam bentuk apapun apalagi sampai menjadi pengedar ataupun pemasok narkoba, karena ancamannya cukup berat yakni berhenti jadi Tentara," lanjutnya.
Hasil test urin ini akan dikirim ke laboratorium Kodim 0803/Madiun agar hasilnya lebih jelas. Namun menilik hasil test yang terdahulu, tidak ada hasil yang menggunakan narkoba atau indikasi apapun yang mengandung narkoba.
Komandan Kodim 0803/Madiun menegaskan bahwa apabila nanti ada anggota yang terbukti mengkonsumsi narkoba, akan ditindak tegas. “Ya selain diproses secara hokum, nanti juga akan diberhentikan secara tidak hormat dari anggota TNI,” tegasnya.
Diharapkan, anggota TNI bisa menjaga wibawa TNI dimata masyarakat maupun kesatuan sehingga bisa menjadi teladan yang baik. “anggota TNI harus bisa menjadi teladan yang baik di masyarakat maupun keluarganya,” pungkas Komandan Kodim 0803/Madiun, Letkol Infantri Rachman Fikri. (p-76)
Madiun, Investigasi : Untuk membentengi para anggotanya agar tidak terjerumus dalam lingkaran setan narkoba, Komandan Kodim 0803/Madiun, Letkol Infantri Rachman Fikri, mengadakan kegiatan test urine.
Kegiatan ini merupakan program dari satuan atas yang digelar tiap triwulan sekali sebagai langkah antisipasi penanggulangan narkoba di lingkup anggota TNI. “Test urine ini sebagai antisipasi pengamanan terhadap anggota TNI di internal anggota Kodim 0803/ Madiu,” ungkapnya..
 Sesuai dengan program TNI kegiatan tersebut di ikuti sekitar 200 orang dari Militer dan 100 orang dari Persit yang di sinergitaskan dengan pihak Polres Madiun Kota sebagai narasumbernya. “Agar prajurit jangan sampai terlibat dan terpengaruh dalam bentuk apapun apalagi sampai menjadi pengedar ataupun pemasok narkoba, karena ancamannya cukup berat yakni berhenti jadi Tentara," lanjutnya.
Hasil test urin ini akan dikirim ke laboratorium Kodim 0803/Madiun agar hasilnya lebih jelas. Namun menilik hasil test yang terdahulu, tidak ada hasil yang menggunakan narkoba atau indikasi apapun yang mengandung narkoba.
Komandan Kodim 0803/Madiun menegaskan bahwa apabila nanti ada anggota yang terbukti mengkonsumsi narkoba, akan ditindak tegas. “Ya selain diproses secara hokum, nanti juga akan diberhentikan secara tidak hormat dari anggota TNI,” tegasnya.
Diharapkan, anggota TNI bisa menjaga wibawa TNI dimata masyarakat maupun kesatuan sehingga bisa menjadi teladan yang baik. “anggota TNI harus bisa menjadi teladan yang baik di masyarakat maupun keluarganya,” pungkas Komandan Kodim 0803/Madiun, Letkol Infantri Rachman Fikri. (p-76)
Baca

Musrenbang Kabupaten Madiun, Prioritaskan Pertanian, Pendidikan, Dan Kesehatan

Madiun, Investigasi : Musyawarah Perencaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Madiun dilaksanakan di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun berjalan dengan lancer. Rabu, (2/3/16).
Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Madiun, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Kepala Bappeda Provinsi, Kepala Bakorwil I Madiun, Jajaran SKPD, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, LSM dan Insan Pers.
Diketahui, Musrenbang Kabupaten Madiun ini merupakan rangkaian kegiatan perencanaan pembangunan yang dimulai dari Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan dan Forum SKPD yang merupakan amanat dari Peraturan Meneteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Saat memberikan penjelasan, Sekretaris Bappeda Kabupaten Madiun mengatakan bahwa Musrenbang merupakan forum musyawarah bagi pemangku kepentingan yang dilakukan secara berjenjang dari mulai tingkat Desa sampai dengan Kabupaten. “Ini muerupakan proses partisipatif dalam menyusun RKPD dan nantinya akan kita bawa ke tingkat Provinsi dan Nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut dijabarkan, untuk mencapai visi Kabupaten Madiun Lebih Sejahtera Tahun 2018 harus dilakukan langkah konkrit yaitu dengan memprioritaskan program-program pembangunan yang meliputi Pertanian, Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Keamanan Wilayah dan Lingkungan Hidup.  
Dalam waktu yang sama, Fattah Yasin, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga bias hadir dalam Musrenbang Kabupaten Madiun ini karena diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun sangat tinggi bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. “Ini karena adanya sinergitas yang baik antara Bupati, Jajaran SKPD dan stakeholder yang ada di Kabupaten Madiun,” ujarnya disambut tepuk tangan oleh para peserta Musrenbang.
Sementara itu, Bupati Madiun H. Muhtarom mengataan bahwa saat ini tengah dilakukan penyempurnaan Rancangan RKPD Kabupaten Madiun tahun 2017 menjadi Rancangan Akhir RKPD tahun 2017 dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Madiun tahun 2013 – 2018, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Madiun tahun 2005 – 2025 serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun tahun 2009 – 2029. “Kita lakukan Renja SKPD tahun 2016 menjadi Renja tahun 2017 dengan memperhatikan prioritas pembangunan yang tertuang pada rancangan awal RKPD,” ungkap Muhtarom.

Diharapkan, hasil dari Musrenbang Kabupaten ini bias digunakan sebagai bahan untuk penyempurnaan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017. “Kita susun Platfom Anggaran Sementara yang menjadi acuan penyusunan RAPBD dan pada akhirnya ditetapkan sebagai APBD tahun anggaran 2017,” pungkas Bupati Madiun. (p-76)
Madiun, Investigasi : Musyawarah Perencaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Madiun dilaksanakan di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun berjalan dengan lancer. Rabu, (2/3/16).
Tampak hadir dalam acara tersebut Bupati Madiun, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Kepala Bappeda Provinsi, Kepala Bakorwil I Madiun, Jajaran SKPD, Camat, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, LSM dan Insan Pers.
Diketahui, Musrenbang Kabupaten Madiun ini merupakan rangkaian kegiatan perencanaan pembangunan yang dimulai dari Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan dan Forum SKPD yang merupakan amanat dari Peraturan Meneteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
Saat memberikan penjelasan, Sekretaris Bappeda Kabupaten Madiun mengatakan bahwa Musrenbang merupakan forum musyawarah bagi pemangku kepentingan yang dilakukan secara berjenjang dari mulai tingkat Desa sampai dengan Kabupaten. “Ini muerupakan proses partisipatif dalam menyusun RKPD dan nantinya akan kita bawa ke tingkat Provinsi dan Nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut dijabarkan, untuk mencapai visi Kabupaten Madiun Lebih Sejahtera Tahun 2018 harus dilakukan langkah konkrit yaitu dengan memprioritaskan program-program pembangunan yang meliputi Pertanian, Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Keamanan Wilayah dan Lingkungan Hidup.  
Dalam waktu yang sama, Fattah Yasin, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga bias hadir dalam Musrenbang Kabupaten Madiun ini karena diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun sangat tinggi bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. “Ini karena adanya sinergitas yang baik antara Bupati, Jajaran SKPD dan stakeholder yang ada di Kabupaten Madiun,” ujarnya disambut tepuk tangan oleh para peserta Musrenbang.
Sementara itu, Bupati Madiun H. Muhtarom mengataan bahwa saat ini tengah dilakukan penyempurnaan Rancangan RKPD Kabupaten Madiun tahun 2017 menjadi Rancangan Akhir RKPD tahun 2017 dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Madiun tahun 2013 – 2018, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Madiun tahun 2005 – 2025 serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Madiun tahun 2009 – 2029. “Kita lakukan Renja SKPD tahun 2016 menjadi Renja tahun 2017 dengan memperhatikan prioritas pembangunan yang tertuang pada rancangan awal RKPD,” ungkap Muhtarom.

Diharapkan, hasil dari Musrenbang Kabupaten ini bias digunakan sebagai bahan untuk penyempurnaan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2017. “Kita susun Platfom Anggaran Sementara yang menjadi acuan penyusunan RAPBD dan pada akhirnya ditetapkan sebagai APBD tahun anggaran 2017,” pungkas Bupati Madiun. (p-76)
Baca

BST Untuk Menyambung Silaturahmi Pemerintah Kabupaten Dengan Masyarakat

Madiun, Investigasi : Kegiatan Bhakti Sosial Terpadu (BST) Pemerintah Kab. Madiun telah memasuki putaran  ke 137 dari 198 desa di Kab. Madiun. Pada kesempatan Rabu, 2 Maret 2016 ini BST diselenggarakan di Ds. Krokeh Kec. Sawahan dengan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos dan diikuti oleh Wabup, Ketua DPRD, Forpimda, Sekda, Kepala SKPD dan TP PKK Kab. Madiun, Muspika Kec. Sawahan, Kepala Desa se Kec. Sawahan dan masyarakat Ds. Krokeh.
 Sebagaimana biasa dilaksanakan di desa-desa yang lainnya, kegiatan yang diselenggarakan dalam BST diantaranya : Olahraga Bolla Volly, Sarasehan, Mengunjungi warga kurang mampu dan sedang sakit, Kerja Bhakti pengaspalan jalan, Pelayanan Administrasi, Pelayanan Kesehatan, Donor Darah, Pasar Murah, Pelayanan kesehatan dan Inseminasi Buatan (IB) ternak, Pusyandu, Pelatihan Pembuatan Kue dan kegiatan 10 Prgram Pokok PKK lainnya.
Pada kesempatan sarasehan bersama masyarakat, Bupati Madiun juga berkenan menyerahkan berbagai bantuan diantaranya bantuan alat sekolah untuk 10 siswa SD/MI, bantuan alat sekolah untuk 5 siswa SMP/MTs, 50 paket sembako untuk warga kurang mampu, bantuan perawatan masjid, dan bantuan 1 set meja kursi untuk kantor desa. Disamping itu Bupati Madiun juga mengabulkan beberapa permintaan masyarakat yang diusulkan langsung saat sarasehan, seperti 25 drum aspal untuk perbaikan jalan lingkungan, pupuk organik, Handsprayer, penyambungan listrik untuk 2 rumah warga kurang mampu, ternak kambing, pelatihan rias pengantin, bibit tanaman/sayuran, dan traffic con. Sedangkan permintaan bantuan yang sifatnya dana hibah seperti pembangunan Jalan Usaha Tani, Alat Musik Organ, perbaikan tempat ibadah dan lain-lain diharapkan masyarakat/kelompoknya untuk membuat badan hukum Indonesia. Hal ini penting agar tidak menyalabi undang-undang.   
 Selanjutnya Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menginformasikan, bahwa  informasi saat ini kita sedang memasuki musim penghujan yang diperkirakan akan berlangsung lama dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Banyak hal yang mungkin akan terjadi pada saat musim penghujan seperti ancaman penyakit demam berdarah dan diare serta kemungkinan terjadinya bencana alam. Terkait dengan bahaya penyakit demam berdarah maupun diare, Bupati H. Muhtarom, S.Sos berharap agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Untuk mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah  masyarakat hendaknya melaksanakan 3 M (Menguras tempat air, Menutup tempat air dan Mengubur barang bekas yang dapat digunakan untuk bertelur dan berkebangnya nyamuk). Demikian halnya dengan penyakit diare. Biasanya pada musim penghujan dan musim buah seperti sehingga banyak sekali lalat berterbangan yang bisa menjadi penyebab kita terkena penyakit diare. Karena kedua penyakit (Deman Berdarah dan Diare) ini kalau terlambat penangannya bisa berakibat fatal, maka apabila ada anggota keluarga kita yang sakit dangan suhu badan tinggi hendaknya segera dibawa kedokter, Puskesmas, atau rumah sakit terdekat untuk mengetahui penyebabnya dan diberikan obat yang tepat.
 Sedangkan untuk masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Wilis, Bupati Madiun menghimbau agar saat terjadi hujan lebat hendaknya masyarakat selalu waspada dan memperhatikan peringatan yang diberikan oleh petugas. Apabila dirasa akan terjadi bencana alam, segera keluar rumah mencari tempat berlindung yang aman untuk diri dan keluarga. Kita tinggalkan sejenak harta bend kita, karena keselamatan jiwa keluarga kita lebih penting.
 Dibidang pertanian Bupati H. Muhtarom, S.Sos menghimbau agar petani Kab. Madiun berwawasan bisnis, cari potensi pertanian yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi. Jangan menjual hasil panen saat panen raya karena dipastikan harga turun. Karena curah hujan tinggi, maka dimungkinkan terjadinya hama tanaman, untuk itu petani harus hati-hati dan kepada PPL diminta untuk turun ke sawah, ikut memantau hama tanaman dan juga ketersedian/distribusi pupuk bersubsidi.

 Kios atau distributor pupuk ditekankan agar menjual pupuk sesuai RDKK nya. Jangan melayani yang tidak masuk RDKK karena hal itu akan memunculkan masalah dan timbul kesan pupuk hilang dari pasaran atau langka. Kalau ada Kios/distributor nakal tentunya akan ditindak tegas. (p-76)
Madiun, Investigasi : Kegiatan Bhakti Sosial Terpadu (BST) Pemerintah Kab. Madiun telah memasuki putaran  ke 137 dari 198 desa di Kab. Madiun. Pada kesempatan Rabu, 2 Maret 2016 ini BST diselenggarakan di Ds. Krokeh Kec. Sawahan dengan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos dan diikuti oleh Wabup, Ketua DPRD, Forpimda, Sekda, Kepala SKPD dan TP PKK Kab. Madiun, Muspika Kec. Sawahan, Kepala Desa se Kec. Sawahan dan masyarakat Ds. Krokeh.
 Sebagaimana biasa dilaksanakan di desa-desa yang lainnya, kegiatan yang diselenggarakan dalam BST diantaranya : Olahraga Bolla Volly, Sarasehan, Mengunjungi warga kurang mampu dan sedang sakit, Kerja Bhakti pengaspalan jalan, Pelayanan Administrasi, Pelayanan Kesehatan, Donor Darah, Pasar Murah, Pelayanan kesehatan dan Inseminasi Buatan (IB) ternak, Pusyandu, Pelatihan Pembuatan Kue dan kegiatan 10 Prgram Pokok PKK lainnya.
Pada kesempatan sarasehan bersama masyarakat, Bupati Madiun juga berkenan menyerahkan berbagai bantuan diantaranya bantuan alat sekolah untuk 10 siswa SD/MI, bantuan alat sekolah untuk 5 siswa SMP/MTs, 50 paket sembako untuk warga kurang mampu, bantuan perawatan masjid, dan bantuan 1 set meja kursi untuk kantor desa. Disamping itu Bupati Madiun juga mengabulkan beberapa permintaan masyarakat yang diusulkan langsung saat sarasehan, seperti 25 drum aspal untuk perbaikan jalan lingkungan, pupuk organik, Handsprayer, penyambungan listrik untuk 2 rumah warga kurang mampu, ternak kambing, pelatihan rias pengantin, bibit tanaman/sayuran, dan traffic con. Sedangkan permintaan bantuan yang sifatnya dana hibah seperti pembangunan Jalan Usaha Tani, Alat Musik Organ, perbaikan tempat ibadah dan lain-lain diharapkan masyarakat/kelompoknya untuk membuat badan hukum Indonesia. Hal ini penting agar tidak menyalabi undang-undang.   
 Selanjutnya Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos menginformasikan, bahwa  informasi saat ini kita sedang memasuki musim penghujan yang diperkirakan akan berlangsung lama dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Banyak hal yang mungkin akan terjadi pada saat musim penghujan seperti ancaman penyakit demam berdarah dan diare serta kemungkinan terjadinya bencana alam. Terkait dengan bahaya penyakit demam berdarah maupun diare, Bupati H. Muhtarom, S.Sos berharap agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Untuk mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah  masyarakat hendaknya melaksanakan 3 M (Menguras tempat air, Menutup tempat air dan Mengubur barang bekas yang dapat digunakan untuk bertelur dan berkebangnya nyamuk). Demikian halnya dengan penyakit diare. Biasanya pada musim penghujan dan musim buah seperti sehingga banyak sekali lalat berterbangan yang bisa menjadi penyebab kita terkena penyakit diare. Karena kedua penyakit (Deman Berdarah dan Diare) ini kalau terlambat penangannya bisa berakibat fatal, maka apabila ada anggota keluarga kita yang sakit dangan suhu badan tinggi hendaknya segera dibawa kedokter, Puskesmas, atau rumah sakit terdekat untuk mengetahui penyebabnya dan diberikan obat yang tepat.
 Sedangkan untuk masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Wilis, Bupati Madiun menghimbau agar saat terjadi hujan lebat hendaknya masyarakat selalu waspada dan memperhatikan peringatan yang diberikan oleh petugas. Apabila dirasa akan terjadi bencana alam, segera keluar rumah mencari tempat berlindung yang aman untuk diri dan keluarga. Kita tinggalkan sejenak harta bend kita, karena keselamatan jiwa keluarga kita lebih penting.
 Dibidang pertanian Bupati H. Muhtarom, S.Sos menghimbau agar petani Kab. Madiun berwawasan bisnis, cari potensi pertanian yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi. Jangan menjual hasil panen saat panen raya karena dipastikan harga turun. Karena curah hujan tinggi, maka dimungkinkan terjadinya hama tanaman, untuk itu petani harus hati-hati dan kepada PPL diminta untuk turun ke sawah, ikut memantau hama tanaman dan juga ketersedian/distribusi pupuk bersubsidi.

 Kios atau distributor pupuk ditekankan agar menjual pupuk sesuai RDKK nya. Jangan melayani yang tidak masuk RDKK karena hal itu akan memunculkan masalah dan timbul kesan pupuk hilang dari pasaran atau langka. Kalau ada Kios/distributor nakal tentunya akan ditindak tegas. (p-76)
Baca

Cabuli Siswi SMU Hingga Hamil, 2 Pemuda Ditangkap Polisi

Madiun Kota, Investigasi : Pacaran kebablasan, inilah yang dialami oleh ANF (17), siswa salah satu SMU di Madiun yang kini tengah berbadan dua alias hamil. Setelah didesakoleh kedua orang tuanya, akhirnya ANF mengaku bahwa dirinya dihamili oleh kedua pacarnya.
Tidak terima oleh perbuatan pelaku, akhirnya kedua orang tua korban pun melaporkan kedua pacar ANF tersebut ke Mapolres Madiun Kota. Kasus ini kemudian ditangani oleh unit PPA Polres Madiun Kota dengan tuduhan perbuatan cabul pada anak dibawah umur.
Peristiwa ini terjadi setelah korban berkenalan dengan Zaki alias Indra (19) sekitar bulan September 2015 silam. Dari perkenalan tersebut, Zaki terus melancarkan bujuk rayu dengan ungkapan sayang sehingga ANF luluh dan mau melayani nafsu bejat Zaki berulang ulang di areal persawahan.
Setelah putus dengan Zaki, kemudian ANF berkenalan dengan Uloh alias Ahmi (25), seperti halnya Zaki, ANF bertekuk lutut dengan janji manis dari Ahmi yang mengajaknya berhubungan badan. Padahal ANF tahu bahwa Ahmi telah berkeluarga.
Saat memberikan rilis pada awak media, Kasubbag Humas Polres Mdiun Kota, AKP Ida Royani mengatakan bahwa dari hasil penyelidikan anggota unit PPA Polres Madiun Kota, akhirnya petugas menangkap kedua pacar ANF.
"Dari hasil penyelidikan anggota Unit PPA Polres Madiun Kota, akhirnya menangkap kedua tersangka yang diakui sebagai pacar korban," Kata AKP Ida Royani, Rabu (2/3/2016).

Lebih lanjut dikatakan, kejadian ini sudah berlangsung sejak bulan November silam sehingga mengakibatkan korba hamil. Akibat perbuatanya kedua tersangka harus mendekam didalam penjara dan dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan atau Pasal 82 UURI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan UURI. Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (p-76)
Madiun Kota, Investigasi : Pacaran kebablasan, inilah yang dialami oleh ANF (17), siswa salah satu SMU di Madiun yang kini tengah berbadan dua alias hamil. Setelah didesakoleh kedua orang tuanya, akhirnya ANF mengaku bahwa dirinya dihamili oleh kedua pacarnya.
Tidak terima oleh perbuatan pelaku, akhirnya kedua orang tua korban pun melaporkan kedua pacar ANF tersebut ke Mapolres Madiun Kota. Kasus ini kemudian ditangani oleh unit PPA Polres Madiun Kota dengan tuduhan perbuatan cabul pada anak dibawah umur.
Peristiwa ini terjadi setelah korban berkenalan dengan Zaki alias Indra (19) sekitar bulan September 2015 silam. Dari perkenalan tersebut, Zaki terus melancarkan bujuk rayu dengan ungkapan sayang sehingga ANF luluh dan mau melayani nafsu bejat Zaki berulang ulang di areal persawahan.
Setelah putus dengan Zaki, kemudian ANF berkenalan dengan Uloh alias Ahmi (25), seperti halnya Zaki, ANF bertekuk lutut dengan janji manis dari Ahmi yang mengajaknya berhubungan badan. Padahal ANF tahu bahwa Ahmi telah berkeluarga.
Saat memberikan rilis pada awak media, Kasubbag Humas Polres Mdiun Kota, AKP Ida Royani mengatakan bahwa dari hasil penyelidikan anggota unit PPA Polres Madiun Kota, akhirnya petugas menangkap kedua pacar ANF.
"Dari hasil penyelidikan anggota Unit PPA Polres Madiun Kota, akhirnya menangkap kedua tersangka yang diakui sebagai pacar korban," Kata AKP Ida Royani, Rabu (2/3/2016).

Lebih lanjut dikatakan, kejadian ini sudah berlangsung sejak bulan November silam sehingga mengakibatkan korba hamil. Akibat perbuatanya kedua tersangka harus mendekam didalam penjara dan dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan atau Pasal 82 UURI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan UURI. Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (p-76)
Baca

Tindak Tegas Kasek SMKN 1 Kare Bila Terbukti Pungli

Madiun, Investigasi : Kasus dugaan pungli yang terjadi di SMKN 1 Kare akhirnya sampai juga di telinga Bupati Madiun, H. Muhtarom. Tentu saja hal ini sangat mengecewakan, karena tarikan tanpa mekanisme dan prosedur yang benar yaitu berembug dengan Komite sekolah.
Dalam penjelasannya, Bupati Madiun, H Muhtarom, menyatakan bahwa apabila ada Kepala Sekolah yang melakukan pungli harus ditindak tegas. “Apalagi tarikan tersebut dilakukan secara sepihak,” ungkap Muhtarom.
Sekali lagi ditegaskan, pihaknya akan menegur Kepala Dinas Pendidikan agar lebih tegas lagi mensikapi oknum-oknum Kepala sekolah yang melakukan pungli di sekolahannya.”Hal ini harus disikapi dan harus ditindak tegas bila ada Kepala Sekolah yang melakukan tindakan seperti itu,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Suhardi langsung bereaksi dengan memerintahkan pihak SMKN 1 Kare untuk menghentikan pungutan tersebut. Selain itu, Suhardi akan segera memanggil Kepala Sekolah (Kasek) SMKN 1 Kare untuk di klarifikasi. Dan jika terbukti melakukan pungli, tak tanggung-tanggung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun  bakal memberikan sanksi berupa pemberhentian dari jabatan Kepala Sekolah.
“Seharusnya jika ada yang sifatnya urgent, lebih-lebih menyangkut masalah pungutan, harus dibicarakan dengan komite dan orang tua murid. Seterusnya dibuat surat resmi kepada wali murid. Kalau seperti itu (tanpa rapat komite), namanya ilegal. Itu tidak boleh," terang Suhardi.

Sebelumnya diberitakan, belasan pelajar dan wali murid siswa SMK Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, 
Kedatangam mereka, untuk melaporkan sekaligus memprotes kebijakan sekolah setempat yang telah melakukan pungutan liar (pungli) sebesar Rp 600 ribu tiap siswa dengan dalih untuk pembayaran Uji Kempetensi Kejuruan (UKK). Hal itu dinilai hanya akal-akalan untuk mencari keuntungan semata. Mengingat, di sekolah SMK Negeri lainnya tidak ada pungutan untuk UKK. (p-76)
Madiun, Investigasi : Kasus dugaan pungli yang terjadi di SMKN 1 Kare akhirnya sampai juga di telinga Bupati Madiun, H. Muhtarom. Tentu saja hal ini sangat mengecewakan, karena tarikan tanpa mekanisme dan prosedur yang benar yaitu berembug dengan Komite sekolah.
Dalam penjelasannya, Bupati Madiun, H Muhtarom, menyatakan bahwa apabila ada Kepala Sekolah yang melakukan pungli harus ditindak tegas. “Apalagi tarikan tersebut dilakukan secara sepihak,” ungkap Muhtarom.
Sekali lagi ditegaskan, pihaknya akan menegur Kepala Dinas Pendidikan agar lebih tegas lagi mensikapi oknum-oknum Kepala sekolah yang melakukan pungli di sekolahannya.”Hal ini harus disikapi dan harus ditindak tegas bila ada Kepala Sekolah yang melakukan tindakan seperti itu,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Suhardi langsung bereaksi dengan memerintahkan pihak SMKN 1 Kare untuk menghentikan pungutan tersebut. Selain itu, Suhardi akan segera memanggil Kepala Sekolah (Kasek) SMKN 1 Kare untuk di klarifikasi. Dan jika terbukti melakukan pungli, tak tanggung-tanggung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun  bakal memberikan sanksi berupa pemberhentian dari jabatan Kepala Sekolah.
“Seharusnya jika ada yang sifatnya urgent, lebih-lebih menyangkut masalah pungutan, harus dibicarakan dengan komite dan orang tua murid. Seterusnya dibuat surat resmi kepada wali murid. Kalau seperti itu (tanpa rapat komite), namanya ilegal. Itu tidak boleh," terang Suhardi.

Sebelumnya diberitakan, belasan pelajar dan wali murid siswa SMK Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, 
Kedatangam mereka, untuk melaporkan sekaligus memprotes kebijakan sekolah setempat yang telah melakukan pungutan liar (pungli) sebesar Rp 600 ribu tiap siswa dengan dalih untuk pembayaran Uji Kempetensi Kejuruan (UKK). Hal itu dinilai hanya akal-akalan untuk mencari keuntungan semata. Mengingat, di sekolah SMK Negeri lainnya tidak ada pungutan untuk UKK. (p-76)
Baca

Awal Maret, Kantong Plastik Berbayar Diberlakukan

Madiun Kota Investigasi : Pemberlakuan kantong plastic berbayar yang dimulai per tanggal 1 Maret 2016 di sejumlah Ritel dan Swalayan di Kota Madiun ternyata belum diketahui oleh pihak Pemerintah Kota Madiun khususnya Kantor Lingkungan Hidup Kota Madiun.
Hal ini disebabkan karena pihak Ritel maupun pasar modern di Kota Madiun belum melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Lingkungan Hidup Kota Madiun.  "Saat ini ritel belum ada koordinasi dengan pemerintah daerah. Seharusnya ada koordinasi dengan pemerintah daerah. Tetapi saya tau sudah diberlakukan, kelihatannya itu intruksi dari atasannya masing-masing ritel,"kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Madiun, Muntoro Danardono, Selasa (1/3/16).
Untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat sebagai konsumen, Pemerintah Kota Madiun menghimbau agar pihak Ritel maupun Pasar Modern segera mensosialisasikan pemberlakuan kantong plastic berbayar. “Apalagi, dana yang terkumpul dari kantong plastik berbayar tersebut yang rencananya akan dipergunakan untuk pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR) di lingkungan masyarakat, juga tak jelas.” Lanjut Muntoro.

Dijelaskan, berdasarkan surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 1230/pslb3-ps/2016 harga minimum kantung plastik berbayar tersebut Rp 200 rupiah yang nantinya dana tersebut akan dikelola oleh CSR. “Penggunaan plastik itu digunakan untuk CSR, juga belum tau seperti apa. 
Karena belum ada pembicaraan. Harapan kami CSR dapat dikelola pemerintah daerah," tandasnya. (p-76)
Madiun Kota Investigasi : Pemberlakuan kantong plastic berbayar yang dimulai per tanggal 1 Maret 2016 di sejumlah Ritel dan Swalayan di Kota Madiun ternyata belum diketahui oleh pihak Pemerintah Kota Madiun khususnya Kantor Lingkungan Hidup Kota Madiun.
Hal ini disebabkan karena pihak Ritel maupun pasar modern di Kota Madiun belum melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Lingkungan Hidup Kota Madiun.  "Saat ini ritel belum ada koordinasi dengan pemerintah daerah. Seharusnya ada koordinasi dengan pemerintah daerah. Tetapi saya tau sudah diberlakukan, kelihatannya itu intruksi dari atasannya masing-masing ritel,"kata Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Madiun, Muntoro Danardono, Selasa (1/3/16).
Untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat sebagai konsumen, Pemerintah Kota Madiun menghimbau agar pihak Ritel maupun Pasar Modern segera mensosialisasikan pemberlakuan kantong plastic berbayar. “Apalagi, dana yang terkumpul dari kantong plastik berbayar tersebut yang rencananya akan dipergunakan untuk pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR) di lingkungan masyarakat, juga tak jelas.” Lanjut Muntoro.

Dijelaskan, berdasarkan surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 1230/pslb3-ps/2016 harga minimum kantung plastik berbayar tersebut Rp 200 rupiah yang nantinya dana tersebut akan dikelola oleh CSR. “Penggunaan plastik itu digunakan untuk CSR, juga belum tau seperti apa. 
Karena belum ada pembicaraan. Harapan kami CSR dapat dikelola pemerintah daerah," tandasnya. (p-76)
Baca

Dua Terdakwa Penyimpangan Dana PIK Dituntut Dua Tahun Penjara

Wartajiono Hadi 
Madiun, Investigasi : Kedua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun yaitu Komari dan Budi Cahyono dituntut dengan hukuman 2 tahun penjara dengan denda Rp. 50 juta. Dakwaan ini dianggap sudah sesuai dengan perbuatan kedua terdakwa yaitu melakukan tindakan korupsi penyimpangan sisa dana program Peningkatan Industri Kerajinan (PIK).
Diketahui, kedua pejabat Pemkab Madiun tersebut tersandung kasus dugaan korupsi program peningkatan industri kerajinan atau PIK 2012 di Kabupaten Madiun sebesar Rp 105,1 juta. Sisa dana PIK tersebut ada di Bagian Perekonomian sempat dicairkan dari PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Madiun akhir tahun 2012 lalu.
Dana yang dicairkan tersebut atas sepengetahuan atau persetujuan dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan pada saat itu dijabat Budi Cahyono. Namun dana tidak dimasukkan ke Kas Daerah, melainkan masuk ke rekening pribadi Komari, saat itu sebagai Kabag Perekonomian. Setelah kasus itu mencuat uang itu diambil dan dikembalikan ke Kas Daerah.
Dari kronologis tersebut, Jaksa Penuntut Umum menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31/1999, sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 KUHP.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mejayan Wartajiono Hadi membenarkan tuntutan JPU tersebut. Menurutnya, tuntutan tersebut dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur pada 17 Februari lalu. "JPU menuntut, agar Majelis Hakim yang memeriksa perkara itu untuk menjatuhkan pidana penjara kepada kedua terdakwa ini masing-masing selama dua tahun dan denda Rp 50 juta subsider tiga penjara,” terangnya.

Ditambahkan, tahapan persidangan kedua terdakwa sampai dengan saat ini masih terus berjalan. “Dua pekan lagi kita akan menunggu putusan, kemungkinan Rabu 16 Maret depan itu sudah ada putusan dari hakim,” pungkasnya. (p-76)
Wartajiono Hadi 
Madiun, Investigasi : Kedua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madiun yaitu Komari dan Budi Cahyono dituntut dengan hukuman 2 tahun penjara dengan denda Rp. 50 juta. Dakwaan ini dianggap sudah sesuai dengan perbuatan kedua terdakwa yaitu melakukan tindakan korupsi penyimpangan sisa dana program Peningkatan Industri Kerajinan (PIK).
Diketahui, kedua pejabat Pemkab Madiun tersebut tersandung kasus dugaan korupsi program peningkatan industri kerajinan atau PIK 2012 di Kabupaten Madiun sebesar Rp 105,1 juta. Sisa dana PIK tersebut ada di Bagian Perekonomian sempat dicairkan dari PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Madiun akhir tahun 2012 lalu.
Dana yang dicairkan tersebut atas sepengetahuan atau persetujuan dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan pada saat itu dijabat Budi Cahyono. Namun dana tidak dimasukkan ke Kas Daerah, melainkan masuk ke rekening pribadi Komari, saat itu sebagai Kabag Perekonomian. Setelah kasus itu mencuat uang itu diambil dan dikembalikan ke Kas Daerah.
Dari kronologis tersebut, Jaksa Penuntut Umum menilai kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31/1999, sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 KUHP.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Mejayan Wartajiono Hadi membenarkan tuntutan JPU tersebut. Menurutnya, tuntutan tersebut dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur pada 17 Februari lalu. "JPU menuntut, agar Majelis Hakim yang memeriksa perkara itu untuk menjatuhkan pidana penjara kepada kedua terdakwa ini masing-masing selama dua tahun dan denda Rp 50 juta subsider tiga penjara,” terangnya.

Ditambahkan, tahapan persidangan kedua terdakwa sampai dengan saat ini masih terus berjalan. “Dua pekan lagi kita akan menunggu putusan, kemungkinan Rabu 16 Maret depan itu sudah ada putusan dari hakim,” pungkasnya. (p-76)
Baca

Kota Madiun Terus Berbenah, Pertumbuhan Ekonomi Melaju Pesat

Madiun Kota, Investigasi : Agar program pembangunan di Kota Madiun bisa diketahui oleh masyarakatnya, Pemerintah Kota Madiun mengadakan acara Sosialisasi Perencanaan Pembangunan Kota Madiun yang dikemas dalam kegiatan Forum Kehumasan yang dilaksanakan di Asrama Haji Kota Madiun, Senin (29/2/16).
Tampak hadir dalam acara tersebut, Walikota Madiun, wakil Walikota madiun, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekda Kota Madiun, Jajaran SKPD, para Camat, para Lurah, Tokoh Masyarakat, LSM dan insane Pers.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun mengatakan bahwa acar ini dimaksudkan untuk menyongsong pelaksanaan Musrenbang Kota Madiun. “Disini semua usulan kita tamping sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadap pembangunan di Kota Madiun,” kata walikota Madiun.
Ditegaskan,setelah mendapatkan amanah dari masyarakat, dirinya bukan lagi menjadi wakil dari partai namun semuanya sudah menjadi milik masyarakat Kota Madiun. “Kita semua bukan lagi menjadi wakil partai, tapi sekarang ini semuanya adalah wakil rakyat dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Kota Madiun,” tegasnya.
Dibidang Pembangunan, Pemerintah Kota Madiun terus melakukan berbagai terobosan diberbagai sector sehingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat mengungguli pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bahkan Nasional. “Pertumbuhan ekonomi secara pesat ini juga tidak lepas dari keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk itu, pihaknya bertekad akan terus mengembangkan UMKM agar mampu bersaing di era MEA,” ungkap Bambang Irianto,
Walikota Madiun menegaskan saat ini Pemerintah Kota Madiun akan focus pada bidang pembangunan, pendidikan dan kesehatan. "Untuk pendidikan, kesehatan itu pasti. Yang penting, SD/SMP harus bisa komputer,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Madiun, Totok Sugiarto mengatakan, capaian pembangunan di Kota Madiun dari tahun ke tahun rata-rata mengalami peningkatan. Tercatat, tahun 2011, pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun mencapai 6,79 persen, tahun 2012 sebesar 6,83 persen, tahun 2013 mencapai 7,68 persen dan tahun 2014 sebesar 6,62 persen. Sementara di Jawa Timur, tahun 2014 hanya 5,86 persen, sedangkan nasional 5,02 persen.
Sedangkan dibandingkan tahun 2013, Indeks Kesehatan hanya 78,15 persen , sedangkan tahun 2014 meningkat menjadi 78,43 persen, Indeks Pendidikan sebelumnya 88,84 persen, tahun 2014 mengalami peningkatan menjadi 89,15 persen. Juga Indeks daya beli atau purchasing power parity (PPP) tahun 2013, 67,52 persen, meningkat menjadi 68,33 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami penurunan dari 78,17 persen di tahun 2013, menjadi 77,64 persen di tahun 2014.

"Selain itu, nilai investasi di Kota Madiun sejak tiga tahun terakhir juga meningkat drastis. Tahun 2013 hanya Rp 61,91 miliar, tahun 2014 meningkat menjadi Rp Rp 496,14 miliar dan tahun 2015 kembali meningkat menjadi lebih Rp 1,5 triliun,"katanya. 
Madiun Kota, Investigasi : Agar program pembangunan di Kota Madiun bisa diketahui oleh masyarakatnya, Pemerintah Kota Madiun mengadakan acara Sosialisasi Perencanaan Pembangunan Kota Madiun yang dikemas dalam kegiatan Forum Kehumasan yang dilaksanakan di Asrama Haji Kota Madiun, Senin (29/2/16).
Tampak hadir dalam acara tersebut, Walikota Madiun, wakil Walikota madiun, Ketua DPRD Kota Madiun, Sekda Kota Madiun, Jajaran SKPD, para Camat, para Lurah, Tokoh Masyarakat, LSM dan insane Pers.
Dalam sambutannya, Walikota Madiun mengatakan bahwa acar ini dimaksudkan untuk menyongsong pelaksanaan Musrenbang Kota Madiun. “Disini semua usulan kita tamping sebagai bentuk partisipasi masyarakat terhadap pembangunan di Kota Madiun,” kata walikota Madiun.
Ditegaskan,setelah mendapatkan amanah dari masyarakat, dirinya bukan lagi menjadi wakil dari partai namun semuanya sudah menjadi milik masyarakat Kota Madiun. “Kita semua bukan lagi menjadi wakil partai, tapi sekarang ini semuanya adalah wakil rakyat dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Kota Madiun,” tegasnya.
Dibidang Pembangunan, Pemerintah Kota Madiun terus melakukan berbagai terobosan diberbagai sector sehingga berimbas pada pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat mengungguli pertumbuhan ekonomi Jawa Timur bahkan Nasional. “Pertumbuhan ekonomi secara pesat ini juga tidak lepas dari keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Untuk itu, pihaknya bertekad akan terus mengembangkan UMKM agar mampu bersaing di era MEA,” ungkap Bambang Irianto,
Walikota Madiun menegaskan saat ini Pemerintah Kota Madiun akan focus pada bidang pembangunan, pendidikan dan kesehatan. "Untuk pendidikan, kesehatan itu pasti. Yang penting, SD/SMP harus bisa komputer,"ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Madiun, Totok Sugiarto mengatakan, capaian pembangunan di Kota Madiun dari tahun ke tahun rata-rata mengalami peningkatan. Tercatat, tahun 2011, pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun mencapai 6,79 persen, tahun 2012 sebesar 6,83 persen, tahun 2013 mencapai 7,68 persen dan tahun 2014 sebesar 6,62 persen. Sementara di Jawa Timur, tahun 2014 hanya 5,86 persen, sedangkan nasional 5,02 persen.
Sedangkan dibandingkan tahun 2013, Indeks Kesehatan hanya 78,15 persen , sedangkan tahun 2014 meningkat menjadi 78,43 persen, Indeks Pendidikan sebelumnya 88,84 persen, tahun 2014 mengalami peningkatan menjadi 89,15 persen. Juga Indeks daya beli atau purchasing power parity (PPP) tahun 2013, 67,52 persen, meningkat menjadi 68,33 persen, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami penurunan dari 78,17 persen di tahun 2013, menjadi 77,64 persen di tahun 2014.

"Selain itu, nilai investasi di Kota Madiun sejak tiga tahun terakhir juga meningkat drastis. Tahun 2013 hanya Rp 61,91 miliar, tahun 2014 meningkat menjadi Rp Rp 496,14 miliar dan tahun 2015 kembali meningkat menjadi lebih Rp 1,5 triliun,"katanya. 
Baca

Bupati Ngawi Gelar Panen Raya Padi Serentak, Dandim Ngawi Sebar Babinsa Bantu Petani Perbaiki Irigasi



Ngawi, Investigasi ; Bertempat di Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi belum lama ini ( 29/2 ) telah diselenggarakan Acara Panen Raya Padi Serentak se Indonesia oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Hadir dalam acara tersebut Bupati Ngawi Ir. H. Budu Sulistyono, Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian Dr. Ir. H. Sumarjo Gatot Iranto, M.S, D.A.A, Ketua Komisi IV DPR RI Ibnu Mutajab, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Rahmat Pribadi,Uspinda Kabupaten Ngawi dan Kepala SKPD Kabupaten Ngawi.
          Pada hari itu Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyelenggarakan Panen Raya Padi Serentak se Indonesia yang dilaksanakan di 7 provinsi, yaitu : Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Dari ketujuh provinsi tersebut mencapai seluas 2.927 hektar lahan panen. Untuk Jawa Timur diwakili oleh Kabupaten Ngawi dan selanjutnya Kabupate Ngawi mengambil tempat di Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman, yang merupakan Kecamatan baru dari pengembangan Kecamatan Padas.
          Dalam sambutannya Bupati Ngawi yang akrab dengan sapaan Mbah Kung menyampaikan Syukur Alhamdulillah karena merasa bahwa panen padi kali ini dengan jumlah hasil yang besar. Namun dia menyesalkan karena panen saat ini masuk musim hujan, sehingga harga gabah jatuh, yaitu dalam kisaran harga 2.800 rupiah sampai dengan 3.000 rupiah, dimana harga tersebut jauh dibawah Harga Pokok Pembelian ( HPP ) dari Pemerintah yaitu sekitar 3.700 rupiah. Sehubungan dengan itu Bupati mengharapkan agar BULOG sebagai badan penyangga harga gabah untuk menaikkan harga jual gabah petani. Selain itu Budi Sulistyono juga mengingatkan bahwa di misim kemarau terjadi kelangkaan air, maka di saat musim hujan harus bisa menyimpan air di dalam embung,dam, waduk dan sebagainya.
          Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Gatot Irianto dalam pidatonya menjelaskan, bahwa yang dipanen saat ini adalah dari musim tanam pertama di tahun 2016, jadi seluruh stake holder pertanian harus menyusun rencana pada awal musim panen ini, karena musim panen ini adalah panen raya nasional. Lebih lanjut dia memaparkan bahwa Jawa Timur menghasilkan 4 juta ton gabah kering, dimana BULOG harus membuat perencanaan bagaimana jika harga gabah jatuh di bawah HPP dan BULOG harus bisa menyerap gabah petani.
          Pada hari yang sama ( 29/2 ) beberapa Babinsa di Jajaran Kodim 0805 Ngawi melakukan karya bakti gotong royong membantu petani membangun atau membenahi infra struktur pertanian. Antara lain dilakukan oleh Babinsa Koramil 0805/13 Kedunggalar membantu petani membersihkan saluran irigasi di Desa Wonorejo yang berhubungan dengan irigasi di Desa Wonokerto dan memasang paving di Desa Jati Gembol Kecamatan Kedunggalar.
          Babinsa Koramil 0805/17 Karanganyar bersama masyarakat melanjutkan gotong royong pembuatan parit jalan desa sepanjang 300 meter di Dusun Payak Desa Mengger Kecamatan Karanganyar. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Babinsa Koramil 0805/09 Kendal bersama warga masyarakat gotong royong memperbaiki jalan sepanjang 150 meter.  Babinsa Koramil 0805/04 Padas justru sehari sebelumnya ( 28/2 ) bersama warga masyarakat gotong royong jalan desa sepanjang 250 meter di Kecamatan Padas. (pdy)


Ngawi, Investigasi ; Bertempat di Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi belum lama ini ( 29/2 ) telah diselenggarakan Acara Panen Raya Padi Serentak se Indonesia oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Hadir dalam acara tersebut Bupati Ngawi Ir. H. Budu Sulistyono, Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian Dr. Ir. H. Sumarjo Gatot Iranto, M.S, D.A.A, Ketua Komisi IV DPR RI Ibnu Mutajab, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Rahmat Pribadi,Uspinda Kabupaten Ngawi dan Kepala SKPD Kabupaten Ngawi.
          Pada hari itu Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyelenggarakan Panen Raya Padi Serentak se Indonesia yang dilaksanakan di 7 provinsi, yaitu : Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Dari ketujuh provinsi tersebut mencapai seluas 2.927 hektar lahan panen. Untuk Jawa Timur diwakili oleh Kabupaten Ngawi dan selanjutnya Kabupate Ngawi mengambil tempat di Desa Karangmalang Kecamatan Kasreman, yang merupakan Kecamatan baru dari pengembangan Kecamatan Padas.
          Dalam sambutannya Bupati Ngawi yang akrab dengan sapaan Mbah Kung menyampaikan Syukur Alhamdulillah karena merasa bahwa panen padi kali ini dengan jumlah hasil yang besar. Namun dia menyesalkan karena panen saat ini masuk musim hujan, sehingga harga gabah jatuh, yaitu dalam kisaran harga 2.800 rupiah sampai dengan 3.000 rupiah, dimana harga tersebut jauh dibawah Harga Pokok Pembelian ( HPP ) dari Pemerintah yaitu sekitar 3.700 rupiah. Sehubungan dengan itu Bupati mengharapkan agar BULOG sebagai badan penyangga harga gabah untuk menaikkan harga jual gabah petani. Selain itu Budi Sulistyono juga mengingatkan bahwa di misim kemarau terjadi kelangkaan air, maka di saat musim hujan harus bisa menyimpan air di dalam embung,dam, waduk dan sebagainya.
          Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Gatot Irianto dalam pidatonya menjelaskan, bahwa yang dipanen saat ini adalah dari musim tanam pertama di tahun 2016, jadi seluruh stake holder pertanian harus menyusun rencana pada awal musim panen ini, karena musim panen ini adalah panen raya nasional. Lebih lanjut dia memaparkan bahwa Jawa Timur menghasilkan 4 juta ton gabah kering, dimana BULOG harus membuat perencanaan bagaimana jika harga gabah jatuh di bawah HPP dan BULOG harus bisa menyerap gabah petani.
          Pada hari yang sama ( 29/2 ) beberapa Babinsa di Jajaran Kodim 0805 Ngawi melakukan karya bakti gotong royong membantu petani membangun atau membenahi infra struktur pertanian. Antara lain dilakukan oleh Babinsa Koramil 0805/13 Kedunggalar membantu petani membersihkan saluran irigasi di Desa Wonorejo yang berhubungan dengan irigasi di Desa Wonokerto dan memasang paving di Desa Jati Gembol Kecamatan Kedunggalar.
          Babinsa Koramil 0805/17 Karanganyar bersama masyarakat melanjutkan gotong royong pembuatan parit jalan desa sepanjang 300 meter di Dusun Payak Desa Mengger Kecamatan Karanganyar. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Babinsa Koramil 0805/09 Kendal bersama warga masyarakat gotong royong memperbaiki jalan sepanjang 150 meter.  Babinsa Koramil 0805/04 Padas justru sehari sebelumnya ( 28/2 ) bersama warga masyarakat gotong royong jalan desa sepanjang 250 meter di Kecamatan Padas. (pdy)
Baca

Mitos Gunung Lawu

Magetan, Investigasi : Nama asli gunung Lawu adalah Wukir Mahendra. Menurut legenda, gunung Lawu merupakan kerajaan pertama di pulau Jawa yang dipimpin oleh raja yang dikirim dari Khayangan karena terpana melihat keindahan alam diseputar Gn. Lawu. Sejak jaman Prabu Brawijaya V, raja Majapahit pada abad ke 15 hingga kerajaan Mataram II banyak upacara spiritual diselenggarakan di Gunung Lawu. Hingga saat ini Gunung Lawu masih mempunyai ikatan yang erat dengan Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta terutama pada bulan Suro, para kerabat Keraton sering berjiarah ke tempat-tempat keramat di puncak Gn.Lawu.
Terdapat padang rumput pegunungan banjaran Festuca nubigena yang mengelilingi sebuah danau gunung di kawah tua menjelang Pos terakhir menuju puncak pada ketinggian 3.200 m dpl yang biasanya kering di musim kemarau. Konon pendaki yang mandi berendam di tempat ini, segala keinginannya dapat terkabul. Namun sebaiknya jangan coba-coba untuk mandi di puncak gunung karena airnya sangat dingin.
Rumput yang tumbuh di dasar telaga ini berwarna kuning sehingga airnya kelihatan kuning. Telaga ini diapit oleh puncak Hargo dumilah dengan puncak lainnya. Luas dasar telaga Kuning ini sekitar 4 Ha.
Terdapat sebuah mata air yang disebut Sendang Drajad, sumber air ini berupa sumur dengan garis tengah 2 meter dan memiliki kedalaman 2 meter. Meskipun berada di puncak gunung sumur ini airnya tidak pernah habis atau kering walaupun diambil terus menerus. Air sendang ini dipercaya dapat memberikan mujijat bagi orang yang meminumnya. Juga terdapat bangunan yang berupa bilik-bilik untuk mandi, karena para pejiarah disarankan untuk menyiram badannya dengan air sendang ini dalam hitungan ganjil.
Juga ada sebuah gua yang disebut Sumur Jolotundo menjelang puncak, gua ini gelap dan sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam 5 meter. Gua ini dikeramatkan oleh masyarakat dan sering dipakai untuk bertapa. Sumur ini berupa lubang bergaris tengah sekitar 3 meter. Untuk turun ke dalam sumur harus menggunakan tali dan lampu senter karena gelap. Di dalam sumur terdapat pintu goa dengan garis tengah 90 cm. Konon di dalam sumur Jolotundho ini sering digunakan untuk bertapa, dan digunakan guru-guru untuk memberi wejangan/pelajaran kepada muridnya.
Terdapat sebuah bangunan di sekitar puncak Argodumilah yang disebut Hargo Dalem utuk berjiarah, disinilah tempatnya Eyang Sunan Lawu. Tempat bertahta raja terakhir Majapahit memerintah kerajaan Makhluk halus. Hargo Dalem adalah makam kuno tempak mukswa Sang Prabu Brawijaya. Pejiarah wajib melakukan pisowanan (upacara ritual) sebanyak tujuh kali untuk dapat melihat penampakan Eyang Sunan Lawu. Namun tidak jarang sebelum melakukan tujuh kali pendakian, pejiarah sudah dapat berjumpa dengan Eyang Sunan Lawu.
Di sekitar Hargo Dalem ini banyak terdapat bangunan dari seng yang dapat digunakan untuk bermalam dan berlindung dari hujan dan angin. Terdapat warung makanan dan minuman yang sangat membantu bagi pendaki dan pejiarah yang kelelahan, lapar, dan kedinginan. Inilah keunikan Gunung Lawu dengan ketinggian 3.265 mdpl, terdapat warung di dekat puncaknya.
Pasar Diyeng atau Pasar Setan, berupa prasasti batu yang berblok-blok, pasar ini hanya dapat dilihat secara gaib. Pasar Diyeng akan memberikan berkah bagi para pejiarah yang percaya. Bila berada ditempat ini kemudian secara tiba-tiba kita mendengar suara "mau beli apa dik?" maka segeralah membuang uang terserah dalam jumlah berapapun, lalu petiklah daun atau rumput seolah-olah kita berbelanja, maka sekonyong-konyong kita akan memperoleh kembalian uang dalam jumlah yang sangat banyak. Pasar Diyeng/Pasar Setan ini terletak di dekat Hargo Dalem.
Pawom Sewu terletak di dekat pos 5 Jalur Cemoro Sewu. Tempat ini berbentuk tatanan/susunan batu yang menyerupai candi. Dulunya digunakan bertapa para abdi Raja Parabu Brawijaya V.
Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa.
Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat moksa Prabu Bhrawijaya Raja Majapahit yg terakhir. Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
Raja Majapahit terakir Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping V memiliki salah seorang istri yang berasal dari negeri Tiongkok bernama Putri Cempo dan memiliki putera Raden Patah, Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan Islam di Glagah Wangi (Demak).
Prabu Brawijaya bersemedi dan memperoleh wisik yang pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru (Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.
Prabu Brawijaya dengan hanya disertai abdinya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton naik ke Gunung Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia mukti dan mati mereka  tetap bersama Raja.
Sampailah Prabu Brawijaya bersama 3 orang abdi di puncak Hargodalem. Saat itu Prabu Brawijaya sebelum muksa bertitah kepada ke tiga abdinya. Dan mengangkat Dipa Menggala menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri, jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan mengangkat Wangsa Menggala menjadi patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.
Prabu Brawijaya muksa di Hargo Dalem , sedangkan Sabdo palon muksa di puncak  Harga Dumiling. Karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya Sunan Lawu dan Kyai Jalak kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan /Cakrasurya, dan Pringgodani.
Magetan, Investigasi : Nama asli gunung Lawu adalah Wukir Mahendra. Menurut legenda, gunung Lawu merupakan kerajaan pertama di pulau Jawa yang dipimpin oleh raja yang dikirim dari Khayangan karena terpana melihat keindahan alam diseputar Gn. Lawu. Sejak jaman Prabu Brawijaya V, raja Majapahit pada abad ke 15 hingga kerajaan Mataram II banyak upacara spiritual diselenggarakan di Gunung Lawu. Hingga saat ini Gunung Lawu masih mempunyai ikatan yang erat dengan Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta terutama pada bulan Suro, para kerabat Keraton sering berjiarah ke tempat-tempat keramat di puncak Gn.Lawu.
Terdapat padang rumput pegunungan banjaran Festuca nubigena yang mengelilingi sebuah danau gunung di kawah tua menjelang Pos terakhir menuju puncak pada ketinggian 3.200 m dpl yang biasanya kering di musim kemarau. Konon pendaki yang mandi berendam di tempat ini, segala keinginannya dapat terkabul. Namun sebaiknya jangan coba-coba untuk mandi di puncak gunung karena airnya sangat dingin.
Rumput yang tumbuh di dasar telaga ini berwarna kuning sehingga airnya kelihatan kuning. Telaga ini diapit oleh puncak Hargo dumilah dengan puncak lainnya. Luas dasar telaga Kuning ini sekitar 4 Ha.
Terdapat sebuah mata air yang disebut Sendang Drajad, sumber air ini berupa sumur dengan garis tengah 2 meter dan memiliki kedalaman 2 meter. Meskipun berada di puncak gunung sumur ini airnya tidak pernah habis atau kering walaupun diambil terus menerus. Air sendang ini dipercaya dapat memberikan mujijat bagi orang yang meminumnya. Juga terdapat bangunan yang berupa bilik-bilik untuk mandi, karena para pejiarah disarankan untuk menyiram badannya dengan air sendang ini dalam hitungan ganjil.
Juga ada sebuah gua yang disebut Sumur Jolotundo menjelang puncak, gua ini gelap dan sangat curam turun ke bawah kurang lebih sedalam 5 meter. Gua ini dikeramatkan oleh masyarakat dan sering dipakai untuk bertapa. Sumur ini berupa lubang bergaris tengah sekitar 3 meter. Untuk turun ke dalam sumur harus menggunakan tali dan lampu senter karena gelap. Di dalam sumur terdapat pintu goa dengan garis tengah 90 cm. Konon di dalam sumur Jolotundho ini sering digunakan untuk bertapa, dan digunakan guru-guru untuk memberi wejangan/pelajaran kepada muridnya.
Terdapat sebuah bangunan di sekitar puncak Argodumilah yang disebut Hargo Dalem utuk berjiarah, disinilah tempatnya Eyang Sunan Lawu. Tempat bertahta raja terakhir Majapahit memerintah kerajaan Makhluk halus. Hargo Dalem adalah makam kuno tempak mukswa Sang Prabu Brawijaya. Pejiarah wajib melakukan pisowanan (upacara ritual) sebanyak tujuh kali untuk dapat melihat penampakan Eyang Sunan Lawu. Namun tidak jarang sebelum melakukan tujuh kali pendakian, pejiarah sudah dapat berjumpa dengan Eyang Sunan Lawu.
Di sekitar Hargo Dalem ini banyak terdapat bangunan dari seng yang dapat digunakan untuk bermalam dan berlindung dari hujan dan angin. Terdapat warung makanan dan minuman yang sangat membantu bagi pendaki dan pejiarah yang kelelahan, lapar, dan kedinginan. Inilah keunikan Gunung Lawu dengan ketinggian 3.265 mdpl, terdapat warung di dekat puncaknya.
Pasar Diyeng atau Pasar Setan, berupa prasasti batu yang berblok-blok, pasar ini hanya dapat dilihat secara gaib. Pasar Diyeng akan memberikan berkah bagi para pejiarah yang percaya. Bila berada ditempat ini kemudian secara tiba-tiba kita mendengar suara "mau beli apa dik?" maka segeralah membuang uang terserah dalam jumlah berapapun, lalu petiklah daun atau rumput seolah-olah kita berbelanja, maka sekonyong-konyong kita akan memperoleh kembalian uang dalam jumlah yang sangat banyak. Pasar Diyeng/Pasar Setan ini terletak di dekat Hargo Dalem.
Pawom Sewu terletak di dekat pos 5 Jalur Cemoro Sewu. Tempat ini berbentuk tatanan/susunan batu yang menyerupai candi. Dulunya digunakan bertapa para abdi Raja Parabu Brawijaya V.
Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya : Harga Dalem, Harga Dumilah dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa.
Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat moksa Prabu Bhrawijaya Raja Majapahit yg terakhir. Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.
Raja Majapahit terakir Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping V memiliki salah seorang istri yang berasal dari negeri Tiongkok bernama Putri Cempo dan memiliki putera Raden Patah, Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan Islam di Glagah Wangi (Demak).
Prabu Brawijaya bersemedi dan memperoleh wisik yang pesannya : sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru (Islam) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.
Prabu Brawijaya dengan hanya disertai abdinya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton naik ke Gunung Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang umbul (bayan/ kepala dusun) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia mukti dan mati mereka  tetap bersama Raja.
Sampailah Prabu Brawijaya bersama 3 orang abdi di puncak Hargodalem. Saat itu Prabu Brawijaya sebelum muksa bertitah kepada ke tiga abdinya. Dan mengangkat Dipa Menggala menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib (peri, jin dan sebangsanya) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi/Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan mengangkat Wangsa Menggala menjadi patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.
Prabu Brawijaya muksa di Hargo Dalem , sedangkan Sabdo palon muksa di puncak  Harga Dumiling. Karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya Sunan Lawu dan Kyai Jalak kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan /Cakrasurya, dan Pringgodani.
Baca

Gunung lawu

Magetan, Investigasi : Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Puncak tertinggi gunung Lawu (Puncak Argo Dumilah) berada pada ketingggian 3.265 m dpl.
Kompleks Gunung Lawu ini memiliki luas 400 KM2 dengan Kawah Candradimuka yang masih sering mengeluarkan uap air panas dan bau belerang. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning and Kawah Telaga Lembung Selayur.
Banyak sekali tempat-tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat sehingga tidak hanya anak muda, tetapi banyak orang tua yang mendaki gunung Lawu untuk berjiarah. Masyarakat Jawa percaya bahwa puncak gunung Lawu dahulunya adalah merupakan kerajaan yang pertama kali di pulau Jawa. Gunung Lawu ini sangat berarti bagi Masyarakat Jawa terutama mereka yang masih percaya dengan Dunia Gaib. Terdapat banyak tempat wisata disekitar gunung Lawu seperti Telaga Sarangan, Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmanu, Candi Sukuh, Sangiran, Kraton Solo.
Gunung Lawu dapat didaki lewat Cemoro Kandang (Jawa Tengah) atau Cemoro Sewu (Jawa Timur), jarak kedua tempat ini tidaklah begitu jauh. Dari Tawangmangu kita bisa naik mobil Omprengan menuju Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang.
Apabila terlalu sore kita harus mencarter mobil dan bila tidak ada mobil kita harus berjalan kaki sekitar 9,5 Km menuju Cemoro Kandang atau 10 Km menuju Cemoro Sewu. Mobil terakhir omprengan biasanya sekitar pukul 17.00, namun bila sedang ramai kadangkala jam 19.00 masih ada mobil omprengan.
Di Cemoro Sewu terdapat pemancar TVRI yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Cemoro Sewu berada pada ketinggian 1.600 mdpl, sore hari udara di tempat ini sudah terasa dingin sekali. Para pendaki biasanya beristirahat di pos Cemoro Sewu untuk menunggu malam hari tiba, karena pendakian terbaik pada malam hari ( 21.00 - 23.00 ) dan kita sampai dipuncak menjelang pagi untuk menyaksikan sunrise. Terdapat sebuah mushola dan MCK yang memiliki enam buah kamar mandi dan WC.
Kawasan Cemoro Sewu kini semakin dipercantik dan diperlebar sehingga menyerupai suasana puncak pass di Bogor - Cianjur. Kalau di sepanjang tepi jalan di Puncak Pass Bogor - Cianjur dipenuhi dengan pedagang jagung bakar maka di "Puncak Pass" Cemoro Sewu ini dipenuhi dengan para pedagang sate kelinci dan sate "jamu" yang berjajar disepanjang tepian jalan. Kawasan Cemoro Sewu sekarang sangat populer di kalangan muda-mudi di yogya, Solo, Sragen, Karanganyar dan sekitarnya, yang biasanya ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Tempat ini menjadi lokasi nongkrong sambil berpacaran atau sekalian berwisata ke Telaga Sarangan dan Air Terjun Grojogan Sewu. Jalan diperlebar dengan memotong tebing-tebing dan dibelah menjadi dua jalur. Di tengah jalan dibuat trotoar pembatas jalan yang dilengkapi dengan lampu-lampu cantik mirip jalan malioboro di Yogya.
Jalur Cemoro Sewu memiliki jalan setapak berbatu yang sudah tertata rapi. Awal perjalanan jalur ditumbuhi oleh pohon-pohon Cemara, karena lebatnya hutan Cemara yang tumbuh maka daerah ini dinamai Cemoro Sewu (Seribu Cemara). Pemandangan kontras segera muncul setelah melewati hutan Cemara. Di kiri kanan jalur terdapat kebun sayur hingga mencapai Pos 1. Sementara di sela-sela Kebun Sayuran pohon- pohon sisa kebakaran nampak kering, menunggu untuk roboh.
Sebelum sampai Pos 1 terdapat Sumber Air Wesanan dipuncak gunung kita menemukan tempat-tempat mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat. Jalur mendatar dan sedikit menanjak hingga Pos Pertama. Pos pertama kami bertemu dengan pendaki lain yang sedang beristirahat, di sini juga terdapat sebuah bangunan untuk beristirahat juga ada sebuah warung makanan, yang buka pada hari Kamis-Minggu dan pada musim-musim ramai pendakian dan ramai orang berjiarah.
Menuju Pos 2 jalur melewati batu-batuan dengan kemiringan yang cukup tajam. Kita akan melewati tempat keramat yakni Watu Jago, sebuah batu besar yang bentuknya menyerupai ayam jago.
Pos 2 berupa dataran yang agak luas, banyak ditumbuhi pohon-pohon besar dan banyak batu besar, sehingga pendaki dapat membuat tenda ditempat ini dengan nyaman karena terlindung dari hempasan angin. Bila ramai di Pos 2 ini juga sering terdapat pedagang makanan. Di Pos ini terdapat bangunan beratap yang sering digunakan para pedagang untuk berjualan makanan.
Dari Pos 2 menuju Pos 3 Jalur batu-batuan semakin curam dan menanjak. Di jalur ini terdapat asap belerang sehingga pendaki disarankan untuk tidak berlama-lama beristirahat di Pos 3. Menuju Pos 4 jalur menanjak, merangkak pada batu-batuan.
Pos 4 hanya berupa tempat datar yang sempit yang berada di cerukan tebing batu, hanya cukup untuk mendirikan satu buah tenda, tempat ini sedikit terlindung dari hempasan angin.
Setelah melewati Pos 4 kami sudah berada dilereng yang curam, angin sangat kencang dan dingin sekali. Jalanan sangat sempit dan curam, Ade badannya hampir beku, kami berusaha mencari celah bukit untuk berlindung dari angin. Kami menemukan sedikit celah dan cukup luas untuk berempat beristirahat. Kami kumpulkan sisa-sisa api unggun pendaki lainnya. Lama sekali kami berusaha membuat api unggun , namun tiada kunjung nyala, sementara kami semakin kaku kedinginan. Akhirnya kami membakar kaos kaki dan celana dalam satu persatu untuk menghangatkan badan.
Pos 5 atau Pos Sumur Jolotundo berada di dekat Sumur Jolotundo yang sangat keramat. Pos ini berupa tempat datar terbuka yang luas dapat untuk mendirikan beberapa tenda. Namun di tempat ini kurang terlindung dari hempasan angin.
Dari Pos 5 kita sedikit turun, kemudian sedikit mendaki dan mengelilingi salah satu puncak, untuk menuju ke Sendang Drajad.
Dari Sendang Drajad dapat dilanjutkan ke Puncak Argo Dumilah, atau jalan lagi melingkari salah satu puncak menuju Hargo Dalem. Dari Hargo Dalem pendaki dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalur Cemoro Kandang atau Jalur Candi Seto.

Puncak gunung Lawu pagi itu udaranya sangat bersih kami dapat melihat pantulan matahari di Samudera Indonesia, deburan dan riak ombak Laut Selatan sepertinya sangat dekat. Sangat jelas terlihat kota Wonogiri juga kota-kota di Jawa Timur. Tampak waduk Gajah mungkur di Wonogiri juga dapat terlihat dengan jelas sekali telaga Sarangan yang dikelilingi tempat penginapan.
Magetan, Investigasi : Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Puncak tertinggi gunung Lawu (Puncak Argo Dumilah) berada pada ketingggian 3.265 m dpl.
Kompleks Gunung Lawu ini memiliki luas 400 KM2 dengan Kawah Candradimuka yang masih sering mengeluarkan uap air panas dan bau belerang. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning and Kawah Telaga Lembung Selayur.
Banyak sekali tempat-tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat sehingga tidak hanya anak muda, tetapi banyak orang tua yang mendaki gunung Lawu untuk berjiarah. Masyarakat Jawa percaya bahwa puncak gunung Lawu dahulunya adalah merupakan kerajaan yang pertama kali di pulau Jawa. Gunung Lawu ini sangat berarti bagi Masyarakat Jawa terutama mereka yang masih percaya dengan Dunia Gaib. Terdapat banyak tempat wisata disekitar gunung Lawu seperti Telaga Sarangan, Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmanu, Candi Sukuh, Sangiran, Kraton Solo.
Gunung Lawu dapat didaki lewat Cemoro Kandang (Jawa Tengah) atau Cemoro Sewu (Jawa Timur), jarak kedua tempat ini tidaklah begitu jauh. Dari Tawangmangu kita bisa naik mobil Omprengan menuju Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang.
Apabila terlalu sore kita harus mencarter mobil dan bila tidak ada mobil kita harus berjalan kaki sekitar 9,5 Km menuju Cemoro Kandang atau 10 Km menuju Cemoro Sewu. Mobil terakhir omprengan biasanya sekitar pukul 17.00, namun bila sedang ramai kadangkala jam 19.00 masih ada mobil omprengan.
Di Cemoro Sewu terdapat pemancar TVRI yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Cemoro Sewu berada pada ketinggian 1.600 mdpl, sore hari udara di tempat ini sudah terasa dingin sekali. Para pendaki biasanya beristirahat di pos Cemoro Sewu untuk menunggu malam hari tiba, karena pendakian terbaik pada malam hari ( 21.00 - 23.00 ) dan kita sampai dipuncak menjelang pagi untuk menyaksikan sunrise. Terdapat sebuah mushola dan MCK yang memiliki enam buah kamar mandi dan WC.
Kawasan Cemoro Sewu kini semakin dipercantik dan diperlebar sehingga menyerupai suasana puncak pass di Bogor - Cianjur. Kalau di sepanjang tepi jalan di Puncak Pass Bogor - Cianjur dipenuhi dengan pedagang jagung bakar maka di "Puncak Pass" Cemoro Sewu ini dipenuhi dengan para pedagang sate kelinci dan sate "jamu" yang berjajar disepanjang tepian jalan. Kawasan Cemoro Sewu sekarang sangat populer di kalangan muda-mudi di yogya, Solo, Sragen, Karanganyar dan sekitarnya, yang biasanya ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Tempat ini menjadi lokasi nongkrong sambil berpacaran atau sekalian berwisata ke Telaga Sarangan dan Air Terjun Grojogan Sewu. Jalan diperlebar dengan memotong tebing-tebing dan dibelah menjadi dua jalur. Di tengah jalan dibuat trotoar pembatas jalan yang dilengkapi dengan lampu-lampu cantik mirip jalan malioboro di Yogya.
Jalur Cemoro Sewu memiliki jalan setapak berbatu yang sudah tertata rapi. Awal perjalanan jalur ditumbuhi oleh pohon-pohon Cemara, karena lebatnya hutan Cemara yang tumbuh maka daerah ini dinamai Cemoro Sewu (Seribu Cemara). Pemandangan kontras segera muncul setelah melewati hutan Cemara. Di kiri kanan jalur terdapat kebun sayur hingga mencapai Pos 1. Sementara di sela-sela Kebun Sayuran pohon- pohon sisa kebakaran nampak kering, menunggu untuk roboh.
Sebelum sampai Pos 1 terdapat Sumber Air Wesanan dipuncak gunung kita menemukan tempat-tempat mata air yang dikeramatkan oleh masyarakat. Jalur mendatar dan sedikit menanjak hingga Pos Pertama. Pos pertama kami bertemu dengan pendaki lain yang sedang beristirahat, di sini juga terdapat sebuah bangunan untuk beristirahat juga ada sebuah warung makanan, yang buka pada hari Kamis-Minggu dan pada musim-musim ramai pendakian dan ramai orang berjiarah.
Menuju Pos 2 jalur melewati batu-batuan dengan kemiringan yang cukup tajam. Kita akan melewati tempat keramat yakni Watu Jago, sebuah batu besar yang bentuknya menyerupai ayam jago.
Pos 2 berupa dataran yang agak luas, banyak ditumbuhi pohon-pohon besar dan banyak batu besar, sehingga pendaki dapat membuat tenda ditempat ini dengan nyaman karena terlindung dari hempasan angin. Bila ramai di Pos 2 ini juga sering terdapat pedagang makanan. Di Pos ini terdapat bangunan beratap yang sering digunakan para pedagang untuk berjualan makanan.
Dari Pos 2 menuju Pos 3 Jalur batu-batuan semakin curam dan menanjak. Di jalur ini terdapat asap belerang sehingga pendaki disarankan untuk tidak berlama-lama beristirahat di Pos 3. Menuju Pos 4 jalur menanjak, merangkak pada batu-batuan.
Pos 4 hanya berupa tempat datar yang sempit yang berada di cerukan tebing batu, hanya cukup untuk mendirikan satu buah tenda, tempat ini sedikit terlindung dari hempasan angin.
Setelah melewati Pos 4 kami sudah berada dilereng yang curam, angin sangat kencang dan dingin sekali. Jalanan sangat sempit dan curam, Ade badannya hampir beku, kami berusaha mencari celah bukit untuk berlindung dari angin. Kami menemukan sedikit celah dan cukup luas untuk berempat beristirahat. Kami kumpulkan sisa-sisa api unggun pendaki lainnya. Lama sekali kami berusaha membuat api unggun , namun tiada kunjung nyala, sementara kami semakin kaku kedinginan. Akhirnya kami membakar kaos kaki dan celana dalam satu persatu untuk menghangatkan badan.
Pos 5 atau Pos Sumur Jolotundo berada di dekat Sumur Jolotundo yang sangat keramat. Pos ini berupa tempat datar terbuka yang luas dapat untuk mendirikan beberapa tenda. Namun di tempat ini kurang terlindung dari hempasan angin.
Dari Pos 5 kita sedikit turun, kemudian sedikit mendaki dan mengelilingi salah satu puncak, untuk menuju ke Sendang Drajad.
Dari Sendang Drajad dapat dilanjutkan ke Puncak Argo Dumilah, atau jalan lagi melingkari salah satu puncak menuju Hargo Dalem. Dari Hargo Dalem pendaki dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalur Cemoro Kandang atau Jalur Candi Seto.

Puncak gunung Lawu pagi itu udaranya sangat bersih kami dapat melihat pantulan matahari di Samudera Indonesia, deburan dan riak ombak Laut Selatan sepertinya sangat dekat. Sangat jelas terlihat kota Wonogiri juga kota-kota di Jawa Timur. Tampak waduk Gajah mungkur di Wonogiri juga dapat terlihat dengan jelas sekali telaga Sarangan yang dikelilingi tempat penginapan.
Baca

Bupati Madiun Serahkan 581 SK Kenaikan Pangkat Di Puspem Mejayan

Madiun, Investigasi : Kenaikan Pangkat bagi PNS merupakan sebuah penghargaan yang diberikan Negara atas prestasi kerja, atau penghargaan. Untuk itu hendaknya Kenikan Pangkat yang diperoleh dapat dipandang sebagai Kenaikan Tanggungjawab atas jenjang pangkat baru yang disertai dengan peningkatan prestasi kerja dan perilaku kerja yang lebih baik. Ini juga sebagai bentuk kepercayaan kepada PNS yang teleh menunjukkan prestasi, dedikasi dan etos kerja yang tinggi. Untuk itu syukuri dan realisasikan dalam tidakan nyata, kerja keras, disiplin, jujur dan mampu mengemban amanah sebaik-baiknya.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, senin, 29 Februari 2016 dihalaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kab. Madiun di Mejayan. Hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati Madiun, Sekda , Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala SKPD, dan Camat. Pada kesempatan ini Bupati H. Muhtarom, S.Sos berkenan menyerahkan sedikitnya 581 Surat Keputusan Kenaikan Pangkat kepada PNS Pemkab. Madiun secara simbolis periode 1 April 2016  yang memenuhi persyaratan.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa saat ini kita berada pada sebuah paradigma baru dalam aturan kepegawaian seiring terbitnya UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk itu kita harus membaca, mempelajari dan memahami isi dan materi Undang Undang tersebut, karena didalamnya sangat luas mengatur tata kelola manajemen ASN yang bertujuan untuk menghasilkan Pegawai yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas intervensi politik, dan bersih dari praktik KKN. Harus kita sadari, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan sebuah bentuk profesi yang didalamnya terdapat adanya azas, nilai dasar, kode etik dan kode perilaku serta pengembangan kompetensi.
Ke 581 PNS tersebut masing-masing dari Golongan IV/A s.d IV/B sebanyak 120 orang dan dari Golongan I/B s.d III/D sebanyak 461 orang. Selain itu juga masih ada 205 PNS yang Surat Keputusan Kenaikan Pangkatnya masih dalam proses verifikasi di BKN Jakarta, BKN Kantor Regional II dan BKD Provisi Jawa Timur.
Bupati Madiun juga mengajak kepada seluruh PNS Kab. Madiun untuk bertekat membangun sistem kepegawaian yang selalu mengacu pada azas, nilai dasar, kode etik dank ode perilaku yang secara tidak langsung akan dijadikan parameter penilaian kenierja masing-masing personal sebagai dasar pengembangan karier berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah, serta dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas. (p-76)
Madiun, Investigasi : Kenaikan Pangkat bagi PNS merupakan sebuah penghargaan yang diberikan Negara atas prestasi kerja, atau penghargaan. Untuk itu hendaknya Kenikan Pangkat yang diperoleh dapat dipandang sebagai Kenaikan Tanggungjawab atas jenjang pangkat baru yang disertai dengan peningkatan prestasi kerja dan perilaku kerja yang lebih baik. Ini juga sebagai bentuk kepercayaan kepada PNS yang teleh menunjukkan prestasi, dedikasi dan etos kerja yang tinggi. Untuk itu syukuri dan realisasikan dalam tidakan nyata, kerja keras, disiplin, jujur dan mampu mengemban amanah sebaik-baiknya.
Hal ini disampaikan oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, senin, 29 Februari 2016 dihalaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kab. Madiun di Mejayan. Hadir pada kesempatan ini Wakil Bupati Madiun, Sekda , Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala SKPD, dan Camat. Pada kesempatan ini Bupati H. Muhtarom, S.Sos berkenan menyerahkan sedikitnya 581 Surat Keputusan Kenaikan Pangkat kepada PNS Pemkab. Madiun secara simbolis periode 1 April 2016  yang memenuhi persyaratan.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa saat ini kita berada pada sebuah paradigma baru dalam aturan kepegawaian seiring terbitnya UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk itu kita harus membaca, mempelajari dan memahami isi dan materi Undang Undang tersebut, karena didalamnya sangat luas mengatur tata kelola manajemen ASN yang bertujuan untuk menghasilkan Pegawai yang professional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas intervensi politik, dan bersih dari praktik KKN. Harus kita sadari, bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan sebuah bentuk profesi yang didalamnya terdapat adanya azas, nilai dasar, kode etik dan kode perilaku serta pengembangan kompetensi.
Ke 581 PNS tersebut masing-masing dari Golongan IV/A s.d IV/B sebanyak 120 orang dan dari Golongan I/B s.d III/D sebanyak 461 orang. Selain itu juga masih ada 205 PNS yang Surat Keputusan Kenaikan Pangkatnya masih dalam proses verifikasi di BKN Jakarta, BKN Kantor Regional II dan BKD Provisi Jawa Timur.
Bupati Madiun juga mengajak kepada seluruh PNS Kab. Madiun untuk bertekat membangun sistem kepegawaian yang selalu mengacu pada azas, nilai dasar, kode etik dank ode perilaku yang secara tidak langsung akan dijadikan parameter penilaian kenierja masing-masing personal sebagai dasar pengembangan karier berdasarkan kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja dan kebutuhan instansi pemerintah, serta dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas. (p-76)
Baca
 
Investigasi New Biro Madiun. Alamat Jl. Gemah Ripah No. 30 Dolopo Kabupaten Madiun. Telp. 081249410099
Support : PT. INSAN MANDIRI PERMATA
Copyright © 2014. Investigasi New Madiun
Template Edited by Investigasi Biro Madiun
Telp/Message : 081249410099 | 0856 0449 9100